Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas
Tampilkan postingan dengan label Review video youtube. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review video youtube. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2026

Berapa keuntungan beternak ayam petelur 100 ekor oleh pit'IQ Farm

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel pit'IQ Farm yang diupload pada tanggal 1 Maret 2026 dengan judul " BERAPA KEUNTUNGAN BETERNAK AYAM PETELUR 100 EKOR". .


Video ini memberikan rincian realistis mengenai analisis keuntungan beternak 100 ekor ayam petelur dengan fokus pada manajemen keuangan yang sehat, termasuk menghitung biaya-biaya yang sering terlupakan.

Beternak ayam petelur merupakan salah satu usaha agribisnis yang menjanjikan, terutama jika dikelola dengan manajemen keuangan yang tepat dan disiplin. Video yang membahas beternak 100 ekor ayam petelur ini memberikan gambaran realistis mengenai modal, biaya operasional, serta strategi untuk memperoleh keuntungan bersih yang berkelanjutan.

Modal awal yang dibutuhkan untuk membangun kandang dengan kapasitas 100 ekor ayam petelur diperkirakan sekitar Rp. 9 juta hingga Rp. 10 juta. Kandang ini diasumsikan memiliki masa pakai sekitar 8 tahun. Oleh karena itu, penting untuk menyisihkan dana penyusutan sebesar Rp. 100.000 per bulan sebagai tabungan untuk membangun kandang baru di masa depan. Pendekatan ini memastikan keberlangsungan usaha tanpa harus mencari modal tambahan saat kandang perlu diganti.

Penyusutan kandang seringkali terlupakan oleh peternak pemula, padahal ini adalah komponen penting dalam menjaga kelangsungan usaha jangka panjang. Dengan disiplin menyisihkan biaya ini, peternak dapat menghindari kejutan biaya besar yang dapat mengganggu cash flow.

Ayam petelur memiliki masa produksi sekitar 20 bulan. Harga bibit ayam (pullet) sekitar Rp  85.000 per ekor, sedangkan harga jual ayam afkir (ayam yang sudah tidak produktif) hanya sekitar Rp  35.000 hingga Rp. 40.000. Selisih harga ini, sekitar Rp. 45.000 hingga Rp. 50.000 per ekor, merupakan biaya yang harus dipersiapkan untuk mengganti ayam yang sudah tidak produktif.

Untuk itu, peternak disarankan menyisihkan dana sebesar Rp. 250.000 per bulan, atau sekitar Rp. 2.500 per ekor, sebagai tabungan untuk membeli bibit baru. Dengan cara ini, siklus produksi dapat terus berjalan tanpa terganggu oleh kekurangan modal untuk penggantiaan.

Selain modal awal dan penyusutan, biaya operasional rutin juga harus diperhitungkan secara cermat. Biaya medikasi, yang meliputi vaksin, vitamin, dan obat-obatan, dianggarkan sekitar Rp. 100.000 per bulan untuk 100 ekor ayam. Biaya ini penting untuk menjaga kesehatan ayam agar produksi telur tetap optimal.

Untuk pakan, metode semi self-mixing digunakan dengan kebutuhan sekitar 11 kg pakan per hari. Estimasi biaya pakan mencapai Rp. 2.277.000 per bulan. Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam beternak ayam petelur, sehingga pengelolaan pakan yang efisien sangat menentukan profitabilitas usaha.

Dengan asumsi produksi telur mencapai 85% (sekitar 5 kg telur per hari) dan harga telur Rp. 28.500 per kg, omzet bulanan yang diperoleh adalah sekitar Rp. 4.275.000. Setelah dikurangi pengeluaran untuk pakan, penyusutan ayam, penyusutan kandang, serta biaya listrik, obat, dan air, keuntungan bersih yang realistis adalah sekitar Rp. 1.498.000 per bulan.

Angka keuntungan ini merupakan uang yang benar-benar bisa digunakan tanpa mengganggu keberlangsungan bisnis, karena biaya penyusutan sudah disisihkan secara aman. Dengan demikian, peternak tidak hanya mendapatkan keuntungan jangka pendek, tetapi juga membangun aset yang berkelanjutan.

Salah satu strategi efektif untuk meningkatkan margin keuntungan adalah dengan menjual telur langsung ke konsumen, seperti tetangga atau warung kelontong, dibandingkan menjual ke tengkulak. Dengan cara ini, peternak bisa mendapatkan tambahan margin sekitar Rp. 1.500 hingga Rp. 2.500 per kilogram telur.

Strategi penjualan langsung ini dapat menambah keuntungan bersih sekitar Rp. 300.000 per bulan, yang cukup signifikan untuk usaha skala kecil seperti beternak 100 ekor ayam petelur. Pendekatan ini juga membantu membangun hubungan yang lebih erat dengan konsumen lokal.

Beternak 100 ekor ayam petelur bukan sekadar usaha mencari keuntungan sesaat, melainkan membangun aset dan siklus produksi yang berkelanjutan. Dengan disiplin menyisihkan biaya penyusutan kandang dan ayam, peternak dapat memperluas usaha tanpa harus mencari modal tambahan dari luar dalam waktu dua tahun.

Manajemen keuangan yang sehat, termasuk perhitungan biaya-biaya yang sering terlupakan seperti penyusutan, medikasi, dan pakan, adalah kunci keberhasilan usaha ini. Ditambah dengan strategi penjualan yang tepat, beternak ayam petelur dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil dan berkembang

Video ini memberikan gambaran lengkap dan realistis bagi siapa saja yang ingin memulai atau mengelola usaha beternak ayam petelur dengan pendekatan keuangan yang matang dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Maret 2026

Rabu, 04 Maret 2026

Sukses dengan usaha peternakan terpadu bebek dan lele

Artikel review video youtube kali ini adalaha dari channel CapCapung yang diupload pada tanggal 28 Februari 2026 dengan judul " Double Income Ternak Bebek Petelur dan Lele Dalam Satu Kandang Panen Ribuan Telur dan Lele Tiap Hari". 


Pak Abdullah sudah terbiasa bergaul dengan unggas sejak kecil. Setelah pensiun dari dunia politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Purworejo, beliau memutuskan untuk memulai usaha di bidang peternakan. Keyakinannya sederhana, bahwa beternak adalah pekerjaan mulia yang tidak akan pernah lekang oleh zaman. Dengan lahan seluas 2.500 meter persegi, ia menerapkan sistem integrated farming atau pertanian terpadu yang inovatif dan ramah lingkungan.

Sistem integrated farming yang diterapkannya menggabungkan beberapa elemen peternakan dan pertanian sekaligus. Kotoran bebek dari kandang umbaran dialirkan melalui saluran khusus ke kolam ikan lele yang berada di bawah kandang baterai. Ribuan ikan lele ini berfungsi sebagai “mesin penghancur kotoran” alami yang membantu mengolah limbah sehingga lingkungan tetap bersih dan bebas bau. Selain itu, limbah kotoran bebek juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman pepaya yang ditanam di sekitar lahan. Dengan cara ini berhasil membuat siklus produksi yang efisien dan minim limbah.

Populasi bebek di Wardhana Farm mencapai hampir 5.000 ekor dan untuk menjaga kualitas telur yang dihasilkan, ia memberikan pakan pabrikan secara penuh agar konsentrat dan protein dalam pakan tetap stabil. Selain itu, sistem minum menggunakan nipple drinker juga diterapkan untuk menjaga kebersihan air minum bebek, sehingga mencegah penyebaran penyakit menular. Kebersihan kandang juga menjadi prioritas dengan pembersihan dua kali sehari, memastikan lingkungan ternak selalu sehat.

Dari segi produksi, usaha peternakan sangat menjanjikan dinans dengan populasi bebek yang besar, produksi telur mencapai sekitar 4.000 butir per hari. Biaya operasional seperti pakan dan tenaga kerja sekitar Rp. 5 juta per hari, sementara hasil penjualan telur rata-rata mencapai Rp. 8 juta per hari. Ini berarti potensi keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp. 3 juta setiap hari. Telur dari Wardhana Farm rutin dikirim ke Bekasi dan Jakarta, bahkan seringkali tidak mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Terlebih lagi, program pemerintah seperti program MBG sangat membutuhkan telur bebek sebagai bahan baku, sehingga memanfaatkan peluang ini untuk memasok telur ke program tersebut.

Selain telur, peternakan ini juga memanfaatkan bebek afkir atau bebek yang sudah tidak produktif lagi dengan menjualnya ke pengusaha rumah makan yang sudah menjadi jaringan bisnisnya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap aspek usaha peternakan beliau dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Pak Abdullah juga memiliki pesan penting untuk generasi muda, ia ingin mengubah pola pikir bahwa bertani dan beternak bukanlah pekerjaan yang rendah. Justru, sektor pangan adalah bidang yang sangat penting dan memiliki prospek cerah karena kebutuhan akan bahan pangan tidak akan pernah hilang selama manusia hidup. Beliau berharap anak-anak muda dapat melihat peluang besar di bidang ini dan tidak ragu untuk terjun ke dunia pertanian dan peternakan.

Bagi siapa saja yang tertarik belajar lebih lanjut atau ingin berkunjung ke Wardhana Farm, ia membuka pintu silaturahmi. Beliau dapat dihubungi melalui WhatsApp atau melalui akun TikTok Wardhana Farm, tempat ia berbagi pengalaman dan tips seputar peternakan terpadu.

Artikel ini menggambarkan bagaimana Pak Abdullah berhasil menggabungkan kearifan lokal dan teknologi sederhana dalam usaha peternakan terpadu yang ramah lingkungan dan menguntungkan secara ekonomi. Kisah beliau menjadi inspirasi bahwa dengan tekad dan inovasi, usaha peternakan bisa menjadi ladang penghidupan yang mulia dan berkelanjutan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Maret 2026

Selasa, 03 Maret 2026

Kompor ramah lingkungan pakai batu vulkanik pengganti arang

Artikel review vodeo youtube kali ini adalah dari channel DW Indonesia yang diupload pada tanggal 15 Juni 2020 dengan judul " Kompor Ramah Lingkungan Pakai Batu Vulkanik Pengganti Arang".  

Di Uganda, sebuah inovasi teknologi sederhana namun revolusioner hadir untuk mengatasi masalah lingkungan, ekonomi dan kesehatan yang selama ini terkait dengan penggunaan arang dan kayu bakar sebagai bahan bakar memasak. Inovasi tersebut adalah Eco Stove, sebuah kompor ramah lingkungan yang menggunakan batu vulkanik sebagai pengganti arang dan kayu bakar. Penemuan ini dikembangkan oleh Rose Twine dan telah membawa perubahan signifikan bagi masyarakat Uganda.

Eco Stove memanfaatkan batu vulkanik yang memiliki kemampuan menyimpan panas dalam waktu yang lama. Batu ini dapat mempertahankan suhu panas selama berjam-jam, sehingga memasak menjadi lebih efisien dan hemat energi. Untuk menjaga suhu tetap stabil, Eco Stove dilengkapi dengan sistem kipas angin bertenaga surya yang meniupkan udara ke batu vulkanik. Dengan bantuan tenaga surya ini, kompor dapat beroperasi tanpa perlu sumber listrik tambahan, menjadikannya sangat cocok untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau listrik.

Salah satu keunggulan Eco Stove adalah dampak positifnya terhadap lingkungan. Penggunaan batu vulkanik sebagai bahan bakar menggantikan arang dan kayu bakar yang selama ini menyebabkan penebangan pohon secara besar-besaran. Rose Twine mengklaim bahwa inovasi ini mampu mengurangi penebangan pohon di Uganda hingga lebih dari 90 Persen. Selain itu, Eco Stove tidak menghasilkan asap berbahaya seperti kompor tradisional, sehingga mengurangi polusi udara dan menjaga kualitas lingkungan sekitar.

Eco Stove juga memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi penggunanya, salah satu pengguna menceritakan pengalamannya yang berhasil menghemat biaya memasak secara drastis. Sebelumnya, ia menghabiskan sekitar 1,2 juta Shilling per tahun untuk membeli arang, namun dengan Eco Stove, pengeluaran tersebut turun menjadi kurang dari 100.000 Shilling. Penghematan ini tentu sangat berarti bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Selain itu, inovasi ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar Gunung Muhavura. Warga yang dulunya menganggap batu vulkanik sebagai gangguan bagi lahan pertanian kini mendapatkan penghasilan tambahan dengan menambang batu tersebut untuk digunakan sebagai bahan bakar Eco Stove. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.

Kompor tradisional yang menggunakan arang dan kayu bakar selama ini menghasilkan asap yang berbahaya bagi kesehatan. Di Uganda, asap dari kompor tradisional diperkirakan menyebabkan kematian hampir 20.000 orang setiap tahun akibat dari pernapasan. Eco Stove hadir sebagai solusi kesehatan karena tidak menghasilkan asap saat digunakan. Dengan demikian, penggunaan Eco Stove dapat mengurangi risiko penyakit pernapasan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pabrik Eco Stove mampu memproduksi sekitar 40 unit kompor setiap hari dan telah berhasil menjual sekitar 17.000 unit. Angka ini menunjukkan antusiasme pasar yang cukup besar terhadap teknologi ini. Mengingat sekitar 90 persen warga Uganda masih memasak menggunakan arang, potensi pasar Eco Stove sangat besar dan masih terbuka lebar untuk ekspansi lebih jauh.

Eco Stove adalah contoh inovasi teknologi yang sederhana namun berdampak luas, tidak hanya dari sisi lingkungan tetapi juga ekonomi dan kesehatan masyarakat. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti batu vulkanik dan tenaga surya, Eco Stove menawarkan solusi memasak yang bersih, efisien, dan terjangkau. Inovasi ini menjadi harapan baru bagi Uganda dalam mengurangi deforestasi, menghemat biaya hidup, dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Keberhasilan Eco Stove juga dapat menjadi inspirasi bagi negara lain yang menghadapi tantangan serupa dalam penggunaan bahan bakar tradisional. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Maret 2026

Senin, 02 Maret 2026

Mengenal 8 Jenis ikan louhan populer di dunia

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel Mas Kribo yang diupload pada tanggal 22 Maret 2025 dengan judul "8 JENIS ikan LOUHAN PALING DI CARI dan POPULER DI DUNIA #flowerhorn". 

Ikan Louhan merupakan salah satu ikan hias yang sangat digemari oleh para penghobies ikan hias eksotis di seluruh dunia. Keindahan warna dan bentuknya yang unik membuat Louhan menjadi primadona di kalangan penghobi ikan hias. Dalam sebuah video singkat berdurasi 19 detik, ditampilkan delapan jenis ikan Louhan yang paling dicari dan populer. Berikut adalah rangkuman dari jenis-jenis Louhan tersebut beserta penjelasan singkatnya.

Louhan Kamfa adalah salah satu jenis Louhan yang paling terkenal, ciri khasnya adalah kepala yang besar dengan benjolan yang menonjol, serta warna tubuh yang cerah dan bervariasi. Ikan ini sangat diminati karena penampilannya yang gagah dan elegan.

Jenis Louhan Cencu memiliki bentuk kepala yang lebih kecil dibandingkan Kamfa, dengan warna tubuh yang biasanya didominasi oleh warna merah dan oranye. Louhan Cencu sering menjadi pilihan bagi pemula karena harganya yang relatif lebih terjangkau.

Louhan GB Cencu merupakan varian dari Louhan Cencu yang memiliki warna lebih cerah dan pola warna yang lebih menarik. GB sendiri merupakan singkatan dari “Golden Base” yang menunjukkan warna dasar emas pada tubuh ikan ini.

Louhan Red Monkey dikenal dengan warna merah menyala yang mencolok dan bentuk kepala yang unik menyerupai monyet. Ikan ini sangat populer karena warnanya yang kuat dan penampilan yang eksotis.

Louhan GB Kamfa adalah perpaduan antara Louhan Kamfa dan Golden Base, menghasilkan ikan dengan kepala besar dan warna emas yang memukau. Keindahan warna dan bentuknya membuat Louhan ini sangat dicari oleh kolektor.

Louhan SRM (Super Red Monster) memiliki warna merah yang sangat intens dan tubuh yang besar. Ikan ini menjadi favorit bagi penghobies yang menginginkan Louhan dengan warna merah yang dominan dan ukuran tubuh yang besar.

Louhan Kamfa Jumbo adalah versi besar dari Louhan Kamfa biasa. Ukurannya yang jumbo membuat ikan ini terlihat lebih gagah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta Louhan.

Louhan SRD (Super Red Dragon) memiliki warna merah yang cerah dengan pola sisik yang menyerupai naga. Keunikan pola sisiknya membuat Louhan ini sangat istimewa dan banyak diburu oleh penghobies ikan hias.

Video singkat ini memberikan gambaran visual yang menarik dari masing-masing jenis Louhan, sehingga para penghobies Louhan dapat mengenali dan memilih jenis Louhan yang sesuai dengan selerannya masing-masing Dengan keindahan warna dan bentuk yang beragam, Louhan tetap menjadi salah satu ikan hias favorit yang terus diminati di seluruh dunia.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Maret 2026

Minggu, 01 Maret 2026

Trik memanaskan air dengan batu di alam

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Outdoor Life yang diupload pada tanggal 3 Maret 2015 dengan judul " Survival Skills: How to Boil Water with Rocks". 


Dalam situasi bertahan hidup di alam bebas, merebus air adalah keterampilan penting untuk memastikan air yang akan diminum aman dari kuman dan patogen. Namun, terkadang  tidak memiliki wadah logam atau kaca yang bisa langsung diletakkan di atas api. Untuk itu, teknik merebus air menggunakan batu panas menjadi solusi praktis dan efektif.

Langkah pertama yang sangat penting adalah memilih batu yang tepat dan jangan pernah mengambil batu dari sungai atau aliran air karena batu yang basah mengandung kelembapan di dalamnya, karena ketika dipanaskan, air di dalam batu berubah menjadi uap dan dapat menyebabkan batu tersebut meledak, yang berbahaya. Pilihlah batu yang kasar, berbutir, dan tidak berkilau, karena batu seperti ini lebih aman dan stabil saat dipanaskan. Untuk merebus sekitar 1 galon air, membutuhkan sekitar 20 batu panas.

Setelah batu dipilih, panaskan batu tersebut di tengah api unggun selama 30 hingga 45 menit. Pastikan api tetap menyala dengan menambahkan kayu secara berkala agar batu menjadi sangat panas, bisa mencapai suhu lebih dari 1.000°F atau ekitar 537 derajat celcius dan batu yang sudah panas ini siap digunakan untuk merebus air.

Saat memasukkan batu panas ke dalam air, gunakan penjepit kayu agar tangan Anda tidak terbakar. Bersihkan abu yang menempel pada batu sebelum dimasukkan ke dalam air agar air tetap bersih. Masukkan batu satu per satu ke dalam wadah berisi air. Batu panas akan melepaskan panas dan menyebabkan air mendesis. Jika suara desisan berhenti, itu berarti panas batu sudah habis diserap oleh air. Ganti batu yang sudah dingin dengan batu panas baru dari api sampai air benar-benar mendidih.

Teknik ini sangat berguna untuk mendisinfeksi air agar aman diminum dengan merebusnya selama minimal 10 menit. Selain itu, teknik ini juga bisa digunakan untuk memasak makanan di alam liar menggunakan wadah alami seperti kayu, kulit kayu, lubang di batu, atau lubang di tanah. Bahkan, teknik ini dapat digunakan untuk menghasilkan uap untuk berbagai keperluan bertahan hidup lainnya.

Dengan memahami dan mempraktekkan teknik merebus air menggunakan batu panas ini dapat meningkatkan peluang bertahan hidup di alam bebas dengan cara yang aman dan efektif. Selalu ingat untuk memilih batu yang tepat dan memanaskannya dengan benar agar proses merebus berjalan lancar dan aman. Teknik ini adalah keterampilan dasar yang sangat berguna bagi siapa saja yang suka berpetualang atau ingin siap menghadapi situasi darurat di alam. 

Penjelasan lain yang admin dapat dari internet infonya, Batu adalah salah satu material alami yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap dan menyimpan panas. Dalam dunia fisika, sifat ini dikenal sebagai kapasitas panas atau massa termal yang tinggi. Artinya, batu mampu menyerap energi panas dalam jumlah besar dan melepaskannya kembali secara perlahan. Karena itulah, batu sering dianggap sebagai “baterai panas” alami yang sangat berguna dalam berbagai aspek kehidupan.

Salah satu alasan utama batu sangat efektif dalam urusan panas adalah karena strukturnya yang padat. Atom-atom dalam batu tersusun sangat rapat, sehingga ketika batu terkena panas dari api atau sinar matahari, atom-atom tersebut mulai bergetar dan menyimpan energi panas itu. Berbeda dengan udara yang cepat dingin, batu mampu menahan suhu panas lebih lama. Inilah sebabnya batu terasa hangat bahkan setelah sumber panasnya hilang.

Selain mampu menyerap panas dengan baik, batu juga melepaskan panas secara perlahan. Fenomena ini sangat bermanfaat dalam berbagai situasi, terutama dalam teknik bertahan hidup dan terapi kesehatan. Misalnya, dalam hot stone massage, batu yang sudah dipanaskan akan memancarkan panas secara bertahap ke tubuh, memberikan efek relaksasi dan kehangatan yang tahan lama. Di alam liar, batu panas yang diletakkan di dekat tempat tidur bisa menjaga suhu tubuh tetap hangat sepanjang malam, membantu seseorang bertahan dalam kondisi dingin.

Namun, tidak semua batu memiliki ketahanan panas yang sama. Batu vulkanik, seperti basalt, dikenal sangat baik dalam menyerap panas dan tahan terhadap suhu tinggi tanpa mudah pecah. Karena sifat ini, batu vulkanik sering digunakan sebagai alat masak atau dalam terapi panas. Sebaliknya, batu sedimen seperti batu kali atau batu pasir juga bisa menyerap panas, tetapi memiliki resiko berbahaya jika diambil dari air. Air yang terperangkap dalam pori-pori batu tersebut bisa berubah menjadi uap saat dipanaskan, menyebabkan batu tersebut meledak dan berpotensi melukai.

Penggunaan batu dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam. Dalam memasak tradisional, beberapa budaya menggunakan batu panas yang dimasukkan ke dalam lubang tanah untuk memasak daging dan sayuran, sebuah metode yang memanfaatkan kemampuan batu menyimpan dan melepaskan panas secara perlahan. Di sauna, batu digunakan untuk menyerap panas dari tungku, kemudian disiram air agar menghasilkan uap panas yang konsisten dan menyegarkan. Selain itu, dalam konstruksi, lantai atau dinding batu yang menyerap panas matahari sepanjang hari akan terasa hangat di malam hari, memberikan kenyamanan alami tanpa perlu pemanas tambahan.

Dengan kapasitas panas yang tinggi dan kemampuan melepaskan panas secara perlahan, batu adalah salah satu baterai penyimpan panas alami terbaik yang diberikan oleh alam. Sifat ini membuat batu sangat berguna dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari memasak, terapi kesehatan, hingga konstruksi rumah yang nyaman.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Maret 2026

Sabtu, 28 Februari 2026

Proses pemijahan semi buatan di Thailand menggunakan ember hitam

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel komedi hewan yang diupload pada tanggal 3 Desember 2025 dengan judul " Teknik Thailand Ternak Gabus Pakai Ember—Hasilnya Bikin Shock! #shorts". 


Di Thailand, proses pemijahan ikan gabus dilakukan dengan metode yang praktis dan efisien menggunakan ember hitam sebagai wadah pemijahan. Setiap ember diisi dengan sepasang indukan ikan gabus yang telah dipersiapkan secara khusus. Persiapan ini melibatkan penyuntikan hormon perangsang pada indukan agar pematangan telur berlangsung lebih cepat dan pemijahan dapat terjadi secara serentak. 

Dengan cara ini, dalam waktu 8 hingga 12 jam setelah indukan dimasukkan ke dalam ember, ikan gabus sudah mulai bertelur. Penggunaan ember hitam sebagai media pemijahan ini membantu menciptakan kondisi yang ideal dan terkontrol untuk proses reproduksi ikan gabus.

Setelah proses pemijahan selesai dan telur ikan gabus menetas, telur-telur tersebut dipindahkan ke kolam penetasan. Telur akan menetas dalam waktu sekitar 24 jam setelah dipindahkan. Pada hari ketiga setelah menetas, larva ikan gabus mulai diberikan pakan berupa mikro diet berwarna merah yang diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi awal ikan. 

Selanjutnya, pada hari ketujuh, pakan larva ditingkatkan menjadi campuran antara pelet dan mikro diet yang dibentuk bulat dengan bola plastik di tengahnya. Bentuk pakan ini dibuat agar tetap mengapung di permukaan air sehingga mudah dijangkau oleh larva. Pada minggu kedua, benih ikan gabus mulai dibiasakan untuk makan pelet murni agar pertumbuhannya menjadi lebih merata dan optimal.

Setelah benih ikan gabus berumur antara 20 hingga 30 hari, ikan disortir dan dipindahkan ke kolam pembesaran yang lebih besar. Di tahap ini, ikan gabus diberi pakan yang sesuai untuk mendukung pertumbuhanny hingga mencapai ukuran konsumsi. Masa panen ikan gabus biasanya dilakukan ketika ikan berumur antara 2,5 hingga 3 bulan. 

Dengan metode ini, ikan gabus yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dan siap untuk dipasarkan atau dikonsumsi. Keseluruhan proses ini dinilai sangat praktis, cepat, dan efisien, sehingga menjadi pilihan yang baik dalam budidaya ikan gabus di Thailand.

Video ini memperlihatkan dan menggambarkan secara jelas dan beralur dari tahapan penting dalam budidaya ikan gabus, mulai dari pemijahan hingga panen, dengan bahasa yang mudah dipahami dan fokus pada kepraktisan serta efisiensi metode yang digunakan. Jika tertarik untuk mencoba budidaya ikan gabus, metode ini bisa menjadi referensi.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026

Pembiakan ikan nila semi alami di luar negeri

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel KSU Aquaculture yang diupload pada tanggal 25 Maret 2025 dengan judul "Tilapia Farming Process - From Spawning to Harvest". Video ini memberikan gambaran menyeluruh tentang proses budidaya ikan nila di Pusat Riset Aquakultur Kentucky State University tentang ringkasan prosesnya dari pemijahan hingga panen. 


Budidaya ikan nila (tilapia) di Pusat Riset Aquakultur Kentucky State University memberikan gambaran menarik tentang bagaimana teknologi dan pengetahuan modern diterapkan untuk menghasilkan ikan konsumsi yang berkualitas. Prosesnya dimulai dari tahap pemijahan hingga panen, dengan sistem yang terstruktur dan penuh perhatian terhadap detail.

Pada tahap pemijahan, nila dipelihara dalam sistem semi-alami di tangki yang dikontrol ketat. Satu koloni biasanya terdiri dari seekor jantan dan tiga betina. Suhu air dijaga sekitar 29 derajat celcius dengan pencahayaan buatan 18 jam terang dan 6 jam gelap untuk merangsang reproduksi. Karena nila adalah spesies mouthbrooding, induk betina mengerami telur di dalam mulutnya. Setiap 21 hari, telur diambil secara manual dari mulut induk untuk kemudian ditetaskan. Proses ini memastikan tingkat keberhasilan yang tinggi sekaligus memudahkan pengelolaan jumlah larva.

Setelah telur menetas, larva dipelihara selama 30 hari hingga mencapai berat sekitar 0,5 gram. Tahap berikutnya adalah sistem nursery, dimana ikan dipelihara selama kurang lebih 50 hari hingga mencapai berat 15 gram. Dengan manajemen yang baik, ikan siap dipindahkan ke sistem produksi yang lebih besar. Kentucky State University menggunakan tiga metode yaitu sistem aquakultur resirkulasi dengan teknologi filtrasi canggih, sistem mikrokosmos luar ruangan dengan aliran air terus-menerus, serta budidaya kolam tradisional dengan kepadatan tebar lebih rendah. Setiap metode memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri, namun semuanya bertujuan menjaga kualitas air dan kesehatan ikan.

Tantangan dalam budidaya nila adalah kontrol jenis kelamin dan toleransi suhu. Ikan jantan tumbuh lebih cepat dan besar dibandingkan betina, sehingga peternak berusaha menghasilkan populasi semua jantan melalui metode seperti pembalikan hormon atau teknologi Y-male. Selain itu, nila sangat sensitif terhadap suhu dingin. Pertumbuhan melambat jika suhu turun di bawah 21 derajat celcius, bahkan bisa mati pada suhu terlalu rendah. Kondisi ini membatasi budidaya luar ruangan di Kentucky hanya sekitar 3 sampai 4 bulan saat musim panas.

Mengapa nila menjadi pilihan? Dikarenakan Ikan ini memiliki rasa yang ringan dan disukai banyak konsumen. Pertumbuhannya cepat hingga ukuran konsumsi, serta fleksibel dalam pemasaran baik dalam bentuk filet, ikan utuh, maupun ikan hidup. Sistem budidayanya juga sangat adaptif, bisa diterapkan dalam skala industri besar maupun sistem kecil seperti akuaponik di halaman rumah. Dengan kombinasi kecepatan tumbuh, penerimaan pasar, dan fleksibilitas sistem, nila menjadi salah satu komoditas unggulan dalam dunia aquakultur modern.

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Februari 2026

Selasa, 24 Februari 2026

Proses pemijahan ikan oscar di Thailand

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel komedi hewan yang diupload pada tanggal 21 Januari 2026 dengan judul " Cara Thailand Memijahkan Ikan Oscar — Simpel, Cepat, Langsung Laris!#shorts". 



Pemijahan ikan oscar diawali dengan pemilihan pasangan indukan secara alami. Indukan jantan dan betina dilepas bersama dalam satu kolam besar agar mereka dapat memilih pasangannya masing-masing tanpa campur tangan manusia. Cara ini memungkinkan ikan untuk berperilaku secara alami dan meningkatkan keberhasilan pemijahan.

Untuk media bertelur, di pinggir kolam dipasang sekat-sekat kecil yang dilengkapi dengan potongan keramik. Keramik ini berfungsi sebagai tempat bagi ikan oscar untuk menempelkan telur-telurnya. Dengan adanya media khusus ini, telur yang dihasilkan dapat terlindungi dan mudah dipantau selama proses pemijahan.

Setelah proses bertelur selesai, beberapa jam kemudian keramik yang berisi telur diangkat dan dipindahkan ke ember khusus untuk penetasan. Ember ini dilengkapi dengan aerator halus yang menjaga sirkulasi udara dan oksigen tetap optimal bagi telur. Selain itu, ditambahkan cairan anti-jamur untuk mencegah infeksi dan menjaga kesehatan telur selama masa penetasan.

Telur ikan oscar biasanya menetas dalam waktu 2 sampai 3 hari. Setelah menetas, larva ikan mendapatkan perawatan khusus agar dapat tumbuh dengan baik dan sehat.

Pada hari ke-4 atau ke-5 setelah menetas, anak ikan mulai diberi pakan berupa Artemia atau kutu air halus. Pakan ini sangat cocok untuk larva karena mudah dicerna dan mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan awal. Seiring waktu, pakan akan ditingkatkan ke cacing sutra cincang, dan akhirnya anak ikan dilatih untuk mengonsumsi pelet halus agar dapat beradaptasi dengan pakan komersial.

Selain pemberian pakan yang tepat, kebersihan kolam juga sangat diperhatikan. Air kolam diganti secara rutin untuk menjaga kualitas air tetap baik dan sehat bagi ikan. Kotoran yang mengendap di dasar kolam juga disedot secara berkala agar tidak menimbulkan pencemaran dan gangguan kesehatan pada ikan.

Sistem panen ikan oscar di peternakan ini tidak didasarkan pada usia ikan, melainkan disesuaikan dengan permintaan pasar berdasarkan ukuran tubuh ikan. Metode ini dianggap sangat simpel dan efisien karena memungkinkan peternak untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan cepat tanpa  menunggu waktu tertentu.

Sistem panen yang fleksibel ini telah terbukti sukses secara komersial, terutama di Thailand, dimana budidaya ikan oscar menjadi salah satu usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan

Dengan mengikuti tahapan-tahapan tersebut, budidaya ikan oscar dapat dilakukan secara efektif dan efisien, mulai dari pemijahan hingga panen, sehingga menghasilkan ikan yang berkualitas dan siap dipasarkan. Pendekatan alami dalam pemilihan pasangan dan perhatian khusus pada perawatan larva serta kebersihan kolam menjadi kunci keberhasilan dalam proses ini.

Semoga infonya bermanfaat.



Kuningan Februari 2026

Kunjungan Habib Bahar Bin Smith ke Pasar Parung Bogor

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel ESHA VLOG yang diupload pada tanggal 14 November 2023 dengan judul "HABIB BAHAR BIN SMITH GREBEK PASAR IKAN HIAS PARUNG BOGOR". Dalam video ini Habib Bahar bin Smith sedang mengunjungi Pasar Ikan Hias Parung di Bogor untuk berbelanja langsung ikan-ikan hias yang menjadi koleksinya. Momen ini cukup istimewa karena meskipun sering datang ke pasar tersebut, ini adalah kali pertamanya  turun langsung memilih dan membeli ikan sendiri

Biasanya, tidak langsung datang untuk berbelanja, namun kali ini ia ingin merasakan pengalaman langsung memilih ikan yang diinginkan. Tujuan utama kunjungannya adalah mencari beberapa jenis ikan predator yang menjadi favoritnya, khususnya Peacock Bass atau yang biasa disebut Pibas, serta Arwana Silver Albino. Kunjungan ini menunjukkan betapa besar kecintaannya terhadap dunia ikan hias.

Menurutnya dari sejak kecil, Habib Bahar sudah dikenal sebagai pecinta hewan, misalnya  saja ikan cupang, kini ia juga mengoleksi ikan kelas atas yang bernilai tinggi seperti Arwana Super Red dengan ukuran sekitar 50 cm dan bahkan Arwana Platinum yang langka dan eksklusif. Kecintaan ini sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya. Dalam video terlihat bagaimana detailnya saat memilih ikan-ikan yang menunjukkan keseriusan dalam merawat koleksi ikan hiasnya.

Dalam kunjungannya ia ditemani rekan-rekannya membeli beberapa jenis ikan yang cukup menarik, seperti di antaranya adalah Arwana Albino, Peacock Bass jenis Mono yang merupakan ikan predator yang agresif, serta ikan Kaviat dan Botia yang juga populer di kalangan penghobies ikan predator. Selain itu ia juga membeli perlengkapan aquarium seperti filter yang penting untuk menjaga kualitas air dan kesehatan ikan-ikan koleksinya. 

Di akhir vlog video, ia memberikan rekomendasi khusus kepada masyarakat, terutama yang berada di Jawa Barat dan Bogor, untuk berbelanja di Pasar Ikan Hias Parung. memuji kelengkapan jenis ikan yang tersedia di pasar tersebut serta keramahan para penjual yang mematok harga dengan wajar. Menurutnya, Pasar Parung adalah tempat yang tepat bagi para penghobies ikan hias untuk mendapatkan ikan berkualitas dengan harga yang masuk akal. Selain itu, suasana pasar yang ramah dan interaksi hangat antara pembeli dan penjual membuat pengalaman berbelanja menjadi menyenangkan.

Video ini juga menampilkan momen-momen hangat saat berinteraksi dengan para pedagang dan pengunjung pasar. Banyak pengunjung yang ingin berfoto bersama, dan Kunjungan ini bukan hanya sekadar aktivitas berbelanja, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi kecintaan terhadap ikan hias. Dengan cara yang sederhana dan ramah, Habib Baharmenunjukkan sisi lain dari dirinya sebagai seorang pecinta hewan yang tulus dan berdedikasi. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Senin, 23 Februari 2026

Habitat buatan untuk ikan lumpur tembakul (Glodok)

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel Cerita Rumi yang diupload pada tanggal 20 Februari 2026 dengan judul " Cara Memelihara Ikan Tembakul / Glodok". 


Memelihara ikan tembakul atau gelodok membutuhkan perhatian khusus agar habitat buatan yang dibuat bisa meniru kondisi alami mereka. Dengan habitat yang tepat, ikan ini akan tumbuh sehat dan menunjukkan perilaku alami yang menarik. Berikut ini adalah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuat habitat buatan untuk ikan tembakul.

Hal pertama yang diperhatikan adalah jenis substrat yang digunakan di dalam aquarium. Untuk ikan tembakul, substrat lumpur jauh lebih baik dibandingkan pasir. Pasir bisa mengiritasi kulit ikan yang sensitif dan berisiko tertelan saat ikan mencari makan. Lumpur memberikan permukaan yang lembut dan nyaman bagi ikan tembakul.

Selain itu, lumpur memungkinkan ikan untuk menggali lubang kecil yang berfungsi sebagai wilayah kekuasaan dan tempat bersembunyi. Ini sangat penting karena ikan tembakul bersifat teritorial dan suka memiliki tempat khusus untuk berlindung.

Air yang digunakan juga menggunakan air payau yang dangkal, meniru kondisi muara tempat ikan ini biasanya hidup di alam liar. Suhu air pun dijaga agar tetap stabil di kisaran 28 hingga 29 derajat Celcius, sesuai dengan habitat tropis aslinya. Suhu yang tepat membantu menjaga kesehatan ikan dan aktivitasnya tetap normal.

Ikan tembakul hidup di lingkungan yang mengalami pasang surut air. Oleh karena itu, habitat buatan yang baik mampu meniru kondisi ini. Sistem pompa khusus bisa digunakan untuk mensimulasikan pasang surut air di dalam aquarium dan di bagian bawah dibuat penampung air yang berfungsi sebagai sumber air saat pasang dan tempat penampungan saat surut.

Ketika air pasang, pompa akan mengalirkan air ke dalam aquarium, dan saat surut, air akan ditarik kembali ke penampung di bawah. Simulasi ini sangat penting karena di alam liar, ikan tembakul akan masuk ke dalam air saat pasang dan naik ke darat untuk berjalan di atas lumpur saat air surut. Dengan simulasi ini, perilaku alami ikan dapat tetap terjaga meskipun berada di habitat buatan.

Dalam hal pemberian pakan, ikan tembakul dapat diberi makan cacing kecil, udang, atau serangga hidup. Makanan hidup ini sangat cocok karena meniru makanan alami mereka di habitat aslinya. Memberikan pakan yang tepat akan membantu ikan tetap sehat dan aktif.

Selain itu, penting untuk memahami sifat ikan tembakul yang teritorial. Mereka cenderung menjaga wilayahnya dan bisa menjadi agresif jika terlalu banyak ikan dalam satu aquarium. Oleh karena itu, jumlah ikan dalam satu habitat dibatasi agar tidak terjadi perkelahian yang bisa membahayakan kesehatan ikan.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Februari 2026

Minggu, 22 Februari 2026

Limbah kotoran kambing menjadi biogas sederhana

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel KIHD Creation yang diupload pada tanggal 28 Maret 2021 dengan judul " "Membut Biogas Dari Kotoran Kambing". 


Limbah kotoran kambing sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kotor dan tidak berguna. Namun, dengan teknologi sederhana, limbah ini bisa diubah menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, yaitu biogas. Biogas yang dihasilkan dari fermentasi kotoran kambing ini dapat digunakan untuk memasak sehari-hari, sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah ternak yang tidak terkelola dengan baik.

Untuk membuat sistem biogas sederhana ini, ada beberapa bahan dan peralatan yang perlu disiapkan. Bahan yang digunakan adalah kotoran kambing, yang bisa juga diganti dengan limbah organik lain seperti rumput, serta air. Selanjutnya, diperlukan wadah tertutup yang disebut bak digester. Wadah ini benar-benar rapat dan tidak bocor agar gas yang dihasilkan tidak terbuang. Biasanya, wadah bekas cat atau jerigen bisa dimanfaatkan sebagai bak digester.

Selain itu, ada beberapa komponen instalasi yang disiapkan, seperti pipa berukuran 3/4 inci untuk mengalirkan gas, tabung bekas pompa air yang berfungsi sebagai penampung gas, dan keran sebagai saluran pengeluaran gas yang nantinya akan digunakan untuk memasak.

Langkah pertama adalah merakit bak digester dengan pipa dan penampung gas. Penting untuk memastikan semua sambungan pipa dan wadah benar-benar rapat agar gas yang dihasilkan tidak bocor dan terbuang sia-sia. Setelah itu, campurkan kotoran kambing dengan air dengan perbandingan 1 banding 1. Campuran ini diaduk hingga merata supaya proses fermentasi berjalan optimal.

Setelah campuran siap, masukkan ke dalam bak digester dan tutup rapat. Untuk memastikan tidak ada udara yang masuk atau gas yang keluar, lapisi penutup dengan plastik tambahan. Hal ini penting agar proses fermentasi berjalan dengan baik dan gas yang dihasilkan bisa maksimal.

Proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar 15 hari. Selama waktu ini, mikroorganisme akan menguraikan limbah organik dalam kondisi tanpa udara (anaerob), sehingga menghasilkan gas metana yang bisa digunakan sebagai bahan bakar. Setelah 15 hari, biogas sudah bisa diuji dengan cara menyulutkan api pada saluran gas. Jika api menyala dengan stabil, itu berarti biogas sudah siap digunakan untuk memasak.

Dengan cara ini, limbah kotoran kambing yang sebelumnya hanya menjadi masalah lingkungan, kini bisa diubah menjadi energi yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama di desa-desa yang memiliki keterbatasan akses energi. Selain menghemat biaya bahan bakar, penggunaan biogas juga membantu menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi pencemaran.

Dengan metode sederhana ini, siapa saja bisa mulai memanfaatkan limbah ternak menjadi sumber energi yang ramah lingkungan dan ekonomis. Ini adalah langkah kecil yang berdampak besar untuk kehidupan yang lebih bersih dan berkelanjutan. 

Video praktek pembuatan biogas kotoran kambing ini berhasil menarik perhatian penonton dengan beragam komentar. Ada yang memberikan apresiasi, ada pula yang menyampaikan kritik dan pertanyaan teknis. Hal ini menunjukkan bahwa konten semacam ini mampu memicu diskusi interaktif di antara penonton dan pengelola channel.

Salah satu komentar, “Mantap... namun tidak tuntas serta tidak cukup memuaskan videonya... saya tunggu episodenya yang lebih komplet ya.” Komentar ini menggambarkan antusiasme sekaligus harapan agar konten berikutnya lebih detail dan menyeluruh. Kritik yang disampaikan tetap bernuansa positif, karena penonton menantikan kelanjutan eksperimen tersebut.

Selain itu, ada juga penonton yang bertanya mengenai mekanisme tutup cat dalam percobaan. Ia menulis, “Tutup catnya perlu ditekan ya mas, biar keluar gasnya?” Pertanyaan ini dijawab oleh admin channel dengan penjelasan sederhana, “Iya, soalnya gasnya masih sedikit. Kalau dibiarkan lama semakin banyak gas yang muncul, jadi tekanannya semakin tinggi.” Jawaban tersebut memberikan pemahaman dasar tentang bagaimana tekanan gas bekerja.

Tak hanya itu, muncul pula pertanyaan lain seputar wadah penampung gas. Seorang penonton bertanya, “Maaf mau nanya, kalau penampung gasnya menggunakan akua bisa nggak gan? Makasih.” Admin channel menjawab, “Bisa, yang penting tidak bocor.” Penjelasan singkat ini menekankan bahwa wadah apapun bisa digunakan selama kedap dan aman.

Dari rangkaian komentar ini terlihat bahwa penonton tidak hanya pasif menonton, tetapi juga aktif berdiskusi dan mencari pengetahuan tambahan. Sementara itu, admin channel merespons dengan jawaban yang lugas dan informatif. Interaksi semacam ini memperlihatkan bagaimana sebuah konten eksperimen dapat menjadi sarana edukasi sekaligus membangun komunitas belajar yang interaktif.


Semoga infonya bermanfaat.



Kuningan Februari 2026

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan