Proyek PETASOL tidak berjalan sendiri. Ada dukungan kuat dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Jepara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pertamina Patra Niaga, hingga Bank Sampah Banjarnegara. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dan energi terbarukan membutuhkan sinergi lintas sektor. Dengan adanya kerja sama tersebut, PETASOL bisa berkembang lebih cepat dan memiliki peluang besar untuk diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.
Sejak tahun 2022, PETASOL telah mendapatkan pendampingan dari BRIN. Bahan bakar ini diuji secara teoritis juga melalui praktek nyata. Salah satu uji coba yang dilakukan adalah penggunaan PETASOL untuk menempuh jarak sejauh 60.000 km. Hasilnya, bahan bakar ini dinyatakan layak dan aman digunakan, baik untuk mesin pertanian maupun kendaraan. Fakta ini memberikan keyakinan bahwa PETASOL bukan sekadar konsep, melainkan solusi energi yang siap dipakai masyarakat.
Tentunya keberhasilan produksi PETASOL di Banjarnegara menjadi inspirasi bagi daerah lain. Teknologi ini sudah direplikasi di beberapa lokasi, salah satunya di PDU Karimun Jawa. Langkah ini penting untuk memperluas manfaat PETASOL, sehingga semakin banyak wilayah yang bisa merasakan dampak positif dari pengolahan sampah plastik menjadi energi terbarukan.
Selain energi, BRIN juga memperkenalkan inovasi di bidang pangan melalui Padi Biosalin. Varietas padi ini dirancang khusus agar mampu tumbuh di lahan dengan kadar garam tinggi. Dengan adanya Padi Biosalin, petani tetap bisa menghasilkan panen yang baik meski kondisi tanah kurang ideal.
Kombinasi antara PETASOL sebagai sumber energi dan Padi Biosalin sebagai solusi pangan menjadi strategi yang kuat dalam mendukung program nasional ketahanan pangan dan energi. Inovasi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengatasi tantangan lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan Desember 2025
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan Desember 2025