Seperti diketahui budidaya perikanan laut di Indonesia menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar bagi siapa saja yang jeli melihat peluang. Salah satu komoditas yang menjadi primadona di pasar lokal maupun pasar internasional adalah ikan kerapu. Di pesisir pantai Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pelaku usaha lokal berhasil meraup keuntungan puluhan hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Melalui ketekunan dalam mengelola benih ikan kerapu, sektor usaha ini terbukti mampu menjadi sumber penghasilan yang sangat menjanjikan dan berkelanjutan.
Usaha pembenihan yang dijalankan oleh mbak Fitri ini memfokuskan kegiatannya pada pembesaran varietas unggulan. Jenis yang dipilih adalah kerapu hybrid cantang. Jenis kerapu ini merupakan hasil persilangan buatan antara kerapu macan dan kerapu kertang. Hasil persilangan tersebut menghasilkan benih ikan kerapu yang memiliki ketahanan tubuh lebih baik terhadap penyakit serta laju pertumbuhan yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan jenis biasa. Keunggulan genetis inilah yang membuat permintaan pasar terhadap benih kerapu cantang terus mengalir tanpa henti sepanjang tahun.
Dalam menjalankan operasional harian, pengelolaan teknis kolam menjadi faktor penentu keberhasilan pembenihan. Usaha di pesisir Situbondo ini memanfaatkan kolam-kolam berukuran 3 x 5 meter. Setiap kolam dengan ukuran tersebut mampu menampung sekitar 25.000 ekor benih ikan kerapu yang masih kecil. Agar suhu air tetap stabil dan mudah dikendalikan, bagian atas kolam sengaja dirancang tertutup dari paparan sinar matahari langsung. Langkah teknis ini sangat penting untuk menjaga tingkat kelangsungan hidup benih yang masih sangat sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan yang mendadak.
Proses pemasaran dari hasil budidaya ini menjangkau wilayah yang sangat luas. Benih ikan kerapu yang paling diminati oleh para pembeli biasanya adalah benih yang berumur 30 sampai 45 hari dengan ukuran panjang tubuh sekitar satu sentimeter. Pada fase pertumbuhan ini, benih dinilai sudah cukup kuat untuk dikirim ke luar daerah. Pelanggan setianya berdatangan dari berbagai sentra budidaya besar di Indonesia seperti Bali dan Batam. Bahkan, kualitas benih dari pesisir Situbondo ini telah diakui di pasar internasional, dengan adanya pengiriman rutin menuju Malaysia hingga Filipina.
Dari sisi ekonomi, nilai transaksi dari bisnis ini terbilang sangat menggiurkan. Dalam waktu satu bulan, jumlah benih ikan kerapu yang berhasil terjual berkisar antara tiga puluh ribu sampai lima puluh ribu ekor. Harga jual untuk benih berukuran kecil berada pada kisaran Rp. 2.800 hingga Rp. 3.000 per ekor. Sementara itu, untuk benih yang sudah mencapai ukuran lain harga jualnya berkisar antara Rp. 400 empat sampai Rp. 800 per ekor. Fleksibilitas harga dan ukuran ini memberikan banyak pilihan bagi para pembudidaya pembesaran untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kolam masing-masing.
Perhitungan analisis usaha menunjukkan bahwa rasio keuntungan dari budidaya ini sangat tinggi apabila dikelola dengan benar. Berdasarkan info dari video dengan estimasi modal awal sekitar Rp. 100 juta untuk operasional dan pakan, hasil penjualan atau omzet yang diperoleh saat masa panen dapat menyentuh angka Rp. 200 juta. Selisih keuntungan yang melimpah ini membuktikan bahwa komoditas benih ikan kerapu merupakan investasi yang sangat menarik di sektor kelautan. Keberhasilan ini juga memberikan inspirasi untuk masyarakat pesisir lainnya untuk mulai melirik potensi ekonomi yang ada di sekitar garis pantai.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan Juli 2026
Usaha pembenihan yang dijalankan oleh mbak Fitri ini memfokuskan kegiatannya pada pembesaran varietas unggulan. Jenis yang dipilih adalah kerapu hybrid cantang. Jenis kerapu ini merupakan hasil persilangan buatan antara kerapu macan dan kerapu kertang. Hasil persilangan tersebut menghasilkan benih ikan kerapu yang memiliki ketahanan tubuh lebih baik terhadap penyakit serta laju pertumbuhan yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan jenis biasa. Keunggulan genetis inilah yang membuat permintaan pasar terhadap benih kerapu cantang terus mengalir tanpa henti sepanjang tahun.
Dalam menjalankan operasional harian, pengelolaan teknis kolam menjadi faktor penentu keberhasilan pembenihan. Usaha di pesisir Situbondo ini memanfaatkan kolam-kolam berukuran 3 x 5 meter. Setiap kolam dengan ukuran tersebut mampu menampung sekitar 25.000 ekor benih ikan kerapu yang masih kecil. Agar suhu air tetap stabil dan mudah dikendalikan, bagian atas kolam sengaja dirancang tertutup dari paparan sinar matahari langsung. Langkah teknis ini sangat penting untuk menjaga tingkat kelangsungan hidup benih yang masih sangat sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan yang mendadak.
Proses pemasaran dari hasil budidaya ini menjangkau wilayah yang sangat luas. Benih ikan kerapu yang paling diminati oleh para pembeli biasanya adalah benih yang berumur 30 sampai 45 hari dengan ukuran panjang tubuh sekitar satu sentimeter. Pada fase pertumbuhan ini, benih dinilai sudah cukup kuat untuk dikirim ke luar daerah. Pelanggan setianya berdatangan dari berbagai sentra budidaya besar di Indonesia seperti Bali dan Batam. Bahkan, kualitas benih dari pesisir Situbondo ini telah diakui di pasar internasional, dengan adanya pengiriman rutin menuju Malaysia hingga Filipina.
Dari sisi ekonomi, nilai transaksi dari bisnis ini terbilang sangat menggiurkan. Dalam waktu satu bulan, jumlah benih ikan kerapu yang berhasil terjual berkisar antara tiga puluh ribu sampai lima puluh ribu ekor. Harga jual untuk benih berukuran kecil berada pada kisaran Rp. 2.800 hingga Rp. 3.000 per ekor. Sementara itu, untuk benih yang sudah mencapai ukuran lain harga jualnya berkisar antara Rp. 400 empat sampai Rp. 800 per ekor. Fleksibilitas harga dan ukuran ini memberikan banyak pilihan bagi para pembudidaya pembesaran untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kolam masing-masing.
Perhitungan analisis usaha menunjukkan bahwa rasio keuntungan dari budidaya ini sangat tinggi apabila dikelola dengan benar. Berdasarkan info dari video dengan estimasi modal awal sekitar Rp. 100 juta untuk operasional dan pakan, hasil penjualan atau omzet yang diperoleh saat masa panen dapat menyentuh angka Rp. 200 juta. Selisih keuntungan yang melimpah ini membuktikan bahwa komoditas benih ikan kerapu merupakan investasi yang sangat menarik di sektor kelautan. Keberhasilan ini juga memberikan inspirasi untuk masyarakat pesisir lainnya untuk mulai melirik potensi ekonomi yang ada di sekitar garis pantai.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan Juli 2026