Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Senin, 16 Maret 2026

Emas dari lautan saat nelayan memanen tobiko

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel REDAKSI TRANS7 OFFICIAL yang di upload pada tanggal 30 Juni 2020 dengan judul "Nelayan Panen Telur Ikan Terbang | REDAKSI PAGI (29/06/20)". 

Di Desa Tangnga-tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terdapat aktivitas nelayan yang menarik perhatian banyak pihak. Nelayan di desa ini tengah memanen salah satu hasil laut yang sangat bernilai, yaitu tobiko atau telur ikan terbang. Telur ikan ini dijuluki oleh warga setempat sebagai "emas dari lautan" karena nilai ekonominya yang sangat tinggi dan manfaatnya.

Telur ikan yang sudah diolah ini memiliki harga jual yang cukup fantastis. Dalam beberapa sumber, harganya bisa mencapai Rp. 400.000 per kilogram. Harga ini tentu menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi para nelayan di Desa Tangga-tangga. Dengan harga yang tinggi, tobiko menjadi komoditas yang sangat diminati, terutama oleh pasar ekspor.

Seorang nelayan di Desa Tangga-tangga rata-rata dapat mengumpulkan hingga 8 kilogram dalam satu hari. Bahkan, dalam satu musim, dan bisa mendapatkan hingga 100 kilogram telur ikan ini. Hasil panen yang melimpah ini menunjukkan suburnya laut di sekitar wilayah tersebut dan keahlian nelayan dalam mengelola sumber daya alam yang ada.

Setelah panen, telur ikan tidak langsung dijual dimana ada proses pengolahan yang akan dilalui terlebih dahulu. Telur ikan ini dibersihkan dengan teliti untuk menghilangkan kotoran dan sisa-sisa yang menempel. Setelah itu akan dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Proses penjemuran ini penting untuk menjaga kualitas dan daya tahannya agar bisa disimpan lebih lama dan siap untuk dikirim ke pasar ekspor.

Salah satu pasar penting dari tobiko hasil panen nelayan Desa Tangnga-tangnga adalah Negara Jepang. Telur yang sudah kering dikumpulkan dan dikirim ke Jepang, dimana telur ikan ini sangat populer sebagai bahan makanan mewah. Jepang dikenal dengan konsumsi sushi yang tinggi, dan tobiko menjadi salah satu bahan pelengkap yang menambah cita rasa dan tekstur pada hidangan tersebut.

Selain digunakan sebagai bahan makanan mewah, seperti pada sushi, tobiko juga memiliki kegunaan lain yang tidak kalah penting. Telur ikan terbang ini digunakan sebagai bahan baku dalam industri kosmetik. Kandungan alami yang terdapat dalam tobiko dipercaya memberikan manfaat bagi kulit, sehingga banyak produk kecantikan yang memanfaatkan bahan ini sebagai salah satu komponen.

Aktivitas dari memanen dan mengolah tobiko memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga Desa Tangga-tangga. Dengan harga jual yang tinggi dan adanya permintaan pasar tentunya pendapatan nelayan meningkat dan mampu meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, mulai dari proses pengolahan hingga pengemasan dan pengiriman.

Keberhasilan nelayan dalam memanen tobiko juga menuntut perhatian terhadap pelestarian sumber daya laut. Pengelolaan yang baik dan berkelanjutan menjadi kunci agar hasil laut seperti tobiko tetap tersedia dalam jangka panjang. Nelayan dan masyarakat setempat diharapkan dapat menjaga ekosistem laut agar tetap sehat dan produktif.

Secara keseluruhan telur ikan terbang yang dipanen oleh nelayan di Desa Tangnga-tangnga, Tinambung, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, merupakan salah satu komoditas laut yang sangat berharga. Dengan harga jual yang tinggi, tobiko menjadi produk unggulan yang mampu menembus pasar ekspor, khususnya ke Jepang. Selain sebagai bahan makanan mewah, tobiko juga dimanfaatkan dalam industri kosmetik, menambah nilai ekonominya. Aktivitas ini memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat setempat dan sekaligus mengingatkan pentingnya pelestarian sumber daya laut demi keberlanjutan masa depan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Maret 2026

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741