Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas
Tampilkan postingan dengan label Review video youtube. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review video youtube. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Februari 2026

Cara kerja water heater sas

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel Hanza Teknik yang diupload pada tanggal 17 Februari 2024 dengan judul "Cara kerja water heater gas". 

Water heater gas adalah perangkat yang dirancang untuk memanaskan air secara otomatis dengan memanfaatkan energi dari pembakaran gas. Sistem ini bekerja dengan cukup sederhana, namun sangat efisien dalam memenuhi kebutuhan air panas sehari-hari. 

Baca juga : 

Heater Eheim Thermocontrol e 

Penghangat dan pemanas air 

Proses pemanasan dimulai ketika keran air panas dibuka. Pada saat itu, air dingin akan masuk ke dalam unit water heater. Aliran air ini kemudian dideteksi oleh sebuah komponen penting bernama flow sensor. Sensor ini berfungsi sebagai pemicu awal yang memberi sinyal bahwa ada kebutuhan air panas.

Begitu sensor mendeteksi adanya aliran air, pembakar atau burner akan otomatis menyala. Burner ini bekerja layaknya kompor gas, menghasilkan api yang digunakan untuk memanaskan bagian utama dari sistem, yaitu heat exchanger. Heat exchanger adalah komponen yang bertugas mentransfer panas dari api pembakar ke air yang sedang mengalir melewatinya.

Air dingin yang masuk akan bersirkulasi melewati heat exchanger. Di sinilah proses pemanasan terjadi. Panas dari pembakar berpindah ke air, sehingga suhu air meningkat sesuai kebutuhan. Setelah itu, air panas dialirkan keluar melalui saluran pipa menuju keran, siap digunakan untuk mandi, mencuci, atau kebutuhan lainnya.

Sistem ini juga dilengkapi dengan mekanisme otomatis untuk berhenti bekerja. Ketika keran air panas ditutup, aliran air pun berhenti. Flow sensor tidak lagi mendeteksi adanya gerakan air, sehingga burner akan mati secara otomatis. Hal ini bukan hanya membuat penggunaan lebih efisien, tetapi juga menjaga keamanan agar tidak ada pembakaran gas yang sia-sia.

Secara keseluruhan, water heater gas bekerja dengan prinsip sederhana: adanya aliran air memicu sistem pemanas, dan berhentinya aliran air menghentikan proses pembakaran. Dengan cara kerja otomatis ini, pengguna bisa mendapatkan air panas kapan saja tanpa perlu menyalakan atau mematikan alat secara manual. 

Video mengenai cara kerja water heater gas ternyata memunculkan beragam komentar dari para penonton. Banyak yang penasaran bagaimana sistem ini bekerja, apakah harus dinyalakan dan dimatikan secara manual, atau cukup membuka keran saja. Seorang pengguna bertanya, “Ini apakah setiap mau pakai harus di-on kan dan setelah pakai dimatikan, atau buka kran saja otomatis? Bisa nyala dan mati sendiri?” Pertanyaan ini cukup mewakili rasa ingin tahu banyak orang yang belum familiar dengan sistem otomatis pada water heater gas.

Selain itu, muncul pula perdebatan mengenai keamanan antara water heater gas dan listrik. Ada yang berkomentar bahwa sebenarnya water heater gas kurang aman, dan lebih baik menggunakan listrik. Namun, komentar ini langsung ditanggapi oleh pengguna lain dengan pertanyaan balik, “Kurang aman gimana pak?”

Diskusi pun berlanjut. Seorang pengguna menilai bahwa justru water heater listrik bisa lebih berbahaya. Alasannya, jika terjadi kerusakan, air yang dialirkan bisa berpotensi menyetrum. Di sisi lain, ada yang menambahkan bahwa penggunaan listrik membutuhkan daya watt yang besar, proses pemanasan lebih lama, dan jika air panas habis maka harus dipanaskan ulang.

Sementara itu, pendukung water heater gas berpendapat bahwa sistem ini lebih praktis. Air bisa langsung panas saat keran dibuka, dan proses pemanasan berhenti otomatis ketika keran ditutup. Meski begitu, ada saran agar unit water heater gas sebaiknya ditempatkan di luar kamar mandi untuk alasan keamanan.

Dari ragam komentar ini terlihat bahwa masing-masing jenis water heater memiliki kelebihan dan kekurangan. Gas unggul dalam kecepatan dan efisiensi, sementara listrik dianggap lebih modern namun membutuhkan daya besar dan berisiko jika terjadi kerusakan. Pada akhirnya, pilihan kembali kepada kebutuhan dan kenyamanan pengguna, serta bagaimana mereka memastikan pemasangan dan penggunaan dilakukan dengan aman.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Minggu, 01 Februari 2026

Apakah ikan koi asal Blitar pudar?

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel TRANS7 OFFICIAL yang diupload pada tanggal 22 Januari 2026 dengan judul " PUDARNYA PESONA IKAN KOI BLITAR | INDONESIAKU (20/01/26)". 

Di daerah Blitar, Jawa Timur sudah sekian lama dikenal sebagai pusat ikan koi terbesar di Indonesia. Kota ini pernah berjaya dengan produksi mencapai ratusan juta ekor koi setiap tahun, bahkan mampu memenuhi lebih dari 70 persen kebutuhan nasional. Sejarah panjang koi Blitar berawal dari beberapa ekor ikan yang dibawa oleh Ibu Ratna Sari Dewi Soekarno, dan sejak itu berkembang menjadi ikon kebanggaan daerah. Namun, menurut info dari video, kejayaan itu kini mulai meredup. Data terbaru menunjukkan hanya sekitar 40-45 persen petani koi yang masih bertahan hingga akhir 2024, sebuah penurunan drastis dari masa keemasan lima tahun lalu.

Memelihara koi memang bukanlah pekerjaan mudah dimana dalam proses budidayanya menuntut kesabaran dan ketelitian tinggi. Ikan akan melewati tahapan penyortiran berkali-kali, hingga empat kali dalam masa pertumbuhan. Pada usia empat bulan, dilakukan sortir kedua untuk memisahkan koi berkualitas premium (Grade A) dari koi biasa yang disebut reject. Penilaian kualitas pun sangat ketat, mulai dari pola warna, kebersihan warna dasar, hingga bentuk tulang. Bahkan, bentuk mulut ikan menjadi penentu: mulut yang lebar dianggap mampu tumbuh besar, sementara mulut mengerucut biasanya tidak. Varietas populer seperti Kohaku, Sanke, dan Tancho menjadi primadona, tetapi faktor genetik tetap menjadi penentu harganya. Tantangan lain adalah sulitnya membedakan jenis kelamin koi sebelum berusia dua tahun, yang kadang bisa menyulitkan seperti yang pernah dialami Pak Purwo saat awal-awal menjadi breeder Koi.

Krisis koi Blitar terutama dipicu oleh ketidakseimbangan antara biaya operasional dan harga jual. Pakan khusus koi sangat mahal, di mana sekali pemberian makan bisa menelan biaya hingga Rp. 300.000. Untuk peternak besar, kebutuhan harian bisa mencapai Rp. 900.000. Selain itu, biaya listrik untuk aerator dan sistem filtrasi juga terus membengkak. Di sisi lain, harga jual koi justru merosot tajam. Ikan yang dulu bisa dijual Rp. 30.000 - Rp. 40.000 kini hanya dihargai Rp. 10.000 - Rp. 15.000. Kondisi ini dipengaruhi oleh masuknya koi impor, terutama dari Jepang, yang semakin menekan pasar lokal.

Menariknya, justru koi reject yang menjadi penyelamat bagi sebagian petani. Meski kualitasnya dianggap biasa, pasar koi reject lebih cepat berputar karena banyak dibeli secara borongan oleh penghobies koi rumahan. Sekitar 80 persen hasil panen masuk kategori ini, dan dari sinilah petani masih bisa bertahan. Namun, tidak semua mampu terus berjuang. Banyak petani senior akhirnya menyerah dan beralih usaha. Salah satunya Bapak Arsianto, yang setelah 17 tahun membudidayakan koi, kini memilih beralih ke ikan nila dan tanaman pangan. Meski keuntungan koi lebih tinggi, nila lebih menjanjikan dari sisi perputaran uang karena bisa dipanen tiga kali setahun, jauh lebih cepat dibanding koi. 

Pemerintah daerah berusaha menjaga eksistensi koi Blitar dengan mengadakan kontes rutin dan mendorong petani memanfaatkan pemasaran digital melalui media sosial. Namun, bagi para petani, langkah itu belum cukup. Mereka berharap adanya subsidi nyata, terutama untuk biaya pakan dan operasional, agar tradisi koi Blitar tidak hilang begitu saja. Sebab, bagi masyarakat Blitar, koi bukan sekadar ikan hias, melainkan simbol kebanggaan dan identitas daerah yang sudah mengakar puluhan tahun. 

Dalam liputan video ini menggambarkan bagaimana koi Blitar yang dulu berjaya kini menghadapi tantangan, dari biaya tinggi, harga jual rendah, hingga persaingan impor, semua menjadi ujian bagi para petani koi. Meski sebagian masih bertahan lewat pasar koi reject, banyak yang akhirnya memilih jalan lain. Kini, masa depan koi Blitar bergantung pada dukungan agar ikon kebanggaan ini tidak tinggal cerita. 

Meski banyak pihak menilai pesona koi Blitar mulai meredup, sejumlah komentar dari para penghobies dan pelaku usaha menunjukkan bahwa kenyataannya tidak sesederhana itu. Koi Blitar sejatinya masih dibudidayakan oleh banyak petani hingga saat ini. Yang mengalami penurunan bukanlah semangat para peternak, melainkan pangsa pasar yang semakin mengecil, terutama dari kalangan penghobies menengah yang dulu menjadi tulang punggung penjualan.

Di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, koi Blitar masih menjadi incaran seperti banyaknya pelanggan tetap menanyakan produk koi dari Blitar, menandakan bahwa reputasi dan kualitasnya belum sepenuhnya pudar. Namun, kondisi pasar saat ini berbeda. Stok koi yang melimpah membuat persaingan semakin ketat, sementara pembeli kini lebih selektif dalam memilih kualitas. Hal ini mendorong para breeder untuk memperbaiki genetik indukan agar menghasilkan koi yang lebih unggul. Beberapa peternak sukses bahkan dianggap layak untuk diangkat kisahnya sebagai inspirasi.

Permasalahan yang dihadapi petani koi adalah ketidakseimbangan antara biaya produksi dan harga jual. Konsumen, baik penjual maupun penghobies, menginginkan ikan dengan kualitas bagus tetapi dengan harga murah. Padahal, membesarkan koi membutuhkan biaya besar dan penuh risiko, mulai dari pakan hingga perawatan kolam. Ketika hasil penjualan tidak sebanding dengan pengeluaran, banyak petani akhirnya memilih berhenti atau bahkan gulung tikar.

Komentar-komentar ini menggambarkan bahwa koi Blitar sebenarnya masih memiliki tempat di hati para penghobies koi di Indonesia namun, perubahan pola pasar dan tuntutan harga murah menjadi tantangan tersendiri yang dihadapi peternak. Jika tidak ada solusi yang menyeimbangkan antara biaya produksi dan harga jual, maka semakin banyak petani yang akan meninggalkan budidaya koi. Pada akhirnya, keberlangsungan koi Blitar bergantung pada bagaimana pasar dan para pelaku usaha bisa menemukan titik temu yang adil. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Sabtu, 31 Januari 2026

Sukses pemijahan ikan gurame di Lampung Timur

Artikel review video youtube kali ini adalah dari chennel SAHABAT TANI yang diupload pada tangg 28 Juni 2023 dengan judul "SUKSES PEMIJAHAN IKAN GURAME SOANG DI KOLAM TERPAL".  

Budidaya ikan gurame, khususnya jenis Soang, semakin diminati karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar yang stabil. Salah satu tahapan penting dalam budidaya adalah pemijahan, yaitu proses perkawinan indukan hingga menghasilkan telur. Menariknya, pemijahan gurame tidak selalu dilakukan di kolam tanah yang luas, melainkan bisa berhasil dengan baik menggunakan media sederhana seperti kolam terpal. Cara ini memberikan banyak keuntungan bagi para petani ikan, terutama yang memiliki lahan terbatas.

Menggunakan kolam terpal memungkinkan petani untuk melakukan pemijahan meskipun tidak memiliki lahan luas. Terpal mudah dipasang, relatif murah, dan bisa disesuaikan dengan ukuran yang dibutuhkan. Dengan kolam berukuran 3 x 5 meter saja, pemijahan sudah bisa dilakukan secara efektif. Hal ini tentu menjadi solusi praktis bagi petani kecil atau pemula yang ingin mencoba usaha budidaya gurame tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Kolam terpal memberikan kemudahan dalam mengatur kondisi air, kebersihan, serta keamanan indukan. Karena lingkungannya lebih terkontrol, risiko penyakit atau gangguan dari hewan lain bisa diminimalisir. Selain itu, media sarang seperti ijuk yang ditempatkan di wadah khusus memudahkan ikan membuat sarang dan meletakkan telur dengan lebih aman.

Dalam prakteknya, indukan gurame yang sehat dan berkualitas dapat mulai bertelur hanya dalam waktu sekitar 4 hari setelah dimasukkan ke kolam pemijahan. Rasio indukan yang tepat, yaitu 1 jantan berbanding 3 betina, membantu meningkatkan peluang keberhasilan. Telur yang dihasilkan kemudian bisa dipindahkan ke wadah khusus untuk penetasan sehingga prosesnya lebih terkontrol dan tingkat keberhasilan menetas lebih tinggi. 

Dengan pemilihan indukan yang baik jantan berusia minimal 3,5 tahun dengan berat sekitar 3 kg, serta betina yang matang dan sehat bibit gurame yang dihasilkan akan lebih berkualitas. Jenis gurame Soang sendiri dikenal memiliki pertumbuhan yang baik, sehingga bibit hasil pemijahan ini sangat potensial untuk dibesarkan hingga ukuran konsumsi.

Keuntungan lain dari pemijahan gurame adalah peluang usaha yang menjanjikan. Bibit gurame memiliki permintaan tinggi di berbagai daerah. Seperti yang ditunjukkan dalam praktik di Desa Sri Basuki, Lampung Timur, hasil pemijahan tidak hanya digunakan untuk budidaya sendiri, tetapi juga bisa dijual ke petani lain di wilayah sekitar. Dengan demikian, pemijahan gurame bukan hanya mendukung keberlanjutan budidaya, tetapi juga membuka peluang pemasukan tambahan.

Pemijahan ikan gurame di kolam terpal adalah metode praktis, hemat biaya dan lebih efektif. Dengan teknik yang pas dalam pemilihan indukan, penyediaan sarang, serta penanganan telur, petani bisa mendapatkan bibit berkualitas tinggi tanpa harus bergantung pada kolam tanah yang luas. Selain memberikan keuntungan teknis, cara ini juga mendukung peluang ekonomi yang lebih besar karena bibit gurame selalu dibutuhkan di pasaran. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Kamis, 29 Januari 2026

Cerita Situ Cipanten dan ribuan ikan koi

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims Story yang diupload pada tanggal 26 Januari 2026 dengan judul "SH0CK..!!! TERNYATA SITU CIPANTEN TEMPAT PRABU SILIWANGI ..!!?". 

Majalengka, sebuah kabupaten di Jawa Barat yang dikenal dengan panorama alamnya. Dalam video tersebut, Irfan Hakim bersama rekan bisnisnya Pak Hartono (Bos Koi) dan seorang guru spiritual, Ibu HGA (Hamba Gusti Allah), melakukan kunjungan ke Situ Cipanten. Perjalanan ini bukan sekadar wisata, melainkan sebuah eksplorasi yang memadukan unsur budaya, kepedulian sosial, pariwisata, hingga spiritual. 

Baca juga : Bantuan sayuran segar dari Pak Hartononke deHakims

Situ Cipanten, yang terletak di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Majalengka, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam dengan air jernih dan suasana tenang. Namun, bagi sebagian masyarakat, danau ini menyimpan nilai spiritual yang tinggi.

Menurut penuturan Ibu HGA, Cipanten merupakan salah satu petilasan Prabu Siliwangi, raja legendaris dari Kerajaan Pajajaran yang sangat dihormati dalam budaya Sunda. Ia menyebut bahwa Prabu Siliwangi "menunggu" di bawah sebuah pohon langka bernama Boa-boa, yang tumbuh di sekitar danau. Keberadaan pohon ini dianggap sebagai simbol penghubung antara dunia nyata dan spiritual.

Selain itu, Ibu HGA menyinggung keterkaitan Cipanten dengan Situ Sangiang, lokasi lain yang juga dipercaya sebagai tempat keramat Sang Prabu. Hubungan antara kedua situ ini memperkuat keyakinan bahwa jejak Prabu Siliwangi tersebar di berbagai titik sakral di Jawa Barat.

Dalam obrolan, Irfan Hakim dan Ibu HGA membahas filosofi "Maung" (Harimau) yang erat dengan sosok Prabu Siliwangi. Mereka menafsirkannya sebagai Manusia Unggul, sebuah konsep yang mencerminkan keberanian, kebijaksanaan, dan kepemimpinan yang visioner.

Salah satu momen penting dalam kunjungan ini adalah pelepasan 2000 ekor ikan koi ke Situ Cipanten. Pak Hartono, seorang pengusaha koi ternama, mengaku bahwa pemilihan Cipanten sebagai lokasi pelepasan bukanlah kebetulan, melainkan sebuah "panggilan hati".

Pelepasan koi ini diharapkan menjadi daya tarik wisata baru sekaligus simbol keberkahan. Pak Hartono berharap masyarakat sekitar menjaga ikan-ikan tersebut sebagai "peliharaan bersama" yang membawa rezeki dan kebahagiaan.

Irfan Hakim menambahkan bahwa Majalengka memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata lengkap. Selain Cipanten, daerah ini menawarkan kuliner khas, budaya Sunda yang kaya, serta panorama alam seperti tujuh mata air Cipanten yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Video ini juga memperlihatkan momen santai yaitu dengan menghadirkan hewan peliharaan Irfan Hakim, seekor kapibara bernama Junet, yang merupakan hewan pengerat terbesar di dunia. Bahkan, ia sempat melakukan video call dengan rekannya, Yohanes, yang juga memelihara kapibara bernama Babel. Selain itu, Pak Hartono membawa oleh-oleh berupa kaus kaki dari Jepang untuk Jalu, putra Irfan Hakim yang gemar berkuda. Momen ini memperlihatkan sisi humanis dari sosok pengusaha sukses yang dikenal dermawan.

Di balik suasana santai, video ini juga menyoroti kepedulian sosial dimana Pak Hartono menyalurkan donasi berupa puluhan juta rupiah melalui Irfan Hakim untuk dibagikan kepada masyarakat dalam acara Dangdut Mania Dadakan (DMD).

Di akhir video, keduanya akan merencanakan kunjungan ke Bandung untuk bertemu Walikota Kang Farhan. Agenda ini bertujuan meninjau keberhasilan pengelolaan sampah di Pasar Gede Bage, yang dianggap sebagai contoh baik dalam manajemen lingkungan perkotaan.

Banyak penonton menyoroti peran Pak Hartono yang dianggap telah ikut ngamumule budaya Sunda. Salah satu komentar berbunyi: “Hatur nuhun Pak Hartono, tos ngamumule budaya Sunda 🙏.” Ungkapan ini menunjukkan rasa terima kasih atas kontribusi beliau dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mengangkat potensi lokal melalui pelepasan ikan koi di Cipanten.

Komentar lain menambahkan nuansa religius dengan menulis pada kolom komentar “Masya Allah 😊 Pak Hartono masa tuanya berbagi buat bekal nanti nya ..” yang menekankan bahwa tindakan berbagi dan berderma akan menjadi bekal kebaikan di masa mendatang.

Selain sisi spiritual, penonton juga menyoroti keindahan alam Majalengka. Seorang penonton menulis: “Suka dengan wisata Majalengka .. Saya asli Cirebon malah kaya pengen punya rumah di daerah Majalengka yang sejuk, adem.” Komentar ini mencerminkan daya tarik Majalengka sebagai daerah yang menawarkan kesejukan dan kenyamanan, bahkan membuat orang dari luar daerah ingin menetap di sana.

Ada pula penonton yang berbagi pengalaman langsung: “Alhamdulillah, kemarin baru dari sana. Koi-nya sehat-sehat.” Testimoni ini memperkuat kesan bahwa pelepasan ikan koi benar-benar membawa daya tarik baru bagi wisatawan.

Menariknya, ada penonton yang memberikan informasi tambahan terkait lokasi wisata lain yang berdekatan dengan Cipanten. Ia menulis: “Izin A Irfan & Pak Hartono (Bos Koi). Untuk situs atau wisata situ yang sejalur atau paling dekat sama Situ Cipanten ialah Objek Wisata Situ Prabu Siliwangi.”

Komentar ini kemudian dibalas oleh penonton lain dengan kalimat: “Nah betul ini, tolong dikasih tau A Irfan dan Bos Koi.” Interaksi ini menunjukkan adanya semangat antar penonton untuk memperkaya informasi wisata, sekaligus memperkuat narasi spiritual tentang jejak Prabu Siliwangi di Majalengka. 

Semua komentar-komentar ini membentuk mosaik cerita yang memperkaya makna video, menjadikan Situ Cipanten sebiag destinasi wisata juga simbol kebersamaan, spiritualitas, dan kebanggaan budaya lokal.

Semoga infonya bermanfaat. 


Kuningan Januari 2026

Selasa, 27 Januari 2026

Power Bank di Langit: Inovasi Energi Angin Stratosfer dari China

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Kompas.com yang diupload pada tanggal 25 Januari 2026 dengan judul "China Bikin "Power Bank" di Langit Pertama di Dunia". 

Inovasi terbaru dari China menghadirkan S2000 Stratospheric Airborne Wind Energy System (SAWES), yang dijuluki sebagai “Power Bank di Langit” pertama di dunia. Teknologi ini berupa balon udara berkuran sangat besar  berisi helium dengan dimensi 60 x 40 x 40 meter, yang dilengkapi turbin angin untuk menghasilkan listrik di ketinggian hingga 2.000 meter. Dengan kapasitas megawatt, sistem ini mampu memasok energi bagi sekitar 1.500 rumah tangga atau mengisi daya 90.000 ponsel sekaligus.

Cara kerjanya cukup sederhana namun canggih: turbin menghasilkan listrik dari angin stratosfer, lalu energi tersebut dialirkan ke darat melalui kabel panjang yang terhubung langsung ke jaringan listrik nasional. Keunggulan SAWES dibandingkan turbin konvensional adalah efisiensi tinggi berkat teknologi transmisi arus searah tegangan menengah, serta desain kompak yang hemat lahan. Hal ini membuatnya ideal untuk wilayah padat penduduk maupun pulau terpencil yang sulit membangun infrastruktur energi besar.

Selain ramah lingkungan, sistem ini juga dirancang tahan terhadap cuaca buruk. Potensi penggunaannya sangat luas, mulai dari sumber energi terbarukan, solusi darurat saat bencana alam, hingga mendukung pemetaan cerdas dan keamanan perkotaan. Dengan karakteristik tersebut, SAWES diharapkan menjadi salah satu terobosan penting dalam transisi menuju energi bersih, sekaligus membantu dunia menghadapi tantangan krisis iklim dengan cara yang lebih praktis dan efisien. 

Inovasi S2000 Stratospheric Airborne Wind Energy System (SAWES) dari China, yang dijuluki sebagai “Power Bank di Langit” pertama di dunia, berhasil menarik perhatian banyak orang. Teknologi ini berupa balon udara raksasa berisi helium dengan turbin angin yang mampu menghasilkan listrik di ketinggian hingga 2.000 meter. Dengan kapasitas megawatt, sistem ini dapat memasok energi bagi ribuan rumah tangga sekaligus.

Tidak mengherankan jika publik memberikan beragam komentar positif atas terobosan ini. Seorang penonton menekankan manfaat praktisnya: “Ini berguna untuk desa atau pulau terpencil yang sulit terjangkau, hebat 👍👍👍👍👍.” Komentar ini mencerminkan harapan bahwa teknologi SAWES dapat menjadi solusi nyata bagi daerah yang selama ini kesulitan mendapatkan akses energi.

Ada pula yang menyoroti posisi China dalam peta teknologi global: “Mereka telah berada terdepan dalam teknologi di dunia.” Pandangan ini menunjukkan pengakuan atas kecepatan dan keberanian China dalam melahirkan inovasi yang melampaui standar konvensional.

Tak sedikit yang mengaitkan pencapaian ini dengan pepatah lama: “China memang tiada obat... benar nenek moyang kita, carilah ilmu sampai ke negeri China.” Ungkapan tersebut mempertegas citra China sebagai pusat pengetahuan dan kemajuan yang relevan hingga kini.

Sementara itu, komentar lain menggambarkan kesan futuristik dari inovasi ini: “Melihat China sekarang bagaikan hidup di masa depan 👍👍👍.” Kalimat ini menegaskan bahwa teknologi SAWES bukan sekadar proyek energi, melainkan simbol bagaimana masa depan energi bersih dapat diwujudkan hari ini.

Ragam komentar tersebut memperlihatkan antusiasme publik terhadap langkah besar China dalam menghadirkan solusi energi terbarukan. SAWES bukan hanya inovasi teknis, tetapi juga inspirasi global tentang bagaimana teknologi dapat menjawab tantangan krisis energi dan iklim dengan cara yang visioner.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Faank band wali bertamu ke rumah Irfan Hakim

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims channel yang diuploaf pada tanggal 23 Januari 2026 yang berjudul " ARTIS TERKENAL DI INDONESIA NAIK MOTOR KE DEHAKIMS BERUJUNG DIUSIR ORANG KANTOR!". 


Dalam video ini Faank vokalis band religi-pop Wali mengunjungi kediaman Irfan Hakim. Kunjungan ini menjadi sarat edukasi serta spiritualitas. Bersama istri dan kedua anaknya, Faank disambut dengan tangan terbuka oleh Irfan dan teamnya yang menginspirasi dan menghibur.

Dalam video terlihat Faank mengenang momen lucu yang pernah ia alami yang ternyata ia pernah datang tanpa janji ke rumah Irfan, dengan mengendarai motor. Namun, karena prosedur keamanan yang ketat demi menjaga privasi, satpam tidak mengizinkan masuk. Faank, dengan kerendahan hati, memilih untuk pulang. Dalam obrolan ia menyebut dirinya hanya artis kecil yang tak ingin merepotkan. Irfan pun tertawa mendengar cerita itu dan berjanji akan “menatar” team keamanannya agar lebih peka terhadap tamu istimewa seperti Faank

Setelah insiden lucu itu, kali ini Faank datang dengan undangan resmi, ia dan keluarganya diajak berkeliling di lokasi deHakims, yang merupakan sebuah kawasan hunian yang diubah menjadi ekosistem mini yang memadukan kecintaan terhadap satwa peliharaan, pelestarian alam, dan teknologi ramah lingkungan.

Di area lokasi disambut oleh burung unta burung terbesar di dunia dan sapi betina yang sedang hamil. Anak-anak terlihat antusias, sementara Faank tak henti-hentinya mengagumi bagaimana Irfan merawat hewan-hewan tersebut dengan penuh kasih.

Ketegangan sempat muncul saat diajak melihat koleksi ular piton dimana Faank dan keluarganya sempat ragu, namun rasa takut itu berubah menjadi kagum saat mengenal Ball Python, ular yang bisa menggulung tubuhnya seperti bola. Irfan Hakim menjelaskan dengan sabar, membuat suasana menjadi edukatif dan menyenangkan.

Puncak dari tour ini adalah saat memasuki aviary yang menjadi rumah bagi lebih dari 300 ekor burung dari 150 spesies. Di antara burung-burung eksotis itu, terdapat Golden Pheasant dari Cina dan Victoria Crowned Pigeon  atau Mambruk dari Papua, merpati terbesar di dunia. Menurut info yang admin dapat dari situs Wikipedia bahwa burung Mambruk ini adalah termasuk burung merpati terbesar dan habitatnya berada di hutan dataran rendah, hutan sagu, dan rawa di utara Papua, termasuk Pulau Yapen, Biak dan sekitarnya.

Irfan juga menjelaskan bahwa seluruh kawasan deHakims dirancang untuk meniru ekosistem alami. Salah satu hal yang menarik adalah tidak adanya nyamuk di dalam aviary. Hal ini dicapai melalui kehadiran burung pemakan nyamuk dan sistem air yang terus mengalir, menciptakan lingkungan yang sehat dan seimbang.

Tak hanya itu, banyak pohon di kawasan ini merupakan pohon “diselamatkan” dari proyek pembangunan. Irfan membeli dan memindahkan pohon-pohon tersebut agar tidak ditebang, sebuah bentuk nyata dari kepedulian terhadap alam. Bahkan menariknya di aviary merupakan campuran pasir dari berbagai provinsi di Indonesia yang disebut pasir Nusantara, dikirim oleh para pengikut Irfan sebagai simbol persatuan dan cinta terhadap tanah air.

Kemandirian menjadi nilai penting di deHakims dan menunjukkan sistem biogas yang memanfaatkan kotoran sapi untuk menghasilkan gas memasak. Sistem ini mampu menyediakan energi gratis selama 2 sampai 3 jam setiap hari. Selain itu juga memelihara ayam petelur dan memanen telur segar setiap pagi. Faank dan anak-anaknya tampak antusias saat memegang telur yang masih hangat, pengalaman yang jarang didapatkan di kehidupan kota.

Dalam suasana santai Faank dan Irfan juga sempat berdiskusi tentang hak-hak satwa dalam Islam, bahwa hewan adalah amanah dari Tuhan, yang perlu diperlakukan dengan kasih sayang, diberi makan, kesehatan, dan kenyamanan.

Irfan pun berbagi kisah menyentuh tentang kebiasaannya berbicara dengan sapi kurban sebelum disembelih. Ia percaya bahwa hewan bisa merasakan ketulusan dan ketenangan dari manusia. Bagi Irfan, kurban bukan sekadar ritual, tapi juga bentuk komunikasi batin antara makhluk Tuhan.

Juga membahas pahala menanam pohon, yang disebut sebagai amal jariyah karena memberikan oksigen dan kehidupan bagi makhluk lain. Percakapan ini memperlihatkan bahwa cinta terhadap alam bukan hanya soal konservasi, tapi juga bagian dari ibadah.

Kunjungan ditutup dengan momen hiburan yang tak kalah seru. Faank dan keluarganya bermain angklung bersama team deHakims. Ia terkesan dengan filosofi angklung yang mengajarkan disiplin dan harmoni dalam perbedaan nada. Tak ketinggalan, candaan tentang rencana duet antara Faank dan Irfan pun mencairkan suasana. Irfan ingin mencoba menjadi penyanyi, sementara Faank bercanda ingin jadi host dan siapa tahu, kolaborasi ini benar-benar terjadi suatu hari nanti.

Video kunjungan Faank, vokalis band Wali, ke kediaman Irfan hakim ini menyuguhkan hiburan dan edukasi juga menggugah hati banyak penonton. Di kolom komentar, berbagai suara bermunculan mulai dari nostalgia, kekaguman, hingga reflefsi tentang kehidupan dan lingkungan. Berikut adalah rangkaian komentar pilihan yang mencerminkan video ini meninggalkan kesan yang baik bagi banyak orang.

Salah satu komentar yang paling menyentuh datang dari penonton yang mengaku sedih saat mendengar Faank menyebut dirinya sebagai “artis kecil.” Bagi generasi 90-an, band Wali bukanlah nama asing. Lagu-lagu yang dibawakan menjadi soundtrack kehidupan, penuh makna dan mudah diingat. “Sampai sekarang juga belum ada yang bisa nandingin enaknya lagu-lagu band era 2000-an,” tulis seorang penonton dengan nostalgia.

Ada juga yang mengapresiasi konsistensi band Wali. “Band Wali melahirkan artis-artis besar. Faank, Apoy, dan kawan-kawan terus berkarya. Band Wali tetap eksis. Ok,” tulis komentar lain yang menunjukkan rasa bangga terhadap perjalanan panjang band ini.

Ada pula penonton yang berharap agar Irfan Hakim mengundang keluarga besar Faank dari Sukabumi. Komentar ini menunjukkan antusiasme penonton untuk melihat lebih banyak sisi kehidupan pribadi Faank dan keluarganya, serta mempererat tali silaturahmi yang lebih luas.

Menariknya video ini juga memantik kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Seorang penonton menulis panjang lebar tentang bagaimana teknologi yang kita nikmati saat ini berasal dari hasil bumi. Ia mengingatkan bahwa menghargai alam bisa dimulai dari hal-hal sederhana yaitu mematikan alat listrik setelah digunakan, mengurangi konsumsi minyak goreng dengan makanan rebus, dan menggunakan sumber daya sesuai kebutuhan. “Cara simple menyelamatkan bumi ini,” tulisnya, mengajak semua untuk lebih bijak dalam menjalani hidup.

Ragam komentar ini menunjukkan bahwa video inj menjadi ruang refleksi, nostalgia, dan pembelajaran. Ketulusan Faank dan keramahan Irfan Hakim, serta pesan-pesan tentang alam dan kemanusiaan menyatu dalam satu tayangan yang menyentuh, tentunya penonton  merasa terhibur juga diajak berpikir dan merasakan kembali nilai-nilai yang mungkin mulai terlupakan.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Sabtu, 24 Januari 2026

Uji kolam penampungan super padat ikan nila

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Bupati Nila Official yang diupload pada tanggal 21 Januari 2026 dengan judul "Uji Kolam Penampungan Super Padat | ikan Sempat Sakit, Kini di Panen Dengan Hasil yang Memuaskan" Dan sudah ditonton sebanyak 806 kali penayangan saat artikel ini dipublikasikan.

Panen ikan nila tentunya akan menjadi kabar menggembirakan bagi para petani, terutama setelah sebelumnya sempat menghadapi masa sulit akibat masalah kesehatan ikan. Kang Deden dari Bupati Nila Official menceritakan bahwa ikan yang dipanen adalah populasi lama yang sempat sakit di kolam dengan jumlah mencapai 500.000 ekor. 

Setelah dilakukan penanaman kembali pada 18 November 2025, hasilnya bisa dipanen total pada 17 Januari 2026. Masa pembesaran yang hanya berlangsung dua bulan ini menghasilkan lebih dari enam ton ikan, dengan rincian 2.880 kg pada pengambilan pertama, 1.637 kg pada pengambilan kedua, dan 1.822 kg pada pengambilan ketiga. Angka ini menunjukkan bahwa kerja keras dan kesabaran akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.

Dari segi kualitas, ikan nila yang dipanen memiliki ukuran yang rata, mayoritas berada di kategori isi 4, 5, dan 6 ekor per kilogram. Meski tergolong masih muda, sekitar empat bulan dari larva, ikan-ikan tersebut sudah memiliki bobot yang gemuk dan sehat. Data teknis yang ditampilkan dalam video juga memperlihatkan pencapaian yang sangat baik, dengan FCR (Feed Conversion Ratio) sebesar 1,3 dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 95 persen. Hal ini menjadi bukti bahwa sistem budidaya yang diterapkan mampu menjaga efisiensi pakan sekaligus memastikan ikan tumbuh dengan sehat.

Video ini juga memperlihatkan eksperimen penampungan ikan dengan kepadatan super padat. Dalam kolam berukuran 5 x 4 meter dengan kedalaman 1,2 meter, ditampung ikan sebanyak 2 ton. Kondisi yang terbilang ekstrem ini tetap bisa dijaga dengan teknologi pendukung seperti pompa sibel 3 inci untuk sirkulasi air sumur, tambahan sistem aerasi, serta penggunaan oksigen murni. Dengan dukungan teknologi tersebut, kualitas ikan tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen, meskipun ditampung dalam jumlah yang sangat besar di ruang terbatas.

Dari sisi distribusi, ikan-ikan hasil panen dipersiapkan untuk memenuhi pesanan ke daerah Karawang dengan permintaan ukuran spesifik 3, 4, dan 5 ekor per kilogram. Sebagian kecil ikan, sekitar satu kuintal, sengaja ditinggalkan di kolam untuk dibesarkan hingga mencapai ukuran setengah kilogram sebagai persiapan stok Lebaran. Sementara itu, kolam yang baru saja dikosongkan akan segera diisi kembali dengan benih baru pada keesokan harinya, menunjukkan siklus produksi yang berkelanjutan dan terencana dengan baik.

Menutup laporannya, Kang Deden memberikan pesan motivasi bagi para pengusaha ikan agar tidak mudah menyerah meskipun pernah mengalami kegagalan. Menurutnya, dengan ketekunan dan kerja keras, hasil yang memuaskan pasti bisa dicapai. Kisah ini menjadi inspirasi bahwa dalam dunia usaha, terutama budidaya ikan, tantangan adalah bagian dari perjalanan, dan keberhasilan akan datang bagi mereka yang terus berusaha tanpa putus asa. 

Dalam kolom komentar video panen ikan nila tersebut, muncul beberapa pertanyaan dari penonton yang kemudian dijawab langsung oleh admin channel. Salah satu pertanyaan yang cukup penting adalah mengenai tingkat kelangsungan hidup ikan atau *Survival Rate* (SR). Admin menjelaskan dengan rasa syukur bahwa SR pada pembesaran kali ini berada di atas 95 persen. Angka tersebut menunjukkan keberhasilan manajemen budidaya, karena tingkat kelangsungan hidup yang tinggi menjadi indikator bahwa ikan dipelihara dengan baik dan kondisi kolam terjaga. 

Selain itu, ada juga komentar yang menanyakan asal benih ikan nila yang digunakan. Pertanyaan ini dijawab oleh admin dengan singkat namun jelas, bahwa benih berasal dari pembenihan sendiri. Jawaban tersebut memberikan gambaran bahwa proses budidaya dilakukan secara mandiri mulai dari pembenihan hingga pembesaran, sehingga kualitas benih bisa lebih terkontrol dan hasil panen lebih terjamin. 

Ragam komentar ini memperlihatkan antusiasme penonton sekaligus menjadi sarana berbagi informasi yang bermanfaat. Dengan adanya interaksi seperti ini, penonton tidak hanya menyaksikan hasil panen, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai teknik budidaya ikan nila yang berhasil. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Jumat, 23 Januari 2026

Panen larva ikan tembakang di kolam bundar

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Dodo Ahda channel yang diupload pada tanggal 2 Januari 2026 dengan judul "Panen larva iKan Tembakang di kolam bundar #ikantembakang". 


Video dari ini memberikan gambaran yang cukup lengkap mengenai tahapan awal budidaya ikan tembakang (Helostoma temminckii), yang di beberapa daerah juga dikenal sebagai ikan tambak atau biawan. Proses yang ditampilkan dimulai dari pemijahan di kolam bundar dengan komposisi indukan yang seimbang, yaitu dua pasang betina dan empat ekor jantan. Dari hasil pemijahan tersebut, larva yang berumur lima hari kemudian dipanen. 

Pada tahap ini, larva masih sangat rentan sehingga pengelolaan lingkungan dan kepadatan kolam menjadi faktor penting. Karena populasi di kolam pemijahan sudah terlalu padat, larva segera dipindahkan ke kolam pendederan agar pertumbuhan lebih optimal dan risiko kematian akibat kompetisi berkurang.

Tahapan pendederan yang diperlihatkan dalam video juga cukup detail. Kolam pendederan baru dipersiapkan dengan metode fermentasi, penggaraman, serta pemberian EM4 untuk memastikan kualitas air sesuai kebutuhan larva. Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya manajemen kualitas air dalam budidaya ikan air tawar, terutama pada fase larva yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. 

Setelah kolam siap, larva dipindahkan dan mulai diberi pakan buatan berupa pelet halus yang mudah dikonsumsi. Pakan ini dipilih karena praktis dan tersedia di pasaran, sekaligus mendukung pertumbuhan larva menuju fase benih.

Selain aspek teknis, video ini juga menyoroti konteks kegiatan yang lebih luas. Proses panen dan pemindahan larva dilakukan di Breeding Pawase, Dusun Cikopo, Desa Cibinuang, dengan latar belakang pemandangan Gunung Ciremai yang menambah nuansa alami. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memiliki nilai edukasi. 

Mahasiswa dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan) Kampus Aceh turut terlibat dalam praktik kerja lapangan selama lima bulan. Kehadiran mereka memperlihatkan adanya transfer pengetahuan langsung dari lapangan, sehingga generasi muda perikanan dapat memahami proses budidaya secara nyata.

Ikan tambakan ini merupakan ikan yang nilai ekonomis yang lumayan tinggi hampir sama dengan ikan gurame. Budidaya ikan tambakan bisa si lakukan di kolam tembok, kolam tanah ataupun kolam bulat atau terpal. Proses pemijahan ikan tembakang biasa di malam hari menjelang pagi, biasa memijah secara alami dan koloni. Ikan tembakang merupakan ikan tahunan untuk masa panennya.  

Salah satu komentar yang muncul adalah pertanyaan sederhana namun cukup penting seperti “Punya yang gendong telur ga om?” Pertanyaan ini merujuk pada kondisi indukan ikan tembakang, apakah masih ada yang sedang membawa telur. Admin channel kemudian menjawab dengan lugas: “Nggak punya, sudah dipijahkan semua.” Jawaban ini menegaskan bahwa seluruh indukan yang digunakan dalam proses pemijahan sudah selesai bertelur, sehingga saat video dibuat tidak ada lagi indukan yang sedang dalam kondisi membawa telur. Hal ini sekaligus memberikan informasi tambahan bagi penonton mengenai tahapan pemijahan yang sudah dilakukan secara tuntas.

Komentar lain yang cukup menarik datang dari seorang penonton yang menanyakan masa panen ikan tembakang, dengan menyebutkan bahwa ikan ini banyak ditemukan di Papua. Ia menulis: “Assalamualaikum bang, berapa bulan masa panennya karena ikan tembakan ini banyak di Papua.” Pertanyaan ini dijawab oleh admin channel dengan penjelasan yang cukup detail “Waalaikumsalam, untuk ikan Tembakang dari benih sampai usia panen bisa mencapai 1-1.5 tahun, agak lambat untuk pertumbuhannya. Oh iya, Papua-nya di Merauke atau di Jayapura 🙏.”

Jawaban tersebut memberikan gambaran nyata bahwa ikan tembakang memang memiliki laju pertumbuhan yang relatif lambat dibandingkan beberapa jenis ikan air tawar lainnya. Waktu panen yang bisa mencapai satu hingga satu setengah tahun tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pembudidaya, terutama dalam hal manajemen pakan dan kualitas air. Selain itu, admin channel juga menambahkan sentuhan personal dengan menanyakan lokasi spesifik di Papua, yakni Merauke atau Jayapura, yang menunjukkan adanya interaksi hangat antara pengelola channel dengan penontonnya.

Dari dua komentar ini saja, terlihat bagaimaimana video edukatif ini tentang budidaya ikan terdapat diskusi yang lebih luas. Penonton tidak hanya menyimak proses teknis yang ditampilkan, tetapi juga aktif bertanya mengenai detail yang mungkin tidak dijelaskan secara langsung dalam video. Admin channel pun berperan penting dalam menjawab pertanyaan dengan bahasa yang sederhana, informatif, dan tetap menjaga nuansa kekeluargaan. Hal ini membuat konten yang disajikan tidak hanya bersifat satu arah, melainkan menjadi ruang interaktif yang memperkaya pengetahuan bersama.

Secara keseluruhan, video ini bisa menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya manajemen pemijahan, pendederan, dan kualitas lingkungan dalam budidaya ikan tembakang. Dengan kombinasi antara praktik lapangan, keterlibatan akademisi, serta latar alam yang mendukung, kegiatan ini mencerminkan bagaimana budidaya ikan dapat dijalankan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat dan mahasiswa. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Kamis, 22 Januari 2026

Review video unboxing ikan maskoki jumbo super quality di deHakims

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims channel yang diupload pada tanggal 20 Januari 2025 dengan judul " IKAN RAHASIA ITU AKHIRNYA TERJAWAB..!! MUAT GAK YA SEBANYAK INI..?!". 


Dalam video ini mendokumentasikan kedatangan "ikan rahasia" yang telah ditunggu-tunggu oleh Irfan Hakim untuk mengisi aquarium "Pelangi" Yang dipunyainya sejak lama. Ikan tersebut adalah Ikan Maskoki Jumbo yang dikirim langsung dari Tulungagung.

Ikan-ikan ini dibawa oleh mas Jack dari Starfish Indo, Tulungagung. Pengiriman ini merupakan hasil penantian selama sekitar 1,5 hingga 2 tahun sejak pembesaran di tambak. Totalnya ada 87 ekor ikan maskoki jumbo yang dikemas dalam 37 kantong plastik besar, ikan-ikan cantik ini telah dibesarkan di tambak selama 1 tahun 3 bulan hingga mencapai ukuran jumbo (sekitar 16-20 cm), yang kualitasnya disebut sebagai kualitas super. 

Jenis-jenis Ikan yang Dibawa yang dikirim terdiri dari berbagai varietas maskoki populer, antara lain Ryukin yaitu Varietas yang dianggap paling kuat terhadap perubahan cuaca dan pH air, serta paling cepat pertumbuhannya. Ada juga Oranda yang Termasuk jenis rosetail, Ranchu dengan berbagai varian warna seperti kaliko, merah, dan merah-putih. 

Proses adaptasi dan penempatannya Irfan Hakim telah menyiapkan tank khusus yang sudah dicat hitam seperti megatank untuk menyambut ikan-ikan ini. Jack menjelaskan pentingnya "memelihara air" sebelum memelihara ikan. Ia melakukan proses pencampuran air asal dengan air baru secara perlahan agar ikan tidak stres atau kaget dengan perbedaan suhu dan parameter air dan menyarankan agar ikan maskoki tidak dicampur dengan ikan koi dalam jangka panjang karena risiko persaingan atau gangguan, meskipun untuk sementara waktu masih bisa dilakukan dengan pengawasan ketat.

Video ini juga memperlihatkan hubungan baik antara Irfan Hakim dan Jack Starfish. Irfan memuji Jack sebagai sosok yang berhasil memajukan industri ikan hias di Tulungagung, terutama bagi kalangan pemuda. Jack sendiri merasa bangga bisa memenuhi impian membawa ikan kualitas terbaik dari daerahnya ke Jakarta untuk "Babe" Irfan. Proses unboxing ini menjadi jawaban bagi para penonton yang penasaran dengan jenis ikan apa yang akan menghuni koleksi terbaru di rumah Irfan Hakim.  

Ragam komentar di videonya di situs youtube menunjukkan antusiasme tinggi dari para penonton. Ada yang mengucapkan terima kasih atas jamuan dan keramahannya, serta merasa senang melihat ikan-ikan dari Tulungagung kini berada di tangan seorang pecinta satwa sejati. Ada pula komentar yang menekankan bahwa memelihara ikan maskoki membutuhkan ketelatenan ekstra, karena tidak semua orang mampu mempertahankan ikan ini dalam jangka panjang.

Video unboxing ikan-ikan maskoki jumbo ini menjadi bukti bahwa dedikasi Irfan Hakim dalam dunia satwa, khususnya ikan hias. Dengan koleksi baru yang beragam dan berkualitas tinggi, aquarium "Pelangi" kini semakin hidup. Kehadiran team Starfish dari Tulungagung juga menambah nilai lebih, memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara penghobies ikan hias dapat memajukan industri sekaligus menghibur masyarakat luas.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Rabu, 21 Januari 2026

7 jenis usaha yang tahan inflasi versi Channel youtube NERACA SENYAP

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel NERACA SENYAP yang diuploaf pada tanggal 19 Januari 2026 dengan judul " ORANG TIONGHOA MAIN DI SINI: 7 USAHA YANG TERUS DICARI". Video dari channel ini membahas tentang strategi bisnis yang tahan terhadap inflasi dan krisis, dengan mengambil pelajaran dari pola pikir pengusaha Tionghoa yang cenderung fokus pada keberlanjutan daripada sekadar mencari keuntungan cepat. 


Berikut adalah ringkasan detail mengenai 7 jenis usaha yang terus dicari seperti ulasan usaha yang terbilang tahan inflasi dan krisis Bisnis-bisnis ini mungkin terlihat membosankan atau tidak glamor, tetapi memiliki pondasi yang sangat kuat.

Distribusi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, dan tepung. Orang mungkin menunda beli baju, tapi tidak bisa menunda makan. Kontrol atas jalur barang (suplai) adalah kunci kekuatan bisnis ini.

Lalu ada perdagangan grosir skala menengah tempat belanja bagi pedagang lain. Keunggulannya ada pada volume penjualan yang besar meskipun margin per item tipis. Fokusnya adalah kepercayaan dan konsistens.

Properti yang fungsional yaitu bukan rumah mewah untuk pamer, melainkan ruko, gudang, atau kontrakan sederhana. Aset ini dicari karena kegunaannya dan memberikan arus kas rutin setiap bulan.

Bengkel dan jasa perawatan dimana saat krisis, orang lebih memilih memperbaiki kendaraan atau barang yang rusak daripada membeli baru. Jasa perawatan adalah bisnis yang selalu dibutuhkan dan menghasilkan uang "paling jujur".

Perdagangan barang harian seperti alat tulis dan perlengkapan rumah tangga kecil. Kekuatannya bukan pada untung besar per barang, melainkan pada frekuensi pembelian yang rutin dan setiap hari.

Usaha makanan sederhana dengan target yang jelas bukan restoran berkonsep mewah, tapi warung makan yang menawarkan porsi kenyang, murah, cepat, dan konsisten. Saat ekonomi sulit, orang mencari rasa aman untuk memenugu kebutuhan pakan.

Pengelolaan modal internal atau simpan pinjam yang terkontrol. Prinsipnya adalah memastikan uang selalu bekerja dan berputar, bukan diam atau digunakan untuk spekulasi.

Video ini memberikan penjelasan bahwa keberhasilan bisnis-bisnis tersebut bukan karena "hoki", melainkan karena cara berpikir yang dingin dan logis. Pengusaha yang sukses lebih mengejar bisnis yang bisa bertahan puluhan tahun daripada yang sekadar viral sesaat. Arus kas adalah raja dimana arus kas rutin (kecil tapi pasti) jauh lebih berharga daripada untung besar yang datangnya jarang .

Hapus gengsi maksudnya jangan membangun bisnis hanya agar dipuji orang. Pilihlah bidang yang memang dibutuhkan pasar, meskipun terlihat "kotor" atau remeh. Hati-hati dengan utang yang artinya Utang perlu digunakan sebagai alat untuk memperkuat arus kas, bukan untuk gaya hidup atau menutupi kerugian yang terus menerus.

Pesan dari video ini adalah agar berhenti mengejar ilusi kesuksesan di permukaan dan mulai membangun fondasi keuangan yang nyata. Inflasi akan "menghukum" mereka yang rakus dan tidak disiplin, namun akan melindungi mereka yang memiliki strategi yang dingin dan relevan dengan kebutuhan dasar manusia.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Selasa, 20 Januari 2026

Pembudidaya ikan manfish di Jakarta Timur

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel AKAR Show yang diupload pada tanggal 21 Juli 2020 dengan judul "Budidaya ikan Manfish income jutaan rupiah perminggu cara mudah merawat ikan hias". 

Budidaya ikan hias memang selalu punya daya tarik tersendiri, apalagi jika jenisnya digemari banyak orang. Salah satu ikan yang cukup populer dikalangan penghobies adalah ikan Manfish. Di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, seorang pembudidaya bernama Bang Ramis berbagi pengalaman dan tips seputar usaha ikan hias ini. Dari penjelasannya, terlihat jelas bahwa budidaya Manfish bukan hanya menyenangkan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Ikan manfish ini memiliki banyak variasi warna dan bentuk yang membuatnya digemari pecinta ikan hias. Beberapa jenis yang umum dibudidayakan antara lain Black Marble, Black and White (BW), Golden, Platinum, dan Tricolor. Selain warna, bentuk sirip juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada jenis Slayer dengan sirip panjang yang elegan, serta jenis Jengki yang memiliki sirip lebih pendek. Keberagaman ini membuat Manfish selalu punya nilai jual di pasaran karena setiap orang bisa memilih sesuai selera.

Menurut Bang Ramis, dari berbagai jenis Manfish, yang paling cepat berproduksi adalah jenis Tricolor. Dengan indukan yang sehat, pembudidaya bisa menghasilkan ribuan ekor ikan setiap bulan. Meski tidak lahir bersamaan, jumlah produksi bisa mencapai sekitar 3.000 ekor secara rutin. Dari hasil tersebut, omzet bulanan diperkirakan sekitar Rp. 3.000.000, dengan modal yang relatif kecil yaitu dari sekitar 30 pasang indukan. Angka ini menunjukkan bahwa usaha ikan Manfish ini bisa menjadi peluang bisnis yang cukup stabil terutama bagi pemula.

Berdasarkan info dari vlog video untuk ikan berusia sekitar satu bulan atau disebut burayak, harga jual berkisar antara Rp. 250 – Rp. 350 per ekor dan pada ikan indukan biasanya tidak dijual karena dianggap sebagai aset produksi yang berharga. Dengan menjaga indukan tetap sehat, pembudidaya bisa terus menghasilkan burayak baru yang siap dipasarkan.

Bagi yang baru ingin mencoba, tidak perlu langsung memiliki aquarium besar. Wadah sederhana seperti styrofoam atau bak es bisa digunakan untuk pemijahan satu pasang indukan. Pakan berupa kutu air atau cacing sutra, namun pemberiannya yang terkontrol agar tidak berlebihan. Selain itu, oksigen atau aerasi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan burayak agar cepat besar. Perawatan air juga tidak boleh diabaikan. Air sebaiknya diendapkan terlebih dahulu selama satu malam sebelum digunakan, agar lebih aman bagi ikan.

Meskipun terlihat mudah, budidaya Manfish tetap memiliki tantangan jika ada perubahan cuaca yang drastis, seperti panas yang tiba-tiba berganti hujan, bisa membuat suhu air berubah cepat. Kondisi ini berisiko membuat ikan stres, kurang sehat, bahkan mati. Oleh karena itu, pembudidaya harus selalu memperhatikan kondisi lingkungan dan menjaga kualitas air.

Budidaya ikan Manfish bisa menawarkan peluang usaha yang cukup menjanjikan, terutama bagi pemula yang ingin membudidayakannya. Dengan perawatan yang sederhana dan modal yang tidak terlalu besar, serta permintaan pasar yang stabil usaha ini bisa menjadi pilihan menarik. Selain menghasilkan keuntungan, memelihara ikan hias juga memberikan kepuasan tersendiri karena keindahan dan variasi bentuknya. Seperti yang diperlihatkan Bang Ramis, dengan ketekunan dan perhatian pada detail, budidaya Manfish bisa menjadi ladang rezeki sekaligus hobi yang menyenangkan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Minggu, 18 Januari 2026

Review venus aquatic tangerang selatan dari channel youtube iqbalizda

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Iqbalizda yang diupload pada tanggal 8 November 2025 dengan judul "SIDAK IMPORTIR IKAN HIAS TERBESAR DI INDONESIA! IKAN DARI SELURUH DUNIA ADA DISINI! VENUS AQUATIC!". 

Dalam vlog video ini menayangkan liputan mendalam ke Venus Aquatic, salah satu importir dan eksportir ikan hias terbesar di Indonesia. Berlokasi di Tangerang Selatan, tempat ini bukan sekadar toko ikan biasa, melainkan pusat grosir dan operasional yang menghubungkan pasar lokal dengan mancanegara. 

Dalam perbincangan dengan Nicholas, pemilik Venus Aquatic, terungkap bahwa bisnis ini berawal dari satu akuarium pribadi berisi ikan Arwana perak. Dari hobi sederhana itu, kini Venus Aquatic berkembang menjadi delapan gedung besar yang penuh dengan berbagai jenis ikan hias. Nicholas sendiri sering turun langsung ke berbagai negara seperti Cina, India, Myanmar dan Thailand untuk mencari stok ikan terbaik dan memantau habitat aslinya. Bahkan, Venus Aquatic kerap menjadi perantara perdagangan antara India dan Cina yang terkendala regulasi ekspor-impor langsung. 

Bisnis Venus Aquatic tidak hanya sebatas impor dan juga memberikan indukan kepada petani lokal untuk dibesarkan, lalu hasilnya dibeli kembali untuk diekspor ke luar negeri. Siklus ini membuat ekosistem bisnis ikan hias tetap hidup dan berkembang. Nicholas menjelaskan pentingnya inovasi yaitu jika satu jenis ikan mulai sepi peminat akan segera beralih ke jenis lain agar bisnis tetap bertahan. Meski begitu, perjalanan bisnis ini tidak selalu mulus. Ia mengakui pernah mengalami masalah internal seperti kecurian ikan oleh oknum karyawan, sehingga kini pengawasan lebih ketat dilakukan. 

Salah satu daya tarik Venus Aquatic adalah koleksi ikan Koi unik dikenal sebagai sosok yang mempopulerkan nama Hudielong atau "Naga Kupu-kupu" untuk jenis Koi bersayap panjang asal Cina. Koleksinya di kategorikan mirip dengan ikan Koi menampilkan varian menarik seperti Aka Matsuba, Golden Matsuba berbentuk membulat dengan sirip gondrong. Koi jenis ini dianggap lebih kuat dan berumur panjang dibandingkan ikan koki, meski sekilas penampilannya mirip. 

Selain Koi jeni Hudielong, Venus Aquatic juga menyimpan koleksi ikan predator dan langka. Ada berbagai jenis Channa (ikan kepala ular), mulai dari Auranti, Andrao hingga Parachanna Africana dari Afrika. Koleksi Tiger Fish (Datnoid) bahkan mencapai ribuan ekor, dengan kualitas garis tubuh yang sangat bergantung pada daerah asal. Tak hanya itu, ikan eksotis dari luar negeri juga hadir, seperti Piraiba dari Peru dan Labeobarbus Malagarasi dari Tanzania. 

Mengelola ribuan ekor ikan tentu membutuhkan biaya besar dimana untuk pakan cacing sutra saja, Venus Aquatic menghabiskan sekitar Rp. 350.000 setiap hari. Karena harga tanah di sekitar Tangerang Selatan cukup tinggi, Nicholas menyiasatinya dengan membangun rak aquarium bertingkat agar ruang penyimpanan lebih maksimal. Konsep bisnis mereka jelas: bukan toko retail yang cantik dan terbuka setiap saat, melainkan gudang grosir sekaligus pusat operasional online. 

Salah satu daya tarik dari video inj adalah ikan Koi Hudielong atau “Naga Kupu-kupu”. Komentar penonton pun menyinggung rasa penasaran tentang bagaimana cara memesan jenis koi unik ini. Antusiasme tersebut menandakan bahwa Hudielong berhasil mencuri perhatian, bukan hanya karena tampilannya yang eksotis, tetapi juga karena reputasinya sebagai ikan koi bulat yang kuat dan berumur panjang. 

Komentar lainnya ketertarikan koleksi ikan impor yang dipunyai Venus Aquatic. Ragam ikan predator, koi unik, hingga jenis langka dari luar negeri membuat satu penonton kagum. Ungkapan sederhana seperti “bagus bagus ikan impor nya yak” mencerminkan antusiasme penghobies ikan hias terhadap kualitas stok yang ditawarkan.

Liputan vlog video ini ditutup dengan ajakan bagi penghobies ikan hias untuk bergabung ke WhatsApp Venus Aquatic, sebagai tempat membagikan daftar harga dan stok terbaru. Dari satu aquarium kecil hingga menjadi pusat perdagangan internasional, kisah Venus Aquatic ini menunjukkan bagaimana hobi bisa berkembang menjadi bisnis besar dan meluas.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026

Spesialis ikan koi doitsu dari Kota Batu

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel AUDREY A yang diupload pada tanggal 28 November 2025 dengan judul " GREBEK SPESIALIS IKAN KOI BOTAK TIDAK BERSISIK TAPI MENGALAHKAN KOI JEPANG | KOI NATION". 

Di dunia ikan hias, koi selalu menjadi primadona. Namun, ada satu jenis koi yang cukup unik dan berbeda dari kebanyakan: Koi Doitsu, atau koi botak tanpa sisik. Jenis ini menjadi sorotan dalam kunjungan Koh Audrey A ke sebuah peternakan spesialis koi di Kota Batu, Jawa Timur, yang dikenal dengan nama Koi Nation.

Asal-usul Koi jenis Doitsu berasal dari persilangan dengan Germany Carp atau ikan karper Jerman. Di Indonesia, para pembudidaya berhasil mengembangkan jenis ini hingga kualitasnya mampu bersaing dengan koi asal Jepang. Keunikan dari koi Doitsu ada pada fisiknya yaitu sebagian besar tidak memiliki sisik sama sekali, atau hanya memiliki sedikit sisik besar di bagian punggung. Kulitnya terasa lembut, bahkan seperti ikan yang sudah dimasak. Justru karena ketiadaan sisik, warna tubuh koi Doitsu terlihat lebih tegas, kontras, dan mengkilap. Selain itu, koi ini juga tidak bisa terkena penyakit sisik nanas (dropsy), yang biasanya menyerang koi bersisik.

Koi Nation memilih untuk fokus pada jenis Showa Doitsu dan turunannya, seperti Hi Utsuri dan Shiro Utsuri. Alasannya sederhana yaitu pola warna Showa memiliki daya tarik tersendiri karena bisa berubah dan semakin indah seiring bertambahnya usia ikan. Bagi para pembudidaya, hal ini ibarat hadiah besar dari kualitas ikan yang awalnya biasa saja bisa berkembang menjadi koi berkelas tinggi.

Harga koi Doitsu di Koi Nation bervariasi sesuai dengan kualitas dan ukuran. Untuk grade medium dengan panjang sekitar 40 cm, harganya cukup terjangkau, sekitar Rp. 3 jutaan. Sementara itu, koi dengan kualitas tinggi (HQ) yang memiliki potensi masa depan bagus dibanderol antara Rp. 5 juta hingga Rp. 10 juta. Adapun koi dengan kualitas kontes atau yang sudah memenangkan penghargaan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, ada jenis Shiro Utsuri Doitsu istimewa yang harganya hampir menembus ratusan juta, menandakan betapa tinggi nilai investasi ikan ini.

Untuk menghasilkan koi dengan warna dan pertumbuhan maksimal, Koi Nation menerapkan sistem keeping di kolam fiber. Kolam ini memungkinkan pengaturan parameter air secara lebih presisi sebelum ikan dipindahkan ke kolam besar. Warna putih (shiroji) pada koi, misalnya, bisa ditingkatkan dengan menjaga kebersihan air agar tetap jernih serta pemberian pakan khusus. Dengan perawatan yang baik, koi Doitsu di sini mampu tumbuh hingga ukuran 70 sampai 80 cm, menjadikannya salah satu koi lokal dengan kualitas yang patut dibanggakan.

Koi Nation berlokasi di Jalan Karate Nomor 16, Kota Batu, Jawa Timur dan melayani pembelian langsung di tempat maupun secara online melalui media sosial. Tak hanya itu, pengiriman ikan juga bisa dilakukan ke seluruh Indonesia bahkan hingga mancanegara, sehingga para penghobiea koi dari berbagai daerah dapat menikmati keindahan koi Doitsu hasil budidaya lokal.

Video kunjungan Koh udrey A ke Koi Nation membuktikan bahwa kualitas koi lokal Indonesia, khususnya jenis Doitsu, sudah sangat maju dan berkualitas. Dengan keunikan fisiknya serta nilai investasi yang tinggi, koi Doitsu dari Kota Batu layak menjadi kebanggaan sekaligus pilihan untuk para penghobies ikan hias di Indonesia.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Rabu, 14 Januari 2026

Peluang usaha menanam seledri di desa

Artikel review video youtube kali ini yang berjudul "TANAMAN CEPAT PANEN HARGA MAHAL - PELUANG USAHA SELEDRI DI DESA" dari channel Indformatips ini membahas tentang potensi bisnis budidaya seledri sebagai komoditi pertanian yang menjanjikan yang diupload pada tanggal 1 September 2023. 

Seledri adalah tanaman yang sudah sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Hampir setiap hidangan berkuah seperti bakso atau sop ayam menggunakan seledri sebagai penyegar dan penambah aroma. Permintaan pasar terhadap seledri pun tidak pernah surut, karena selain digunakan di dapur tanaman ini juga memiliki manfaat kesehatan yang baik. 

Menurut info terdapat kandungan kalium, vitamin B6, dan berbagai zat penting lainnya membuat seledri dipercaya mampu membantu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan ginjal, serta mendukung sistem pencernaan. Dengan ragam manfaatnya sebagai bahan kuliner dan obat alami, seledri menjadi komoditi pertanian yang memiliki peluang usaha menjanjikan, terutama bagi masyarakat desa yang memiliki lahan untuk menanamnya dilahan kosong.

Untuk membudidayakan seledri, kondisi lingkungan memang berpengaruh besar. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 1000–1200 meter di atas permukaan laut, dengan suhu sejuk antara 16 hingga 21 Derajat celcius. Namun, bukan berarti seledri tidak bisa ditanam di dataran rendah. 

Dengan perawatan yang tepat, seledri tetap bisa berkembang dengan baik. Ada dua cara penanaman yang bisa dipilih, yaitu vegetatif menggunakan anakan atau generatif dengan biji. Pada skala usaha, biasanya digunakan biji yang disemai terlebih dahulu selama kurang lebih empat minggu sebelum dipindahkan ke lahan tanam. 

Setelah itu, perawatan dilakukan secara rutin, mulai dari penyiraman, pemupukan setiap dua minggu, hingga penyiangan gulma agar tanaman tidak terganggu. Dalam waktu sekitar tiga bulan tanaman seledri sudah siap dipanen dan dijual ke pasar.

Dari sisi bisnis, budidaya seledri tergolong cukup menguntungkan. Menurut info dari beberapa sumber yang bisa dipercaya bahwa biaya produksi rata-rata adalah sekitar Rp. 8.936 per meter persegi. Jika seseorang memiliki lahan seluas 100 meter persegi, dengan asumsi harga jual Rp. 30.000 per kilogram dan hasil panen sekitar 0,3 kilogram per titik tanam, potensi pendapatan bisa mencapai Rp. 3,9 juta sekali panen. 

Angka ini tentu sangat menarik, apalagi jika dilakukan secara berkelanjutan. Dengan siklus panen yang relatif cepat, usaha seledri bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang stabil bagi petani desa. Selain itu, seledri termasuk tanaman yang tidak membutuhkan perawatan rumit, sehingga cocok untuk dijadikan usaha sampingan maupun usaha yang menguntungkan.

Meskipun begitu, budidaya seledri juga memiliki tantangan yang perlu diantisipasi. Salah satu masalahnya adalah serangan jamur yang dapat menyebabkan busuk akar dan batang. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa mengurangi hasil panen secara signifikan. Untuk mengatasi hal tersebut, sistem hidroponik bisa menjadi solusi yang lebih modern. 

Dengan hidroponik, siklus tanam lebih cepat, perawatan lebih efisien, dan pengendalian penyakit lebih mudah dibandingkan metode konvensional di tanah. Selain itu, sebelum memulai usaha, penting untuk mempelajari potensi pasar lokal dan melakukan analisis biaya agar tahu kapan titik impas (BEP) bisa tercapai. Sebaiknya usaha dimulai dari skala kecil terlebih dahulu, sehingga pengalaman dan pengetahuan bertambah sebelum memperluas lahan dan produksi.

Dengan perawatan yang tepat dan analisis bisnis yang matang budidaya seledri bisa menjadi salah satu pilihan usaha pertanian yang menjanjikan di desa. Jika masyarakat desa mampu memanfaatkan peluang ini, seledri bisa menjadi komoditi unggulan yang dapat meningkatkan pendapatan juga memperkuat ketahanan pangan lokal karena banyak dibutuhkan. 

Komentar-komentar yang ada pada video tentang peluang usaha budidaya seledri ini cukup beragam dan mencerminkan sudut pandang yang berbeda dari para penonton. Ada yang menyoroti aspek teknis budidaya, ada pula yang menekankan pentingnya dukungan sistem pemasaran dan kebijakan pemerintah.  

Salah satu komentar menyebutkan bahwa seledri sebenarnya bisa dipanen lebih cepat, bahkan seminggu sekali, sehingga peluang keuntungan terasa lebih besar dibandingkan dengan sayuran lain. Harapan yang disampaikan adalah agar para petani bisa sukses dan memperoleh hasil yang layak dari usaha mereka. Komentar ini menunjukkan optimisme terhadap potensi seledri sebagai komoditi yang menguntungkan. 

Di sisi lain, ada komentar yang lebih kritis dengan menekankan perlunya sinergi semua pihak untuk mengangkat nasib petani. Distribusi dan pemasaran hasil pertanian dianggap sebagai titik lemah yang harus dibenahi secara serius oleh kementerian terkait. Pertanyaan yang muncul adalah kapan sistem pemasaran yang baik bisa benar-benar terwujud, karena tanpa dukungan distribusi yang kuat, hasil panen petani sering kali tidak memberikan keuntungan maksimal.  

Ada juga komentar dari seseorang yang tertarik untuk memulai usaha budidaya seledri, tetapi masih bingung bagaimana cara memasarkan hasil panen. Pertanyaan ini kemudian dijawab langsung oleh admin channel dengan cukup detail. Admin menyarankan agar calon petani terlebih dahulu memperhatikan kebutuhan pasar di sekitar mereka, lalu memulai dari skala kecil. Setelah panen, hasil bisa ditawarkan secara langsung, melalui WhatsApp, atau media sosial lain. Admin menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, baik dari segi kebersihan, kesegaran, maupun kemasan. Jika konsumen puas, mereka akan melakukan repeat order bahkan bisa ikut mempromosikan produk ke komunitasnya. Dari situ, skala bisnis bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai daya serap pasar. Admin juga memberi ide untuk menjalin kerja sama dengan swalayan, pedagang sayur, rumah makan, usaha catering, hotel, hingga tukang bakso dan soto.  

Dari ragam komentar ini terlihat bahwa budidaya seledri memang menarik perhatian banyak orang. Ada yang fokus pada peluang keuntungan, ada yang menyoroti tantangan sistemik, dan ada pula yang mencari solusi praktis untuk pemasaran. Kesemuanya memperlihatkan bahwa usaha pertanian seperti seledri tidak hanya soal menanam dan panen, tetapi juga membutuhkan strategi pemasaran, dukungan kebijakan, serta kerja sama antar pihak agar benar-benar bisa menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi petani. 

Untuk lebih detailnya tekan pembaca bisaelihat langsung videonya agar lebih mendapat pemahaman karena terdapat visualnya.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Selasa, 13 Januari 2026

Jenis tanaman yang bisa menyerap emas

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel youtube Made in Jumah yang diupload pada tanggal 18 Januari 2023 dengan judul " Jarang Diketahui ! 11 Tanaman Ini Ternyata Menghasilkan Emas".  

Tanaman biasanya dikenal sebagai sumber pangan, obat, atau penghijauan. Namun ternyata, ada sejumlah tanaman yang memiliki kemampuan luar biasa dimana bisa menyerap logam berat dari dalam tanah, bahkan emas. Proses ini disebut phytomining, yaitu pemanfaatan tanaman untuk mengambil mineral berharga dari tanah. Fenomena ini bukan sekadar teori, melainkan sudah diteliti oleh para ahli biologi dan terbukti pada beberapa jenis tanaman yang disebut hiper akumulator. Tanaman jenis ini memiliki mekanisme fisiologis khusus yang membuat mereka mampu menyerap logam dalam jumlah besar, lalu menyimpannya di daun, batang, atau akarnya.

Salah satu contoh yang paling terkenal adalah pada pohon kayu putih, seperti di Australia, ditemukan pohon kayu putih setinggi 30 meter yang akarnya mampu mengambil partikel emas dari kedalaman tanah. Daun dan rantingnya pun mengandung jejak emas. Selain itu, ada tanaman jarak pagar yang biasanya digunakan sebagai bahan bakar nabati. Tanaman semak yang tahan kering ini ternyata juga bisa menghasilkan butiran emas murni dari tanah tempat ia tumbuh. Kemudian ada tanaman lembang (Typha), sejenis rumput besar yang hidup di rawa-rawa. Tanaman ini diklaim mampu menghasilkan sekitar 5–7 gram emas dalam satu hektar lahan, jumlah yang cukup mengejutkan jika ditanam dalam skala besar.

Di Afrika, terdapat pandan lilin (Pandanus candelabrum) yang dipercaya mampu menyerap emas dan bahkan berlian dari tanah. Jenis pandan ini berbeda dengan pandan yang biasa kita gunakan untuk memasak di Indonesia, tetapi tetap menunjukkan betapa uniknya kemampuan tanaman dalam berinteraksi dengan mineral. Di Indonesia sendiri, ada tanaman kantong monyet yang tumbuh liar di Riau. Tanaman ini dikenal mampu menyerap logam berat termasuk emas. Pohon mindi atau nimba, yang sering dijadikan peneduh dan obat tradisional, juga memiliki kemampuan serupa. Kedua tanaman ini menunjukkan bahwa potensi phytomining tidak hanya ada di luar negeri, tetapi juga di tanah air.

Selain tanaman, beberapa jenis jamur juga memiliki kemampuan menyerap emas. Jamur merah muda yang ditemukan di Australia Barat diketahui menyerap partikel emas dari tanah sehingga ukurannya lebih besar dibanding jamur biasa. Ada pula cendawan endofit berserat gelap yang hidup bersimbiosis dengan tanaman lain. Jenis cendawan ini sangat efektif menyerap logam berat karena mampu bertahan di lingkungan yang tercemar. Kemudian ada kemiri Sunan, pohon yang dikenal tahan erosi dan berpotensi sebagai bahan bakar nabati. Akar kuatnya juga bisa menyerap partikel emas dan logam berat lain dari tanah.

Rumput vetiver atau akar wangi, yang sering digunakan untuk mencegah longsor karena akarnya yang dalam dan kuat, ternyata juga mampu menyerap racun dan logam berat termasuk emas. Bahkan tanaman sederhana seperti bayam liar pun memiliki kemampuan menyerap logam terlarut dalam bentuk ion. Meski tingkat penyerapan emasnya rendah karena sifat emas yang sulit larut di alam, tetap saja hal ini menunjukkan bahwa tanaman biasa pun bisa berinteraksi dengan mineral tanah. 

Tanaman-tanaman ini adalah bukti bahwa alam memiliki cara unik untuk “menambang” emas tanpa perlu merusak lingkungan. Para pakar biologi dari IPB menyebutkan bahwa tanaman hiper akumulator banyak tersebar di wilayah Indonesia Timur, seperti Kalimantan, Papua atau Sulawesi. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Tanaman kacang sacha ichi dan peluang usaha pertanian berkelanjutan

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel TARUNA GD yang diupload pada tanggal 3 September 2023 dengan judul."satu kali tanam panen tiap minggu selama 20 tahun || tanaman penghasil uang". Menurut keterangan dari channel video tanaman ini hanya 1 kali tanam bisa panen tiap minggu selama 20 sampai 25 tahun tidak berhenti terus menerus menghasilkan uang, tanaman ini namanya kacang Sacha inchi berasal dari hutan Amazon Amerika Selatan, kacang Sacha inchi ternyata cocok ditanam di Indonesia baik dataran rendah atau dataran tinggi juga penanaman dan perawatan sangat mudah serta biayanya cukup murah, kacang Sacha inchi mengandung sejuta manfaat terutama Omega 3 dan Omega 6 bisa membantu mencerdaskan otak juga merupakan super food yang sangat bagus kesehatan tubuh. 


Biji Sacha Inchi dikenal kaya akan Omega 3 dan Omega 6, dua jenis asam lemak esensial yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk kecerdasan otak. Tidak hanya bijinya, hampir seluruh bagian tanaman ini bisa dimanfaatkan. Kulit buah dapat dikeringkan dan dijual, sementara daunnya bisa dijadikan lalapan atau diolah menjadi teh herbal. Dengan begitu, tanaman ini tidak hanya menghasilkan satu produk, tetapi juga memiliki nilai tambah dari bagian lain yang biasanya terbuang.

Sacha Inchi mulai bisa dipanen pada usia 6 hingga 7 bulan setelah tanam. Setelah panen perdana, tanaman ini akan terus berproduksi tanpa mengenal musim. Perawatannya pun tergolong mudah. Tanaman ini tidak membutuhkan pestisida kimia, melainkan cukup dengan pupuk organik seperti jerami padi atau bonggol pisang. Sistem budidayanya juga fleksibel karena bisa ditanam secara tumpang sari bersama tanaman lain yang lebih pendek, misalnya saja porang atau talas

Karena usianya yang panjang, hingga puluhan tahun, Sacha Inchi membutuhkan tiang penyangga (ajir) yang kuat. Petani disarankan menggunakan tiang dari tanaman hidup seperti kaliandra atau tiang cor beton agar mampu menopang sulur yang rimbun. Dengan penopang yang kokoh, tanaman dapat tumbuh optimal dan berproduksi stabil dalam jangka panjang.

Dari sisi ekonomi, Sacha Inchi menawarkan peluang yang sangat menjanjikan. Harga biji kering di pasaran cukup tinggi, berkisar antara Rp. 30.000 hingga Rp. 40.000 per kilogram melalui kontrak. Bahkan di pasar online, harga bisa mencapai Rp. 90.000 hingga Rp. 150.000 per kilogram. Dengan biaya operasional yang relatif murah dan hasil yang berkelanjutan, tanaman ini menjadi pilihan ideal bagi petani kecil yang ingin meningkatkan pendapatan tanpa harus mengeluarkan modal besar setiap musim tanam.

Kacang Sanca Inci bukan sekadar tanaman biasa, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi petani. Dengan masa produktif hingga 25 tahun, perawatan yang sederhana, serta nilai jual yang tinggi, tanaman ini layak disebut sebagai “tanaman penghasil uang.” Bagi petani kecil di Indonesia, Sacha Inchi bisa menjadi solusi untuk mendapatkan penghasilan berkelanjutan sekaligus mendukung pertanian organik yang ramah lingkungan. 

Ragam komentar tentang tanaman ini seperti di Rantau Prapat, masyarakat menyebut tanaman ini dengan nama pohon pina-pina. Daun mudanya biasa dimasak bening atau ditumis, sementara buah mudanya juga bisa dijadikan sayur. Tanaman ini dikenal sejak zaman dulu, namun kini keberadaannya mulai berkurang karena tidak banyak lagi yang menanamnya.

Para petani menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam memilih tanaman. Setiap jenis tanaman memiliki karakteristik yang berbeda dan harus disesuaikan dengan kondisi tanah serta lingkungan. Kesalahan dalam memilih bisa berakibat pada kerugian, dan tentu saja yang menanggung adalah petani itu sendiri. Karena itu, banyak yang menyarankan agar mencoba menanam dalam skala kecil terlebih dahulu sebelum memperluas lahan. Hal ini menjadi pelajaran dari pengalaman menanam porang, di mana banyak petani yang menanam dalam jumlah besar, namun harga tiba-tiba turun drastis.

Di daerah lain seperti Empat Lawang, masyarakat lebih mengenal daun muda dari tanaman ini sebagai bahan masakan. Rasanya manis, mirip dengan daun katuk, sehingga sering dijadikan sayur bening atau tumisan. Baru belakangan diketahui bahwa buah mudanya juga bisa dimakan, sehingga menambah variasi pemanfaatan tanaman ini.

Selain itu, ada pula komentar yang mengingatkan agar petani tidak mudah tergiur dengan bisnis instan yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Banyak yang akhirnya tertipu oleh janji manis keuntungan 20 persen atau lebih, padahal kenyataannya tidak sesuai. Berbeda dengan usaha pertanian yang sifatnya sektorial meskipun harga naik turun, jika dijalani dengan konsisten dan penuh kesabaran, hasilnya tetap bisa dirasakan. 

Kesimpulannya, ragam komentar ini menunjukkan bahwa pengalaman petani sangat berharga untuk dijadikan pedoman. Tanaman tradisional seperti pina-pina memiliki potensi yang bisa dikembangkan, baik dari sisi pangan maupun ekonomi. Namun, kunci dalam bertani adalah kesabaran, konsistensi, dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan. Dengan cara itu, usaha pertanian akan tetap bermanfaat dan berkelanjutan bagi kehidupan petani dan masyarakat sekitar. 

Sementara info lainnya dari berbagai sumber di internet Sacha Inchi memang merupakan tanaman superfood yang berasal dari hutan Amazon dan kini mulai dikenal luas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Buahnya berbentuk bintang dengan empat hingga lima biji di dalamnya, dan biji tersebut menyimpan kekayaan nutrisi yang luar biasa. Kandungan protein, serat, serta lemak sehat berupa omega-3, omega-6, dan omega-9 menjadikan sebagai salah satu sumber pangan nabati terbaik. Rasanya mirip dengan kacang tanah, sehingga mudah diterima oleh lidah masyarakat. Tidak hanya dikonsumsi sebagai camilan panggang, bijinya juga diolah menjadi minyak yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan jantung, otak, dan kecerdasan.

Keunggulannya ada pada kandungan omega-3 yang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan ikan salmon liar. Selain itu, bijinya juga mengandung omega-6, vitamin E, mineral, antioksidan, serta triptofan yang berperan penting dalam produksi serotonin. Kandungan nutrisi ini menjadikan Sacha Inchi sebagai makanan fungsional yang mampu mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Omega-3 dan omega-6 berperan menjaga fungsi jantung dan otak, sementara serat membantu sistem pencernaan tetap sehat. Triptofan yang terkandung di dalamnya juga dapat meningkatkan suasana hati, sehingga mengkonsumsi rutin berpotensi memberikan manfaat psikologis selain manfaat fisik.

Manfaat kesehatan dari Sacha Inchi sangat beragam yaitu minyaknya juga dikenal sebagai salah satu minyak nabati terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan menjaga keseimbangan lemak dalam tubuh. Antioksidan yang terkandung di dalam biji maupun daunnya membantu melawan radikal bebas, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit degeneratif. Tidak hanya itu, dengan mengkonsumsinya dipercaya mampu mengurangi risiko asam urat, menjaga elastisitas kulit, serta mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang. Dengan kombinasi nutrisi yang lengkap, tanaman ini layak disebut sebagai superfood yang memberikan perlindungan menyeluruh bagi tubuh.

Selain manfaat kesehatan, Sacha Inchi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Biji yang dipanggang bisa dijual sebagai camilan sehat, sementara minyaknya banyak digunakan dalam industri makanan, suplemen, hingga kosmetik. Minyaknya juga dikenal sebagai pelembab alami yang sangat baik untuk kulit, sehingga permintaannya terus meningkat di pasar global. Bahkan daunnya pun dapat dimanfaatkan sebagai bahan minuman herbal karena kandungan antioksidannya. Dengan pemanfaatan yang hampir menyeluruh, tanaman ini memberikan peluang usaha yang sangat menjanjikan bagi petani maupun pelaku industri pangan sehat.

Budidaya Sacha Inchi relatif mudah dilakukan. Tanaman ini termasuk jenis merambat dan dapat mulai berbuah dalam waktu 5 hingga 8 bulan setelah ditanam. Asalnya dari Amerika Selatan, dengan Peru sebagai salah satu penghasil terbaik, namun iklim tropis di Indonesia juga sangat mendukung pertumbuhannya. Dengan perawatan sederhana, tanaman ini bisa menjadi sumber penghasilan berkelanjutan. Bagi petani kecil, tanaman ini menawarkan peluang usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung tren gaya hidup sehat yang semakin diminati masyarakat.

Secara keseluruhan tanaman ini  menggabungkan tiga keunggulan sekaligus seperti nutrisi tinggi, manfaat kesehatan, dan potensi ekonomi. Bentuknya yang unik, kandungan omega-3 yang melimpah, serta kemudahan budidaya menjadikannya sebagai salah satu tanaman masa depan yang layak dikembangkan lebih luas. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat dan berpotensi menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga berpotensi menyejahterakan yang menanamnya.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2025 

Artikel ini mengalami editan 13 Januari 2026 04:08

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan