Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas
Tampilkan postingan dengan label Review video youtube. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review video youtube. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Januari 2026

Panen larva ikan tembakang di kolam bundar

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Dodo Ahda channel yang diupload pada tanggal 2 Januari 2026 dengan judul "Panen larva iKan Tembakang di kolam bundar #ikantembakang". 


Video dari ini memberikan gambaran yang cukup lengkap mengenai tahapan awal budidaya ikan tembakang (Helostoma temminckii), yang di beberapa daerah juga dikenal sebagai ikan tambak atau biawan. Proses yang ditampilkan dimulai dari pemijahan di kolam bundar dengan komposisi indukan yang seimbang, yaitu dua pasang betina dan empat ekor jantan. Dari hasil pemijahan tersebut, larva yang berumur lima hari kemudian dipanen. 

Pada tahap ini, larva masih sangat rentan sehingga pengelolaan lingkungan dan kepadatan kolam menjadi faktor penting. Karena populasi di kolam pemijahan sudah terlalu padat, larva segera dipindahkan ke kolam pendederan agar pertumbuhan lebih optimal dan risiko kematian akibat kompetisi berkurang.

Tahapan pendederan yang diperlihatkan dalam video juga cukup detail. Kolam pendederan baru dipersiapkan dengan metode fermentasi, penggaraman, serta pemberian EM4 untuk memastikan kualitas air sesuai kebutuhan larva. Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya manajemen kualitas air dalam budidaya ikan air tawar, terutama pada fase larva yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. 

Setelah kolam siap, larva dipindahkan dan mulai diberi pakan buatan berupa pelet halus yang mudah dikonsumsi. Pakan ini dipilih karena praktis dan tersedia di pasaran, sekaligus mendukung pertumbuhan larva menuju fase benih.

Selain aspek teknis, video ini juga menyoroti konteks kegiatan yang lebih luas. Proses panen dan pemindahan larva dilakukan di Breeding Pawase, Dusun Cikopo, Desa Cibinuang, dengan latar belakang pemandangan Gunung Ciremai yang menambah nuansa alami. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memiliki nilai edukasi. 

Mahasiswa dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan) Kampus Aceh turut terlibat dalam praktik kerja lapangan selama lima bulan. Kehadiran mereka memperlihatkan adanya transfer pengetahuan langsung dari lapangan, sehingga generasi muda perikanan dapat memahami proses budidaya secara nyata.

Ikan tambakan ini merupakan ikan yang nilai ekonomis yang lumayan tinggi hampir sama dengan ikan gurame. Budidaya ikan tambakan bisa si lakukan di kolam tembok, kolam tanah ataupun kolam bulat atau terpal. Proses pemijahan ikan tembakang biasa di malam hari menjelang pagi, biasa memijah secara alami dan koloni. Ikan tembakang merupakan ikan tahunan untuk masa panennya.  

Salah satu komentar yang muncul adalah pertanyaan sederhana namun cukup penting seperti “Punya yang gendong telur ga om?” Pertanyaan ini merujuk pada kondisi indukan ikan tembakang, apakah masih ada yang sedang membawa telur. Admin channel kemudian menjawab dengan lugas: “Nggak punya, sudah dipijahkan semua.” Jawaban ini menegaskan bahwa seluruh indukan yang digunakan dalam proses pemijahan sudah selesai bertelur, sehingga saat video dibuat tidak ada lagi indukan yang sedang dalam kondisi membawa telur. Hal ini sekaligus memberikan informasi tambahan bagi penonton mengenai tahapan pemijahan yang sudah dilakukan secara tuntas.

Komentar lain yang cukup menarik datang dari seorang penonton yang menanyakan masa panen ikan tembakang, dengan menyebutkan bahwa ikan ini banyak ditemukan di Papua. Ia menulis: “Assalamualaikum bang, berapa bulan masa panennya karena ikan tembakan ini banyak di Papua.” Pertanyaan ini dijawab oleh admin channel dengan penjelasan yang cukup detail “Waalaikumsalam, untuk ikan Tembakang dari benih sampai usia panen bisa mencapai 1-1.5 tahun, agak lambat untuk pertumbuhannya. Oh iya, Papua-nya di Merauke atau di Jayapura 🙏.”

Jawaban tersebut memberikan gambaran nyata bahwa ikan tembakang memang memiliki laju pertumbuhan yang relatif lambat dibandingkan beberapa jenis ikan air tawar lainnya. Waktu panen yang bisa mencapai satu hingga satu setengah tahun tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pembudidaya, terutama dalam hal manajemen pakan dan kualitas air. Selain itu, admin channel juga menambahkan sentuhan personal dengan menanyakan lokasi spesifik di Papua, yakni Merauke atau Jayapura, yang menunjukkan adanya interaksi hangat antara pengelola channel dengan penontonnya.

Dari dua komentar ini saja, terlihat bagaimaimana video edukatif ini tentang budidaya ikan terdapat diskusi yang lebih luas. Penonton tidak hanya menyimak proses teknis yang ditampilkan, tetapi juga aktif bertanya mengenai detail yang mungkin tidak dijelaskan secara langsung dalam video. Admin channel pun berperan penting dalam menjawab pertanyaan dengan bahasa yang sederhana, informatif, dan tetap menjaga nuansa kekeluargaan. Hal ini membuat konten yang disajikan tidak hanya bersifat satu arah, melainkan menjadi ruang interaktif yang memperkaya pengetahuan bersama.

Secara keseluruhan, video ini bisa menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya manajemen pemijahan, pendederan, dan kualitas lingkungan dalam budidaya ikan tembakang. Dengan kombinasi antara praktik lapangan, keterlibatan akademisi, serta latar alam yang mendukung, kegiatan ini mencerminkan bagaimana budidaya ikan dapat dijalankan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat dan mahasiswa. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Kamis, 22 Januari 2026

Review video unboxing ikan maskoki jumbo super quality di deHakims

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims channel yang diupload pada tanggal 20 Januari 2025 dengan judul " IKAN RAHASIA ITU AKHIRNYA TERJAWAB..!! MUAT GAK YA SEBANYAK INI..?!". 


Dalam video ini mendokumentasikan kedatangan "ikan rahasia" yang telah ditunggu-tunggu oleh Irfan Hakim untuk mengisi aquarium "Pelangi" Yang dipunyainya sejak lama. Ikan tersebut adalah Ikan Maskoki Jumbo yang dikirim langsung dari Tulungagung.

Ikan-ikan ini dibawa oleh mas Jack dari Starfish Indo, Tulungagung. Pengiriman ini merupakan hasil penantian selama sekitar 1,5 hingga 2 tahun sejak pembesaran di tambak. Totalnya ada 87 ekor ikan maskoki jumbo yang dikemas dalam 37 kantong plastik besar, ikan-ikan cantik ini telah dibesarkan di tambak selama 1 tahun 3 bulan hingga mencapai ukuran jumbo (sekitar 16-20 cm), yang kualitasnya disebut sebagai kualitas super. 

Jenis-jenis Ikan yang Dibawa yang dikirim terdiri dari berbagai varietas maskoki populer, antara lain Ryukin yaitu Varietas yang dianggap paling kuat terhadap perubahan cuaca dan pH air, serta paling cepat pertumbuhannya. Ada juga Oranda yang Termasuk jenis rosetail, Ranchu dengan berbagai varian warna seperti kaliko, merah, dan merah-putih. 

Proses adaptasi dan penempatannya Irfan Hakim telah menyiapkan tank khusus yang sudah dicat hitam seperti megatank untuk menyambut ikan-ikan ini. Jack menjelaskan pentingnya "memelihara air" sebelum memelihara ikan. Ia melakukan proses pencampuran air asal dengan air baru secara perlahan agar ikan tidak stres atau kaget dengan perbedaan suhu dan parameter air dan menyarankan agar ikan maskoki tidak dicampur dengan ikan koi dalam jangka panjang karena risiko persaingan atau gangguan, meskipun untuk sementara waktu masih bisa dilakukan dengan pengawasan ketat.

Video ini juga memperlihatkan hubungan baik antara Irfan Hakim dan Jack Starfish. Irfan memuji Jack sebagai sosok yang berhasil memajukan industri ikan hias di Tulungagung, terutama bagi kalangan pemuda. Jack sendiri merasa bangga bisa memenuhi impian membawa ikan kualitas terbaik dari daerahnya ke Jakarta untuk "Babe" Irfan. Proses unboxing ini menjadi jawaban bagi para penonton yang penasaran dengan jenis ikan apa yang akan menghuni koleksi terbaru di rumah Irfan Hakim.  

Ragam komentar di videonya di situs youtube menunjukkan antusiasme tinggi dari para penonton. Ada yang mengucapkan terima kasih atas jamuan dan keramahannya, serta merasa senang melihat ikan-ikan dari Tulungagung kini berada di tangan seorang pecinta satwa sejati. Ada pula komentar yang menekankan bahwa memelihara ikan maskoki membutuhkan ketelatenan ekstra, karena tidak semua orang mampu mempertahankan ikan ini dalam jangka panjang.

Video unboxing ikan-ikan maskoki jumbo ini menjadi bukti bahwa dedikasi Irfan Hakim dalam dunia satwa, khususnya ikan hias. Dengan koleksi baru yang beragam dan berkualitas tinggi, aquarium "Pelangi" kini semakin hidup. Kehadiran team Starfish dari Tulungagung juga menambah nilai lebih, memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara penghobies ikan hias dapat memajukan industri sekaligus menghibur masyarakat luas.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Rabu, 21 Januari 2026

7 jenis usaha yang tahan inflasi versi Channel youtube NERACA SENYAP

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel NERACA SENYAP yang diuploaf pada tanggal 19 Januari 2026 dengan judul " ORANG TIONGHOA MAIN DI SINI: 7 USAHA YANG TERUS DICARI". Video dari channel ini membahas tentang strategi bisnis yang tahan terhadap inflasi dan krisis, dengan mengambil pelajaran dari pola pikir pengusaha Tionghoa yang cenderung fokus pada keberlanjutan daripada sekadar mencari keuntungan cepat. 


Berikut adalah ringkasan detail mengenai 7 jenis usaha yang terus dicari seperti ulasan usaha yang terbilang tahan inflasi dan krisis Bisnis-bisnis ini mungkin terlihat membosankan atau tidak glamor, tetapi memiliki pondasi yang sangat kuat.

Distribusi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, dan tepung. Orang mungkin menunda beli baju, tapi tidak bisa menunda makan. Kontrol atas jalur barang (suplai) adalah kunci kekuatan bisnis ini.

Lalu ada perdagangan grosir skala menengah tempat belanja bagi pedagang lain. Keunggulannya ada pada volume penjualan yang besar meskipun margin per item tipis. Fokusnya adalah kepercayaan dan konsistens.

Properti yang fungsional yaitu bukan rumah mewah untuk pamer, melainkan ruko, gudang, atau kontrakan sederhana. Aset ini dicari karena kegunaannya dan memberikan arus kas rutin setiap bulan.

Bengkel dan jasa perawatan dimana saat krisis, orang lebih memilih memperbaiki kendaraan atau barang yang rusak daripada membeli baru. Jasa perawatan adalah bisnis yang selalu dibutuhkan dan menghasilkan uang "paling jujur".

Perdagangan barang harian seperti alat tulis dan perlengkapan rumah tangga kecil. Kekuatannya bukan pada untung besar per barang, melainkan pada frekuensi pembelian yang rutin dan setiap hari.

Usaha makanan sederhana dengan target yang jelas bukan restoran berkonsep mewah, tapi warung makan yang menawarkan porsi kenyang, murah, cepat, dan konsisten. Saat ekonomi sulit, orang mencari rasa aman untuk memenugu kebutuhan pakan.

Pengelolaan modal internal atau simpan pinjam yang terkontrol. Prinsipnya adalah memastikan uang selalu bekerja dan berputar, bukan diam atau digunakan untuk spekulasi.

Video ini memberikan penjelasan bahwa keberhasilan bisnis-bisnis tersebut bukan karena "hoki", melainkan karena cara berpikir yang dingin dan logis. Pengusaha yang sukses lebih mengejar bisnis yang bisa bertahan puluhan tahun daripada yang sekadar viral sesaat. Arus kas adalah raja dimana arus kas rutin (kecil tapi pasti) jauh lebih berharga daripada untung besar yang datangnya jarang .

Hapus gengsi maksudnya jangan membangun bisnis hanya agar dipuji orang. Pilihlah bidang yang memang dibutuhkan pasar, meskipun terlihat "kotor" atau remeh. Hati-hati dengan utang yang artinya Utang perlu digunakan sebagai alat untuk memperkuat arus kas, bukan untuk gaya hidup atau menutupi kerugian yang terus menerus.

Pesan dari video ini adalah agar berhenti mengejar ilusi kesuksesan di permukaan dan mulai membangun fondasi keuangan yang nyata. Inflasi akan "menghukum" mereka yang rakus dan tidak disiplin, namun akan melindungi mereka yang memiliki strategi yang dingin dan relevan dengan kebutuhan dasar manusia.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Selasa, 20 Januari 2026

Pembudidaya ikan manfish di Jakarta Timur

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel AKAR Show yang diupload pada tanggal 21 Juli 2020 dengan judul "Budidaya ikan Manfish income jutaan rupiah perminggu cara mudah merawat ikan hias". 

Budidaya ikan hias memang selalu punya daya tarik tersendiri, apalagi jika jenisnya digemari banyak orang. Salah satu ikan yang cukup populer dikalangan penghobies adalah ikan Manfish. Di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, seorang pembudidaya bernama Bang Ramis berbagi pengalaman dan tips seputar usaha ikan hias ini. Dari penjelasannya, terlihat jelas bahwa budidaya Manfish bukan hanya menyenangkan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Ikan manfish ini memiliki banyak variasi warna dan bentuk yang membuatnya digemari pecinta ikan hias. Beberapa jenis yang umum dibudidayakan antara lain Black Marble, Black and White (BW), Golden, Platinum, dan Tricolor. Selain warna, bentuk sirip juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada jenis Slayer dengan sirip panjang yang elegan, serta jenis Jengki yang memiliki sirip lebih pendek. Keberagaman ini membuat Manfish selalu punya nilai jual di pasaran karena setiap orang bisa memilih sesuai selera.

Menurut Bang Ramis, dari berbagai jenis Manfish, yang paling cepat berproduksi adalah jenis Tricolor. Dengan indukan yang sehat, pembudidaya bisa menghasilkan ribuan ekor ikan setiap bulan. Meski tidak lahir bersamaan, jumlah produksi bisa mencapai sekitar 3.000 ekor secara rutin. Dari hasil tersebut, omzet bulanan diperkirakan sekitar Rp. 3.000.000, dengan modal yang relatif kecil yaitu dari sekitar 30 pasang indukan. Angka ini menunjukkan bahwa usaha ikan Manfish ini bisa menjadi peluang bisnis yang cukup stabil terutama bagi pemula.

Berdasarkan info dari vlog video untuk ikan berusia sekitar satu bulan atau disebut burayak, harga jual berkisar antara Rp. 250 – Rp. 350 per ekor dan pada ikan indukan biasanya tidak dijual karena dianggap sebagai aset produksi yang berharga. Dengan menjaga indukan tetap sehat, pembudidaya bisa terus menghasilkan burayak baru yang siap dipasarkan.

Bagi yang baru ingin mencoba, tidak perlu langsung memiliki aquarium besar. Wadah sederhana seperti styrofoam atau bak es bisa digunakan untuk pemijahan satu pasang indukan. Pakan berupa kutu air atau cacing sutra, namun pemberiannya yang terkontrol agar tidak berlebihan. Selain itu, oksigen atau aerasi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan burayak agar cepat besar. Perawatan air juga tidak boleh diabaikan. Air sebaiknya diendapkan terlebih dahulu selama satu malam sebelum digunakan, agar lebih aman bagi ikan.

Meskipun terlihat mudah, budidaya Manfish tetap memiliki tantangan jika ada perubahan cuaca yang drastis, seperti panas yang tiba-tiba berganti hujan, bisa membuat suhu air berubah cepat. Kondisi ini berisiko membuat ikan stres, kurang sehat, bahkan mati. Oleh karena itu, pembudidaya harus selalu memperhatikan kondisi lingkungan dan menjaga kualitas air.

Budidaya ikan Manfish bisa menawarkan peluang usaha yang cukup menjanjikan, terutama bagi pemula yang ingin membudidayakannya. Dengan perawatan yang sederhana dan modal yang tidak terlalu besar, serta permintaan pasar yang stabil usaha ini bisa menjadi pilihan menarik. Selain menghasilkan keuntungan, memelihara ikan hias juga memberikan kepuasan tersendiri karena keindahan dan variasi bentuknya. Seperti yang diperlihatkan Bang Ramis, dengan ketekunan dan perhatian pada detail, budidaya Manfish bisa menjadi ladang rezeki sekaligus hobi yang menyenangkan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Minggu, 18 Januari 2026

Review venus aquatic tangerang selatan dari channel youtube iqbalizda

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Iqbalizda yang diupload pada tanggal 8 November 2025 dengan judul "SIDAK IMPORTIR IKAN HIAS TERBESAR DI INDONESIA! IKAN DARI SELURUH DUNIA ADA DISINI! VENUS AQUATIC!". 

Dalam vlog video ini menayangkan liputan mendalam ke Venus Aquatic, salah satu importir dan eksportir ikan hias terbesar di Indonesia. Berlokasi di Tangerang Selatan, tempat ini bukan sekadar toko ikan biasa, melainkan pusat grosir dan operasional yang menghubungkan pasar lokal dengan mancanegara. 

Dalam perbincangan dengan Nicholas, pemilik Venus Aquatic, terungkap bahwa bisnis ini berawal dari satu akuarium pribadi berisi ikan Arwana perak. Dari hobi sederhana itu, kini Venus Aquatic berkembang menjadi delapan gedung besar yang penuh dengan berbagai jenis ikan hias. Nicholas sendiri sering turun langsung ke berbagai negara seperti Cina, India, Myanmar dan Thailand untuk mencari stok ikan terbaik dan memantau habitat aslinya. Bahkan, Venus Aquatic kerap menjadi perantara perdagangan antara India dan Cina yang terkendala regulasi ekspor-impor langsung. 

Bisnis Venus Aquatic tidak hanya sebatas impor dan juga memberikan indukan kepada petani lokal untuk dibesarkan, lalu hasilnya dibeli kembali untuk diekspor ke luar negeri. Siklus ini membuat ekosistem bisnis ikan hias tetap hidup dan berkembang. Nicholas menjelaskan pentingnya inovasi yaitu jika satu jenis ikan mulai sepi peminat akan segera beralih ke jenis lain agar bisnis tetap bertahan. Meski begitu, perjalanan bisnis ini tidak selalu mulus. Ia mengakui pernah mengalami masalah internal seperti kecurian ikan oleh oknum karyawan, sehingga kini pengawasan lebih ketat dilakukan. 

Salah satu daya tarik Venus Aquatic adalah koleksi ikan Koi unik dikenal sebagai sosok yang mempopulerkan nama Hudielong atau "Naga Kupu-kupu" untuk jenis Koi bersayap panjang asal Cina. Koleksinya di kategorikan mirip dengan ikan Koi menampilkan varian menarik seperti Aka Matsuba, Golden Matsuba berbentuk membulat dengan sirip gondrong. Koi jenis ini dianggap lebih kuat dan berumur panjang dibandingkan ikan koki, meski sekilas penampilannya mirip. 

Selain Koi jeni Hudielong, Venus Aquatic juga menyimpan koleksi ikan predator dan langka. Ada berbagai jenis Channa (ikan kepala ular), mulai dari Auranti, Andrao hingga Parachanna Africana dari Afrika. Koleksi Tiger Fish (Datnoid) bahkan mencapai ribuan ekor, dengan kualitas garis tubuh yang sangat bergantung pada daerah asal. Tak hanya itu, ikan eksotis dari luar negeri juga hadir, seperti Piraiba dari Peru dan Labeobarbus Malagarasi dari Tanzania. 

Mengelola ribuan ekor ikan tentu membutuhkan biaya besar dimana untuk pakan cacing sutra saja, Venus Aquatic menghabiskan sekitar Rp. 350.000 setiap hari. Karena harga tanah di sekitar Tangerang Selatan cukup tinggi, Nicholas menyiasatinya dengan membangun rak aquarium bertingkat agar ruang penyimpanan lebih maksimal. Konsep bisnis mereka jelas: bukan toko retail yang cantik dan terbuka setiap saat, melainkan gudang grosir sekaligus pusat operasional online. 

Salah satu daya tarik dari video inj adalah ikan Koi Hudielong atau “Naga Kupu-kupu”. Komentar penonton pun menyinggung rasa penasaran tentang bagaimana cara memesan jenis koi unik ini. Antusiasme tersebut menandakan bahwa Hudielong berhasil mencuri perhatian, bukan hanya karena tampilannya yang eksotis, tetapi juga karena reputasinya sebagai ikan koi bulat yang kuat dan berumur panjang. 

Komentar lainnya ketertarikan koleksi ikan impor yang dipunyai Venus Aquatic. Ragam ikan predator, koi unik, hingga jenis langka dari luar negeri membuat satu penonton kagum. Ungkapan sederhana seperti “bagus bagus ikan impor nya yak” mencerminkan antusiasme penghobies ikan hias terhadap kualitas stok yang ditawarkan.

Liputan vlog video ini ditutup dengan ajakan bagi penghobies ikan hias untuk bergabung ke WhatsApp Venus Aquatic, sebagai tempat membagikan daftar harga dan stok terbaru. Dari satu aquarium kecil hingga menjadi pusat perdagangan internasional, kisah Venus Aquatic ini menunjukkan bagaimana hobi bisa berkembang menjadi bisnis besar dan meluas.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026

Spesialis ikan koi doitsu dari Kota Batu

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel AUDREY A yang diupload pada tanggal 28 November 2025 dengan judul " GREBEK SPESIALIS IKAN KOI BOTAK TIDAK BERSISIK TAPI MENGALAHKAN KOI JEPANG | KOI NATION". 

Di dunia ikan hias, koi selalu menjadi primadona. Namun, ada satu jenis koi yang cukup unik dan berbeda dari kebanyakan: Koi Doitsu, atau koi botak tanpa sisik. Jenis ini menjadi sorotan dalam kunjungan Koh Audrey A ke sebuah peternakan spesialis koi di Kota Batu, Jawa Timur, yang dikenal dengan nama Koi Nation.

Asal-usul Koi jenis Doitsu berasal dari persilangan dengan Germany Carp atau ikan karper Jerman. Di Indonesia, para pembudidaya berhasil mengembangkan jenis ini hingga kualitasnya mampu bersaing dengan koi asal Jepang. Keunikan dari koi Doitsu ada pada fisiknya yaitu sebagian besar tidak memiliki sisik sama sekali, atau hanya memiliki sedikit sisik besar di bagian punggung. Kulitnya terasa lembut, bahkan seperti ikan yang sudah dimasak. Justru karena ketiadaan sisik, warna tubuh koi Doitsu terlihat lebih tegas, kontras, dan mengkilap. Selain itu, koi ini juga tidak bisa terkena penyakit sisik nanas (dropsy), yang biasanya menyerang koi bersisik.

Koi Nation memilih untuk fokus pada jenis Showa Doitsu dan turunannya, seperti Hi Utsuri dan Shiro Utsuri. Alasannya sederhana yaitu pola warna Showa memiliki daya tarik tersendiri karena bisa berubah dan semakin indah seiring bertambahnya usia ikan. Bagi para pembudidaya, hal ini ibarat hadiah besar dari kualitas ikan yang awalnya biasa saja bisa berkembang menjadi koi berkelas tinggi.

Harga koi Doitsu di Koi Nation bervariasi sesuai dengan kualitas dan ukuran. Untuk grade medium dengan panjang sekitar 40 cm, harganya cukup terjangkau, sekitar Rp. 3 jutaan. Sementara itu, koi dengan kualitas tinggi (HQ) yang memiliki potensi masa depan bagus dibanderol antara Rp. 5 juta hingga Rp. 10 juta. Adapun koi dengan kualitas kontes atau yang sudah memenangkan penghargaan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, ada jenis Shiro Utsuri Doitsu istimewa yang harganya hampir menembus ratusan juta, menandakan betapa tinggi nilai investasi ikan ini.

Untuk menghasilkan koi dengan warna dan pertumbuhan maksimal, Koi Nation menerapkan sistem keeping di kolam fiber. Kolam ini memungkinkan pengaturan parameter air secara lebih presisi sebelum ikan dipindahkan ke kolam besar. Warna putih (shiroji) pada koi, misalnya, bisa ditingkatkan dengan menjaga kebersihan air agar tetap jernih serta pemberian pakan khusus. Dengan perawatan yang baik, koi Doitsu di sini mampu tumbuh hingga ukuran 70 sampai 80 cm, menjadikannya salah satu koi lokal dengan kualitas yang patut dibanggakan.

Koi Nation berlokasi di Jalan Karate Nomor 16, Kota Batu, Jawa Timur dan melayani pembelian langsung di tempat maupun secara online melalui media sosial. Tak hanya itu, pengiriman ikan juga bisa dilakukan ke seluruh Indonesia bahkan hingga mancanegara, sehingga para penghobiea koi dari berbagai daerah dapat menikmati keindahan koi Doitsu hasil budidaya lokal.

Video kunjungan Koh udrey A ke Koi Nation membuktikan bahwa kualitas koi lokal Indonesia, khususnya jenis Doitsu, sudah sangat maju dan berkualitas. Dengan keunikan fisiknya serta nilai investasi yang tinggi, koi Doitsu dari Kota Batu layak menjadi kebanggaan sekaligus pilihan untuk para penghobies ikan hias di Indonesia.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Rabu, 14 Januari 2026

Peluang usaha menanam seledri di desa

Artikel review video youtube kali ini yang berjudul "TANAMAN CEPAT PANEN HARGA MAHAL - PELUANG USAHA SELEDRI DI DESA" dari channel Indformatips ini membahas tentang potensi bisnis budidaya seledri sebagai komoditi pertanian yang menjanjikan yang diupload pada tanggal 1 September 2023. 

Seledri adalah tanaman yang sudah sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Hampir setiap hidangan berkuah seperti bakso atau sop ayam menggunakan seledri sebagai penyegar dan penambah aroma. Permintaan pasar terhadap seledri pun tidak pernah surut, karena selain digunakan di dapur tanaman ini juga memiliki manfaat kesehatan yang baik. 

Menurut info terdapat kandungan kalium, vitamin B6, dan berbagai zat penting lainnya membuat seledri dipercaya mampu membantu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan ginjal, serta mendukung sistem pencernaan. Dengan ragam manfaatnya sebagai bahan kuliner dan obat alami, seledri menjadi komoditi pertanian yang memiliki peluang usaha menjanjikan, terutama bagi masyarakat desa yang memiliki lahan untuk menanamnya dilahan kosong.

Untuk membudidayakan seledri, kondisi lingkungan memang berpengaruh besar. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 1000–1200 meter di atas permukaan laut, dengan suhu sejuk antara 16 hingga 21 Derajat celcius. Namun, bukan berarti seledri tidak bisa ditanam di dataran rendah. 

Dengan perawatan yang tepat, seledri tetap bisa berkembang dengan baik. Ada dua cara penanaman yang bisa dipilih, yaitu vegetatif menggunakan anakan atau generatif dengan biji. Pada skala usaha, biasanya digunakan biji yang disemai terlebih dahulu selama kurang lebih empat minggu sebelum dipindahkan ke lahan tanam. 

Setelah itu, perawatan dilakukan secara rutin, mulai dari penyiraman, pemupukan setiap dua minggu, hingga penyiangan gulma agar tanaman tidak terganggu. Dalam waktu sekitar tiga bulan tanaman seledri sudah siap dipanen dan dijual ke pasar.

Dari sisi bisnis, budidaya seledri tergolong cukup menguntungkan. Menurut info dari beberapa sumber yang bisa dipercaya bahwa biaya produksi rata-rata adalah sekitar Rp. 8.936 per meter persegi. Jika seseorang memiliki lahan seluas 100 meter persegi, dengan asumsi harga jual Rp. 30.000 per kilogram dan hasil panen sekitar 0,3 kilogram per titik tanam, potensi pendapatan bisa mencapai Rp. 3,9 juta sekali panen. 

Angka ini tentu sangat menarik, apalagi jika dilakukan secara berkelanjutan. Dengan siklus panen yang relatif cepat, usaha seledri bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang stabil bagi petani desa. Selain itu, seledri termasuk tanaman yang tidak membutuhkan perawatan rumit, sehingga cocok untuk dijadikan usaha sampingan maupun usaha yang menguntungkan.

Meskipun begitu, budidaya seledri juga memiliki tantangan yang perlu diantisipasi. Salah satu masalahnya adalah serangan jamur yang dapat menyebabkan busuk akar dan batang. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa mengurangi hasil panen secara signifikan. Untuk mengatasi hal tersebut, sistem hidroponik bisa menjadi solusi yang lebih modern. 

Dengan hidroponik, siklus tanam lebih cepat, perawatan lebih efisien, dan pengendalian penyakit lebih mudah dibandingkan metode konvensional di tanah. Selain itu, sebelum memulai usaha, penting untuk mempelajari potensi pasar lokal dan melakukan analisis biaya agar tahu kapan titik impas (BEP) bisa tercapai. Sebaiknya usaha dimulai dari skala kecil terlebih dahulu, sehingga pengalaman dan pengetahuan bertambah sebelum memperluas lahan dan produksi.

Dengan perawatan yang tepat dan analisis bisnis yang matang budidaya seledri bisa menjadi salah satu pilihan usaha pertanian yang menjanjikan di desa. Jika masyarakat desa mampu memanfaatkan peluang ini, seledri bisa menjadi komoditi unggulan yang dapat meningkatkan pendapatan juga memperkuat ketahanan pangan lokal karena banyak dibutuhkan. 

Komentar-komentar yang ada pada video tentang peluang usaha budidaya seledri ini cukup beragam dan mencerminkan sudut pandang yang berbeda dari para penonton. Ada yang menyoroti aspek teknis budidaya, ada pula yang menekankan pentingnya dukungan sistem pemasaran dan kebijakan pemerintah.  

Salah satu komentar menyebutkan bahwa seledri sebenarnya bisa dipanen lebih cepat, bahkan seminggu sekali, sehingga peluang keuntungan terasa lebih besar dibandingkan dengan sayuran lain. Harapan yang disampaikan adalah agar para petani bisa sukses dan memperoleh hasil yang layak dari usaha mereka. Komentar ini menunjukkan optimisme terhadap potensi seledri sebagai komoditi yang menguntungkan. 

Di sisi lain, ada komentar yang lebih kritis dengan menekankan perlunya sinergi semua pihak untuk mengangkat nasib petani. Distribusi dan pemasaran hasil pertanian dianggap sebagai titik lemah yang harus dibenahi secara serius oleh kementerian terkait. Pertanyaan yang muncul adalah kapan sistem pemasaran yang baik bisa benar-benar terwujud, karena tanpa dukungan distribusi yang kuat, hasil panen petani sering kali tidak memberikan keuntungan maksimal.  

Ada juga komentar dari seseorang yang tertarik untuk memulai usaha budidaya seledri, tetapi masih bingung bagaimana cara memasarkan hasil panen. Pertanyaan ini kemudian dijawab langsung oleh admin channel dengan cukup detail. Admin menyarankan agar calon petani terlebih dahulu memperhatikan kebutuhan pasar di sekitar mereka, lalu memulai dari skala kecil. Setelah panen, hasil bisa ditawarkan secara langsung, melalui WhatsApp, atau media sosial lain. Admin menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, baik dari segi kebersihan, kesegaran, maupun kemasan. Jika konsumen puas, mereka akan melakukan repeat order bahkan bisa ikut mempromosikan produk ke komunitasnya. Dari situ, skala bisnis bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai daya serap pasar. Admin juga memberi ide untuk menjalin kerja sama dengan swalayan, pedagang sayur, rumah makan, usaha catering, hotel, hingga tukang bakso dan soto.  

Dari ragam komentar ini terlihat bahwa budidaya seledri memang menarik perhatian banyak orang. Ada yang fokus pada peluang keuntungan, ada yang menyoroti tantangan sistemik, dan ada pula yang mencari solusi praktis untuk pemasaran. Kesemuanya memperlihatkan bahwa usaha pertanian seperti seledri tidak hanya soal menanam dan panen, tetapi juga membutuhkan strategi pemasaran, dukungan kebijakan, serta kerja sama antar pihak agar benar-benar bisa menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi petani. 

Untuk lebih detailnya tekan pembaca bisaelihat langsung videonya agar lebih mendapat pemahaman karena terdapat visualnya.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Selasa, 13 Januari 2026

Jenis tanaman yang bisa menyerap emas

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel youtube Made in Jumah yang diupload pada tanggal 18 Januari 2023 dengan judul " Jarang Diketahui ! 11 Tanaman Ini Ternyata Menghasilkan Emas".  

Tanaman biasanya dikenal sebagai sumber pangan, obat, atau penghijauan. Namun ternyata, ada sejumlah tanaman yang memiliki kemampuan luar biasa dimana bisa menyerap logam berat dari dalam tanah, bahkan emas. Proses ini disebut phytomining, yaitu pemanfaatan tanaman untuk mengambil mineral berharga dari tanah. Fenomena ini bukan sekadar teori, melainkan sudah diteliti oleh para ahli biologi dan terbukti pada beberapa jenis tanaman yang disebut hiper akumulator. Tanaman jenis ini memiliki mekanisme fisiologis khusus yang membuat mereka mampu menyerap logam dalam jumlah besar, lalu menyimpannya di daun, batang, atau akarnya.

Salah satu contoh yang paling terkenal adalah pada pohon kayu putih, seperti di Australia, ditemukan pohon kayu putih setinggi 30 meter yang akarnya mampu mengambil partikel emas dari kedalaman tanah. Daun dan rantingnya pun mengandung jejak emas. Selain itu, ada tanaman jarak pagar yang biasanya digunakan sebagai bahan bakar nabati. Tanaman semak yang tahan kering ini ternyata juga bisa menghasilkan butiran emas murni dari tanah tempat ia tumbuh. Kemudian ada tanaman lembang (Typha), sejenis rumput besar yang hidup di rawa-rawa. Tanaman ini diklaim mampu menghasilkan sekitar 5–7 gram emas dalam satu hektar lahan, jumlah yang cukup mengejutkan jika ditanam dalam skala besar.

Di Afrika, terdapat pandan lilin (Pandanus candelabrum) yang dipercaya mampu menyerap emas dan bahkan berlian dari tanah. Jenis pandan ini berbeda dengan pandan yang biasa kita gunakan untuk memasak di Indonesia, tetapi tetap menunjukkan betapa uniknya kemampuan tanaman dalam berinteraksi dengan mineral. Di Indonesia sendiri, ada tanaman kantong monyet yang tumbuh liar di Riau. Tanaman ini dikenal mampu menyerap logam berat termasuk emas. Pohon mindi atau nimba, yang sering dijadikan peneduh dan obat tradisional, juga memiliki kemampuan serupa. Kedua tanaman ini menunjukkan bahwa potensi phytomining tidak hanya ada di luar negeri, tetapi juga di tanah air.

Selain tanaman, beberapa jenis jamur juga memiliki kemampuan menyerap emas. Jamur merah muda yang ditemukan di Australia Barat diketahui menyerap partikel emas dari tanah sehingga ukurannya lebih besar dibanding jamur biasa. Ada pula cendawan endofit berserat gelap yang hidup bersimbiosis dengan tanaman lain. Jenis cendawan ini sangat efektif menyerap logam berat karena mampu bertahan di lingkungan yang tercemar. Kemudian ada kemiri Sunan, pohon yang dikenal tahan erosi dan berpotensi sebagai bahan bakar nabati. Akar kuatnya juga bisa menyerap partikel emas dan logam berat lain dari tanah.

Rumput vetiver atau akar wangi, yang sering digunakan untuk mencegah longsor karena akarnya yang dalam dan kuat, ternyata juga mampu menyerap racun dan logam berat termasuk emas. Bahkan tanaman sederhana seperti bayam liar pun memiliki kemampuan menyerap logam terlarut dalam bentuk ion. Meski tingkat penyerapan emasnya rendah karena sifat emas yang sulit larut di alam, tetap saja hal ini menunjukkan bahwa tanaman biasa pun bisa berinteraksi dengan mineral tanah. 

Tanaman-tanaman ini adalah bukti bahwa alam memiliki cara unik untuk “menambang” emas tanpa perlu merusak lingkungan. Para pakar biologi dari IPB menyebutkan bahwa tanaman hiper akumulator banyak tersebar di wilayah Indonesia Timur, seperti Kalimantan, Papua atau Sulawesi. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Tanaman kacang sacha ichi dan peluang usaha pertanian berkelanjutan

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel TARUNA GD yang diupload pada tanggal 3 September 2023 dengan judul."satu kali tanam panen tiap minggu selama 20 tahun || tanaman penghasil uang". Menurut keterangan dari channel video tanaman ini hanya 1 kali tanam bisa panen tiap minggu selama 20 sampai 25 tahun tidak berhenti terus menerus menghasilkan uang, tanaman ini namanya kacang Sacha inchi berasal dari hutan Amazon Amerika Selatan, kacang Sacha inchi ternyata cocok ditanam di Indonesia baik dataran rendah atau dataran tinggi juga penanaman dan perawatan sangat mudah serta biayanya cukup murah, kacang Sacha inchi mengandung sejuta manfaat terutama Omega 3 dan Omega 6 bisa membantu mencerdaskan otak juga merupakan super food yang sangat bagus kesehatan tubuh. 


Biji Sacha Inchi dikenal kaya akan Omega 3 dan Omega 6, dua jenis asam lemak esensial yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk kecerdasan otak. Tidak hanya bijinya, hampir seluruh bagian tanaman ini bisa dimanfaatkan. Kulit buah dapat dikeringkan dan dijual, sementara daunnya bisa dijadikan lalapan atau diolah menjadi teh herbal. Dengan begitu, tanaman ini tidak hanya menghasilkan satu produk, tetapi juga memiliki nilai tambah dari bagian lain yang biasanya terbuang.

Sacha Inchi mulai bisa dipanen pada usia 6 hingga 7 bulan setelah tanam. Setelah panen perdana, tanaman ini akan terus berproduksi tanpa mengenal musim. Perawatannya pun tergolong mudah. Tanaman ini tidak membutuhkan pestisida kimia, melainkan cukup dengan pupuk organik seperti jerami padi atau bonggol pisang. Sistem budidayanya juga fleksibel karena bisa ditanam secara tumpang sari bersama tanaman lain yang lebih pendek, misalnya saja porang atau talas

Karena usianya yang panjang, hingga puluhan tahun, Sacha Inchi membutuhkan tiang penyangga (ajir) yang kuat. Petani disarankan menggunakan tiang dari tanaman hidup seperti kaliandra atau tiang cor beton agar mampu menopang sulur yang rimbun. Dengan penopang yang kokoh, tanaman dapat tumbuh optimal dan berproduksi stabil dalam jangka panjang.

Dari sisi ekonomi, Sacha Inchi menawarkan peluang yang sangat menjanjikan. Harga biji kering di pasaran cukup tinggi, berkisar antara Rp. 30.000 hingga Rp. 40.000 per kilogram melalui kontrak. Bahkan di pasar online, harga bisa mencapai Rp. 90.000 hingga Rp. 150.000 per kilogram. Dengan biaya operasional yang relatif murah dan hasil yang berkelanjutan, tanaman ini menjadi pilihan ideal bagi petani kecil yang ingin meningkatkan pendapatan tanpa harus mengeluarkan modal besar setiap musim tanam.

Kacang Sanca Inci bukan sekadar tanaman biasa, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi petani. Dengan masa produktif hingga 25 tahun, perawatan yang sederhana, serta nilai jual yang tinggi, tanaman ini layak disebut sebagai “tanaman penghasil uang.” Bagi petani kecil di Indonesia, Sacha Inchi bisa menjadi solusi untuk mendapatkan penghasilan berkelanjutan sekaligus mendukung pertanian organik yang ramah lingkungan. 

Ragam komentar tentang tanaman ini seperti di Rantau Prapat, masyarakat menyebut tanaman ini dengan nama pohon pina-pina. Daun mudanya biasa dimasak bening atau ditumis, sementara buah mudanya juga bisa dijadikan sayur. Tanaman ini dikenal sejak zaman dulu, namun kini keberadaannya mulai berkurang karena tidak banyak lagi yang menanamnya.

Para petani menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam memilih tanaman. Setiap jenis tanaman memiliki karakteristik yang berbeda dan harus disesuaikan dengan kondisi tanah serta lingkungan. Kesalahan dalam memilih bisa berakibat pada kerugian, dan tentu saja yang menanggung adalah petani itu sendiri. Karena itu, banyak yang menyarankan agar mencoba menanam dalam skala kecil terlebih dahulu sebelum memperluas lahan. Hal ini menjadi pelajaran dari pengalaman menanam porang, di mana banyak petani yang menanam dalam jumlah besar, namun harga tiba-tiba turun drastis.

Di daerah lain seperti Empat Lawang, masyarakat lebih mengenal daun muda dari tanaman ini sebagai bahan masakan. Rasanya manis, mirip dengan daun katuk, sehingga sering dijadikan sayur bening atau tumisan. Baru belakangan diketahui bahwa buah mudanya juga bisa dimakan, sehingga menambah variasi pemanfaatan tanaman ini.

Selain itu, ada pula komentar yang mengingatkan agar petani tidak mudah tergiur dengan bisnis instan yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Banyak yang akhirnya tertipu oleh janji manis keuntungan 20 persen atau lebih, padahal kenyataannya tidak sesuai. Berbeda dengan usaha pertanian yang sifatnya sektorial meskipun harga naik turun, jika dijalani dengan konsisten dan penuh kesabaran, hasilnya tetap bisa dirasakan. 

Kesimpulannya, ragam komentar ini menunjukkan bahwa pengalaman petani sangat berharga untuk dijadikan pedoman. Tanaman tradisional seperti pina-pina memiliki potensi yang bisa dikembangkan, baik dari sisi pangan maupun ekonomi. Namun, kunci dalam bertani adalah kesabaran, konsistensi, dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan. Dengan cara itu, usaha pertanian akan tetap bermanfaat dan berkelanjutan bagi kehidupan petani dan masyarakat sekitar. 

Sementara info lainnya dari berbagai sumber di internet Sacha Inchi memang merupakan tanaman superfood yang berasal dari hutan Amazon dan kini mulai dikenal luas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Buahnya berbentuk bintang dengan empat hingga lima biji di dalamnya, dan biji tersebut menyimpan kekayaan nutrisi yang luar biasa. Kandungan protein, serat, serta lemak sehat berupa omega-3, omega-6, dan omega-9 menjadikan sebagai salah satu sumber pangan nabati terbaik. Rasanya mirip dengan kacang tanah, sehingga mudah diterima oleh lidah masyarakat. Tidak hanya dikonsumsi sebagai camilan panggang, bijinya juga diolah menjadi minyak yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan jantung, otak, dan kecerdasan.

Keunggulannya ada pada kandungan omega-3 yang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan ikan salmon liar. Selain itu, bijinya juga mengandung omega-6, vitamin E, mineral, antioksidan, serta triptofan yang berperan penting dalam produksi serotonin. Kandungan nutrisi ini menjadikan Sacha Inchi sebagai makanan fungsional yang mampu mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Omega-3 dan omega-6 berperan menjaga fungsi jantung dan otak, sementara serat membantu sistem pencernaan tetap sehat. Triptofan yang terkandung di dalamnya juga dapat meningkatkan suasana hati, sehingga mengkonsumsi rutin berpotensi memberikan manfaat psikologis selain manfaat fisik.

Manfaat kesehatan dari Sacha Inchi sangat beragam yaitu minyaknya juga dikenal sebagai salah satu minyak nabati terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan menjaga keseimbangan lemak dalam tubuh. Antioksidan yang terkandung di dalam biji maupun daunnya membantu melawan radikal bebas, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit degeneratif. Tidak hanya itu, dengan mengkonsumsinya dipercaya mampu mengurangi risiko asam urat, menjaga elastisitas kulit, serta mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang. Dengan kombinasi nutrisi yang lengkap, tanaman ini layak disebut sebagai superfood yang memberikan perlindungan menyeluruh bagi tubuh.

Selain manfaat kesehatan, Sacha Inchi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Biji yang dipanggang bisa dijual sebagai camilan sehat, sementara minyaknya banyak digunakan dalam industri makanan, suplemen, hingga kosmetik. Minyaknya juga dikenal sebagai pelembab alami yang sangat baik untuk kulit, sehingga permintaannya terus meningkat di pasar global. Bahkan daunnya pun dapat dimanfaatkan sebagai bahan minuman herbal karena kandungan antioksidannya. Dengan pemanfaatan yang hampir menyeluruh, tanaman ini memberikan peluang usaha yang sangat menjanjikan bagi petani maupun pelaku industri pangan sehat.

Budidaya Sacha Inchi relatif mudah dilakukan. Tanaman ini termasuk jenis merambat dan dapat mulai berbuah dalam waktu 5 hingga 8 bulan setelah ditanam. Asalnya dari Amerika Selatan, dengan Peru sebagai salah satu penghasil terbaik, namun iklim tropis di Indonesia juga sangat mendukung pertumbuhannya. Dengan perawatan sederhana, tanaman ini bisa menjadi sumber penghasilan berkelanjutan. Bagi petani kecil, tanaman ini menawarkan peluang usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung tren gaya hidup sehat yang semakin diminati masyarakat.

Secara keseluruhan tanaman ini  menggabungkan tiga keunggulan sekaligus seperti nutrisi tinggi, manfaat kesehatan, dan potensi ekonomi. Bentuknya yang unik, kandungan omega-3 yang melimpah, serta kemudahan budidaya menjadikannya sebagai salah satu tanaman masa depan yang layak dikembangkan lebih luas. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat dan berpotensi menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga berpotensi menyejahterakan yang menanamnya.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2025 

Artikel ini mengalami editan 13 Januari 2026 04:08

Senin, 12 Januari 2026

Sukses budidaya Ikan manfish Black-White

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel youtube agromaritim yang diupload pada tanggal 23 Maret 2022 dengan judul "Fokus Budidaya Ikan Manfish BW, Dari Coba-coba Sukses Rambah Pasar Ekspor". Budidaya Ikan Hias jenis manfish Black-White (BW) yang mempunyai warna hitam merupakan jenis manfish yang paling mahal dan lah satu jenis ikan yang populer dan digemari orang Indonesia. Untuk ternak ikan hias manfish ini pun tidak membutuhkan lahan yang luas. Menurut info berapa jenis ikan Manfish yang dikenal dan telah berkembang di Indonesia seperti jenis Black-White, Imperial, dan Marble. 


Adalah Bapak Abdul Hakim, seorang petani ikan hias dari Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi, telah menekuni dunia perikanan selama lebih dari 15 tahun. Perjalanan panjangnya penuh dengan pengalaman jatuh bangun, namun kini ia dikenal sebagai salah satu pembudidaya sukses ikan Manfish jenis Black-White (BW). Keberhasilannya bukan datang secara instan, melainkan melalui proses belajar otodidak, eksperimen, dan semangat pantang menyerah. 

Fokusnya adalah pemijahan dan pembesaran Manfish BW dimana jenis ini memiliki permintaan tinggi di pasar lokal maupun ekspor, dengan harga yang relatif lebih stabil dibandingkan jenis lain. Hal tersebut membuatnya lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha di bidang ini.

Keberhasilan dalam budidaya bergantung pada pada pemilihan indukan yang tepat. Menurutnya, indukan ideal berusia maksimal satu tahun, dan mulai bisa diseleksi jantan serta betinanya sejak usia sembilan bulan. Ia juga menjelaskan pentingnya menghindari perkawinan sesama keturunan agar tidak menimbulkan cacat maupun tingkat kematian yang tinggi.

Selain faktor indukan, kualitas air menjadi kunci keberhasilan dalam proses penetasan telur. Ia menjelaskan bahwa pH air perlu dijaga pada kisaran 7 hingga 7,5. Jika pH terlalu tinggi, telur berisiko membusuk hanya dalam waktu satu hingga dua hari. Hal ini menunjukkan betapa detail kecil dalam budidaya ikan bisa menentukan hasil akhir.

Tidak hanya itu, jenis BW, terutama tipe Slayer, dikenal lebih sensitif dibandingkan jenis Tricolor. Ikan ini mudah stres jika ditangani secara kasar, sehingga kebersihan pakan seperti cacing sutra dan kestabilan suhu air harus benar-benar diperhatikan.

Meski kini dikenal sukses, ia juga pernah mengalami kegagalan besar yaitu pernah membesarkan sekitar 5.000 ekor burayak, namun warna hitam khas BW tidak muncul dengan pekat. Akibatnya, harga jual anjlok dan seluruh ikan tersebut akhirnya dijadikan pakan lele.

Pengalaman pahit itu tidak membuatnya berhenti, justru menjadi pelajaran berharga untuk lebih teliti dalam proses budidaya. Dari situlah ia semakin yakin bahwa keberhasilan hanya bisa diraih dengan kesabaran dan ketekunan. 

Menariknya, ia tidak belajar dari buku atau pendidikan formal, melainkan dari praktek langsung dan berbagi pengalaman dengan sesama pembudidaya di daerahnya. Baginya, ilmu yang diperoleh dari lapangan lebih nyata dan bisa langsung diterapkan. Ia juga berpesan kepada para pemula agar memiliki mental pantang menyerah. Dalam budidaya ikan, risiko kematian pasti ada, sehingga seorang petani harus siap menerima kenyataan tersebut dan menjadikannya bahan pembelajaran. 

Berdasarkan vlog video bagi siapa saja yang ingin belajar atau mencari bibit Manfish BW. Ia mempersilakan untuk datang langsung ke sentra budidaya ikan di Jalan Ceuleugeug, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan keberanian menghadapi kegagalan, siapa pun bisa meraih kesuksesan di dunia budidaya ikan hias. 

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Kamis, 08 Januari 2026

Kedatangan Arwana super red dari Belitang Sepauk Kalimantan

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel 88 Pet Gallery yang diupload pada tanggal 20 Mei 2025 dengan judul "KEDATANGAN 22 EKOR ARWANA SUPER RED SPECIAL! DARI PEMBESARAN 88 RED GALLERY DI KALIMANTAN BARAT!".  

Kedatangan 22 ekor Arwana Super Red dari Kalimantan Barat ke galeri ikan hias di Serpong menjadi sebuah momen yang cukup istimewa. Ikan-ikan ini bukan hanya sekadar hasil pembesaran biasa, melainkan koleksi yang dipilih dengan teliti dari fasilitas pembesaran di daerah asalnya. 

Dengan ukuran ikan sekitar 40–45 cm, ikan -ikan ini sudah mencapai fase pertumbuhan yang matang dan siap dipamerkan. Proses pengiriman dilakukan dengan hati-hati, menggunakan 11 boks yang masing-masing berisi dua ekor ikan. Cara ini memastikan kondisi ikan tetap stabil sepanjang perjalanan, sehingga ketika tiba di galeri, mereka masih dalam keadaan sehat dan prima.

Setelah sampai di lokasi, ikan tidak langsung dilepas begitu saja ke dalam bak fiber. Ada tahapan penting yang disebut aklimatisasi atau “oplos”, yaitu pencampuran air dari kantong pengiriman dengan air di bak penampungan. Proses ini dilakukan sebanyak tiga kali agar ikan tidak kaget dengan perbedaan suhu, pH, maupun TDS antara air pengiriman dan air bak. 

Arwana memang dikenal sebagai ikan yang sensitif, sehingga langkah ini menjadi kunci untuk menjaga kesehatan mereka. Dengan aklimatisasi yang tepat, ikan dapat beradaptasi lebih cepat dan mengurangi risiko stres yang bisa memengaruhi kondisi fisik maupun perilaku mereka.

Keistimewaan koleksi kali ini juga terletak pada asal-usulnya dan ikan-ikan tersebut datang dari daerah Belitang Sepauk, yang memang terkenal menghasilkan Arwana Super Red berkualitas tinggi. Ciri fisik yang dimiliki ikan-ikan ini sangat sesuai dengan standar idaman para kolektor yaitu pada bagian kepala berbentuk sendok, bodi lebar, sirip panjang menyerupai dayung, serta ekor yang disebut “lima jari”. Kombinasi karakteristik ini menjadikannya aset bernilai tinggi yang mencerminkan keindahan sekaligus kebanggaan bagi para pecinta ikan Arwana.

Setelah melalui proses aklimatisasi, seluruh 22 ekor Arwana dilepas ke dalam bak fiber besar dan tampak berenang dengan sehat. Kondisi ini menunjukkan bahwa perjalanan panjang dan tahapan adaptasi berjalan lancar. Kini, ikan-ikan tersebut sedang memasuki fase adaptasi lanjutan, dimana warna tubuhnya akan semakin berkembang dan nafsu makan kembali pulih. 

Bagi para penghobies ikan hias, momen ini untuk melihat langsung koleksi Arwana Super Red dengan kualitas spesial. Pemilik galeri pun mengundang siapa saja yang berminat untuk datang ke 88 Pet Gallery di Serpong, melihat keindahan ikan-ikan ini secara langsung, dan merasakan pengalaman menyaksikan salah satu koleksi Arwana terbaik yang ada di Indonesia. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Selasa, 06 Januari 2026

Smart Greenhouse cabai kualitas ekspor

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel youtube Chillifarmid yang diupload pada tanggal 25 Desember 2025 dengan judul "Passive Income 200JT dari Pertanian Modern, saatnya bertani dengan teknologi #investment #investing". 

Pertanian selama ini sering dipandang sebagai pekerjaan yang membutuhkan tenaga, waktu, dan keterampilan khusus. Namun, perkembangan teknologi kini membuka peluang baru yaitu bertani tanpa perlu menjadi petani secara langsung. Chillifarm menerapkan konsep Smart Greenhouse, yaitu sebuah sistem pertanian modern yang menggabungkan teknologi otomatisasi, sensor canggih dan manajemen profesional untuk menghasilkan cabai berkualitas ekspor.  

Banyak orang ingin berinvestasi di sektor pertanian, tetapi terkendala oleh keterbatasan waktu dan pengalaman. Chillifarm menawarkan solusi dengan sistem yang memungkinkan investor memperoleh penghasilan pasif hingga Rp. 200 juta dalam 15 bulan. Semua proses mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen dikelola oleh team profesional dengan standar operasional yang ketat. Investor cukup memantau laporan melalui smartphone dan menerima hasilnya tanpa perlu repot mengurus lahan.

Keunggulan dari Chillifarm ada pada penggunaan teknologi modern yaitu Smart Greenhouse dilengkapi dengan sensor yang memantau kelembapan, suhu dan kebutuhan nutrisi tanaman secara real-time. Sistem otomatisnha akan memastikan tanaman mendapatkan air dan pupuk dengan takaran yang tepat. Semua data bisa diakses melalui aplikasi, sehingga proses pertanian menjadi lebih efisien.  

Cabai yang dihasilkan dari Smart Greenhouse Chillifarm bukan sekadar untuk pasar lokal, tetapi ditargetkan untuk memenuhi standar ekspor. Dengan lahan seluas 1000 meter persegi per unit, hasil panen yang diperoleh memiliki kualitas tinggi dan konsisten. Hal ini membuka peluang besar bagi investor untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari pasar internasional yang membutuhkan produk hortikultura berkualitas.  

Selain keuntungan dengan keuangan, Chillifarm juga menjelaskan nilai sosialnya dimana sebagian hasil panen disalurkan untuk pesantren sebagai bentuk amal jariyah. Dengan demikian, konsep ini menjadikan pertanian modern sebagai sarana berbagi kebaikan sekaligus membangun ketahanan pangan.   

Chillifarm menunjukkan bahwa pertanian dengan peneraapb teknologi Smart Greenhouse, siapa pun bisa menjadi bagian dari sistem pertanian modern yang efisien, menguntungkan, dan bermanfaat bagi sesama. Bagi yang mencari peluang investasi jangka menengah dengan potensi keuntungan besar sekaligus ingin berkontribusi sosial, Chillifarm adalah pilihan yang patut dipertimbangkan.  

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Desember 2025

Senin, 05 Januari 2026

Ikan cere dalmatian yang langka keberadaannya

Artikel review  video youtube kali ini adalah dari channel youtube Jajan Ikan Hias yang diupload pada tanggal 1 Desember 2024 dengan judul " IKAN CERE INI SANGAT LANGKA DITEMUKAN DI INDONESIA". 

Di antara beragam ikan hias yang sering di temukan, ada satu jenis ikan cere yang belakangan menarik perhatian para pecinta ikan. Ikan ini dikenal dengan nama Melanistic Mosquito Fish atau lebih akrab disebut Ikan Cere Dalmatian. Nama ilmiahnya adalah Melanistik Gambusia holbrooki. Keberadaannya di Indonesia cukup mengejutkan, karena varian ini sangat jarang ditemukan di alam liar.

Berbeda dengan ikan cere biasa yang tubuhnya polos, ikan cere Dalmatian memiliki corak bercak hitam di tubuhnya. Motif ini muncul akibat fenomena alami yang disebut melanisme, yaitu perubahan pigmentasi yang membuat warna tubuh menjadi lebih gelap. Corak hitam yang berpadu dengan sedikit warna oranye membuat ikan ini terlihat unik dan berbeda dari kebanyakan ikan cere yang kita kenal.

Secara asal-usul, ikan cere bukanlah ikan asli Indonesia karena dpesies Gambusia holbrooki berasal dari Amerika Utara bagian timur. Ikan ini kemudian diperkenalkan ke berbagai belahan dunia sebagai pengendali biologis nyamuk, karena mereka diketahui gemar memakan jentik nyamuk. Dari situlah ikan cere akhirnya menyebar luas, termasuk sampai ke perairan Indonesia. Namun, varian Dalmatian yang bercorak hitam campur warna oranye ini tetap menjadi sesuatu yang langka.

Secara ukuran, ikan cere Dalmatian tidak berbeda jauh dari ikan cere biasa. Ikan betina bisa tumbuh hingga 3–6 cm, sedangkan jantan biasanya lebih kecil. Tubuhnya ramping dengan warna dominan hitam, kadang berpadu dengan sedikit oranye. Penampilannya sederhana, tetapi corak bercak hitam membuatnya terlihat lebih menarik dibandingkan ikan cere biasa.

Meskipun jenis Gambusia holbrooki cukup umum ditemukan di sungai-sungai Indonesia, varian Dalmatian ini justru sangat jarang dijumpai. Tidak semua orang bisa melihatnya secara langsung di alam liar. Karena itu, banyak yang menyebut bahwa hanya orang-orang beruntunglah yang bisa menemukan ikan cere unik ini di perairan Indonesia.

Selama ini, ikan cere sering dianggap sebagai ikan kecil yang hanya dijadikan pakan bagi ikan predator. Namun, dengan munculnya varian jenid Dalmatian yang bercorak unik, pandangan itu mulai berubah. Kini, ikan cere Dalmatian mulai diminati sebagai ikan hias untuk aquarium dan penampilannya yang berbeda membuatnya lebih dihargai

Ikan cere Dalmatian adalah contoh bagaimana alam bisa menghadirkan kejutan kecil yang berharga. Dari ikan sederhana yang awalnya hanya dikenal sebagai pemakan jentik nyamuk, kini ia menjadi primadona baru di kalangan pecinta ikan hias. Keberadaannya yang langka di Indonesia membuatnya semakin istimewa, dan siapa pun yang menemukannya di alam liar bisa dianggap benar-benar beruntung. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Minggu, 04 Januari 2026

Modeling budidaya lobster di Batam

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel SUPM Kota Agung yang di upload pada tanggal 12 Februari 2025 dengan judul "Modeling Budidaya Lobster". Video ini membahas tentang pengembangan ekosistem budidaya lobster di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2024. 


Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam kini menjadi pusat perhatian dalam pengembangan budidaya lobster di Indonesia. Sejak diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Bapak Sakti Wahyu Trenggono, pada Oktober 2024, proyek modeling budidaya lobster ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem perikanan yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Tujuan dari pembangunan modeling ini adalah membuat sistem budidaya lobster yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mampu mendorong ekspor dan kesejahteraan pembudidaya. Konsep yang diterapkan mengacu pada praktik terbaik di negara lain, seperti Vietnam, yang telah berhasil mengembangkan industri lobster secara masif.

Keunggulan proyek ini ada pada sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tahap awal dimulai dari pembibitan (nursery), dimana benih lobster dipelihara hingga mencapai ukuran tertentu. Setelah itu, lobster dipindahkan ke Keramba Jaring Apung (KJA) untuk proses pembesaran. Tahap akhir mencakup pengolahan hasil panen serta penyimpanan di gudang beku, sehingga rantai produksi berjalan lengkap dan efisien.

Dengan sistem ini, pembudidaya tidak hanya fokus pada satu tahap, tetapi dapat menikmati hasil dari keseluruhan proses yang saling mendukung. Hal ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan berdaya saing tinggi.

Sejak Oktober 2024, BPBL Batam telah menebar sebanyak 41.000 benih lobster (BBL). Dalam waktu 1,5 bulan, benih tersebut tumbuh hingga mencapai ukuran 3–5 gram dengan tingkat kelangsungan hidup rata-rata 70 persen yang mana angka ini menunjukkan keberhasilan tahap pembibitan yang cukup menjanjikan.

Saat ini, lobster yang dipelihara di keramba telah mencapai ukuran 20 sampai 30 gram. Target panen ditetapkan pada September hingga Oktober 2025, yang diharapkan dapat menghasilkan produksi dalam jumlah besar dan berkualitas tinggi.

Salah satu tantangan dalam budidaya lobster adalah ketersediaan pakan dan untuk mengatasi hal ini, BPBL Batam menggandeng masyarakat lokal dalam membudidayakan berbagai jenis kerang-kerangan yang nantinya dimanfaatkan sebagai sumber pakan alami bagi lobster.

Cara ini memberikan solusi berkelanjutan bagi kebutuhan pakan juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Kerang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini memiliki peran penting dalam mendukung budidaya lobster.

Inisiatif ini akan membawa dampak positif bagi nelayan lokal, khususnya di kawasan Tanjung Uma, Batam. Dengan adanya permintaan terhadap kekerangan sebagai pakan lobster, pendapatan masyarakat meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan budidaya lobster tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.

Modeling budidaya lobster di BPBL Batam menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan kebijakan pemerintah dapat bersinergi untuk memperkuat sektor perikanan. Dengan sistem yang terintegrasi, capaian positif dalam pembibitan, solusi pakan berkelanjutan, serta dampak ekonomi bagi masyarakat, proyek ini diharapkan mampu menjadi tonggak penting dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri lobster dunia.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Sabtu, 03 Januari 2026

Alat produksi murah penunjang bisnis skala kecil

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Teras Publik yang diupload pada tanggal 29 Desember 2025 dengan judul "Mesin Produksi Murah yang Membantu Kerja Usaha Kecil". 


Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering kali menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas produk karena keterbatasan modal. Namun, kini banyak mesin sederhana yang hadir sebagai solusi praktis dengan harga terjangkau. Mesin-mesin ini dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha kecil agar lebih efisien, hemat waktu, dan mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Dengan adanya inovasi ini, UMKM dapat bersaing lebih baik di pasar tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk peralatan produksi.

Mesin Spinner Peniris Minyak, mesin ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha makanan ringan, khususnya yang memproduksi keripik atau gorengan. Fungsi mesin adalah untuk mengurangi kadar minyak sehingga produk lebih awet, tidak cepat tengik, dan tampilannya lebih bersih. Dengan harga berkisar Rp. 800.000 hingga Rp. 1.600.000 tergantung dari besar kecilnya tabung yang digunakan. Mesin ini menjadi investasi kecil yang bisa memberikan dampak besar pada kualitas produk.

Mesin Cetak Bakso, bagi pengusaha kuliner, mesin cetak bakso membantu mencetak adonan dengan ukuran seragam secara cepat. Hal ini tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan konsistensi produk yang disukai konsumen. Kisaran harga Rp. 5.200.000 hingga Rp. 8.000.000 memang lebih tinggi, tetapi sebanding dengan efisiensi yang diberikan.

Mesin Es Putar, mesin ini menghadirkan cara tradisional membuat es krim dengan memanfaatkan es batu dan garam untuk menghasilkan suhu dingin. Cocok bagi UMKM yang ingin menghadirkan produk es krim unik dengan cita rasa khas. Harganya relatif terjangkau, sekitar Rp. 1.800.000 hingga Rp. 3.000.000.

Mesin Nasi Goreng, mesin ini cocok untuk usaha katering atau warung makan, mesin nasi goreng otomatis sangat membantu yang mana mampu memasak nasi goreng dalam jumlah besar dengan hasil matang merata. Dengan harga sekitar Rp. 4.200.000, pelaku usaha bisa menghemat tenaga sekaligus menjaga kualitas rasa.

Mesin Pelet Pakan Ternak, Peternak pun mendapat manfaat dari inovasi mesin murah ini. Mesin pelet pakan ternak memungkinkan mereka membuat pakan sendiri, sehingga biaya operasional bisa ditekan. Harga mesin ini berkisar Rp. 900.000 hingga Rp. 4.000.000, menjadikannya solusi ekonomis bagi usaha peternakan.

Mesin Pemipil Jagung, mesin ini berfungsi memisahkan biji jagung dari bonggol dengan cepat. Sangat membantu petani atau pelaku usaha olahan jagung. Dengan harga Rp. 600.000 hingga Rp. 1.300.000, mesin ini termasuk salah satu yang paling terjangkau.

Mesin Perajang Singkong, bagi pengusaha keripik singkong atau pisang, mesin perajang ini memudahkan proses pengirisan dengan ketebalan seragam. Hasilnya lebih rapi dan menarik bagi konsumen. Harga mesin ini sekitar Rp. 500.000 hingga Rp. 800.000, sehingga sangat ramah di kantong.

Mesin Pencabut Bulu Ayam, mesin ini mempercepat proses pembersihan bulu ayam setelah disembelih. Cocok untuk usaha pemotongan ayam atau rumah makan yang membutuhkan efisiensi tinggi. Dengan harga Rp. 2.000.000 hingga Rp. 4.000.000, mesin ini membantu menghemat waktu dan tenaga.  

Komentar-komentar video ini di youtube tentang topik ini pun cukup beragam, ada yang menekankan bahwa mesin sederhana seperti spinner peniris minyak atau pemipil jagung sudah cukup di tahap awal produksi. Mesin-mesin ini membantu menjaga kualitas produk, mempercepat proses kerja, dan tentu saja menekan biaya operasional sehingga dapat membuka peluang lapangan kerja mandiri. Dengan adanya peralatan yang terjangkau, seseorang bisa memulai usaha kecil dari rumah tanpa perlu menunggu modal besar

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan