Ads

Selasa, 13 Oktober 2026

Memperbanyak Lidah Buaya dari Potongan Pelepah, Bisa Berhasil Asal Tidak Mudah Busuk

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Gardening & cooking daily yang diupload pada tanggal 7 Mei 2022 dengan judul " Berhasil memperbanyak Aloe Vera / Lidah buaya dari potongan pelepah. Percobaan yang sangat sulit 😂". 

Tanaman lidah buaya biasanya diperbanyak dengan memisahkan anakan yang tumbuh di sekitar tanaman induk. Cara ini memang lebih praktis dan hasilnya cenderung lebih mudah diperkirakan. Tapi, pernahkah mencoba menumbuhkan lidah buaya hanya dari potongan pelepahnya seperti yang pernah dilakukan oleh admin channel ini?. 

Cara ini terbilang cukup unik dikarenakan pelepahnya memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga bagian yang dipotong beresiko membusuk ketika bersentuhan langsung dengan media tanam yang terlalu lembap. Meski begitu, sebuah percobaan menunjukkan bahwa memperbanyak lidah buaya melalui pelepah masih bisa dicoba, asalkan pemilihan bahan dan cara menanamnya diperhatikan.

Menariknya, pelepah yang digunakan justru bukan yang paling segar dan tebal karena ada beberapa hal jika ingin mencoba metode ini.

Salah satu kendala dalam memperbanyak lidah buaya melalui pelepah adalah kandungan air di dalam jaringannya. Ketika pelepah dipotong lalu langsung ditanam ke tanah, bagian bekas potongannya bisa menjadi rentan terhadap pembusukan, terutama jika media tanam menyimpan terlalu banyak air.

Kondisi ini membuat proses perbanyakan tidak sesederhana memotong pelepah, menancapkannya ke tanah, lalu menunggu akar tumbuh. Potongan yang tampak sehat sekalipun belum tentu mampu bertahan sampai menghasilkan akar baru. 

Karena itu, cara menempatkan pelepah dan kondisi bahan yang digunakan patut diperhatikan, daripada langsung menanamnya dalam posisi tegak dan cukup dalam, metode dalam percobaan ini justru menggunakan cara yang lebih sederhana berdasarkan pengalaman admin.

Pelepah yang sudah menguning justru layak dicoba, dalam percobaan tersebut admin channel menyarankan penggunaan pelepah yang sudah tidak terlalu segar, misalnya pelepah yang menguning, kondisinya menurun, atau sudah kehilangan sebagian besar kandungan airnya.

Pelepah seperti ini mungkin terlihat kurang menarik dibandingkan pelepah hijau yang tebal dan berisi. Meski begitu, bahan yang lebih layu atau tidak lagi penuh air justru diketahui lebih mudah menumbuhkan akar dalam percobaan tersebut.

Ada hal yang perlu diperhatikan saat memilihnya yaitu pelepah yang menguning atau mulai mengering tidak selalu berarti masih layak ditanam jika jaringan sudah hancur atau membusuk, peluang untuk tumbuh tentu patut diragukan, jadi kondisi pelepah tetap perlu diperiksa dan perlu diketahui juga bahwa cara ini juga bukan jaminan bahwa semua potongan akan berhasil. Hasilnya bisa berbeda bergantung pada kondisi pelepah dan lingkungan tempat penanaman.

Salah satu bagian menarik dari percobaan ini adalah cara menempatkan potongan pelepah pada media tanam dimana tidak menancapkannya terlalu dalam, namun menyandarkan pelepah ke permukaan tanah yang gembur.

Media yang digunakan berupa bahan menyerupai kompos dari rumput kering. Media seperti ini menjadi bagian dari percobaan untuk memberikan tempat pelepah tanpa membuatnya tertanam terlalu dalam.

Cara ini memang membutuhkan kesabaran. Tidak semua potongan akan menghasilkan akar atau anakan baru, sehingga hasilnya sebaiknya tidak langsung dianggap pasti. Dalam percobaan yang dibagikan dalam video, proses pertumbuhan membutuhkan waktu beberapa minggu. 

Pada tahap ini, kesabaran menjadi bagian penting dari percobaan dimana Pelepah yang belum menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa hari belum tentu gagal, tetapi kondisinya tetap perlu diperhatikan. Jika bagian yang bersentuhan dengan media mulai lembek atau membusuk, kemungkinan pelepah tidak akan berkembang dengan baik.

Lalu jika munculnya akar dan terbentuknya anakan merupakan dua tahap yang berbeda. Pelepah yang mulai berakar belum tentu segera menghasilkan tanaman baru yang siap dipindahkan ke pot lain.

Karena itu, sebaiknya jangan terburu-buru membongkar atau memindahkan pelepah hanya karena belum terlihat perubahan. Berikan waktu untuk mengamati perkembangannya, sambil menjaga agar media tidak terlalu basah.

Meskipun memperbanyak lidah buaya dari potongan pelepah bisa menjadi percobaan yang menarik, metode ini bukan pilihan paling praktis bagi yang ingin mendapatkan tanaman baru dengan lebih cepat.

Cara yang lebih umum adalah menggunakan anakan atau tunas yang tumbuh di sekitar tanaman induk. Anakan sudah memiliki titik pertumbuhan sendiri, sehingga proses pemisahan dan penanamannya biasanya lebih mudah dilakukan dibandingkan mencoba menumbuhkan tanaman baru dari pelepah.

Jika tujuannya adalah menambah jumlah tanaman untuk koleksi atau ditanam di halaman, menggunakan anakan bisa menjadi pilihan yang lebih direkomendasikan. Pelepah dapat dijadikan bahan percobaan jika ingin mengetahui apakah bagian tersebut masih mampu membentuk akar dan menghasilkan pertumbuhan baru.

Perbedaan tujuan ini cukup penting dan untuk memperbanyak tanaman secara praktis, anakan lebih layak diutamakan. Untuk mencoba teknik yang tidak biasa ini metode pelepah bisa menjadi pengalaman berkebun yang menarik, meskipun tingkat keberhasilannya tidak selalu sama.

Percobaan memperbanyak lidah buaya dari potongan pelepah memberikan gambaran bahwa bagian tanaman yang tidak lagi segar masih layak dicoba sebagai bahan perbanyakan. Kuncinya ada pada pemilihan pelepah yang sudah berkurang kasar airnya, penggunaan media yang gembur dan cara menempatkannya agar tidak terlalu dalam di dalam tanah.

Meskipun begitu metode ini tetap memiliki resiko gagal, terutama karena pelepah lidah buaya mudah mengalami pembusukan akibat kandungan airnya yang tinggi. Waktu tunggunya pun tidak sebentar karena akar dan anakan baru dapat membutuhkan beberapa minggu untuk mulai terlihat.

Maka kalau memiliki pelepah lidah buaya yang sudah tidak terpakai, tidak ada salahnya mencoba metode ini sebagai percobaan ini akan tetapi, jika ingin memperbanyak lidah buaya dengan cara yang lebih sederhana dan cepat anakan dari tanaman induk tetap menjadi pilihan yang lebih baik. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Oktober 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan akan di moderasi dulu

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741