Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Masbro Tutorial Official yang diupload pada tanggal 17 April 2022 dengan judul "Cara Mengelola Kualitas Air Budidaya Kepiting RAS: Mudah Banget!". Dalam video ini mengupas tentang teknik praktis menjaga stabilitas parameter air agar kepiting tumbuh maksimal dan bebas penyakit. Mulai dari cara memantau pH, salinitas, oksigen (DO), hingga kadar amonia, semua dijelaskan dengan langkah-langkah sederhana. Baik sekali panduannya khusus untuk yang ingin membudidayakan kepiting bakau serta mempelajari mengontrol air secara detail agar ekosistem budidaya tetap optimal dan menguntungkan.
Budidaya kepiting bakau menggunakan sistem perputaran air atau RAS memerlukan ketelitian tinggi dalam menjaga lingkungan hidup kepiting tersebut. Air merupakan media hidup yang menentukan apakah kepiting bisa tumbuh dengan baik atau justru mengalami stres. Dalam sistem ini, parameter seperti tingkat keasaman (pH) dan kadar garam (salinitas) menjadi indikator yang perlu dipantau secara rutin. Menggunakan alat digital membantu pembudidaya mendapatkan angka yang akurat sehingga tindakan penyesuaian bisa dilakukan dengan tepat sesuai kondisi di farm.
Langkah awal yang sangat penting dalam proses pengukuran ini adalah kalibrasi ( menentukan kesesuaian). Sebelum alat ukur menyentuh air di wadah kepiting, alat perlu dibersihkan menggunakan air murni atau air mineral botolan. Proses pembersihan ini memastikan sisa kotoran atau residu dari pengukuran sebelumnya hilang, sehingga nilai yang muncul nantinya benar-benar mencerminkan kondisi air yang sebenarnya
. Tanpa pembersihan awal, angka yang keluar bisa saja meleset dan memberikan informasi yang salah mengenai kesehatan ekosistem air dalam sistem RAS tersebut.
Untuk mengukur pH air, alat digital yang sudah bersih dimasukkan ke dalam air media pemeliharaan kepiting. Pembudidaya perlu menunggu kurang lebih satu menit sampai angka pada layar berhenti bergerak dan menunjukkan hasil yang stabil. Dalam contoh teknis, nilai pH yang didapat adalah 7,3, yang menunjukkan kondisi air cenderung netral dan stabil. Setelah angka didapat, alat tidak boleh dibiarkan begitu saja. Alat perlu dinetralkan kembali dengan air bersih, dikeringkan perlahan, lalu dimatikan untuk menjaga keawetan sensor digitalnya agar tidak mudah rusak akibat korosi air asin
Selanjutnya, pemantauan kadar garam atau salinitas dilakukan menggunakan alat khusus seperti refraktometer atau salinitas digital. Menurut info yang akurat alat ini merupakan alat optik untuk mengukur indeks bias atau konsentrasi zat terlarut (gula, garam, protein) dalam cairan, menggunakan prinsip refraksi cahaya.
Cara penggunaannya sedikit berbeda dengan pH meter yaitu pembudidaya cukup meneteskan sedikit sampel air dari wadah kepiting ke atas sensor alat. Sebelum itu, pastikan sensor dilap menggunakan tisu dengan gerakan searah agar tidak menggores permukaan sensitif pada alat tersebut. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan, didapatkan hasil salinitas sebesar 15 PPT. Angka ini menjadi acuan apakah air perlu ditambah garam atau justru diencerkan dengan air tawar guna menyesuaikan dengan kebutuhan biologis kepiting bakau.
Kunci dari keberhasilan dalam budidaya kepiting sistem RAS ini ada pada kedisiplinan dalam merawat alat dan konsistensi waktu pengecekan. Setiap selesai digunakan, semua peralatan wajib dibersihkan dan disimpan dalam keadaan kering. Air yang terkontrol dengan baik akan mendukung metabolisme kepiting, mempercepat proses ganti kulit (molting), dan meminimalkan resiko kematian massal. Dengan prosedur yang sederhana namun teliti ini, kualitas air budidaya tetap terjaga dalam kondisi optimal sepanjang siklus pemeliharaan.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Nusatic Official yang diupload pada tanggal 25 April 2026 dengan judul "TOKO IKAN HIAS EKSOTIS, THE FINS | ROAD TO NUSATIC NUSAPET NUSAHORTI 2026".
Dunia ikan hias tidak pernah ada habisnya untuk dieksplorasi, terutama bagi para penghobies ikan predator dan spesies langka. Dalam episode tentang "Bungkus Ikan", team Nusatic berkesempstan untuk mengunjungi salah satu toko ikan hias eksotis yang paling menarik, yaitu The Fins.
Begitu masuk ke area toko pengunjung langsung diperlihatkan dengan deretan aquarium yang berisi koleksi ikan yang tidak biasa ditemukan di pasar ikan hias pada umumnya. Suasana toko yang tertata rapih membuat pengalaman melihat-lihat ikan menjadi sangat menyenangkan, seolah-olah pengunjung sedang berada di sebuah pameran ikan hias pribadi.
Kunjungan diawali dengan melihat koleksi Pleco atau yang lebih populer dikenal sebagai ikan sapu-sapu hias. Berbeda dengan sapu-sapu hitam yang biasa diihat di kali, Pleco di sini memiliki kode unik "L" yang menandakan identitas spesiesnya.
Harganya pun sangat bervariasi, mulai dari ukuran mungil sekitar 4 cm yang dihargau Rp. 350.000, hingga jenis premium seperti Hypostomus Luteus, Keunikannya adalah kemampuannya berubah warna menjadi kuning keemasan saat beranjak dewasa.
Selain itu, ada juga jenis Panaque L27 yang tampil gagah dengan corak garis tegas pada tubuhnya yang kokoh, menjadikannya primadona bagi para kolektor Pleco kelas berat.
Bergeser ke aquarium lain diperkenalkan pada keluarga lele eksotis dari berbagai penjuru dunia. Ada Synodontis dari Afrika yang punya motif tubuh cantik dan kebiasaan unik berenang terbalik.
Tak hanya ikan impor, The Fins juga memperlihatkan kekayaan perairan lokal Indonesia dengan menghadirkan Ikan Tapa yang bisa tumbuh menjadi ikan predator raksasa, serta Ikan Lais yang tubuhnya pipih transparan.
Bagi penyuka tampilan yang lebih sangar, tersedia juga Oxydoras atau lele duri yang seluruh permukaan tubuhnya terasa keras dan memiliki gerigi tajam, memberikan kesan tangguh bagi siapa pun yang memeliharanya.
Salah satu bintang dalam kunjungan kali ini adalah Ikan Palmas atau sering disebut sebagai Bichir Ikan ini kerap dijuluki sebagai "ikan naga" atau ikan purba karena bentuk tubuhnya yang panjang mirip naga dengan sirip punggung yang terpisah-pisah menyerupai gerigi.
Koleksi Palmas ikan purba di The Fins terbilang sangat lengkap, mulai dari jenis Endlicheri dengan motif loreng macan, hingga Senegalus Platinum yang berwarna putih susu mengkilap. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah Palmas Delhezi yang memiliki corak batik sangat tajam di badannya. Saking indahnya corak batik tersebut, admin channel sampai berminat dan memutuskan untuk membungkus dua ekor sebagai penghuni baru di aquariumnya.
Selain ikan-ikan predator, ada juga koleksi unik seperti Paradise Threadfin atau ikan kuro yang memiliki "kumis" atau antena panjang di bawah perutnya. Antena ini sebenarnya adalah sirip yang berfungsi sebagai alat sensor untuk mencari makan di dasar air.
Untuk yang menyukai warna-warni cerah, tersedia juga berbagai jenis Ikan Rainbow asal Papua dan Australia yang sangat gesit. Sebagai penutup kunjungan yang seru ini, team Nusatic juga mengingatkan para penghobies untuk bersiap menyambut perhelatan akbar Nusatic Nusapet Nusahorti 2026 yang akan digelar pada 12-14 Juni 2026 di ICE BSD City. Acara tersebut diprediksi akan menjadi lebarannya para pecinta hewan peliharaan dan tanaman hias di Indonesia.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel KeepingFishSimple yang diupload pada tanggal 20 Juli 2025 dengan judul "Harlequin Rasbora Breeding Secrets – What No One Tells You!".
Banyak penghobies ikan hias menganggap memijahkan ikan Harlequin Rasbora adalah hal yang mudah dilakuka, hanya tinggal memasukkan jantan dan betina ke dalam satu wadah. Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu. Ikan yang dikenal dengan corak segitiga hitam ikonik di tubuhnya ini memiliki "selera" lingkungan yang sangat spesifik jika ingin ikan ini sukses bertelur. Memijahkanya aka memahami bagaimana meniru kondisi alam liar di dalam sebuah aquarium kecil.
Upaya yang paling penting bukan terletak pada aquarium pemijahan, melainkan pada bagaimana merawat indukannya terlebih dahulu. Sebelum dipindahkan, ikan-ikan ini ditekankan dalam kondisi prima atau istilahnya "dikondisikan". Berikan ikan dewasa ini pakan hidup yang kaya protein seperti cacing hitam atau udang renik brine shrimp Artemis selama beberapa minggu. Tujuannya agar si betina memiliki cadangan energi yang cukup untuk memproduksi telur-telur yang berkualitas. Jika perut ikan betina sudah terlihat bulat, itu tandanya ikan cantik inj siap untuk memulai proses reproduksi.
Rahasianya yang sering dilewatkan banyak orang adalah parameter air dimana Harlequin Rasbora tidak akan mau memijah di air keran biasa yang keras. Ikan dewasa ini membutuhkan air yang sangat lunak dan cenderung asam, mirip dengan kondisi sungai-sungai di hutan tropis. Penggunaan air murni hasil filter RO Reverse Osmosis sangat disarankan untuk menurunkan kadar mineral dalam air. Selain itu, menambahkan gambut atau peat moss ke dalam air akan memberikan efek warna teh (tanin) yang membuat ikan merasa nyaman sekaligus menurunkan pH air secara alami. Kondisi air yang gelap dan tenang inilah yang menjadi pemicu insting kawin ikan.
Selain air, dekorasi di dalam aquarium juga memegang peranan penting. Berbeda dengan banyak jenis ikan lain, Harlequin Rasbora punya kebiasaan unik yaitu ikan menempelkan telurnya di balik permukaan daun yang lebar. Tanaman seperti Anubias sangat ideal diletakkan di tengah aquarium sebagai media bertelur. Untuk melindungi telur-telur yang jatuh ke dasar agar tidak dimakan kembali oleh induknya, kita bisa memasang jaring atau gulungan benang spawning mops di bagian bawah. Ingat juga untuk menjaga pencahayaan tetap redup, karena telur-telurnya sangat sensitif terhadap cahaya terang yang bisa merusak proses penetasan.
Setelah pemijahan berhasil, tantangan berikutnya adalah membesarkan burayak atau anak ikan yang ukurannya sangat kecil. Di hari-hari pertama, anakannya bahkan tidak bisa memakan udang renik karena mulutnya yang terlampau mungil. Solusinya adalah memberikan air hijau yang kaya akan mikroorganisme sebagai makanan alamnya.
Seiring pertumbuhannya, barulah anakan ini bisa beralih ke pakan yang lebih besar. Menurut keterangan dari video, satu hal yang perlu diwaspadai, anak ikan Harlequin ternyata adalah pelompat yang handal. Pastikan aquarium memiliki penutup yang rapat agar usaha keras Anda dalam membiakkan mereka tidak sia-sia karena ikan melompat keluar. Membiakkan ikan ini memang butuh kesabaran ekstra, namun melihat kawanan rasbora muda berenang bersama indukannya memberikan kepuasan tersendiri bagi setiap penghobies ikan hias.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Nusatic Official yang diupload pada tanggal 8 Mei 2024 dengan judul "ROAD TO NUSATIC NUSAPET 2024: GAK NYANGKA IKAN MOLLY PLATY BISA SECANTIK INI | IXMA".
Bagi banyak orang, memelihara ikan hias di rumah merupakan cara yang menyenangkan untuk melepas penat setelah seharian bekerja. Salah satu jenis ikan yang sedang populer di kalangan penghobies adalah ikan Molly dan Platy. Ikan-ikan kecil ini punya daya tarik tersendiri karena warnanya yang beragam dan bentuk tubuhnya yang unik.
Melalui komunitas IXMA atau Indonesia Xiphophorus Molly Association, para penghobies ikan ini bisa berkumpul untuk saling berbagi ilmu tentang cara merawat dan mengembangkan jenis-jenis baru yang punya tampilan cantik.
Ikan Molly dan Platy sebenarnya masuk dalam kelompok ikan yang cara berkembang biaknya dengan melahirkan. Hal ini membuat proses budidaya ikan Molly dan Platy menjadi sangat mudah dilakukan, bahkan oleh orang yang baru mulai mencoba hobi ini.
Dalam komunitas IXMA, para anggota belajar bahwa menjaga kualitas air adalah kunci agar ikan tetap sehat. Parameter air seperti suhu dan kadar mineral perlu diperhatikan dengan baik, mirip dengan cara merawat ikan guppy yang sudah lebih dulu dikenal luas.
Di dunia hobi ini, ada banyak sekali jenis ikan Molly dan Platy yang bisa ditemukan ada yang bertubuh bulat seperti balon, ada juga yang punya ekor panjang seperti pedang yang dikenal dengan sebutan Xiphophorus. Saat ini, banyak peternak ikan yang mencoba melakukan perkawinan silang untuk menghasilkan warna-warna baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Hasilnya, muncul varian unik seperti ikan Molly dengan mata biru atau tubuh yang berwarna biru pekat. Keanekaragaman inilah yang membuat banyak orang semakin tertarik untuk mengoleksi ikan Molly dan Platy di aquarium mereka.
Bagi yang ingin belajar lebih serius, komunitas IXMA menyediakan ruang untuk diskusi mengenai teknik pemeliharaan yang tepat. Misalnya saja, untuk memelihara ikan Molly dan Platy di aquarium kecil, cukup menggunakan perbandingan satu jantan dengan dua betina.
Namun, jika punya lahan lebih luas seperti kolam, sistem koloni bisa diterapkan agar populasi ikan Molly dan Platy bertambah dengan cepat. Di sini, para anggota bisa saling bertanya tentang jenis pakan yang paling bagus atau cara memilih indukan yang berkualitas agar menghasilkan anak-anak ikan yang sehat.
Melalui acara besar seperti Nusatic, IXMA ingin menunjukkan bahwa ikan-ikan kecil ini punya potensi besar di pasar internasional. Dalam kegiatan tersebut, ada ratusan ekor ikan Molly dan Platy yang dipamerkan, mulai dari ukuran biasa sampai ukuran jumbo yang panjangnya mencapai 10 hingga 12 centimeter.
Pengunjung bisa melihat langsung keindahan ikan Molly dan Platy hasil budidaya lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan ikan dari luar negeri. Komunitas ini menjadi tempat yang tepat untuk belajar bersama, ngopi bareng, dan memajukan hobi ikan hias di tanah air dengan cara yang sederhana dan kekeluargaan.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Lentera Tiga yang menginspirasi pada tanggal 17 Juli 2025 dengan judul “ EKS ARTIS CANTIK SUKSES JUALAN IKAN HIAS, BERAWAL DARI CACING BEKU | MARIA TIRTA AQUATIC".
Kak Maria Stipeny Soeparjanto memulai kariernya sebagai presenter televisi dan pemain FTV. Pada awalnya, dunia hiburan menjadi tempatnya berkarya dan dikenal banyak orang. Namun, di balik kesibukannya, Maria memiliki ketertarikan khusus terhadap alam dan kehidupan air. Ketertarikan ini mulai tumbuh ketika ia membawakan program televisi bertema alam dan memancing pada tahun 2011. Dari situ mulai mencoba memelihara ikan Louhan pada tahun 2015, yang kemudian membuka jalan baru dalam hidupnya.
Sebelum fokus pada ikan hias sempat menjalankan usaha batu akik bernama Watu Hijau Gamestone pada periode 2013 hingga 2015. Namun, kecintaannya pada dunia air membawa ia dan suaminya belajar secara otodidak tentang budidaya ikan Louhan. Mereka memanfaatkan media sosial sebagai sumber belajar untuk mengawinkan ikan Louhan dan berhasil menghasilkan bibit berkualitas yang diminati banyak orang.
Bisnisnha dimulai dari penjualan cacing beku sebagai pakan ikan dan sudah banyak pelanggan yang membeli burayak Louhan juga menanyakan pakan, sehingga Maria membuka usaha bernama Maria Cacing Beku sejak 2015 hingga 2019. Pada awal tahun 2020, Maria mendapatkan ruko untuk membuka toko ikan hias secara offline. Namun, pandemi melanda dan menyebabkan lockdown, yang sempat menjadi tantangan besar.
Meski begitu, pandemi membawa berkah tersendiri. Permintaan cacing beku melonjak tajam, bahkan sampai ke luar pulau seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. Tren memelihara ikan cupang dan Louhan yang sedang naik daun membuat usaha Maria tetap bertahan dan berkembang di tengah situasi sulit.
Pada tanggal 11 November 2020, Maria meresmikan toko ikan hias dengan nama Maria Tirta Aquatic yang berlokasi di Jalan Raya KSU No. 43, Depok. Nama toko ini memiliki makna khusus. "Maria" adalah nama pemiliknya sendiri, "Tirta" berarti air yang melambangkan harapan agar rezeki mengalir deras, dan "Aquatic" menggambarkan agar usaha ini bisa berkembang luas kedepannya..
Perjalanan membuka toko tidak selalu mulus. dimana mengalami kerugian selama delapan bulan pertama karena banyak ikan mati akibat kesalahan perawatan dan juga pernah ditipu oleh supplier. Ia belajar banyak tentang kualitas air yang awalnya mengandung zat besi tinggi dan akhirnya membuat sistem filter rumit secara mandiri untuk mengatasi masalah tersebut.
Dalam menjalankan toko, Kak Maria menerapkan sistem perawatan ikan yang terjadwal dengan pemberian pakan dua kali sehari, pagi dan malam sebelum toko tutup. Kesehatan ikan menjadi perhatian utama, dengan selalu menyediakan heater untuk karantina ikan sakit dan melakukan perawatan khusus seperti "bom" garam setelah penggantian air. Kebersihan filter juga dijaga dengan mencuci kapas filter minimal seminggu sekali, sementara untuk Mega Tank dilakukan pengurasan total setiap tiga bulan.
Toko Maria Tirta Aquatic menyediakan berbagai jenis ikan hias yang beragam, mulai dari Cichlid, Glofish, ikan predator seperti Oscar, Jaguar, dan Channa, hingga Arwana dan berbagai jenis Koi seperti Platinum, Kohaku, dan Shiro. Koleksi ini menunjukkan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan penghobies ikan hias dengan kualitas terbaik.
Ia percaya bahwa wanita memiliki kelebihan dalam hal ketelatenan dan kesabaran, yang sangat membantu dalam bisnis ikan hias yang didominasi pria. Ia juga memberikan pesan bagi pemula untuk melakukan riset lokasi, mencari supplier yang tepat, dan memiliki mental yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Ke depannya ia berharap bisa memiliki farm sendiri untuk pembibitan dan pembesaran ikan, sehingga usahanya bisa semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih luas. Informasi kontak toko tersedia bagi yang ingin membeli ikan hias secara online maupun offline melalui platform TikTok, Instagram, dan WhatsApp.
Dalam video bberdurasi hampir 35 menit ini menggambarkan perjalanan inspiratif yang berani beralih profesi dan membangun usaha ikan hias dengan penuh dedikasi dan semangat belajar. Kisahnya bisa menjadi contoh bahwa dengan ketekunan dan inovasi, peluang baru bisa ditemukan di bidang yang mungkin belum banyak digeluti sebelumnya.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel BANG ZAY yang diupload pada tanggal 23 April 2026 dengan judul " MENGULIK KOLEKSI BAGOL CICHLIDS SANG GRAND CHAMPION NUSATIC 2025!".
Di daerah Cilodong, Depok, terdapat sebuah galeri menarik yaitu Bagol Cichlids yang didirikan oleh Mas Elga, seorang penghobies ikan yang memulai perjalanannya pada akhir tahun 2022. Awalnya, Mas Elga tertarik pada aquascape, namun karena perawatannya yang cukup rumit, ia beralih ke ikan Cichlid yang menawarkan variasi warna dan bentuk yang menarik.
Fokus pada jenis ikan ini membawa perubahan besar dalam hobinya, hingga akhirnya ia membangun galeri khusus yang menjadi tempat berkumpulnya para pecinta ikan Cichlid.
Perjalanan Mas Elga dalam dunia kontes ikan dimulai dari memelihara ikan dalam community tank, yaitu aquarium campuran. Namun, demi meningkatkan kualitas ikan kontes, ia mulai memisahkan ikan dalam satu sekat (singlean). Cara ini terbukti efektif karena sirip ikan tidak mudah rusak akibat berkelahi, sehingga kualitas ikan meningkat.
Setelah beberapa kali mengalami kegagalan di kontes awal, Mas Elga mulai rutin meraih juara dalam berbagai kejuaraan, termasuk gelar Grand Champion di Nusatic 2025. Koleksi unggulan di galeri Bagol Cichlids meliputi Firefish (Dragon Blood), Aulonocara Guentheri ,Aulonocara Maylandi, Aulonokara Usisia, Aulonocara Chilumba, dan Albino Eureka, yang semuanya memiliki ciri khas dan keindahan tersendiri.
Dalam memilih bahan ikan kontes, Mas Elga memperhatikan beberapa hal penting. Bentuk badan ikan harus proporsional, tidak terlalu pendek atau panjang, dengan pangkal ekor yang lancip. Potensi sirip juga menjadi perhatian, terutama sirip atas yang sudah terlihat tinggi sejak kecil sebagai tanda akan tumbuh panjang dan gondrong.
Mental ikan juga diperhitungkan yaitu ikan yang berani menunjukkan diri dan tidak terus-menerus bersembunyi memiliki peluang lebih besar untuk menjadi juara. Pemilihan ikan Cichlid dengan kriteria ini membantu mendapatkan ikan yang memiliki potensi maksimal untuk tampil di arena kontes.
Perawatan di galeri Bagol Cichlids dilakukan dengan disiplin dan sistematis. Mas Elga menggunakan pakan pelet secara penuh untuk menjaga kesehatan, warna, dan bentuk tubuh ikan. Ia menghindari pakan alami seperti cacing sutra untuk meminimalkan risiko penyakit. Penggantian air dilakukan secara ekstrem setiap 2-3 hari, menyisakan air setinggi badan ikan agar kondisi air tetap segar.
Sistem filtrasi dibuat terpisah untuk setiap sekat agar penularan penyakit antar ikan dapat dicegah. Selain itu, ia menolak praktek memotong sirip ikan demi merapikan bentuk, karena hal itu berisiko merusak tulang sirip secara permanen dan juri kontes biasanya dapat mengenali bekas potongan tersebut.
Pesan yang disampaikannya kepada para penghobies adalah pentingnya ketekunan dalam merawat air dan menjaga kebersihan aquarium. Ikan Cichlid adalah makhluk hidup yang peka terhadap lingkungan, sehingga perawatan yang telaten akan menghasilkan ikan dengan performa terbaik di kontes. Dengan merawat ikan secara hati-hati dan konsisten, penghobies dapat melihat hasil yang memuaskan dan prestasi yang membanggakan. Dedikasi dan kesabaran menjadi kunci dalam menjalani hobi ini, sebagaimana yang telah dibuktikan oleh Mas Elga melalui galeri Bagol Cichlids.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel JAMM VLOG yang diupload pada tanggal 22 April 2026 dengan judul " GAK NYANGKA !!! PASAR WISATA IKAN GUNUNG SARI SURABAYA BANYAK IKAN PREDATOR MONSTER DAN SPESIAL GUYS".
Perjalanan Koh Anthony Saputra bersama Koh Adit dari Rumah Mayin berkunjung ke Pasar Ikan Gunungsari di Surabaya, sebuah tempat yang sudah mengalami banyak perubahan lebih baik, suasana pasar terlihat jauh lebih rapih dan luas dibandingkan kunjungan sebelumnya.
Lapak-lapak penjual kini tertata dengan baik, menggantikan kebiasaan lama yang menaruh ikan dan perlengkapan di plastik di lantai. Di lantai bawah, fokusnya adalah ikan hias kecil yang biasa digunakan untuk aquarium dan aquascape, lengkap dengan perlengkapan aquarium yang tersedia secara menyeluruh.
Berbagai jenis ikan hias seperti Koi dan Discus mudah ditemukan, begitu juga ikan predator seperti Oscar dan Louhan yang banyak diminati. Salah satu momen menarik adalah penemuan ikan Botia berukuran sangat besar, yang jarang ditemukan di pasar ikan biasa. Selain itu, ada juga ikan lain seperti Arwana yang berukuran besar dengan harga sekitar Rp. 1,8 juta.
Lantai dua pasar menawarkan suasana yang lebih tenang dengan banyak galeri dan toko spesialis. Di sini terdapat galeri aquascape dengan koleksi kayu hardscape berukuran besar dan bentuk yang eksotis, cocok untuk memperindah aquarium. Area ikan air laut juga sangat lengkap, mulai dari berbagai jenis koral, anemon, hingga kuda laut yang cukup langka.
kunjungan ke toko ikan hias Morphis screenshoot channel youtube JAMM VLOG
Di salah satu toko ikan hias Morphis, pengunjung dapat menemukan ikan sungai dan predator unik seperti jenis Tarpon Pasifik berukuran sekitar 38-40 cm dengan harga terjangkau, ikan Jelawat dari Kalimantan dengan sirip merah yang khas, serta ikan predator besar dengan corak batik yang tajam dan kontras.
Kunjungan dilanjutkan ke Yung Aquatic, mitra resmi produk 3 Pawns di Surabaya, yang menampilkan koleksi ikan yang cukup menantang pasar. Di sini tersedia berbagai jenis ikan pari hybrid dan bayi pari, ikan Blue Azul dengan warna biru pekat yang menarik, serta koleksi arwana dan ikan predator premium lainnya yang dirawat dengan baik.
Secara keseluruhan, Pasar Ikan Gunungsari Surabaya menjadi tempat yang lengkap bagi penghobies ikan hias, mulai dari ikan air tawar, predator, hingga ikan air laut. Meskipun beberapa toko tutup karena hari libur, koleksi ikan predator berukuran besar yang ada sudah memberikan kesan tersendiri. Rencana selanjutnya adalah melanjutkan kunjungan ke rumah-rumah penghobies ikan di Surabaya untuk melihat koleksi menarik lainnya yang belum ditemukan di pasar.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Lentera Tiga yang diupload pada tanggal 19 April 2026 dengan judul " GAJI PULUHAN JUTA DITANGGALKAN! WANITA INI PILIH JADI PETANI ARWANA SUPER RED, HASILNYA BIKIN KAGET".
Perjalanan meninggalkan perkerjaan yang sudah mapan untuk memulai bisnis baru sering kali menjadi langkah besar dalam hidup seseorang. Berawal dari seorang pimpinan cabang bank yang sudah bekerja selama 15 tahun. Walaupun punya posisi yang mapan dan stabil, ia memilih untuk berhenti dan fokus mengelola bisnis keluarga di bidang budidaya ikan Arwana. Keputusan ini diambil dengan keyakinan bahwa ilmu manajemen yang diperoleh dari dunia perbankan dapat membantu mengelola resiko dalam bisnis ikan yang memiliki nilai tinggi.
Berdasarkan penjelasan Ibu Ria Amalia menghabiskan 15 tahun berkarier sebagai pimpinan cabang sebuah bank. Namun, di tengah perjalanan kariernya, ia memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan mengundurkan diri dan fokus mengelola bisnis budidaya ikan Arwana Super Red. Keputusan ini muncul dari kecintaan dan hobi yang awalnya dimiliki oleh suaminya, yang berasal dari Malaysia. Saat pandemi ia dan suami mulai memelihara sembilan ekor ikan arwana di rumah sebagai bentuk hobi yang kemudian berkembang menjadi peluang
Meskipun banyak yang menyayangkan keputusan tersebut, Ibu Ria memilih untuk resign agar bisa mengelola bisnis ini secara profesional dengan menerapkan ilmu manajemen yang dimilikinya. Ia ingin memastikan kesehatan ikan terjaga dengan pengawasan langsung, sehingga tidak sepenuhnya menyerahkan perawatan kepada karyawan.
Nama bisnis yang dijalankan, Naga Arwana Farm, diambil dari jumlah ikan pertama yang mereka pelihara, yaitu sembilan ekor. Dalam budaya Cina Melayu, angka sembilan dianggap sebagai simbol keberuntungan, kesehatan, dan kesuburan. Selain itu, ikan Arwana Super Red dikenal sebagai “Dragon Fish” atau ikan naga merah, yang dipercaya membawa kemakmuran bagi pemiliknya. Filosofi ini menjadi landasan kuat dalam perjalanan bisnis mereka.
Membangun sebuah farm arwana bukanlah hal yang mudah ia menjelaskan bahwa proses ini membutuhkan investasi besar dalam bentuk waktu, tenaga, materi, bahkan air mata. Pada masa awal pembangunan, ia dan suaminya rela melakukan perjalanan pulang-pergi Jakarta-Bogor menggunakan motor selama empat jam setiap hari.
Salah satu momen paling berat adalah ketika ikan kontes kesayangan mengalamai kematian setelah setahun dirawat di kolam sewa. Kejadian ini menjadi titik balik yang membawa mereka mendapatkan lahan permanen di Bogor untuk mengembangkan usaha secara lebih serius dan berkelanjutan.
Farm yang berlokasi di Ciampea ini dirancang dengan konsep “one stop shopping” yang terintegrasi. Ibu Ria memilih tinggal di lokasi farm agar bisa memiliki ikatan langsung dengan ikan-ikannya dan melakukan pengawasan secara intensif tanpa sepenuhnya bergantung pada karyawan.
Di farm ini juga terdapat galeri khusus bernama House of Red Dragon Indonesia, yang berfungsi sebagai tempat grooming dan memamerkan ikan-ikan pilihan berkualitas kontes. Selain itu, terdapat fasilitas budidaya lengkap seperti 10 kamar khusus untuk penjodohan dan pengeraman ikan, kolam pembesaran, serta kolam penampungan air dari mata air alami.
Farm ini juga dilengkapi dengan kebun durian, sayuran, dan peternakan ayam kampung yang digunakan untuk konsumsi internal, sehingga mendukung ketahanan pangan di lingkungan farm.
Menghadapi cuaca ekstrem seperti pancaroba menjadi salah satu tantangan berat karena membuat ikan rentan sakit atau bahkan mati. Namun, kebahagiaan datang saat melihat ikan yang dirawat tumbuh cantik, berprestasi di kontes, dan menjadi investasi bernilai tinggi.
Sebagai orang Indonesia, ia merasa bangga membudidayakan Arwana Super Red yang merupakan ras asli Kalimantan. Ia ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa ikan berkualitas internasional ini berasal dari Indonesia. Dengan semangat tersebut, ia sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar atau sekadar bersilaturahmi ke farm-nya untuk berbagi ilmu mengenai perawatan Arwana Super Red.
Penuturannya ini menunjukkan bagaimana keberanian mengambil keputusan besar dan menggabungkan ilmu manajemen dengan kecintaan terhadap hobi dapat membuka jalan menuju kesuksesan baru yang penuh makna. Dari dunia perbankan yang mapan, ia bertransformasi menjadi petani ikan arwana yang profesional dan berdedikasi, membangun bisnis juga sarat dengan nilai budaya.
Tambahan info :
PT. Sembilan Naga Arowana Indonesia, penangkaran Arwana Super Red di Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Sumber dari deskripsi channel youtube Lentera Tiga
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel CNN Indonesia yang diupload pada tanggal 18 April 2026 dengan judul " Eks Penagih Utang Raup Rp50 Juta dari Ternak Gurami dan Cuan Melimpah dari Panen Bawang Merah".
Dari Banyumas hingga Situbondo, perjalanan para pelaku usaha di bidang perikanan dan pertanian menunjukkan perubahan hidup yang nyata lewat kerja tekun dan kemauan belajar. Di Banyumas, Bapak Andi Sudrajat memilih meninggalkan pekerjaannya sebagai debt collector setelah 23 tahun dan beralih ke budi daya ikan gurame di Desa Patik Raja. Dengan modal awal sekitar Rp. 5 juta, ia memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah untuk membangun kolam sederhana. Perlahan, usahanya berkembang hingga memiliki lima kolam yang aktif digunakan.
Perawatan ikan gurame dilakukan dengan cara yang relatif mudah dan pakan yang diberikan berupa pelet yang dikombinasikan dengan dedaunan, sehingga biaya tetap terjaga. Hasilnya cukup menggembirakan, karena produksi ikan berjalan stabil dan permintaan pasar terus ada. Dari usaha tersebut, omzet yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp. 50 juta setiap bulan. Perjalanan ini memperlihatkan bahwa sektor perikanan bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan, bahkan dari skala rumahan.
Semantra itu di daerah Kabupaten Situbondo, tepatnya di Desa Curahkalak, para petani mengembangkan budi daya bawang merah organik dengan pendekatan yang ramah lingkungan yaitu menggunakan pupuk kompos dari kotoran sapi yang difermentasi, sehingga mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menekan biaya produksi. Hasil panen pun meningkat, dari rata-rata 20 ton per hektar menjadi sekitar 25 ton.
Pengendalian hama dilakukan tanpa bahan kimia, melainkan dengan memanfaatkan lampu pijar sebagai perangkap serangga. Cara ini terbukti efektif menjaga tanaman tetap sehat. Selain meningkatkan hasil, efisiensi biaya operasional juga terasa signifikan hingga mencapai pengurangan sekitar 60 persen. Dengan metode tersebut, potensi omzet yang dihasilkan bisa mencapai Rp. 400 juta per hektar dalam satu kali panen.
Perubahan langkah dan penerapan cara yang tepat membawa dampak besar terhadap hasil yang diperoleh. Dari kolam ikan di pekarangan hingga lahan pertanian organik, semuanya menunjukkan bahwa peluang besar dapat tumbuh dari upaya yang dijalankan dengan konsisten dan penuh perhitungan.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Domsinobi Story yang diupload pada tanggal 16 September 2026 dengan judul " Mengenal Cichlid Frontosa Burundi dan cara perawatannya".
Terutama pada varian Burundi, merupakan primadona dari Danau Tanganyika di Afrika yang banyak digemari penghobies ikan siklud karena tampilannya yang gagah. Ikan ini mudah dikenali melalui pola garis hitam tebal pada tubuhnya serta warna biru cerah yang menghiasi bagian sirip.
Meski terlihat besar dan mengintimidasi, Frontosa sebenarnya memiliki karakter yang cenderung tenang dan kalem jika dibandingkan dengan jenis cichlid lainnya. Sifatnya yang tidak terlalu agresif ini membuat mereka menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin memelihara ikan berukuran besar namun tetap ingin menjaga suasana aquarium yang damai.
Dalam hal tempat tinggal, ikan ini membutuhkan ruang gerak yang sangat luas mengingat ukuran tubuhnya saat dewasa. Wadah aquarium minimal dengan kapasitas 250 liter menjadi syarat awal agar mereka bisa hidup dengan nyaman dan tidak stres.
Karena berasal dari danau purba yang lingkungannya sangat konsisten, stabilitas kondisi air menjadi faktor yang sangat diperhatikan. Ikan ini memerlukan air dengan suhu di kisaran 22-26 derajat Celcius dan tingkat keasaman atau pH yang cukup tinggi, tepatnya di angka 8 sampai 9, agar tetap sehat dan aktif bergerak.
Urusan konsumsi juga memerlukan perhatian khusus karena Frontosa adalah tipe karnivora yang biasa mencari makan di dasar perairan. Jenis makanan yang tenggelam lebih disukai daripada makanan yang mengapung di permukaan.
Asupan protein tinggi sangat dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhannya, baik itu melalui makanan alami maupun pelet berkualitas. Pemeliharnya juga perlu berhati-hati dalam memilih teman satu aquarium dimana ikan ini bisa berbaur dengan sesama cichlid Afrika yang berwatak tenang, namun ikan-ikan berukuran kecil sebaiknya dihindari karena berisiko dianggap sebagai mangsa oleh naluri predator alaminya.
Ikan ini memang memiliki daya tarik yang sulit ditolak bagi siapa pun yang melihatnya. Banyak orang merasa terpikat dan ingin memelihara ikan ini setelah melihat perpaduan warna biru serta garis hitamnya yang tampak serasi. Ketertarikan ini sering muncul dalam berbagai percakapan di media sosial, di mana orang-orang mengungkapkan kagum atas keindahan fisiknya.
Bagi yang masih bingung membedakan jenisnya, varian Burundi memiliki ciri khas berupa enam garis hitam melintang di tubuhnya. Varian ini cukup populer dibandingkan jenis lain dari Danau Tanganyika karena ketersediaannya yang lebih mudah ditemukan bagi penghobies pemula.
Ragam pertanyaan mengenai jenis alas atau pasir yang digunakan dalam aquarium juga menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Penggunaan pasir halus sangat disarankan karena Frontosa memiliki kebiasaan alami menggali atau mencari makan di dasar air. Pasir karang atau aragonite menjadi pilihan yang sangat baik karena selain memberikan kesan alami, jenis ini membantu menjaga tingkat keasaman air agar tetap stabil pada pH tinggi yang dibutuhkan ikan.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel DANI IKAN HIAS yang diupload pada tanggal 14 November 2020 dengan judul " Budidaya ikan hias frontoza kualitas eksport".
Budidaya ikan hias Frontosa (Cyphotilapia frontosa) menjadi salah satu kegiatan yang menarik dalam dunia perikanan hias. Ikan hias siklus ini berasal dari Danau Malawi di Afrika dan dikenal karena bentuk tubuhnya yang khas serta corak belang vertikal yang terlihat jelas saat masih berukuran kecil. Keunikan tersebut membuat Frontosa memiliki daya tarik tersendiri di kalangan pecinta ikan hias, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.
Proses budidayanga dapat dilakukan di berbagai daerah, salah satunya seperti yang terlihat diwilayah Baleendah, Bandung Selatan. Di tempat tersebut, pembudidaya mengembangkan ikan Frontosa dengan fokus pada kualitas agar dapat bersaing di pasar ekspor. Ikan yang dihasilkan kemudian disalurkan ke eksportir ikan hias, lalu didistribusikan ke berbagai negara untuk memenuhi permintaan pasar global. Selain itu, kebutuhan pasar lokal juga tetap terpenuhi dari hasil budidaya tersebut.
Salah satu hal yang membuat ikan Frontosa menarik adalah perilaku berkembang biaknya. Ikan ini dikenal sebagai mouthbrooder, yaitu induk betina mengerami telur di dalam mulutnya hingga menetas. Bahkan setelah menetas, larva tetap berada di dalam mulut induk sampai cangkang telur habis. Proses ini membutuhkan perhatian agar perkembangan anakan tetap berjalan dengan baik tanpa gangguan dari lingkungan sekitar.
Dalam perawatan sehari-hari,ikan siklus eksotis ini tergolong ikan yang cukup mudah dipelihara selama kondisi air tetap stabil. Ikan ini sensitif terhadap perubahan air yang terlalu drastis sehingga perlu penanganan yang hati-hati saat melakukan pergantian air. Penggunaan aquarium dengan penutup juga dianjurkan karena ikan ini memiliki kebiasaan melompat. Dengan kondisi lingkungan yang sesuai, ikan Frontosa dapat tumbuh dengan baik tanpa memerlukan alat pemanas air tambahan.
Dengan karakter unik, cara berkembang biak yang berbeda, serta peluang pasar yang luas, budidaya ikan Frontosa menjadi pilihan yang menarik untuk dikembangkan. Perpaduan antara teknik pemeliharaan yang tepat dan perhatian terhadap kualitas dapat menghasilkan ikan yang bernilai jual tinggi dan diminati oleh pasar internasional.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Iqbalizda yang diupload pada tanggal 15 April 2016 dengan judul "HUNTING IKAN PREMIUM DI PAMERAN HEWAN TERBESAR JAKARTA?! COBA SESER HAMSTER DAPET 10 SEKALIGUS!".
Video ini adalah kunjungan ke area pameran Arwana sebagai PAW Expo ( Pets Adventures Wonderland). Terlihat dalam video Kang Iqbal memperlihatkan berbagai jenis ikan Arwana yang menjadi juara dalam kompetisi, dengan nilai estetika yang sangat tinggi. Berbagai pemenang dari kategori King, Short Body (SB), hingga kategori unik diperlihatkan dengan jelas.
Total hadiah yang disediakan dalam kompetisi ini mencapai miliaran rupiah, dan beberapa ikan bahkan sudah terjual langsung di lokasi pameran. Penilaian ikan Arwana bukan saja berdasarkan warna merah yang pekat, terutama pada jenis Super Red, tetapi juga memperhatikan proporsi tubuh, bentuk sirip, serta gaya berenang atau gerakan dayung ikan yang panjang. Salah satu ikan yang menjadi Grand Champion berasal dari peserta Thailand, yang menarik perhatian banyak pengunjung.
Selanjutnya bertemu dengan Tama untuk mengikuti lomba menangkap hamster. Peserta membayar tiket sebesar Rp. 100.000 untuk mendapatkan tiga kali kesempatan menyerok hamster menggunakan jaring kecil. Semua hamster yang berhasil ditangkap boleh dibawa pulang. Dalam perlombaan ini berhasil menangkap sembilan ekor hamster, sementara kang Iqbal mendapatkan sepuluh ekor. Jenis hamster yang tersedia terdiri dari Campbell dan Winter White dandari sisi ekonomi menangkap hasmter cantik ini menguntungkan karena harga hamster di luar pameran bisa mencapai Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000 per ekor.
Selanjutnya mengunjungi stand Fishkinian untuk melihat koleksi ikan cupang yang beragam. Harga ikan cupang bervariasi mulai dari Rp. 50.000 hingga Rp. 500.000 per ekor. Mereka melihat beberapa jenis yang menarik seperti Halfmoon Red Dragon, Red Purple Galaxy, Blue Rim, dan Pink Flamingo yang termasuk jenis Double Tail.
Kang Iqbal memberikan penjelasan singkat mengenai perbedaan ciri fisik ikan cupang, seperti Double Tail yang memiliki ekor bercabang dua, Crown Tail dengan sirip yang menyerupai serit, dan Plakat yang memiliki ekor pendek. Akhirnya memutuskan membeli satu ekor Red Dragon lokal yang keren dengan kualitas unggulan.
Di bagian akhir video menuju ke stand lain dan melihat beberapa hewan unik dan mahal yang dipamerkan di area pameran. Salah satunya adalah Axolotl, hewan amfibi yang bernapas dengan insang seumur hidupnya, dengan harga mencapai Rp. 1,2 juta untuk ukuran agak besar.
Ada juga Red-handed Tamarin, monyet kecil dengan harga fantastis mencapai Rp65 juta. Hewan lain yang menarik perhatian adalah Patagonian Mara, yang bentuknya seperti campuran kelinci, kangguru, dan kapibara, dengan harga sekitar Rp. 45 juta perekor. Selain itu, ada juga sigung atau skunk, hewan yang dikenal dengan kemampuannya menyemprotkan bau tidak sedap sebagai pertahanan diri.
Video diakhiri dengan membawa pulang hasil tangkapan hamster dan ikan yang dibelinya, serta berencana memberikan perawatan terbaik untuk hewan-hewan tersebut agar tetap sehat dan terjaga dengan baik. Secara keseluruhan vlog video ini memperlihatkan gambaran lengkap tentang berbagai kegiatan dan koleksi hewan eksotis di pameran.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel JAMM VLOG yang diupload pada tanggal 13 April 2026 dengan judul " DATANGI 3 PENGHOBIES SURABAYA SEKALIGUS DALAM WAKTU 24 JAM MEMBAWA MISI KHUSUS!!!. Video ini mendokumentasikan perjalanan team JAMM VLOG bersama team Rumah Mayin dalam menjalankan misi khusus mengantarkan dan memasang aquarium 3 Pawns di tiga lokasi berbeda di Surabaya dalam waktu 24 jam.
Perjalanan team JAMM VLOG bersama Rumah Mayin dalam video ini menggambarkan sebuah misi yang padat, penuh tantangan, namun tetap berjalan lancar. Dalam waktu 24 jam, team berhasil mengantarkan sekaligus memasang aquarium 3pawns di tiga lokasi berbeda di Surabaya. Dimulai sejak subuh, team tiba setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta. Tanpa banyak jeda, proses langsung berlanjut ke tahap instalasi di lokasi pertama.
Aquarium 3pawns dirancang dengan sistem yang sederhana dan praktis, strukturnya terdiri dari dua bagian, atas dan bawah, yang cukup dihubungkan menggunakan tiga jalur pipa. Proses ini membuat pemasangan terasa ringan, bahkan untuk orang yang belum berpengalaman sekalipun. Di lokasi pertama, aquarium dipasang di rumah seorang penghobies berpengalaman yang telah punya banyak koleksi ikan koi. Kehadiran produk ini menjadi pelengkap dari hobi yang sudah lama dijalani.
Keunggulan lain dari aquarium ini terletak pada sistem filtrasi yang digunakan. Media seperti Cashmere Cotton, cashmere Mate, Mayin Rugby, serta dukungan pompa Haideewell membuat kualitas air tetap terjaga dalam waktu lama. Dengan sistem tersebut, kebutuhan untuk mengganti air menjadi jauh lebih jarang. Hal ini memberi kenyamanan lebih dalam perawatan, sekaligus menjaga kondisi ikan tetap stabil.
Setelah menyelesaikan lokasi pertama, perjalanan berlanjut ke titik berikutnya. Meski Koh Anthony dan Koh Adit terasa lelah akibat perjalanan panjang hingga 16 jam melalui jalur non-tol saat arus balik lebaran, team tetap menjaga ritme kerja. Komitmen yang sudah dijadwalkan tetap dijalankan tanpa penundaan berarti. Setiap proses dilakukan dengan rapi dan efisien agar semua target dalam 24 jam dapat tercapai.
Lokasi ketiga menjadi penutup perjalanan ini. team tiba saat matahari mulai terbit, menciptakan suasana yang segar untuk memulai instalasi terakhir. Proses pemasangan dilakukan dengan tertata agar tidak mengganggu aktivitas penghuni rumah. Pemilik di lokasi ini juga dikenal sebagai penghobies ikan dengan koleksi yang beragam dan berkualitas, sehingga kehadiran aquarium baru menambah nilai tersendiri bagi ruang yang sudah dipenuhi berbagai jenis ikan.
Video ini juga menampilkan komitmen layanan dari Rumah Mayin dalam hal pengiriman dan pemasangan langsung ke rumah pelanggan, termasuk untuk luar kota. Tidak berhenti di Surabaya, rencana ke depan mencakup ekspansi ke berbagai kota lain seperti Semarang, Sidoarjo, hingga wilayah yang lebih jauh seperti Bali dan NTT, terutama jika terdapat pemesanan dalam jumlah tertentu.
Perjalanan team dalam misi maraton di daerah Surabaya ini ternyata memicu antusiasme yang luar biasa dari para penonton. Setelah video tersebut diupload kolom komentar langsung diberi respon positif dari masyarakat dan para penghobies ikan hias. Banyak yang memberikan apresiasi terhadap dedikasi team yang tetap semangat bekerja meski menempuh perjalanan darat yang jauh untuk memuaskan pelanggan.
Beberapa penonton memberikan pujian singkat namun penuh semangat seperti "Mantap bang" sebagai bentuk dukungan atas konten edukatif dan inspiratif yang disajikan. Tidak sedikit yang menyoroti kualitas visual dan spesifikasi teknis dari produk yang diantarkan dan memuji desain aquarium yang terlihat modern dan elegan dengan berkomentar bahwa aquariumnya sangat keren serta memberikan jempol sebagai tanda kepuasan terhadap hasil kerja team di lapangan.
Interaksi yang hangat juga terlihat antara admin channel dengan para pengikutnya. Salah satu penonton menyampaikan doa agar JAMM VLOG terus meraih kesuksesan kedepannya, yang kemudian langsung dibalas dengan ramah oleh admin dengan ucapan terima kasih dan harapan yang sama. Kedekatan ini menunjukkan bahwa perjalanan mengantar aquarium ini bukan saja urusan bisnis, melainkan juga sarana untuk mempererat silaturahmi dengan sesama penghobies di berbagai daerah. Respon meriah dari netizen ini semakin memperkuat posisi produk tersebut sebagai pilihan favorit bagi komunitas yang mencari kualitas dan kemudahan.
Secara keseluruhan, perjalanan ini memperlihatkan bagaimana aquarium 3pawns menjadi pilihan praktis bagi penghobies ikan. Proses pemasangan yang mudah, sistem filtrasi yang mendukung kestabilan air, serta layanan pengiriman langsung menjadi nilai lebih yang terasa nyata dalam setiap tahap perjalanan team.
Artikel review video youtube kali ini adalah sari channel Timmy Ardi yang diupload pada tanggal 9 April 2026 dengan judul " Buying New Fish Gone Wrong (EPIC) | Rombak Ulang Megatank Part 4". Video dokumentasi ini adalah tentang perombakan ulang aquarium "Megatank" yang dipunyai oleh Timmy Ardi yang berujung pada pengalaman berharga bagi para penghobies ikan hias karena ikan yang dipelihara sebelumnya baik-baik saja mengalami gangguan kesehatan yang serius berawal dari memasukan pasir laut.
Proses dimulai dengan evakuasi ikan-ikan dari kolam aquarium awal ke aquarium sementara sebagai persiapan untuk melakukan rescape atau penataan ulang aquarium. Setelah enam tahun digunakan, aquarium dikuras habis, semua kerikil dan substrat lama dikeluarkan, dan pembersihan total dilakukan.
Saat membersihkan dasarnya, ia menemukan duri ikan pari yang sudah lama mati, menandakan lama aquarium tersebut tidak pernah dibongkar secara menyeluruh. Untuk menghilangkan kerak membandel pada kaca, ia menggunakan produk pembersih khusus hingga kaca kolam kembali bersih dan jernih seperti yang terlihat dalam video.
Setelah proses pembersihan selesai ia mulai menata ulang, dengan memasukkan kembali ikan-ikan lama seperti Oxydoras dan Feifeng serta membeli ikan baru, yaitu lima ekor Botia dari pasar ikan untuk menambah kehidupan di dalam kolam, namun hal ini tidak berlangsung lama.
Tak lama setelah ikan-ikan tersebut dimasukkan, muncul masalah serius berupa penyakit White Spot yang menyerang ikan-ikan di dalam aquarium terutama ikan botia. Kondisi ini semakin memburuk hingga ikan kesayangannya yaitu ikan Feifeng mengalami kematian meskipun sudah dilakukan berbagai upaya pengobatan. Kejadian ini menjadi titik balik yang membuatnya melakukan riset untuk mencari penyebab masalah tersebut.
Dari hasil pengecekan kualitas air, khususnya Total Dissolved Solids (TDS) menyadari kesalahan fatal yang selama ini tidak diperhatikan ia menggunakan pasir laut sebagai substrat untuk ikam air tawar saat perombakan aquarium.
Bahkan ikan yang dikenal tahan banting seperti Oxydoras pun mengalami pengelupasan kulit akibat substrat tersebut. Kesalahan ini menjadi pelajaran penting bahwa substrat dan atribut yang berasal dari laut sangat tidak cocok untuk ekosistem air tawar karena perbedaan kimiawi air yang sangat kontras. Menyadari kesalahan tersebut segera mengambil tindakan darurat dengan mengeluarkan pasir laut dari kolam dan menambahkan bakteri starter untuk memperbaiki kualitas air dan mempercepat proses nitrifikasi.
Setelah dua minggu masa pemulihan, ikan Oxydoras yang sempat stres dan tidak mau makan akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda membaik meskipun warna tubuhnya masih agak pucat akibat efek substrat laut sebelumnya. Di akhir video ia mencoba memasukkan ikan baru, yaitu Datnoid berukuran kecil, setelah melakukan proses aklimasi yang baik.
Video ini memberikan edukasi yang sangat penting bagi para penghobies terutama yang memelihara ikan air tawar. Penggunaan substrat atau atribut dari laut untuk kolam air tawar dapat menimbulkan masalah serius bagi kesehatan ikan. Oleh karena itu, pemilihan substrat Pasir yang sesuai dengan jenis ekosistem sangat penting agar ikan dapat hidup normal dan lingkungan sehat di dalam aquarium tetap terjaga.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Randy Nora yang diupload pada tanggal 25 Maret 2026 dengan judul " UNBOXING KEPITING CARDISOMA CARNIVEX BERSAMA ANAK-ANAKKU...". Menurut info bahwa kepiting jenis Cardisoma carnifex, yang sering disebut juga sebagai kerungkung. Ini adalah jenis kepiting darat yang memiliki capit besar dan tampilan yang cukup garang, namun sebenarnya bisa dijinakkan dengan perawatan yang baik.
Sebuah video menarik mendokumentasikan momen unboxing kepiting Cardisoma carnifex, yang sering disebut kerungkung, bersama anak-anak. Video ini menghadirkan suasana penuh keceriaan sekaligus sedikit kejutan saat anak-anak ikut melihat langsung kepiting-kepiting tersebut.
Pada awal video, membuka paket kiriman kepiting Cardisoma carnifex yang berukuran besar dan memiliki capit yang sangat dominan. Kepiting utama ini kemudian diberi nama “Krong” sebagai tanda keistimewaannya. Selain Krong, ada juga bonus kepiting kecil berupa baby Magnum yang ikut di-unboxing dalam video tersebut.
Kepiting-kepiting yang diterima dalam kondisi hidup setelah perjalanan jauh dari Pangandaran. Meskipun saat pertama kali dibuka Krong terlihat agresif dan membuat sedikit kaget, admin channel menjelaskan bahwa sebenarnya Cardisoma carnifex lebih mudah dijinakkan dibandingkan jenis Magnum. Proses penjinakan ini dilakukan dengan cara rutin mengelus-elus kepiting tersebut agar mereka menjadi lebih tenang dan terbiasa dengan sentuhan manusia.
Sepanjang video, terlihat interaksi hangat antara keluarga dan kepiting-kepiting itu. Anak-anak tampak antusias dan penuh rasa ingin tahu, meskipun ada beberapa momen kaget saat kepiting bergerak tiba-tiba. Momen-momen ini justru menambah keseruan dan kehangatan suasana, memperlihatkan bagaimana hewan unik ini bisa menjadi bagian dari pengalaman belajar yang menyenangkan.
Admin channel juga menegaskan bahwa tugas selanjutnya adalah merawat dan menjinakkan Krong agar kepiting tersebut bisa lebih tenang dan mudah diajak berinteraksi. Dengan kesabaran dan perhatian, diharapkan Krong bisa menjadi teman yang menyenangkan di rumah.
Di kolom komentar video ini, banyak penonton yang ikut berbagi cerita dan salah satu komentar menarik datang dari seseorang yang mengatakan bahwa di rumahnya banyak kepiting yang masuk saat musim hujan, yang mereka sebut sebagai kepiting kedungu. Admin pun membalas dengan candaan bahwa kepiting baru ini lebih garang, menambah kehangatan interaksi antara admin dan penonton.
Secara keseluruhan, video ini bukan hanya tentang unboxing kepiting, tetapi juga tentang bagaimana hewan-hewan unik seperti Cardisoma carnifex bisa membawa kegembiraan dan pengalaman baru, terutama bagi anak-anak. Dengan cara yang sederhana seperti mengelus dan merawat, kepiting yang awalnya terlihat garang bisa menjadi lebih jinak dan akrab.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Insertlive yang diupload pada tanggal 4 April 2026 dengan judul "Kompetisi Ikan Cupang Selektif Pilih Pemenang".
Dunia ikan hias belakangan ini semakin menarik untuk diikuti, apalagi saat mulai melihat ke dalam sisi kompetitifnya. Ikan cupang yang biasa dilihat di toko ikan hias ternyata menyimpan sisi lain yang sangat serius ketika sudah masuk ke arena kontes.
Lewat tayangan Insertlive di youtube, Juan Martin mengajak untuk melihat besarnya dedikasi para penghobies dalam mempersiapkan ikan cupang peliharaannya hal Ini bisa dikatakan sebuah ekosistem yang melibatkan tenaga profesional, teknik perawatan khusus, hingga seleksi juri yang sangat ketat untuk menentukan siapa yang layak menjadi juara di kontes.
Salah satu elemen yang mungkin jarang diketahui oleh masyarakat awam adalah keberadaan joki profesional dalam kontes ini. Joki memiliki peran untuk memastikan setiap ikan peserta sampai ke lokasi dalam kondisi terbaik dan siap tanding biasanya mengurus segala kebutuhan ikan selama acara berlangsung agar tidak stres akibat perjalanan atau lingkungan baru.
Penjurian sendiri dilakukan dengan standar sangat teliti, mencakup intensitas warna, kesehatan mental, hingga proporsi tubuh. Abjad sesuai kata diurutkan: hingga, intensitas, kesehatan, mental, paling, proporsi, tubuh, warna. Penilaian objektif menjadi kunci agar tidak ada bias terhadap pemenang dari kontes sebelumnya, sehingga setiap ikan memiliki peluang yang sama untuk menang berdasarkan kualitas fisiknya saat itu juga.
Persiapan fisik ikan cupang sebelum naik ke meja penjurian juga melibatkan proses yang unik, yaitu grooming atau semacam salon ikan hias. Para ahli grooming melakukan perawatan intensif untuk merapikan sirip serta memastikan setiap helai bagian tubuh ikan terlihat sempurna tanpa cacat.
Teknik ini menunjukkan pentingnha tinggi standar estetika dalam hobi ini, dimana kesehatan fisik tetap menjadi pondasi paling penting. Melalui grooming, ikan cupang akan terlihat cantik juga mencerminkan telatennya pemeliharanha dalam menjaga kebersihan air serta nutrisi yang diberikan sehari-hari.
Selain tampilan luar, sisi psikologis atau mental ikan cupang menjadi penentu besar dalam meraih kemenangan di arena. Ikan yang memiliki mental juara biasanya tetap tenang, aktif, dan berani saat berhadapan dengan lawan atau cermin saat dinilai oleh juri. Sebaliknya, ikan yang mudah panik justru akan kehilangan poin karena siripnya tidak akan mengembang dengan sempurna.
Untuk melatih mental ini, penghobies akan rajin memberikan vitamin, melakukan latihan rutin, serta menjaga kualitas air dengan penggantian berkala. Abjad sesuai kata diurutkan: berkala, kualitas, latihan, menjaga, penggantian, rutin, vitamin. Hal tersebut sangat menentukan apakah ikan tersebut mampu tampil berani atau justru terlihat lesu saat momen penting penilaian
Juan Martin sebagai presenter berhasil membawakan suasana kompetisi ini dengan gaya yang santai namun tetap informatif bagi penonton yang mungkin sedang mencari hobi baru. Ia berinteraksi langsung dengan para pelaku industri ini hingga para juri yang sudah berpengalaman bertahun-tahun.
Lewat perjalanannya, kita bisa memahami bahwa seekor ikan cupang juara bisa mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi, jauh melampaui harga ikan hias biasa. Investasi waktu dan tenaga yang dikeluarkan oleh para penghobies sebanding dengan rasa bangga serta nilai jual ikan yang melonjak drastis setelah memenangkan sebuah piala bergengsi.
Dunia hobi memang selalu punya cerita unik, apalagi jika sudah menyangkut komunitas yang solid seperti para pecinta ikan cupang. Antusiasme masyarakat terhadap konten kompetisi ikan hias ini terlihat dari komentar yang ada.
Banyak penonton merasa bangga karena hobi yang mereka geluti kini mulai mendapat sorotan media TV. "Mantap masuk Trans TV," tulis salah satu netizen yang merasa senang melihat hobi lokal naik kelas ke layar kaca nasional, memberikan sinyal bahwa trend ini siap kembali meledak di tengah masyarakat.
Kehadiran tayangan seperti ini seolah menjadi pemantik semangat bagi para penghobies lama maupun pendatang baru untuk kembali aktif. Seruan untuk "Ramekan lagi dunia percupangan" menjadi bukti bahwa ada kerinduan kolektif untuk melihat pameran atau kontes-kontes besar kembali digelar di berbagai daerah.
Dukungan positif ini menunjukkan bahwa ikan cupang tetap punya tempat spesial di hati masyarakat Indonesia, bukan cuma sebagai peliharaan biasa, tapi sebagai simbol komunitas yang penuh keakraban dan semangat sportivitas.
Selain dukungan moral, sisi ekonomi dari dunia kontes ini juga menarik perhatian banyak orang yang menonton. Tidak sedikit penonton yang langsung tertarik untuk memelihara ikan dengan kualitas serupa, bahkan ada yang langsung bertanya apakah ikan yang tampil di video tersebut bisa dibeli.
Menariknya, jawaban dari para penghobies sangat realistis mengenai nilai ekonomi ikan juara. "Dijual pastinya sesuai harga kontes," ujar salah satu komentar yang menjelaskan bahwa kualitas fisik dan mental ikan yang sudah terlatih tentu memiliki nilai jual yang berbeda jauh dari ikan pasar.
Harga bernilai tinggi pada ikan juara ini sebenarnya sangat masuk akal jika melihat proses panjang di baliknya. Merawat ikan hingga siap tanding membutuhkan ketelatenan dalam menjaga kebersihan air, pemberian pakan bernutrisi, hingga latihan mental setiap hari.
Bagi para kolektor, membayar harga mahal untuk seekor ikan yang sudah teruji di meja juri adalah sebuah kebanggaan sekaligus investasi, karena ikan tersebut membawa standar keindahan yang memang berada di level tertinggi.
Fenomena ini membuktikan bahwa ekosistem ekonomi kreatif bisa tumbuh dari hal-hal yang terlihat sederhana di sekitar kita. Dengan adanya interaksi antara penonton, media, dan pelaku hobi, dunia ikan hias tetap bisa bertahan dan terus berkembang mengikuti zaman.
Secara keseluruhan, kontes ikan cupang adalah perpaduan antara seni visual dan ketangkasan merawat makhluk hidup dengan penuh kasih sayang. Setiap detail kecil, mulai dari kebersihan wadah hingga cara pemberian pakan, sangat berpengaruh pada hasil akhir di arena.
Bagi siapa pun yang ingin mencoba terjun ke dunia ini, konsistensi adalah hal yang diperlukan untuk mencapai level profesional. Video dari channel Insertlive ini menjadi jendela yang sempurna untuk melihat bahwa di balik tubuh kecil ikan cupang, terdapat semangat kompetisi yang besar dan komunitas yang terus tumbuh dengan penuh dedikasi di seluruh Indonesia.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel KOMPASTV BENGKULU yang diupload pada tanggal 31 Januari 2023 dengan judul " Budidaya Lobster Laut Tingkatkan Perekonomian".
Daerah Bengkulu menyimpan potensi kekayaan bahari yang luar biasa besar jika dikelola dengan ketekunan. Di tangan Bapak Hendri Junaidi, seorang warga Kelurahan Pagar Dewa, air laut bukan cuma hamparan biru melainkan ladang penghasilan yang sangat menjanjikan. Melalui usaha pembesaran lobster, ia sudah membuktikan bahwa komoditas premium tersebut bisa menjadi tumpuan ekonomi masyarakat lokal asalkan dikerjakan lewat ketelitian dan kesabaran ekstra.
Awal mula perjalanan bisnis ini dimulai dari langkah sederhana yaitu dengan mengumpulkan benih lobster berukuran kecil yang didapat dari para nelayan sekitar untuk kemudian dirawat di kolam budidayanya. Masa pembesaran ini memakan waktu kurang lebih empat bulan hingga setiap ekor mencapai bobot minimal 250 gram agar sesuai standar permintaan pasar. Selama proses tersebut, faktor kebersihan air dan pemberian pakan menjadi hal yang benar-benar diperhatikan supaya pertumbuhan lobster berjalan optimal tanpa banyak angka kematian.
Berbicara mengenai sisi ekonomi, budidaya lobster laut menawarkan keuntungan yang cukup menggiurkan bagi siapa saja yang mau terjun ke dalamnya. Menurut infonya ia memulai satu siklus dengan modal bibit sebanyak 100 kilogram, yang nantinya berkembang pesat saat masa panen tiba. Hasil panen yang diperoleh biasanya berada pada kisaran 200 hingga 250 kilogram lobster siap konsumsi. Dengan harga pasar yang saat ini menyentuh angka Rp. 500.000 per kilogram, total pendapatan yang masuk tentu sangat membantu perputaran modal usaha selanjutnya.
Meskipun potensi keuntungannya besar, jalur distribusi saat ini masih memiliki tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha di daerah. Karena adanya kendala dalam pengurusan berkas atau dokumen perizinan ekspor, ia smemfokuskan penjualan hasil panennya untuk mencukupi kebutuhan pasar dalam negeri. Meski demikian, permintaan lokal tetap tinggi karena lobster dikenal sebagai menu mewah dengan cita rasa daging yang manis serta tekstur lembut. Penjualan domestik ini menjadi pondasi kuat sembari menunggu regulasi perdagangan internasional menjadi lebih mudah diakses oleh pengusaha.
Inovasi menjadi kunci agar sebuah bisnis tidak jalan di tempat dan terus memberikan manfaat luas bagi lingkungan. Saat ini, ia mulai melangkah lebih jauh dengan mencoba melakukan teknik pemijahan secara mandiri demi menghasilkan benih sendiri tanpa terus bergantung pada tangkapan alam. Walaupun perjalanan eksperimen ini masih menemui berbagai tantangan teknis, semangat untuk mandiri secara operasional tetap menjadi tujuan besarnya. Jika langkah ini berhasil, biaya operasional bisa ditekan lebih rendah lagi sehingga margin keuntungan bagi pembudidaya akan semakin lebar.
Harapan besar selalu menyertai dalam membangun usaha ini di pesisir Bengkulu, agar sektor budidaya lobster laut bisa berkembang menjadi lebih besar sehingga mampu menampung banyak tenaga kerja dari warga sekitar. Baginya, kesuksesan terjadi ketika ekonomi lingkungan ikut terangkat dan banyak orang mendapatkan manfaat dari keberadaan kolam-kolam tersebut.
Kelancaran bisnis ini tentu tidak lepas dari dukungan alam yang menyediakan air bersih, bibit, oksigen, pakan, serta suhu yang stabil. Selain itu, diperlukan komitmen kuat dalam menjaga kualitas air agar ekosistem buatan tetap nyaman bagi pertumbuhan lobster. Semakin banyak warga yang terinspirasi mengikuti jejak ini, semakin kuat pula posisi daerah Bengkulu sebagai salah satu daerah penghasil hasil laut berkualitas tinggi di kancah nasional.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Duta Koi Blitar yang diupload pada tanggal 1 April 2026 dengan judul "BURUAN MENYALA BOSKU!! PAKET KOI GRADE A WARNA STRONG STRONG HARGA AMAN DI KANTONG!!".
Memilih ikan koi berkualitas tinggi dengan warna yang tajam menjadi kepuasan tersendiri bagi para pecinta ikan hias di tanah air. Duta Koi Blitar memperlihatkan koleksi terbaru yang sangat menarik perhatian karena menawarkan kombinasi antara kualitas Grade A dan harga yang terjangkau.
Dalam video ulasan berdurasi 12 menit kali ini, CS Ilma memandu untuk melihat berbagai pilihan paket yang sangat variatif mulai dari paket hemat isi dua ekor hingga paket borongan dalam jumlah banyak. Semua ikan yang ditawarkan punya karakteristik warna yang sangat kuat serta bentuk tubuh yang proporsional sehingga sangat layak untuk dipelihara di kolam rumah.
Pada putaran pertama, tersedia pilihan paket hemat dengan harga Rp. 900.000 yang berisi tiga ekor ikan berukuran 30 sampai 32 cm. Paket ini sangat cocok bagi siapa saja yang ingin menambah koleksi dengan jenis yang beragam dalam satu waktu pengiriman. Setiap paket memiliki kombinasi jenis yang berbeda namun tetap menjaga standar kualitas yang tinggi.
Jika melihat detail jenisnya, terdapat pilihan asagi, kujaku, sanke. Ada juga varian lain yang tidak kalah menarik seperti asagi, sanke, tancho kohaku. Bagi yang mencari pola tubuh yang original, pilihan asagi, kohaku, kujaku bisa menjadi pertimbangan yang sangat tepat karena ikan-ikan ini memiliki potensi tumbuh menjadi ukuran jumbo saat dipelihara kedepannya.
Beralih ke penawaran yang lebih ekonomis, putaran kedua memperlihatkan paket isi dua ekor dengan harga hanya Rp. 700.000. Meskipun harganya lebih terjangkau, kualitas warnanya tetap terlihat sangat tegas dan bersih pada setiap bagian tubuh ikan. Ukurannya pun sedikit lebih besar dibandingkan putaran pertama, yakni berkisar antara 32 hingga 36 cm.
Variasi jenis yang ditawarkan pada sesi ini meliputi akajiro, sanke. Ada juga pilihan kombinasi unik seperti kohaku, showa. Selain itu, ikan dengan warna sisik yang khas bisa memilih asagi atau sanke. Bagi yang menyukai tampilan lebih bersih dan cerah, tersedia paket aka hajiro atau sanke yang sangat cantik untuk memperindah suasana kolam.
Bagi penghobies koi yang menginginkan kualitas premium dengan ukuran yang lebih mantap, putaran ketiga menyediakan paket Grade A dengan harga Rp. 900.000 untuk dua ekor. Ikan pada kategori ini memiliki ukuran yang cukup besar, yaitu antara 34 hingga 38 cm dengan corak yang sangat rapih. Beberapa pilihan menarik yang bisa diambil adalah kohaku, sanke.
Terdapat juga koleksi spesial seperti kohaku, tancho sanke. Untuk yang menyukai efek kilau pada sisik, pilihan kohaku, sanke semi ginrin sangat direkomendasikan. Kualitas ikan koi Blitar pada putaran terakhir ini memang terlihat sangat menonjol terutama pada ketegasan batas warnanya yang rapih dan gradasi yang sangat halus.
Duta Koi Blitar juga memberikan opsi pilihan bagi para pedagang atau kolektor besar melalui sistem paket borongan yang jauh lebih hemat. Borongan pertama berisi 15 ekor ikan berukuran 30-32 cm dengan harga Rp. 4.000.000 setelah mendapatkan potongan harga yang lumayan besar. Jenis ikan di dalamnya meliputi asagi, kohaku, kujaku, sanke, tancho kohaku.
Sementara itu, borongan kedua berisi 10 ekor ikan berukuran 32-36 cm dengan harga Rp. 3.000.000 yang terdiri dari akajiro, asagi, sanke, showa. Terakhir, bagi penggemar berat jenis merah putih, tersedia borongan khusus berisi 10 ekor kohaku berukuran besar dengan harga Rp. 4.000.000 yang kualitasnya sudah masuk kategori super.
Proses pemesanan di Duta Koi Blitar sangat praktis karena cukup dengan mengambil tangkapan layar atau screenshot pada ikan yang disukai lalu mengirimkannya ke nomor WhatsApp admin yang tersedia. Layanan pengiriman menjangkau berbagai wilayah di Indonesia dengan standar keamanan yang sangat terjaga agar ikan sampai dalam kondisi sehat.
Selain itu, terdapat kemudahan berupa sistem pembayaran di tempat atau COD bagi wilayah-wilayah tertentu yang sudah masuk dalam jangkauan kurir. Perlu diingat bahwa harga yang tertera belum mencakup biaya kirim, sehingga disarankan untuk berkomunikasi langsung dengan admin mengenai detail pengiriman ke alamat tujuan masing-masing.
Memiliki ikan koi dengan kualitas Grade A kini tidak lagi memerlukan biaya yang sangat mahal jika tahu tempat yang baik untuk berbelanja. Koleksi dari Duta Koi Blitar ini membuktikan bahwa ikan berkualitas dengan warna kuat bisa didapatkan dengan harga yang sangat masuk akal.
Segera amankan pilihan ikan favorit sebelum kehabisan stok karena peminat ikan dari Blitar ini selalu sangat tinggi setiap harinya. Dengan perawatan yang baik dan pemberian pakan yang berprotein, ikan-ikan ini akan tumbuh menjadi penghuni kolam yang sangat membanggakan dan memberikan ketenangan bagi pemeliharanya saat waktu bersantai.
Agar lebih detailnya rekan pembaca bisa melihat videonya sambil melihat warna dan corak ikan koi yang sangat cerah terutama ikan koi dengan warna polos.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel JAMM VLOG yang diupload pada tanggal 1 April 2026 dengan judul " PAKSA SILENT HOBIES TUNJUKIN IKAN PREDATOR MEWAH DAN RARE !!! BANYAK MEGATANK DI LANTAI 3 RUMAH".
Di Medan, seorang hobies ikan predator, Koh Beni mempunyai koleksi aquarium mega tank yang luar biasa di lantai tiga rumahnya. Mega tank ini dibuat dengan perencanaan yang matang seperti dari segi struktur bangunan, sistem filtrasi, hingga perawatan yang mudah dijalankan. Dalam video 23 menit ini akan mengupas tuntas konsep mega tank, koleksi ikan-ikan predator khususnya ikan Pari serta inovasi perawatan yang diterapkan.
Membangun mega tank di lantai tiga rumah tentu memerlukan perhatian khusus terhadap pondasi dan struktur bangunan. Koh Beni menjelaskan pentingnya persiapan yang matang agar beban aquarium besar bisa ditopang dengan aman. Hal ini menjadi dasar agar mega tank dapat berdiri kokoh dan tahan lama tanpa resiko kerusakan pada bangunan.
Sistem filtrasi yang digunakan juga dirancang dengan cermat seperti kombinasi media filter konvensional seperti batu apung, bioball, dan rugby mat dipadukan dengan media premium untuk menjaga kejernihan air. Meskipun ruang chamber terbatas, sistem ini mampu bekerja optimal. Selain itu, ia merancang sendiri sistem pemipaan, termasuk bottom drain dan no overflow outlet. Sistem bottom drain membuat tampilan aquarium menjadi lebih bersih karena tidak menggunakan kotak overflow yang biasanya terlihat menonjol di dalam tank.
Mega tank ini menjadi tempat bagi berbagai jenis ikan predator mewah dan langka. Beberapa koleksi yang menarik perhatian antara lain Atlantic tarpon, Chinese perch, , Super red Arowana, dan berbagai jenis ikan Palmas serta lele berduri. Selain itu, koleksi ikan pari atau stingray juga sangat mengesankan yang sebagiannya di dapat dari Fish and Furious, henis Galaxy dan SWC yang didapatkan dari rekan penghobies menambah keunikan dan nilai estetika mega tank ini.
Salah satu keunggulan mega tank Koh Beni adalah sistem perawatan yang low maintenance dimana setiap aquarium dilengkapi dengan pelampung otomatis yang terhubung ke toren air, sehingga penggantian air bisa dilakukan dengan mudah tanpa repot. Menariknya ia memanfaatkan penggunaan tanaman Sirih Gading juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan air.
Tanaman Sirih Gading membantu menekan pertumbuhan lumut di dalam aquarium, sehingga kaca tangki jarang perlu digosok. Selain itu, tanaman ini menyerap nitrat yang menjadi pemicu pertumbuhan alga. Sirih Gading dipilih karena perawatannya yang mudah, tidak memerlukan cahaya intens, dan cukup dipotong secara rutin agar tetap rapi.
Selain itu, penggunaan probiotik dan multivitamin secara rutin membantu menjaga kesehatan ikan, terutama saat masa pembesaran. Hal ini membuat ikan tetap aktif dan tumbuh dengan baik tanpa banyak masalah kesehatan.
Video tentang mega tank Koh Beni memberikan inspirasi bagi para penghobies yang ingin membangun sistem aquarium besar dengan cara yang rapi dan mudah dikelola. Dari persiapan struktur bangunan, sistem filtrasi inovatif, hingga perawatan yang praktis, semua aspek ini memperlihatkan bahwa mega tank bisa menjadi proyek yang menyenangkan sekaligus menantang.
Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Agrotek yang diupload pada tanggal 31 Desember 2025 dengan judul "
Ikan Gabus Rp70 Ribu/Kg, Petani Ini Mulai dari Nol dan Berhasil Besar".
Di Sidomulyo, Godean, Sleman, sejak tahun 2015, Kang Kemang atau Bapak Surarman menjalankan usaha pembibitan ikan gabus yang terus berkembang. Pilihan ikan gabus bukan tanpa alasan. Ikan ini dikenal memiliki manfaat medis, terutama kandungan albuminnya yang membantu proses penyembuhan setelah operasi. Saat itu, pembudidaya ikan gabus masih sangat sedikit dibandingkan dengan ikan lele atau nila, sehingga peluang usaha ini cukup menjanjikan.
Kang Kemang memulai usahanya dengan belajar secara mandiri, mengikuti cara-cara yang ia lihat dan pelajari langsung tanpa pelatihan formal. Meski pembibitan ikan gabus tergolong gampang-gampang susah, ketekunan dan pengalaman membuatnya semakin mahir. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah serangan jamur pada bibit ikan, yang bisa menyebabkan kematian massal. Dari pengalaman tersebut, ia menyadari bahwa kualitas air menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan bibit.
Air yang digunakan adalah terlihat jernih dan sebaiknya diendapkan selama tiga hari hingga satu minggu sebelum dimanfaatkan. Pada musim hujan atau saat cuaca ekstrem, Kang Kemang menggunakan bahan alami seperti pelepah pisang yang dicacah untuk menetralisir air. Selain itu, kolam bibit disarankan menggunakan atap plastik agar suhu tetap stabil dan sinar matahari tetap masuk, berbeda dengan atap seng yang kurang ideal.
Dalam budidaya, jenis kolam juga berpengaruh. Kolam beton atau terpal lebih disukai karena lebih tahan bocor dan mencegah ikan gabus melompat keluar, dibandingkan kolam tanah. Pakan bibit ikan gabus diberikan secara bertahap, mulai dari kutu air pada hari pertama hingga ketiga, cacing sutra pada hari keempat sampai kedua puluh, dan setelah itu mulai dilatih makan pelet. Ukuran ikan dalam kolam diupayakan seragam untuk menghindari kanibalisme, dan pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, agar pertumbuhan optimal.
Proses pemijahan ikan gabus juga memiliki keunikan yaitu ikan gabus ternyata dikenal setia pada pasangannya, sehingga pencampuran sembarangan dapat menyebabkan pertengkaran antar ikan. Siklus bertelur ikan ini sangat produktif, dengan indukan sekitar satu kilogram (isi dua ekor per kilogram) mampu menghasilkan 800 hingga 2.000 butir telur dalam sekali pemijahan. Jika pakan rutin diberikan, ikan gabus bisa bertelur kembali dalam waktu 10 hari hingga dua minggu setelah telur diambil.
Dari segi bisnis, ikan gabus ukuran konsumsi yang berisi sekitar enam ekor per kilogram dijual dengan harga sekitar Rp. 70.000 per kilogram di pasaran. Bibit ikan gabus sudah bisa dijual setelah berusia satu bulan, saat mereka sudah mulai makan pelet dengan lahap. Waktu panen dari burayak hingga ukuran konsumsi berkisar antara delapan hingga lima belas bulan, tergantung perawatan dan kondisi lingkungan.
Kang Kemang juga menyampaikan pesan bagi generasi muda agar tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi berani memulai usaha sendiri dengan semangat pantang menyerah dan inovasi. Bagi yang tertarik belajar atau membeli bibit ikan gabus, Kang Kemang dapat dihubungi melalui nomor yang tertera dalam video dan deskripsi channel youtube.