Senin, 23 Juni 2014

Cemerlangkan warna ikan Discus


Ada banyak penyebab warna ikan discus jadi buram. Semisal kondisi air tidak memenuhi syarat, penyakit internal, ketakutan, dan perawatan yang tidak benar. Nah, setiap penyebab itu butuh cara penyelesaian yang berbeda.

Perlu alimatisasi
Kekeliruan sering dilakukan sejak awal pemeliharaan, setelah ikan dibeli, hobiis pemula kerap langsung memasukan ikan bundar itu dalam aquarium baru. Seperti di ketahui, temperatur air dalam plastik tempat ikan berbeda dengan suhu air dalam akuarium. Akibat perbedaan suhu itu, discus mengalami shock. Akibatnya, warna discus spontan memudar.

Sebelum dimasukan ke dalam akuarium, discus perlu menjalani aktimatisasi (penyesesuaian diri dengan lingkungan) lebih dulu. Caranya mudah..Masukan discus bersama dengan plastik pembungkusnya ke dalam akuarium, maksudnya supaya suhu air akuarium. lakukan langkah itu selama 15-20 menit. Setelah suhu air sama, pengikat plastik boleh dibuka, lalu discus dilepas secara perlahan-lahan ke dalam akuarium.

Warna discus bisa mendadak berubah jadi gelap kalau ia mengalami ketakutan. Umumnya hal itu dialami oleh discus yang baru dibeli. Untuk menghindari itu, taruh discus di tempat tenang, jauh dari hilir-mudik orang.

Discus menghendaki temperatur air berkisar 28-30 derajat celcius. Beberapa jenis discus sangat  peka terhadap temperatur rendah. Semisal Golden Ruby, Snake dab Golden Ghost. Kondisi temperatur air bisa dipertahankan dengan  jalan memasang  heater.

Pada hari-hari pertama, discus tetap mengalami tekanan batin, ia butuh untuk penyesuaian diri dengan lingkungannya yang baru. Langkah diatas paling tidak bisa mengurangi tingkat stres, sehingga discus bisa mempercepat proses penyesuaian diri.

pH dan dH harus pas
Selain suhu, sifat kimia air juga turut menentukan kemolekan warna tubuh discus. Air dengan dH (kesadahan) dan pH (keasaman) yang tidak pas sering mengakibatkan discus jadi kusam.

Kesadahan air dipengaruhi oleh kada magnesium (Mg), Kalsium (Ca), dan natrium (Na) yang terlarut dalam air. Semakin banyak zat tersebut di dalam air, semakin tinggi tingkat kesadahannya. Air berkesadahan tinggi umumnya terdapat di daerah bertanah kapur. Discus bisa hidup sehat dalam air yang memiliki dH berkisar 1,2-2,8. Sedangkan pH yang diinginkan berkisar 6-7.

Menurut peternak discus dari Jakarta, dH yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan terhambanya produksi lendir dilapisan kulit ikan. Kalau hal ini terjadi, kulit discus akan mudan mengalami iritasi dan terinfeksi kuman. Akhirnya, warna badan pun menjadi kusam. sedangkan dH yang terlalu rendah sering menyebabkan discus mudah di terjang penyakit "kepala lubang" dan kerusakan sirip. Karena itu dH dan pH harus rajin dipantau. Sifat Kimia air tersebut bisa diukur dengan bantuan dGH tester dan pH tester. Cairan itu dijual di toko perlengkapan akuarium.

Discus termasuk jenis ikan black water. Artinya, ia butuh kondisi air ber pH agak rendah. Kondisi semacam itu bisa direkayasa. Masukan daun ketapang  atau black piet ke dalam akuarium.

Warna  badan discus buram juga bisa di picu oleh zat beracun yang terlarut dalam air. Unsur yang sering meracuni discus yaitu klorin (Cl). Zat itu biasanya terkandung dalam air ledeng. Karena itu sebaiknya hindarilah pemakaian air ledeng.

Discus yang mengalami keracunan klorin harus segera ditolong. Caranya mudah gantilah air dengan air baru yang tidak mengandung klorin. Larutkan antibiotik dan garam ikan kedalam air. Dosis pemakaian bisa dilihat di kemasan. Penggantian air setiap hari dan lakukan sampai hari kelima.

Sementara faktor lain yang dianggap bisa mencemerlangkan tubuh discus yaitu pakan. Udang dan spirulina dipercaya bisa memperbaiki warna kuning.

Nah, makanya untuk discus kesayangan, air dan pakan tidak boleh sembarangan.



Sumber artikel : Tabloid Flona edisi 20/tahun I/ 29 November-12 Desember 2004
                           ( Cemerlangkan discus-Pakan pas air berkualitas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

situs 3gp

Blog list