Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas
Tampilkan postingan dengan label Discus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Discus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Mei 2026

Memilih teman aquarium untuk ikan discus

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel AquaShare_ Indonesia yang diupload pada tanggal 19 Oktober 2019 dengan judul " IKAN DISCUS -TEMAN YANG COCOK - IKAN PEMBERSIH - TANK MATE DISCUS - DISCUS FISH". 


Sebagai raja ikan dalam aquarium air tawar ikan Discus terdapat keindahan bentuk dan warnanya yang luar biasa. Memilih teman satu aquarium untuk ikan ini memerlukan ketelitian agar ekosistem di dalam air tetap seimbang. Ikan Discus memiliki karakter yang tenang namun sensitif, sehingga tidak semua jenis ikan bisa hidup berdampingan dengannya. Pemilihan ikan pendamping yang tepat akan membantu ikan Discus merasa lebih nyaman dan tidak mudah stres.

Jenis ikan pertama yang sangat direkomendasikan sebagai teman ikan Discus adalah kelompok ikan pembersih seperti Corydoras atau ikan Botia merupakan pilihan yang sangat baik karena ikan aktif bergerak di dasar aquarium untuk mencari sisa-sisa makanan. Dengan adanya ikan Corydoras akan membantu menjaga kualitas air dengan cara memakan kotoran organik yang tertinggal di substrat sebelum membusuk. 

Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan terkait ikan sapu-sapu seperti jenis Chinese Algae Eater. Menurut penjelasan admin channel ikan jenis ini sebaiknya dihindari karena saat tumbuh dewasa, ikan ini memiliki kebiasaan buruk menempel pada tubuh ikan Discus untuk menghisap lendirnya, yang bisa menyebabkan luka atau infeksi.

Selain ikan pembersih, ikan hias berukuran kecil yang hidup berkelompok juga bisa menjadi pilihan menarik. Ikan seperti Neon Tetra, Cardinal Tetra, Rummy Nose Tetra, dan Amber Tetra memberikan nuansa warna-warni yang indah di dalam aquarium. 

Ikan-ikan berukuran kecil ini berfungsi sebagai indikator keamanan bagi ikan Discus. Jika ikan-ikan kecil ini berenang dengan bebas, ikan Discus akan merasa lingkungan sekitarnya aman dari ancaman. Sebelum memasukkan ikan kecil ini, pastikan proses karantina dilakukan dengan benar agar tidak ada bibit penyakit seperti bintik putih yang masuk ke dalam air.

Beberapa jenis ikan teritorial berukuran sedang seperti Angel Fish atau Manfish serta ikan Ramirezi juga bisa dipelihara bersama ikan Discus. Meskipun sama-sama memiliki sifat menjaga wilayah, ikan-ikan ini tetap bisa akur asalkan ruang geraknya mencukupi. 

Untuk menjaga kedamaian di dalam aquarium, disarankan agar jumlah ikan Discus lebih banyak daripada ikan Angel Fish. Perbandingan yang ideal adalah tiga atau empat ekor ikan Discus untuk setiap satu ekor ikan Angel Fish. Hal ini bertujuan agar ikan Discus tetap mendominasi lingkungan dan tidak merasa terganggu oleh kehadiran ikan teritorial lainnya.

Berdasarkan tanggapan dan komentar pada video terdapat berbagai pengalaman dan saran tambahan yang memperkaya informasi mengenai perawatan ikan Discus, dan merasa terbantu dengan penjelasan sehingga para pemula yang baru ingin mencoba memelihara ikan ini bisa memahami langkah-langkahnya dengan mudah.

Dalam hal menjaga kebersihan aquarium, beberapa penghobies lain memberikan saran alternatif mengenai jenis ikan pembersih yang aman. Selain jenis yang sudah disebutkan sebelumnya, ikan Borneo Sucker dinilai memiliki sifat yang bersahabat dan cocok jika dicampur dengan ikan Discus. Ada pula pengalaman yang menyebutkan bahwa penggunaan ikan pembersih tertentu sangat efektif dalam menjaga dasar aquarium tetap bersih tanpa mengganggu ikan lainnya.

Di sisi lain, para pemelihara ikan juga memperkuat peringatan mengenai bahaya ikan sapu-sapu. Menurut pengalamannya menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu benar-benar bisa merusak tekstur tubuh ikan Discus dan memicu stres yang cukup parah. Berbagai masukan ini menunjukkan pentingnya memilih teman satu aquarium yang sesuai agar ikan Discus tetap berenang dengan tenang.

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Mei 2026

Senin, 16 Desember 2024

Risca Maulia pembudidaya black ghost dan discus

Risca Maulia adalah seorang pembudidaya ikan hias jenis black ghost dan discus, sekaligus pemilik usaha Discus Ryby. Usaha budidayanya terletak di kawasan Jatibening Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat. Keberhasilan Risca dalam dunia perikanan hias ini tidak lepas dari dukungan keluarga dan kecintaannya terhadap ikan. Seperti yang ditampilkan dalam vlog video wawancara dari channel Lentera Tiga yang diupload di youtube 14 Desember 2024.

Sebelum Risca terjun ke dunia perikanan, ayahnya telah lebih dulu menjalankan bisnis pembesaran ikan hias black ghost dan Discus sejak tahun 1997, yang mana pada tahun 2009 mulai fokus pada budidaya kedua jenis ikan hias yang populer ini di Indonesia. Risca yang kini berusia 27 tahun mulai menaruh perhatian pada ikan hias pada tahun 2016 yang pada saat itu, stok ikan discus di rumahnya terbilang melimpah sehingga orang tuanya bingung bagaimana mengelolanya.

Sebagai mahasiswi jurusan informasi yang lulus pada tahun 2019, Risca melihat peluang untuk memasarkan ikan-ikan tersebut melalui media sosial dan mulai mencoba menjual ikan discus di Facebook dan Instagram. Ternyata, upayanya dengan memasarkan secara online ini berhasil dengan baik, dan ada pesanan yang masuk dari berbagai tempat. Saat itu, Risca masih  kuliah semester awal di Universitas Gunadarma dan mulai mengenal lebih dalam tentang ikan discus.

Kata "Discus" diambil dari jenis ikan yang dibudidayakan, sementara "Ryby" berasal dari bahasa Slovakia yang berarti ikan menggunakan translate online. Risca mulai terpikir untuk membuat brand usaha yang diberi nama Discus Ryby. Berdasarkan informasi dari channel youtube Lentera Tiga, ikan Discus sangat digandrungi oleh orang-orang Asia karena keunikannya, sementara ikan black ghost lebih diarahkan untuk pasar ekspor menurut Risca.

Ikan black ghost dipilih karena termasuk laris dalam penjualannya. Ikan ini bisa dijual dalam berbagai ukuran mulai dari larva untuk pasar lokal hingga ukuran lebih besar untuk ekspor. Sementara itu, ikan Discus biasanya dijual dalam ukuran sekitar 1 inci kepada pedagang ikan hias. Bisa dikatakan Risca berhasil membudidayakan ikan hiad ini untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan internasional.

Saat ini, Discus Ryby cukup dikenal sebagai salah satu farm ikan hias mumpuni di Bekasi, Jawa Barat terlihat dari pengelolaan budidaya ikan hias menggunakan aquarium-aquarium dalam jumlah banyak lengkap dengan water treatmennya. menurut admin pribadi kesuksesan ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga membuktikan bahwa dengan semangat dan konsisten terhadap bidang yang ditekuni hal-hal besar bisa dicapai.

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang perjalanan dan kisah keberhasilan Risca Maulia dalam membudidayakan ikan hias, serta melihat langsung cara breeding dan peluang dari ikan-ikan discus dan black ghost yang dibudidayakan, bisa mengunjungi channel youtube Lentera Tiga, vlog videonya dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi siapa yang tertarik dalam dunia perikanan hias.

Semoga infonya bermanfaat.


Kuningan Desember 2024

Selasa, 20 Februari 2024

Ciri Ikan discus mengalami stres

Discus red melon
sumber gambar Channel Youtube Europa Discus Center

Artikel kali ini adalah tentang ciri ikan diskus mengalami stres yaitu keadaan ikan menjadi kurang normal didalam aquarium.

Ada beberapa ciri ikan diskus terlihat kurang normal tentunya sebagai penghobi ikan hias perlu mengetahui keadaan ikan peliharaannya agar selalu sehat yang akan terlihat keindahannya di dalam aquarium.

Berikut adalah 3 ciri ikan discus mengalami stres yang bisa admin tulis.

1. Warna sisik ikan tampak menghitam dan gelap.

2. Ikan selalu mojok di ujung aquarium.

3. Ikan mulai malas makan.

Menurut pengalaman admin penanganannya agar tidak mudah stres cukup sederhana yaitu  selalu menjaga kebersihan air dan menjaga suhu air aquarium yaitu menggunakan pemanas air seperti merek Heater Eheim Thermocontrol e. Mengenai penggunaan pemanas air admin menghidupkan ketika cuaca sangat dingin seperti waktu musim hujan maka alat ini bisa dipakai untuk menjaga suhu air agar konsisten stabil dan kesehatan ikan itu sendiri dari serangan jamur yang bisa tumbuh subur ditubuh ikan. Pendapat lain yaitu bahwa ikan discus memang menyukai air agak hangat dan bisa tumbuh baik maka pemanas air ini dibutuhkan.

Sementara aerator masih digunakan setiap saat dan fungsi dari aerator sebagai suplai udara untuk menyegarkan kondisi air. Aerator ini sangat bermanfaat bagi ikan discus karena kita memeliharanya didalam aquarium bukan di alam aslinya sehingga ikan bisa hidup nyaman.

Menjaga kebersihan air sangat penting dilakukan karena ikan ini termasuk ikan hias yang sangat sensitif terhadap perubahan air misalnya air mengalami bau, hal ini dapat menyebabkan ikan stres dan kemungkinan besar mengalami kematian. Jadi perlu penanganan terbaik untuk menjaga kualitas air tetap sehat sehingga ikan discus nyaman di aquarium.

Jadi penanganannya sederhana yaitu selalu menjaga kualitas air tetap sehat dan bersih seperti sering menyifon atau mengeluarkan kotoran ikan didasar aquarium dengan selang dan jika perlu mengganti air aquarium sekitar 30 persen dalam jangka waktu tertentu.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu rekan pembaca yang memelihara ikan discus.


Kuningan Februari 2024

Rabu, 02 Januari 2019

Tentang Breeding Ikan Diskus yang Unik

Tentang Breeding  Ikan Diskus yang Unik

Ikan discus mempunyai cara unik untuk melakukan perkawinan dan ikan ini juga sangat sensitif terhadap air tawar  pemeliharaannya.

Bagaimana cara  untuk mengembang biakkan ikan diskus yang umum dilakukan. Biasanya  para peternak akan mengambil  lebih dari 3 pasang atau berjumlah 6 ekor terdiri dari 3 jantan dan 3 betina yang sudah dewasa. Hal ini akan membiarkan ikan diskus ini membentuk pasangannya sendiri.

Saat pasangan terbentuk mereka akan memilih wilayah pengembang biakan di dalam akuarium dan mempertahankannya dari pasangan ikan diskus lain. Ketika kita melihat ini terjadi, disarankan untuk memindahkan pasangan ikan diskus ke akuarium terpisah.

Saat masa masa pengembang biakan ikan diskus akan meletakan telur di media  seperti kerucut (media dapat dibeli di toko  aquarium khusus penjual diskus) atau paralon.

Pasangan induk diskus akan merawat telur telur itu sampai menetas. Setelah telur menetas induk diskus mulai mengeluarkan sejenis lendir dari tubuh mereka di mana anakan diskus akan memakan selama beberapa minggu.

Sumber gambar screenshot channel Tony xq 

Setelah mengikuti induknya selama kurang lebih satu bulan anakan dan indukan dapat dipisahkan. Dimaksudkan agar anakan dapat mandiri untuk mencari makan sendiri. Menurut beberapa pembudidaya yang telah berhasil ada baiknya anakan ikan diberikan pakan daphnia hasil budidaya karena lebih aman dan bersih.

Saya sendiri belum pernah mengembang biakan ikan diskus Insya Allah jika ada waktu bisa Breeding sendiri :D.



Kuningan Januari 2019

Senin, 23 Juni 2014

Cemerlangkan warna ikan Discus


Cemerlangkan warna ikan Discus

Ada banyak penyebab warna ikan discus jadi buram. Semisal kondisi air tidak memenuhi syarat, penyakit internal, ketakutan, dan perawatan yang tidak benar. Nah, setiap penyebab itu butuh cara penyelesaian yang berbeda.

Perlu aklimatisasi
Kekeliruan sering dilakukan sejak awal pemeliharaan, setelah ikan dibeli, hobiis pemula kerap langsung memasukan ikan bundar itu dalam aquarium baru.

Baca juga : Tentang aklimatisasi ikan di kolam

Seperti di ketahui, temperatur air dalam plastik tempat ikan berbeda dengan suhu air dalam akuarium. Akibat perbedaan suhu itu, discus mengalami shock. Akibatnya, warna discus spontan memudar.

Sebelum dimasukan ke dalam akuarium, discus perlu menjalani aklimatisasi (penyesesuaian diri dengan lingkungan) lebih dulu. Caranya mudah, masukan discus bersama dengan plastik pembungkusnya ke dalam akuarium.

Baca juga : Tentang Breeding Ikan Discus yang Unik

lakukan langkah itu selama 15-20 menit. Setelah suhu air sama, pengikat plastik boleh dibuka, lalu discus dilepas secara perlahan-lahan ke dalam akuarium.

Warna discus bisa mendadak berubah jadi gelap kalau ia mengalami ketakutan. Umumnya hal itu dialami oleh discus yang baru dibeli. Untuk menghindari itu, taruh discus di tempat tenang, jauh dari hilir-mudik orang.

Discus menghendaki temperatur air berkisar 28-30 derajat celcius. Beberapa jenis discus sangat  peka terhadap temperatur rendah. Semisal Golden Ruby, Snake dan Golden Ghost. Kondisi temperatur air bisa dipertahankan dengan  jalan memasang  heater.

Pada hari-hari pertama, discus tetap mengalami tekanan batin, ia butuh untuk penyesuaian diri dengan lingkungannya yang baru. Langkah diatas paling tidak bisa mengurangi tingkat stres, sehingga discus bisa mempercepat proses penyesuaian diri.

pH dan dH harus pas
Selain suhu, sifat kimia air juga turut menentukan kemolekan warna tubuh discus. Air dengan dH (kesadahan) dan pH (keasaman) yang tidak pas sering mengakibatkan discus jadi kusam.

Kesadahan air dipengaruhi oleh kadar magnesium (Mg), Kalsium (Ca), dan natrium (Na) yang terlarut dalam air.

Semakin banyak zat tersebut di dalam air, semakin tinggi tingkat kesadahannya. Air berkesadahan tinggi umumnya terdapat di daerah bertanah kapur.

Discus bisa hidup sehat dalam air yang memiliki dH berkisar 1,2-2,8. Sedangkan pH yang diinginkan berkisar 6-7.

Menurut peternak discus dari Jakarta, dH yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan terhambanya produksi lendir dilapisan kulit ikan.

Baca juga : Discus Red Melon diminati penghobbies

Kalau hal ini terjadi, kulit discus akan mudah mengalami iritasi dan terinfeksi kuman. Akhirnya, warna badan pun menjadi kusam. sedangkan dH yang terlalu rendah sering menyebabkan discus mudah di terjang penyakit "kepala lubang" dan kerusakan sirip.

Karena itu dH dan pH harus rajin dipantau. Sifat Kimia air tersebut bisa diukur dengan bantuan dGH tester dan pH tester. Cairan itu dijual di toko perlengkapan akuarium.

Discus termasuk jenis ikan black water. Artinya, ia butuh kondisi air ber pH agak rendah. Kondisi semacam itu bisa direkayasa. Masukan daun ketapang  atau black piet ke dalam akuarium.

Baca juga : Tentang air black water untuk ikan hias

Warna  badan discus buram juga bisa di picu oleh zat beracun yang terlarut dalam air. Unsur yang sering meracuni discus yaitu klorin (Cl). Zat itu biasanya terkandung dalam air ledeng. Karena itu sebaiknya hindarilah pemakaian air ledeng.

Discus yang mengalami keracunan klorin harus segera ditolong. Caranya mudah gantilah air dengan air baru yang tidak mengandung klorin. Larutkan antibiotik dan garam ikan kedalam air. Dosis pemakaian bisa dilihat di kemasan. Penggantian air setiap hari dan lakukan sampai hari kelima.

Baca juga : Obat antibiotik ikan hias Koukkai 

Sementara faktor lain yang dianggap bisa mencemerlangkan tubuh discus yaitu pakan. Udang dan spirulina dipercaya bisa memperbaiki warna kuning.

Nah, makanya untuk discus kesayangan, air dan pakan tidak boleh sembarangan.



Sumber artikel : Tabloid Flona edisi 20/tahun I/ 29 November-12 Desember 2004
( Cemerlangkan discus-Pakan pas air berkualitas)



Kuningan Juni 2014



Artikel terkait


Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741

Download E-book Inspirasi

Dengan memasukkan email rekan pembaca untuk mendapatkan link download E-book Inspirasi PDF secara gratis.

Dapatkan E-book Sekarang