Ads

Sabtu, 05 September 2026

Menanam bawang merah sendiri di rumah

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Sunda Berkarya yang diupload pada tanggal 23 November 2020 dengan judul "begini cara menanam bawang merah dari awal sampai panen tanpa pupuk". 

Menanam bawang merah di pekarangan rumah menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin memperoleh bahan dapur segar secara mandiri. Kegiatan bercocok tanam skala rumahan ini sangat efisien karena dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar tempat tinggal. Banyak orang berasumsi bahwa budidaya bawang merah membutuhkan modal besar serta penggunaan bahan kimia yang rumit. Padahal, proses penanaman bawang merah dapat berjalan lancar walaupun tanpa tambahan pupuk buatan. Rahasia keberhasilan penanaman ini ada pada pemilihan bibit bermutu, pengolahan media tanam yang tepat, penyiraman yang teratur, serta pencahayaan matahari secara memadai.

Proses awal pembudidayaan dimulai dari penyiapan wadah penanaman yang fungsional. Wadah bekas dapur seperti baskom retak, ember plastik, atau pot lama dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal terpenting yang perlu diperhatikan saat menyiapkan wadah penanaman adalah ketersediaan lubang pembuangan air di bagian dasar. Lubang tersebut berfungsi mengalirkan kelebihan air agar tidak mengendap di dasar wadah. Genangan air berlebihan dapat memicu kebusukan pada bagian akar serta umbi bawang merah yang baru ditanam. 

Baca juga: Panen bawang merah dari galon bekas

Media tumbuh yang seimbang menjadi pondasi pokok bagi nutrisi tanaman selama masa pertumbuhan. Racikan media tanam ideal terdiri dari campuran tanah pekarangan dan arang sekam. Takaran pencampuran kedua bahan tersebut yaitu dua bagian tanah pekarangan berbanding satu bagian arang sekam. Penggunaan arang sekam memberi manfaat luar biasa bagi struktur tanah. Bahan alami ini sanggup mengisolasi penyakit, memelihara kelonggaran struktur tanah, mengikat unsur hara, menyerap racun serta memperlancar sirkulasi udara di dalam tanah. Campuran tanah dan arang sekam diaduk merata sebelum dimasukkan ke dalam wadah penanaman.

Setelah media tanam siap, langkah berikutnya adalah memilih bibit bawang merah berkualitas baik. Bibit dapat diperoleh secara mudah dari persediaan dapur, pasar tradisional, atau warung terdekat. Ciri-ciri bibit bawang merah yang bagus meliputi bentuk umbi yang sempurna tanpa cacat, ukuran sedang, serta warna kulit merah tua agak kehitaman. Sebelum ditanam ke media tanah, bagian ujung atas umbi dipotong sebanyak seperempat bagian. Tindakan pemotongan ini bermanfaat untuk mempercepat kemunculan tunas baru, memicu pembentukan umbi baru yang melimpah, merangsang pertumbuhan tunas secara serentak, serta memacu perkembangan tanaman secara maksimal.

Teknik penanaman bawang merah dilakukan dengan cara menancapkan bagian tiga perempat bawah umbi ke dalam media tanah yang sudah dibasahi. Bagian atas umbi yang telah dipotong kemudian ditutup dengan lapisan tanah tipis. Media tanam disiram dengan air bersih hingga kondisinya benar-benar jenuh air. Wadah penanaman yang baru diisi bibit disimpan di tempat yang sejuk, terlindung, serta terhindar dari paparan terik matahari langsung. Masa persemaian ini memerlukan waktu berkisar antara lima hingga sepuluh hari sampai tunas hijau mulai tumbuh menembus permukaan tanah. Penyiraman rutin dilakukan satu hingga dua kali sehari untuk memelihara kelembapan media tanam.

Ketika usia tanaman memasuki delapan hari dari masa tanam, tunas bawang merah biasanya telah tumbuh memanjang dengan warna hijau segar. Wadah penanaman mulai dipindahkan ke area terbuka yang mendapatkan paparan sinar matahari langsung selama dua hingga empat jam setiap hari. Pola penyiraman pada fase ini disesuaikan menjadi satu kali sehari, terutama pada waktu pagi hari. Penjagaan kelembapan media tanah tetap perlu dilakukan secara konsisten agar akar tanaman dapat berkembang kokoh tanpa mengalami kekeringan.

Memasuki umur dua puluh tiga hari dari masa semai, tanaman bawang merah telah memperlihatkan perkembangan daun yang semakin lebat. Wadah penanaman kini dipindahkan ke lokasi yang terkena pancaran sinar matahari penuh sepanjang hari. Semakin banyak pasokan sinar matahari yang diterima oleh daun, maka proses fotosintesis berlangsung semakin optimal untuk menunjang pembentukan umbi baru. Pada fase perkembangan ini, frekuensi penyiraman diturunkan menjadi dua hingga tiga kali dalam sepekan saja. Pengurangan frekuensi air siraman bermanfaat memicu tanaman agar mengalihkan energinya untuk mempercepat pembesaran umbi bawang merah di bawah tanah.

Memasuki usia 58 hari, umbi bawang merah mulai menyembul ke atas permukaan tanah dengan ukuran yang cukup menonjol. Dalam satu rumpun tanaman, umbi dapat berkembang menjadi beberapa siung yang menggerombol secara subur. Tanaman bawang merah umumnya mencapai tingkat kematangan sempurna dan siap dipanen secara menyeluruh saat berumur 70 hingga 80 hari setelah masa tanam. Pemanenan secara bertahap dapat dilakukan pada umbi yang berukuran paling besar, sementara umbi berukuran lebih kecil dibiarkan tumbuh beberapa hari lagi di dalam tanah hingga siap dipetik secara penuh.

Secara keseluruhan, kegiatan berkebun bawang merah skala rumah tangga terbukti sangat praktis serta efisien untuk dijalankan. Pemanfaatan bahan sederhana seperti tanah pekarangan, arang sekam, serta wadah bekas mampu menghasilkan panen bawang merah yang melimpah tanpa membutuhkan pupuk kimia tambahan. Kedisiplinan dalam memperhatikan pola penyiraman, durasi pencahayaan matahari, serta kondisi media tanam menjadi faktor penentu agar tanaman bawang merah dapat tumbuh subur hingga datang masa panen. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan September 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan akan di moderasi dulu

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741

Download E-book Inspirasi

Dengan memasukkan email rekan pembaca untuk mendapatkan link download E-book Inspirasi PDF secara gratis.

Dapatkan E-book Sekarang