Proses dimulai dengan evakuasi ikan-ikan dari kolam aquarium awal ke aquarium sementara sebagai persiapan untuk melakukan rescape atau penataan ulang aquarium. Setelah enam tahun digunakan, aquarium dikuras habis, semua kerikil dan substrat lama dikeluarkan, dan pembersihan total dilakukan.
Saat membersihkan dasarnya, ia menemukan duri ikan pari yang sudah lama mati, menandakan lama aquarium tersebut tidak pernah dibongkar secara menyeluruh. Untuk menghilangkan kerak membandel pada kaca, ia menggunakan produk pembersih khusus hingga kaca kolam kembali bersih dan jernih seperti yang terlihat dalam video.
Setelah proses pembersihan selesai ia mulai menata ulang, dengan memasukkan kembali ikan-ikan lama seperti Oxydoras dan Feifeng serta membeli ikan baru, yaitu lima ekor Botia dari pasar ikan untuk menambah kehidupan di dalam kolam, namun hal ini tidak berlangsung lama.
Tak lama setelah ikan-ikan tersebut dimasukkan, muncul masalah serius berupa penyakit White Spot yang menyerang ikan-ikan di dalam aquarium terutama ikan botia. Kondisi ini semakin memburuk hingga ikan kesayangannya yaitu ikan Feifeng mengalami kematian meskipun sudah dilakukan berbagai upaya pengobatan. Kejadian ini menjadi titik balik yang membuatnya melakukan riset untuk mencari penyebab masalah tersebut.
Dari hasil pengecekan kualitas air, khususnya Total Dissolved Solids (TDS) menyadari kesalahan fatal yang selama ini tidak diperhatikan ia menggunakan pasir laut sebagai substrat untuk ikam air tawar saat perombakan aquarium.
Dari hasil pengecekan kualitas air, khususnya Total Dissolved Solids (TDS) menyadari kesalahan fatal yang selama ini tidak diperhatikan ia menggunakan pasir laut sebagai substrat untuk ikam air tawar saat perombakan aquarium.
Bahkan ikan yang dikenal tahan banting seperti Oxydoras pun mengalami pengelupasan kulit akibat substrat tersebut. Kesalahan ini menjadi pelajaran penting bahwa substrat dan atribut yang berasal dari laut sangat tidak cocok untuk ekosistem air tawar karena perbedaan kimiawi air yang sangat kontras. Menyadari kesalahan tersebut segera mengambil tindakan darurat dengan mengeluarkan pasir laut dari kolam dan menambahkan bakteri starter untuk memperbaiki kualitas air dan mempercepat proses nitrifikasi.
Setelah dua minggu masa pemulihan, ikan Oxydoras yang sempat stres dan tidak mau makan akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda membaik meskipun warna tubuhnya masih agak pucat akibat efek substrat laut sebelumnya. Di akhir video ia mencoba memasukkan ikan baru, yaitu Datnoid berukuran kecil, setelah melakukan proses aklimasi yang baik.
Video ini memberikan edukasi yang sangat penting bagi para penghobies terutama yang memelihara ikan air tawar. Penggunaan substrat atau atribut dari laut untuk kolam air tawar dapat menimbulkan masalah serius bagi kesehatan ikan. Oleh karena itu, pemilihan substrat Pasir yang sesuai dengan jenis ekosistem sangat penting agar ikan dapat hidup normal dan lingkungan sehat di dalam aquarium tetap terjaga.
Video ini memberikan edukasi yang sangat penting bagi para penghobies terutama yang memelihara ikan air tawar. Penggunaan substrat atau atribut dari laut untuk kolam air tawar dapat menimbulkan masalah serius bagi kesehatan ikan. Oleh karena itu, pemilihan substrat Pasir yang sesuai dengan jenis ekosistem sangat penting agar ikan dapat hidup normal dan lingkungan sehat di dalam aquarium tetap terjaga.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan April 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan akan di moderasi dulu