Bagi para pembudidaya lobster air tawar, melihat indukan mulai bertelur adalah momen yang paling ditunggu-tunggu. Potensi ekonomi dari fase ini sangat baik, mengingat satu ekor induk lobster air tawar mampu menghasilkan sekitar 150 hingga 250 butir telur dalam sekali siklus bertelur. Hasil sebanyak ini sudah cukup untuk menutup modal awal perawatan. Namun, di balik potensi keuntungan ini, fase bertelur merupakan periode yang paling penting sekaligus rentan. Induk lobster yang sedang membawa telur sangat peka terhadap perubahan lingkungan dan bahaya stres. Jika tidak ditangani dengan prosedur yang benar, resiko kegagalan seperti induk memakan telurnya sendiri atau telur gugur sebelum menetas bisa saja terjadi.
Yang sangat menentukan keberhasilan penetasan adalah mempersiapkan wadah penampungan khusus atau wadah melahirkan. Wadah ini tidak selalu harus maha yaitu bisa memanfaatkan tempat yang sederhana seperti box bekas kulkas, wadah plastik berukuran cukup besar, atau baskom dengan diameter minimal 50 cm. Isilah wadah tersebut dengan air bersih hingga mencapai ketinggian sekitar 10 cm. Kunci penting dalam persiapan air ini adalah proses pengendapan yang dilakukan minimal selama dua jam sebelum digunakan, agar kondisi air benar-benar stabil dan ramah bagi lobster. Selain itu, sangat disarankan untuk menambahkan shelter atau tempat bersembunyi di dalam wadah. Lobster adalah hewan yang mudah kaget dengan gerakan di sekitarnya seperti saat ada orang lewa sehingga shelter memberikan rasa aman dan nyaman. Jangan lupa untuk menjaga kualitas oksigen di dalam air, baik dengan memasang sistem aerator maupun menempatkan tanaman air alami.
Setelah wadah siap, proses pemindahan induk lobster dari aquarium ke wadah penetasan tidak boleh dilakukan secara terburu-buru, dan wajib melakukan proses penyesuaian atau yang dikenal dengan istilah aklimasi selama 15 hingga 30 menit. Aklimasi dilakukan dengan menempatkan tempat penampungan sementara induk ke dalam wadah baru agar suhu air di kedua lingkungan tersebut dapat menyatu perlahan. Perubahan suhu yang drastis dapat membuat lobster syok. Setelah masa aklimasi selesai, miringkan tempat penampungan sementara dengan sangat hati-hati dan biarkan induk lobster keluar serta merayap ke wadah baru secara mandiri tanpa ada paksaan.
Selama masa perawatan induk yang sedang menggendong telur, pola pemberian pakan dan manajemen lingkungan harus dijaga ketat. Berikan pakan dalam porsi sedikit demi sedikit. Sangat penting untuk memastikan tidak ada sisa makanan yang tertinggal dan membusuk di dasar wadah, karena pakan yang membusuk dapat meningkatkan kadar amonia toksik yang berbahaya bagi kesehatan induk dan calon anak-anaknya. Di sisi lain, minimalisir segala bentuk gangguan fisik maupun suara di sekitar wadah. Lobster yang merasa terancam atau stres cenderung memiliki perilaku kanibalisme terhadap telurnya sendiri.
Secara umum, proses penetasan telur lobster membutuhkan waktu total sekitar tiga hingga empat minggu. Usia dan perkembangan telur ini dapat kita pantau secara visual melalui perubahan warnanya. Telur yang baru keluar biasanya berwarna hijau gelap, menandakan bahwa proses penetasan masih membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu lagi. Seiring bertambahnya usia, warna telur akan berubah menjadi kekuningan yang mengindikasikan bahwa telur sudah berumur sekitar dua minggu dan semakin mendekati waktu menetas. Dengan ketelatenan dalam menjaga suhu, kejernihan air, kecukupan pakan, serta ketenangan lingkungan, burayak atau anak lobster akan dapat menetas secara optimal dan siap untuk dibesarkan.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan Juli 2026