Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas
Tampilkan postingan dengan label Ikan pleco. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan pleco. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2026

Dede inoen tangkap dan jaring ikan sapu-sapu di sungai

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel dede inoen yang diupload pada tanggal 6 Mei 2026 dengan judul "PANEN RAYA IKAN SAPU SAPU ALBINO JACKPOT". 


Petualangan kali ini membawa team Dede Inoen menyusuri aliran sungai di kawasan Garut untuk memburu ikan sapu-sapu yang populasinya mulai tidak terkendali. Ikan sapu-sapu merupakan jenis spesies asing yang dapat merusak tatanan ekosistem air lokal secara besar-besaran. 

Keberadaan ikan sapu-sapu di sungai membuat ikan asli Indonesia seperti nilem dan wader kehilangan tempat tinggal serta sumber makanan karena kalah bersaing. Oleh karena itu, aksi penangkapan ikan sapu-sapu ini menjadi langkah dalam menjaga kelestarian hayati di perairan tawar agar populasi ikan asli tetap terjaga dengan baik tanpa gangguan spesies invasif.

Selama proses penyusuran sungai, team menemukan fakta menarik mengenai variasi ikan sapu-sapu yang hidup di sana. Tidak semua ikan sapu-sapu memiliki tampilan hitam legam yang biasa dilihat di parit kota. Ia bahkan berhasil menangkap beberapa ekor ikan sapu-sapu albino yang memiliki warna kuning cerah.  

Ikan sapu-sapu jenis ini sebenarnya memiliki nilai ekonomi tinggi di kalangan kolektor ikan hias, namun di alam liar tetap dianggap sebagai hama yang mengganggu keseimbangan lingkungan karena pola makannya yang rakus dan kemampuan adaptasi yang luar biasa cepat di berbagai kondisi air.

Selain varian albino, ditemukan juga ikan sapu-sapu jenis lain atau sapu-sapu kumis. Karakteristik ikan sapu-sapu ini cukup unik karena memiliki tonjolan seperti tanduk di bagian kepala yang menyerupai kumis. Meskipun terlihat menarik bagi sebagian orang, ikan sapu-sapu ini sangat cepat berkembang biak karena tidak memiliki predator alami di sungai-sungai Indonesia. 

Jika dibiarkan terus menerus tanpa adanya upaya pengendalian, ikan sapu-sapu akan mendominasi seluruh area sungai dan memicu kepunahan ikan-ikan lokal yang selama ini menjadi sumber protein bagi warga sekitar. 

Dede Inoen memang sempat menyebutkan hal itu sebagai solusi praktis bagi para penghobies ikan hias yang sudah merasa bosan dengan peliharaannya. Daripada dibuang ke sungai dan menjadi hama bagi lingkungan, ia menyarankan agar ikan tersebut lebih baik diberikan kepada kucing saja. 

Pesan ini bertujuan untuk menghentikan kebiasaan masyarakat melepas spesies invasif seperti ikan sapu-sapu ke perairan bebas, karena tindakan tersebut sangat merusak populasi ikan asli Indonesia yang ada di sungai. 

Upaya ini dilakukan agar bangkai ikan hasil pembasmian hama tidak dibuang sembarangan atau dikubur secara sia-sia, melainkan diubah menjadi barang yang memiliki nilai seni atau manfaat lain bagi masyarakat. 

Hasil dari perburuan ikan sapu-sapu ini tidak dibuang begitu saja ke tempat sampah. Mengingat adanya resiko kandungan logam berat pada dagingnya, ikan sapu-sapu yang tertangkap akan diolah menjadi bahan kerajinan tangan yang bermanfaat. Mengeringkan ikan sapu-sapu merupakan salah satu cara efektif untuk memanfaatkan limbah biologis ini tanpa mencemari lingkungan sekitar. 

Maksud dari  rencana pembuatan kerajinan tersebut adalah sebagai langkah alternatif untuk memanfaatkan tubuh ikan sapu-sapu yang telah ditangkap tanpa mengonsumsinya dan menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu di wilayah tersebut dikhawatirkan mengandung polutan atau zat berbahaya seperti merkuri jika dimakan, sehingga ia memilih untuk menjemur dan mengeringkan ikan-ikan tersebut guna dijadikan bahan kreasi tangan atau pajangan

Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih bijak untuk tidak melepas ikan sapu-sapu ke sungai secara sembarangan agar ekosistem sungai tetap sehat dan lestari untuk generasi kedepannya. 

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Mei 2026

Senin, 28 Oktober 2024

Ikan pleco dan huruf "L" yang mendunia

Ikan pleco atau sering dikenal sebagai ikan sapu-sapu adalah salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki sejarah panjang dalam dunia ikan hias. Ikan hias beragam pola dan warna ini berasal dari sungai-sungai dan perairan tropis di Amerika Selatan terutama di cekungan Sungai Amazon. Seiring waktu ikan-ikan pleco telah menjadi populer di kalangan penghobies ikan di seluruh dunia.

Ikan jenis ini memiliki ciri khas umum yaitu memiliki mulut pada bagian bawah kepalanya yang memungkinkan menempel pada permukaan batu atau kaca pada aquarium. Salah satu karakteristik unik ikan pleco adalah kemampuannya untuk membersihkan alga yang menempel pada semua permukaan seperti batu atau kayu hal ini menjadikannya sangat berguna dalam menjaga kebersihan aquarium berikut dekorasi hiasannya dari alga yang menempel.

Penemuan dan penyebaran ikan pleco menjadi peliharaan dalam aquarium cukup menarik dan mengenai sejarah penyebaran ikan ini pertama kali dideskripsikan sebagai ikan hias belum diketahui pasti namun menurut info bahwa ikan "penghisap" ini menarik perhatian para penggemar ikan karena keunikan bentuk tubuh dan ragam corak ditubuhnya yang dapat ditemukan di perairan habitat alaminya sehingga berkembangnya perdagangan ikan hias ke berbagai negara.

Penanda huruf "L" 
Menurut info dari situs Allpoundsolutions.co.uk penggunaan penanda 'L' sebagai identifikasi untuk jenis ikan Pleco pertama kali diperkenalkan oleh majalah aquarium dan terrarium Jerman pada tahun 1988. Penanda ini merujuk pada Famili Loricariidae di mana ikan Pleco tergolong. Sistem penomoran 'L' ini, meskipun bukan ilmiah resmi telah menjadi alat yang efektif dalam mengidentifikasi dan membedakan berbagai jenis ikan pleco hias. Sebagai contoh L-128 merujuk pada jenis pleco tertentu dengan karakteristik fisik dan pola warna yang unik atau L-201 yang merujuk pada jenis lain yang berbeda dengan L-128.

Saat ini ikan pleco hias terus menjadi salah satu ikan hias yang paling dicari dan dipelihara oleh para penghobies yang mana keunikan dari bentuk tubuh dan pola yang menarik serta peran ekologisnya menjadikan ikan pleco sebagai salah satu ikan yang memiliki sejarah panjang dan terus berkembang dalam dunia aquatic. 

Namun di beberapa daerah di luar habitat aslinya ikan ini telah menjadi invasif yang dapat mengganggu ekosistem setempat seperti ikan sapu-sapu berwarna kehitaman yang bisa ditemukan pada perairan Sungai Ciliwung yang mengalir sampai ke perairan kali anak Ciliwung di Jakarta.

Meskipun ikan ini memiliki keindahan dan keunikan kita perlu bijak dalam memelihara dan memperlakukan ikan ini agar tidak merusak ekosistem perairan asli yaitu tidak sembarangan melepas liarkannya dan cukup dipelihara dalam aquarium.

Semoga infonya bermanfaat.



Kuningan Oktober 2024

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741

Download E-book Inspirasi

Dengan memasukkan email rekan pembaca untuk mendapatkan link download E-book Inspirasi PDF secara gratis.

Dapatkan E-book Sekarang