Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel KOMPASTV JAWA TENGAH yang diupload pada tanggal 8 Oktober 2026 dengan judul "Pemuda Jember Ciptakan Kompor Gas Arang Pengganti Elpiji".
Sekelompok pemuda yang kreatif di Desa Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, berhasil menciptakan inovasi sederhana berupa kompor gas berbahan bakar arang. Inovasi ini dibuat sebagai salah satu solusi ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan tabung gas LPG. Dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan, seperti arang kayu dan batok kelapa, alat tersebut dapat menghasilkan gas yang digunakan untuk memasak.
Kompor berbahan arang ini dibuat dengan memanfaatkan pipa besi bekas yang kemudian dimodifikasi dan dirakit menjadi sebuah alat penghasil gas. Di dalam alat tersebut terdapat tabung reaktor yang menjadi tempat arang diproses. Arang kayu atau batok kelapa dimasukkan ke dalam tabung tersebut untuk kemudian mengalami proses pembakaran dan menghasilkan gas.
Cara kerja alat ini cukup menarik yatu arang tidak sekadar dibakar seperti ketika digunakan untuk membuat bara biasa. Arang dimasukkan ke dalam tabung reaktor yang dirancang sedemikian rupa sehingga proses pembakaran berlangsung dalam kondisi terbatas. Dari proses tersebut, arang kemudian menghasilkan gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar.
Gas yang dihasilkan dari tabung reaktor tidak langsung dialirkan ke kompor. Gas terlebih dahulu melewati bagian filter yang berfungsi membantu menyaring hasil dari proses tersebut. Setelah melalui filter, gas kemudian disalurkan menuju bagian burner atau tungku kompor.
Salah satu kelebihan inovasi ini adalah pengguna tidak perlu membeli kompor baru. Alat tersebut dapat dihubungkan dengan kompor gas standar yang sudah digunakan masyarakat di rumah. Dengan demikian, alat penghasil gas dari arang ini pada dasarnya berfungsi sebagai pengganti tabung LPG. Gas yang biasanya berasal dari tabung LPG digantikan dengan gas hasil pengolahan arang.
Bahan bakarnya juga relatif mudah ditemukan. Pengguna dapat menggunakan arang kayu maupun arang dari batok kelapa. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa inovasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan di wilayah pedesaan. Masyarakat dapat memanfaatkan sumber bahan bakar yang tersedia di sekitar mereka, terutama jika bahan tersebut mudah diperoleh dan harganya terjangkau.
Lalu, apakah arang di dalam tabung reaktor menyala terus? Pada prinsipnya, arang memang mengalami proses pembakaran atau reaksi secara terus-menerus selama alat digunakan. Namun, prosesnya berbeda dengan membakar arang di ruang terbuka. Arang berada di dalam tabung reaktor yang dirancang khusus. Kondisi di dalam tabung tersebut membuat proses pembakaran berlangsung secara terbatas sehingga menghasilkan gas yang kemudian dapat dialirkan ke kompor.
Karena itu, yang dimanfaatkan bukan api terbuka dari arang, melainkan gas yang dihasilkan selama proses tersebut. Gas inilah yang kemudian keluar melalui saluran dan filter sebelum digunakan untuk menghasilkan api pada burner kompor.
Pengoperasian alat tentu membutuhkan perhatian terhadap keamanan. Karena menghasilkan gas yang mudah terbakar, tabung reaktor, saluran gas, sambungan, serta filter harus dibuat dan digunakan dengan benar. Kebocoran gas dapat menimbulkan resiko kebakaran atau bahaya lainnya. Oleh sebab itu, penggunaan alat sebaiknya mengikuti rancangan dan petunjuk dari pembuatnya serta dilakukan di tempat yang memiliki ventilasi cukup.
Inovasi para pemuda Jenggawah ini mendapat apresiasi dari pemerintah setempat dan penemuan tersebut dinilai dapat mendukung kemandirian energi masyarakat di tingkat desa. Ketika pasokan LPG mengalami masalah, masyarakat memiliki alternatif sumber energi yang berasal dari bahan bakar lokal.
Meski demikian, inovasi ini masih membutuhkan pengembangan agar dapat digunakan secara lebih luas. Salah satu tantangannya adalah biaya pembuatan. Untuk membuat satu unit kompor gas berbahan arang tersebut, dibutuhkan biaya sekitar Rp. 2,5 juta. Para pembuatnya berencana mengembangkan dan memproduksi alat tersebut secara massal sehingga nantinya dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak masyarakat.
Inovasi ini menunjukkan bahwa persoalan energi dapat mendorong lahirnya kreativitas di tingkat masyarakat. Dengan memanfaatkan bahan yang sederhana dan teknologi yang relatif mudah dipahami. Jika terus dikembangkan dengan memperhatikan efisiensi dan keamanan, kompor gas berbahan arang ini berpotensi menjadi salah satu pilihan energi alternatif di Indonesia.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan Oktober 2026