Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas
Tampilkan postingan dengan label Ikan hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan hias. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Mei 2026

Toko ikan hias eksotis jenis langka THE FINS

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Nusatic Official yang diupload pada tanggal 25 April 2026 dengan judul "TOKO IKAN HIAS EKSOTIS, THE FINS | ROAD TO NUSATIC NUSAPET NUSAHORTI 2026". 

Dunia ikan hias tidak pernah ada habisnya untuk dieksplorasi, terutama bagi para penghobies ikan predator dan spesies langka. Dalam episode tentang "Bungkus Ikan", team Nusatic berkesempstan untuk mengunjungi salah satu toko ikan hias eksotis yang paling menarik, yaitu The Fins

Begitu masuk ke area toko pengunjung langsung diperlihatkan  dengan deretan aquarium yang berisi koleksi ikan yang tidak biasa ditemukan di pasar ikan hias pada umumnya. Suasana toko yang tertata rapih membuat pengalaman melihat-lihat ikan menjadi sangat menyenangkan, seolah-olah pengunjung sedang berada di sebuah pameran ikan hias pribadi.

Kunjungan diawali dengan melihat koleksi Pleco atau yang lebih populer dikenal sebagai ikan sapu-sapu hias. Berbeda dengan sapu-sapu hitam yang biasa diihat di kali, Pleco di sini memiliki kode unik "L" yang menandakan identitas spesiesnya. 

Harganya pun sangat bervariasi, mulai dari ukuran mungil sekitar 4 cm yang dihargau Rp. 350.000, hingga jenis premium seperti Hypostomus Luteus, Keunikannya adalah kemampuannya berubah warna menjadi kuning keemasan saat beranjak dewasa. 

Selain itu, ada juga jenis Panaque L27 yang tampil gagah dengan corak garis tegas pada tubuhnya yang kokoh, menjadikannya primadona bagi para kolektor Pleco kelas berat.

Bergeser ke aquarium lain diperkenalkan pada keluarga lele eksotis dari berbagai penjuru dunia. Ada Synodontis dari Afrika yang punya motif tubuh cantik dan kebiasaan unik berenang terbalik. 

Tak hanya ikan impor, The Fins juga memperlihatkan kekayaan perairan lokal Indonesia dengan menghadirkan Ikan Tapa yang bisa tumbuh menjadi ikan predator raksasa, serta Ikan Lais yang tubuhnya pipih transparan. 

Bagi penyuka tampilan yang lebih sangar, tersedia juga Oxydoras atau lele duri yang seluruh permukaan tubuhnya terasa keras dan memiliki gerigi tajam, memberikan kesan tangguh bagi siapa pun yang memeliharanya.

Salah satu bintang dalam kunjungan kali ini adalah Ikan Palmas atau sering disebut sebagai Bichir  Ikan ini kerap dijuluki sebagai "ikan naga" atau ikan purba karena bentuk tubuhnya yang panjang mirip naga dengan sirip punggung yang terpisah-pisah menyerupai gerigi. 

Koleksi Palmas ikan purba di The Fins terbilang sangat lengkap, mulai dari jenis Endlicheri dengan motif loreng macan, hingga Senegalus Platinum yang berwarna putih susu mengkilap. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah Palmas Delhezi yang memiliki corak batik sangat tajam di badannya. Saking indahnya corak batik tersebut, admin channel sampai berminat dan memutuskan untuk membungkus dua ekor sebagai penghuni baru di aquariumnya.

Selain ikan-ikan predator, ada juga koleksi unik seperti Paradise Threadfin atau ikan kuro yang memiliki "kumis" atau antena panjang di bawah perutnya. Antena ini sebenarnya adalah sirip yang berfungsi sebagai alat sensor untuk mencari makan di dasar air. 

Untuk yang menyukai warna-warni cerah, tersedia juga berbagai jenis Ikan Rainbow asal Papua dan Australia yang sangat gesit. Sebagai penutup kunjungan yang seru ini, team Nusatic juga mengingatkan para penghobies untuk bersiap menyambut perhelatan akbar Nusatic Nusapet Nusahorti 2026 yang akan digelar pada 12-14 Juni 2026 di ICE BSD City. Acara tersebut diprediksi akan menjadi lebarannya para pecinta hewan peliharaan dan tanaman hias di Indonesia. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2026

Rabu, 29 April 2026

Upaya agar ikan hias tidak tersedot mesin filter sedot kotoran dalam laquarium

Memelihara ikan hiasan di dalam aquarium adalah hobi yang sangat menyenangkan, dengan melihat gerakan ikan yang tenang dan air yang bening bisa menjadi obat lelah setelah seharian bekerja. Namun, bagi banyak pecinta ikan hias, ada satu momen menyedihkan yang sering dialami yaitu saat melihat ikan kesayangan tiba-tiba hilang atau ditemukan menempel tak berdaya di lubang sedotan mesin. Kejadian ini tentunya perlu diperhatikan, terutama jika ikan tersebut adalah jenis yang sudah lama dirawat. 

Upaya agar ikan hias tidak tersedot mesin filter sedot kotoran dalam  laquarium

Masalah ikan tersedot ini sebenarnya bukan hal baru karena rupanya banyak yang mengira bahwa membeli mesin filter aquarium yang mahal dan kuat adalah solusi terbaik untuk menjaga kebersihan air. Padahal, tanpa perlindungan, tenaga sedotnya justru bisa menjadi ancaman bagi penghuni aquarium, terutama untuk ikan berukuran kecil, udang hias mini Sulawesi atau ikan yang sedang dalam kondisi lemas. Fenomena ini layaknya jebakan tidak terlihat yang siap memakan korban kapan saja saat pemeliahranya sedang tidak memperhatikan.

Artikel kali ini dibuat untuk memberikan solusi untuk masalah tersebut., dengan mengamankan filter aquarium tidak perlu mengeluarkan banyak biaya atau mengganti alat dengan yang baru. Dengan memanfaatkan barang-barang sederhana yang ada di sekitar rumah, siapa pun bisa mengubah mesin yang tadinya berbahaya menjadi alat yang ramah bagi ikan. Tujuannya sederhana adalah air tetap bersih, sirkulasi tetap lancar, dan ikan bisa berenang bebas tanpa rasa takut tersangkut di pipa mesin.

Menjaga aquarium tetap bersih memang jadi impian semua penghobies ikan hias. Air yang bening membuat pemandangan di dalam kaca terasa menyejukkan mata. Di balik air yang jernih itu, ada alat yang bekerja keras setiap detik, yaitu filter aquarium. Alat ini bekerja seperti sapu otomatis yang mengambil kotoran sisa pakan atau kotoran ikan agar tidak meracuni air. Namun, dibalik manfaatnya yang besar, filter aquarium bisa berubah menjadi ancaman jika tidak dipantau dengan benar.

Cara kerja filter aquarium sebenarnya sangat sederhana yaitu mesin pompa di dalam alat ini memutar kipas kecil untuk menghasilkan daya sedot. Air dari dalam aquarium ditarik masuk melalui lubang pipa bawah, melewati media penyaring, lalu dikeluarkan kembali dalam kondisi lebih bersih. Masalah akan muncul ketika daya sedot ini terlalu kuat bagi penghuni aquarium yang mana ikan kecil atau udang hias yang sedang berenang tiba-tiba terseret arus kencang yang dapat menyedotnya.

Ikan yang sehat biasanya mampu berenang menjauh dari lubang pipa, tapi, ada kalanya ikan sedang dalam kondisi kurang fit, sedang tidur, atau memang ukuran tubuhnya sangat mungil. Saat posisi ikan terlalu dekat dengan pipa, tenaga filter aquarium akan langsung menarik tubuh ikan hingga menempel erat di lubang input. Kondisi ini sangat berbahaya. Sekali ikan terjepit di sana, sirip mereka bisa rusak, atau bahkan ikan bisa mati karena tidak bisa bergerak akibat tekanan air yang terlalu tinggi di satu titik.

Banyak yang tidak menyadari bahwa filter aquarium punya daya sedot yang melebihi kapasitas yang dibutuhkan. Kadang, lubang pada pipa input juga terlalu lebar tanpa ada pelindung tambahan. Ini yang membuat ikan hias yang harganya lumayan mahal bisa hilang dalam semalam. Pagi hari saat dicek, ikan sudah tidak ada di permukaan, ternyata sudah tersangkut di dalam kotak filter atau menempel di ujung pipa bawah.

Alat canggih ini hanya menjalankan tugasnya untuk menarik apa pun yang ada di dekat lubang sedotan. Itulah kenapa memahami mekanisme ini menjadi langkah awal yang sangat penting. Dengan tahu bagaimana air bergerak masuk ke dalam mesin, pencegahan bisa dilakukan sejak awal pembelian.


Coba perhatikan arus air di sekitar pipa filter. Jika melihat tanaman air atau sisa pakan tersedot dengan sangat cepat dari jarak yang agak jauh, itu tandanya tenaga filter aquarium tersebut sangat besar. Fenomena ini sering menjadi penyebab kematian ikan yang tidak terduga. Mempelajari sifat sedotan ini membantu dalam menentukan jenis pengaman apa yang paling pas untuk dipasang nanti.

filter aquarium adalah alat yang sangat berguna, tapi perlu sedikit sentuhan modifikasi agar lebih ramah bagi ikan. Membiarkan lubang sedotan terbuka begitu saja sama saja dengan memasang jebakan di dalam rumah ikan. Dengan sedikit pemahaman tentang cara kerja mesin ini, langkah antisipasi jadi lebih mudah dilakukan. Keamanan ikan tetap terjaga, dan air di dalam aquarium pun tetap bisa bersih maksimal tanpa rasa khawatir setiap kali meninggalkan rumah.

Menyelamatkan ikan dari sedotan maut tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Banyak barang di sekitar rumah yang bisa dimanfaatkan untuk memodifikasi filter aquarium agar lebih aman. Kuncinya ada pada kreativitas dan pemahaman tentang bahan apa yang tidak mencemari air. Menggunakan bahan sisa atau benda sederhana justru seringkali memberikan hasil yang lebih efektif daripada membeli alat tambahan yang mahal.

Bahan pertama yang sangat direkomendasikan adalah spons filter sisa. Biasanya, saat membeli media tanam atau perlengkapan aquarium, ada potongan busa atau spons yang tidak terpakai. Spons ini punya pori-pori yang pas untuk menghambat daya sedot tanpa menghentikan aliran air secara total. Teksturnya yang lembut juga tidak akan melukai sisik ikan jika mereka tidak sengaja menyentuhnya. Pastikan spons yang dipakai masih baru atau sudah dicuci bersih tanpa sabun agar filter aquarium tetap bekerja maksimal.

Selain spons, jaring kain halus atau kain kasa juga menjadi pilihan favorit. Kain jenis ini sangat mudah didapatkan, bahkan bisa menggunakan bekas bungkus media filter atau kelambu yang sudah tidak terpakai. Jaring kain berfungsi sebagai penghalang fisik yang sangat tipis namun kuat. Bahan ini sangat cocok untuk membungkus ujung pipa filter aquarium yang memiliki lubang sedotan cukup lebar. Kelebihannya, jaring kain tidak cepat buntu oleh kotoran halus jika dibandingkan dengan busa tebal.

Untuk merekatkan bahan-bahan tadi, sediakan karet gelang atau tali pancing. Karet gelang sangat praktis karena elastis dan mudah dipasang di ujung pipa. Namun, jika ingin hasil yang lebih awet dan tidak terlihat di dalam air, tali pancing transparan adalah solusinya. Mengikat pelindung pada filter aquarium menggunakan tali pancing membuat tampilan aquarium tetap rapi dan bersih. Kedua benda ini biasanya sudah tersedia di laci meja rumah, jadi tidak perlu repot pergi ke toko.

Bagi yang suka bereksperimen, pipa paralon kecil yang sudah dilubangi juga bisa disiapkan. Pipa ini nantinya disambungkan ke bagian input filter aquarium untuk membagi titik sedotan air. Dengan menambah banyak lubang kecil di sepanjang pipa, tenaga sedot tidak lagi terpusat di satu titik saja. Ini adalah cara mekanis yang sangat cerdas untuk mengurangi resiko ikan tersedot tanpa mengurangi performa pembersihan air. Dalam hal ini pelubangan pada pipa disesuaikan dengan kekuatan sedot filter jangan sampai terlalu sedikit yang nantinya akan mempengaruhi saya sedot yang sesuai dengan kinerjanya.

Semua bahan ini dipilih karena sifatnya yang netral terhadap air, dan hindari menggunakan benda yang mengandung logam atau bahan kimia berbahaya. Persiapan alat yang matang akan memudahkan proses praktek di bab berikutnya. Dengan mengumpulkan bahan-bahan sederhana ini, langkah nyata untuk melindungi ikan dari bahaya filter aquarium sudah bisa dimulai sekarang juga. Biaya murah, cara mudah, dan yang paling penting, ikan tetap aman berenang ke sana kemari..

Cara paling populer dan terbukti ampuh melindungi ikan adalah dengan memanfaatkan spons. Teknik ini sangat disukai karena selain aman, spons juga berfungsi sebagai penyaring tambahan sebelum air masuk ke dalam mesin. Dengan memasang spons di bagian ujung bawah, kotoran kasar akan tersangkut lebih dulu di luar, sehingga mesin filter aquarium jadi tidak cepat kotor atau macet.

yang dilakukan adalah menyiapkan potongan spons filter yang bersih. Ukur diameter pipa input pada filter aquarium yang ada di rumah. Potong spons menjadi bentuk kotak atau bulat dengan ukuran sedikit lebih besar. Jangan memotong spons terlalu tipis karena tujuan kita adalah meredam kekuatan sedotan yang terlalu tajam. Spons yang agak tebal akan membagi tekanan air ke seluruh permukaannya, sehingga ikan tidak akan terjepit di satu titik.

Setelah spons siap, buatlah lubang di bagian tengah spons menggunakan gunting atau cutter. Lubang ini tidak perlu menembus sampai ke ujung satunya, cukup sedalam panjang pipa yang akan dimasukkan. Pastikan lubang tersebut agak sempit supaya saat pipa filter aquarium dimasukkan, spons bisa mencengkeram dengan kuat dan tidak mudah lepas karena arus air. Jika lubang terlalu longgar, spons bisa merosot ke dasar aquarium dan meninggalkan pipa dalam keadaan terbuka tanpa pelindung.

Pasang spons tadi ke ujung pipa input. Tekan perlahan sampai pipa masuk sempurna ke dalam lubang yang sudah dibuat. Coba nyalakan mesin untuk melihat hasilnya. Perhatikan apakah air masih bisa mengalir dengan lancar ke atas. Jika debit air yang keluar dari bagian atas filter aquarium berkurang drastis, berarti spons yang digunakan terlalu rapat atau lubang tengahnya kurang dalam. Atur kembali posisinya sampai aliran air terasa pas namun bagian sedotan bawah sudah tertutup busa dengan rapi.

Keunggulan dari teknik ini adalah kemudahannya dalam perawatan. Saat spons sudah terlihat penuh dengan kotoran atau berubah warna menjadi kecokelatan, cukup cabut sponsnya saja tanpa perlu mematikan seluruh sistem filter aquarium dalam waktu lama. Cuci spons dengan air aquarium agar bakteri baik yang menempel tidak mati, lalu pasang kembali. Ikan kecil, udang, atau anak ikan yang baru lahir kini bisa berenang bebas di sekitar area filter tanpa resiko tersangkut lagi.

Metode bungkus spons ini adalah solusi instan yang bisa langsung dipraktekkan sekarang juga. Hanya butuh waktu kurang dari lima menit untuk merubah filter aquarium yang tadinya berbahaya menjadi tempat yang aman bagi penghuni air. Dengan cara ini, ketenangan saat melihat ikan berenang tidak lagi terganggu oleh kekhawatiran adanya ikan yang menempel di pipa mesin.

Teknik menggunakan jaring halus adalah pilihan pas dan direkomendasikan bagi yang ingin menjaga aliran air di filter aquarium tetap kencang tanpa hambatan busa. Metode ini cocok untuk aquarium yang punya populasi ikan cukup padat, karena jaring tidak mudah tersumbat kotoran seperti spons. Jaring kain kasa atau kain jaring halus mampu menghalangi tubuh ikan masuk ke pipa, sementara air tetap bisa mengalir lancar ke dalam filter aquarium.

Untuk memulai, siapkan potongan kain jaring halus dengan ukuran yang cukup untuk menutupi ujung pipa input. Pastikan ukuran kain sedikit lebih lebar dari pipa agar ada sisa kain untuk pengikat di bagian pangkal. Kain kasa putih yang bersih sangat bagus, atau bisa juga memakai potongan kain jaring bekas wadah media filter yang sudah tidak terpakai. Pastikan kain tidak mengandung sisa sabun atau bahan kimia, karena air aquarium sangat sensitif terhadap zat asing.

Posisikan potongan kain menutupi lubang bawah pipa filter aquarium. Pastikan permukaan kain cukup tegang menutupi lubang, namun jangan terlalu kencang sampai membentuk cekungan ke dalam. Setelah kain menutupi lubang dengan rapi, gunakan karet gelang atau tali pancing transparan untuk mengikatnya di pangkal pipa. Jika memakai karet gelang, lilitkan beberapa kali agar benar-benar kuat dan tidak bergeser saat terkena arus filter aquarium yang sedang menyala.

Bagi yang menggunakan tali pancing, lilitkan dengan simpul yang kencang pada bagian leher pipa. Tali pancing lebih disukai karena tidak akan getas atau putus di dalam air, sehingga pelindung ini bisa awet dalam jangka waktu yang lama. Pastikan sisa kain setelah ikatan tidak terlalu panjang agar tidak mengganggu pemandangan di dalam aquarium. Rapikan bagian sisa kain agar terlihat estetis dan tidak menutupi area yang tidak perlu di dekat filter aquarium.

Setelah terpasang, nyalakan kembali mesin dan perhatikan arusnya. Dengan teknik jaring, tenaga sedot akan merata di seluruh permukaan kain. Ikan yang mendekat hanya akan merasakan tarikan yang sangat lembut, sehingga mereka bisa dengan mudah berenang menjauh. Ini adalah cara yang sangat efektif untuk melindungi anak ikan yang berukuran sangat kecil yang sering kali sulit diselamatkan dengan teknik lain.

Perawatan teknik jaring pun sangat mudah. Jika terlihat kotoran menempel di permukaan kain, cukup gosok pelan menggunakan sikat gigi bekas saat melakukan jadwal ganti air mingguan. Tidak perlu membongkar filter aquarium secara total. Cukup bersihkan bagian luar jaring, dan aliran air akan kembali lancar. Dengan langkah praktis ini, kekhawatiran mengenai ikan yang tersedot mesin hilang seketika, dan aquarium kembali menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh penghuni air di dalamnya.

Teknik ketiga ini sedikit berbeda karena melibatkan perubahan langsung pada struktur pipa filter aquarium. Jika sebelumnya fokus pada penambahan bahan luar, kali ini tujuannya adalah membagi kekuatan sedotan air agar tidak menumpuk di satu lubang saja. Dengan menyebarkan titik masuk air, daya tarik mesin menjadi jauh lebih lembut namun tetap efektif dalam menyedot kotoran halus di seluruh area bawah.

Yang dilakukan adalah melepas pipa saluran input dari mesin filter aquarium. Gunakan alat pelubang seperti paku yang dipanaskan atau bor kecil untuk membuat lubang-lubang baru di sepanjang batang pipa tersebut. Buatlah lubang dengan jarak yang teratur dari bagian tengah hingga ke ujung bawah. Semakin banyak lubang kecil yang tersedia, semakin terbagi pula tenaga sedot yang dihasilkan oleh mesin. Hal ini membuat ikan tidak akan merasakan tarikan kuat saat melintas di dekat satu titik lubang saja.

Setelah pipa memiliki banyak lubang baru, bagian ujung paling bawah yang biasanya terbuka lebar bisa ditutup secara permanen atau semi-permanen. Penutupan ujung pipa ini memaksa air masuk melalui lubang-lubang kecil yang baru saja dibuat di sisi pipa. Hasilnya, filter aquarium akan bekerja seperti penyedot debu yang memiliki banyak mulut kecil. Keamanan ikan jauh lebih terjamin karena luas permukaan sedotan meningkat, sehingga tekanan air di setiap lubang menjadi sangat lemah.

Modifikasi ini sangat cocok bagi yang ingin tampilan aquarium tetap terlihat "pabrikan" tanpa ada tambahan spons atau jaring. Pipa yang sudah dimodifikasi tetap terlihat seperti bagian asli dari filter aquarium, namun fungsinya sudah jauh lebih aman. Teknik ini juga sangat bagus untuk mencegah tanaman air atau daun-daun kecil tersedot secara utuh yang biasanya bisa menyebabkan mesin pompa macet mendadak.

Proses pemasangan kembali dilakukan dengan memastikan semua sambungan pipa rapat dan tidak ada kebocoran di bagian atas. Nyalakan mesin dan amati pergerakan air. Biasanya, kotoran akan tetap tertarik menuju pipa tapi tidak akan ada objek yang menempel erat secara paksa. Kekuatan filter aquarium dalam menjernihkan air tetap sama, hanya saja cara air masuk ke dalam sistem menjadi lebih tersebar dan halus.

Cara ini merupakan solusi jangka panjang yang sangat awet, karena tidak menggunakan bahan kain atau busa di bagian luar, resiko pelindung lepas atau hancur di dalam air menjadi tidak ada. Pebghobies akan bisa lebih tenang karena modifikasi fisik pada filter aquarium ini tidak membutuhkan penggantian berkala. Cukup lakukan pembersihan pipa secara rutin dari lumut atau kerak agar lubang-lubang kecil tersebut tetap berfungsi maksimal dalam menjaga kebersihan air.

Setelah berhasil memasang berbagai pengaman pada filter aquarium, langkah selanjutnya adalah memastikan semuanya tetap bekerja dengan baik. Pelindung yang dipasang, baik itu spons, jaring, maupun modifikasi pipa, pasti akan mengumpulkan kotoran seiring berjalannya waktu. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa dibersihkan, aliran air bisa tersumbat. Hal ini bukan hanya membuat air jadi cepat keruh, tapi juga bisa membebani kerja mesin pompa hingga cepat panas dan rusak.

Pemeriksaan rutin sebaiknya dilakukan setidaknya satu minggu sekali bersamaan dengan jadwal kuras air. Coba perhatikan aliran air yang keluar dari bagian atas filter aquarium. Jika air yang keluar terlihat lebih kecil atau lemah dari biasanya, itu tandanya pelindung di bagian bawah sudah mulai penuh dengan kotoran. Jangan menunggu sampai aliran air berhenti total, karena sirkulasi oksigen untuk ikan bisa terganggu jika mesin tidak bekerja maksimal.

Untuk membersihkan pelindung spons atau jaring, cukup lepas perlahan dari pipa filter aquarium. Cuci bahan tersebut menggunakan air yang diambil dari dalam aquarium, bukan air keran langsung. Cara ini dilakukan agar bakteri baik yang sudah tumbuh di sana tidak mati terkena klorin. Peras spons sampai kotoran keluar, lalu pasang kembali dengan posisi yang rapat seperti semula. Dengan rutin membersihkannya, performa penyaringan tetap terjaga dan beban mesin tetap ringan.

Bagi yang menggunakan teknik modifikasi pipa, pastikan lubang-lubang kecil tidak tertutup oleh lumut atau kerak kapur. Gunakan sikat kecil atau lidi untuk menusuk lubang pipa filter aquarium agar sirkulasi air kembali lancar. Kadang, ada siput kecil atau kotoran keras yang tersangkut di sana. Membersihkan bagian dalam pipa secara berkala sangat membantu menjaga agar daya sedot tetap terbagi rata dan tidak membahayakan ikan yang berenang di sekitarnya.

Selain fokus pada pelindung bawah, jangan lupa untuk mengecek bagian kipas di dalam mesin filter aquarium. Meskipun lubang sudah diberi pengaman, kotoran halus atau lendir terkadang masih bisa lolos ke dalam. Buka bagian penutup mesin secara hati-hati, lalu bersihkan batang magnet dan kipasnya. Mesin yang bersih akan suara yang lebih tenang dan usia pakai yang lebih panjang.

Perawatan yang konsisten adalah kuncinya agar aquarium tetap menjadi lingkungan yang sehat. Dengan meluangkan waktu beberapa menit saja setiap satu minggu untuk mengecek kondisi filter aquarium, resiko tersedot pada ikan bisa ditekan sampai titik terendah karena berdasarkan pengalaman ikan sering sekali mendekati saluran sedot ini terutama ikan yang berukuran kecil. Keamanan yang sudah dibuat ini akan memastikan alat tersebut selalu siap melindungi penghuni aquarium setiap hari.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan April 2026

Minggu, 18 Januari 2026

Review venus aquatic tangerang selatan dari channel youtube iqbalizda

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Iqbalizda yang diupload pada tanggal 8 November 2025 dengan judul "SIDAK IMPORTIR IKAN HIAS TERBESAR DI INDONESIA! IKAN DARI SELURUH DUNIA ADA DISINI! VENUS AQUATIC!". 

Dalam vlog video ini menayangkan liputan mendalam ke Venus Aquatic, salah satu importir dan eksportir ikan hias terbesar di Indonesia. Berlokasi di Tangerang Selatan, tempat ini bukan sekadar toko ikan biasa, melainkan pusat grosir dan operasional yang menghubungkan pasar lokal dengan mancanegara. 

Dalam perbincangan dengan Nicholas, pemilik Venus Aquatic, terungkap bahwa bisnis ini berawal dari satu akuarium pribadi berisi ikan Arwana perak. Dari hobi sederhana itu, kini Venus Aquatic berkembang menjadi delapan gedung besar yang penuh dengan berbagai jenis ikan hias. Nicholas sendiri sering turun langsung ke berbagai negara seperti Cina, India, Myanmar dan Thailand untuk mencari stok ikan terbaik dan memantau habitat aslinya. Bahkan, Venus Aquatic kerap menjadi perantara perdagangan antara India dan Cina yang terkendala regulasi ekspor-impor langsung. 

Bisnis Venus Aquatic tidak hanya sebatas impor dan juga memberikan indukan kepada petani lokal untuk dibesarkan, lalu hasilnya dibeli kembali untuk diekspor ke luar negeri. Siklus ini membuat ekosistem bisnis ikan hias tetap hidup dan berkembang. Nicholas menjelaskan pentingnya inovasi yaitu jika satu jenis ikan mulai sepi peminat akan segera beralih ke jenis lain agar bisnis tetap bertahan. Meski begitu, perjalanan bisnis ini tidak selalu mulus. Ia mengakui pernah mengalami masalah internal seperti kecurian ikan oleh oknum karyawan, sehingga kini pengawasan lebih ketat dilakukan. 

Salah satu daya tarik Venus Aquatic adalah koleksi ikan Koi unik dikenal sebagai sosok yang mempopulerkan nama Hudielong atau "Naga Kupu-kupu" untuk jenis Koi bersayap panjang asal Cina. Koleksinya di kategorikan mirip dengan ikan Koi menampilkan varian menarik seperti Aka Matsuba, Golden Matsuba berbentuk membulat dengan sirip gondrong. Koi jenis ini dianggap lebih kuat dan berumur panjang dibandingkan ikan koki, meski sekilas penampilannya mirip. 

Selain Koi jeni Hudielong, Venus Aquatic juga menyimpan koleksi ikan predator dan langka. Ada berbagai jenis Channa (ikan kepala ular), mulai dari Auranti, Andrao hingga Parachanna Africana dari Afrika. Koleksi Tiger Fish (Datnoid) bahkan mencapai ribuan ekor, dengan kualitas garis tubuh yang sangat bergantung pada daerah asal. Tak hanya itu, ikan eksotis dari luar negeri juga hadir, seperti Piraiba dari Peru dan Labeobarbus Malagarasi dari Tanzania. 

Mengelola ribuan ekor ikan tentu membutuhkan biaya besar dimana untuk pakan cacing sutra saja, Venus Aquatic menghabiskan sekitar Rp. 350.000 setiap hari. Karena harga tanah di sekitar Tangerang Selatan cukup tinggi, Nicholas menyiasatinya dengan membangun rak aquarium bertingkat agar ruang penyimpanan lebih maksimal. Konsep bisnis mereka jelas: bukan toko retail yang cantik dan terbuka setiap saat, melainkan gudang grosir sekaligus pusat operasional online. 

Salah satu daya tarik dari video inj adalah ikan Koi Hudielong atau “Naga Kupu-kupu”. Komentar penonton pun menyinggung rasa penasaran tentang bagaimana cara memesan jenis koi unik ini. Antusiasme tersebut menandakan bahwa Hudielong berhasil mencuri perhatian, bukan hanya karena tampilannya yang eksotis, tetapi juga karena reputasinya sebagai ikan koi bulat yang kuat dan berumur panjang. 

Komentar lainnya ketertarikan koleksi ikan impor yang dipunyai Venus Aquatic. Ragam ikan predator, koi unik, hingga jenis langka dari luar negeri membuat satu penonton kagum. Ungkapan sederhana seperti “bagus bagus ikan impor nya yak” mencerminkan antusiasme penghobies ikan hias terhadap kualitas stok yang ditawarkan.

Liputan vlog video ini ditutup dengan ajakan bagi penghobies ikan hias untuk bergabung ke WhatsApp Venus Aquatic, sebagai tempat membagikan daftar harga dan stok terbaru. Dari satu aquarium kecil hingga menjadi pusat perdagangan internasional, kisah Venus Aquatic ini menunjukkan bagaimana hobi bisa berkembang menjadi bisnis besar dan meluas.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Kamis, 20 November 2025

Pasar ikan hias jatinegara yang selalu ramai

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel youtube Fokus Indosiar yang diupload pada tanggal 15 November 2025 dengan judul " Pasar Subuh Ikan Hias di Jatinegara Turut Menjual Perlengkapan Hingga Dekorasi Akuarium | Fokus". 


Bagi para penghobies ikan hias, ada satu tempat di Jakarta Timur yang perlu dikunjungi, yaitu pasar ikan hias di Jatinegara. Pasar ini dikenal juga dengan pasar subuh yang beroperasi di malam hingga pagi hari.

Menurut info pasar ikan hias Jatinegara buka setiap malam mulai pukul 21.00 malam dan baru akan tutup sekitar pukul 09.00 pagi. Waktu paling ramai di pasar ini biasanya terjadi antara pukul 22.00 malam hingga tengah malam

Di sini, pembeli dengan sangat mudah untuk mencari ikan hias dan banyak pilihan mulai dari ikan-ikan berukuran kecil dan berwarna-warni seperti ikan glowfish, moli cagak dan Sumatera, hingga ikan-ikan populer lainnya seperti ikan koi, cupang dan bahkan ikan hias air laut nemo. 

Harganya pun sangat bervariasi, mulai dari yang murah, yaitu hanya seribuan rupiah, hingga ikan-ikan koleksi yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.  

Menariknya, salah satu jenis ikan yang paling laris dan diminati pembeli di pasar ini adalah Ikan glowfish. Ikan kecil dengan warna neon berpendar ini sangat populer karena harganya yang sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp. 1.000 per ekor. 

Selain sekarang harganya sudah terjangkau ikan glowfish juga disukai karena warnanya yang cantik dan perawatannya yang mudah, hanya perlu diberi pakan pelet ikan hias yang banyak dijual di toko-toko ikan hias yang mudah dalam perawatannya. Karena harganya yang saat ini sudah ramah di kantong, ikan ini sering dibeli oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak. 

Menurut keterangan dari pihak pengelola pasar ikan hias Jatinegara yang didapat infonya dari situs Kompas.com aktivitas di pasar ini memang tidak pernah sepi. Setiap harinya, ratusan penjual dan pembeli datang silih berganti untuk melakukan transaksi, menjadikan pasar ini salah satu pusat perdagangan ikan hias paling hidup di Jakarta Timur. 

Jumlah pengunjung yang besar membuat suasana yang dinamis, dimana interaksi antara pedagang dan pembeli berlangsung hampir tanpa henti. Fenomena ini menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap ikan hias dan perlengkapan aquarium. Dengan jumlah pengunjung yang besar dan suasana yang dinamis, pasar ini telah berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan ikan hias paling penting di Jakarta Timur

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan November 2025

Rabu, 12 November 2025

Tekuni budidaya ikan hias budidaya ikan secara massal

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Dunia Kita Official yang diupload pada tanggal 11 September 2022 dengan judul "Merintis Dari Nol, Perjalanan 22 Tahun Tekuni Budidaya Ikan Hias Kuncinya Optimis Dan Ulet". Dalam video ini Bapak Saringun berhasil mempertahankan usaha budidaya ikan hiasnya selama 22 tahun sejak dirintis pada tahun 2000. 


Kisah tentang merintis usaha dari nol selalu menarik, apalagi jika usaha tersebut bisa bertahan lebih dari 20 tahun. Pembudidaya ikan hias dari Purbalingga ini membuktikan bahwa ketekunan, optimisme, dan visi jangka panjang adalah kunci dalam menjalankan usaha. 

Ia percaya bahwa langkah awal dalam memulai usaha adalah menyiapkan mental dan bersikap telaten, juga mengingatkan agar para pemula tidak mudah tergiur dengan janji hasil besar yang sering muncul dalam promosi. Menurutnya, kenyataan di lapangan penuh tantangan dan risiko yang perlu dipelajari dengan sabar

Usahanya dimulai setelah ia pulang dari bekerja di daerah Tangerang pada tahun 2000. Ia memulai dari kecil, dengan memfokuskan pada ikan hias jenis cupang dan manfish, yang mana hal ini dianggap paling aman untuk membangun usaha tanpa beban harapan yang terlalu tinggi. 

Sekitar pada tahun 2001 menjadi titik penting saat ia memanfaatkan trend ikan louhan dimana membeli indukan louhan dengan harga murah di Jakarta, lalu menjualnya kembali di Purbalingga dengan harga lebih tinggi. Keuntungan ini digunakan untuk memperluas budidaya berbagai jenis ikan hias. 


Seiring berjalannya waktu, jenis ikan yang dibudidayakan terus disesuaikan dengan permintaan pasar. Dari awalnya hanya tiga jenis, kini juga dibudidayakan ikan yang mudah berkembang biak seperti guppy dan molly, serta berbagai jenis ikan hias yang bertelur. Usaha ini pun berkembang menjadi salah satu pemasok grosir ikan hias di wilayahnya.

Menurutnya budidaya ikan hias memiliki tantangan tersendiri, terutama saat ikan masih dalam fase larva hingga remaja yang mana kualitas dari air dan pakan sangat menentukan dengan menggunakan air sumur bor yang bersih dan menekankan pentingnya air yang sudah diendapkan atau difilter, terutama saat packing atau mengganti air ikan yang sakit. 

Tips sederhana juga dibagikan, seperti penggunaan daun ketapang untuk mengatasi jamur pada ikan cupang. Di wilayahnya beberapa peternak bahkan berhasil membudidayakan ikan manfish secara massal menggunakan terpal, meskipun secara teori ikan ini seharusnya dikembangbiakkan di aquarium, menunjukkan bahwa pengalaman dan kreativitas para pembudidaya mampu menghasilkan cara baru yang efektif.

Meski sudah lama sukses, tantangan seperti rasa jenuh dan penurunan penjualan, terutama saat masyarakat lebih fokus pada kebutuhan sekolah. Namun, rutinitas ini dijalani dengan santai, karena masa-masa sulit tersebut diyakini hanya bersifat sementara.

Visinya bukan lagi soal keuntungan pribadi, tetapi tentang membangun komunitas dan ingin membuat pasar ikan hias di Purbalingga agar para petani lokal bisa menjual langsung ke konsumen tanpa melalui pengepul. Harapannya, semangat dan kesejahteraan petani ikan hias bisa meningkat. 

Singkatnya, perjalanan selama 22 tahun ini menunjukkan bahwa kesuksesan bukan hanya milik orang yang beruntung, tapi milik orang yang berani memulai dari nol, mau belajar dan tidak mudah menyerah meskipun menghadapai tantangan usahanya.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan November 2025

Senin, 27 Oktober 2025

Sukses usaha ikan hias baik pasar ekspor dan lokal di usia muda

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel youtube Jejak Bumi id yang diupload pada tanggal 15 Januari 2025 dengan judul "Budidaya Ikan Hias Lokal & Ekspor: Bisnis Sukses di Usia 28 Tahun II Local Ornamental Fish Farming". Dalam video ini pengusaha muda sukses mengembangkan bisnis ikan hias warisan keluarga hingga ekspor internasional. Berbasis di Desa Cinta Rasa, ia membudidayakan lebih dari lima jenis ikan hias dan berbagi infonya yang inspiratif. 


Adalah Nur Aziza berusia 28 tahun yang berlokasi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah membuktikan bahwa sektor budidaya ikan hias memiliki potensi bisnis yang sangat luas, baik untuk pasar domestik maupun internasional. 

Usaha yang ia geluti saat ini sejatinya merupakan sebuah warisan turun-temurun yang telah dimulai oleh kakeknya, dilanjutkan oleh ayahnya, hingga kini berlanjut padanya untuk diteruskan. 

Berawal dari minatnya secara pribadi sebagai seorang penghobies ikan hias, langkah serius Nurizah untuk terjun ke dunia profesional dimulai pada tahun 2019 setelah ia menyelesaikan masa perkuliahan. 

Keputusan ini didasari oleh pandangan yang optimistis terhadap prospek pasar ikan hias yang dinilai sangat menjanjikan dan terus berkembang. 

Selain didorong oleh motivasi kuat dari orang tuanya yang telah lebih dulu berkecimpung di bidang ini, Nurizah bertekad untuk mengembangkan skala budidaya yang dimilikinya menjadi lebih terstruktur dan berorientasi ekspor.

Dalam menjalankan usahanya, ia menerapkan strategi diversifikasi dengan membagi fokus budidaya ke dalam dua segmen utama: ikan lokal dan ikan ekspor. Untuk memenuhi permintaan pasar domestik membudidayakan berbagai jenis ikan hias yang populer seperti ikan barbir, maskoki dan manfis. 

Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya pemahaman akan dinamika pasar global, ia mulai memprioritaskan budidaya untuk tujuan ekspor, sebuah langkah strategis yang didorong oleh perbedaan nilai ekonomi jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan ikan lokal. Jenis-jenis ikan yang menjadi andalan ekspornya termasuk duboisi sejenis ikan frontosa.

Skala ekspornya pun cukup signifikan, dengan kemampuan mengirimkan antara 500 hingga 1.000 ekor ikan dalam satu kali pengiriman, yang intensitasnya bisa mencapai tiga kali dalam sebulan, tergantung dari permintaan buyer. 

Proses pengiriman ikan hias ini masih difasilitasi melalui supplier di Bandung sebelum akhirnya didistribusikan ke negara tujuan utama seperti  Singapura dan Tiongkok (Cina). 

Kunci utama keberhasilan sekaligus tantangan terbesar dalam bisnis budidaya ikan hias, menurut Nurizah, adalah menjaga dan mengelola kualitas air. 

Ia menekankan bahwa hal-hal penting seperti suhu air, tingkat pH dan Total Dissolved Solids  atau TDS selalu diperhatikan dengan cermat, karena kondisi ini bisa bervariasi di setiap lokasi dan memerlukan perlakuan khusus. 

Selain itu, ancaman hama dan penyakit juga menjadi fokus perhatian yang seringkali menyebabkan kegagalan budidaya, menjadikannya siklus jatuh-bangun yang harus dihadapi oleh setiap pembudidaya. 

Oleh karena itu, ia memberikan pesan sebagai penyemangat bagi sesama pelaku usaha, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman yaitu tetap semangat dan jangan pernah menyerah. 

Dengan menilai pasar ikan hias yang masih sangat luas dan memiliki potensi besar, Nurizah mengajak lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam budidaya ini guna memajukan kesejahteraan bersama.

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Oktober 2025

Jumat, 10 Oktober 2025

Pesona neon tetra di tahun 2025

Sebagai salah satu ikan hias air tawar yang paling populer di dunia, neon tetra masih terus memikat para penggemar aquarium pada tahun 2025 dengan kombinasi warna yang cerah, ukuran mungil dan sifatnya yang terlihat pendamai.

Neon tetra bisa dipelihara
hingga 5 tahun

Warna khasnya, yaitu garis biru kehijauan yang seperti berpendar lampu neon di sepanjang tubuhnya, serta garis merah yang cerah, menjadi alasan popularitasnya di dunia aquarium rumah. Corak warna ini semakin menawan saat neon tetra berenang dalam kelompok akan membuat pemandangan yang harmonis dan menenangkan yang sangat dicari oleh para penggemar aquascape. 

Meskipun perawatannya relatif mudah, ikan ini tetap memerlukan perhatian terhadap kualitas air, suhu yang stabil, dan pemberian pakan yang sesuai agar tetap sehat dan aktif. Popularitasnya yang tinggi telah menjadikannya salah satu primadona di dunia ikan hias. Permintaan yang cenderung terus meningkat mendorong perputaran pasar yang sangat dinamis, baik pasar lokal maupun internasional.

Di era digital ketersediaannya mulai dari platform online hingga komunitas penghobies ikan hias di media sosial. Banyak penjual menawarkan berbagai varian ukuran, dan bahkan strain khusus yang dikembangkan melalui pembiakan selektif misalnya saja ada jenis ikan neon tetra dengan tampilan ekor slayer. 

Di toko-toko ikan hias fisik, ikan ini hampir selalu menjadi daya tarik. Penataan aquarium yang menarik dan pencahayaan yang tepat sering digunakan untuk menonjolkan keindahan warnanya, menarik perhatian pengunjung dan calon pembeli. Bahkan, beberapa toko menjadikannya sebagai ikon atau maskot karena daya tarik visualnya yang kuat. 

Berdasarkan info pada tahun 2025, ikan neon tetra masih mendominasi rak-rak penjualan ikan hias, dengan harga yang tetap stabil dan terjangkau bagi semua kalangan. Di pasar online Indonesia, harga per ekornya berkisar antara Rp. 2.000 perekor. 

Bahkan penjual online sering menawarkan paket dalam jumlah besar dan cenderung dihargai satuannya lebih murah, menjadikannya pilihan ideal untuk mengisi aquarium dengan kawanan ikan yang indah ini. Ketenaran aquarium mini di tahun 2025 turut mendongkrak popularitas neon tetra sebagai ikan hias yang cocok dan pas. 

Dikutip dari situs probiotikikanhias.co.id "Google Trends menunjukkan tren pencarian “ikan neon tetra” di Indonesia meningkat sekitar 25 % antara 2023 hingga 2025, menandakan minat konsumen dan penghobi yang terus bertumbuh.".

Perlu diketahui juga, menurut Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok tahun 2022, ikan hias jenis neon tetra menempati posisi teratas dalam hal permintaan dan pasokan di wilayah Kota Depok, Jawa Barat. DKPPP juga mencatat bahwa jumlah produksi ikan neon tetra pada tahun tersebut mencapai 20,6 juta ekor, namun angka tersebut baru mencukupi sekitar 40 persen dari total kebutuhan ekspor. 

Popularitasnya semakin naik karena beberapa artikel di internet menyebutkan ikan ini dapat hidup hingga 10 tahun di habitat aslinya. Namun, rata-rata umurnya sekitar 5 tahun ketika dipelihara di dalam aquarium atau kolam ikan, yang membuat ikan ini laris di pasaran karena bisa bertahan hidup lama tentunya dengan perawatan yang baik dan optimal. 

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Oktober 2025

Jumat, 26 September 2025

Farm Ikan hias tetra di Cibinong

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel MDTV NEWS OFFICIAL yang diupload pada tanggal 2 Oktober 2020 dengan judul " Mengenal Ikan Neon Tetra dan Perawatannya - IPOP". Sebuah video dokumenter untuk melihat farm ikan hias yang laris dipasaran yang berasal dari peraiaran air tawar bukan asli endemik Indonesia serta mengungkap cara perawatannya agar dapat berkembang biak di lingkungan buatan. 


Dalam video yang berdurasi 4 menit ini terfokus pada ikan neon tetra ikan air tawar yang berasal dari Amazon, Brazil. Seperti yang dijelaskan oleh Pak Rinto dari farm di Cibinong, Bogor. Menurutnya ikan neon tetra membutuhkan pasokan oksigen yang stabil. Oleh karena itu, penggunaan aerator atau pompa udara sangat penting, dan harus dinyalakan 24 jam sehari. Hal ini untuk memastikan kualitas air tetap baik dan mencegah ikan stres karena kekurangan oksigen. 

Neon tetra adalah termasuk ikan omnivora namun cenderung pemakan cacing dan larva yang dapat diberi pakan pelet berukuran kecil. Selain itu, pakan hidup seperti cacing sutra juga sangat dianjurkan untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatannya. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah akumulasi sisa makanan dan proses oksidasi di dasar aquarium, yang dapat menghasilkan gas amonia berbahaya. Untuk mencegah ini, pembersihan lantai atau dasar aquarium secara rutin menggunakan siphon sangat penting. 

Di caranya yang luas selalu diperhatikan kualitas air, terutama tingkat keasaman (pH), sangat penting untuk ikan hias yang dipelihara. Untuk menjaga pH air agar tetap stabil dan sesuai, dapat ditambahkan daun ketapang. Daun ketapang juga memiliki fungsi tambahan sebagai antibiotik alami, membantu menjaga ikan dari penyakit yang umum menyerang ikan hias berukuran kecil ini. 

Perlu diketahui juga bahwa ikan neon tetra rentan terhadap beberapa penyakit, terutama ketika temperatur udara turun dan menjadi dingin. Salah satu penyakit yang umum menyerang adalah white spot atau bintik putih. Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang muncul di dinding kulit ikan. Untuk mengatasi white spot, dalam video ini menunjukkan penggunaan obat khusus yang dapat diaplikasikan langsung ke aquarium. Setelah pengobatan bisanya ikan akan kembali lincah dan sehat.

Khususnya ikan neon tetra dari farm Pak Rinto di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp. 750 per ekor. Ketersediaan ikan ini cukup luas dan dapat dipesan dari berbagai daerah, hal Ini menunjukkan bahwa neon tetra adalah ikan yang relatif terjangkau, menjadikannya pilihan menarik bagi penghobies ikan hias dari berbagai kalangan yang sampai sekarang harganya terbilang stabil di pasar dan toko ikan hias di Indonesia. 

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan September 2025

Bisnis ikan hias yang menguntungkan

Bisnis ikan hias telah lama menjadi salah satu sektor usaha yang menarik perhatian, dalam beberapa tahun terakhir ini, popularitasnya semakin meningkat seiring dengan berkembangnya trend hobi memelihara hewan peliharaan di kalangan masyarakat.


Di Indonesia, minat terhadap ikan hias tidak hanya bertahan, tetapi terus tumbuh, didorong oleh berbagai faktor seperti kemudahan perawatan, keindahan visual.dan manfaat relaksasi yang ditawarkan. Bahkan di pasar global, Indonesia menempati posisi strategis sebagai eksportir ikan hias terbesar di dunia, menjadikan bisnis ini bukan sekadar usaha rumahan, tetapi juga peluang ekspor yang menjanjikan.

Salah satu kekuatan bisnis ikan hias adalah kestabilan permintaan pasarnya seperti saat mengalami pandemi melanda, banyak orang mencari cara untuk mengisi waktu di rumah dan menemukan ketenangan dan relaksasi. 

Memelihara ikan hias menjadi salah satu solusi yang populer, karena tidak memerlukan ruang besar dan memberikan efek menenangkan. Lonjakan minat ini membuat penjualan ikan hias meningkat pesat, dan hingga kini, tren tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Bahkan setelah pandemi mereda, hobi ini tetap bertahan sebagai gaya hidup baru yang menyenangkan dan bermanfaat.

Modal awal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ikan hias juga relatif kecil, menjadikannya sangat ramah bagi pemula. Dengan hanya Rp. 100.000, seseorang sudah bisa memulai usaha kecil-kecilan dari rumah, misalnya dengan menjual ikan cupang atau guppy.

Jika dikelola dengan baik, keuntungan bersih dari bisnis ini bisa mencapai jutaan rupiah per bulan. Terlebih lagi, jika pelaku usaha mampu membudidayakan ikan-ikan bernilai tinggi seperti arwana atau discus, potensi keuntungannya bisa jauh lebih besar.

Menurut info yang didapat, pasar ekspor memberikan peluang luar biasa dari ikan hias. Berdasarkan postingan Tribunnews.com yaitu pada tahun 2023, Indonesia berhasil mengekspor ikan hias, KKP mencatat nilai ekspor ikan hias Indonesia mencapai 39,06 juta dolar Amerika Serikat. Angka ini menunjukkan bahwa bisnis ikan hias bukan hanya menjanjikan di dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing internasional.

Keberagaman jenis ikan hias turut menjaga dinamika pasar tetap hidup. Konsumen memiliki banyak pilihan, mulai dari ikan yang murah dan mudah dirawat hingga ikan yang langka dan bernilai tinggi. Ikan cupang, misalnya, sangat digemari karena warnanya yang cerah dan sifatnya yang agresif namun menarik. Ikan guppy juga populer karena mudah berkembang biak dan memiliki variasi warna yang memikat.

Di sisi lain, ikan arwana dan koi sering dikaitkan dengan simbol keberuntungan dan status sosial, menjadikannya incaran kolektor. Ikan mas koki, dengan bentuk tubuhnya yang unik dan warna yang beragam, juga memiliki daya tarik tersendiri. Sementara itu, ikan channa mulai naik daun sebagai ikan predator yang eksotis, dan ikan neon tetra serta discus menjadi primadona dalam dunia aquascaping karena keindahan dan kecocokannya untuk desain aquarium yang artistik.

Lebih dari sekadar bisnis, memelihara ikan hias juga memberikan manfaat kesehatan yang tidak bisa diabaikan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa melihat ikan berenang dengan tenang dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi stres.

Hal ini menjadikan ikan hias sebagai komoditas dagang,  juga sebagai terapi yang menenangkan. Dengan kombinasi antara potensi keuntungan, kemudahan memulai dan manfaat psikologis, bisnis ikan hias menjadi salah satu pilihan usaha yang layak dipertimbangkan, baik oleh pemula maupun pelaku usaha yang ingin memperluas portofolio bisnisnya.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan September 2025

Sabtu, 05 Juli 2025

Pencarian Ikan manfish di internet

Ikan manfish (Pterophyllum scalare), yang juga dikenal sebagai angelfish, merupakan salah satu primadona di dunia aquarium air tawar. Bentuk tubuhnya yang pipih tinggi dengan sirip-sirip menjuntai yang dapat memikat para penghobies ikan hias. Tingginya minat terhadap ikan ini terlihat dari ragam pertanyaan yang sering muncul di mesin pencari seperti Google, mulai dari jenis-jenis eksotis hingga detail dalam pemeliharaannya.


Pencarian yang paling umum terlihat pada jenis- jenis ikan manfish yang memiliki keunikan tersendiri. Salah satu yang menarik perhatian adalah ikan manfish BW Slayer dan ikan manfish slayer. Jenis "slayer" mengarah pada sirip yang lebih panjang, memberikan kesan unik. Sementara "BW" kemungkinan merujuk pada "Black and White" atau pola warna tertentu yang kontras. Selain itu, ikan manfish altum juga menjadi sorotan, dikenal dengan ukuran tubuhnya yang bisa sangat besar dan sirip yang lebih tegak, memberikan kesan megah.

Varietas lain yang menunjukkan keindahan vadalah ikan manfish platinum, yang dikenal dengan warna putih solid dan kilau metalik. Ada juga ikan manfish koi, yang corak warnanya menyerupai ikan Koi dengan paduan warna putih, oranye dan hitam yang acak. Bagi penyuka warna gelap, ikan manfish hitam juga menjadi pilihan. Ada juga pencarian untuk ikan manfish Manacapuru, yang merujuk pada varietas alami dari wilayah Manacapuru di Amazon, dikenal dengan karakteristik dan warna khasnya. Pencarian ikan manfish BSP pada varietas Bulgarian seal point atau singkatan lain yang populer di kalangan penghobies. 

Selain jenis, para penghobies juga mencari informasi seputar pemeliharaan. Pertanyaan mendasar seperti "ikan manfish makan apa?" menunjukkan kebutuhan akan panduan nutrisi yang tepat. Manfish adalah ikan omnivora yang cenderung agak rakus atau "doyan makan" Ini dapat diberi pakan hidup atau buatan pabrik seperti artemia, cacing darah atau pakan pelet. Penting juga untuk memahami, perbedaan "ikan manfish jantan dan betina", terutama bagi mereka yang tertarik pada pembiakan. Perbedaan ini biasanya terlihat dari bentuk tubuh, sirip dan breeding saat musim kawin.

Ukuran manfish juga menjadi perhatian  Pencarian seperti "ikan manfish besar" dan "ikan manfish terbesar" menunjukkan ketertarikan pada potensi pertumbuhan ikan ini. Manfish memang bisa tumbuh cukup besar, sehingga membutuhkan aquarium yang memadai. Pertanyaan penting lainnya adalah "ikan manfish bisa dicampur dengan ikan apa?". Manfish adalah ikan semi-agresif yang bisa dipelihara bersama ikan lain yang ukurannya sebanding dan temperamennya damai, seperti beberapa jenis tcorydoras, rasbora atau tetra. Namun, ikan yang terlalu kecil atau ikan yang siripnya panjang seperti guppy sebaiknya dihindari karena berisiko menjadi sasaran keagresifan manfish.

Dari beragam kueri pencarian yang ada di internet menjadikan ikan manfish adalah terdapat varietas menarik dan memerlukan pemahaman yang cukup dalam perawatannya, dimana setiap varietasnya memiliki daya tarik tersendiri dan ada pasarnya dikalangan penghobies ikan hias eksotis di Indonesia yang ingin mengoleksi ikan yang sudah dilombakan atau di kontes kan ini dengan pola yang beragam. 

Semoga infonya bermanfaat.



Kuningan Juli 2025

Minggu, 29 Juni 2025

Peluang bisnis menjual pakan ikan hias hidup, menguntungkan dan berkelanjutan

Pakan hias hidup kutu air 

Membudidayakan pakan ikan hias hidup adalah peluang bisnis yang sudah sejak lama dilakukan oleh para penghobies ikan hias dan terbilang sangat menjanjikan peluangnya, terutama karena banyak pemilik ikan hias mencari pakan alami untuk meningkatkan kesehatan dan warna ikan peliharaannya. Seperti diketahui pakan hidup segar bisa dijual dengan harga lebih baik karena dipercaya dapat meningkatkan warna dan vitalitas ikan.

Pakan hidup ikan hias populer

JenisKelebihanIkan hias yang Cocok
Cacing SutraTinggi protein, cepat tumbuhCupang, koi
Daphnia (Kutu Air)Baik untuk warna dan pencernaanGuppy, tetra
Jentik NyamukFavorit ikan aduanCupang, gabus
ArtemiaCocok untuk larvaIkan laut, burayak

Pakan hidup memiliki keunggulan dibandingkan pakan kering buatan karena lebih alami dan kaya nutrisi, sehingga ikan hias tumbuh lebih sehat dan aktif. Selain itu, beberapa jenis ikan hias, terutama yang berukuran kecil atau predator, lebih menyukai pakan hidup karena lebih sesuai dengan pola makan alaminya. Dengan persiapan dan lokasi yang strategi bisnis ini bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil dan berkembang.

Sebelum memulai bisnis ini, penting untuk memahami berbagai jenis pakan hidup yang dibutuhkan oleh ikan hias. Beberapa jenis pakan yang populer antara lain artemia, cacing sutra, daphnia atau jentik nyamuk dimana pakan hidup ini cocok untuk ikan hias kecil dan larva ikan karena memiliki kandungan protein tinggi dan mudah dicerna. 

Seperti cacing sutra yang sudah bersih cocok menjadi sumber protein tinggi untuk ikan cupang dan koi serta membantu mempercepat pertumbuhan burayak ikan. Daphnia atau kutir juga merupakan pakan alami yang membantu meningkatkan warna ikan hias. Sementara itu, jentik nyamuk sering digunakan untuk ikan seperti cupang yang sering digunakan oleh penghobies ikan aduan ini. Memahami karakteristik masing-masing pakan hidup akan membantu dalam menentukan jenis yang paling sesuai untuk dibudidayakan. 

Selain itu, memahami teknik budidayanya dimana kondisi lingkungan yang diperlukan, serta cara menjaga kualitas pakan agar tetap sehat dan bernutrisi sangatlah penting. Bergabung dengan komunitas pecinta ikan hias dan membaca sumber terpercaya bisa membantu memperkaya wawasan tentang budidaya pakan hidup.

Jika berjualan secara offline, pilih lokasi yang dekat dengan komunitas pecinta ikan hias atau toko aquarium. Jika berjualan online, pastikan memiliki sistem pengemasan dan pengiriman yang aman agar pakan tetap segar saat sampai ke pelanggan. Pengemasan yang baik sangat penting untuk menjaga kualitas pakan hidup, terutama jika dikirim ke luar kota.

Memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memasarkan pakan hidup ikan hias adalah langkah strategis karena keduanya memberikan jangkauan pasar yang jauh lebih luas serta memungkinkan transaksi yang praktis dan aman. Media sosial seperti facebook instagram atau tiktok memungkinkan untuk membangun branding bisnis yang konsisten lewat konten edukatif, visual menarik, dan interaksi langsung dengan komunitas penghobies ikan hias. 

Sementara itu, platform marketplace seperti  shopee atau Tokopedia menyediakan sistem pembayaran, pengiriman dan kepercayaan konsumen yang sudah terbangun. Dengan promosi yang terukur, serta potensi viral dari komunitas daring, pemasaran digital terbang efektif juga dapat mempercepat pertumbuhan bisnis secara signifikan. 

Jika bisnis berkembang, pertimbangkan untuk mempekerjakan staf yang berpengalaman dalam budidaya pakan hidup. Ini akan membantu menjaga kualitas produk dan meningkatkan efisiensi operasional. Staf yang terlatih bisa membantu dalam proses pemeliharaan, pengemasan dan pengiriman pakan hidup.

Seperti bisnis lainnya, budidaya pakan ikan hias hidup juga memiliki tantangan yang perlu diantisipasi. Kematian pakan hidup bisa menjadi masalah jika kualitas air dan pakan tambahan tidak terjaga dengan baik. Fluktuasi permintaan juga perlu dipantau agar bisa menyesuaikan stok dan harga jual. Menariknya bisnis budidaya pakan ikan hias hidup bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan karena bisa dibudidayakan. 

Usaha pakan ikan ini bersifat berulang dan semakin banyak penghobies ikan hias maka semakin besar permintaan akan pakan hidup berkualitas. Dengan strategi dan pengelolaan usaha yang baik, bisnis ini bisa berkembang dari skala rumahan menjadi usaha yang menghasilkan penghasilan tetap.

Semoga infonya bermanfaat.



Kuningan Juni 2025

Minggu, 08 Juni 2025

Peternakan berjumlah jutaan ikan hias populer eksotis

Review video youtube kali ini adalah admin channel youtube Aquarium Co-Op dengan judul "CRAZY! Millions of fish at these farms." Yang diilupload pada tanggal 26 April 2020. Vlog video populer di youtube ini akan memperlihatkan kunjungan ke dalam sebuah peternakan ikan hias skala besar yang dikelola dengan teknologi canggih dan sistem manajemen yang sangat efisien. Peternakan ini mampu membudidayakan jutaan ikan hias dengan memanfaatkan berbagai inovasi, mulai dari sistem pengairan yang unik hingga proses pemberian pakan dan pengemasan yang terorganisir dengan baik.


Salah satu yang menarik dalam peternakan ini adalah sistem air mengalir yang dirancang sebaik mungkin di dalam ruangan. Sistem ini memiliki fungsi utama untuk menjaga kualitas air dengan mencegah sisa pakan ikan langsung masuk ke dalam filter, sehingga air tetap bersih dan sehat untuk kehidupan ikan, menjadi faktor terpenting dalam keberhasilan budidayanya. 

Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari untuk memastikan ikan mendapatkan nutrisi yang cukup dan peternakan ini memiliki fasilitas penetasan udang air asin artemia (brine shrimp hatchery) yang terbilang besar. Tempat ini berfungsi sebagai sumber pakan hidup alami dan memiliki aerasi air yang sangat melimpah agar udang bisa berkembang dengan baik. 

Di peternakan ini, berbagai jenis ikan hias dibudidayakan dengan sistem yang teliti. Terlihat dalam video dalam satu aquarium, ada satu ikan jantan yang dipasangkan dengan sepuluh ikan betina dalam sistem pemijahannya. Pemberian pakan dilakukan menggunakan jaring agar makanan tidak berserakan, menunjukkan perhatian terhadap efisiensi dan kebersihan peternakan.

Salah satu jenis ikan yang menjadi perhatian adalah ikan rams, sejenis ikan hias kecil dari keluarga Cichlid yang telah mulai diternakkan sejak tahun 2010. Selain itu, ikan guppy dari indukan berkualitas baik juga dibudidayakan dalam jumlah yang banyak. Dalam satu wadah, jumlahnya begitu padat hingga air tampak seperti bergerak tanda penuh oksigen terlarut juga banyaknya ikan yang bergerak didalam wadah pemeliharaan. 

Di peternakan ini anak ikan guppy ditempatkan dalam wadah khusus yang memiliki keranjang sebagai tempat bersembunyi, agar mereka tidak dimakan oleh induknya. Ini menunjukkan bahwa peternakan ini mempertimbangkan setiap tahap kehidupan ikan dengan sistem yang sangat detail.

Pentingnya aerasi menjadi perhatian dalam operasional peternakan ini untuk memastikan suplai oksigen yang optimal, batu aerasi (airstone) dipasang di seluruh area peternakan. Selain itu, peternakan ini menggunakan sebuah teknologi canggih untuk meningkatkan kadar oksigen dalam air. Dengan sistem ini, jutaan ikan dapat tumbuh dengan sehat dalam lingkungan yang dikontrol dengan baik.

Untuk memberikan gambaran memperlihatkan satu wadah berisi ikan hias cantik dan eksotis ini, dan setelah dihitung, diperkirakan ada sekitar 6.550 ekor ikan angels dalam satu wadah saja. Di lokasi lain dalam peternakan, terdapat kolam besar yang menampung sekitar 16.000 ikan rams serta satu ikan neon blue angel. Secara keseluruhan, peternakan ini diperkirakan memiliki lebih dari satu juta ekor ikan hias dalam sistem budidayanya.

Dalam area khusus untuk anak ikan yang berumur dua bulan, pemberian pakan dilakukan dengan metode otomatis menggunakan conveyor belt. Ban berjalan ini bergerak lambat, menjatuhkan makanan secara bertahap, sehingga ikan-ikan bisa berkumpul di bawahnya dan makan dengan lebih efisien. Sistem otomatisasi ini membantu peternakan dalam memastikan semua ikan mendapatkan makanan dengan cara yang terkontrol dan hemat tenaga.

Di bagian akhir video, akan melihat peternakan koi yang terpisah dari fasilitas utama. Peternakan ini memiliki jumlah ikan koi yang luar biasa banyak, diperkirakan mencapai tiga juta ekor. Sama seperti peternakan utama, sistem pengelolaan air dan pemberian pakan di sini juga mengikuti standar industri yang tinggi.

Setelah ikan-ikan mencapai ukuran yang siap untuk dijual, ikan hias akan masuk ke tahap pengemasan. Area pengemasan di peternakan ini terlihat sangat terorganisir, dengan prosedur yang memastikan ikan tetap sehat selama perjalanan. Setiap kantong ikan diberi udara sebelum disegel, lalu dimasukkan ke dalam styrofoam dan kotak besar. Selanjutnya, ikan siap dikirim ke berbagai tujuan, bahkan hingga ke seluruh Amerika Serikat, yang memiliki jangkauan pasar yang luas.

Secara keseluruhan, video ini memberikan gambaran yang sangat menarik tentang bagaimana bisnis aquakultur khususnya ragam ikan hias populer di dunia dapat berjalan dalam skala industri dengan sistem yang efisien, teknologi canggih serta manajemen yang sangat teliti untuk menghasilkan jutaan ikan hias berkualitas tinggi.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Juni 2025

Sabtu, 17 Mei 2025

Tren Ikan Hias Tahun 2025

Dunia ikan hias terus berkembang, dipengaruhi oleh minat masing-masing penghobies perubahan pasar serta pengaruh dari media sosial. Menurut info dari situs Trobosaqua.com memasuki tahun 2025, industri ikan hias mengalami perubahan trend yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika di tahun 2024 ikan predator lebih banyak diminati, kini para penghobies tertarik pada ikan hias berukuran kecil yang memiliki warna cerah dan corak menarik yang mana lebih mudah dalam perawatannya. 

Di awal tahun 2025, ikan hias berukuran kecil semakin mendominasi tren dan menjadi favorit di kalangan pecinta ikan hias. Beberapa jenis ikan yang kini naik daun dan semakin banyak dicari seperti danio, denisoni, glofish, guppy, molly, neon tetra, pontius. Faktor utama yang membuat ikan-ikan ini semakin populer adalah ukurannya yang kecil, warna cerah yang mencolok, serta karakteristik yang menarik untuk dipelihara dalam aquarium maupun kolam mini.

Selain harga yang semakin terjangkau, media sosial berperan penting dalam peningkatan minat terhadap ikan hias kecil. Trend mini pond molly, yang viral setelah diposting oleh salah satu akun media sosial, menarik perhatian banyak orang untuk mencoba membudidayakan ikan molly di kolam mininya. Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat memengaruhi tren dalam dunia ikan hias dengan memperkenalkan konsep baru yang lebih mudah diterapkan.

Meskipun trend utama tahun 2025 lebih cenderung ke ikan hias kecil, ikan predator juga tetap memiliki peminat setia di kalangan penghobies yang menggemari tantangan dalam memelihara ikan berukuran besar ini. Ikan predator yang paling banyak dicari tetap terdiri dari beberapa jenis populer seperti arwana, channa, luohan, peacock bass. Masing-masing ikan predator ini memiliki daya tarik tersendiri dari segi warna, ukuran serta karakter agresif yang membuatnya tampak lebih menarik dalam aquarium besar.

Jenis peacock bass tetap menjadi favorit dengan beberapa varian dan harga ikan ini bervariasi tergantung ukuran dan jenisnya. Sementara itu, arwana juga masih memiliki permintaan tinggi, terutama untuk ukuran berkisar antara 10 cm hingga 25 cm dari berbagai varian arwana seperti golden red, green pino, irian jardini, silver red, silver red brazil dan super red tetap menjadi incaran kolektor ikan hias, dengan harga berkisar antara ratusan ribu sampai jutaan rupiah perekor. 

Keindahan tubuhnya yang besar dan pola warna yang khas serta sifat agresif yang mencerminkan dominasi dalam aquarium membuat ikan predator tetap digemari oleh para penghobies yang mencari tantangan lebih dalam hal perawatan. Beberapa penghobies bahkan berpendapat bahwa ikan predator memiliki nilai estetika yang lebih tinggi dibandingkan ikan kecil, sehingga rata-rata penghobies tetap mempertahankan koleksi ikan predator meskipun trend saat ini lebih cenderung ke ikan hias kecil.

Berdasarkan trend ini bahwa dunia ikan hias selalu berkembang dan berubah sesuai dengan faktor pasar dan minat penghobies serta pengaruh dari media sosial di internet. Trend yang muncul saat ini belum tentu akan bertahan lama, karena perubahan gaya hidup dan trend visual yang berkembang dapat mengubah minat penghobies dalam beberapa waktu. 

Beberapa faktor yang dapat menentukan masa depan trend ikan hias meliputi perkembangan teknologi aquarium serta kreativitas dalam membuat konsep baru untuk memelihara ikan hias. Jika konsep seperti mini pond molly terus berkembang dan menginspirasi penghobies untuk mencoba jenis ikan kecil lain, trend ikan hias kecil kemungkinan besar akan terus berlanjut. Namun, jika ada inovasi baru yang mampu membuat ikan predator lebih menarik dan mudah dipelihara, peluang bagi trend ikan predator untuk kembali meningkat tetap ada.

Bagi para penghobies ikan hias dengan memahami pola perubahan trend dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam menentukan jenis ikan yang akan dipelihara. Dunia ikan hias tetap menjadi bidang yang menarik untuk diikuti karena selalu ada perubahan dan inovasi yang membuatnya semakin dinamis.

Sumber informasi : Trobosaqua.com

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2025

Minggu, 11 Mei 2025

Guppy full gold ribbon di pasar online

Bagi para penghobies ikan hias, terutama yang terpesona oleh keindahan pemeliharaan ikan guppy dari jenis full gold ribbon, guppy jenis ini akan memancarkan pesona melalui warna tubuhnya yang didominasi oleh nuansa warna emas yang  dipadukan dengan ciri khas ribbon berupa sirip punggung atau ekor yang memanjang (sirip-sirip yang memanjang dan tipis pada ikan pita) 


Daya tarik dari ikan guppy cantik ini terletak pada kombinasi warna emas yang intens dan ciri khas sirip ribbon dan warna emas ini dapat bervariasi dari kuning cerah hingga oranye keemasan yang dalam, memberikan kesan kemewahan dalam pemeliharaannya dalam aquarium. 

Ikan guppy ini merujuk pada mutasi genetik yang menyebabkan pemanjangan sirip punggung atau pada bagian ekor secara signifikan. Sirip yang memanjang ini bergerak dengan anggun tentunya menambah pesona dan keunikan pada penampilannya. Kombinasi antara warna emas dan sirip ribbon yang menjuntai inilah yang menjadikan guppy emas ini sebagai salah satu jenis yang dicari. 

Berdasarkan hasil pencarian di Google untuk kata kunci "Guppy full gold ribbon" didominasi oleh link ke berbagai platform e-commerce atau marketplace online populer di Indonesia seperti Shopee dan Tokopedia, yang mana para penjual ikan hias ini memanfaatkan platform untuk menjangkau pasar yang lebih luas sehingga penghobies yang akan membeli dimudahkan untuk mencari dan membandingkan berbagai penawaran secara online. 

Menariknya, hasil pencarian juga menampilkan variasi harga yaitu beberapa penjual menawarkan dengan harga yang relatif , seperti Rp. 55.000, sementara ada pula penawaran dengan harga yang jauh lebih rendah, bahkan menyentuh angka Rp. 4.000. Perbedaan harga ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti ukuran dan usia ikan berukuran lebih kecil biasanya ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan ikan dewasa yang sudah siap untuk dipijahkan atau memiliki kualitas warna dan ribbon yang lebih baik.

Dalam hasil pencarian online, gambar memainkan peran penting dalam menarik perhatian penghobiea yang ingin pembeli. Seperti di ketahui foto-foto Guppy full gold ribbon yang ditampilkan dalam iklan dan listing produk umumnya menampilkan warna emas yang cerah, serta memperlihatkan dengan detail bentuk sirip ribbon yang memanjang. Kualitas gambar yang baik dan representasi visual yang akurat sangat penting untuk memberikan gambaran yang jelas tentang ikan guppy yang diminati.

Bagi yang tertarik untuk memelihara dan mengoleksi Guppy full gold ribbon, berikut beberapa tips saat mencari dan ingin membeli secara online. Perhatikan kualitas gambar dan amati dengan seksama foto produk yang ditampilkan. Pastikan warna emas terlihat jelas dan intens, serta bentuk sirip ribbon sesuai dengan preferensi. Selain gambar, baca deskripsi produk dengan seksama dan perhatikan informasi mengenai ukuran, usia, jenis kelamin (jika disebutkan) dan kondisi kesehatan ikan.

Untuk membelinya jangan terburu-buru dalam membeli, sebaiknya bandingkan harga dari beberapa penjual di platform yang berbeda untuk mendapatkan penawaran terbaik. Lalu pilih penjual dengan reputasi baik dan ulasan positif dari pembeli sebelumnya. Ini dapat menjadi indikator kualitas produk dan pelayanan yang diberikan, jika perlu untuk bertanya kepada penjual melalui fitur chat jika ada informasi yang kurang jelas seperti pertanyaan spesifik mengenai ikan yang ditawarkan.

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Mei 2025

Minggu, 20 April 2025

Kontes ikan Guppy Sidoarjo 2021

Artikel review video youtube kali ini dibuat untuk memberikan informasi mengenai jenis ikan guppy yang akan dilombakan. Hal ini sangat penting bagi para penghobies ikan guppy yang berminat mengikuti kontes di daerahnys. Video ini diupload oleh channel youtube Delta_Team_Sidoarjo pada 25 Oktober 2021, dengan judul "KONTES GUPPY SIDOARJO 1ST 17 OKTOBER 2021." Melalui video ini, penonton dapat mengetahui detail mengenai jalannya kontes serta berbagai jenis ikan yang ikut berkompetisi.

Para penghobies ikan guppy menghadiri Pasar Ikan Hias Sidoarjo pada tanggal 16 dan 17 Oktober 2021. Momen itu merupakan suasana kontes ikan guppy dengan semangat kompetisi dan kekaguman akan keindahan salah satu primadona ikan aquarium ukuran kecil berisi ikan guppy yang layak dikonteskan. Kontes Guppy Regional Jawa Sidoarjo 2021 berhasil menarik perhatian para penggemar guppy dari berbagai penjuru Jawa Timur, bahkan mungkin lebih luas. 



Daftar kelas yang dilombakan dalam kontes ini beragam dari jenis ikan guppy mulai dari kelas solid yang menampilkan kesatuan warna yang memikat, hingga kelas albino solid dengan pigmen pucat yang justru menghadirkan keanggunan tersendiri. Para peserta ditantang untuk menampilkan guppy terbaik dalam berbagai kategori, termasuk bicolor/tuxedo dengan kombinasi dua warna yang kontras, albino bicolor/tuxedo yang memadukan kepucatan albino dengan pola warna yang elegan, serta lace yang terkenal dengan corak seperti renda yang halus.

Ada juga kelas-kelas seperti grass dengan pola bintik-bintik yang menyerupai hamparan rumput, mozaik delta dengan pola rumit yang membentuk ekor lebar berbentuk delta, dan cobra snake skin dengan pola sisik menyerupai kulit ular kobra atau kelas albino Plpattern dan halfmoon open semakin menambah variasi dan persaingan dalam kontes ini.

Baca juga: Koi shiro utsuri incaran di lelang koi show 

Bagi para peternak yang fokus pada pengembangan genetik tertentu seperti Female Open menjadi panggung untuk memamerkan kualitas indukan betina terbaik. Sementara itu, AOT (Any Other Tail) memberikan ruang bagi inovasi dan eksplorasi bentuk ekor di luar pakem yang sudah ada. Ada juga juve solid/albino dan  juve tuxedo/albino menjadi ajang pembuktian bagi bibit-bibit unggul masa depan, dan juve pattern/slbino melengkapi penilaian. 

Dengan kuota sebanyak 500 aquarium ini terlihat seru memperlihatkan persaingan dalam setiap ikan guppy yang di konteskan. Para juri yang kompeten tentu memiliki standar penilaian yang ketat, mengamati setiap detail mulai dari bentuk tubuh, warna, pola hingga kesehatan dan presentasi ikan. 

Hadiah yang ditawarkan pun tidak main-main yaitu uang tunai sebesar Rp 2.000.000 untuk Reguler Grand Champion dan Rp 1.000.000 untuk Juve Grand Champion tentu menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta. Selain itu, uang pembinaan untuk juara 1, 2, dan 3 di setiap kelas serta sertifikat penghargaan menjadi pengakuan atas kualitas guppy yang berhasil memenangkan penilaian juri. Sebagai info untuk pendaftaran bagi para calon peserta ada dua cara pembayaran yaitu secara online dengan biaya Rp 35.000 atau bagi yang lebih memilih interaksi langsung, pendaftaran offline dengan biaya Rp 40.000.

Dukungan dari Yanjaya Fotocopy dan Takari, Takagi sendiri adlah merek yang dikenal dalam industri pakan ikan hias dan perlengkapan aquarium, semakin memperkuat kredibilitas acara ini. Keterlibatan Takari menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan dunia ikan hias di Indonesia, bukan hanya dari sisi produknya yang berkualitas baik tapi juga melalui partisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan komunitas.

Acara ini berhasil menjaring para penghobies guppy untuk berkumpul dan berkompetisi, tetapi juga menjadi ajang promosi potensi Sidoarjo sebagai salah satu sentra ikan hias di Jawa Timur. Keberhasilan acara ini diharapkan dapat memicu penyelenggaraan kontes-kontes serupa kedepannya dan semakin mempopulerkan ikan guppy untuk mempererat tali persaudaraan antar penggemarnya. 

Perlu diketahui juga adanya peraturan mengenai ikan yang sudah didaftarkan tidak dapat dibatalkan menunjukkan keseriusan panitia dalam menjaga kelancaran acara dan menghargai komitmen peserta lain. Imbauan untuk menjaga jarak sosial (social distancing) yang tertera di poster juga menjadi pengingat akan pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi.

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan April 2025

Minggu, 06 April 2025

Ikan Cawing Hidung yang bisa jadi ikan hias

Ikan Cawing Hidung atau yang dikenal sebagai Ikan Pasa’ (Pasak) oleh masyarakat Dayak di sepanjang Sungai Bahau, merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang keberadaannya semakin terancam, terutama di wilayah Sumatera. Karena kondisi populasinya yang semakin memprihatinkan, pemerintah Indonesia telah menetapkan ikan ini sebagai satwa yang dilindungi sesuai dengan peraturan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ikan ini memiliki ukuran panjang sekitar 28,3 cm dan tersebar di perairan Sumatera serta Kalimantan. Di Kalimantan, khususnya di daerah Kalimantan Utara, ikan Pasa’ masih dapat ditemukan di perairan Sungai Bahau yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang. Meski demikian, ikan ini bukanlah jenis ikan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Umumnya, ikan Pasa’ hanya dikonsumsi sebagai pilihan terakhir apabila jenis ikan lain tidak tersedia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya tulang dalam tubuh ikan ini, sehingga cukup merepotkan saat dikonsumsi. Selain itu, rasa dari ikan Pasa’ dinilai kurang enak jika dibandingkan dengan ikan lain seperti Pelian atau Padek.

Yang menarik, pemanfaatan ikan ini memiliki perbedaan yang cukup mencolok di berbagai wilayah Indonesia. Di Kalimantan, ikan Pasa’ memang masuk dalam kategori ikan konsumsi, tetapi hanya sebagai alternatif ketika jenis ikan lain sulit didapat. Sementara itu, di Pulau Jawa dan beberapa daerah lainnya, ikan ini lebih dihargai sebagai ikan hias dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan ikan ini dibatasi oleh pemerintah melalui regulasi untuk menjaga keberlanjutan populasinya di alam liar.

Melihat keberadaan ikan ini yang semakin terancam, diperlukan pengawasan yang lebih intensif terhadap pemanfaatannya, khususnya di kawasan konservasi seperti Taman Nasional Kayan Mentarang. Pengelolaan kolaboratif antara masyarakat setempat dan pemerintah menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian ekosistem. Masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Bahau memiliki peran besar dalam pelestarian ikan Pasa’, baik melalui kelembagaan adat maupun sebagai bagian dari pengelola kawasan. Dengan kerja sama yang baik, ekosistem perairan dan populasi ikan Pasa’ dapat terus terjaga agar tetap lestari di alam.

Perlindungan ikan Pasa’ menjadi hal yang penting untuk mencegah kepunahannya. Upaya konservasi dan pemantauan populasi ikan ini harus ditingkatkan, terutama di habitat aslinya di Kalimantan dan Sumatera. Dengan pelestarian yang tepat, ikan Cawing Hidung bisa tetap menjadi bagian dari keanekaragaman hayati Indonesia untuk generasi mendatang.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan April 2025



Sumber informasi artikel https://ksdae.menlhk.go.id/berita/7592/Ikan-Pasa-Dari-Ikan-Konsumsi-Menjadi-Ikan-Hias.html

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741

Download E-book Inspirasi

Dengan memasukkan email rekan pembaca untuk mendapatkan link download E-book Inspirasi PDF secara gratis.

Dapatkan E-book Sekarang