Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas
Tampilkan postingan dengan label Review video youtube. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review video youtube. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2026

Sukses bisnis lobster air tawar hingga pasar Amerika Selaltan

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel CapCapung yang diupload pada tanggal 26 Januari 2024 dengan judul "Batu Mustika Lobster Air Tawar, Bagian Paling Mahal Lobster Harga 10 Jutaan/Kg". Dalam video ini bersama Bapak Fendy Purnomo, seorang pengusaha dan juga pembudidaya lobster air tawar dari Longon Harjo, Surakarta menjelaskan dengan sangat detail dari potensi membudidayakan lobster air tawar di Indonesia yang sangat banyak manfaat dari turunan produknya. 

Fendy memulai usaha ini karena kecintaannya pada binatang air yang bermula sejak masa kuliah setelah melihat lobster hias jenis clarkii di pasar hias. Melalui riset, ia menemukan berbagai keunggulan budidaya lobster air tawar. Menurutnya selama lebih dari 20 tahun, harga lobster terus stabil naik secara jangka panjang. Ini bukan bisnis musiman atau trend sesaat, melainkan bisnis yang ada sepanjang masa. Membudidayakannya tidak rumit dan tidak butuh persiapan berbulan-bulan. Cukup menyediakan lahan dengan air standar bersih, bening dan tidak berbau dan langsung bisa digunakan. 

Untuk lahan berukuran 100-200 meter persegi  dengan ketinggian air 15-20 cm, daya listrik yang dibutuhkan untuk aerator hanya sekitar 100 watt biaya Rp. 50.000 - Rp. 60.000 per bulan. Untuk 100 ekor lobster dewasa, pemberian pakan buatan sendiri hanya dilakukan satu kali sehari dengan porsi yang sangat sedikit, yaitu sekitar sampai 30 gram.  

Budidaya lobster memiliki banyak turunan produk bernilai ekonomi yang bisa dipasarkan seperti menjual lobster Indukan untuk keperluan budidaya kembali lalu sebagai kobster konsumsi yang bisa dijual dalam kondisi hidup ataupun mati segar. Bisa juga dijual dalam bentuk lobster hias untuk kolektor,  menurutnya lobster air tawar memiliki variasi warna unik (hijau, putih, biru, cokelat). Harganya tidak memiliki patokan pasti, tergantung kesepakatan dan kelangkaan warna, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah. Menariknya dari lobster yang mati membusuk dapat dikeringkan menjadi bahan baku pelet lobster. Sementara itu, kotoran dan limbah air kolam digunakan sebagai nutrisi tanaman melalui sistem aquaponik atau hidroponik. 

Menurut penjelasan yang paling berharga adalah pada bagian termahal yaitu seperti batu mustika lobster asal air tawar yang disebut Gastrolit. Bagian paling mahal yang sedang dikembangkan olehnya atau yang sering disebut masyarakat sebagai "Mustika Lobster". Gastrolit adalah dua biji putih kaya kalsium yang terbentuk di dalam kepala lobster dekat otak hanya ketika lobster bersiap untuk melakukan molting (ganti kulit). 

Sebelum cangkangnya copot, lobster menyerap kalsium karbonat dari tubuhnya sendiri dan menyimpannya di kepala. Setelah cangkang lama lepas, kalsium simpanan ini dilelehkan kembali untuk mengeraskan kulit barunya yang masih lembek. Ia telah bekerja sama dengan mitra di Amerika Selatan dan Amerika Barat Daya, biji gastrolit ini diolah menjadi obat terapi penyakit saraf degeneratif seperti Parkinson untuk mengatasi pengerutan saraf dan pengeroposan. Dalam kondisi yang sudah diolah, setiap 0,5 kg gastrolit bisa dihargai mencapai Rp. 15 juta hingga Rp. 20 juta. 

Sebagai binatang exoskeleton tulang di luar, daging di dalam, lobster memiliki imun yang kuat terhadap penyakit, uniknya, setiap kali melakukan molting, segala jenis cacat fisik, kerusakan organ luar maupun dalam, serta penyakit yang menempel akan ikut sembuh dan hilang. Selama 10 tahun beternak, ia hampir tidak pernah menggunakan obat-obatan kimia, melainkan hanya vitamin dan menjaga kebersihan kolam untuk mencegah kematian massal akibat air kotor atau racun. 

Daftar harga produk yang ada di caranya adalah seperti Indukan lobster dihargai Rp.  350.000 per paket isi 10 ekor (dengan rasio jantan dan betina sekitar satu banding satu, untuk konsumsi mati segar sudah dibekukan dihargai Rp. 150.000 - Rp. 175.000 per kg, untuk konsumsi hidup dihargai Rp. 250.000 - Rp. 300.000 per kg dan untuk kebutuhan ekspor harganya bisa mendekati Rp.  800.000 hingga Rp. 1.000.000 per kg karena adanya biaya logistik khusus dan yang terakhir yaitu biji Gastrolith berwarna putih yang sudah diolah sedemikian rupa yang diminati pasar dihargai Rp. 15.000.000 - Rp. 20.000.000 per setengah kilogram. 

Dalam strategi pemasaran ia membagi metode pemasaran menjadi dua pilihan kerja, jika jeras di luar rumah metode Konvensional dilakukan secara door-to-door dari lingkungan tetangga terdekat, berkembang ke tingkat kota, antarpulau, hingga antarnegara dan jika kerja di dalam rumah yaitu memanfaatkan seluruh platform digital seperti Facebook, Twitter/X, Tokopedia, Shopee, Instagram. Kuncinya adalah konsistensi dengan mengunggah minimal 6 hingga 10 foto atau video baru setiap hari secara rutin demi membangun pasar online. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2026

Sabtu, 23 Mei 2026

Pesona warna solid Guppy Moscow yang memikat

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Guppy Channel yang diupload pada tanggal 22 Juli 2022 dengan judul " Moscow Guppy Varieties – Rare and Popular Types". 


Dunia ikan hias air tawar selalu dipenuhi dengan berbagai jenis satwa yang elok, salah satunya adalah jenis ikan kecil yang dikenal sebagai ikan guppy. Di antara banyaknya varietas ikan hias ini, terdapat satu kelompok khusus yang menempati kasta tertinggi dalam hal harga dan tingkat kelangkaan, yaitu jenis Guppy Moscow. Jenis ini dikenal luas di kalangan penghobies guppy karena penampilannya yang sangat berbeda dan tidak biasa jika dibandingkan dengan jenis biasa lainnya. Keberadaan ikan ini di dalam aquarium memberikan kepuasan tersendiri bagi para penghobies karena sifat warnanya yang pekat dan merata di seluruh bagian tubuh.

Ikan Guppy Moscow ini merupakan hasil murni dari proses pemuliaan buatan manusia yang dilakukan secara ketat melalui metode seleksi genetik yang panjang. Para pembudidaya melakukan perkawinan silang untuk memunculkan ciri fisik tertentu yang dinilai menarik, seperti ukuran sirip yang lebar serta kepadatan pigmen yang pekat. Karakteristik paling kentara dari varietas ini adalah sifat warnanya yang monokromatik atau satu warna solid tanpa adanya corak, bintik, atau pola lain pada bagian tubuh maupun ekornya. Selain itu, bagian kepala ikan ini biasanya memiliki kilauan metalik yang lembut saat terkena paparan cahaya lampu aquarium.

Berdasarkan sejarahnya bahwa varietas Guppy Moscow ini pertama kali dikembangkan pada awal dekade tahun 1980 an di negara Rusia, tepatnya di kawasan kota Moscow yang kemudian dijadikan sebagai nama resmi untuk strain ini. Setelah berhasil dikembangkan di sana, ikan hias ini mulai menyebar luas ke beberapa negara lain seperti Jepang, wilayah Eropa, hingga akhirnya masuk ke Amerika Serikat. Penampilan perdana ikan ini di kancah internasional terjadi pada ajang kontes dunia tahun 1998 di Milwaukee, dimana varietas ini langsung berhasil menyabet penghargaan tertinggi karena keunikan fisik yang dimilikinya. Proses budidaya untuk mempertahankan kemurnian warna satu solid ini membutuhkan waktu lama serta ketelitian yang tinggi, sehingga tingkat kelangkaannya tetap terjaga di pasaran.

Berdasarkan pigmen warna yang tampak pada tubuhnya, rumpun Guppy Moscow dapat dibagi menjadi beberapa jenis populer yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Salah satu jenis yang paling langka dan paling sulit untuk dikembangkan adalah jenis berwarna merah atau Red Moscow. Pembudidayaan jenis merah ini membutuhkan usaha ekstra keras karena pigmen merah murni tidak mudah stabil pada keturunannya. Jenis merah ini memiliki sirip punggung dan ekor yang sangat lebar, dengan variasi rona yang tergantung pada warna dasar tubuhnya. Jika memiliki dasar kuning, maka tubuh ikan akan memancarkan warna merah yang cenderung ke arah jingga, sedangkan warna dasar yang pucat akan menghasilkan rona merah yang sangat pekat dan dalam. 


Jenis berikutnya yang tidak kalah menarik adalah Black Moscow yang memiliki karakteristik tubuh berwarna gelap pekat secara menyeluruh. Menemukan warna hitam pekat tanpa campuran pada ikan kecil ini merupakan hal yang sangat jarang terjadi di dunia hobies. Apabila dilihat di bawah paparan lampu pencahayaan langsung, tubuh jenis hitam ini terkadang memperlihatkan sedikit rona abu-abu gelap, biru tua atau cokelat tua yang sangat dipengaruhi oleh intensitas warna dasar genetiknya. Keberadaan warna hitam solid ini memberikan kesan misterius sekaligus elegan.

Selain merah dan hitam, terdapat juga varietas Purple Moscow yang menjadi salah satu jenis yang paling banyak dicari oleh para kolektor di berbagai negara. Untuk mendapatkan warna ungu yang kaya dan merata, para pembudidaya menyilangkan jenis biru murni dengan jenis merah murni. Hasil penggabungan ini memadukan warna dasar biru dengan sel pigmen merah dalam jumlah tertentu, sehingga menghasilkan warna ungu yang indah. Tingkat keberhasilan persilangan ini sangat dipengaruhi oleh kecocokan rasio pigmen, sebab jika campuran pigmen kurang tepat, warna tubuh ikan akan terlihat cenderung dominan biru biasa.

Jenis terakhir yang dikenal memiliki penampilan luar biasa adalah Green Moscow. Jenis hijau ini dianggap memiliki tingkat kilau metalik yang paling jelas dan paling kuat di antara jenis lainnya, sehingga tubuh ikan tampak seolah-olah bercahaya di bawah kondisi lampu tertentu. Sama seperti sebagian besar rumpun varietas ini, jenis hijau menggunakan warna dasar biru yang kemudian dikombinasikan dengan sel pigmen kuning. Semakin tinggi kadar pigmen kuning yang dimiliki oleh sang ikan, maka warna hijau yang dihasilkan akan terlihat semakin matang dan jelas, sedangkan kekurangan pigmen kuning akan membuat tubuh ikan tampak berwarna hijau kebiruan.

Memelihara dan membudidayakan Guppy Moscow memberikan tantangan penghibies guppy, sebagian besar varietas populer seperti jenis hitam, ungu, dan hijau sebenarnya memanfaatkan warna dasar biru sebagai pondasi genetiknya. Kesulitan terbesar bagi para peternak ikan adalah menjaga agar keturunan yang dihasilkan tetap memiliki warna monokromatik yang bersih tanpa adanya kebocoran warna lain. Persilangan varietas yang melibatkan pencampuran warna baru membutuhkan perhitungan genetik yang matang, sehingga tidak mengherankan jika harga varietas hasil kombinasi baru ini dibanderol dengan nilai yang sangat tinggi di pasar ikan internasional. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2026

Senin, 18 Mei 2026

Solusi protein dari larva serangga maggot bsf

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Majalah Trubus yang diupload pada tanggal 16 Januari 2026 dengan judul "Negara Impor Pakan Triliunan, Padahal Magot BSF Solusinya?".  


Tantangan Sektor Peternakan Setiap hari terjadi ketergantungan besar pada bahan baku pakan impor yang nilainya menembus puluhan triliun rupiah. Angka ini terus bertambah secara rutin. Pada saat bersamaan, jutaan ton sampah organik menumpuk di tempat pembuangan akhir, membusuk lalu melepaskan gas metana ke atmosfer yang bisa merusak lingkungan. 

Fenomena ini memperlihatkan pemborosan anggaran untuk protein luar negeri, sementara sumber protein lokal potensial terkubur begitu saja di dalam tanah sendiri. Masalah ini bukan karena keterbatasan teknologi, melainkan arah kebijakan pengembangan pangan yang belum berpihak pada potensi lokal. 
 

Dalam struktur usaha peternakan unggas maupun perikanan, komponen pakan menjadi beban pengeluaran paling besar karena menyedot lebih dari 60 persen total biaya produksi. Ketika harga bahan baku global naik, peternak langsung mengalami penyusutan keuntungan bahkan sebelum masa panen tiba. Pengelolaan sampah dan pemenuhan pakan selama ini diperlakukan secara terpisah, padahal dalam konsep ekonomi sirkular, kedua hal tersebut merupakan satu kesatuan rantai produksi yang saling melengkapi.

Lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) berbeda total dengan lalat rumah dimana fase lalat dewasanya tidak dibekali dengan organ mulut untuk makan, tidak pernah hinggap di makanan manusia, memiliki masa hidup singkat, dan hanya bertujuan untuk reproduksi. Oleh karena itu, secara ilmiah BSF bukan merupakan penyebar penyakit.

Keunggulannga ada pada fase larva yang kini disebut magot, larva ini mampu mengubah limbah organik menjadi biomassa kaya nutrisi dengan kandungan protein berkisar antara 40 persen serta lemak sekitar 30 persen. Magot juga mengandung asam laurat senyawa antimikrob alami yang berguna memperkuat sistem imun hewan ternak seperti ikan dan unggas terhadap serangan penyakit. 

Pengolahan limbah melalui mekanisme biokonversi magot mampu mengubah materi tanpa nilai menjadi protein berkualitas tinggi dalam waktu singkat, yaitu sekitar 10 sampai 14 hari saja pada kondisi optimal. Budidaya modern saat ini menggunakan kontrol suhu, kelembaban, dan manajemen pakan yang disiplin untuk memperoleh hasil produksi yang stabil dan konsisten dalam memenuhi standar industri pakan skala besar.

Sisa konversi yang disebut bekas magot tidak menjadi limbah baru, melainkan menjadi pupuk organik bermutu tinggi untuk menyuburkan lahan pertanian. Satu rangkaian proses produksi ini langsung menghasilkan dua produk komersial sekaligus: protein pakan dan pupuk organik. 

Aplikasi magot sudah berjalan secara riil di kawasan peternakan lapangan, salah satunya pada usaha budidaya ikan lele milik Eka Jayagi di Bali. Dengan menggabungkan magot ke dalam sistem pemberian pakan harian, kebutuhan pakan pelet pabrikan yang awalnya mencapai 5 ton dalam satu siklus berhasil ditekan menjadi hanya 3,5 ton. Penurunan ini mencerminkan tingkat efisiensi pakan pabrikan sebesar 30 persen dan menghemat biaya hingga Rp. 15 juta per siklus panen.

Keberhasilan yang sam juga di sentra budidaya Jawa Barat hingga Sumatera pada komoditas ikan nila, patin, ayam petelur, hingga ikan hias. Magot diterapkan sebagai pakan substitusi parsial (pengganti sebagian), bukan pengganti total. Strategi ini terbukti menjaga pertumbuhan hewan ternak tetap stabil sekaligus memangkas pengeluaran pakan secara signifikan. Berdasarkan riset Balai Perikanan Budidaya Jambi, magot juga berperan mempercepat proses pematangan gonad sel reproduksi ikan.

Magot berkembang menjadi komoditas baru dengan beragam produk turunan bernilai jual tinggi, seperti magot segar, magot kering (dried maggot) tepung magot untuk substitusi tepung ikan impor, hingga minyak magot untuk pakan hewan kesayangan (pet food). Wilayah tropis Indonesia memegang keunggulan komparatif alami berupa suhu hangat sepanjang tahun yang sangat mendukung pertumbuhan BSF secara optimal tanpa kendala biaya penghangat ruangan seperti di negara empat musim. 

Langkah ke depannya adalah keberanian mengubah cara pandang dengan menempatkan sampah organik sebagai sumber daya produktif dan protein serangga sebagai bagian dari sistem ketahanan pakan nasional. Pengelolaan bisnis magot perlu diarahkan pada standar industri dan hilirisasi produk secara konsisten agar mampu mewujudkan kemandirian pangan yang lepas dari ketergantungan pasokan impor luar negeri. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2026

Jumat, 15 Mei 2026

Memilih teman aquarium untuk ikan discus

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel AquaShare_ Indonesia yang diupload pada tanggal 19 Oktober 2019 dengan judul " IKAN DISCUS -TEMAN YANG COCOK - IKAN PEMBERSIH - TANK MATE DISCUS - DISCUS FISH". 


Sebagai raja ikan dalam aquarium air tawar ikan Discus terdapat keindahan bentuk dan warnanya yang luar biasa. Memilih teman satu aquarium untuk ikan ini memerlukan ketelitian agar ekosistem di dalam air tetap seimbang. Ikan Discus memiliki karakter yang tenang namun sensitif, sehingga tidak semua jenis ikan bisa hidup berdampingan dengannya. Pemilihan ikan pendamping yang tepat akan membantu ikan Discus merasa lebih nyaman dan tidak mudah stres.

Jenis ikan pertama yang sangat direkomendasikan sebagai teman ikan Discus adalah kelompok ikan pembersih seperti Corydoras atau ikan Botia merupakan pilihan yang sangat baik karena ikan aktif bergerak di dasar aquarium untuk mencari sisa-sisa makanan. Dengan adanya ikan Corydoras akan membantu menjaga kualitas air dengan cara memakan kotoran organik yang tertinggal di substrat sebelum membusuk. 

Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan terkait ikan sapu-sapu seperti jenis Chinese Algae Eater. Menurut penjelasan admin channel ikan jenis ini sebaiknya dihindari karena saat tumbuh dewasa, ikan ini memiliki kebiasaan buruk menempel pada tubuh ikan Discus untuk menghisap lendirnya, yang bisa menyebabkan luka atau infeksi.

Selain ikan pembersih, ikan hias berukuran kecil yang hidup berkelompok juga bisa menjadi pilihan menarik. Ikan seperti Neon Tetra, Cardinal Tetra, Rummy Nose Tetra, dan Amber Tetra memberikan nuansa warna-warni yang indah di dalam aquarium. 

Ikan-ikan berukuran kecil ini berfungsi sebagai indikator keamanan bagi ikan Discus. Jika ikan-ikan kecil ini berenang dengan bebas, ikan Discus akan merasa lingkungan sekitarnya aman dari ancaman. Sebelum memasukkan ikan kecil ini, pastikan proses karantina dilakukan dengan benar agar tidak ada bibit penyakit seperti bintik putih yang masuk ke dalam air.

Beberapa jenis ikan teritorial berukuran sedang seperti Angel Fish atau Manfish serta ikan Ramirezi juga bisa dipelihara bersama ikan Discus. Meskipun sama-sama memiliki sifat menjaga wilayah, ikan-ikan ini tetap bisa akur asalkan ruang geraknya mencukupi. 

Untuk menjaga kedamaian di dalam aquarium, disarankan agar jumlah ikan Discus lebih banyak daripada ikan Angel Fish. Perbandingan yang ideal adalah tiga atau empat ekor ikan Discus untuk setiap satu ekor ikan Angel Fish. Hal ini bertujuan agar ikan Discus tetap mendominasi lingkungan dan tidak merasa terganggu oleh kehadiran ikan teritorial lainnya.

Berdasarkan tanggapan dan komentar pada video terdapat berbagai pengalaman dan saran tambahan yang memperkaya informasi mengenai perawatan ikan Discus, dan merasa terbantu dengan penjelasan sehingga para pemula yang baru ingin mencoba memelihara ikan ini bisa memahami langkah-langkahnya dengan mudah.

Dalam hal menjaga kebersihan aquarium, beberapa penghobies lain memberikan saran alternatif mengenai jenis ikan pembersih yang aman. Selain jenis yang sudah disebutkan sebelumnya, ikan Borneo Sucker dinilai memiliki sifat yang bersahabat dan cocok jika dicampur dengan ikan Discus. Ada pula pengalaman yang menyebutkan bahwa penggunaan ikan pembersih tertentu sangat efektif dalam menjaga dasar aquarium tetap bersih tanpa mengganggu ikan lainnya.

Di sisi lain, para pemelihara ikan juga memperkuat peringatan mengenai bahaya ikan sapu-sapu. Menurut pengalamannya menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu benar-benar bisa merusak tekstur tubuh ikan Discus dan memicu stres yang cukup parah. Berbagai masukan ini menunjukkan pentingnya memilih teman satu aquarium yang sesuai agar ikan Discus tetap berenang dengan tenang.

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Mei 2026

Peluang emas budidaya udang vaname

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel GDM Organic yang diupload pada tanggal 22 Oktober 2021 dengan judul " Peluang Usaha Agrobisnis Tanpa Modal? Budidaya Udang Vaname Jawabannya!". 


Di tengah dinamika ekonomi yang tidak menentu, sektor agrobisnis tetap berdiri kokoh sebagai salah satu penopang kesejahteraan masyarakat. Salah satu perikanan unggulan yang terus menunjukkan taringnya adalah budidaya udang vaname. Kisah sukses Bapak Lilik Soekardi di Pemalang Jawa Tengah, membuktikan bahwa dunia perikanan punya potensi pendapatan yang sangat besar. Memulai perjalanan sejak tahun 2007, perjalanan panjang selama belasan tahun ini membuktikan bahwa ketekunan dalam mengelola tambak mampu membuahkan hasil yang sangat manis. Budidaya udang vaname dipilih karena memiliki daya tahan yang lebih baik serta siklus panen yang relatif terukur dibandingkan dengan jenis udang lainnya.

Budidaya udang vaname sering dianggap memerlukan modal uang yang sangat besar di awal, namun kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang berbeda jika punya jaringan yang luas. Dalam menjalankan operasional tambak, keberadaan rekanan atau link memiliki peran yang sangat besar. Kerja sama dengan penyedia benih (benur) dan pabrik pakan memungkinkan pelaku usaha untuk memulai produksi tanpa tekanan biaya tunai yang memberatkan di depan. Sistem pembayaran yang fleksibel, dimana biaya pakan dapat diselesaikan setelah udang mulai berkembang atau mendekati masa panen, menjadi solusi cerdas bagi petambak. Dukungan ekosistem seperti ini membuat operasional budidaya udang vaname tetap berjalan lancar meski modal tunai yang dimiliki terbatas.

Secara teknis, perhitungan biaya budidaya udang vaname memang memerlukan ketelitian. Untuk mengelola sekitar 100.000 ekor udang, dibutuhkan estimasi biaya operasional hingga ratusan juta rupiah sampai masa panen tiba. Meskipun angka tersebut terlihat besar, hasil yang didapatkan saat panen seringkali melampaui ekspektasi. Keunggulan lain dari udang vaname terletak pada jangkauan pasarnya yang sangat luas. Produk ini bisa masuk ke pasar tradisional, pasar modern, hingga memenuhi permintaan ekspor ke berbagai negara. Berbeda dengan komoditas seperti lobster yang ketersediaan benihnya masih bergantung pada alam, benih udang vaname sudah dapat diproduksi secara massal oleh hatchery, sehingga kesinambungan produksi lebih terjamin sepanjang tahun.

Tantangan dalam budidaya udang vaname tentu ada, terutama terkait perubahan lingkungan dan fluktuasi harga pasar global. Saat pandemi melanda, sektor ini sempat mengalami tekanan akibat pembatasan kuota ekspor yang memicu penumpukan stok di tingkat petani. Namun, seiring dengan membaiknya kondisi logistik dunia, harga jual udang kembali stabil dan memberikan angin segar bagi para pelaku usaha. Kunci untuk bertahan dalam bisnis ini adalah penerapan manajemen tambak yang baik, penggunaan probiotik yang tepat, serta menjaga komunikasi dengan para ahli pemasaran. Kerja keras ini terbayar ketika melihat hasil panen yang melimpah dan permintaan pasar yang tidak pernah surut karena udang sudah menjadi kebutuhan pangan pokok bagi banyak orang.

Untuk generasi milenial, budidaya udang vaname merupakan pilihan yang bagus karir meski tampilannya mungkin tidak terlihat mewah. Menjalankan bisnis di tambak identik dengan pakaian sederhana seperti kaos oblong dan sandal jepit, tetapi potensi keuntungan yang didapat bisa melampaui gaji pekerja kantoran yang mengenakan jas rapih. Keberanian untuk mencoba dan tidak takut kotor menjadi syarat untuk sukses di bidang ini. Dengan prinsip doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal, siapa pun bisa meraih kesuksesan dalam bisnis budidaya udang vaname. Peluang besar ini sudah tersedia di depan mata, menunggu para pengusaha muda untuk mengambil langkah pertama dan merasakan gurihnya keuntungan dari dunia perikanan.

Semoga infonya bermanfaat.



Kuningan Mei 2026

Kamis, 14 Mei 2026

Pengemasan ikan hias ekspor ke China

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel VJ KOYA Vlog yang diupload pada tanggal 8 Mei 2020 dengan judul " Packing Ornamental Fish to China with VJ KOYA || Packing Ikan Hias 🔥". 

Proses mengirimkan komoditas hidup melintasi batas negara memerlukan ketelitian tingkat tinggi agar kondisi kesehatan ikan tetap terjaga sampai ke tangan pembeli. Dalam pengiriman berskala besar menuju China, dimulai dengan menyiapkan wadah berupa boks styrofoam berukuran standar ekspor. Boks ini berfungsi sebagai isolator suhu agar cuaca di luar tidak memengaruhi air di dalam kantong. Sebelum ikan dimasukkan, bagian dasar boks diberi lapisan koran yang berfungsi menyerap kelembapan berlebih serta menambah lapisan perlindungan fisik selama proses pemindahan di bandara.

Pemilihan jenis ikan menjadi bagian penting dalam strategi bisnis ini. Pasar di China memiliki ketertarikan yang sangat tinggi terhadap jenis Arwana Silver, terutama yang masih berukuran kecil sekitar 7 hingga 8 cm. Selain arwana, jenis lain seperti Cichlid Duboisi, Frontosa, dan Tiger Fish juga menjadi daftar barang yang dikemas. Ikan-ikan ini dikelompokkan secara rapih di dalam kantong plastik sesuai dengan jenis dan ukurannya. Penataan ini bertujuan agar penghitungan stok menjadi lebih mudah serta mempermudah tim saat melakukan penggantian air sebelum tahap akhir penutupan boks dilakukan.

Kualitas air menjadi penentu kelangsungan hidup ikan dalam perjalanan udara yang memakan waktu berjam-jam. Air yang digunakan diambil dari tandon pengendapan yang telah didiamkan selama lebih dari tiga hari. Proses pengendapan ini bermanfaat untuk membuang zat kimia berbahaya dan menstabilkan kandungan oksigen alami di dalam air. Setiap kantong biasanya diisi dengan dua gayung air, kemudian ikan dimasukkan dengan hati-hati. Setelah ikan masuk, kantong plastik diberi tambahan oksigen murni dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pernapasan ikan selama masa pengiriman.

Tahap penutupan boks melibatkan penggunaan teknologi pendingin sederhana namun efektif. Karena perjalanan menuju China cukup jauh, suhu di dalam boks perlu dijaga agar tetap rendah guna menekan metabolisme ikan agar tidak stres. Team menggunakan ice gel yang sudah dibekukan hingga keras, lalu diletakkan di bagian atas tumpukan kantong plastik ikan. Penggunaan gel es ini dianggap lebih aman dan bersih dibandingkan es batu biasa karena tidak mudah bocor. Setelah semua komponen tertata, boks ditutup rapat menggunakan lakban dan diberi nomor urut sesuai dokumen ekspor agar proses pengecekan di bea cukai berjalan lancar.

Proses pengiriman ikan hias ke pasar internasional memerlukan ketelitian tinggi dan manajemen logistik yang terencana dengan baik. Dimulai dengan penyiapan sarana pengemasan yang menggunakan boks styrofoam sebagai isolator suhu. Boks ini dilapisi koran untuk menjaga stabilitas kelembapan serta memberikan perlindungan ekstra kantong plastik di dalamnya. Penataan kantong dilakukan secara sistematis guna mempermudah penghitungan jumlah stok dan memastikan efisiensi ruang sebelum proses pengisian air dilakukan.

Aspek teknis yang paling penting ada pada pengelolaan kualitas air dan oksigen seperti air yang digunakan berasal dari tandon pengendapan yang telah didiamkan selama tiga hari untuk menghilangkan zat berbahaya serta menstabilkan suhu. Setelah air diisi, ikan dimasukkan ke dalam kantong plastik sesuai jenis dan kepadatan yang telah ditentukan. Selanjutnya, kantong diberikan oksigen murni untuk mendukung pernapasan ikan selama perjalanan jauh. Keseimbangan antara volume air dan ruang oksigen sangat diperhatikan agar ikan tidak mengalami stres selama berada di dalam boks yang tertutup rapat.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2026

Rabu, 13 Mei 2026

Membangun bisnis ikan hias dari Nol modal minim

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel PONGKER FISH yang diupload pada tanggal 28 Maret 2022 dengan judul " BISNIS IKAN HIAS DARI NOOL".  Dalam video ini akan diberikan penjelasan yang menginspirasi untuk menjalankan dan membangun bisnis ikan hias daei skala kecil dahulu dan akan berkembang dengan sendirinya jika dilakukan dengan tekun.


Menurut admin channel untuk mulai sebuah usaha tidak selalu membutuhkan uang dalam jumlah besar yang tersimpan di tabungan. Dunia hobi, khususnya ikan hias, membuktikan bahwa langkah kecil bisa menjadi awal dari penghasilan yang besar. Banyak orang merasa ragu untuk melangkah karena membayangkan peralatan mahal atau sewa toko yang tinggi. Padahal, jika mau melihat lebih dekat, bisnis ini bisa berjalan hanya dengan modal seratus ribu rupiah saja. 

Caranya adalah dengan mencari agen grosir yang menjual ikan-ikan kecil yang populer seperti cupang atau molly. Ikan-ikan ini dibeli dalam jumlah banyak, lalu dikemas ulang untuk dijual di tempat-tempat keramaian seperti pasar pagi, alun-alun, atau pinggir jalan. Selisih harga jualnya bisa mencapai dua kali lipat, sehingga uang modal awal bisa berputar dengan sangat cepat.

Strategi pengembangan bisnis ini bisa dilakukan secara bertahap seiring bertambahnya modal. Ketika keuntungan sudah mulai terkumpul hingga mencapai angka satu juta rupiah, usaha bisa dipindahkan ke rumah. Cukup sediakan dua atau tiga buah akuarium yang dipajang di area depan rumah agar terlihat oleh orang yang lewat. 

Mengisi aquarium tersebut dengan ikan-ikan kecil yang berwarna-warni akan menarik minat anak-anak maupun orang dewasa di sekitar lingkungan. Kunci dari tahap ini adalah keberanian untuk memulai dengan apa yang ada di tangan, tanpa menunggu fasilitas lengkap yang mahal di awal perjalanan.

Keuntungan dalam bisnis ini sangat bervariasi tergantung pada jenis produk yang ditawarkan. Untuk ikan-ikan umum, margin keuntungan biasanya berada di angka lima puluh persen. Namun, bagi yang ingin mendapatkan hasil lebih besar, berjualan aksesoris seperti mesin pompa atau hiasan aquarium bisa memberikan keuntungan hingga tujuh puluh persen. 

Peluang paling besar sebenarnya ada pada kategori ikan predator seperti Channa misalyha. Teknik yang bisa digunakan adalah membeli ikan tersebut saat masih ukuran kecil atau kondisi bahan dengan harga murah. Dengan perawatan yang baik dan pemberian pakan yang tepat hingga warna ikan muncul, harga jualnya bisa melonjak drastis dari puluhan ribu menjadi ratusan ribu bahkan jutaan rupiah per ekor.

Satu hal yang membedakan pelaku usaha yang bertahan lama dengan yang cepat gulung tikar adalah rasa suka terhadap objek yang dijual. Berbisnis ikan hias memerlukan ketelatenan dalam menjaga kualitas air dan kebersihan wadah. Jika seseorang hanya mengejar uang tanpa memiliki hobi merawat ikan, mereka cenderung abai terhadap kondisi kesehatan stok dagangannya.  

Saat ikan tidak kunjung laku dan akhirnya mati karena tidak terawat, di situlah biasanya rasa putus asa muncul. Sebaliknya, mereka yang berangkat dari hobi akan merasa senang saat melihat ikan peliharaannya sehat dan lincah. Kondisi ikan yang prima secara otomatis akan mengundang pembeli karena kualitasnya yang terlihat jelas.

Resiko berupa kematian ikan memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari usaha ini. Kematian biasanya terjadi karena faktor lingkungan seperti air yang kotor, suhu yang tidak stabil, atau serangan penyakit. Pengusaha yang gigih tidak akan langsung menyerah saat menghadapi kerugian ini.  

Pada umumnya mereka akan mempelajari penyebabnya dan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang kedepannya. Belajar dari pengalaman kegagalan adalah guru terbaik dalam memahami karakter setiap jenis ikan. Dengan ketelitian dan kemauan untuk terus belajar, bisnis ikan hias yang dimulai dari nol ini dapat tumbuh menjadi sumber penghasilan yang stabil dan menjanjikan bagi yang menekuninya dengan sangat baik.

Semoga infonya bermanfaat.





Kuningan Mei 2026

Senin, 11 Mei 2026

Potensi besar ekspor ikan neon tetra dari perairan Indonesia

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Deby Pazrin Suryaningrum yang diupload pada tanggal 28 Mei 2024 dengan judul "Panduan Ekspor Komoditas Ikan Hias Neon Tetra". 


Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai kekayaan hayati luar biasa besar, terutama sekali di sektor perikanan. Dengan wilayah laut yang mencakup dua pertiga dari total luas negaranya, Indonesia menjadi tempat berbagai jenis ikan hias tropis. Berdasarkan info dari video posisi Indonesia sangat diperhitungkan di kancah global dengan menempati peringkat ketiga sebagai pengekspor ikan hias air laut dan peringkat kelima untuk jenis air tawar. 

Salah satu komoditas yang menjadi unggulan di pasar internasional adalah ikan Neon Tetra atau Paracheirodon innesi. Ikan kecil ini memiliki daya tarik yang sangat tinggi bagi para pecinta akuarium di berbagai belahan dunia, mulai dari Asia, Eropa hingga Timur Tengah.

Seperti diketahui daya tarik spesial dari ikan ini ada pada keunikan fisiknya yang punya warna dasar abu-abu namun dihiasi dengan garis biru-hijau yang menyala atau biasa disebut sebagai garis neon. Garis tersebut memanjang dari bagian insang hingga ke pangkal ekor. Selain itu, terdapat semburat warna merah yang kontras di bagian bawah tubuhnya. 

Ketika ikan hias ini berenang secara bergerombol, sisiknya akan mengeluarkan kilatan warna yang terlihat sangat indah, bahkan dalam kondisi cahaya yang minim atau gelap. Keindahan inilah yang membuat permintaan pasar luar negeri terhadap ikan hias Neon Tetra sangat stabil dan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Dalam menjalankan bisnis ekspor ikan hias Neon Tetra, terdapat standar kualitas yang sangat ketat yang perlu dipenuhi. Para pelaku usaha perlu memastikan bahwa setiap ikan hias yang dikirim punya ukuran yang seragam, umumnya berada pada kisaran 1,7 hingga 3,3 cm. 

Selain ukuran, kondisi kesehatan ikan menjadi prioritas yang tidak boleh dikesampingkan. Ikan yang dikirim tidak boleh memiliki cacat fisik dan wajib bebas dari segala jenis penyakit. Di pasar global, ukuran yang paling banyak dicari oleh pembeli berada pada kisaran 2,2 hingga 2,3 cm. Jika kualitas ini terjaga, kepercayaan pembeli internasional akan terus meningkat.

Proses pengiriman ikan hias Neon Tetra menuju negara tujuan melibatkan teknis pemeliharaan lingkungan yang sangat detail. Kualitas air, khususnya suhu dan derajat keasaman (pH), menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan hidup ikan selama perjalanan. Standar pH air yang digunakan biasanya berada pada angka 5 sampai 6. 

Selain itu, untuk mengatasi perbedaan iklim di negara tujuan seperti Bulgaria atau wilayah Eropa lainnya, setiap boks pengiriman biasanya dilengkapi dengan bongkahan es batu yang dilapisi plastik. Hal ini bertujuan untuk menjaga suhu di dalam kemasan tetap stabil sehingga ikan hias Neon Tetra tidak mengalami stres akibat perubahan cuaca yang ekstrem saat tiba di negara tujuan.

Peluang bisnis ekspor ikan hias Neon Tetra ini sangat terbuka lebar karena volume permintaannya yang mencapai ratusan ribu hingga satu juta ekor setiap bulannya. Sebagian besar permintaan berasal dari wilayah Asia seperti China, Thailand, dan Hong Kong yang menyerap sekitar 70 persen dari total pengiriman. 

Selebihnya dikirim ke negara-negara Eropa dan Timur Tengah serta fokus pada pasar ekspor diambil oleh banyak perusahaan karena pasar lokal  banyak diisi oleh petani ikan hias. Dengan manajemen yang kuat serta mumpuni pemanfaatan teknologi modern dalam fasilitas penampungan, komoditas ikan hias Neon Tetra ini mampu memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan untuk pendapatan negara. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2026

Sabtu, 09 Mei 2026

Sukses budidaya ikan neon tetra di Bojongsari hingga melayani ekspor dan pengiriman luar daerah

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel BAYU ANDRIANSYAH yang diupload pada tanggal 11 Desember 2023 dengan judul"#budidaya #ikan #neon #pemula #tutor #cetak #perbulan #650 #rebu #ekor #tembus #pasar #export".  


Bisnis ikan hias tetap menjadi peluang usaha yang menjanjikan jika ditekuni dengan kesabaran. Salah satu contoh sukses datang dari Bang Apoy, seorang pembudidaya di kawasan Bojongsari, Depok, yang sudah menggeluti dunia ikan hias selama lebih dari lima belas tahun. Fokus usahanya adalah budidaya ikan neon tetra, jenis ikan kecil dengan warna biru merah yang bercahaya. 

Baca juga : 

Di lahannya, terdapat sekitar tujuh puluh lima unit aquarium besar yang tertata rapi. Setiap aquarium berukuran dua kali satu meter dengan ketinggian air sekitar dua puluh centimeter. Ukuran sebesar ini memungkinkan satu wadah menampung hingga sepuluh ribu ekor ikan, sehingga total populasi di lokasi tersebut bisa mencapai enam ratus lima puluh ribu ekor pada masa puncak produksi.

Budidaya ikan neon tetra membutuhkan perhatian khusus pada sistem air agar ikan tetap sehat sampai masa panen. Bang Apoy menggunakan sistem sirkulasi air yang praktis namun efektif. Air dari wadah penampungan dialirkan menuju aquarium secara terus-menerus melalui filter. Untuk menjaga kebersihan dari kuman, ia memasang lampu UV pada sistem penyaringan tersebut. 

Dengan teknologi sederhana ini, aquarium jarang dikuras secara total karena kotoran sudah tersaring secara otomatis. Penggunaan filter pasir dan aerator yang konsisten membuat kondisi lingkungan hidup ikan tetap stabil. Untuk urusan pakan, pemberian kutu air menjadi pilihan terbaik untuk menunjang pertumbuhan, meskipun penggunaan pelet halus tetap bisa dilakukan sebagai alternatif harian.

Dalam aspek ekonomi, penjualan budidaya ikan neon tetra ini menjangkau pasar yang sangat luas, mulai dari pedagang lokal hingga pemasok barang ekspor. Harga yang ditawarkan sangat kompetitif bagi para bakul atau pedagang partai besar. Untuk ukuran terkecil atau SM, harga dihargai sekitar Rp. 450 per ekor. Semakin besar ukurannya, seperti tipe M, ML, hingga L untuk indukan, harganya akan sedikit lebih tinggi untuk ukuran L dihargai Rp. 700 per ekor. 

Setiap minggu, Bang Apoy mampu menjual antara sepuluh ribu sampai lima belas ribu ekor sesuai dengan permintaan pasar yang ada. Biasanya pembeli memesan dalam jumlah minimal seribu ekor agar biaya pengiriman atau pengambilan lebih efisien.

Bagi penghobies yang ingin mencoba budidaya ikan neon tetra, Bang Apoy memberikan pesan penting agar tidak terburu-buru mengejar keuntungan besar. Banyak orang terjun ke bisnis ini karena tergiur perputaran uang yang cepat, namun lupa membekali diri dengan pengetahuan yang cukup. Kematian massal pada ikan biasanya terjadi karena kurangnya pemahaman mengenai cara menjaga kualitas air dan pola makan. 

Sangat disarankan bagi pemula untuk mulai dari skala kecil terlebih dahulu sambil mempelajari karakter ikan. Jika sudah paham bagaimana menjaga ikan tetap hidup dan lincah, baru kemudian menambah jumlah aquarium ke skala partai besar. Ketekunan dalam merawat serta kemampuan membaca peluang pasar menjadi kunci agar usaha ini bisa bertahan lama hingga belasan tahun.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Mei 2026

Kamis, 07 Mei 2026

Dede inoen tangkap dan jaring ikan sapu-sapu di sungai

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel dede inoen yang diupload pada tanggal 6 Mei 2026 dengan judul "PANEN RAYA IKAN SAPU SAPU ALBINO JACKPOT". 


Petualangan kali ini membawa team Dede Inoen menyusuri aliran sungai di kawasan Garut untuk memburu ikan sapu-sapu yang populasinya mulai tidak terkendali. Ikan sapu-sapu merupakan jenis spesies asing yang dapat merusak tatanan ekosistem air lokal secara besar-besaran. 

Keberadaan ikan sapu-sapu di sungai membuat ikan asli Indonesia seperti nilem dan wader kehilangan tempat tinggal serta sumber makanan karena kalah bersaing. Oleh karena itu, aksi penangkapan ikan sapu-sapu ini menjadi langkah dalam menjaga kelestarian hayati di perairan tawar agar populasi ikan asli tetap terjaga dengan baik tanpa gangguan spesies invasif.

Selama proses penyusuran sungai, team menemukan fakta menarik mengenai variasi ikan sapu-sapu yang hidup di sana. Tidak semua ikan sapu-sapu memiliki tampilan hitam legam yang biasa dilihat di parit kota. Ia bahkan berhasil menangkap beberapa ekor ikan sapu-sapu albino yang memiliki warna kuning cerah.  

Ikan sapu-sapu jenis ini sebenarnya memiliki nilai ekonomi tinggi di kalangan kolektor ikan hias, namun di alam liar tetap dianggap sebagai hama yang mengganggu keseimbangan lingkungan karena pola makannya yang rakus dan kemampuan adaptasi yang luar biasa cepat di berbagai kondisi air.

Selain varian albino, ditemukan juga ikan sapu-sapu jenis lain atau sapu-sapu kumis. Karakteristik ikan sapu-sapu ini cukup unik karena memiliki tonjolan seperti tanduk di bagian kepala yang menyerupai kumis. Meskipun terlihat menarik bagi sebagian orang, ikan sapu-sapu ini sangat cepat berkembang biak karena tidak memiliki predator alami di sungai-sungai Indonesia. 

Jika dibiarkan terus menerus tanpa adanya upaya pengendalian, ikan sapu-sapu akan mendominasi seluruh area sungai dan memicu kepunahan ikan-ikan lokal yang selama ini menjadi sumber protein bagi warga sekitar. 

Dede Inoen memang sempat menyebutkan hal itu sebagai solusi praktis bagi para penghobies ikan hias yang sudah merasa bosan dengan peliharaannya. Daripada dibuang ke sungai dan menjadi hama bagi lingkungan, ia menyarankan agar ikan tersebut lebih baik diberikan kepada kucing saja. 

Pesan ini bertujuan untuk menghentikan kebiasaan masyarakat melepas spesies invasif seperti ikan sapu-sapu ke perairan bebas, karena tindakan tersebut sangat merusak populasi ikan asli Indonesia yang ada di sungai. 

Upaya ini dilakukan agar bangkai ikan hasil pembasmian hama tidak dibuang sembarangan atau dikubur secara sia-sia, melainkan diubah menjadi barang yang memiliki nilai seni atau manfaat lain bagi masyarakat. 

Hasil dari perburuan ikan sapu-sapu ini tidak dibuang begitu saja ke tempat sampah. Mengingat adanya resiko kandungan logam berat pada dagingnya, ikan sapu-sapu yang tertangkap akan diolah menjadi bahan kerajinan tangan yang bermanfaat. Mengeringkan ikan sapu-sapu merupakan salah satu cara efektif untuk memanfaatkan limbah biologis ini tanpa mencemari lingkungan sekitar. 

Maksud dari  rencana pembuatan kerajinan tersebut adalah sebagai langkah alternatif untuk memanfaatkan tubuh ikan sapu-sapu yang telah ditangkap tanpa mengonsumsinya dan menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu di wilayah tersebut dikhawatirkan mengandung polutan atau zat berbahaya seperti merkuri jika dimakan, sehingga ia memilih untuk menjemur dan mengeringkan ikan-ikan tersebut guna dijadikan bahan kreasi tangan atau pajangan

Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih bijak untuk tidak melepas ikan sapu-sapu ke sungai secara sembarangan agar ekosistem sungai tetap sehat dan lestari untuk generasi kedepannya. 

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Mei 2026

Minggu, 03 Mei 2026

Mengelola kualitas air budidaya kepiting sistem RAS

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Masbro Tutorial Official yang diupload pada tanggal 17 April 2022 dengan judul "Cara Mengelola Kualitas Air Budidaya Kepiting RAS: Mudah Banget!". Dalam video ini mengupas tentang teknik praktis menjaga stabilitas parameter air agar kepiting tumbuh maksimal dan bebas penyakit. Mulai dari cara memantau pH, salinitas, oksigen (DO), hingga kadar amonia, semua dijelaskan dengan langkah-langkah sederhana. Baik sekali panduannya khusus untuk yang ingin membudidayakan kepiting bakau serta mempelajari mengontrol air secara detail agar ekosistem budidaya tetap optimal dan menguntungkan.


Budidaya kepiting bakau menggunakan sistem perputaran air atau RAS memerlukan ketelitian tinggi dalam menjaga lingkungan hidup kepiting tersebut. Air merupakan media hidup yang menentukan apakah kepiting bisa tumbuh dengan baik atau justru mengalami stres. Dalam sistem ini, parameter seperti tingkat keasaman (pH) dan kadar garam (salinitas) menjadi indikator yang perlu dipantau secara rutin. Menggunakan alat digital membantu pembudidaya mendapatkan angka yang akurat sehingga tindakan penyesuaian bisa dilakukan dengan tepat sesuai kondisi di farm.

Langkah awal yang sangat penting dalam proses pengukuran ini adalah kalibrasi ( menentukan kesesuaian). Sebelum alat ukur menyentuh air di wadah kepiting, alat perlu dibersihkan menggunakan air murni atau air mineral botolan. Proses pembersihan ini memastikan sisa kotoran atau residu dari pengukuran sebelumnya hilang, sehingga nilai yang muncul nantinya benar-benar mencerminkan kondisi air yang sebenarnya
. Tanpa pembersihan awal, angka yang keluar bisa saja meleset dan memberikan informasi yang salah mengenai kesehatan ekosistem air dalam sistem RAS tersebut.

Untuk mengukur pH air, alat digital yang sudah bersih dimasukkan ke dalam air media pemeliharaan kepiting. Pembudidaya perlu menunggu kurang lebih satu menit sampai angka pada layar berhenti bergerak dan menunjukkan hasil yang stabil. Dalam contoh teknis, nilai pH yang didapat adalah 7,3, yang menunjukkan kondisi air cenderung netral dan stabil. Setelah angka didapat, alat tidak boleh dibiarkan begitu saja. Alat perlu dinetralkan kembali dengan air bersih, dikeringkan perlahan, lalu dimatikan untuk menjaga keawetan sensor digitalnya agar tidak mudah rusak akibat korosi air asin

Selanjutnya, pemantauan kadar garam atau salinitas dilakukan menggunakan alat khusus seperti refraktometer atau salinitas digital. Menurut info yang akurat alat ini merupakan alat optik untuk mengukur indeks bias atau konsentrasi zat terlarut (gula, garam, protein) dalam cairan, menggunakan prinsip refraksi cahaya. 

Cara penggunaannya sedikit berbeda dengan pH meter yaitu pembudidaya cukup meneteskan sedikit sampel air dari wadah kepiting ke atas sensor alat. Sebelum itu, pastikan sensor dilap menggunakan tisu dengan gerakan searah agar tidak menggores permukaan sensitif pada alat tersebut. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan, didapatkan hasil salinitas sebesar 15 PPT. Angka ini menjadi acuan apakah air perlu ditambah garam atau justru diencerkan dengan air tawar guna menyesuaikan dengan kebutuhan biologis kepiting bakau.

Kunci dari keberhasilan dalam budidaya kepiting sistem RAS ini ada pada kedisiplinan dalam merawat alat dan konsistensi waktu pengecekan. Setiap selesai digunakan, semua peralatan wajib dibersihkan dan disimpan dalam keadaan kering. Air yang terkontrol dengan baik akan mendukung metabolisme kepiting, mempercepat proses ganti kulit (molting), dan meminimalkan resiko kematian massal. Dengan prosedur yang sederhana namun teliti ini, kualitas air budidaya tetap terjaga dalam kondisi optimal sepanjang siklus pemeliharaan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2026

Sabtu, 02 Mei 2026

Toko ikan hias eksotis jenis langka THE FINS

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Nusatic Official yang diupload pada tanggal 25 April 2026 dengan judul "TOKO IKAN HIAS EKSOTIS, THE FINS | ROAD TO NUSATIC NUSAPET NUSAHORTI 2026". 

Dunia ikan hias tidak pernah ada habisnya untuk dieksplorasi, terutama bagi para penghobies ikan predator dan spesies langka. Dalam episode tentang "Bungkus Ikan", team Nusatic berkesempstan untuk mengunjungi salah satu toko ikan hias eksotis yang paling menarik, yaitu The Fins

Begitu masuk ke area toko pengunjung langsung diperlihatkan  dengan deretan aquarium yang berisi koleksi ikan yang tidak biasa ditemukan di pasar ikan hias pada umumnya. Suasana toko yang tertata rapih membuat pengalaman melihat-lihat ikan menjadi sangat menyenangkan, seolah-olah pengunjung sedang berada di sebuah pameran ikan hias pribadi.

Kunjungan diawali dengan melihat koleksi Pleco atau yang lebih populer dikenal sebagai ikan sapu-sapu hias. Berbeda dengan sapu-sapu hitam yang biasa diihat di kali, Pleco di sini memiliki kode unik "L" yang menandakan identitas spesiesnya. 

Harganya pun sangat bervariasi, mulai dari ukuran mungil sekitar 4 cm yang dihargau Rp. 350.000, hingga jenis premium seperti Hypostomus Luteus, Keunikannya adalah kemampuannya berubah warna menjadi kuning keemasan saat beranjak dewasa. 

Selain itu, ada juga jenis Panaque L27 yang tampil gagah dengan corak garis tegas pada tubuhnya yang kokoh, menjadikannya primadona bagi para kolektor Pleco kelas berat.

Bergeser ke aquarium lain diperkenalkan pada keluarga lele eksotis dari berbagai penjuru dunia. Ada Synodontis dari Afrika yang punya motif tubuh cantik dan kebiasaan unik berenang terbalik. 

Tak hanya ikan impor, The Fins juga memperlihatkan kekayaan perairan lokal Indonesia dengan menghadirkan Ikan Tapa yang bisa tumbuh menjadi ikan predator raksasa, serta Ikan Lais yang tubuhnya pipih transparan. 

Bagi penyuka tampilan yang lebih sangar, tersedia juga Oxydoras atau lele duri yang seluruh permukaan tubuhnya terasa keras dan memiliki gerigi tajam, memberikan kesan tangguh bagi siapa pun yang memeliharanya.

Salah satu bintang dalam kunjungan kali ini adalah Ikan Palmas atau sering disebut sebagai Bichir  Ikan ini kerap dijuluki sebagai "ikan naga" atau ikan purba karena bentuk tubuhnya yang panjang mirip naga dengan sirip punggung yang terpisah-pisah menyerupai gerigi. 

Koleksi Palmas ikan purba di The Fins terbilang sangat lengkap, mulai dari jenis Endlicheri dengan motif loreng macan, hingga Senegalus Platinum yang berwarna putih susu mengkilap. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah Palmas Delhezi yang memiliki corak batik sangat tajam di badannya. Saking indahnya corak batik tersebut, admin channel sampai berminat dan memutuskan untuk membungkus dua ekor sebagai penghuni baru di aquariumnya.

Selain ikan-ikan predator, ada juga koleksi unik seperti Paradise Threadfin atau ikan kuro yang memiliki "kumis" atau antena panjang di bawah perutnya. Antena ini sebenarnya adalah sirip yang berfungsi sebagai alat sensor untuk mencari makan di dasar air. 

Untuk yang menyukai warna-warni cerah, tersedia juga berbagai jenis Ikan Rainbow asal Papua dan Australia yang sangat gesit. Sebagai penutup kunjungan yang seru ini, team Nusatic juga mengingatkan para penghobies untuk bersiap menyambut perhelatan akbar Nusatic Nusapet Nusahorti 2026 yang akan digelar pada 12-14 Juni 2026 di ICE BSD City. Acara tersebut diprediksi akan menjadi lebarannya para pecinta hewan peliharaan dan tanaman hias di Indonesia. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2026

Kamis, 30 April 2026

Memijahkan ikan Harlequin Rasbora

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel KeepingFishSimple yang diupload pada tanggal 20 Juli 2025 dengan judul "Harlequin Rasbora Breeding Secrets – What No One Tells You!". 


Banyak penghobies ikan hias menganggap memijahkan ikan Harlequin Rasbora adalah hal yang mudah dilakuka, hanya tinggal memasukkan jantan dan betina ke dalam satu wadah. Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu. Ikan yang dikenal dengan corak segitiga hitam ikonik di tubuhnya ini memiliki "selera" lingkungan yang sangat spesifik jika ingin ikan ini sukses bertelur. Memijahkanya aka memahami bagaimana meniru kondisi alam liar di dalam sebuah aquarium kecil.

Upaya yang paling penting bukan terletak pada aquarium pemijahan, melainkan pada bagaimana merawat indukannya terlebih dahulu. Sebelum dipindahkan, ikan-ikan ini ditekankan dalam kondisi prima atau istilahnya "dikondisikan". Berikan ikan dewasa ini pakan hidup yang kaya protein seperti cacing hitam atau udang renik brine shrimp Artemis selama beberapa minggu. Tujuannya agar si betina memiliki cadangan energi yang cukup untuk memproduksi telur-telur yang berkualitas. Jika perut ikan betina sudah terlihat bulat, itu tandanya ikan cantik inj siap untuk memulai proses reproduksi.

Rahasianya yang sering dilewatkan banyak orang adalah parameter air dimana Harlequin Rasbora tidak akan mau memijah di air keran biasa yang keras. Ikan dewasa ini membutuhkan air yang sangat lunak dan cenderung asam, mirip dengan kondisi sungai-sungai di hutan tropis. Penggunaan air murni hasil filter RO Reverse Osmosis sangat disarankan untuk menurunkan kadar mineral dalam air. Selain itu, menambahkan gambut atau peat moss ke dalam air akan memberikan efek warna teh (tanin) yang membuat ikan merasa nyaman sekaligus menurunkan pH air secara alami. Kondisi air yang gelap dan tenang inilah yang menjadi pemicu insting kawin ikan.

Selain air, dekorasi di dalam aquarium juga memegang peranan penting. Berbeda dengan banyak jenis ikan lain, Harlequin Rasbora punya kebiasaan unik yaitu ikan menempelkan telurnya di balik permukaan daun yang lebar. Tanaman seperti Anubias sangat ideal diletakkan di tengah aquarium sebagai media bertelur. Untuk melindungi telur-telur yang jatuh ke dasar agar tidak dimakan kembali oleh induknya, kita bisa memasang jaring atau gulungan benang spawning mops di bagian bawah. Ingat juga untuk menjaga pencahayaan tetap redup, karena telur-telurnya sangat sensitif terhadap cahaya terang yang bisa merusak proses penetasan.

Setelah pemijahan berhasil, tantangan berikutnya adalah membesarkan burayak atau anak ikan yang ukurannya sangat kecil. Di hari-hari pertama, anakannya bahkan tidak bisa memakan udang renik karena mulutnya yang terlampau mungil. Solusinya adalah memberikan air hijau yang kaya akan mikroorganisme sebagai makanan alamnya.

Seiring pertumbuhannya, barulah anakan ini bisa beralih ke pakan yang lebih besar. Menurut keterangan dari video, satu hal yang perlu diwaspadai, anak ikan Harlequin ternyata adalah pelompat yang handal. Pastikan aquarium memiliki penutup yang rapat agar usaha keras Anda dalam membiakkan mereka tidak sia-sia karena ikan melompat keluar. Membiakkan ikan ini memang butuh kesabaran ekstra, namun melihat kawanan rasbora muda berenang bersama indukannya memberikan kepuasan tersendiri bagi setiap penghobies ikan hias.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan April 2026

Senin, 27 April 2026

Pesona Ikan Molly dan Platy bersama Komunitas IXMA

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Nusatic Official yang diupload pada tanggal 8 Mei 2024 dengan judul "ROAD TO NUSATIC NUSAPET 2024: GAK NYANGKA IKAN MOLLY PLATY BISA SECANTIK INI | IXMA". 


Bagi banyak orang, memelihara ikan hias di rumah merupakan cara yang menyenangkan untuk melepas penat setelah seharian bekerja. Salah satu jenis ikan yang sedang populer di kalangan penghobies adalah ikan Molly dan Platy. Ikan-ikan kecil ini punya daya tarik tersendiri karena warnanya yang beragam dan bentuk tubuhnya yang unik. 

Melalui komunitas IXMA atau Indonesia Xiphophorus Molly Association, para penghobies ikan ini bisa berkumpul untuk saling berbagi ilmu tentang cara merawat dan mengembangkan jenis-jenis baru yang punya tampilan cantik.

Ikan Molly dan Platy sebenarnya masuk dalam kelompok ikan yang cara berkembang biaknya dengan melahirkan. Hal ini membuat proses budidaya ikan Molly dan Platy menjadi sangat mudah dilakukan, bahkan oleh orang yang baru mulai mencoba hobi ini. 

Dalam komunitas IXMA, para anggota belajar bahwa menjaga kualitas air adalah kunci agar ikan tetap sehat. Parameter air seperti suhu dan kadar mineral perlu diperhatikan dengan baik, mirip dengan cara merawat ikan guppy yang sudah lebih dulu dikenal luas.

Di dunia hobi ini, ada banyak sekali jenis ikan Molly dan Platy yang bisa ditemukan ada yang bertubuh bulat seperti balon, ada juga yang punya ekor panjang seperti pedang yang dikenal dengan sebutan Xiphophorus. Saat ini, banyak peternak ikan yang mencoba melakukan perkawinan silang untuk menghasilkan warna-warna baru yang belum pernah ada sebelumnya. 

Hasilnya, muncul varian unik seperti ikan Molly dengan mata biru atau tubuh yang berwarna biru pekat. Keanekaragaman inilah yang membuat banyak orang semakin tertarik untuk mengoleksi ikan Molly dan Platy di aquarium mereka.

Bagi yang ingin belajar lebih serius, komunitas IXMA menyediakan ruang untuk diskusi mengenai teknik pemeliharaan yang tepat. Misalnya saja, untuk memelihara ikan Molly dan Platy di aquarium kecil, cukup menggunakan perbandingan satu jantan dengan dua betina. 

Namun, jika punya lahan lebih luas seperti kolam, sistem koloni bisa diterapkan agar populasi ikan Molly dan Platy bertambah dengan cepat. Di sini, para anggota bisa saling bertanya tentang jenis pakan yang paling bagus atau cara memilih indukan yang berkualitas agar menghasilkan anak-anak ikan yang sehat.

Melalui acara besar seperti Nusatic, IXMA ingin menunjukkan bahwa ikan-ikan kecil ini punya potensi besar di pasar internasional. Dalam kegiatan tersebut, ada ratusan ekor ikan Molly dan Platy yang dipamerkan, mulai dari ukuran biasa sampai ukuran jumbo yang panjangnya mencapai 10 hingga 12 centimeter. 

Pengunjung bisa melihat langsung keindahan ikan Molly dan Platy hasil budidaya lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan ikan dari luar negeri. Komunitas ini menjadi tempat yang tepat untuk belajar bersama, ngopi bareng, dan memajukan hobi ikan hias di tanah air dengan cara yang sederhana dan kekeluargaan.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan April 2026

Sabtu, 25 April 2026

Kisah sukse toko ikan hias eksotis Maria Tirta Aquatic

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Lentera Tiga yang menginspirasi pada tanggal 17 Juli 2025 dengan judul “ EKS ARTIS CANTIK SUKSES JUALAN IKAN HIAS, BERAWAL DARI CACING BEKU | MARIA TIRTA AQUATIC".  

Kak Maria Stipeny Soeparjanto memulai kariernya sebagai presenter televisi dan pemain FTV. Pada awalnya, dunia hiburan menjadi tempatnya berkarya dan dikenal banyak orang. Namun, di balik kesibukannya, Maria memiliki ketertarikan khusus terhadap alam dan kehidupan air. Ketertarikan ini mulai tumbuh ketika ia membawakan program televisi bertema alam dan memancing pada tahun 2011. Dari situ mulai mencoba memelihara ikan Louhan pada tahun 2015, yang kemudian membuka jalan baru dalam hidupnya.

Sebelum fokus pada ikan hias sempat menjalankan usaha batu akik bernama Watu Hijau Gamestone pada periode 2013 hingga 2015. Namun, kecintaannya pada dunia air membawa ia dan suaminya belajar secara otodidak tentang budidaya ikan Louhan. Mereka memanfaatkan media sosial sebagai sumber belajar untuk mengawinkan ikan Louhan dan berhasil menghasilkan bibit berkualitas yang diminati banyak orang.

Bisnisnha dimulai dari penjualan cacing beku sebagai pakan ikan dan sudah banyak pelanggan yang membeli burayak Louhan juga menanyakan pakan, sehingga Maria membuka usaha bernama Maria Cacing Beku sejak 2015 hingga 2019. Pada awal tahun 2020, Maria mendapatkan ruko untuk membuka toko ikan hias secara offline. Namun, pandemi melanda dan menyebabkan lockdown, yang sempat menjadi tantangan besar.

Meski begitu, pandemi membawa berkah tersendiri. Permintaan cacing beku melonjak tajam, bahkan sampai ke luar pulau seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. Tren memelihara ikan cupang dan Louhan yang sedang naik daun membuat usaha Maria tetap bertahan dan berkembang di tengah situasi sulit.

Pada tanggal 11 November 2020, Maria meresmikan toko ikan hias dengan nama Maria Tirta Aquatic yang berlokasi di Jalan Raya KSU No. 43, Depok. Nama toko ini memiliki makna khusus. "Maria" adalah nama pemiliknya sendiri, "Tirta" berarti air yang melambangkan harapan agar rezeki mengalir deras, dan "Aquatic" menggambarkan agar usaha ini bisa berkembang luas kedepannya..

Perjalanan membuka toko tidak selalu mulus. dimana mengalami kerugian selama delapan bulan pertama karena banyak ikan mati akibat kesalahan perawatan dan juga pernah ditipu oleh supplier. Ia belajar banyak tentang kualitas air yang awalnya mengandung zat besi tinggi dan akhirnya membuat sistem filter rumit secara mandiri untuk mengatasi masalah tersebut.

Dalam menjalankan toko, Kak Maria menerapkan sistem perawatan ikan yang terjadwal dengan pemberian pakan dua kali sehari, pagi dan malam sebelum toko tutup. Kesehatan ikan menjadi perhatian utama, dengan selalu menyediakan heater untuk karantina ikan sakit dan melakukan perawatan khusus seperti "bom" garam setelah penggantian air. Kebersihan filter juga dijaga dengan mencuci kapas filter minimal seminggu sekali, sementara untuk Mega Tank dilakukan pengurasan total setiap tiga bulan.

Toko Maria Tirta Aquatic menyediakan berbagai jenis ikan hias yang beragam, mulai dari Cichlid, Glofish, ikan predator seperti Oscar, Jaguar, dan Channa, hingga Arwana dan berbagai jenis Koi seperti Platinum, Kohaku, dan Shiro. Koleksi ini menunjukkan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan penghobies ikan hias dengan kualitas terbaik.

Ia percaya bahwa wanita memiliki kelebihan dalam hal ketelatenan dan kesabaran, yang sangat membantu dalam bisnis ikan hias yang didominasi pria. Ia juga memberikan pesan bagi pemula untuk melakukan riset lokasi, mencari supplier yang tepat, dan memiliki mental yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ke depannya ia berharap bisa memiliki farm sendiri untuk pembibitan dan pembesaran ikan, sehingga usahanya bisa semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih luas. Informasi kontak toko tersedia bagi yang ingin membeli ikan hias secara online maupun offline melalui platform TikTok, Instagram, dan WhatsApp.

Dalam video bberdurasi hampir 35 menit ini menggambarkan perjalanan inspiratif yang berani beralih profesi dan membangun usaha ikan hias dengan penuh dedikasi dan semangat belajar. Kisahnya bisa menjadi contoh bahwa dengan ketekunan dan inovasi, peluang baru bisa ditemukan di bidang yang mungkin belum banyak digeluti sebelumnya. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan April 2026


Jumat, 24 April 2026

Ikan siklid eksotis di Bagol Chiclid

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel BANG ZAY yang diupload pada tanggal 23 April 2026 dengan judul " MENGULIK KOLEKSI BAGOL CICHLIDS SANG GRAND CHAMPION NUSATIC 2025!". 


Di daerah Cilodong, Depok, terdapat sebuah galeri menarik yaitu Bagol Cichlids yang didirikan oleh Mas Elga, seorang penghobies ikan yang memulai perjalanannya pada akhir tahun 2022. Awalnya, Mas Elga tertarik pada aquascape, namun karena perawatannya yang cukup rumit, ia beralih ke ikan Cichlid yang menawarkan variasi warna dan bentuk yang menarik. 

Fokus pada jenis ikan ini membawa perubahan besar dalam hobinya, hingga akhirnya ia membangun galeri khusus yang menjadi tempat berkumpulnya para pecinta ikan Cichlid.

Perjalanan Mas Elga dalam dunia kontes ikan dimulai dari memelihara ikan dalam community tank, yaitu aquarium campuran. Namun, demi meningkatkan kualitas ikan kontes, ia mulai memisahkan ikan dalam satu sekat (singlean). Cara ini terbukti efektif karena sirip ikan tidak mudah rusak akibat berkelahi, sehingga kualitas ikan meningkat. 

Setelah beberapa kali mengalami kegagalan di kontes awal, Mas Elga mulai rutin meraih juara dalam berbagai kejuaraan, termasuk gelar Grand Champion di Nusatic 2025. Koleksi unggulan di galeri Bagol Cichlids meliputi Firefish (Dragon Blood), Aulonocara Guentheri ,Aulonocara Maylandi, Aulonokara Usisia, Aulonocara Chilumba, dan Albino Eureka, yang semuanya memiliki ciri khas dan keindahan tersendiri.

Dalam memilih bahan ikan kontes, Mas Elga memperhatikan beberapa hal penting. Bentuk badan ikan harus proporsional, tidak terlalu pendek atau panjang, dengan pangkal ekor yang lancip. Potensi sirip juga menjadi perhatian, terutama sirip atas yang sudah terlihat tinggi sejak kecil sebagai tanda akan tumbuh panjang dan gondrong. 

Mental ikan juga diperhitungkan yaitu ikan yang berani menunjukkan diri dan tidak terus-menerus bersembunyi memiliki peluang lebih besar untuk menjadi juara. Pemilihan ikan Cichlid dengan kriteria ini membantu mendapatkan ikan yang memiliki potensi maksimal untuk tampil di arena kontes.

Perawatan di galeri Bagol Cichlids dilakukan dengan disiplin dan sistematis. Mas Elga menggunakan pakan pelet secara penuh untuk menjaga kesehatan, warna, dan bentuk tubuh ikan. Ia menghindari pakan alami seperti cacing sutra untuk meminimalkan risiko penyakit. Penggantian air dilakukan secara ekstrem setiap 2-3 hari, menyisakan air setinggi badan ikan agar kondisi air tetap segar. 

Sistem filtrasi dibuat terpisah untuk setiap sekat agar penularan penyakit antar ikan dapat dicegah. Selain itu, ia menolak praktek memotong sirip ikan demi merapikan bentuk, karena hal itu berisiko merusak tulang sirip secara permanen dan juri kontes biasanya dapat mengenali bekas potongan tersebut.

Pesan yang disampaikannya kepada para penghobies adalah pentingnya ketekunan dalam merawat air dan menjaga kebersihan aquarium. Ikan Cichlid adalah makhluk hidup yang peka terhadap lingkungan, sehingga perawatan yang telaten akan menghasilkan ikan dengan performa terbaik di kontes. Dengan merawat ikan secara hati-hati dan konsisten, penghobies dapat melihat hasil yang memuaskan dan prestasi yang membanggakan. Dedikasi dan kesabaran menjadi kunci dalam menjalani hobi ini, sebagaimana yang telah dibuktikan oleh Mas Elga melalui galeri Bagol Cichlids.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan April 2026

Kamis, 23 April 2026

Kunjungan JAMM VLOG ke pasar ikan hias Gunung Sari Surabaya

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel JAMM VLOG yang diupload pada tanggal 22 April 2026 dengan judul " GAK NYANGKA !!! PASAR WISATA IKAN GUNUNG SARI SURABAYA BANYAK IKAN PREDATOR MONSTER DAN SPESIAL GUYS". 


Perjalanan Koh Anthony Saputra bersama Koh Adit dari Rumah Mayin berkunjung ke Pasar Ikan Gunungsari di Surabaya, sebuah tempat yang sudah mengalami banyak perubahan lebih baik, suasana pasar terlihat jauh lebih rapih dan luas dibandingkan kunjungan sebelumnya.

Lapak-lapak penjual kini tertata dengan baik, menggantikan kebiasaan lama yang menaruh ikan dan perlengkapan di plastik di lantai. Di lantai bawah, fokusnya adalah ikan hias kecil yang biasa digunakan untuk aquarium dan aquascape, lengkap dengan perlengkapan aquarium yang tersedia secara menyeluruh.

Berbagai jenis ikan hias seperti Koi dan Discus mudah ditemukan, begitu juga ikan predator seperti Oscar dan Louhan yang banyak diminati. Salah satu momen menarik adalah penemuan ikan Botia berukuran sangat besar, yang jarang ditemukan di pasar ikan biasa. Selain itu, ada juga ikan lain seperti Arwana yang berukuran besar dengan harga sekitar Rp. 1,8 juta.

Lantai dua pasar menawarkan suasana yang lebih tenang dengan banyak galeri dan toko spesialis. Di sini terdapat galeri aquascape dengan koleksi kayu hardscape berukuran besar dan bentuk yang eksotis, cocok untuk memperindah aquarium. Area ikan air laut juga sangat lengkap, mulai dari berbagai jenis koral, anemon, hingga kuda laut yang cukup langka. 

Toko ikan hias morphis
kunjungan ke toko ikan hias Morphis 
screenshoot channel youtube JAMM VLOG

Di salah satu toko ikan hias Morphis, pengunjung dapat menemukan ikan sungai dan predator unik seperti jenis Tarpon Pasifik berukuran sekitar 38-40 cm dengan harga terjangkau, ikan Jelawat dari Kalimantan dengan sirip merah yang khas, serta ikan predator besar dengan corak batik yang tajam dan kontras. 

Kunjungan dilanjutkan ke Yung Aquatic, mitra resmi produk 3 Pawns di Surabaya, yang menampilkan koleksi ikan yang cukup menantang pasar. Di sini tersedia berbagai jenis ikan pari hybrid dan bayi pari, ikan Blue Azul dengan warna biru pekat yang menarik, serta koleksi arwana dan ikan predator premium lainnya yang dirawat dengan baik.

Secara keseluruhan, Pasar Ikan Gunungsari Surabaya menjadi tempat yang lengkap bagi penghobies ikan hias, mulai dari ikan air tawar, predator, hingga ikan air laut. Meskipun beberapa toko tutup karena hari libur, koleksi ikan predator berukuran besar yang ada sudah memberikan kesan tersendiri. Rencana selanjutnya adalah melanjutkan kunjungan ke rumah-rumah penghobies ikan di Surabaya untuk melihat koleksi menarik lainnya yang belum ditemukan di pasar.

Semoga infonya bermanfaat.





Kuningan April 2026

Selasa, 21 April 2026

Dari dunia perbankan ke budidaya ikan arwana merah

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Lentera Tiga yang diupload pada tanggal 19 April 2026 dengan judul " GAJI PULUHAN JUTA DITANGGALKAN! WANITA INI PILIH JADI PETANI ARWANA SUPER RED, HASILNYA BIKIN KAGET". 

Perjalanan meninggalkan perkerjaan yang sudah mapan untuk memulai bisnis baru sering kali menjadi langkah besar dalam hidup seseorang. Berawal dari seorang pimpinan cabang bank yang sudah bekerja selama 15 tahun. Walaupun punya posisi yang mapan dan stabil, ia memilih untuk berhenti dan fokus mengelola bisnis keluarga di bidang budidaya ikan Arwana. Keputusan ini diambil dengan keyakinan bahwa ilmu manajemen yang diperoleh dari dunia perbankan dapat membantu mengelola resiko dalam bisnis ikan yang memiliki nilai tinggi. 

Berdasarkan penjelasan Ibu Ria Amalia menghabiskan 15 tahun berkarier sebagai pimpinan cabang sebuah bank. Namun, di tengah perjalanan kariernya, ia memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan mengundurkan diri dan fokus mengelola bisnis budidaya ikan Arwana Super Red. Keputusan ini muncul dari kecintaan dan hobi yang awalnya dimiliki oleh suaminya, yang berasal dari Malaysia. Saat pandemi ia dan suami mulai memelihara sembilan ekor ikan arwana di rumah sebagai bentuk hobi yang kemudian berkembang menjadi peluang 

Meskipun banyak yang menyayangkan keputusan tersebut, Ibu Ria memilih untuk resign agar bisa mengelola bisnis ini secara profesional dengan menerapkan ilmu manajemen yang dimilikinya. Ia ingin memastikan kesehatan ikan terjaga dengan pengawasan langsung, sehingga tidak sepenuhnya menyerahkan perawatan kepada karyawan.

Nama bisnis yang dijalankan, Naga Arwana Farm, diambil dari jumlah ikan pertama yang mereka pelihara, yaitu sembilan ekor. Dalam budaya Cina Melayu, angka sembilan dianggap sebagai simbol keberuntungan, kesehatan, dan kesuburan. Selain itu, ikan Arwana Super Red dikenal sebagai “Dragon Fish” atau ikan naga merah, yang dipercaya membawa kemakmuran bagi pemiliknya. Filosofi ini menjadi landasan kuat dalam perjalanan bisnis mereka.

Membangun sebuah farm arwana bukanlah hal yang mudah ia menjelaskan bahwa proses ini membutuhkan investasi besar dalam bentuk waktu, tenaga, materi, bahkan air mata. Pada masa awal pembangunan, ia dan suaminya rela melakukan perjalanan pulang-pergi Jakarta-Bogor menggunakan motor selama empat jam setiap hari.

Salah satu momen paling berat adalah ketika ikan kontes kesayangan mengalamai kematian setelah setahun dirawat di kolam sewa. Kejadian ini menjadi titik balik yang membawa mereka mendapatkan lahan permanen di Bogor untuk mengembangkan usaha secara lebih serius dan berkelanjutan.

Farm yang berlokasi di Ciampea ini dirancang dengan konsep “one stop shopping” yang terintegrasi. Ibu Ria memilih tinggal di lokasi farm agar bisa memiliki ikatan langsung dengan ikan-ikannya dan melakukan pengawasan secara intensif tanpa sepenuhnya bergantung pada karyawan.

Di farm ini juga terdapat galeri khusus bernama House of Red Dragon Indonesia, yang berfungsi sebagai tempat grooming dan memamerkan ikan-ikan pilihan berkualitas kontes. Selain itu, terdapat fasilitas budidaya lengkap seperti 10 kamar khusus untuk penjodohan dan pengeraman ikan, kolam pembesaran, serta kolam penampungan air dari mata air alami.

Farm ini juga dilengkapi dengan kebun durian, sayuran, dan peternakan ayam kampung yang digunakan untuk konsumsi internal, sehingga mendukung ketahanan pangan di lingkungan farm.

Menghadapi cuaca ekstrem seperti pancaroba menjadi salah satu tantangan berat karena membuat ikan rentan sakit atau bahkan mati. Namun, kebahagiaan datang saat melihat ikan yang dirawat tumbuh cantik, berprestasi di kontes, dan menjadi investasi bernilai tinggi.

Sebagai orang Indonesia, ia merasa bangga membudidayakan Arwana Super Red yang merupakan ras asli Kalimantan. Ia ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa ikan berkualitas internasional ini berasal dari Indonesia. Dengan semangat tersebut, ia sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar atau sekadar bersilaturahmi ke farm-nya untuk berbagi ilmu mengenai perawatan Arwana Super Red.

Penuturannya ini menunjukkan bagaimana keberanian mengambil keputusan besar dan menggabungkan ilmu manajemen dengan kecintaan terhadap hobi dapat membuka jalan menuju kesuksesan baru yang penuh makna. Dari dunia perbankan yang mapan, ia bertransformasi menjadi petani ikan arwana yang profesional dan berdedikasi, membangun bisnis juga sarat dengan nilai budaya. 


Tambahan info :

PT. Sembilan Naga Arowana Indonesia, penangkaran Arwana Super Red di Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. 

Sumber dari deskripsi channel youtube Lentera Tiga

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan April 2026

Minggu, 19 April 2026

Sukses ternak gurami raup Rp. 50 Juta dan panen bawang merah tembus ratusan juta rupiah

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel CNN Indonesia yang diupload pada tanggal 18 April 2026 dengan judul " Eks Penagih Utang Raup Rp50 Juta dari Ternak Gurami dan Cuan Melimpah dari Panen Bawang Merah". 

Dari Banyumas hingga Situbondo, perjalanan para pelaku usaha di bidang perikanan dan pertanian menunjukkan perubahan hidup yang nyata lewat kerja tekun dan kemauan belajar. Di Banyumas, Bapak Andi Sudrajat memilih meninggalkan pekerjaannya sebagai debt collector setelah 23 tahun dan beralih ke budi daya ikan gurame di Desa Patik Raja. Dengan modal awal sekitar Rp. 5 juta, ia memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah untuk membangun kolam sederhana. Perlahan, usahanya berkembang hingga memiliki lima kolam yang aktif digunakan.

Perawatan ikan gurame dilakukan dengan cara yang relatif mudah dan pakan yang diberikan berupa pelet yang dikombinasikan dengan dedaunan, sehingga biaya tetap terjaga. Hasilnya cukup menggembirakan, karena produksi ikan berjalan stabil dan permintaan pasar terus ada. Dari usaha tersebut, omzet yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp. 50 juta setiap bulan. Perjalanan ini memperlihatkan bahwa sektor perikanan bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan, bahkan dari skala rumahan.

Semantra itu di daerah Kabupaten Situbondo, tepatnya di Desa Curahkalak, para petani mengembangkan budi daya bawang merah organik dengan pendekatan yang ramah lingkungan yaitu menggunakan pupuk kompos dari kotoran sapi yang difermentasi, sehingga mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menekan biaya produksi. Hasil panen pun meningkat, dari rata-rata 20 ton per hektar menjadi sekitar 25 ton.

Pengendalian hama dilakukan tanpa bahan kimia, melainkan dengan memanfaatkan lampu pijar sebagai perangkap serangga. Cara ini terbukti efektif menjaga tanaman tetap sehat. Selain meningkatkan hasil, efisiensi biaya operasional juga terasa signifikan hingga mencapai pengurangan sekitar 60 persen. Dengan metode tersebut, potensi omzet yang dihasilkan bisa mencapai Rp. 400 juta per hektar dalam satu kali panen.

Perubahan langkah dan penerapan cara yang tepat membawa dampak besar terhadap hasil yang diperoleh. Dari kolam ikan di pekarangan hingga lahan pertanian organik, semuanya menunjukkan bahwa peluang besar dapat tumbuh dari upaya yang dijalankan dengan konsisten dan penuh perhitungan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan April 2026


Mengenal Frontosa jenis Burundi

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Domsinobi Story yang diupload pada tanggal 16 September 2026 dengan judul " Mengenal Cichlid Frontosa Burundi dan cara perawatannya". 

Terutama pada varian Burundi, merupakan primadona dari Danau Tanganyika di Afrika yang banyak digemari penghobies ikan siklud karena tampilannya yang gagah. Ikan ini mudah dikenali melalui pola garis hitam tebal pada tubuhnya serta warna biru cerah yang menghiasi bagian sirip.  

Meski terlihat besar dan mengintimidasi, Frontosa sebenarnya memiliki karakter yang cenderung tenang dan kalem jika dibandingkan dengan jenis cichlid lainnya. Sifatnya yang tidak terlalu agresif ini membuat mereka menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin memelihara ikan berukuran besar namun tetap ingin menjaga suasana aquarium yang damai.

Dalam hal tempat tinggal, ikan ini membutuhkan ruang gerak yang sangat luas mengingat ukuran tubuhnya saat dewasa. Wadah aquarium minimal dengan kapasitas 250 liter menjadi syarat awal agar mereka bisa hidup dengan nyaman dan tidak stres. 

Karena berasal dari danau purba yang lingkungannya sangat konsisten, stabilitas kondisi air menjadi faktor yang sangat diperhatikan. Ikan ini memerlukan air dengan suhu di kisaran 22-26 derajat Celcius dan tingkat keasaman atau pH yang cukup tinggi, tepatnya di angka 8 sampai 9, agar tetap sehat dan aktif bergerak.

Urusan konsumsi juga memerlukan perhatian khusus karena Frontosa adalah tipe karnivora yang biasa mencari makan di dasar perairan. Jenis makanan yang tenggelam lebih disukai daripada makanan yang mengapung di permukaan. 

Asupan protein tinggi sangat dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhannya, baik itu melalui makanan alami maupun pelet berkualitas. Pemeliharnya juga perlu berhati-hati dalam memilih teman satu aquarium dimana ikan ini bisa berbaur dengan sesama cichlid Afrika yang berwatak tenang, namun ikan-ikan berukuran kecil sebaiknya dihindari karena berisiko dianggap sebagai mangsa oleh naluri predator alaminya. 

Ikan ini memang memiliki daya tarik yang sulit ditolak bagi siapa pun yang melihatnya. Banyak orang merasa terpikat dan ingin memelihara ikan ini setelah melihat perpaduan warna biru serta garis hitamnya yang tampak serasi. Ketertarikan ini sering muncul dalam berbagai percakapan di media sosial, di mana orang-orang mengungkapkan kagum atas keindahan fisiknya.

Bagi yang masih bingung membedakan jenisnya, varian Burundi memiliki ciri khas berupa enam garis hitam melintang di tubuhnya. Varian ini cukup populer dibandingkan jenis lain dari Danau Tanganyika karena ketersediaannya yang lebih mudah ditemukan bagi penghobies pemula. 

Ragam pertanyaan mengenai jenis alas atau pasir yang digunakan dalam aquarium juga menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Penggunaan pasir halus sangat disarankan karena Frontosa memiliki kebiasaan alami menggali atau mencari makan di dasar air. Pasir karang atau aragonite menjadi pilihan yang sangat baik karena selain memberikan kesan alami, jenis ini membantu menjaga tingkat keasaman air agar tetap stabil pada pH tinggi yang dibutuhkan ikan.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan April 2026


Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741

Download E-book Inspirasi

Dengan memasukkan email rekan pembaca untuk mendapatkan link download E-book Inspirasi PDF secara gratis.

Dapatkan E-book Sekarang