Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Kamis, 04 Juni 2026

Metode Ikejime cara mematikan ikan agar daging lebih gurih dan kenyal

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Loopfish yang diupload pada tanggal 1Juni 2026 dengan judul " Cara Mati IKAN Ternyata Pengaruhi Rasa Dagingnya" . Video ini membahas bagaimana metode kematian ikan ternyata dapat mempengaruhi kualitas, rasa dan tekstur dagingnya dan dijelaskan secara ilmiah mengapa cara mematikan ikan secara konvensional (seperti dibiarkan kehabisan napas, dimasukkan ke air es hidup-hidup atau digetok) membuat ikan stres tinggi. 

Stres ini memicu lonjakan asam dalam tubuh ikan yang merusak rasa gurih umami serta membuat dagingnya lembek dan amis akibat dari darah yang terjebak. Dalam video admin channel memperkenalkan metode Ikejime dari Jepang yaitu teknik melumpuhkan saraf otak ikan secara cepat dan manusiawi diikuti dengan proses pengeluaran darah yang maksimal. Hasilnya, kualitas daging ikan tetap prima, bertekstur kenyal, tidak amis, dan memiliki daya simpan yang jauh lebih lama. 

Untuk para pencinta kuliner laut, menikmati hidangan laut di restoran khas Jepang selalu memberikan sensasi yang berbeda. Daging ikan yang disajikan terasa lebih gurih, teksturnya kenyal, dan aroma amisnya sangat minim. Sebaliknya, saat membeli komoditas ini di pasar tradisional, kesegaran tersebut sulit didapatkan. Perbedaan kualitas ini terjadi karena cara mematikan makhluk air tersebut sangat berpengaruh pada mutu otot tubuhnya setelah dipanen. Di Jepang, rahasia kelezatan tersebut ada pada penerapan metode pelumpuhan tradisional bernama metode Ikejime. 

Sebagian besar pelaku usaha perikanan di pada umumnya masih menerapkan cara konvensional yang kurang memperhatikan aspek biologis makhluk hidup. Metode yang biasa diterapkan di lapangan seperti misalnya thermal shock dan pemukulan kepala. Dalam hal ini merupakan proses membiarkan target tangkapan mati secara perlahan seperti misalnya thermal shock dilakukan dengan memasukkan ikan hidup langsung ke dalam air es agar mati kedinginan atau memberikan hantaman keras pada bagian tempurung atas hingga tidak bergerak lagi. Cara-cara ini memiliki satu kesamaan dampak negatif, yaitu memicu tingkat stres yang tinggi dalam durasi yang lama sebelum kematian ikan terjadi.

Stres yang berlangsung lama sebelum kematian memicu reaksi berantai pada sistem metabolisme tubuh. Saat kondisi tertekan terjadi, sistem saraf pusat melepaskan hormon kortisol dan adrenalin ke seluruh jaringan tubuh. Reaksi ini memaksa tubuh membakar seluruh cadangan energi otot yang dikenal sebagai adenosin trifosfat atau ATP melalui gerakan menggelepar yang ekstrem. Karena pembakaran energi ini berlangsung tanpa pasokan oksigen yang cukup, terjadilah proses metabolisme anaerob. Proses ini menghasilkan penumpukan zat asam laktat yang tinggi, sehingga tingkat keasaman atau pH daging menurun drastis menjadi sangat asam.

Penurunan tingkat keasaman memberikan efek buruk yang nyata pada struktur jaringan daging setelah fase ini, dan dampak pertama yang terlihat adalah munculnya fase kaku secara cepat dan agresif, yang beresiko merobek serat-serat otot bagian dalam. Ketika fase kaku ini berakhir dan daging mulai melunak kembali, teksturnya berubah menjadi lembek, berair dan kehilangan elastisitas alaminya. Selain itu, penumpukan asam laktat merusak senyawa glutamat yang bertanggung jawab atas rasa gurih alami atau umami. Kondisi ini diperparah oleh pengendapan sel darah kotor di dalam otot, yang memicu timbulnya aroma amis menyengat dan mempercepat perkembangbiakan bakteri pembusuk.

Melalui penerapan metode Ikejime, semua dampak buruk dari cara konvensional dapat dihindari secara efektif. Prinsip dasar dari teknik ini adalah merusak sistem saraf pusat secepat mungkin agar sinyal stres tidak sempat menyebar ke seluruh jaringan tubuh, sekaligus mengeluarkan sisa sel darah secara maksimal. Peralatan yang diperlukan untuk mempraktikkan teknik ini cukup sederhana, yaitu sebilah pisau dapur yang tajam dan sebatang jarum runcing khusus berukuran panjang. Jika kesulitan mendapatkan alat khusus tersebut, penggunaan jarum sol sepatu yang bersih dapat menjadi alternatif pengganti untuk menangani ukuran tubuh yang kecil.

Langkah dalam penerapan metode Ikejime adalah melakukan penusukan tepat pada area sistem saraf pusat di bagian kepala. Titik penusukan berada di area tengah atas, tepat di antara kedua kelopak mata. Ketika jarum ditusukkan dengan sudut dan kedalaman yang tepat, tubuh akan mengalami kejang spontan selama beberapa detik sebagai tanda bahwa sistem saraf pusat telah lumpuh sepenuhnya. Proses pelumpuhan yang cepat ini membuat target tidak lagi merasakan rasa sakit, sehingga produksi hormon kortisol dapat dihentikan seketika dan cadangan ATP di dalam otot tetap utuh.

Setelah fase pelumpuhan berhasil, langkah berikutnya adalah melakukan proses pengeluaran darah secara cepat saat organ jantung masih berdenyut. Pemotongan dilakukan pada area pangkal insang bagian belakang karena di lokasi tersebut terdapat jalur pembuluh darah terbesar. Denyut jantung yang masih aktif akan memompa sisa cairan darah keluar dari tubuh dengan volume yang besar. Untuk memaksimalkan pembersihan, pemotongan kecil juga dilakukan pada area pangkal ekor hingga menyentuh batas tulang tengah. Setelah kedua titik tersebut dipotong, tubuh segera dimasukkan ke dalam wadah berisi air es agar tidak terjadi pembekuan darah prematur yang dapat menyumbat jalur pengeluaran.

Pada jenis tangkapan yang memiliki bobot besar, terdapat satu langkah tambahan berupa pembersihan jalur sumsum tulang belakang menggunakan kawat baja tipis. Namun, untuk jenis tangkapan yang berukuran kecil, langkah tersebut tidak perlu dilakukan karena ukuran jalur sarafnya terlalu sempit. Melalui eksekusi yang tepat dan higienis, kualitas daging akan berada pada level tertinggi. Rasa gurih alami tetap terjaga dengan baik, tekstur daging menjadi lebih kenyal saat dikunyah, aroma tidak sedap berkurang drastis, dan masa simpan komoditas menjadi jauh lebih panjang saat disimpan di dalam lemari pendingin.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Mei 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan akan di moderasi dulu

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741

Download E-book Inspirasi

Dengan memasukkan email rekan pembaca untuk mendapatkan link download E-book Inspirasi PDF secara gratis.

Dapatkan E-book Sekarang