Ads

Tampilkan postingan dengan label Tanaman buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman buah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 September 2026

Kunjungan Bang Narji ke toko trubus Bintaro

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Abang Narji yang diupload pada tanggal 2 Agustus 2024 dengan judul "ABANG NARJI BORONG BIBIT POHON BUAT LAHANNYA || DI TOKO BIBIT TERKENAL DARI DULU HINGGA SEKARANG". 

Suasana menghijau dan deretan dedaunan langsung menyambut kedatangan bang Narji sewaktu melangkahkan kaki ke area Toko Trubus cabang Bintaro. Tempat ini memang sudah lama dikenal sebagai pusat berburu aneka tanaman berkualitas bagi para pecinta vegetasi maupun masyarakat umum. Begitu memasuki area retail, nuansa alami ini seolah menarik siapa saja untuk sejenak melepaskan diri dari riuk pikuk kehidupan kota. Pada awal video momen yang menghibur lewat guyonan nostalgia dimana mengenang impian lamanya yang ingin tampil sebagai sosok model sampul majalah pertanian legendaris Trubus tersebut. Candaan spontan ini tentunya menghidupkan suasana sejak menit awal, akan tetapi juga memperlihatkan kedekatan emosional serta kenangan masa lalu terhadap brand pertanian yang sudah berdiri puluhan tahun ini.

Dibalik keceriaan di awal video, ada niat serta perencanaan yang membawa langkahnya sampai ke tempat ini. Kunjungan kali ini dilakukan guna menuntaskan niatnya yaitu memborong deretan bibit pohon pilihan unggulan. Tanaman yang dibeli nantinya bakal diboyong langsung menuju daerah Pekalongan untuk memanfaatkan area tanah kosong kepunyaan keluarga mertuanya. Memanfaatkan ruang terbuka yang belum terpakai menjadi lahan hijau produktif merupakan langkah nyata yang sangat bermanfaat. Daripada membiarkan area tanah terlantar begitu saja, menanaminya dengan beragam pepohonan buah serta tanaman produktif akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan sekitar maupun bagi keluarga.

Proses memilih bibit tanaman untuk daerah Pekalongan tentu memerlukan pertimbangan tersendiri. Karakteristik iklim, kondisi tanah, serta perawatan harian menjadi poin penting yang perlu dipikirkan sebelum menentukan jenis bibit yang dibawa pulang. Melalui aktivitas belanja tanaman ini, penonton diajak menyaksikan secara langsung bagaimana proses penentuan jenis pepohonan yang pas untuk ditanam di kawasan perkebunan keluarga. Keputusan memborong tanaman dalam jumlah banyak juga menunjukkan besarnya antusiasme dalam mengelola ruang terbuka hijau secara lebih efektif.

Perjalanan mengelilingi sudut-sudut Toko Trubus Bintaro pada sesi pembuka ini menjadi awal dari petualangan seru yang penuh informasi menarik seputar dunia bercocok tanam. Sambil menikmati udara segar di sekitar pepohonan, aktivitas berburu tanaman produktif ini menyajikan perpaduan hiburan yang menyenangkan sekaligus sajian edukasi yang bermanfaat bagi siapa saja yang ingin belajar memulai penghijauan. Langkah awal ini menjadi pembuka dari rangkaian diskusi seru seputar aneka jenis bibit tanaman eksotis, kiat pemeliharaan, hingga tips memilih varietas tanaman yang tepat.

Melangkah lebih dalam ke area Toko Trubus Bintaro, perjalanan berburu tanaman berlanjut pada pengamatan berbagai vegetasi unik yang jarang ditemui di pekarangan rumah pada umumnya. Perhatian pertama tertuju pada keunikan pohon Kupalandak yang menampilkan daya tarik visual tersendiri. Tidak berhenti di situ, pengalaman makin berkesan saat berkesempatan mencicipi langsung buah Anggur Brazil atau yang dikenal dengan nama Jaboticaba. Buah yang menempel unik pada batang pohonnya ini menyajikan sensasi rasa manis segar saat disantap segar dari dahan tanaman. Momen mencicipi hasil alam secara langsung ini memberikan keseruan tersendiri sekaligus memperlihatkan betapa beragamnya jenis tanaman buah eksotis yang bisa dikembangkan dengan baik di iklim tropis.

Petualangan berburu bibit ini menjadi makin kaya informasi saat berdiskusi langsung bersama Mas Akbar selaku penanggung jawab toko. Lewat obrolan santai yang mengalir, terkuak rekam jejak panjang Trubus yang mengawali kiprahnya dari sebuah penerbitan majalah pertanian legendaris. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya kebutuhan masyarakat akan kegiatan bercocok tanam, kiprah tersebut berlanjut hingga bertransformasi menjadi jaringan retail pertanian modern. Perjalanan sejarah ini memberikan wawasan berharga mengenai bagaimana kecintaan terhadap dunia bercocok tanam mampu terus tumbuh dan konsisten memberikan edukasi bagi masyarakat luas dari generasi ke generasi.

Eksplorasi di antara deretan pot dan polybag juga membawa ingatan pada keberadaan pepohonan obat jadul yang keberadaannya saat ini makin langka di tengah masyarakat. Salah satunya adalah pohon Pecah Beling yang terkenal akan beragam khasiat tradisionilnya. Mengamati tanaman obat masa lalu ini menjadi pengingat betapa kaya kekayaan hayati yang ada di sekitar kita. Diskusi hangat mengenai pepohonan langka ini memberikan pengetahuan baru bahwa memelihara tanaman bukan cuma soal memanen buah, melainkan juga menjaga keberlanjutan flora tradisional yang bermanfaat bagi kesehatan.

Memasuki area koleksi tanaman buah, Mas Akbar memberikan panduan menarik mengenai pilihan tanaman yang cocok bagi warga yang menetap di wilayah perkotaan. Pohon mangga menjadi salah satu opsi yang amat disarankan untuk pemula maupun masyarakat kota dengan keterbatasan ruang terbuka. Pohon buah satu ini terkenal memiliki daya tahan yang baik, tidak rewel dalam hal pemeliharaan harian, serta memiliki karakter perakaran yang aman bila ditanam di dalam pot atau gentong berukuran besar. Pola penanaman dalam wadah ini memberikan solusi praktis bagi siapa saja yang ingin menikmati rimbunnya dedaunan dan manisnya buah segar tanpa perlu mengkhawatirkan kerusakan bangunan akibat dorongan akar.

Sesi perkenalan varietas tanaman makin memikat saat diperkenalkan dengan koleksi mangga kelas atas asal mancanegara. Salah satunya adalah Mangga Miyazaki yang berasal dari Jepang, varietas ternama yang dikenal akan kualitas buah serta warna kulitnya yang merona anggun. Selain itu, hadir pula perkenalan dengan Mangga Okyong asal Thailand yang tidak kalah populer di kalangan pencinta buah-buahan tropis. Memahami keunggulan masing-masing varietas buah impor ini memberikan gambaran yang jelas mengenai beragam pilihan tanaman yang bisa dibudidayakan di pekarangan rumah.

Diskusi interaktif seputar tanaman perkotaan ini memberikan pemahaman baru bahwa keterbatasan lahan bukan lagi halangan untuk berkebun. Dengan pemilihan jenis tanaman yang pas serta wadah tanam yang sesuai, area pemukiman padat sekalipun bisa diubah menjadi sudut hijau yang asri dan memanjakan mata. Kehadiran berbagai varietas pilihan ini tentu makin membakar semangat untuk segera membawa pulang bibit terbaik guna dihijaukan di lahan keluarga.

Eksplorasi di Toko Trubus Bintaro berlanjut ke area tanaman buah yang menawarkan ragam inovasi serta keunikan varietas modern. Salah satu koleksi yang mencuri perhatian adalah bibit Lengkeng Merah atau yang populer dengan sebutan Ruby Longan. Tanaman ini menawarkan daya tarik visual yang khas berkat rona merah pada daun, batang, hingga kulit buahnya. Buahnya ini menyajikan cita rasa manis yang pekat dengan ukuran biji cenderung kecil, menjadikannya salah satu jenis tanaman buah eksotis favorit para kolektor berkebun.

Kekaguman makin bertambah saat melihat secara langsung sajian inovasi teknik pertanian berupa Pohon Mangga Kombinasi. Pohon unik ini lahir dari penerapan teknik okulasi yang menyatukan tiga jenis varietas mangga berbeda ke dalam satu batang utama. Inovasi semacam ini memberi kepraktisan tersendiri bagi pecinta buah, karena dalam satu pohon yang sama dapat dipanen beberapa jenis mangga dengan rasa serta karakteristik yang beragam. Keberadaan teknik perbanyakan tanaman modern ini membuka peluang bagi pemanfaatan lahan agar berjalan jauh lebih efisien.

Di samping mangga dan lengkeng, pembahasan juga bergulir pada ragam bibit unggulan bernilai jual tinggi seperti Durian Duri Hitam. Jenis durian ini sangat diminati berkat tekstur daging buahnya yang lembut serta rasa manis gurih yang khas. Tak ketinggalan, opsi pilihan seperti Nangka Mini turut menjadi pusat perhatian karena postur pohonnya yang cenderung pendek dan lekas berbuah, sangat pas untuk melengkapi koleksi kebun perkebunan keluarga.

Menjelang akhir kunjungan, Mas Akbar membagikan panduan dasar yang sangat berguna saat hendak menentukan pilihan bibit tanaman produktif. Poin penting yang disarankan adalah memastikan dengan cermat keaslian varietas bibit yang akan dibeli agar selaras dengan harapan harian pemeliharaan. Kecermatan dalam memilih bibit berkualitas sejak awal menjadi langkah bijak guna mencegah timbulnya kekecewaan sewaktu tanaman mulai tumbuh besar dan berbuah di kemudian hari.

Setelah menimbang berbagai masukan serta melihat langsung kualitas ragam tanaman yang ada, keputusan belanja pun dibuat. Pilihan akhirnya jatuh pada beberapa varietas bibit pohon pilihan unggulan, di antaranya bibit Nangka Cempedak serta Lengkeng Merah yang siap diangkut menuju daerah Pekalongan. Bibit-bibit pilihan ini diharapkan mampu tumbuh subur serta memberikan hasil panen melimpah di lahan hijau perkebunan milik keluarga.

Sesi berburu tanaman di Toko Trubus Bintaro ini diakhiri dengan ajakan hangat untuk terus konsisten merawat lingkungan sekitar lewat aktivitas bercocok tanam. Menanam pepohonan bukan sekadar hobi penghilang stres, melainkan bentuk investasi nyata dalam menjaga pasokan oksigen, kesegaran udara, serta keberlanjutan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan September 2026

Senin, 19 Agustus 2019

Kolom pakar menjawab "Bertanam Stroberi" Trubus



Saya tertarik bertanam stroberi karena di cilacap buah ini jarang ditemukan baik dipasar lokal. Bahkan pasar swalayan yang ingin saya tanyakan :

1. Bagaimana lingkungan ideal stroberi ? Apakah Stroberi hanya dapat dikembang biakan secara generatif ? Bagaimana sifat tanaman ini ? Dimana saya bisa memperoleh bibit stroberi ?

Jawab
Stroberi atau arben cocok ditanam di ketinggian 1.000 m dpl dan sinar matahari pendek.

Stroberi dapat diperbanyak dengan biji atau sulur yang telah berakar.

Tanaman ini bersifat tegak dan merambat. Penyerbukan dilakukan silang melalui lebah madu atau lalat hijau.

Bibit stroberi dapat di beli di toko sarana pertanian.

2. Apakah bibit stroberi perlu disemai sebelum ditanam ?

Jawab
Bibig stroberi ditumbuhkan dalam pot plastik kecil atau daun pisang.

3. Berapakah jarak tanam ideal ? Jika ditanam dalam pot berapa diameter pot ?

Jawab
Jarak tanam ideal 40 cm x 50 cm ditanam dalam bedengan  1 meter. Jika menggunakan pot pilih yang berdiameter 20 cm.

4. Apakah stroberi membutubkan media tanam ?

Jawab
Ya, baik ditanam secara konvensional atau hidropononik.

5. Berapa dosis pupuk yang diperlukan ?

Jawab
Pupuk kandang dibutuhkan 5-10 ton per hektar. Selain itu tanaman perlu diberi urea . TSP atau SP-36 dan KCL dengan perbandingan 1:1:2 total pupuk buatan 200 kilogram perhektar atau 40 gram pertanaman.

6. Apakah stroberi dapat dikembangkan di daratan rendah bersuhu tinggi ? Jika tidak memungkinkan apakah bisa dimanipulasi ?

Jawab
Didaratan rendah bersuhu tinggi tanaman masih bisa tumbuh, tapi merambat, dan tidak produktif. Kondisi lingkungan ini dapat dimanipulasi, sayang butuh biaya tinggi.

7. Adakah perawatan khusus ?

Jawab
Stroberi tidak tahan hujan, oleh karena itu saat musim hujan perlu diberi naungan. Untuk menghindari Gulma dan cendawan gunakan mulsa plastik hitam perak.

8. Umur berapa tanaman siap panen ? Sampai berapa kali tanaman dapat dipanen ?

Jawab
Stroberi dapat dipanen  umur 3 bulan setelah tanam. Umur produktif 2-8 tahun dengan frekuensi panen 3 kali pertahun.


9. Adakah penanganan pascapanen agar meminimalkan kerusakan saat panen ?

Jawab
Stroberi mudah rusak dan tidak tahan lama. Daya simpan hanya 2 hari. Saat panen harus ekstra hati-hati. Setelah dipetik buah diletakan dalam kotak karton simpan di lemari pendingin atau langsung diolah menjadi jus atau jam.

10. Berapa lama daya simpan stroberi ?

Jawab
Kendala yang dihadapi pekebun ialah penyakit busuk buah yang disebabkan cendawan Botrystis cineria. Cendawan itu biasanya menyerang pada musim hujan. Selain itu penyakit bintik daun yang disebabkan mycosphaerella fragariae

Sumber majalah Trubus tahun 2003

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741