Ikan Gabus Rp70 Ribu/Kg, Petani Ini Mulai dari Nol dan Berhasil Besar".
Kang Kemang memulai usahanya dengan belajar secara mandiri, mengikuti cara-cara yang ia lihat dan pelajari langsung tanpa pelatihan formal. Meski pembibitan ikan gabus tergolong gampang-gampang susah, ketekunan dan pengalaman membuatnya semakin mahir. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah serangan jamur pada bibit ikan, yang bisa menyebabkan kematian massal. Dari pengalaman tersebut, ia menyadari bahwa kualitas air menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan bibit.
Air yang digunakan adalah terlihat jernih dan sebaiknya diendapkan selama tiga hari hingga satu minggu sebelum dimanfaatkan. Pada musim hujan atau saat cuaca ekstrem, Kang Kemang menggunakan bahan alami seperti pelepah pisang yang dicacah untuk menetralisir air. Selain itu, kolam bibit disarankan menggunakan atap plastik agar suhu tetap stabil dan sinar matahari tetap masuk, berbeda dengan atap seng yang kurang ideal.
Dalam budidaya, jenis kolam juga berpengaruh. Kolam beton atau terpal lebih disukai karena lebih tahan bocor dan mencegah ikan gabus melompat keluar, dibandingkan kolam tanah. Pakan bibit ikan gabus diberikan secara bertahap, mulai dari kutu air pada hari pertama hingga ketiga, cacing sutra pada hari keempat sampai kedua puluh, dan setelah itu mulai dilatih makan pelet. Ukuran ikan dalam kolam diupayakan seragam untuk menghindari kanibalisme, dan pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, agar pertumbuhan optimal.
Proses pemijahan ikan gabus juga memiliki keunikan yaitu ikan gabus ternyata dikenal setia pada pasangannya, sehingga pencampuran sembarangan dapat menyebabkan pertengkaran antar ikan. Siklus bertelur ikan ini sangat produktif, dengan indukan sekitar satu kilogram (isi dua ekor per kilogram) mampu menghasilkan 800 hingga 2.000 butir telur dalam sekali pemijahan. Jika pakan rutin diberikan, ikan gabus bisa bertelur kembali dalam waktu 10 hari hingga dua minggu setelah telur diambil.
Dari segi bisnis, ikan gabus ukuran konsumsi yang berisi sekitar enam ekor per kilogram dijual dengan harga sekitar Rp. 70.000 per kilogram di pasaran. Bibit ikan gabus sudah bisa dijual setelah berusia satu bulan, saat mereka sudah mulai makan pelet dengan lahap. Waktu panen dari burayak hingga ukuran konsumsi berkisar antara delapan hingga lima belas bulan, tergantung perawatan dan kondisi lingkungan.
Kang Kemang juga menyampaikan pesan bagi generasi muda agar tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi berani memulai usaha sendiri dengan semangat pantang menyerah dan inovasi. Bagi yang tertarik belajar atau membeli bibit ikan gabus, Kang Kemang dapat dihubungi melalui nomor yang tertera dalam video dan deskripsi channel youtube.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan April 2026