Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Rabu, 25 Februari 2026

Inspiratif kepala desa Hoho dan Dedi Mulyad membangun desa dengan kemandirian

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel yotube KANG DEDI MULYADI CHANNEL yang diupload pada tanggal 6 September 2023 dengan judul "MENGAKU TURUNAN PAJAJARAN | DEKORATIF MOBIL DAN RUANG KERJA KADES HOHO MIRIP DI TEMPAT KDM". 

Di sebuah desa bernama Purwasaba, Banjarnegara, terjadi pertemuan yang penuh makna antara dua sosok pemimpin yang ininspiratif yaitu Bapak Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, dan Kepala Desa Hoho Alkaf yang dikenal dengan tato-tatonya yang khas. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah gambaran nyata tentang bagaimana kepemimpinan yang tulus dan kerja keras dapat membawa perubahan positif untuk  desa.

Salah satu hal yang menarik perhatian dalam pertemuan ini adalah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sangat sukses, seperti Desa Purwasaba mengelola peternakan ayam petelur yang produktif, dengan keuntungan yang diperkirakan mencapai Rp. 200 juta pada akhir tahun. Bahkan, usaha ini sudah hampir mencapai titik impas, menunjukkan bahwa pengelolaan desa ini berjalan dengan sangat baik dan berorientasi pada kemandirian ekonomi. Keberhasilan ini membuktikan bahwa desa bisa maju dan mandiri jika dikelola dengan baik.

Selain itu, desa ini juga memiliki kekayaan aset yang besar yaitu tanah kas desa yang sangat luas, hampir mencapai 100 hektar. Tanah ini merupakan warisan dari kepemimpinan kakek buyut Kepala Desa Hoho yang memimpin selama 34 tahun. Warisan ini bukan hanya berupa tanah, tetapi juga nilai-nilai kepemimpinan dan tanggung jawab yang terus dijaga dan dikembangkan oleh generasi sekarang. Hal ini menunjukkan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dalam membangun desa yang kuat dan berkelanjutan.

pembicaraan koneksi budaya dan sejarah juga menjadi bagian menarik dalam pertemuan ini saat berada di Kantor. Kepala Desa Hoho mengungkapkan bahwa dirinya merasa memiliki garis keturunan dari kerajaan Pajajaran. Hal ini terlihat dari dekorasi ruang kerjanya dan kendaraan ambulan yang dihiasi lukisan simbol yang sangat kental dengan budaya Sunda dan sejarah Jawa Barat. Pak Dedi Mulyadi pun mengakui kemiripan nuansa dekoratif tersebut dengan tempat tinggalnya sendiri, menandakan adanya ikatan budaya yang kuat meskipun mereka berasal dari daerah yang berbeda.

Dalam perbincangan hangat tersebut, juga terungkap perhatian terhadap kesejahteraan perangkat desa. Salah satu perangkat desa yang telah mengabdi selama 32 tahun, Kepala Dusun, akan segera purna tugas dan mendapatkan uang pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan. Dana ini rencananya akan digunakan untuk berangkat umroh, sebuah bentuk penghargaan atas pengabdian panjangnya kepada masyarakat desa. Ini menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan yang baik juga memperhatikan kesejahteraan para pelayan masyarakat.

Namun, tidak semua cerita berjalan mulus. Kepala Desa Hoho menyampaikan keluhan masyarakat tentang masalah kekeringan yang menyebabkan gagal panen di lahan seluas 10-15 hektar. Masalah ini tentu sangat mempengaruhi perekonomian desa. Mendengar hal ini, Dedi Mulyadi berjanji akan mengusulkan pembangunan embung atau tempat penampungan air melalui jalur aspirasi anggota DPR RI, Pak Darori, untuk mengatasi masalah kekeringan tersebut pada tahun 2024. Janji ini menunjukkan komitmen nyata untuk mencari solusi yang berkelanjutan bagi masalah desa.

Video pertemuan ini memberikan gambaran yang sangat jelas tentang bagaimana seorang kepala desa yang ikonik dan berbeda, seperti Kades Hoho, bekerja nyata untuk membangun kemandirian ekonomi dan infrastruktur desanya. Sosoknya yang unik dengan tato-tato khasnya, ternyata menyimpan jiwa kepemimpinan yang amanah dan penuh dedikasi. 

Beragam komentar positif  dari para penonton video yang inspiratif ini. Banyak yang mengingatkan untuk tidak menilai seseorang hanya dari penampilan luar, karena Kades Hoho adalah contoh dari pepatah "don't judge a book by its cover." Ada juga yang berharap Kades Hoho bisa menjadi gubernur Jawa Tengah karena dianggap sebagai pemimpin yang hebat dan inspiratif. Bahkan, ada yang mengaitkan garis keturunan budaya dan sejarah dari Prabu Siliwangi yang diwariskan dalam sikap dan kepemimpinan KDM dan Kades Hoho, sebagai bukti bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang mewarisi nilai-nilai luhur leluhur mereka.

Pertemuan antara Pak Dedi Mulyadi dan Kepala Desa Hoho Alkaf ini menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana kepemimpinan yang jujur, kerja keras, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dapat membawa perubahan besar bagi sebuah komunitas. Desa Purwasaba kini menjadi contoh bahwa dengan pengelolaan yang tepat dan semangat gotong royong, desa bisa maju dan mandiri, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dengan solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

Semoga imfonya bermanfaat.




Kuningan Februari 2026

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan