Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas
Tampilkan postingan dengan label ikan discus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikan discus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 April 2026

Tentang merawat wild discus alam

Menurut banyak penghobies Wild Discus mempunyai tampilan yang lebih anggun dan sangat eksklusif, jenis ini memang merupakan penghuni asli sungai-sungai di pedalaman Amazon, Brazil. Ikan diacus ini membawa genetik asli dengan corak warna yang terbentuk secara alami oleh lingkungan hutan tropis yang ekstrem. Membawa keindahan liar ini ke dalam aquarium di rumah, menariknya merupakan impian bagi banyak penghobies, juga sebuah tantangan saat dipelihara karena sifatnya yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. 

Untuk ikan tangkapan alam yang menempuh perjalanan lintas benua, aturan mainnya sangat berbeda. Ikan ini tiba dalam kondisi fisik yang sangat lemas dan tingkat stres yang sangat tinggi akibat berada di dalam kantong plastik selama berhari-hari. Persiapan aquarium menjadi penentu apakah ikan akan segera pulih atau justru gagal bertahan hidup dalam hitungan hari. 

Artikel ini disusun untuk memberikan panduan  mengenai langkah-langkah teknis yang diperlukan untuk memeliharanya. Fokusnya adalah bagaimana membangun lingkungan yang matang secara biologi dan stabil secara kimiawi, sehingga ikan bisa merasa di tempat yang disukai meskipun berada ribuan kilometer dari tempat asalnya.

Memelihara Wild Discus merupakan sebuah pencapaian tinggi bagi para penghobies discus karena merupakan nenek moyang asli yang diambil langsung dari habitat asalnya di Sungai Amazon, Brazil. Berbeda dengan jenis hasil budidaya yang sudah terbiasa dengan lingkungan manusia, ikan tangkapan alam membawa perjalanan panjang penuh tantangan sebelum akhirnya sampai di dalam aquarium seorang penghobies.

Perjalanan bermula dari dalam hutan tropis yang luas, di sana, para nelayan lokal melakukan pencarian di sungai-sungai kecil. Proses ini tidak dilakukan sembarangan. Ada standar seleksi yang ketat untuk menentukan ikan mana yang layak dikirim ke luar negeri. Bentuk tubuh yang bagus serta corak warna yang khas menjadi pertimbangan dalam memilih setiap individu. 

Baca juga : Ikan Discus Wild Caught

Menurut infonya ada kerja sama dengan pencari ikan di sana menjadi hal sangat penting untuk mendapatkan stok terbaik. Sering terjadi proses sortir ulang guna memastikan hanya ikan sehat dan berkualitas yang masuk ke tahap berikutnya. Hal ini dilakukan karena perjalanan yang akan ditempuh sangat berat, sehingga kondisi fisik ikan perlu dipastikan berada dalam level maksimal.

Setelah berhasil dikumpulkan, ikan-ikan ini tidak langsung dimasukkan ke dalam kotak pengiriman. Ikan asli tangkapan alam ini perlu melewati masa karantina di fasilitas penampungan yang ada di Brazil. Di tempat ini, ikan menjalani proses deworming atau pembersihan parasit internal. Karena berasal dari alam liar, tubuhnya membawa berbagai macam organisme alami yang perlu dibersihkan agar tidak menjadi masalah saat tiba di negara tujuan.

Selain pembersihan, masa ini juga menjadi waktu bagi ikan untuk belajar mengonsumsi pakan yang diberikan. Proses adaptasi awal ini biasanya memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Jika ikan sudah mulai mau makan dan terlihat stabil, barulah persiapan pengiriman ke Indonesia dimulai.

Bagian paling penting dari seluruh rangkaian ini adalah saat ikan berada di dalam pesawat dimana ikan-ikan tersebut akan menempuh waktu sekitar 4 kali 24 jam di dalam kantong plastik yang tertutup rapat. Selama kurun waktu tersebut, tidak ada penggantian air maupun penambahan oksigen baru.

Kondisi air di dalam kantong akan terus menurun kualitasnya seiring berjalannya waktu akibat kotoran dan metabolisme ikan itu sendiri. Tingkat stres ikan mencapai titik tertinggi pada fase ini. Ikan dipaksa bertahan hidup dalam ruang terbatas dengan guncangan dan perubahan suhu selama penerbangan internasional. Ketahanan fisik ikan benar-benar diuji sebelum mereka mendarat dan sampai ke tangan penghobies.

Memahami beratnya jalur yang ditempuh dari belantara Amazon, persiapan aquarium yang sesuai di sisi penerima menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya untuk memastikan nyawa ikan-ikan eksotis ini tetap terjaga dengan baik. Tanpa persiapan lingkungan yang memadai, perjuangan ikan selama berhari-hari di udara bisa berakhir sia-sia. Begitu ikan tiba, yang dilakukan penghobies yang memesannya adalah menyediakan tempat pemulihan yang paling nyaman dan menyerupai habitat aslinya

Setelah memahami perjalanan panjang yang ditempuh dari pedalaman Amazon, fokus beralih pada persiapan tempat tinggal baru. aquarium bukan sekadar wadah berisi air, melainkan sebuah ekosistem yang akan membantu ikan pulih dari stres berat. Kuncinya adalah kestabilan, karena perubahan parameter air yang mendadak bisa berakibat fatal bagi ikan tangkapan alam.

Langkah awal dimulai dengan memilih ukuran aquarium yang tepat yaitu untuk menampung Wild Discus, penggunaan aquarium dengan volume besar sangat disarankan, misalnya dengan dimensi panjang 100 cm, lebar 70 cm, dan tinggi 70 cm. Kapasitas air yang mencapai sekitar 500 liter memberikan ruang gerak yang luas sekaligus menjaga kualitas air agar tidak cepat berubah.

Semakin besar volume air, semakin lambat perubahan suhu dan kadar kimia air terjadi. Hal ini memberikan waktu bagi ikan untuk menyesuaikan diri tanpa perlu kaget dengan fluktuasi lingkungan yang drastis. Ruang yang lega juga membantu mengurangi sifat teritorial antar ikan saat mereka mulai pulih dan beraktivitas kembali.

Filtrasi menjadi hal sangat penting dari kehidupannya di dalam aquarium. Untuk ikan jenis ini, sistem penyaringan perlu dipersiapkam secara matang jauh sebelum ikan datang. Penggunaan media filter berkualitas tinggi seperti kashmir mat dan berbagai jenis media biologis membantu memastikan air tetap jernih dan bebas dari zat berbahaya.

Penyaringan yang efektif akan menyediakan tempat tinggal bagi bakteri baik. Susunan media filter diatur sedemikian rupa agar aliran air menyentuh seluruh permukaan media biologis secara merata. Dengan filtrasi yang kuat, beban limbah dari sisa metabolisme ikan dapat teratasi dengan baik sehingga air tetap sehat bagi penghuninya.

Hal yang sering terlupakan adalah pengaturan cahaya, dikarenakan ikan yang baru datang dari perjalanan gelap di dalam kotak kargo akan sangat sensitif terhadap cahaya terang. Sangat disarankan untuk menggunakan lampu dengan intensitas yang dapat diatur atau tidak terlalu menyilaukan.

Pencahayaan yang redup memberikan rasa aman untuk Wild Discus karena di habitat aslinya, ikan-ikan cantik ini terbiasa berlindung di bawah naungan pohon atau akar-akar kayu di air yang cenderung gelap. Dengan menyediakan suasana yang tenang dan tidak terlalu terang, ikan akan merasa lebih terlindungi dan tidak mudah kaget saat ada gerakan di sekitar aquarium.

Meskipun aspek estetika menarik untuk diperhatikan, fungsionalitas tetap menjadi prioritas. Pada masa adaptasi, aquarium sebaiknya dibiarkan sederhana namun tetap memenuhi kebutuhan dasar ikan. Penempatan peralatan seperti termometer dan pemanas air perlu dipastikan berada di posisi yang tepat agar suhu tetap terjaga konsisten di angka yang menyerupai perairan Amazon.

Persiapan fisik aquarium ini menjadi pondasi sebelum melangkah ke tahap berikutnya, yaitu menghidupkan ekosistem air melalui siklus biologi. Dengan hunian yang sudah stabil, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa air tersebut benar-benar siap secara kimiawi untuk menyambut kedatangan raja aquarium air tawar ini.

Setelah bentuk fisik aquarium dan sistem filtrasi terpasang dengan rapih, langkah selanjutnya adalah menghidupkan air di dalamnya. Air yang jernih secara visual belum tentu aman bagi Wild Discus. Ikan tangkapan alam membutuhkan air yang sudah "matang", artinya air tersebut sudah mengandung koloni bakteri baik yang siap mengolah limbah menjadi zat yang tidak beracun.

Proses mematangkan air dikenal dengan istilah cycling diamana dalam sistem filtrasi, perlu dibangun koloni bakteri nitrifikasi. Bakteri ini bertugas mengubah amonia menjadi nitrit, lalu mengubahnya lagi menjadi nitrat yang lebih aman. Tanpa adanya bakteri ini, amonia akan menumpuk dengan cepat dan bisa meracuni ikan hanya dalam hitungan jam.

Untuk mempercepat proses ini, penggunaan starter bakteri sangat membantu. Bakteri tersebut dimasukkan ke dalam air agar segera menempel pada media filter biologis yang sudah disiapkan. Proses ini idealnya dilakukan minimal dua minggu sebelum ikan dijadwalkan tiba, sehingga saat ikan masuk, sistem pertahanan biologi air sudah bekerja dengan maksimal.

Bakteri adalah makhluk hidup yang membutuhkan asupan agar tidak mati. Karena aquarium masih kosong dan belum ada ikan yang menghasilkan kotoran, bakteri perlu diberi "makan" secara manual. Teknik yang bisa digunakan adalah dengan menambahkan bubuk amonia secara berkala, misalnya setiap tiga atau lima hari sekali.

Dengan memberikan asupan amonia dalam dosis kecil, koloni bakteri akan terus berkembang biak dan tetap aktif. Meskipun aquarium terlihat kosong tanpa penghuni, sebenarnya di dalam filter sedang terjadi aktivitas biologi yang sangat padat. Hal ini memastikan bahwa ketika beban limbah tiba-tiba muncul saat ikan dilepaskan, pasukan bakteri sudah siap dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kualitas air tetap stabil.

Tantangan lain dalam mendatangkan ikan dari luar negeri adalah ketidakpastian jadwal. Terkadang pengiriman tertunda karena masalah dokumen atau faktor alam seperti musim kemarau di Amazon. Jika terjadi penundaan hingga berminggu-minggu, perawatan air terus berlanjut. Air tetap selalu dijalankan dalam sistem filtrasi dan pemberian "makan" bakteri tetap dilakukan agar ekosistem tidak mati di tengah jalan.

Pemberian asupan amonia ini sebaiknya dihentikan sekitar satu hingga satu setengah minggu sebelum ikan benar-benar terbang dari Brazil. Langkah ini bertujuan agar sisa-sisa amonia manual yang dimasukkan sudah benar-benar habis terurai oleh bakteri, sehingga air berada dalam kondisi paling murni saat ikan datang.

Kunci dari keberhasilan ini tentunya adalah kesabaran. Membiarkan air berputar tanpa ikan selama berminggu-minggu mungkin terasa membosankan, namun inilah rahasia di balik kesehatan Wild Discus. Air yang sudah matang akan memberikan efek tenang bagi ikan. Mereka tidak perlu lagi berjuang melawan racun air di saat fisik mereka sedang lemah akibat perjalanan jauh. Dengan air yang sudah "hidup", proses pemulihan ikan akan berjalan jauh lebih cepat dan lancar.

Keberhasilan memelihara Wild Discus tidak hanya bergantung pada kualitas air, tetapi juga pada bagaimana cara mendukung kebiasaan alami mereka. Salah satu aspek yang paling menonjol dari ikan ini adalah cara mereka mengonsumsi makanan. Berbeda dengan ikan hias lain yang sangat agresif saat melihat pakan, jenis tangkapan alam ini cenderung lebih tenang dan perlahan dalam menikmati setiap butiran nutrisi yang diberikan.

Karena sifatnya yang tenang saat makan, arus air di dalam aquarium bisa menjadi kendala. Arus yang terlalu kuat akan membuat pakan cepat tersedot ke dalam lubang filter atau tersebar ke sudut-sudut yang sulit dijangkau oleh ikan. Untuk mengatasi hal ini, penggunaan teknologi pompa yang punya fitur jeda otomatis sangat membantu.

Fitur ini memungkinkan pompa berhenti bekerja selama waktu tertentu, misalnya sekitar 15 menit, saat proses pemberian pakan dimulai. Dengan air yang tenang tanpa arus, pakan akan turun secara perlahan atau diam di satu area. Hal ini memberikan kesempatan bagi ikan untuk mendekat dan makan dengan nyaman tanpa perlu mengejar makanan yang hanyut terbawa arus. Setelah waktu jeda selesai, pompa akan menyala kembali secara otomatis untuk membersihkan sisa-sisa partikel kecil yang tidak termakan.

Perlin juga untuk diketahui  bahwa Wild Discus adalah pemakan yang sangat berhati-hati. Mereka seringnya memperhatikan makanan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengambilnya. Di habitat aslinya, ikan ini mencari makan di celah-celah kayu atau di dasar sungai yang tenang. Kebiasaan ini terbawa hingga ke dalam aquarium rumah.

Jika arus tetap menyala kencang, ikan mungkin akan merasa malas atau kesulitan untuk bersaing dengan gerakan air. Dengan mematikan arus sementara, suasana aquarium menjadi lebih menyerupai kondisi kolam tenang di Amazon. Hal ini sangat efektif untuk memicu nafsu makan ikan yang baru saja melewati masa stres perjalanan, karena mereka merasa lingkungan sekitar cukup aman untuk melakukan aktivitas makan.

Meskipun pompa berhenti sementara, pengawasan tetap diperlukan. Pakan yang diberikan sebaiknya sesuai dengan porsi yang bisa dihabiskan selama masa jeda tersebut. Karena ikan ini makan secara lambat, pemberian pakan dalam jumlah sedikit namun sering jauh lebih baik daripada memberikan porsi besar sekaligus.

Sisa makanan yang tidak habis setelah pompa menyala kembali akan segera ditarik oleh sistem filtrasi yang kuat. Inilah mengapa perpaduan antara teknologi pompa yang bisa dijeda dengan sistem filtrasi biologis yang pas menjadi sangat penting. Keduanya bekerja sama untuk memastikan ikan mendapatkan nutrisi maksimal tanpa mengorbankan kebersihan air.

Memahami perilaku unik ini dan mendukungnya dengan peralatan yang tepat akan membuat masa adaptasi menjadi lebih singkat. Ikan yang bisa makan dengan tenang adalah ikan yang memiliki peluang lebih besar untuk segera pulih, memiliki warna yang cerah, dan tumbuh dengan sehat di lingkungan barunya.

Setelah semua persiapan teknis di dalam aquarium selesai, saat yang paling dinantikan sekaligus yang paling menantang, yaitu kedatangan ikan. Fase ini merupakan jembatan antara kondisi ekstrem selama perjalanan hari dengan lingkungan baru yang sudah disiapkan. Penanganan yang lembut dan tenang sangat menentukan apakah ikan bisa segera pulih atau justru mengalami guncangan fisik yang lebih parah.

Begitu kotak kiriman dibuka, langkah pertama bukan langsung mengeluarkan ikan, melainkan melakukan pengamatan cepat. Air di dalam kantong plastik biasanya akan terlihat keruh dan memiliki aroma yang tajam akibat penumpukan amonia selama di pesawat. Tingkat oksigen di dalam kantong juga sudah berada di level terendah.

Penting untuk tetap bersikap tenang dan tidak terburu-buru, lalu amati pergerakan ikan apakah masih mampu menjaga posisi tubuh dengan tegak atau sudah terlihat sangat lemas di dasar kantong. Pengamatan ini memberikan gambaran seberapa cepat proses penyesuaian perlu dilakukan. Jika kondisi ikan terlihat sangat kritis, proses pemindahan mungkin perlu dilakukan dengan sedikit lebih cepat namun tetap penuh kehati-hatian.

Perbedaan suhu dan parameter kimia antara air di dalam kantong dengan air di aquarium bisa menjadi ancaman serius. Proses penyesuaian atau aklimatisasi dilakukan untuk menyamakan kondisi tersebut secara perlahan. Kantong plastik berisi ikan biasanya diletakkan terapung di permukaan air aquarium selama beberapa waktu agar suhu di dalam plastik perlahan-lahan mengikuti suhu aquarium.

Setelah suhu mulai seimbang, air aquarium dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam kantong plastik. Langkah ini membantu ikan untuk mulai merasakan perubahan pH dan kesadisan air secara bertahap. Jangan pernah mencampurkan air bekas perjalanan dari dalam kantong ke dalam aquarium yang sudah matang. Air bekas tersebut penuh dengan bakteri sisa perjalanan dan zat sisa metabolisme yang bisa merusak ekosistem aquarium yang sudah dibangun dengan susah payah.

Saat ikan dirasa sudah cukup beradaptasi dengan campuran air tersebut, mereka bisa mulai dipindahkan menggunakan serokan yang lembut atau dengan tangan yang sangat bersih. Lepaskan ikan ke dalam aquarium dengan gerakan perlahan. Biasanya, ikan akan langsung berenang ke sudut yang paling gelap atau berdiam diri di dekat dasar untuk mengamati lingkungan sekitar.

Lampu aquarium sebaiknya tetap dimatikan selama beberapa jam hingga satu hari penuh setelah ikan masuk. Suasana gelap akan membantu menenangkan ikan dan mengurangi rasa takut terhadap lingkungan baru. Jangan terburu-buru memberikan makanan dan biarkan ikan beristirahat total untuk memulihkan tenaga dari perjalanan udara.

Pada hari pertama, interaksi dengan aquarium perlu dikurangi seminimal mungkin. Cukup lakukan observasi dari jarak jauh untuk memastikan tidak ada ikan yang mengalami kesulitan bernapas atau stres yang berlebihan. Dengan memberikan ketenangan penuh pada fase awal kedatangan, Wild Discus akan memiliki kesempatan terbaik untuk memulai hidup baru mereka dengan sehat dan kuat di rumah yang telah disiapkan secara istimewa.

Setiap tahap, mulai dari memahami beratnya perjalanan ikan hingga membangun ekosistem bakteri di dalam filter, merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kesabaran dalam masa cycling air selama berminggu-minggu terbukti menjadi investasi terbaik bagi keselamatan ikan. Air yang matang secara biologis akan menjadi pelindung alami bagi ikan yang sedang dalam kondisi lemah pasca pengiriman internasional.

Penggunaan teknologi pendukung seperti sistem filtrasi yang kuat dan manajemen pompa yang cerdas juga memberikan kemudahan bagi ikan untuk kembali ke sifat alaminya. Dengan memberikan ketenangan saat jam makan dan lingkungan yang minim fluktuasi, proses pemulihan stres dapat berjalan jauh lebih singkat.

Dengan menerapkan langkah-langkah praktis yang telah diuraikan, peluang ikan untuk tumbuh sehat dan menampilkan warna aslinya menjadi jauh lebih besar. Ikan yang dirawat dengan persiapan matang akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit serta lebih mudah beradaptasi dengan perubahan cuaca atau lingkungan di masa depan. Memelihara ikan tangkapan alam memang penuh tantangan, namun kepuasan saat melihatnya berenang dengan tenang di dalam aquarium yang sudah stabil adalah imbalan yang tak ternilai. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan April 2026

Sabtu, 28 Maret 2026

Farm discus di Kediri Gayam Gurah Kediri

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Dunia Hobi yang diupload pada tanggal 8 Mei 2025 dengan judul " Cara Mudah Ternak Ikan Discus || Perawatan Bibit Ikan Discus".  

Memulai budidaya ikan discus bisa dimulai dari langkah sederhana seperti yang dilakukan oleh Narasumber Bapak Eko Santoso yang memulai hobinya dengan 14 ekor ikan discus pemberian teman, lalu belajar sendiri cara penjodohannya. Ikan discus mulai bisa dijodohkan saat berumur sekitar satu tahun. Aquarium penjodohan yang digunakan adalah yang berukuran 1 meter x 50 cm x 50 cm. Tanda ikan sudah berjodoh adalah ketika dua ekor ikan selalu berenang bersama kemanapun pergi.

Setelah pasangan berjodoh, pindahkan ke aquarium khusus berukuran sekitar 45 cm  atau 50 cm kubik untuk proses pemijahan. Tempat menempelkan telur bisa menggunakan paralon atau cone. Ikan discus yang akan bertelur menunjukkan tanda tubuh bergetar dan sering mematuk-matuk media tersebut. Telur biasanya menetas dalam waktu tiga hari, dan indukan tidak boleh dipisah karena pasangan ini menjaga telur hingga menetas.

Setelah menetas selama tujuh hari, anak ikan mulai bisa berenang bebas dan menempel pada tubuh induknya untuk memakan lendir, yang disebut fase "nyusu". Pada usia tiga sampai empat hari setelah bisa berenang, anak ikan mulai diajarkan makan dengan Artemia, yaitu tetasan telur udang. Ketika anakan ikan sudah bisa makan mandiri, misalnya cacing sutra, anakan ikan bisa dipisahkan dari induknya.

Ketenangan sangat penting saat induk menggendong anaknya, dan hindari mengetuk kaca aquarium karena bisa membuat induk stres dan berisiko memakan atau membunuh anaknya sendiri. Kualitas air juga perlu diperhatikan. Farm ini menggunakan air sumur yang diendapkan di tandon tanpa filter rumit atau air PDAM. Pembersihan kotoran dilakukan setiap hari dengan cara siphon. Sementara pemberian pakan cukup dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, terutama bagi peternak yang memiliki pekerjaan lain.

Menurut tips yang dijelaskan tentang perbedaan ikan betina dan jangan yaitu pada ikan discus jantan memiliki sirip atas dan bawah yang lancip serta "dasi" yang mekar dan terlihat gagah. Sedangkan betina memiliki sirip atas dan bawah yang cenderung membulat dan dasi yang tidak terlalu mekar.

Kesuksesan budidaya ikan discus dimulai dari tindakan kecil yang konsisten, dari skala kecil dan belajar perlahan akan membantu memahami proses budidaya dengan baik. Dengan perawatan yang tepat dan perhatian pada kondisi lingkungan, budidaya ikan discus bisa berjalan lancar dan menghasilkan ikan yang sehat. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Maret 2026

Minggu, 24 Agustus 2025

Pesona ikan discus hybrid calico

Ikan discus calico adalah salah satu varian ikan hias air tawar yang paling dicari dan dihargai. Dijuluki sebagai "Raja Aquarium", ikan discus memang terkenal dengan beragam varian seperti discus calico yang berhasil membawa keindahan itu ke level yang berbeda, menjadikannya primadona di dalam aquarium saat ini.


Nama "calico" sendiri kemungkinan besar diambil dari motif kucing calico yang memiliki kombinasi warna acak. Pola ini membuat setiap ikan calico memiliki keunikan tersendiri dan agak berbeda dengan varian discus lain yang seringkali memiliki warna solid atau pola garis yang teratur, calico memiliki corak seperti sebuah lukisan abstrak yang mengesankan.

Seperti diketahui ikan discus ini bukanlah hasil tangkapan liar dari habitat aslinya di Sungai Amazon, melainkan dari proses pembiakan selektif (selective breeding) yang ketat, dan proses pembiakan membutuhkan waktu bertahun-tahun dan keahlian khusus dari para breeder untuk menghasilkan genetik dengan kombinasi warna yang diinginkan.

Menurut admin sendiri perpaduan warna seperti merah dan putih yang tersebar secara tidak beraturan di tubuh ikan inilah yang menjadi daya tarik utamanya. Popularitas ikan discus calico memang bersifat khusus (niche), karena fokus pada komunitas kolektor dan hobiis yang menghargai keunikan dan nilai estetika.

Ikan discus yang ditampilkan dalam video diatas adalah contoh yang bagus dari variasi calico. Variasi ini dikenal dengan perpaduan warna yang unik, yang ditunjukkan oleh ikan ini dengan warna putih dan oranye cerah pada wajah dan tubuhnya. Warna-warna ini memberikan kontras dan membuat ikan ini terlihat sangat menarik. Memelihara varian langka tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi penghobies discus. 

Di Indonesia, ikan discus calico sudah tersedia dan bisa ditemukan di beberapa toko ikan hias spesialis atau melalui breeder dicsus lokal. Harganya pun bervariasi, tergantung pada ukuran ikan, kejelasan dan keunikan polanya, serta kondisi kesehatannya. Dengan perawatan yang sesuai, pesona dari ikan discus calico akan menjadi investasi keindahan di dalam aquarium untuk menampilkan keunikannya. 

Keindahan sisiknya membuat permintaan dari pasar hobiis ikan hias, baik di dalam maupun luar negeri. Saat permintaan melebihi pasokan, harga ikan berukuran 3 inci ini sering dianggap sebagai "bibit" potensial yang akan tumbuh menjadi ikan discus dewasa yang lebih besar dan lebih mahal yang tentunya menarik bagi para kolektor. 

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Agustus 2025

Jumat, 04 Juli 2025

Tips dan trik memelihara Ikan discus burayak 1 Cm

Review video youtube kali ini dari channel ecoaquatish berjudul "Tips Dan Trik Memelihara Ikan Discus Burayak 1 Cm Di Bak" yang diuplioad pada tanggal 6 Agustus 2022. Dalam video ini berisi tips dan trik memelihara ikan discus dari ukuran burayak 1 cm di dalam bak hingga dipindahkan ke aquarium setelah berumur tiga bulan, menariknya video sangat berurutan dari awal pemeliharan sampai ikan discus yang dipelihara dipindah dalam aquarium lain untuk ikan yang sudah besar, dan video ini sangat cocok bagi penghobies discus pemula. 

Memelihara ikan discus dari tahap burayak hingga dewasa memerlukan perhatian yang khusus, terutama bagi pemula yang baru mulai mengenal dunia ikan hias. Video ini memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana cara membesarkan discus berukuran 1 cm di dalam bak hingga akhirnya siap dipindahkan ke aquarium setelah berumur tiga bulan. 

Proses video yang diabadikan dalam dokumentasi ini membantu memahami setiap langkah perawatan dan tantangan yang mungkin muncul selama pemeliharaan.

Dalam video, sejak awal ikan discus anakan sempat dicampur dengan ikan discus dewasa, tetapi langsung menghadapi masalah karena terus dikejar-kejar. Situasi ini menunjukkan bahwa perbedaan ukuran dalam satu wadah bisa berdampak pada kenyamanan serta pertumbuhan ikan yang lebih kecil. 

Selain itu, ikan red melon yang sebelumnya dipelihara dalam aquascape hanya bertahan satu ekor sebelum akhirnya dipindahkan ke wadah ember yang dilengkapi aerator. Pemindahan ini dilakukan untuk menyesuaikan lingkungan dengan kebutuhan discus, mengingat aquascape memiliki kondisi yang kurang cocok untuk perkembangan ikan ini.

Penggunaan aerator dalam wadah kecil menimbulkan tantangan lain yaitu arus yang dihasilkan menyebabkan kotoran ikan terus terombang-ambing tanpa terkumpul di satu titik, yang berpotensi mengganggu kebersihan dan kualitas air. Untuk mengatasi hal ini, dibuatlah aerator sekaligus sebagai filter yang berfungsi mengurangi arus air sekaligus membantu mengumpulkan kotoran di bagian bawah bak. Dengan adanya sistem ini, kondisi air lebih stabil dan ikan bisa tumbuh dengan lebih optimal.

Selama tiga bulan pertama, perawatan ikan discus dilakukan dengan metode yang cukup sederhana namun harus konsisten. Bak ikan ditempatkan di posisi yang lebih tinggi seperti di atas meja atau bangku, sehingga memudahkan pemantauan dan perawatan. Pergantian air menjadi rutinitas utama, dilakukan setiap tiga hari sekali dengan volume sekitar 50 persen. 

Sambil mengganti air, kotoran ikan disifon menggunakan alat buatan sendiri agar lingkungan tetap bersih. Kapas filter juga dibersihkan secara berkala untuk menjaga kualitas air, sementara air baru yang digunakan selalu diendapkan selama tiga hari sebelum dimasukkan ke dalam bak.

Setelah tiga bulan, ikan discus mulai mengalami keterbatasan ruang, sehingga dipindahkan ke aquarium yang lebih besar. Saat proses adaptasi ini berlangsung, beberapa langkah dilakukan untuk membantu ikan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Lampu aquarium dimatikan pada tahap awal, dan jika discus terlihat berkumpul di satu sudut terlalu lama, pencahayaan diredupkan agar ikan lebih cepat beradaptasi dan mulai menjelajahi tempat baru.

Dalam pemeliharaan discus, faktor lingkungan menjadi pertimbangan penting. Salah satu alasan discus tidak ditempatkan di aquascape adalah karena suhu yang lebih dingin dan risiko ikan loncat keluar serta pencahayaan yang dapat menyebabkan stres. Faktor-faktor ini berpengaruh terhadap kenyamanan ikan dalam jangka panjang.

Selain lingkungan, pola makan juga menjadi aspek yang diperhatikan. Meskipun tubuhnya terlihat tipis, discus ternyata memiliki nafsu makan yang tinggi. Pemberian makanan secara teratur berperan dalam mendukung pertumbuhan optimal dan mengurangi risiko stres akibat kekurangan pakan. 

Menariknya, menurut admin ikan discus anakan memiliki pertumbuhan yang cukup cepat, tetapi setelah mencapai ukuran 10 cm, laju pertumbuhannya mulai melambat dan lebih berfokus pada pembentukan warna tubuh. Selain itu, ketersediaan ruang yang cukup turut mempercepat proses pertumbuhan.

Dengan urutan yang jelas dan dokumentasi yang sistematis, video ini memberikan wawasan bagi pemula yang ingin memahami cara membesarkan discus dari burayak hingga tahap dewasa. Proses yang ditampilkan menunjukkan bahwa meskipun perawatannya cukup mudah, konsistensi dan perhatian terhadap kondisi lingkungan menjadi kunci utama agar ikan dapat tumbuh dengan baik.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Juli 2025

Selasa, 10 Juni 2025

Kenapa ikan discus sehat di malam hari tapi mati di pagi hari?

Dalam dunia pemeliharaan ikan hias, ikan discus memiliki daya tarik tersendiri. Bentuk tubuh yang unik, warna yang beragam, serta pola berenang yang anggun membuat ikan ini menjadi pilihan bagi banyak penghobies. Namun, dibalik keindahannya, discus dikenal sebagai ikan yang cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan, sehingga perawatannya membutuhkan perhatian khusus. Video dari channel youtube Rumah Discus, berjudul "Tragedis Misterius: Kenapa Ikan Discus Saya Sehat di Malam Hari tapi Pagi-Pagi Sudah Mati?", yang diupload pada tanggal 8 Juni 2024 ini membahas salah satu fenomena yang cukup sering terjadi di kalangan pemelihara ikan discus.  

Dalam video tersebut, admin menceritakan pengalaman pribadi ketika ikan discus yang terlihat sehat di malam hari tiba-tiba mati keesokan paginya. Kejadian ini tentu menimbulkan pertanyaan, terutama bagi yang telah berusaha menjaga kondisi aquarium sebaik mungkin. Ikan discus memang dikenal sebagai ikan yang cukup rentan terhadap perubahan lingkungan dan faktor stres, sehingga kematian mendadak seperti ini bukanlah hal yang mengejutkan bagi pemelihara yang sudah lama berkecimpung dalam dunia discus. Namun, bagi pemula, fenomena ini bisa menimbulkan kebingungan dalam pemeliharaannya.  

Salah satu faktor yang dibahas dalam video adalah pengaruh genetik terhadap kesehatan ikan. Banyak orang yang membeli ikan discus dengan hanya melihat kondisi fisiknya tanpa mempertimbangkan riwayat genetiknya. Padahal, faktor genetik dapat menjadi salah satu penyebab utama mengapa ikan discus yang tampak sehat pada awalnya dapat mengalami kematian mendadak dalam waktu singkat. Admin juga menjelaskan bahwa ada kasus di mana ikan discus yang dibeli dalam kondisi baik ternyata mati dalam hitungan hari, kemungkinan besar disebabkan oleh gen yang kurang baik. 

Kombinasi gen dari indukan yang berbeda, seperti persilangan antara red melon dan golden, dapat menghasilkan keturunan yang lebih lemah dibandingkan dengan ikan discus dari indukan yang sejenis. Akibatnya, meskipun ikan tampak tumbuh dengan baik di lingkungan tertentu, saat mengalami perubahan kondisi air atau pemindahan ke akuarium lain, mereka lebih rentan terhadap stres dan berujung pada kematian mendadak.  

Selain faktor genetik, stres juga menjadi penyebab utama yang sering kali tidak disadari oleh pemelihara ikan discus. Ikan discus adalah ikan yang hidup berkelompok, sehingga jumlah ikan dalam akuarium dapat berpengaruh besar terhadap tingkat stres yang mereka alami. Jika ikan discus dipelihara dalam jumlah kecil, ada kemungkinan mereka merasa tidak nyaman dan mengalami stres, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap masalah kesehatan. Salah satu tanda yang dapat diperhatikan adalah perubahan perilaku, dimana ikan discus yang stres cenderung diam dan kurang aktif.

 Jika tanda-tanda stres terlihat, pemelihara dapat mengambil beberapa langkah untuk membantu mengurangi tingkat stres pada ikan, seperti meningkatkan aerasi dengan memperbesar aerator serta mengurangi jumlah pakan yang diberikan. Bahkan dalam kondisi tertentu, puasa sementara bisa menjadi salah satu cara yang dianjurkan untuk membantu ikan beradaptasi dengan lingkungan barunya.  

Video ini juga menjelaskan pentingnya mengetahui riwayat genetik ikan discus sebelum membelinya. Menanyakan informasi mengenai asal-usul indukan ikan kepada kepada penjual dapat membantu pemelihara memahami karakteristik dan daya tahan ikan yang dibeli. Sebagai contoh, ikan discus dari satu indukan yang sama, seperti red melon dengan red melon, cenderung memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan dengan hasil persilangan yang kurang stabil. Dengan memahami faktor-faktor ini, pemelihara bisa mengambil keputusan lebih bijak dalam memilih ikan yang lebih kuat dan tahan terhadap perubahan lingkungan.  

Selain membahas kasus ini, channel Rumah Discus juga memiliki berbagai video lain yang mengupas tentang perawatan ikan discus, termasuk cara menjaga kualitas air aquarium, pemilihan pakan yang tepat, serta bagaimana mengatasi berbagai masalah kesehatan yang umum terjadi pada discus. Video ini dapat menjadi referensi tambahan bagi pemelihara yang ingin memahami lebih dalam tentang cara merawat ikan discus agar tetap sehat dan bertahan lebih lama di lingkungan barunya. 

Semoga infonya bermanfaat. 


Kuningan Juni 2025

Rabu, 28 Mei 2025

Pantau ikan discus di sentra ikan hias Kelapa Gading

Bagi para penghobies ikan discus, mencari varietas impian dengan harga terbaik adalah sebuah petualangan tersendiri. Video dari channel youtube Emerald Discus, yang diupload pada tanggal 9 Desember 2024 dengan judul "Pantau Harga Dan Kualitas Ikan Discus Di Kelapa Gading, Jakarta Utara", dalam video ini eksplorasi ke Jalan Pelepah Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, merupakan lokasi yang dikenal sebagai sentra ikan hias di Kelapa Gading. 


Perjalanan pencarian ikan discus dimulai dengan menyusuri deretan toko-toko ikan hias. Di sepanjang jalan, banyak toko yang menjual berbagai jenis ikan untuk aquascape, namun lapak khusus discus belum ditemukan. Pencarian kemudian mengarah ke Blok C dan Blok D, di mana suasana pasar ikan semakin ramai dengan berbagai pilihan bagi para pengunjung. Setelah berbincang dengan beberapa orang sekitar, akhirnya lapak ikan discus yang dikelola oleh Mas Aris ditemukan di Blok E

Berbagai jenis ikan hias tersedia dengan harga dan ukuran yang beragam. Untuk ukuran 2 inch, jenis Blue Diamond cocok untuk pemula dengan harga Rp. 60.000. Sedikit lebih besar, Pigeon Yellow berukuran 2,5 inch dijual Rp. 150.000. Marlboro Yellow, Red Melon, dan Sun Merah dengan ukuran serupa juga dibanderol Rp. 150.000, sementara Red Melon yang lebih kecil dihargai Rp100.000, dengan versi lebih besar mencapai Rp250.000. 

Red Sun dan Alenquer dijual seharga Rp400.000, dengan Alenquer tampak lebih gelap di kondisi tanpa lampu. Jenis Alenquer dengan ukuran lebih kecil dan kondisi lebih gelap tersedia dengan harga Rp. 250.000. Leopard Ring semi HB, dengan totol dan ring khas, dihargai Rp. 350.000. Beberapa indukan tanpa pasangan juga tersedia, dengan saran membeli beberapa ekor agar mereka berpasangan di rumah. Untuk kategori berkualitas tinggi, Blue Cobalt HB dan San Merah mencapai Rp. 1.200.000 per ekor, dengan kemungkinan sudah berpasangan, sedangkan Blue Cobalt yang belum berpasangan dijual Rp. 600.000.

Dalam video tersebut, admin juga membahas tantangan dalam memelihara ikan discus di aquarium aquascape. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah kontras warna pasir dengan warna ikan, yaitu membahas kendala memelihara discus di aquascape dengan dasar pasir, terutama perbedaan suhu air yang bisa menjadi tantangan tersendiri. Ia menyarankan jenis discus berwarna biru atau gelap lebih cocok untuk aquascape dengan dasar pasir agar kontras pasir tidak terlalu mencolok . 

Eksplorasi yang dilakukan dalam video ini memberikan wawasan menarik tentang pasar ikan discus di Jakarta. Dengan banyaknya pilihan jenis, harga yang beragam serta informasi berguna lainnya, kunjungan ini menjadi referensi berharga bagi para kolektor dan penghobies ikan hias.  

Video ini ditutup dengan ucapan terima kasih dan salam discus dari admin, dengan janji untuk bertemu di video discus berikutnya. Kunjungan ini memberikan gambaran yang jelas dan terkini mengenai dinamika pasar ikan discus di salah satu sentra ikan hias terbesar di Jakarta, menawarkan wawasan berharga bagi para kolektor dan penghobies. Untuk lebih lengkapnya rekan pembaca bisa menonton videonya untuk melihat kondisi fisik ikan. 

Bagi yang tertarik untuk berkunjung, lapak Mas Aris berlokasi di Jalan Pelepah Raya Nomor 81, Blok E, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan dapat dihubungi melalui nomor telepon 083870767148. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2025  

Selasa, 20 Mei 2025

Cara agar burayak discus tidak mrethel

Artikel review video youtube kali ini adalah tentang pemeliharaan burayak ikan discus adalah salah satu bagian paling menantang yang membutuhkan perhatian ekstra. Elvanno Andrian, seorang kreator di youtube, menghadirkan sebuah video yang berjudul "DISCUS || Lakukan Ini !!! Cara Agar Burayak Discus Tidak Mrethel", yang diupload pada tanggal 6 Januari 2023. Video ini memberikan wawasan bagi para penghobies ikan discus, terutama bagi yang ingin burayak tumbuh sehat dan tidak mengalami masalah mrethel istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan burayak yang tidak berkembang dengan baik.

Menurutnya salah satu faktor utama yang ditekankan dalam video ini adalah kualitas air yang harus selalu terjaga. Ia juga menyarankan agar air dalam awuarium burayak discus diganti dua kali sehari secara rutin guna menghindari penumpukan zat berbahaya serta menjaga kejernihan air. 

Air yang tercemar dapat menyebabkan burayak mengalami stres, sehingga berisiko tinggi mengalami pertumbuhan yang terhambat. Selain mengganti air secara berkala, pemelihara juga perlu memastikan bahwa suhu air berada pada kisaran yang ideal. 

Dalam video ini juga menjelaskan bahwa suhu air yang optimal untuk burayak discus adalah sekitar 28 derajat Celcius, yang bisa dicapai dengan bantuan heater jika diperlukan. Suhu yang terlalu dingin dapat meningkatkan risiko burayak terkena jamur atau penyakit lainnya, sehingga menjaga stabilitas suhu adalah langkah penting yang harus diperhatikan.

Selain kualitas dan suhu air, pemberian pakan juga menjadi perhatian dalam vlog ini. Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pemula adalah memberi makan dalam jumlah berlebihan, yang justru dapat mencemari air dan menurunkan kualitasnya.

Ia juga menekankan bahwa pemberian pakan yang ideal adalah dua kali sehari, dengan jumlah yang cukup untuk dikonsumsi burayak tanpa meninggalkan sisa berlebih. Jika pakan habis dalam waktu singkat, pemelihara dapat menambahkannya sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan. 

Pakan yang tidak dimakan akan mengendap di dasar aquarium dan menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya, oleh karena itu langkah selanjutnya yang disarankan dalam vlog video ini adalah membersihkan dasar aquarium sebelum memberi makan, agar lingkungan tetap steril dan bebas dari kontaminasi yang bisa mengganggu kesehatan burayak.

Ia juga memberikan informasi penting terkait penggunaan acriflavine, yaitu obat ikan hias yang sering digunakan untuk mencegah penyakit pada burayak discus. Ia menyarankan agar acriflavine diteteskan setelah pergantian air atau saat memberi makan guna meningkatkan ketahanan burayak terhadap berbagai penyakit yang bisa muncul di tahap awal pertumbuhannya. 

Ini merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat membantu memastikan burayak tetap sehat dan tumbuh secara optimal. Selain itu, pemelihara juga harus menjaga jadwal pemberian pakan secara konsisten, yaitu dua kali sehari, pada pagi dan sore hari, agar burayak memiliki waktu yang cukup untuk mencerna makanan dengan baik.

Dengan pengalaman dan berbagai tips yang mudah dipraktekkan, vlog video ini menjadi informasi yang sangat berguna bagi siapa saja yang ingin sukses dalam membudidayakan ikan discus, juga solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh penghobies. Bagi yang sedang menjaga kesehatan burayak discus menonton vlog video ini bisa menjadi langkah awal yang tepat dalam memahami berbagai aspek penting dalam pemeliharaan ikan discus. 

Dengan menerapkan semua metode yang dijelaskan dalam vlog video pemelihara ikan discus dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam membesarkan burayak hingga tahap pertumbuhan yang lebih optimal. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2025

Jumat, 16 Mei 2025

Pelet ikan discus Hikari Tropical Discus Bio-Gold

Dalam dunia pemeliharaan ikan hias, pemilihan makanan yang tepat menjadi faktor penting untuk memastikan ikan mendapatkan nutrisi yang cukup, tumbuh dengan sehat serta mempertahankan keindahan warnanya. Salah satu ikan hias yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemberian makanan adalah ikan discus

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan discus secara optimal, Hikari Tropical Discus Bio-Gold hadir sebagai pakan premium dengan formula khusus yang telah dikembangkan melalui penelitian dan teknologi canggih. Produk ini dirancang untuk meningkatkan kesehatan ikan, mempertahankan warna cerah dan memastikan ikan memiliki sistem imun yang kuat sehingga dapat hidup lebih lama dalam pemeliharaan di aquarium. 

Salah satu keunggulan dari produk adalah kemasan yang praktis dan inovatif. Berbeda dengan pakan biasa, produk ini hadir dalam bentuk pelet yang mudah dikeluarkan dari kemasan, sehingga memudahkan pengguna untuk memberikan jumlah pakan yang tepat tanpa menyebabkan pemborosan. Selain itu, kepraktisan kemasan ini juga membantu menjaga kualitas pakan agar tetap segar dan bebas dari kontaminasi. Bagi pemilik ikan hias, memberikan jumlah makanan yang sesuai sangat penting agar ikan discus tidak mengalami masalah pencernaan dan pertumbuhan yang kurang optimal.

Teknologi bio-canggih yang diterapkan dalam produk ini menjadi faktor utama yang membedakan dari pakan ikan lainnya. Salah satu tantangan utama dalam pemeliharaan ikan discus adalah mempertahankan warna cerahnya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan warna ikan memudar, termasuk nutrisi yang tidak seimbang dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Produk unggulan ini menawarkan solusi melalui kandungan karotenoid sintetis yang telah diformulasikan secara bio-kimiawi untuk meningkatkan kecerahan warna tanpa mengubah rona kebiruannya. Dengan nutrisi yang tepat, ikan discus dapat mempertahankan keindahan warna alaminya lebih lama, membuatnya terlihat lebih mempesona di dalam aquarium.

Selain meningkatkan warna ikan, formulasi nutrisi dalam produk ini juga membantu menjaga kesehatan optimal ikan discus. Kandungan protein kasar sebesar minimal 50 persen akan mendukung pertumbuhan ikan secara maksimal, membantu pembentukan otot serta meningkatkan energi ikan agar tetap aktif. Lemak kasar yang terdapat dalam pakan ini juga memiliki peran penting dalam metabolisme tubuh ikan, memastikan mereka tetap sehat dan tidak mengalami gangguan kesehatan akibat kekurangan atau kelebihan lemak. Selain itu, kandungan serat kasar, kadar air yang terkontrol, serta fosfor yang cukup dalam produk ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan ikan discus.

Sistem imun ikan discus juga menjadi perhatian dalam pengembangan Hikari Tropical Discus Bio-Gold. Ikan discus yang dipelihara dalam aquarium rentan terhadap berbagai penyakit, terutama jika kualitas air tidak terjaga dengan baik. Untuk mengatasinya produk ini mengandung campuran vitamin dan mineral esensial yang dirancang untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan sekaligus mencegah penumpukan lemak yang berlebihan. Dengan sistem imun yang lebih kuat, ikan discus dapat bertahan dari berbagai ancaman penyakit dan stres yang bisa muncul akibat perubahan lingkungan.

Selain kandungan nutrisi yang lengkap, Hikari Tropical Discus Bio-Gold juga memiliki fitur unggulan yang menjadikannya pilihan utama bagi penghobies ikan discus. Salah satu fitur tersebut adalah penggunaan bahan alami seperti krill dan kepompong ulat sutera, yang diketahui mampu meningkatkan penerimaan makanan oleh ikan pemilih. Seperti yang diketahui, ikan discus sering kali memiliki kecenderungan untuk memilih makanan tertentu dan menolak jenis pakan lain yang tidak sesuai dengan kebiasaan makannya. Dengan kandungan bahan alami yang disuka ini.

Selain itu, produk ini juga memiliki desain pelet yang secara perlahan tenggelam, yang sesuai dengan cara makan alami ikan discus. Di habitat aslinya, ikan discus lebih cenderung mengambil makanan yang melayang di dalam air daripada yang langsung jatuh ke dasar aquarium. Oleh karena itu, Hikari Tropical Discus Bio-Gold dirancang dengan karakteristik tenggelam yang lebih lambat sehingga ikan dapat dengan nyaman mengonsumsinya sesuai dengan kebiasaan makannya. Pelet ini juga cepat menyerap air, menjadi lebih lembut dengan tekstur yang menyerupai cacing, tetapi tetap mempertahankan bentuknya agar tidak larut di dalam air. Hal ini sangat penting untuk mencegah pencemaran air yang dapat terjadi akibat pakan yang hancur dan membusuk.

Keunggulan lain dari produk ini adalah kemampuannya untuk memberikan pertumbuhan optimal yang sebelumnya hanya bisa didapatkan melalui makanan hidup. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak penghobies diacus yang lebih memilih memberikan makanan hidup seperti cacing atau larva serangga untuk ikan discusnya, karena dianggap memberikan nutrisi terbaik. Namun, makanan hidup sering kali membawa risiko seperti kontaminasi parasit. Hikari Tropical Discus Bio-Gold menawarkan solusi yang lebih higienis dan praktis, karena memberikan manfaat nutrisi yang sama tanpa perlu menghadapi resiko yang biasanya terkait dengan makanan hidup.

Dari berbagai fitur unggulan dan kandungan nutrisi yang dimilikinya, tidak mengherankan jika Hikari Tropical Discus Bio-Gold menjadi pilihan bagi para penghobies ikan hias yang ingin memberikan makanan berkualitas terbaik untuk ikan discus. Dengan formulasi yang telah teruji secara laboratorium dan teknologi canggih, produk ini memberikan keseimbangan antara kesehatan, pertumbuhan, serta peningkatan warna ikan discus. Pemilik ikan discus kini dapat memiliki solusi yang lebih praktis dan efektif untuk memastikan ikan mereka mendapatkan asupan nutrisi yang optimal setiap hari.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2025

Selasa, 13 Mei 2025

Tips persiapan sebelum pelihara ikan discus Zora Discus

Artikel review video yotube kali ini memberikan panduan lengkap tentang persiapan yang perlu dilakukan sebelum memelihara ikan discus yang diupload oleh channel youtube SEPUTAR IKAN HIAS pada tanggal 7 Januari 2025 yang berjudul "TIPS PERSIAPAN SEBELUM PELIHARA IKAN DISCUS | ZORA DISCUS | SEPUTAR IKAN HIAS". Vlog video ini menjelaskan mulai dari ukuran aquarium, kualitas air, parameter air yang ideal, sistem filtrasi, pemilihan ikan yang sehat, hingga obat-obatan yang perlu disiapkan. Intinya, video ini adalah panduan komprehensif untuk pemula agar berhasil memelihara ikan discus.

Untuk ikan discus yang masih kecil (ukuran 3 inci), aquarium yang disarankan adalah ukuran panjang 1 meter, alasannya adalah semakin besar aquarium semakin baik karena ikan discus butuh ruang untuk berenang dan berkembang kalau ikannya sudah besar tentu butuh aquarium seperti ukuran panjang 1 meter. 

Menurut pakar perdiscusan ini ikan discus itu sensitif sama kualitas air, jadi jauh-jauh hari sebelum membeli ikan pastikan air di aquarium sudah siap dan stabil serta gunakan test kit yang akurat untuk mengecek parameter air secara berkala.

Parameter air memang sangat penting dan yang terpenting adalah ideal untuk hidup discus yaitu seperti gunakan suhu 28-30 derajat Celsius maka bagi pemeliharaan di daerah dingin bisa menggunakan heater yang berkualitas dan thermometer untuk memantau suhu, dan pH air 6-7 (sedikit asam hingga netral) dan gunakan pH buffer jika perlu untuk menstabilkan pH, sementara pada TDS berada di angka 100-200 ppm. 

Pada bagian filter itu penting untuk menjaga kualitas air tetap prima. Ada banyak jenis filter, pilih yang sesuai dengan ukuran aquarium dan kebutuhan ikan discus. Pada dasarnya semua filter sangat baik untuk pemeliharaan ikan seperi filter internal atau filter hang-on yang mudah dipasang dan efektif untuk aquarium sedang Atau filter canister merupakan plihan terbaik untuk aquarium ukuran besar yang semuanya efektif untuk menyaring kotoran ikan dalam aquarium. 

Membeli ikan discus dari penjual yang memiliki reputasi baik sangat penting untuk memastikan kualitas dan kesehatannya. Jangan tergiur dengan harga murah jika kondisi ikan tidak optimal, karena ikan yang sehat lebih mudah beradaptasi dan tidak berisiko membawa penyakit.

Selain itu, pemilihan lampu juga perlu diperhatikan, terutama jika ada tanaman air di dalam aquarium. Gunakan lampu dengan spektrum yang sesuai agar mendukung kesehatan ikan serta pertumbuhan tanaman. Lampu LED full spectrum bisa menjadi pilihan terbaik karena dapat memberikan pencahayaan yang optimal yaitu tidak terlalu terang seperti dalam vlog video lampu dari produk Mayin ini sesuai standar pemeliharaan discus dan bisa di setel pencahayaannya. 

Ikan discus membutuhkan makanan berkualitas dengan variasi yang tepat agar tumbuh sehat dan memiliki warna yang indah. Beberapa pilihan yang bisa diberikan antara lain pelet khusus yang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, makanan beku seperti Artemis atau cacing darah sebagai sumber protein tambahan, serta burger discus yaitu campuran makanan khusus, dapat menjadi pilihan yang membantu memenuhi nutrisi serta meningkatkan warna ikan. 

Masalah "peppering" atau munculnya bintik-bintik hitam pada ikan Discus jenis Pigeon merupakan kondisi yang cukup umum terjadi dan sering menjadi perhatian bagi para penghobi ikan hias. "Peppering" dapat muncul akibat beberapa faktor utama, seperti kualitas air yang tidak optimal, tingkat stres yang tinggi, serta faktor genetik yang berasal dari keturunan ikan.

Kualitas air yang buruk, seperti kadar amonia atau nitrit yang tinggi, dapat memicu perubahan warna pada ikan dan memperburuk kondisi "peppering". Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan akuarium dengan melakukan pergantian air secara rutin, memastikan sistem filtrasi bekerja dengan baik, serta mengontrol parameter air seperti pH, suhu dan kadar oksigen.

Selain itu, stres juga dapat memperparah munculnya bintik-bintik hitam pada ikan Pigeon. Stres pada ikan dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti kondisi lingkungan yang tidak stabil, perubahan suhu yang drastis atau bahkan keberadaan ikan lain yang agresif di dalam akuarium. Untuk mengurangi stres, usahakan membuat lingkungan yang nyaman dengan pencahayaan yang sesuai, dekorasi yang menyerupai habitat alami. 

Faktor keturunan juga berperan dalam tingkat "peppering" pada ikan Pigeon. Beberapa individu memiliki kecenderungan genetik untuk menampilkan bintik hitam lebih banyak dibandingkan yang lain. Meskipun kondisi ini tidak sepenuhnya bisa dihilangkan, perawatan yang baik dapat membantu mengurangi intensitasnya dan menjaga ikan tetap sehat.

Dengan menjaga kualitas air tetap prima, meminimalkan stres, dan memahami faktor keturunan, pemilik ikan discus jenis Pigeon dapat mengurangi dampak "peppering" dan memastikan ikan tetap tampil cantik serta sehat di dalam aquarium.

Saat memilih ikan discus yang sehat, perhatikan beberapa aspek penting agar mendapatkan ikan berkualitas. Pilih ikan yang aktif bergerak dan tidak tampak lesu, karena ikan yang sehat biasanya memiliki energi yang baik. Periksa bentuk tubuhnya pastikan proporsinya ideal, tidak cacat, dan tidak tampak terlalu kurus. Kondisi sirip juga harus diperhatikan; sirip yang sehat tidak boleh rusak, robek, atau tampak kuncup. 

Selain itu, mata ikan harus jernih tanpa adanya selaput atau tanda-tanda katarak. Warna tubuh ikan juga bisa menjadi indikator kesehatannya pilih yang memiliki warna cerah dan merata, serta pastikan tidak ada bercak aneh yang mencurigakan. Dengan memperhatikan semua aspek ini bisa memastikan ikan discus yang dibeli dalam kondisi prima dan siap beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Untuk menjaga kesehatan ikan discus dan mencegah berbagai penyakit, penting untuk selalu memiliki persediaan obat-obatan dasar. Beberapa jenis obat yang sebaiknya disiapkan meliputi obat untuk mengatasi infeksi jamur, obat antiparasit yang membantu melindungi ikan dari serangan organisme berbahaya, serta obat antibakteri untuk mengatasi berbagai infeksi yang dapat menyerang tubuh atau insang ikan.

Selain itu, obat untuk masalah pencernaan juga diperlukan guna memastikan ikan tetap sehat dan dapat mencerna makanan dengan baik. Dengan memiliki persediaan obat-obatan ini, pemilik ikan discus dapat menangani masalah kesehatan dengan cepat sebelum kondisi ikan semakin memburuk.

Berdasarkan pengalaman admin penjelasan dari om Hendra Gandhi ini memang bertujuan agar ikan discus yang dipelihara bisa hidup lebih nyaman dan bisa berinteraksi dengan pemeliharanya. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2025

Jumat, 09 Mei 2025

Jenis ikan discus populer dan coraknya

Bagi para penghobies discus ada kepuasan tersendiri dalam pemeliharaan ikan discus, saat ada banyak jenis discus hibrid yang telah dikembangkan melalui pembiakan selektif untuk menghasilkan variasi warna dan pola yang unik. Beberapa nama jenis discus hibrid yang populer diantaranya seperti discus albinodiscus blue diamond, discus golden, discus heckel, discus king viper, discus marlboro, discus panthera, discus pigeon blood, discus rafflesia, discus red melon, discus snake skin, discus turquoise, discus white butterfly atau discus white diamond.

Discus hibrida cantik ini biasanya merupakan hasil persilangan dari beberapa varietas discus asli, sehingga terdapat pola, warna hingga karakteristik tubuh yang unik. Para breeder pada umumnya mengembangkan strain baru dengan menggabungkan berbagai jenis discus untuk menghasilkan ikan dengan warna lebih cerah dan pola pada tubuh discus menjadi lebih menarik.

Misalnya, beberapa jenis discus hibrida berasal dari kombinasi discus blue diamond, pigeon atau turquoise yang memberikan tampilan spektakuler dan berbeda dari discus alami. Setiap generasi baru bisa memiliki karakteristik yang semakin unik berkat seleksi genetik yang dilakukan oleh para breeder discus berpengalaman, dan setiap jenisnya menjadi pilihan menarik.

Saat ini menghapal nama dari jenis-jenis ikan discus menjadi semakin sulit bagi banyak pemula, salah satu faktor yang membuatnya sulit adalah banyaknya variasi warna dan pola yang cenderung terus berkembang dan ada kemiripan seperti red melon dengan red golden diamond, hal ini membuat penghafalan nama dan karakteristiknya semakin kompleks. Selain itu, perubahan dalam klasifikasi dan penamaan ikan discus di komunitas discus juga turut berkontribusi dan cenderung kebingungan atau masih ada yang kurang tepat dalam penyebutan nama jenisnya seperti satu jenis ikan bisa memiliki beberapa turunan nama berbeda

Berikut beberapa jenis ikan discus yang admin bisa infokan dari yang klasik (jadul) sampai jenis ikan discus yang kekinian yang menurut infonnya proses breedingnya yang terbilang agak menantang bagi para breeder yang sudah berpengalaman sehingga bisa mencetak ikan discus yang sangat diminati para penghobies di seluruh dunia. 


Albino Discus adalah salah satu varietas ikan discus yang menarik perhatian para pecinta ikan hias. Dengan warna putih krem yang elegan dan mata merah khas, ikan ini memiliki daya tarik tersendiri. 


Discus Blue Diamond adalah salah satu jenis ikan discus yang memiliki warna biru solid yang akan terlihat sangat elegan. Ikan ini tidak memiliki pola garis atau bercak, sehingga tampilannya bersih dan sederhana namun sangat disenangi oleh penghobies discus di seluruh dunia. Warna birunya sangat cerah seringnyadisertai dengan mata merah yang memberikan kombinasi kontras yang menarik.


Discus Golden adalah salah satu jenis ikan discus yang memiliki warna kuning keemasan yang memukau. Warna ini sering kali terlihat solid di seluruh tubuhnya, memberikan kesan elegan dan cerah. Beberapa variasi discus golden mungkin memiliki gradasi warna putih atau oranye di bagian tertentu, seperti sirip atau kepala, yang menambah daya tariknya.


Discus Heckel, atau dikenal juga sebagai Symphysodon heckel, adalah salah satu jenis discus yang paling ikonik. Ikan ini memiliki pola khas berupa garis vertikal tebal di tengah tubuhnya, yang dikenal sebagai "garis Heckel." Pola ini biasanya diapit oleh garis-garis vertikal yang lebih tipis di kedua sisi tubuhnya. Warna dasar ikan ini bisa bervariasi, tetapi sering kali didominasi oleh warna biru, cokelat, atau hijau dengan aksen merah atau oranye. Discus ini sering dianggap sebagai salah satu jenis discus yang paling menantang untuk dipelihara karena membutuhkan kondisi air yang sangat spesifik dan stabil. 


Discus King Viper adalah salah satu jenis ikan discus yang memiliki pola yang sangat unik dan biasanya memiliki warna dasar cerah seperti merah, oranye atau kuning dengan pola bercak atau garis vertikal gelap yang menyerupai motif ular viper. Pola ini memberikan tampilan yang eksotis, menjadikannya salah satu jenis discus yang sangat dihargai.


Discus Marlboro adalah salah satu jenis ikan discus yang memiliki warna mencolok dan menarik perhatian. Ikan ini biasanya memiliki warna dasar merah cerah atau kuning dengan sedikit gradasi putih di bagian kepala atau tubuhnya. Pola pada discus marlboro cenderung lebih sederhana dibandingkan jenis discus lainnya, dengan sedikit atau tanpa garis-garis atau bercak.


Discus Panthera adalah salah satu jenis ikan discus yang memiliki pola unik menyerupai motif macan tutul. Pola ini biasanya terdiri dari bercak-bercak atau garis-garis yang tersebar di seluruh tubuh ikan, memberikan tampilan yang eksotis dan menarik. Warna dasar ikan ini bisa bervariasi, tetapi sering kali didominasi oleh warna cerah seperti merah atau oranye dengan pola yang agak rumit namun sangat cantik. 


Discus Pigeon, atau lebih dikenal sebagai Pigeon Blood Discus, adalah salah satu jenis ikan discus yang populer di kalangan pecinta aquarium. Ikan ini pertama kali dikembangkan di Thailand pada tahun 1980an dan memiliki warna dasar merah atau oranye dengan pola unik menyerupai sarang lebah. Keindahan warna dan coraknya membuatnya menjadi pilihan favorit bagi penghobies ikan hias.


Discus Rafflesia adalah jenis ikan discus yang memiliki pola unik yang menyerupai motif bunga. Pola ini sering kali berbentuk bercak-bercak atau garis-garis yang tersebar di tubuh ikan, memberikan tampilan yang eksotis dan menarik. Warna dasar ikan ini bisa bervariasi, tetapi biasanya didominasi oleh warna cerah seperti merah atau oranye dengan pola putih atau gelap yang kontras. Nama "Rafflesia" berasal dari bunga Rafflesia yang terkenal di Asia Tenggara, meskipun ikan ini tidak memiliki hubungan langsung dengan bunga tersebut.

Discus Red Melon adalah salah satu jenis ikan discus yang memiliki warna merah cerah yang solid di seluruh tubuhnya. Ikan ini biasanya tidak memiliki pola bercak atau garis, sehingga tampilannya terlihat warna merahnya yang intens sering kali disertai dengan gradasi kuning atau oranye pada bagian kepala atau yang menambah daya tariknya. Ikan discus ini umumnya sudah banyak yang mengetahui dikenali dan tentunya diminati karena sempat menjadi ikan discus yang iconik. 

Discus Snake Skin adalah salah satu jenis ikan discus yang memiliki pola garis-garis halus yang menyerupai kulit ular. Pola ini biasanya tersebar di seluruh tubuh ikan, memberikan tampilan yang sangat unik dan menarik. Warna dasar ikan ini bisa bervariasi, mulai dari biru, merah, hingga kuning dipadu dengan pola yang kontras.

Discus White Butterfly adalah salah satu jenis ikan discus yang memiliki keindahan luar biasa. Ikan ini biasanya memiliki warna dasar putih yang bersih dengan pola halus atau bercak-bercak lembut di tubuhnya. Beberapa variasi White Butterfly juga memiliki aksen kuning atau krem di bagian tubuh tertentu, yang menambah daya tariknya.

Discus White Diamond adalah salah satu jenis ikan discus yang memiliki warna putih solid yang bersih dan elegan. Ikan ini tidak memiliki pola bercak atau garis, sehingga tampilannya terlihat sederhana namun sangat memukau. Warna putihnya sering kali memberikan kesan kemurnian dan keanggunan. 

Discus turquoise adalah salah satu jenis ikan discus yang populer di kalangan pecinta akuarium. Ikan ini memiliki warna biru kehijauan (turquoise) yang indah dengan pola garis atau bercak unik di tubuhnya. Pola tersebut bisa berupa garis horizontal, vertikal, atau kombinasi keduanya, yang memberikan karakter khas pada ikan ini.

Dari sekian ikan discus yang admin infokan tentang jenis yang populer, masih ada lagi yang belum beberapa ikan yang belum di sebutkan, dan semua ikan hasil perkawinan silang ini akan selalu diminati oleh penghobies discus karena tampilan tubuhnya yang eksotis. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Mei 2025

Rabu, 07 Mei 2025

Bisnis budidaya ikan discus skala besar dengan brand Jade Discus

Artikel review video youtube kali ini adalah tentang kisah sukses Satria Deco dalam membangun bisnis budidaya ikan discus skala besar dengan brand Jade Discus yang di upload oleh channel youtube Lentera Tiga pada tanggal 22 Juni 2024 dengan judul "JADI BANYAK MENGENAL DISCUS SI RAJA IKAN HIAS DARI PABRIK DISCUS EKSPOR BERMETODE DRIP | DISKUSI JADE". 

Video ini menceritakan perjalanan Satria Deco dari seorang penghobies menjadi seorang breeder yang sukses, konsep farm yang ia terapkan, alasan memilih ikan discus, teknik perawatan dan pembiakan hingga visinya untuk mengembangkan pasar ekspor ikan Discus Indonesia. Intinya, video ini adalah profil inspiratif seorang pengusaha muda di bidang perikanan hias, khususnya ikan Discus. Sebelumnya Jade Discus pernah diliput oleh Audrey A pada tanggal 2 Mei 2024 dan dipublikasikan di blog ini dan artikel kali ini untuk melengkapi seluk beluk farm yang berada di Bogor Jawa Barat. 


Video ini mengisahkan perjalanan inspiratif Satria, seorang pembudidaya ikan discus yang berhasil membangun brand ternama, Jade Discus. Kecintaannya pada dunia perairan, khususnya ikan discus, membawanya dari sekadar hobi menjadi seorang pengusaha sukses di bidang ini.

Pada tahun 2008 hingga 2009, ia memulai usahanya dengan menjual berbagai jenis ikan hias. Namun, pesona ikan discus dengan keindahan warnanya yang beragam berhasil memikat hatinya. Pada tahun 2010, dengan modal awal berupa empat aquarium induk dan sepuluh aquarium pembesaran mulai mempelajari seluk-beluk budidaya ikan discus.

Baca juga : Farm discus tersembunyi ekspor tembus Meksiko

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Semarang, breeder discus Red Sakuragi ini memiliki visi yang jelas untuk menjadi seorang pembudidaya dan pengembang ikan discus yang handal. Meskipun sempat bekerja di sektor perbankan dan perusahaan perikanan, semangatnya untuk mengembangkan usaha ikan discus tidak pernah padam.

Pada tahun 2020, berkat dukungan penuh dari istri, ia berhasil mewujudkan impiannya dengan mendirikan Jade Discus. Nama "Jade Discus" dipilih dengan harapan agar brand ini memiliki nilai yang tinggi dan istimewa di mata para penggemar ikan discus, layaknya batu giok yang berharga.

Konsep farm Jade Discus dirancang secara unik, terinspirasi dari sistem pengelolaan tambak udang dan pembesaran ikan kerapu. Fokus utama adalah pada sistem sirkulasi air yang baik, pengelolaan kualitas air yang optimal, serta efisiensi dalam operasional. Jade Discus dibangun dengan konsep seperti layaknya sebuah pabrik, yang mengutamakan produksi dalam skala besar, bukan penjualan ritel. Area pembesaran ikan di Jade Discus memiliki luas sekitar 492 meter persegi dan mampu menampung hingga 750 akuarium. Ukuran setiap akuarium dirancang ideal, yaitu 100 cm x 50 cm x 50 cm, untuk memudahkan pengelolaan dan menjaga kualitas air.

Alasan memilih untuk fokus pada ikan discus karena melihat potensi pasar yang besar serta tantangan yang menarik dalam pemeliharaannya. Proses reproduksi ikan discus yang unik dan menarik juga menjadi daya tarik tersendiri baginya. Harapannya adalah untuk mengembangkan budidaya ikan discus di Indonesia secara berkelanjutan dan menjadikan Indonesia sebagai pusat budidaya ikan discus yang berkualitas untuk pasar ekspor.

Berdasarakan vlog video indukan discus di Jade Discus awalnya diimpor dari Malaysia. Kemudian, dilakukan perkawinan silang (crossbreed) dengan indukan lokal untuk menghasilkan karakteristik yang diinginkan. Anakan dari indukan berkualitas ini tidak langsung dijual, melainkan melalui proses seleksi yang ketat untuk memastikan hanya ikan dengan kualitas terbaik yang dipasarkan.

Penyakit pada ikan discus seringkali muncul ketika ada kedatangan ikan baru dari luar. Dalam mengatasi hal ini, di farm Jade Discus lebih mengutamakan penggunaan bahan-bahan alami dalam pengobatan, dan meminimalisir penggunaan antibiotik untuk mencegah resistensi bakteri. Kualitas air menjadi prioritas utama, dengan perhatian khusus pada parameter TDS (Total Dissolved Solids), pH, dan terutama DO (Dissolved Oxygen). Air yang akan digunakan juga diendapkan minimal selama 24 jam untuk menghindari masalah 

Menurutnya pada fase awal (starter), pakan yang diberikan adalah artemia lalu pada fase pertumbuhan (grower), diberikan cacing beku yang telah disterilisasi dan burger khusus yang dapat disesuaikan kandungan vitamin dan mineralnya dan pada fase akhir (finisher), pakan yang diberikan adalah pakan burger discus yang penuh nutrisi untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mengoptimalkan warna ikan.

Untuk sistem filtrasi di farm, digunakan spons filter. Namun, untuk awuarium hias di rumah, disarankan untuk menggunakan sistem filtrasi yang lebih kompleks. Penggantian air dilakukan setiap hari sebanyak 20 persen dari total volume air. Pemberian pakan dilakukan sebanyak lima kali sehari, dengan satu hari puasa di hari Minggu untuk menjaga nafsu makan ikan, dengan cara puasa perkembangan dan pertumbuhan ikan discus akan lebih optimal. 

Pemasaran Jade Discus dilakukan melalui media sosial dengan target pasar ekspor. Saat ini, Jade Discus telah melayani pengiriman ke Meksiko dan dalam waktu dekat akan melayani Australia. Keikutsertaan dalam kontes ikan lebih dianggap sebagai cara untuk mengukur kualitas ikan, bukan sekadar mencari gelar jura. Target ke depan Jade Discus adalah memaksimalkan potensi lahan produksi, mengembangkan proyek ikan hias jenis baru, serta menjalin kolaborasi dengan pembudidaya lain. Satria juga berharap agar pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih besar terhadap industri budidaya ikan hias di Indonesia.

Bagi siapa saja yang tertarik untuk memelihara ikan discus, ia berpesan untuk mempelajari terlebih dahulu segala hal tentang ikan ini sebelum membelinya, termasuk karakteristik ikan dan lingkungan yang ideal untuknya. Karena jika sudah mengenal karakter ikan discus akan lebih mudah dalam pemeliharaannya. 

Semoga infonya bermanfaat. 


Kuningan Mei 2025

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741

Download E-book Inspirasi

Dengan memasukkan email rekan pembaca untuk mendapatkan link download E-book Inspirasi PDF secara gratis.

Dapatkan E-book Sekarang