![]() |
| Ikan molly |
Memelihara ikan Molly (Poecilia sphenops) memberikan kepuasan tersendiri bagi para penghobies ikan hias, terutama saat menyaksikan momen ikan ini melahirkan. Sebagai ikan jenis ovovivipar, Molly tidak meletakkan telur di tanaman, melainkan mengandung dan melahirkan anak yang sudah bisa berenang mandiri. Namun, tanpa pemahaman yang tepat, proses yang seharusnya menggembirakan ini bisa berakhir menyedihkan karena sifat kanibalisme ikan dewasa terhadap bayinya sendiri (burayak).
Mengenali tanda kehamilan dan melahirkan, pengalaman sukses dalam budidaya Molly dimulai dari ketelitian pemilik dalam mengamati perubahan fisik induk. Ikan Molly betina yang sedang hamil akan menunjukkan perut yang membuncit secara signifikan hingga menyerupai bentuk kotak jika dilihat dari sudut tertentu. Salah satu tanda paling akurat adalah munculnya gravid spot atau bercak kehamilan yang berwarna gelap di dekat sirip dubur.
Bercak ini sebenarnya adalah kumpulan mata burayak yang sudah berkembang di dalam perut induk. Secara perilaku, induk yang sudah mendekati waktu persalinan (biasanya 28 hingga 45 hari masa kehamilan) akan cenderung memisahkan diri dari kawanannya, lebih sering berdiam diri di dasar akuarium, atau bersembunyi di balik dekorasi untuk mencari ketenangan dari kejaran pejantan yang agresif.
Sangat disarankan untuk memindahkan induk ke aquarium karantina atau menggunakan sekat khusus guna memastikan keamanan bayi yang baru lahir. Proses melahirkan Molly bisa berlangsung selama beberapa jam hingga seharian penuh, tergantung pada usia dan kesehatan induk. Seekor Molly dewasa dapat melahirkan antara 20 hingga 100 ekor burayak dalam satu sesi. Begitu proses melahirkan selesai yang ditandai dengan perut induk yang kembali mengecil segera kembalikan induk ke akuarium utama. Hal ini sangat krusial karena insting alami Molly tidaklah menjaga anaknya justru sering menganggap bayi yang baru lahir sebagai sumber protein atau makanan.
Setelah bayi-bayi Molly lahir, tantangan berikutnya adalah menjaga tingkat kelangsungan hidupny. Pada waktu 24 hingga 48 jam pertama, burayak biasanya masih memiliki cadangan makanan (yolk sac) di tubuhnya, sehingga tidak perlu langsung diberi makan. Setelah itu, berikan pakan berkualitas tinggi yang sesuai dengan ukuran mulutnya, seperti Artemia atau kutu air (Moina/Daphnia). Menjaga kualitas air tetap stabil sangat penting, namun hindari penggunaan filter dengan daya hisap kuat yang dapat menyedot bayi ikan. Dengan nutrisi yang tepat dan kebersihan air yang terjaga, dalam waktu 4 hingga 6 minggu, bayi Molly akan tumbuh cukup besar untuk bisa bergabung kembali dengan ikan dewasa tanpa risiko dimakan.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan Februari 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan akan di moderasi dulu