Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas
Tampilkan postingan dengan label Review video youtube. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review video youtube. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Februari 2026

Beli emas, tanam sayur atau pelihara ayam?

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Tsabit Garden yang diupload pada tanggal 25 Oktober 2025 dengan judul " Krisis Datang Lagi: Beli Emas, Tanam Sayur, atau Pelihara Ayam?". 

Dalam video berdurasi sekitar 5 menit ini admin channel menjelaskan apa yang perlu dilakukan dalam hal memutar uang apakah dengan investasi emas atau investasi aset hidup seperti berkebun atau beternak seperti budidaya sayuran hingga hewan unggas di lahan yang memadai. 


Di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, hingga biaya listrik, masyarakat kembali dihadapkan pada kekhawatiran krisis ekonomi dan meningkatnya beban hidup. 

Hal yang akan timbul mendorong orang untuk mengambil langkah cepat, dengan sebagian memilih mengamankan aset dalam bentuk emas, sementara yang lain mencari strategi bertahan hidup yang lebih praktis dengan caranya masing-masing. 

Hal ini penting untuk keberlangsungan finansial yaitu manakah pilihan terbaik untuk menghadapi masa-masa yang ada penambahan tekanan hidup, apakah dengan membeli emas sebagai penjamin nilai, menanam sayur untuk kemandirian pangan atau memelihara ayam sebagai sumber protein dan aset hidup yang sangat bisa berkembang dengan cara dibudidayakan secara intensif. 

Secara historis dan pada umunya emas dikenal sebagai simbol keamanan dan pelindung nilai safe haven yang nilainya diakui di seluruh dunia. Sudah dari sejak lama orang telah menyimpan emas untuk melindungi hartanya dari dampak inflasi karena nilainya relatif stabil, mudah dijual dan diakui. 

Akan tetapi, dalam video animasi bergambar ini menjelaskan bahwa meskipun emas memberikan rasa aman, emas memiliki keterbatasan karena sifatnya yang pasif dan tidak produktif, dimana emas digambarkan sebagai "tempat berlindung, bukan mesin uang". 

Artinya, jika seseorang memiliki 10 gram emas hari ini, setahun mendatang jumlah fisiknya akan tetap 10 gram, yaitu emas tidak bertambah banyak dan tidak menghasilkan aliran kas secara langsung walaupun nilainya cenderung bertambah dari tahun ke tahun. 

Di masa krisis, kebutuhan akan aset yang bisa menghasilkan atau menjadi sumber penghidupan sehari-hari mungkin menjadi lebih penting daripada sekadar aset yang nilainya hanya disimpan. 

Sebaliknya, berkebun atau beternak seperti menanam sayur dan memelihara ayam mewakili jenis aset yang produktif dan memberikan kemandirian, meskipun terkesan sebagai aktivitas kecil. 

Menanam sayuran di halaman, seperti memiliki 20 pot cabai, dapat menjadi sumber penghasilan kecil yang stabil atau, minimal, menghemat pengeluaran belanja harian untuk komoditas sayuran seperti kangkung, bayam dan seledri. 

Pilihan ini akan membuat kemandirian pangan, dimana seseorang tidak sepenuhnya bergantung pada fluktuasi pasar. Sementara itu, dengan memelihara ayam semisal ayam kampung dianggap sebagai aset hidup yang sering diremehkan namun produktif. 

Dengan modal awal yang relatif kecil, ternak ini dapat menyediakan telur, daging dan bahkan pupuk organik dari kotorannya. Keunggulan dari beternak sendiri adalah kemampuannya untuk berkembang biak. 

Berbeda dengan emas yang diam, ayam bisa bertumbuh dari 10 ekor menjadi 30 atau 50 ekor, artinya nilainya bertambah secara organik dan menjadi sumber protein yang kebutuhannya tetap tinggi bahkan saat krisis. 

Kesimpulannya, dalam menghadapi krisis, strategi terbaik upayakan untuk menyeimbangkan antara keamanan dan produktivitas. Uang sebaiknya dimanfaatkan secara produktif, seperti membeli sedikit emas bisa jadi pegangan finansial, namun alokasi dana untuk usaha produktif seperti berkebun atau beternak sangat dianjurkan.

Strategi terbaik adalah menggabungkan ketiganya secara proporsional menyimpan sedikit emas sebagai cadangan finansial, menanam sayur untuk konsumsi harian dan penghematan di dapur, serta memelihara ayam sebagai sumber protein sekaligus aset hidup yang dapat berkembang. 

Di masa-masa sulit, yang paling mampu bertahan bukanlah yang terkuat, melainkan bagi yang paling cepat beradaptasi. Adaptasi ini bisa dimulai dari langkah sederhana yaitu dengan mengubah hal kecil seperti menanam sayuran atau memelihara ternak di belakang rumah menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan dan akan menumbuhkan aset

Dengan ini, seseorang akan mampu bertahan juga tumbuh dan bangkit menghadapi ketidakpastian. Karena di masa sulit, yang paling mampu adalah seseorang yang paling cepat beradaptasi seperti yang dijelaskan dalam video yang menginspirasi ini. 

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Februari 2026

Rabu, 11 Februari 2026

Sumbu api dari bahan serabut baja tahan lama

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel youtube luar negeri yang sangat inovatif yaitu LastBush Survival yang diupload pada tanggal 18 Desember 2024 dengan judul "How To Make an INFINITE CANDLE Wick – Burns Forever!". Walaupun video ini tidak suara dari admin channel namun para penonton videonya bisa memahami apa yang dilakukan karena di lakukan dengan cara yang sederhana sekali namun banyak faedahnya.

Konsep lilin dengan sumbu "abadi" muncul dari gagasan sederhana yaitu mengganti sumbu tradisional seperti kapas dengan serabut baja. Baja memiliki titik lebur yang sangat tinggi sehingga tidak akan ikut terbakar habis seperti kapas. Dengan begitu, sumbu baja hanya berfungsi sebagai media kapiler yang menarik cairan lilin ke atas untuk dibakar, sementara yang benar-benar terbakar tetaplah lilin itu sendiri,  hasilnya, sumbu tetap utuh dan bisa digunakan berulang kali.

Untuk membuatnya, bahan yang dibutuhkan pun sangat mudah ditemukan dan hanya perlu serabut baja halusnyang umumnya digunakan untuk menggosok alat memasak di dapur, lilin parafin atau lilin bekas, wadah logam kecil seperti kaleng atau wadah lilin tealight, serta alat serbaguna untuk memotong dan menjepit serabut baja. Dari bahan sederhana ini, tercipta sebuah lilin yang berbeda dari biasanya.

Langkah pembuatannya cukup sederhana yaitu ambil sedikit serabut baja lalu pelintir hingga membentuk tali kecil yang padat menyerupai sumbu. Setelah itu, masukkan ke penyangga sumbu pada wadah lilin. Isi wadah dengan lilin cair atau potongan lilin bekas, lalu letakkan sumbu baja di tengah. Saat dinyalakan, api akan menyala seperti lilin biasa, namun sumbunya tidak akan habis.

Keunggulan dari lilin ini adalah perawatannya yang sangat mudah dan tidak perlu mengganti sumbu, cukup tambahkan lilin baru ke dalam wadah ketika mulai menipis. Dengan cara ini, lilin bisa digunakan berulang kali tanpa khawatir kehabisan sumbu. Konsep ini sangat praktis untuk situasi tertentu seperti saat berkemah dan camping di alam bebas.

Meski terlihat sederhana, tetap ada hal yang perlu diperhatikan dengan menggunakan wadah yang tahan panas dan letakkan lilin di tempat yang aman. Api dari lilin dengan sumbu baja bisa bertahan lama, sehingga penting untuk selalu mengawasi penggunaannya. Dengan sedikit kreativitas. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Selasa, 10 Februari 2026

Merawat burayak manfish agar sehat

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Prie Java yang diupload pada tanggal 5 Februari 2021 dengan judul "Tips agar burayak ikan manfish tak mudah mati dan hidup banyak sampai besar". 

Merawat burayak manfish memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian, terutama bagi pemula yang baru mencoba membudidayakan ikan hias ini. Salah satu hal penting yang sering diabaikan adalah kualitas air. Banyak orang terbiasa menggunakan obat anti jamur berupa “air biru”, padahal pengalaman praktis menunjukkan bahwa daun ketapang jauh lebih efektif. 

Daun ketapang tidak hanya menjaga kualitas air tetap stabil, tetapi juga membuat kondisi alami yang mendukung pertumbuhan burayak. Dengan cara ini, tingkat kelangsungan hidup burayak bisa lebih tinggi, sehingga peluang mereka tumbuh besar pun semakin besar.

Selain kualitas air, pemberian pakan juga menjadi faktor penentu dimana burayak yang baru belajar berenang sangat bergantung pada ketepatan waktu pemberian pakan. Jika telat, risiko kematian meningkat karena ikan yang masih kecil ini belum mampu bertahan lama tanpa makanan. Artemia digunakan sebagai pakan terbaik untuk fase awal karena ukurannya kecil dan kandungan nutrisinya tinggi. 

Namun, jika artemia sulit didapat kutu air  bisa menjadi alternatif yang baik. Seiring bertambahnya usia, burayak dapat diberi jentik nyamuk, yang lebih besar dan sesuai dengan kemampuan mulut mereka. Pergantian jenis pakan ini harus dilakukan secara bertahap agar burayak bisa beradaptasi dengan baik.

Kualitas air yang menurun juga sering menjadi penyebab kematian burayak. Jika terlihat ada burayak yang mati setiap hari, meskipun hanya satu atau dua ekor, itu pertanda bahwa kondisi air sudah tidak ideal. Langkah terbaik adalah segera memindahkan burayak ke wadah atau akuarium baru yang airnya sudah diendapkan selama dua hingga tiga hari. Air yang segar dan bebas dari bau tidak sedap akan membantu burayak bertahan hidup lebih lama. Dengan begitu, siklus kematian beruntun bisa dihentikan dan populasi burayak tetap terjaga.

Perawatan yang konsisten akan terlihat hasilnya dalam beberapa minggu. Contohnya, burayak yang berusia sekitar 2 bulanan dapat tumbuh hingga seukuran kuku jempol tangan. Jika dirawat dengan baik, jumlahnya bisa mencapai ratusan ekor, seperti yang ditunjukkan dalam video dengan sekitar 400 ekor burayak yang sudah dipindahkan ke kolam terpal. 

Hal ini membuktikan bahwa kombinasi antara penggunaan daun ketapang, manajemen pakan yang tepat, serta pemindahan wadah saat diperlukan benar-benar efektif dalam menjaga kelangsungan hidup burayak manfish. Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana ini, pemula sekalipun bisa berhasil membesarkan burayak hingga menjadi ikan dewasa yang sehat dan indah.  

Video yang membahas tips merawat burayak manfish ternyata memancing banyak komentar dari para penonton, terutama mereka yang pernah mengalami kesulitan dalam membesarkan anak ikan ini. Komentar-komentar tersebut memperlihatkan pentingnya berbagi pengalaman, sekaligus menjadi wadah diskusi antara pemula dan admin channel.

Salah satu komentar yang cukup menarik datang dari seorang penonton yang mengaku sering gagal ketika menggunakan “air biru”. Ia menulis, “Pantes saya pake air biru mati terus. Alhamdulillah ilmunya bg, makasih sukses terus.” Komentar ini kemudian dijawab oleh admin channel dengan penuh empati dan pengalaman pribadi “Amiin, sama bang dulu awal-awal saya juga pake air biru, tapi gagal terus sampai pusing 😀. Terima kasih juga bang sudah mampir 🙏.” Jawaban tersebut menunjukkan bahwa kegagalan adalah hal yang wajar di awal, namun bisa diatasi dengan mencoba metode lain seperti penggunaan daun ketapang.

Ada pula komentar lain yang lebih panjang, berisi curahan pengalaman seorang penonton yang sudah berulang kali mencoba namun hasilnya tetap mengecewakan. Ia menulis, “Berulang kali bisa berenang. Berulang kali juga pada mati semua 😥. Dari media baskom, sterfom box. Pakan artemia. Ketapang/obat biru. Solusi ke depannya gimana bang?” Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh admin channel dengan nasihat yang menenangkan: “Sabar dan telaten bang, sambil mengamati penyebab kematian, nanti juga ketemu jalannya. Coba burayaknya ditempatin di akuarium, airnya kurang lebih 15 cm saja 🙏.”

Dari interaksi tersebut terlihat bahwa komunitas pecinta ikan hias, khususnya manfish, saling mendukung dan berbagi pengalaman. Admin channel tidak hanya memberikan tips teknis, tetapi juga dorongan moral agar para pemula tetap sabar dan telaten. Diskusi di kolom komentar menjadi bukti bahwa proses belajar merawat burayak memang penuh tantangan, namun dengan kesabaran dan pengamatan yang baik, jalan keluar akan ditemukan.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Minggu, 08 Februari 2026

Strategi bisnis sukses Nabi Muhammad SAW

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel MAJU SATU LANGKAH yang diupload pada tanggal 1 Februari 2026 dengan judul "CARA KAYA TANPA MODAL UANG Tiru Strategi Bisnis Nabi Muhammad Bukan Teori!". 


Banyak orang mengurungkan niat untuk berbisnis karena merasa tidak memiliki modal uang. Namun, jika kita menilik sejarah, Nabi Muhammad SAW telah membuktikan bahwa kekayaan luar biasa bisa dibangun tanpa warisan harta yang melimpah. Di usia 25 tahun, beliau mampu memberikan mahar senilai puluhan ekor unta dan belasan ons emas nilai yang jika dikonversi saat ini mencapai miliaran rupiah. 

Baca juga : Keajaiban Sedekah dan Kisahnya

Bagaimana hal itu mungkin bagi seorang yatim piatu? Jawabannya ada pada strategi bisnis cerdas yang jauh melampaui sekadar mencari keuntungan materi. Berikut adalah poin-poin penting strategi bisnis Rasulullah yang bisa diterapkan saat ini.

Kesalahan terbesar pengusaha pemula adalah menganggap uang sebagai modal nomor satu. Dalam strategi Nabi, modal utama adalah kepercayaan diamana saat sejak remaja, beliau membangun personal branding dengan gelar Al-Amin (yang terpercaya).

Reputasi inilah yang membuat investor besar seperti Khadijah berani menyerahkan barang dagangannya untuk dikelola tanpa modal uang dari pihak Nabi. Sistem ini dikenal sebagai Mudarabah (bagi hasil). Pelajaran bagi kita yaitu jika tidak punya uang, bangunlah reputasi. Investor tidak hanya berinvestasi pada ide, tetapi pada integritas orang yang menjalankannya.

Strategi kedua yang sangat relevan dengan dunia belanja online saat ini adalah keterbukaan total. Nabi Muhammad SAW melarang keras menjual barang cacat tanpa menjelaskan kekurangannya kepada pembeli.

Berbeda dengan teknik pemasaran modern yang sering menggunakan foto editan berlebih, Nabi justru memberitahukan kekurangan barangnya terlebih dahulu. Kejujuran ini bukannya membuat rugi, justru membangun loyalitas pelanggan seumur hidup. Pelanggan merasa aman karena tahu tidak akan ditipu, yang pada akhirnya membuat dagangan justru lebih laris.

Nabi Muhammad SAW adalah seorang pengusaha yang visioner. Beliau melakukan ekspansi ke lebih dari 17 wilayah, termasuk Bahrain,Syam dan Yaman. Sebelum berangkat, beliau melakukan apa yang sekarang disebut riset pasar mencari tahu apa yang benar-benar dibutuhkan penduduk di wilayah tujuan.

Selain itu, tingkat pelayanan beliau sangat luar biasa. Ada juga kisah dimana beliau menunggu pelanggan selama 3 hari di tempat perjanjian hanya demi menepati janji transaksi. Disiplin dan komitmen terhadap janji inilah yang menjadi standar pelayanan tingkat tinggi yang sulit ditandingi.

Kunci kesuksesan bisnis Nabi Muhammad SAW adalah mencari keberkahan (Barokah). Profit yang besar tidak akan ada artinya jika tidak membawa ketenangan hati dan kebaikan bagi keluarga.

Nabi mengajarkan bahwa bisnis adalah ladang ibadah yaitu pedagang yang jujur memiliki kedudukan mulia di akhirat nanti. Dengan melandaskan bisnis pada kejujuran dan niat ibadah, rezeki akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Menjadi kaya tanpa modal uang adalah hal yang sangat mungkin jika kita menggantinya dengan "modal sosial" berupa karakter yang kuat, kejujuran yang radikal, dan riset yang mendalam. Strategi ini bukan sekadar teori, melainkan langkah nyata yang telah terbukti dalam sejarah untuk membangun kekayaan yang berkelanjutan dan berkah.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Februari 2026

Jumat, 06 Februari 2026

Devils hole pupfish si ikan langka dan terisolasi

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel MR IKANO yang diupload pada tanggal 26November 2025 dengan judul " Fakta unik Devils hole pupfish si ikan langka yang hanya ada di satu tempat di bumi". 

Devils Hole Pupfish adalah salah satu ikan paling langka di dunia. Spesies  jenis ini hanya ditemukan di satu lokasi yaitu sebuah gua berisi air bernama Devils Hole di Gurun Mojave, Nevada, Amerika Serikat. Gua tersebut memiliki kedalaman lebih dari 130 meter, namun ikan ini hanya hidup di bagian atas, kurang dari 25 meter, tepat di rak batu dangkal yang mendapat sinar matahari. Rak tersebut menjadi satu-satunya tempat pemijahan mereka, menjadikan habitatnya sangat terbatas dan terisolasi. 

Baca juga : Ikan pemakan alga aquascape 

Secara fisik, ikan cantik ini berukuran sangat kecil, dengan panjang maksimum hanya sekitar 30 mm. Jantan memiliki warna biru metalik cerah, sedangkan betina cenderung kekuningan. Ciri unik lain adalah ketiadaan sirip perut, sebuah adaptasi yang membedakannya dari pupfish lain. Mereka bersifat omnivora, memakan alga, serangga kecil, siput, dan krustasea yang hidup di ekosistem gua. Walaupun kecil, perannya penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang sangat terbatas.

Asal usul spesies ini masih menjadi misteri. Beberapa ahli memperkirakan mereka telah menghuni Devils Hole selama 1.000 tahun, sementara yang lain berpendapat bisa mencapai 60.000 tahun. Ada teori bahwa ikan ini masuk melalui aliran air bawah tanah, dan ada pula dugaan bahwa penduduk asli Amerika membawa mereka sebagai sumber makanan. Apapun asalnya, isolasi ribuan tahun membuat mereka sangat rentan terhadap masalah genetik akibat perkawinan sedarah (inbreeding).

Populasinya mengalami fluktuasi besar sepanjang sejarah yaitu pada tahun 1972 jumlahnya mencapai sekitar 550 ekor, namun pada April 2013 sempat anjlok hingga hanya 35 ekor. Tahun 2022 populasi pulih menjadi 263 ekor, tetapi pada musim semi 2025 kembali menurun drastis menjadi hanya 38 ekor akibat gempa bumi yang menyapu alga dari rak pemijahan.

Upaya konservasi dilakukan secara intensif. Pemerintah Amerika Serikat menetapkan Devils Hole sebagai National Wildlife Refuge yang dilindungi hukum federal. Populasi ikan ini dipantau ketat dua kali setahun, dan habitat buatan dibuat untuk meniru kondisi Devils Hole sebagai cadangan populasi. Penelitian genetik juga dilakukan untuk memahami dampak inbreeding dan mencari cara memperkuat keragaman genetik.

Devils Hole Pupfish bukan sekadar ikan kecil yang hidup di gua. Ia adalah simbol betapa rapuhnya kehidupan spesies terisolasi, sekaligus pengingat bahwa keanekaragaman hayati dunia bisa hilang hanya karena satu bencana atau kelalaian manusia. Melestarikan mereka berarti menjaga salah satu keajaiban alam paling unik di dunia, agar tetap menjadi bukti bahwa kehidupan mampu bertahan bahkan di tempat paling ekstrem sekalipun.

Semoga infonya bernanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Kamis, 05 Februari 2026

Adiba Farm spesialis ikan Manfish

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel AQUA ENERGY yang diupload pada tanggal 8 Agustus 2024 dengan judul "Breeding Ikan Manfish Hasil Puluhan Ribu Ekor Dikolam". 


Keberhasilan Adiba Farm dalam menghasilkan puluhan ribu ekor ikan Manfish berawal dari filosofi sederhana yang dipegang teguh oleh Pak Wawan, yaitu cara untuk tetap fokus pada satu spesialisasi. Di tengah tantangan dan godaan untuk memelihara berbagai jenis ikan hias, Pak Wawan memilih untuk mendedikasikan seluruh energinya hanya pada budidaya ikan Manfish, mulai dari jenis Album, Platinum hingga Slayer, karena ia percaya bahwa penguasaan karakter satu jenis ikan dengan fokus akan memberikan hasil yang jauh lebih konsisten dan menguntungkan. 

Strategi operasionalnya pun dibagi secara cerdas menjadi dua zona yaitu area rumah di Jalan Haji Suaeb difungsikan khusus sebagai tempat pemijahan agar pengawasan indukan dan telur lebih terkontrol, sementara lahan luas di Jalan Kampung Sawah Depok dialokasikan sebagai kolam pembesaran untuk menampung populasi yang besar 

Kunci dari tingginya produktivitas di farm ini terletak pada penerapan sistem kolam estafet yang sangat sistematis, dimana ikan bergerak dari satu tahap ke tahap berikutnya berdasarkan siklus pertumbuhannya. Proses ini dimulai dari Kolam 1 yang menampung anakan yang baru saja "lulus" dari aquarium, kemudian secara bertahap ikan-ikan tersebut dipindahkan ke Kolam 2 hingga Kolam 5 seiring bertambahnya ukuran tubuhnya untuk menghindari kompetisi pakan yang tidak merata. 

Puncak dari sistem ini adalah Kolam 6, sebuah kolam penampungan khusus bagi ikan-ikan yang telah mencapai ukuran standar pasar dan siap untuk dipanen. Dengan manajemen arus ikan yang tertata rapi seperti ini, Adiba Farm mampu mengelola populasi yang besar, yaitu bisa mencapai puluhan ribu ekor lebih dalam satu kali periode pembesaran, yang memastikan ketersediaan stok secara berkesinambungan bagi para mitra bisnisnya.

Dalam aspek teknis pembiakan, Pak Wawan menekankan pentingnya akurasi dalam memilih serta merawat indukan, dimana ia juga membagikan cara untuk membedakan jenis kelamin ikan Manfish yang siap kawin melalui bentuk kepalanya. Ikan jantan dewasa biasanya memiliki postur tubuh yang lebih gagah dengan ciri khas kepala yang menonjol atau "bagol" (jenong), sementara ikan betina cenderung memiliki profil kepala yang lebih pipih dan ukuran tubuh yang relatif lebih kecil. 

Saat memasuki tahap pemijahan, Pak Wawan menggunakan aquarium satu meter yang disekat menjadi dua bagian dengan material gelap untuk membuat privasi bagi pasangan ikan, sekat gelap ini penting agar ikan merasa aman, tidak stres, dan tidak terdistraksi oleh pasangan lain di sebelahnya, sehingga proses bertelur dapat berjalan dengan maksimal tanpa gangguan eksternal.

Perawatan  setelah penetasan juga dilakukan dengan teknik yang sangat mendetail, dimulai dari pengambilan anakan menggunakan selang tiga hari setelah menetas dan memindahkannya ke wadah pembesaran. Pemberian pakan diatur secara ketat, dimulai dari Artemia untuk memenuhi kebutuhan protein awal, kemudian beralih ke kutu air sebanyak empat kali siklus sebelum akhirnya ikan dianggap cukup kuat untuk diterjunkan ke kolam pembesaran terbuka. 

Selain itu, Pak Wawan sangat menjaga produktivitas indukannya dengan segera mengganti air aquarium setelah anakan diangkat, namun ia memberikan catatan penting untuk hanya menggunakan air endapan atau air penampungan dan menghindari air keran langsung agar parameter suhu dan pH tetap stabil. 

Dengan manajemen perawatan yang teliti dan sistem pemasaran yang mengutamakan mitra tetap serta layanan "serok sendiri" bagi pembeli lokal, Adiba Farm sukses menjadi inspirasi bagi para pelaku budidaya ikan hias dalam mengelola bisnis berskala rumahan namun berkapasitas industri.

Semoga infonya bermanfaat.



Kuningan Februari 2026

Rabu, 04 Februari 2026

Cara beternak manfish oleh Grage Fish Farm Cirebon

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Grage Fish Farm Cirebon yang diupload Pada tanggal 6 November 2021 yang dipandu oleh Bapak Ahmad Kurnia dengan judul "CARA CEPAT Ternak Ikan Manfish Bagi Pemula | Mudah dan Menghasilkan CUAN banyak". 

Ikan Manfish atau Angelfish merupakan salah satu ikan hias yang banyak diminati karena bentuk tubuhnya yang elegan dan warna yang indah. Permintaan pasar terhadap ikan ini cukup tinggi, sehingga menjadikannya peluang usaha yang menjanjikan. Menariknya, usaha ternak Manfish tidak membutuhkan modal besar maupun lahan luas. Wadah sederhana seperti aquarium kecil, ember, galon bekas, atau kotak styrofoam sudah cukup untuk memulai. Perawatannya pun tergolong mudah dan murah, sehingga cocok dijadikan usaha sampingan yang menguntungkan.

Di Grage Fish Farm Cirebon, terdapat beberapa jenis ikan Manfish yang populer dan banyak diproduksi. Empat di antaranya adalah BSP dengan warna keperakan yang elegan, Platinum yang berwarna putih bersih dan tampak mewah, Red Eye dengan ciri khas mata merah, Tricolor yang memiliki kombinasi tiga warna indah. Keempat jenis ini menjadi favorit karena keindahan dan daya tariknya yang berbeda-beda, sehingga banyak dicari oleh pecinta ikan hias.

Indukan berkualitas adalah kunci sukses dalam budidaya dan ada dua cara untuk mendapatkannya. Pertama, dengan cara alami yaitu masukkan sekitar 10 ekor Manfish ke dalam satu aquarium, biarkan ikan layang ini memilih pasangan sendiri. Kedua, membeli indukan yang sudah terbukti pernah bertelur dan menetas dari sumber terpercaya. Secara fisik, indukan jantan biasanya lebih besar dan memiliki dahi menonjol atau “jenong”. Sedangkan betina memiliki bentuk kepala lebih lurus dari mulut hingga bagian atas, tanpa tonjolan.

Proses pemijahan dilakukan ketika induk betina menempelkan telur pada media seperti pipa paralon, lalu pejantan membuahi telur tersebut. Setelah selesai, pipa berisi telur dipindahkan ke wadah penetasan berupa kotak styrofoam yang sudah diisi air bersih dan diberi obat antijamur agar telur tidak membusuk. Telur biasanya menetas dalam waktu sekitar empat hari. Pada hari ke 7, sebagian burayak mulai lepas dari paralon dan berenang sendiri. Ketika semua sudah aktif berenang, paralon diangkat agar wadah tetap bersih.

Perawatan larva dan burayak sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup ikan. Kebersihan wadah perlu dijaga dengan melakukan penyifonan atau pembersihan kotoran secara rutin agar air tetap segar. Dengan perawatan yang baik, burayak akan tumbuh sehat. Dalam waktu tiga minggu, bentuk tubuh Manfish kecil sudah mulai terlihat jelas. Proses ini menunjukkan bahwa ternak Manfish sebenarnya tidak sulit, asalkan telaten menjaga kebersihan dan memperhatikan kebutuhan ikan sejak tahap telur hingga tumbuh besar.  

Video budidaya ikan Manfish dari Grage Fish Farm Cirebon ternyata mendapat banyak perhatian dari penonton. Berbagai komentar muncul, mulai dari rasa kagum hingga pertanyaan teknis seputar cara ternak. Berikut rangkuman beberapa komentar menarik beserta jawaban dari admin.

Salah satu penonton menuliskan, “Ikan Manfish BSP-nya cakep Om. Mau nanya Om, BSP itu singkatannya apa?” Pertanyaan ini langsung dijawab oleh admin dengan singkat, “Bulgarian Seal Point.” Jawaban tersebut sekaligus meluruskan rasa penasaran penonton mengenai istilah BSP yang sering disebut dalam dunia ikan hias.

Ada juga penonton yang bertanya soal peluang usaha, “Ada jual Manfish grosiran buat jual lagi nggak Om?” Admin kemudian menanggapi dengan balik bertanya, “Mau Manfish apa Om?” Namun, komentar ini belum mendapat balasan lanjutan, sehingga masih menyisakan rasa penasaran bagi penonton lain yang mungkin juga tertarik membeli dalam jumlah besar.

Pertanyaan teknis juga muncul dari penonton yang masih mengalami kesulitan dalam proses penetasan. Ia menulis, “Berapa hari Om telur bisa diangkat dari induknya dan ditetaskan tanpa induk? Soalnya masih gagal terus ini.” Admin menjawab dengan pengalaman pribadi, “Kalau saya sih hitungan jam ketika terlihat sudah selesai proses nelor, langsung saya angkat paralonnya.” Jawaban ini memberi gambaran bahwa waktu pengangkatan telur cukup cepat, bahkan hanya beberapa jam setelah induk selesai bertelur.

Selain itu, ada penonton yang penasaran dengan penggunaan obat dan pakan indukan. Ia bertanya, “Mau tanya Om, obat anti jamur apa itu? Sama makanan indukan Manfish apa?” Admin menjelaskan, “Saya biasanya pakai Red Blue Dox. Makanan indukannya cacing beku.” Informasi ini tentu sangat berguna bagi pemula yang ingin menjaga kesehatan telur sekaligus memastikan indukan tetap bugar. 

Dalam video ini menunjukkan bahwa interaksi di kolom komentar menjadi sarana berbagi ilmu dan pengalaman. Dari penjelasan admin, penonton bisa mendapatkan informasi praktis tentang istilah BSP, cara penetasan telur, hingga jenis obat dan pakan yang digunakan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Selasa, 03 Februari 2026

Cara kerja water heater sas

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel Hanza Teknik yang diupload pada tanggal 17 Februari 2024 dengan judul "Cara kerja water heater gas". 

Water heater gas adalah perangkat yang dirancang untuk memanaskan air secara otomatis dengan memanfaatkan energi dari pembakaran gas. Sistem ini bekerja dengan cukup sederhana, namun sangat efisien dalam memenuhi kebutuhan air panas sehari-hari. 

Baca juga : 

Heater Eheim Thermocontrol e 

Penghangat dan pemanas air 

Proses pemanasan dimulai ketika keran air panas dibuka. Pada saat itu, air dingin akan masuk ke dalam unit water heater. Aliran air ini kemudian dideteksi oleh sebuah komponen penting bernama flow sensor. Sensor ini berfungsi sebagai pemicu awal yang memberi sinyal bahwa ada kebutuhan air panas.

Begitu sensor mendeteksi adanya aliran air, pembakar atau burner akan otomatis menyala. Burner ini bekerja layaknya kompor gas, menghasilkan api yang digunakan untuk memanaskan bagian utama dari sistem, yaitu heat exchanger. Heat exchanger adalah komponen yang bertugas mentransfer panas dari api pembakar ke air yang sedang mengalir melewatinya.

Air dingin yang masuk akan bersirkulasi melewati heat exchanger. Di sinilah proses pemanasan terjadi. Panas dari pembakar berpindah ke air, sehingga suhu air meningkat sesuai kebutuhan. Setelah itu, air panas dialirkan keluar melalui saluran pipa menuju keran, siap digunakan untuk mandi, mencuci, atau kebutuhan lainnya.

Sistem ini juga dilengkapi dengan mekanisme otomatis untuk berhenti bekerja. Ketika keran air panas ditutup, aliran air pun berhenti. Flow sensor tidak lagi mendeteksi adanya gerakan air, sehingga burner akan mati secara otomatis. Hal ini bukan hanya membuat penggunaan lebih efisien, tetapi juga menjaga keamanan agar tidak ada pembakaran gas yang sia-sia.

Secara keseluruhan, water heater gas bekerja dengan prinsip sederhana: adanya aliran air memicu sistem pemanas, dan berhentinya aliran air menghentikan proses pembakaran. Dengan cara kerja otomatis ini, pengguna bisa mendapatkan air panas kapan saja tanpa perlu menyalakan atau mematikan alat secara manual. 

Video mengenai cara kerja water heater gas ternyata memunculkan beragam komentar dari para penonton. Banyak yang penasaran bagaimana sistem ini bekerja, apakah harus dinyalakan dan dimatikan secara manual, atau cukup membuka keran saja. Seorang pengguna bertanya, “Ini apakah setiap mau pakai harus di-on kan dan setelah pakai dimatikan, atau buka kran saja otomatis? Bisa nyala dan mati sendiri?” Pertanyaan ini cukup mewakili rasa ingin tahu banyak orang yang belum familiar dengan sistem otomatis pada water heater gas.

Selain itu, muncul pula perdebatan mengenai keamanan antara water heater gas dan listrik. Ada yang berkomentar bahwa sebenarnya water heater gas kurang aman, dan lebih baik menggunakan listrik. Namun, komentar ini langsung ditanggapi oleh pengguna lain dengan pertanyaan balik, “Kurang aman gimana pak?”

Diskusi pun berlanjut. Seorang pengguna menilai bahwa justru water heater listrik bisa lebih berbahaya. Alasannya, jika terjadi kerusakan, air yang dialirkan bisa berpotensi menyetrum. Di sisi lain, ada yang menambahkan bahwa penggunaan listrik membutuhkan daya watt yang besar, proses pemanasan lebih lama, dan jika air panas habis maka harus dipanaskan ulang.

Sementara itu, pendukung water heater gas berpendapat bahwa sistem ini lebih praktis. Air bisa langsung panas saat keran dibuka, dan proses pemanasan berhenti otomatis ketika keran ditutup. Meski begitu, ada saran agar unit water heater gas sebaiknya ditempatkan di luar kamar mandi untuk alasan keamanan.

Dari ragam komentar ini terlihat bahwa masing-masing jenis water heater memiliki kelebihan dan kekurangan. Gas unggul dalam kecepatan dan efisiensi, sementara listrik dianggap lebih modern namun membutuhkan daya besar dan berisiko jika terjadi kerusakan. Pada akhirnya, pilihan kembali kepada kebutuhan dan kenyamanan pengguna, serta bagaimana mereka memastikan pemasangan dan penggunaan dilakukan dengan aman.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Minggu, 01 Februari 2026

Apakah ikan koi asal Blitar pudar?

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel TRANS7 OFFICIAL yang diupload pada tanggal 22 Januari 2026 dengan judul " PUDARNYA PESONA IKAN KOI BLITAR | INDONESIAKU (20/01/26)". 

Di daerah Blitar, Jawa Timur sudah sekian lama dikenal sebagai pusat ikan koi terbesar di Indonesia. Kota ini pernah berjaya dengan produksi mencapai ratusan juta ekor koi setiap tahun, bahkan mampu memenuhi lebih dari 70 persen kebutuhan nasional. Sejarah panjang koi Blitar berawal dari beberapa ekor ikan yang dibawa oleh Ibu Ratna Sari Dewi Soekarno, dan sejak itu berkembang menjadi ikon kebanggaan daerah. Namun, menurut info dari video, kejayaan itu kini mulai meredup. Data terbaru menunjukkan hanya sekitar 40-45 persen petani koi yang masih bertahan hingga akhir 2024, sebuah penurunan drastis dari masa keemasan lima tahun lalu.

Memelihara koi memang bukanlah pekerjaan mudah dimana dalam proses budidayanya menuntut kesabaran dan ketelitian tinggi. Ikan akan melewati tahapan penyortiran berkali-kali, hingga empat kali dalam masa pertumbuhan. Pada usia empat bulan, dilakukan sortir kedua untuk memisahkan koi berkualitas premium (Grade A) dari koi biasa yang disebut reject. Penilaian kualitas pun sangat ketat, mulai dari pola warna, kebersihan warna dasar, hingga bentuk tulang. Bahkan, bentuk mulut ikan menjadi penentu: mulut yang lebar dianggap mampu tumbuh besar, sementara mulut mengerucut biasanya tidak. Varietas populer seperti Kohaku, Sanke, dan Tancho menjadi primadona, tetapi faktor genetik tetap menjadi penentu harganya. Tantangan lain adalah sulitnya membedakan jenis kelamin koi sebelum berusia dua tahun, yang kadang bisa menyulitkan seperti yang pernah dialami Pak Purwo saat awal-awal menjadi breeder Koi.

Krisis koi Blitar terutama dipicu oleh ketidakseimbangan antara biaya operasional dan harga jual. Pakan khusus koi sangat mahal, di mana sekali pemberian makan bisa menelan biaya hingga Rp. 300.000. Untuk peternak besar, kebutuhan harian bisa mencapai Rp. 900.000. Selain itu, biaya listrik untuk aerator dan sistem filtrasi juga terus membengkak. Di sisi lain, harga jual koi justru merosot tajam. Ikan yang dulu bisa dijual Rp. 30.000 - Rp. 40.000 kini hanya dihargai Rp. 10.000 - Rp. 15.000. Kondisi ini dipengaruhi oleh masuknya koi impor, terutama dari Jepang, yang semakin menekan pasar lokal.

Menariknya, justru koi reject yang menjadi penyelamat bagi sebagian petani. Meski kualitasnya dianggap biasa, pasar koi reject lebih cepat berputar karena banyak dibeli secara borongan oleh penghobies koi rumahan. Sekitar 80 persen hasil panen masuk kategori ini, dan dari sinilah petani masih bisa bertahan. Namun, tidak semua mampu terus berjuang. Banyak petani senior akhirnya menyerah dan beralih usaha. Salah satunya Bapak Arsianto, yang setelah 17 tahun membudidayakan koi, kini memilih beralih ke ikan nila dan tanaman pangan. Meski keuntungan koi lebih tinggi, nila lebih menjanjikan dari sisi perputaran uang karena bisa dipanen tiga kali setahun, jauh lebih cepat dibanding koi. 

Pemerintah daerah berusaha menjaga eksistensi koi Blitar dengan mengadakan kontes rutin dan mendorong petani memanfaatkan pemasaran digital melalui media sosial. Namun, bagi para petani, langkah itu belum cukup. Mereka berharap adanya subsidi nyata, terutama untuk biaya pakan dan operasional, agar tradisi koi Blitar tidak hilang begitu saja. Sebab, bagi masyarakat Blitar, koi bukan sekadar ikan hias, melainkan simbol kebanggaan dan identitas daerah yang sudah mengakar puluhan tahun. 

Dalam liputan video ini menggambarkan bagaimana koi Blitar yang dulu berjaya kini menghadapi tantangan, dari biaya tinggi, harga jual rendah, hingga persaingan impor, semua menjadi ujian bagi para petani koi. Meski sebagian masih bertahan lewat pasar koi reject, banyak yang akhirnya memilih jalan lain. Kini, masa depan koi Blitar bergantung pada dukungan agar ikon kebanggaan ini tidak tinggal cerita. 

Meski banyak pihak menilai pesona koi Blitar mulai meredup, sejumlah komentar dari para penghobies dan pelaku usaha menunjukkan bahwa kenyataannya tidak sesederhana itu. Koi Blitar sejatinya masih dibudidayakan oleh banyak petani hingga saat ini. Yang mengalami penurunan bukanlah semangat para peternak, melainkan pangsa pasar yang semakin mengecil, terutama dari kalangan penghobies menengah yang dulu menjadi tulang punggung penjualan.

Di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, koi Blitar masih menjadi incaran seperti banyaknya pelanggan tetap menanyakan produk koi dari Blitar, menandakan bahwa reputasi dan kualitasnya belum sepenuhnya pudar. Namun, kondisi pasar saat ini berbeda. Stok koi yang melimpah membuat persaingan semakin ketat, sementara pembeli kini lebih selektif dalam memilih kualitas. Hal ini mendorong para breeder untuk memperbaiki genetik indukan agar menghasilkan koi yang lebih unggul. Beberapa peternak sukses bahkan dianggap layak untuk diangkat kisahnya sebagai inspirasi.

Permasalahan yang dihadapi petani koi adalah ketidakseimbangan antara biaya produksi dan harga jual. Konsumen, baik penjual maupun penghobies, menginginkan ikan dengan kualitas bagus tetapi dengan harga murah. Padahal, membesarkan koi membutuhkan biaya besar dan penuh risiko, mulai dari pakan hingga perawatan kolam. Ketika hasil penjualan tidak sebanding dengan pengeluaran, banyak petani akhirnya memilih berhenti atau bahkan gulung tikar.

Komentar-komentar ini menggambarkan bahwa koi Blitar sebenarnya masih memiliki tempat di hati para penghobies koi di Indonesia namun, perubahan pola pasar dan tuntutan harga murah menjadi tantangan tersendiri yang dihadapi peternak. Jika tidak ada solusi yang menyeimbangkan antara biaya produksi dan harga jual, maka semakin banyak petani yang akan meninggalkan budidaya koi. Pada akhirnya, keberlangsungan koi Blitar bergantung pada bagaimana pasar dan para pelaku usaha bisa menemukan titik temu yang adil. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Sabtu, 31 Januari 2026

Sukses pemijahan ikan gurame di Lampung Timur

Artikel review video youtube kali ini adalah dari chennel SAHABAT TANI yang diupload pada tangg 28 Juni 2023 dengan judul "SUKSES PEMIJAHAN IKAN GURAME SOANG DI KOLAM TERPAL".  

Budidaya ikan gurame, khususnya jenis Soang, semakin diminati karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar yang stabil. Salah satu tahapan penting dalam budidaya adalah pemijahan, yaitu proses perkawinan indukan hingga menghasilkan telur. Menariknya, pemijahan gurame tidak selalu dilakukan di kolam tanah yang luas, melainkan bisa berhasil dengan baik menggunakan media sederhana seperti kolam terpal. Cara ini memberikan banyak keuntungan bagi para petani ikan, terutama yang memiliki lahan terbatas.

Menggunakan kolam terpal memungkinkan petani untuk melakukan pemijahan meskipun tidak memiliki lahan luas. Terpal mudah dipasang, relatif murah, dan bisa disesuaikan dengan ukuran yang dibutuhkan. Dengan kolam berukuran 3 x 5 meter saja, pemijahan sudah bisa dilakukan secara efektif. Hal ini tentu menjadi solusi praktis bagi petani kecil atau pemula yang ingin mencoba usaha budidaya gurame tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Kolam terpal memberikan kemudahan dalam mengatur kondisi air, kebersihan, serta keamanan indukan. Karena lingkungannya lebih terkontrol, risiko penyakit atau gangguan dari hewan lain bisa diminimalisir. Selain itu, media sarang seperti ijuk yang ditempatkan di wadah khusus memudahkan ikan membuat sarang dan meletakkan telur dengan lebih aman.

Dalam prakteknya, indukan gurame yang sehat dan berkualitas dapat mulai bertelur hanya dalam waktu sekitar 4 hari setelah dimasukkan ke kolam pemijahan. Rasio indukan yang tepat, yaitu 1 jantan berbanding 3 betina, membantu meningkatkan peluang keberhasilan. Telur yang dihasilkan kemudian bisa dipindahkan ke wadah khusus untuk penetasan sehingga prosesnya lebih terkontrol dan tingkat keberhasilan menetas lebih tinggi. 

Dengan pemilihan indukan yang baik jantan berusia minimal 3,5 tahun dengan berat sekitar 3 kg, serta betina yang matang dan sehat bibit gurame yang dihasilkan akan lebih berkualitas. Jenis gurame Soang sendiri dikenal memiliki pertumbuhan yang baik, sehingga bibit hasil pemijahan ini sangat potensial untuk dibesarkan hingga ukuran konsumsi.

Keuntungan lain dari pemijahan gurame adalah peluang usaha yang menjanjikan. Bibit gurame memiliki permintaan tinggi di berbagai daerah. Seperti yang ditunjukkan dalam praktik di Desa Sri Basuki, Lampung Timur, hasil pemijahan tidak hanya digunakan untuk budidaya sendiri, tetapi juga bisa dijual ke petani lain di wilayah sekitar. Dengan demikian, pemijahan gurame bukan hanya mendukung keberlanjutan budidaya, tetapi juga membuka peluang pemasukan tambahan.

Pemijahan ikan gurame di kolam terpal adalah metode praktis, hemat biaya dan lebih efektif. Dengan teknik yang pas dalam pemilihan indukan, penyediaan sarang, serta penanganan telur, petani bisa mendapatkan bibit berkualitas tinggi tanpa harus bergantung pada kolam tanah yang luas. Selain memberikan keuntungan teknis, cara ini juga mendukung peluang ekonomi yang lebih besar karena bibit gurame selalu dibutuhkan di pasaran. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Kamis, 29 Januari 2026

Cerita Situ Cipanten dan ribuan ikan koi

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims Story yang diupload pada tanggal 26 Januari 2026 dengan judul "SH0CK..!!! TERNYATA SITU CIPANTEN TEMPAT PRABU SILIWANGI ..!!?". 

Majalengka, sebuah kabupaten di Jawa Barat yang dikenal dengan panorama alamnya. Dalam video tersebut, Irfan Hakim bersama rekan bisnisnya Pak Hartono (Bos Koi) dan seorang guru spiritual, Ibu HGA (Hamba Gusti Allah), melakukan kunjungan ke Situ Cipanten. Perjalanan ini bukan sekadar wisata, melainkan sebuah eksplorasi yang memadukan unsur budaya, kepedulian sosial, pariwisata, hingga spiritual. 

Baca juga : Bantuan sayuran segar dari Pak Hartononke deHakims

Situ Cipanten, yang terletak di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Majalengka, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam dengan air jernih dan suasana tenang. Namun, bagi sebagian masyarakat, danau ini menyimpan nilai spiritual yang tinggi.

Menurut penuturan Ibu HGA, Cipanten merupakan salah satu petilasan Prabu Siliwangi, raja legendaris dari Kerajaan Pajajaran yang sangat dihormati dalam budaya Sunda. Ia menyebut bahwa Prabu Siliwangi "menunggu" di bawah sebuah pohon langka bernama Boa-boa, yang tumbuh di sekitar danau. Keberadaan pohon ini dianggap sebagai simbol penghubung antara dunia nyata dan spiritual.

Selain itu, Ibu HGA menyinggung keterkaitan Cipanten dengan Situ Sangiang, lokasi lain yang juga dipercaya sebagai tempat keramat Sang Prabu. Hubungan antara kedua situ ini memperkuat keyakinan bahwa jejak Prabu Siliwangi tersebar di berbagai titik sakral di Jawa Barat.

Dalam obrolan, Irfan Hakim dan Ibu HGA membahas filosofi "Maung" (Harimau) yang erat dengan sosok Prabu Siliwangi. Mereka menafsirkannya sebagai Manusia Unggul, sebuah konsep yang mencerminkan keberanian, kebijaksanaan, dan kepemimpinan yang visioner.

Salah satu momen penting dalam kunjungan ini adalah pelepasan 2000 ekor ikan koi ke Situ Cipanten. Pak Hartono, seorang pengusaha koi ternama, mengaku bahwa pemilihan Cipanten sebagai lokasi pelepasan bukanlah kebetulan, melainkan sebuah "panggilan hati".

Pelepasan koi ini diharapkan menjadi daya tarik wisata baru sekaligus simbol keberkahan. Pak Hartono berharap masyarakat sekitar menjaga ikan-ikan tersebut sebagai "peliharaan bersama" yang membawa rezeki dan kebahagiaan.

Irfan Hakim menambahkan bahwa Majalengka memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata lengkap. Selain Cipanten, daerah ini menawarkan kuliner khas, budaya Sunda yang kaya, serta panorama alam seperti tujuh mata air Cipanten yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Video ini juga memperlihatkan momen santai yaitu dengan menghadirkan hewan peliharaan Irfan Hakim, seekor kapibara bernama Junet, yang merupakan hewan pengerat terbesar di dunia. Bahkan, ia sempat melakukan video call dengan rekannya, Yohanes, yang juga memelihara kapibara bernama Babel. Selain itu, Pak Hartono membawa oleh-oleh berupa kaus kaki dari Jepang untuk Jalu, putra Irfan Hakim yang gemar berkuda. Momen ini memperlihatkan sisi humanis dari sosok pengusaha sukses yang dikenal dermawan.

Di balik suasana santai, video ini juga menyoroti kepedulian sosial dimana Pak Hartono menyalurkan donasi berupa puluhan juta rupiah melalui Irfan Hakim untuk dibagikan kepada masyarakat dalam acara Dangdut Mania Dadakan (DMD).

Di akhir video, keduanya akan merencanakan kunjungan ke Bandung untuk bertemu Walikota Kang Farhan. Agenda ini bertujuan meninjau keberhasilan pengelolaan sampah di Pasar Gede Bage, yang dianggap sebagai contoh baik dalam manajemen lingkungan perkotaan.

Banyak penonton menyoroti peran Pak Hartono yang dianggap telah ikut ngamumule budaya Sunda. Salah satu komentar berbunyi: “Hatur nuhun Pak Hartono, tos ngamumule budaya Sunda 🙏.” Ungkapan ini menunjukkan rasa terima kasih atas kontribusi beliau dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mengangkat potensi lokal melalui pelepasan ikan koi di Cipanten.

Komentar lain menambahkan nuansa religius dengan menulis pada kolom komentar “Masya Allah 😊 Pak Hartono masa tuanya berbagi buat bekal nanti nya ..” yang menekankan bahwa tindakan berbagi dan berderma akan menjadi bekal kebaikan di masa mendatang.

Selain sisi spiritual, penonton juga menyoroti keindahan alam Majalengka. Seorang penonton menulis: “Suka dengan wisata Majalengka .. Saya asli Cirebon malah kaya pengen punya rumah di daerah Majalengka yang sejuk, adem.” Komentar ini mencerminkan daya tarik Majalengka sebagai daerah yang menawarkan kesejukan dan kenyamanan, bahkan membuat orang dari luar daerah ingin menetap di sana.

Ada pula penonton yang berbagi pengalaman langsung: “Alhamdulillah, kemarin baru dari sana. Koi-nya sehat-sehat.” Testimoni ini memperkuat kesan bahwa pelepasan ikan koi benar-benar membawa daya tarik baru bagi wisatawan.

Menariknya, ada penonton yang memberikan informasi tambahan terkait lokasi wisata lain yang berdekatan dengan Cipanten. Ia menulis: “Izin A Irfan & Pak Hartono (Bos Koi). Untuk situs atau wisata situ yang sejalur atau paling dekat sama Situ Cipanten ialah Objek Wisata Situ Prabu Siliwangi.”

Komentar ini kemudian dibalas oleh penonton lain dengan kalimat: “Nah betul ini, tolong dikasih tau A Irfan dan Bos Koi.” Interaksi ini menunjukkan adanya semangat antar penonton untuk memperkaya informasi wisata, sekaligus memperkuat narasi spiritual tentang jejak Prabu Siliwangi di Majalengka. 

Semua komentar-komentar ini membentuk mosaik cerita yang memperkaya makna video, menjadikan Situ Cipanten sebiag destinasi wisata juga simbol kebersamaan, spiritualitas, dan kebanggaan budaya lokal.

Semoga infonya bermanfaat. 


Kuningan Januari 2026

Selasa, 27 Januari 2026

Power Bank di Langit: Inovasi Energi Angin Stratosfer dari China

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Kompas.com yang diupload pada tanggal 25 Januari 2026 dengan judul "China Bikin "Power Bank" di Langit Pertama di Dunia". 

Inovasi terbaru dari China menghadirkan S2000 Stratospheric Airborne Wind Energy System (SAWES), yang dijuluki sebagai “Power Bank di Langit” pertama di dunia. Teknologi ini berupa balon udara berkuran sangat besar  berisi helium dengan dimensi 60 x 40 x 40 meter, yang dilengkapi turbin angin untuk menghasilkan listrik di ketinggian hingga 2.000 meter. Dengan kapasitas megawatt, sistem ini mampu memasok energi bagi sekitar 1.500 rumah tangga atau mengisi daya 90.000 ponsel sekaligus.

Cara kerjanya cukup sederhana namun canggih: turbin menghasilkan listrik dari angin stratosfer, lalu energi tersebut dialirkan ke darat melalui kabel panjang yang terhubung langsung ke jaringan listrik nasional. Keunggulan SAWES dibandingkan turbin konvensional adalah efisiensi tinggi berkat teknologi transmisi arus searah tegangan menengah, serta desain kompak yang hemat lahan. Hal ini membuatnya ideal untuk wilayah padat penduduk maupun pulau terpencil yang sulit membangun infrastruktur energi besar.

Selain ramah lingkungan, sistem ini juga dirancang tahan terhadap cuaca buruk. Potensi penggunaannya sangat luas, mulai dari sumber energi terbarukan, solusi darurat saat bencana alam, hingga mendukung pemetaan cerdas dan keamanan perkotaan. Dengan karakteristik tersebut, SAWES diharapkan menjadi salah satu terobosan penting dalam transisi menuju energi bersih, sekaligus membantu dunia menghadapi tantangan krisis iklim dengan cara yang lebih praktis dan efisien. 

Inovasi S2000 Stratospheric Airborne Wind Energy System (SAWES) dari China, yang dijuluki sebagai “Power Bank di Langit” pertama di dunia, berhasil menarik perhatian banyak orang. Teknologi ini berupa balon udara raksasa berisi helium dengan turbin angin yang mampu menghasilkan listrik di ketinggian hingga 2.000 meter. Dengan kapasitas megawatt, sistem ini dapat memasok energi bagi ribuan rumah tangga sekaligus.

Tidak mengherankan jika publik memberikan beragam komentar positif atas terobosan ini. Seorang penonton menekankan manfaat praktisnya: “Ini berguna untuk desa atau pulau terpencil yang sulit terjangkau, hebat 👍👍👍👍👍.” Komentar ini mencerminkan harapan bahwa teknologi SAWES dapat menjadi solusi nyata bagi daerah yang selama ini kesulitan mendapatkan akses energi.

Ada pula yang menyoroti posisi China dalam peta teknologi global: “Mereka telah berada terdepan dalam teknologi di dunia.” Pandangan ini menunjukkan pengakuan atas kecepatan dan keberanian China dalam melahirkan inovasi yang melampaui standar konvensional.

Tak sedikit yang mengaitkan pencapaian ini dengan pepatah lama: “China memang tiada obat... benar nenek moyang kita, carilah ilmu sampai ke negeri China.” Ungkapan tersebut mempertegas citra China sebagai pusat pengetahuan dan kemajuan yang relevan hingga kini.

Sementara itu, komentar lain menggambarkan kesan futuristik dari inovasi ini: “Melihat China sekarang bagaikan hidup di masa depan 👍👍👍.” Kalimat ini menegaskan bahwa teknologi SAWES bukan sekadar proyek energi, melainkan simbol bagaimana masa depan energi bersih dapat diwujudkan hari ini.

Ragam komentar tersebut memperlihatkan antusiasme publik terhadap langkah besar China dalam menghadirkan solusi energi terbarukan. SAWES bukan hanya inovasi teknis, tetapi juga inspirasi global tentang bagaimana teknologi dapat menjawab tantangan krisis energi dan iklim dengan cara yang visioner.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Faank band wali bertamu ke rumah Irfan Hakim

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims channel yang diuploaf pada tanggal 23 Januari 2026 yang berjudul " ARTIS TERKENAL DI INDONESIA NAIK MOTOR KE DEHAKIMS BERUJUNG DIUSIR ORANG KANTOR!". 


Dalam video ini Faank vokalis band religi-pop Wali mengunjungi kediaman Irfan Hakim. Kunjungan ini menjadi sarat edukasi serta spiritualitas. Bersama istri dan kedua anaknya, Faank disambut dengan tangan terbuka oleh Irfan dan teamnya yang menginspirasi dan menghibur.

Dalam video terlihat Faank mengenang momen lucu yang pernah ia alami yang ternyata ia pernah datang tanpa janji ke rumah Irfan, dengan mengendarai motor. Namun, karena prosedur keamanan yang ketat demi menjaga privasi, satpam tidak mengizinkan masuk. Faank, dengan kerendahan hati, memilih untuk pulang. Dalam obrolan ia menyebut dirinya hanya artis kecil yang tak ingin merepotkan. Irfan pun tertawa mendengar cerita itu dan berjanji akan “menatar” team keamanannya agar lebih peka terhadap tamu istimewa seperti Faank

Setelah insiden lucu itu, kali ini Faank datang dengan undangan resmi, ia dan keluarganya diajak berkeliling di lokasi deHakims, yang merupakan sebuah kawasan hunian yang diubah menjadi ekosistem mini yang memadukan kecintaan terhadap satwa peliharaan, pelestarian alam, dan teknologi ramah lingkungan.

Di area lokasi disambut oleh burung unta burung terbesar di dunia dan sapi betina yang sedang hamil. Anak-anak terlihat antusias, sementara Faank tak henti-hentinya mengagumi bagaimana Irfan merawat hewan-hewan tersebut dengan penuh kasih.

Ketegangan sempat muncul saat diajak melihat koleksi ular piton dimana Faank dan keluarganya sempat ragu, namun rasa takut itu berubah menjadi kagum saat mengenal Ball Python, ular yang bisa menggulung tubuhnya seperti bola. Irfan Hakim menjelaskan dengan sabar, membuat suasana menjadi edukatif dan menyenangkan.

Puncak dari tour ini adalah saat memasuki aviary yang menjadi rumah bagi lebih dari 300 ekor burung dari 150 spesies. Di antara burung-burung eksotis itu, terdapat Golden Pheasant dari Cina dan Victoria Crowned Pigeon  atau Mambruk dari Papua, merpati terbesar di dunia. Menurut info yang admin dapat dari situs Wikipedia bahwa burung Mambruk ini adalah termasuk burung merpati terbesar dan habitatnya berada di hutan dataran rendah, hutan sagu, dan rawa di utara Papua, termasuk Pulau Yapen, Biak dan sekitarnya.

Irfan juga menjelaskan bahwa seluruh kawasan deHakims dirancang untuk meniru ekosistem alami. Salah satu hal yang menarik adalah tidak adanya nyamuk di dalam aviary. Hal ini dicapai melalui kehadiran burung pemakan nyamuk dan sistem air yang terus mengalir, menciptakan lingkungan yang sehat dan seimbang.

Tak hanya itu, banyak pohon di kawasan ini merupakan pohon “diselamatkan” dari proyek pembangunan. Irfan membeli dan memindahkan pohon-pohon tersebut agar tidak ditebang, sebuah bentuk nyata dari kepedulian terhadap alam. Bahkan menariknya di aviary merupakan campuran pasir dari berbagai provinsi di Indonesia yang disebut pasir Nusantara, dikirim oleh para pengikut Irfan sebagai simbol persatuan dan cinta terhadap tanah air.

Kemandirian menjadi nilai penting di deHakims dan menunjukkan sistem biogas yang memanfaatkan kotoran sapi untuk menghasilkan gas memasak. Sistem ini mampu menyediakan energi gratis selama 2 sampai 3 jam setiap hari. Selain itu juga memelihara ayam petelur dan memanen telur segar setiap pagi. Faank dan anak-anaknya tampak antusias saat memegang telur yang masih hangat, pengalaman yang jarang didapatkan di kehidupan kota.

Dalam suasana santai Faank dan Irfan juga sempat berdiskusi tentang hak-hak satwa dalam Islam, bahwa hewan adalah amanah dari Tuhan, yang perlu diperlakukan dengan kasih sayang, diberi makan, kesehatan, dan kenyamanan.

Irfan pun berbagi kisah menyentuh tentang kebiasaannya berbicara dengan sapi kurban sebelum disembelih. Ia percaya bahwa hewan bisa merasakan ketulusan dan ketenangan dari manusia. Bagi Irfan, kurban bukan sekadar ritual, tapi juga bentuk komunikasi batin antara makhluk Tuhan.

Juga membahas pahala menanam pohon, yang disebut sebagai amal jariyah karena memberikan oksigen dan kehidupan bagi makhluk lain. Percakapan ini memperlihatkan bahwa cinta terhadap alam bukan hanya soal konservasi, tapi juga bagian dari ibadah.

Kunjungan ditutup dengan momen hiburan yang tak kalah seru. Faank dan keluarganya bermain angklung bersama team deHakims. Ia terkesan dengan filosofi angklung yang mengajarkan disiplin dan harmoni dalam perbedaan nada. Tak ketinggalan, candaan tentang rencana duet antara Faank dan Irfan pun mencairkan suasana. Irfan ingin mencoba menjadi penyanyi, sementara Faank bercanda ingin jadi host dan siapa tahu, kolaborasi ini benar-benar terjadi suatu hari nanti.

Video kunjungan Faank, vokalis band Wali, ke kediaman Irfan hakim ini menyuguhkan hiburan dan edukasi juga menggugah hati banyak penonton. Di kolom komentar, berbagai suara bermunculan mulai dari nostalgia, kekaguman, hingga reflefsi tentang kehidupan dan lingkungan. Berikut adalah rangkaian komentar pilihan yang mencerminkan video ini meninggalkan kesan yang baik bagi banyak orang.

Salah satu komentar yang paling menyentuh datang dari penonton yang mengaku sedih saat mendengar Faank menyebut dirinya sebagai “artis kecil.” Bagi generasi 90-an, band Wali bukanlah nama asing. Lagu-lagu yang dibawakan menjadi soundtrack kehidupan, penuh makna dan mudah diingat. “Sampai sekarang juga belum ada yang bisa nandingin enaknya lagu-lagu band era 2000-an,” tulis seorang penonton dengan nostalgia.

Ada juga yang mengapresiasi konsistensi band Wali. “Band Wali melahirkan artis-artis besar. Faank, Apoy, dan kawan-kawan terus berkarya. Band Wali tetap eksis. Ok,” tulis komentar lain yang menunjukkan rasa bangga terhadap perjalanan panjang band ini.

Ada pula penonton yang berharap agar Irfan Hakim mengundang keluarga besar Faank dari Sukabumi. Komentar ini menunjukkan antusiasme penonton untuk melihat lebih banyak sisi kehidupan pribadi Faank dan keluarganya, serta mempererat tali silaturahmi yang lebih luas.

Menariknya video ini juga memantik kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Seorang penonton menulis panjang lebar tentang bagaimana teknologi yang kita nikmati saat ini berasal dari hasil bumi. Ia mengingatkan bahwa menghargai alam bisa dimulai dari hal-hal sederhana yaitu mematikan alat listrik setelah digunakan, mengurangi konsumsi minyak goreng dengan makanan rebus, dan menggunakan sumber daya sesuai kebutuhan. “Cara simple menyelamatkan bumi ini,” tulisnya, mengajak semua untuk lebih bijak dalam menjalani hidup.

Ragam komentar ini menunjukkan bahwa video inj menjadi ruang refleksi, nostalgia, dan pembelajaran. Ketulusan Faank dan keramahan Irfan Hakim, serta pesan-pesan tentang alam dan kemanusiaan menyatu dalam satu tayangan yang menyentuh, tentunya penonton  merasa terhibur juga diajak berpikir dan merasakan kembali nilai-nilai yang mungkin mulai terlupakan.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Sabtu, 24 Januari 2026

Uji kolam penampungan super padat ikan nila

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Bupati Nila Official yang diupload pada tanggal 21 Januari 2026 dengan judul "Uji Kolam Penampungan Super Padat | ikan Sempat Sakit, Kini di Panen Dengan Hasil yang Memuaskan" Dan sudah ditonton sebanyak 806 kali penayangan saat artikel ini dipublikasikan.

Panen ikan nila tentunya akan menjadi kabar menggembirakan bagi para petani, terutama setelah sebelumnya sempat menghadapi masa sulit akibat masalah kesehatan ikan. Kang Deden dari Bupati Nila Official menceritakan bahwa ikan yang dipanen adalah populasi lama yang sempat sakit di kolam dengan jumlah mencapai 500.000 ekor. 

Setelah dilakukan penanaman kembali pada 18 November 2025, hasilnya bisa dipanen total pada 17 Januari 2026. Masa pembesaran yang hanya berlangsung dua bulan ini menghasilkan lebih dari enam ton ikan, dengan rincian 2.880 kg pada pengambilan pertama, 1.637 kg pada pengambilan kedua, dan 1.822 kg pada pengambilan ketiga. Angka ini menunjukkan bahwa kerja keras dan kesabaran akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.

Dari segi kualitas, ikan nila yang dipanen memiliki ukuran yang rata, mayoritas berada di kategori isi 4, 5, dan 6 ekor per kilogram. Meski tergolong masih muda, sekitar empat bulan dari larva, ikan-ikan tersebut sudah memiliki bobot yang gemuk dan sehat. Data teknis yang ditampilkan dalam video juga memperlihatkan pencapaian yang sangat baik, dengan FCR (Feed Conversion Ratio) sebesar 1,3 dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 95 persen. Hal ini menjadi bukti bahwa sistem budidaya yang diterapkan mampu menjaga efisiensi pakan sekaligus memastikan ikan tumbuh dengan sehat.

Video ini juga memperlihatkan eksperimen penampungan ikan dengan kepadatan super padat. Dalam kolam berukuran 5 x 4 meter dengan kedalaman 1,2 meter, ditampung ikan sebanyak 2 ton. Kondisi yang terbilang ekstrem ini tetap bisa dijaga dengan teknologi pendukung seperti pompa sibel 3 inci untuk sirkulasi air sumur, tambahan sistem aerasi, serta penggunaan oksigen murni. Dengan dukungan teknologi tersebut, kualitas ikan tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen, meskipun ditampung dalam jumlah yang sangat besar di ruang terbatas.

Dari sisi distribusi, ikan-ikan hasil panen dipersiapkan untuk memenuhi pesanan ke daerah Karawang dengan permintaan ukuran spesifik 3, 4, dan 5 ekor per kilogram. Sebagian kecil ikan, sekitar satu kuintal, sengaja ditinggalkan di kolam untuk dibesarkan hingga mencapai ukuran setengah kilogram sebagai persiapan stok Lebaran. Sementara itu, kolam yang baru saja dikosongkan akan segera diisi kembali dengan benih baru pada keesokan harinya, menunjukkan siklus produksi yang berkelanjutan dan terencana dengan baik.

Menutup laporannya, Kang Deden memberikan pesan motivasi bagi para pengusaha ikan agar tidak mudah menyerah meskipun pernah mengalami kegagalan. Menurutnya, dengan ketekunan dan kerja keras, hasil yang memuaskan pasti bisa dicapai. Kisah ini menjadi inspirasi bahwa dalam dunia usaha, terutama budidaya ikan, tantangan adalah bagian dari perjalanan, dan keberhasilan akan datang bagi mereka yang terus berusaha tanpa putus asa. 

Dalam kolom komentar video panen ikan nila tersebut, muncul beberapa pertanyaan dari penonton yang kemudian dijawab langsung oleh admin channel. Salah satu pertanyaan yang cukup penting adalah mengenai tingkat kelangsungan hidup ikan atau *Survival Rate* (SR). Admin menjelaskan dengan rasa syukur bahwa SR pada pembesaran kali ini berada di atas 95 persen. Angka tersebut menunjukkan keberhasilan manajemen budidaya, karena tingkat kelangsungan hidup yang tinggi menjadi indikator bahwa ikan dipelihara dengan baik dan kondisi kolam terjaga. 

Selain itu, ada juga komentar yang menanyakan asal benih ikan nila yang digunakan. Pertanyaan ini dijawab oleh admin dengan singkat namun jelas, bahwa benih berasal dari pembenihan sendiri. Jawaban tersebut memberikan gambaran bahwa proses budidaya dilakukan secara mandiri mulai dari pembenihan hingga pembesaran, sehingga kualitas benih bisa lebih terkontrol dan hasil panen lebih terjamin. 

Ragam komentar ini memperlihatkan antusiasme penonton sekaligus menjadi sarana berbagi informasi yang bermanfaat. Dengan adanya interaksi seperti ini, penonton tidak hanya menyaksikan hasil panen, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai teknik budidaya ikan nila yang berhasil. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Jumat, 23 Januari 2026

Panen larva ikan tembakang di kolam bundar

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Dodo Ahda channel yang diupload pada tanggal 2 Januari 2026 dengan judul "Panen larva iKan Tembakang di kolam bundar #ikantembakang". 


Video dari ini memberikan gambaran yang cukup lengkap mengenai tahapan awal budidaya ikan tembakang (Helostoma temminckii), yang di beberapa daerah juga dikenal sebagai ikan tambak atau biawan. Proses yang ditampilkan dimulai dari pemijahan di kolam bundar dengan komposisi indukan yang seimbang, yaitu dua pasang betina dan empat ekor jantan. Dari hasil pemijahan tersebut, larva yang berumur lima hari kemudian dipanen. 

Pada tahap ini, larva masih sangat rentan sehingga pengelolaan lingkungan dan kepadatan kolam menjadi faktor penting. Karena populasi di kolam pemijahan sudah terlalu padat, larva segera dipindahkan ke kolam pendederan agar pertumbuhan lebih optimal dan risiko kematian akibat kompetisi berkurang.

Tahapan pendederan yang diperlihatkan dalam video juga cukup detail. Kolam pendederan baru dipersiapkan dengan metode fermentasi, penggaraman, serta pemberian EM4 untuk memastikan kualitas air sesuai kebutuhan larva. Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya manajemen kualitas air dalam budidaya ikan air tawar, terutama pada fase larva yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. 

Setelah kolam siap, larva dipindahkan dan mulai diberi pakan buatan berupa pelet halus yang mudah dikonsumsi. Pakan ini dipilih karena praktis dan tersedia di pasaran, sekaligus mendukung pertumbuhan larva menuju fase benih.

Selain aspek teknis, video ini juga menyoroti konteks kegiatan yang lebih luas. Proses panen dan pemindahan larva dilakukan di Breeding Pawase, Dusun Cikopo, Desa Cibinuang, dengan latar belakang pemandangan Gunung Ciremai yang menambah nuansa alami. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memiliki nilai edukasi. 

Mahasiswa dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan) Kampus Aceh turut terlibat dalam praktik kerja lapangan selama lima bulan. Kehadiran mereka memperlihatkan adanya transfer pengetahuan langsung dari lapangan, sehingga generasi muda perikanan dapat memahami proses budidaya secara nyata.

Ikan tambakan ini merupakan ikan yang nilai ekonomis yang lumayan tinggi hampir sama dengan ikan gurame. Budidaya ikan tambakan bisa si lakukan di kolam tembok, kolam tanah ataupun kolam bulat atau terpal. Proses pemijahan ikan tembakang biasa di malam hari menjelang pagi, biasa memijah secara alami dan koloni. Ikan tembakang merupakan ikan tahunan untuk masa panennya.  

Salah satu komentar yang muncul adalah pertanyaan sederhana namun cukup penting seperti “Punya yang gendong telur ga om?” Pertanyaan ini merujuk pada kondisi indukan ikan tembakang, apakah masih ada yang sedang membawa telur. Admin channel kemudian menjawab dengan lugas: “Nggak punya, sudah dipijahkan semua.” Jawaban ini menegaskan bahwa seluruh indukan yang digunakan dalam proses pemijahan sudah selesai bertelur, sehingga saat video dibuat tidak ada lagi indukan yang sedang dalam kondisi membawa telur. Hal ini sekaligus memberikan informasi tambahan bagi penonton mengenai tahapan pemijahan yang sudah dilakukan secara tuntas.

Komentar lain yang cukup menarik datang dari seorang penonton yang menanyakan masa panen ikan tembakang, dengan menyebutkan bahwa ikan ini banyak ditemukan di Papua. Ia menulis: “Assalamualaikum bang, berapa bulan masa panennya karena ikan tembakan ini banyak di Papua.” Pertanyaan ini dijawab oleh admin channel dengan penjelasan yang cukup detail “Waalaikumsalam, untuk ikan Tembakang dari benih sampai usia panen bisa mencapai 1-1.5 tahun, agak lambat untuk pertumbuhannya. Oh iya, Papua-nya di Merauke atau di Jayapura 🙏.”

Jawaban tersebut memberikan gambaran nyata bahwa ikan tembakang memang memiliki laju pertumbuhan yang relatif lambat dibandingkan beberapa jenis ikan air tawar lainnya. Waktu panen yang bisa mencapai satu hingga satu setengah tahun tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pembudidaya, terutama dalam hal manajemen pakan dan kualitas air. Selain itu, admin channel juga menambahkan sentuhan personal dengan menanyakan lokasi spesifik di Papua, yakni Merauke atau Jayapura, yang menunjukkan adanya interaksi hangat antara pengelola channel dengan penontonnya.

Dari dua komentar ini saja, terlihat bagaimaimana video edukatif ini tentang budidaya ikan terdapat diskusi yang lebih luas. Penonton tidak hanya menyimak proses teknis yang ditampilkan, tetapi juga aktif bertanya mengenai detail yang mungkin tidak dijelaskan secara langsung dalam video. Admin channel pun berperan penting dalam menjawab pertanyaan dengan bahasa yang sederhana, informatif, dan tetap menjaga nuansa kekeluargaan. Hal ini membuat konten yang disajikan tidak hanya bersifat satu arah, melainkan menjadi ruang interaktif yang memperkaya pengetahuan bersama.

Secara keseluruhan, video ini bisa menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya manajemen pemijahan, pendederan, dan kualitas lingkungan dalam budidaya ikan tembakang. Dengan kombinasi antara praktik lapangan, keterlibatan akademisi, serta latar alam yang mendukung, kegiatan ini mencerminkan bagaimana budidaya ikan dapat dijalankan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat dan mahasiswa. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Kamis, 22 Januari 2026

Review video unboxing ikan maskoki jumbo super quality di deHakims

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims channel yang diupload pada tanggal 20 Januari 2025 dengan judul " IKAN RAHASIA ITU AKHIRNYA TERJAWAB..!! MUAT GAK YA SEBANYAK INI..?!". 


Dalam video ini mendokumentasikan kedatangan "ikan rahasia" yang telah ditunggu-tunggu oleh Irfan Hakim untuk mengisi aquarium "Pelangi" Yang dipunyainya sejak lama. Ikan tersebut adalah Ikan Maskoki Jumbo yang dikirim langsung dari Tulungagung.

Ikan-ikan ini dibawa oleh mas Jack dari Starfish Indo, Tulungagung. Pengiriman ini merupakan hasil penantian selama sekitar 1,5 hingga 2 tahun sejak pembesaran di tambak. Totalnya ada 87 ekor ikan maskoki jumbo yang dikemas dalam 37 kantong plastik besar, ikan-ikan cantik ini telah dibesarkan di tambak selama 1 tahun 3 bulan hingga mencapai ukuran jumbo (sekitar 16-20 cm), yang kualitasnya disebut sebagai kualitas super. 

Jenis-jenis Ikan yang Dibawa yang dikirim terdiri dari berbagai varietas maskoki populer, antara lain Ryukin yaitu Varietas yang dianggap paling kuat terhadap perubahan cuaca dan pH air, serta paling cepat pertumbuhannya. Ada juga Oranda yang Termasuk jenis rosetail, Ranchu dengan berbagai varian warna seperti kaliko, merah, dan merah-putih. 

Proses adaptasi dan penempatannya Irfan Hakim telah menyiapkan tank khusus yang sudah dicat hitam seperti megatank untuk menyambut ikan-ikan ini. Jack menjelaskan pentingnya "memelihara air" sebelum memelihara ikan. Ia melakukan proses pencampuran air asal dengan air baru secara perlahan agar ikan tidak stres atau kaget dengan perbedaan suhu dan parameter air dan menyarankan agar ikan maskoki tidak dicampur dengan ikan koi dalam jangka panjang karena risiko persaingan atau gangguan, meskipun untuk sementara waktu masih bisa dilakukan dengan pengawasan ketat.

Video ini juga memperlihatkan hubungan baik antara Irfan Hakim dan Jack Starfish. Irfan memuji Jack sebagai sosok yang berhasil memajukan industri ikan hias di Tulungagung, terutama bagi kalangan pemuda. Jack sendiri merasa bangga bisa memenuhi impian membawa ikan kualitas terbaik dari daerahnya ke Jakarta untuk "Babe" Irfan. Proses unboxing ini menjadi jawaban bagi para penonton yang penasaran dengan jenis ikan apa yang akan menghuni koleksi terbaru di rumah Irfan Hakim.  

Ragam komentar di videonya di situs youtube menunjukkan antusiasme tinggi dari para penonton. Ada yang mengucapkan terima kasih atas jamuan dan keramahannya, serta merasa senang melihat ikan-ikan dari Tulungagung kini berada di tangan seorang pecinta satwa sejati. Ada pula komentar yang menekankan bahwa memelihara ikan maskoki membutuhkan ketelatenan ekstra, karena tidak semua orang mampu mempertahankan ikan ini dalam jangka panjang.

Video unboxing ikan-ikan maskoki jumbo ini menjadi bukti bahwa dedikasi Irfan Hakim dalam dunia satwa, khususnya ikan hias. Dengan koleksi baru yang beragam dan berkualitas tinggi, aquarium "Pelangi" kini semakin hidup. Kehadiran team Starfish dari Tulungagung juga menambah nilai lebih, memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara penghobies ikan hias dapat memajukan industri sekaligus menghibur masyarakat luas.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan