Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel CapCapung yang diupload pada tanggal 26 Januari 2024 dengan judul "Batu Mustika Lobster Air Tawar, Bagian Paling Mahal Lobster Harga 10 Jutaan/Kg". Dalam video ini bersama Bapak Fendy Purnomo, seorang pengusaha dan juga pembudidaya lobster air tawar dari Longon Harjo, Surakarta menjelaskan dengan sangat detail dari potensi membudidayakan lobster air tawar di Indonesia yang sangat banyak manfaat dari turunan produknya.
Fendy memulai usaha ini karena kecintaannya pada binatang air yang bermula sejak masa kuliah setelah melihat lobster hias jenis clarkii di pasar hias. Melalui riset, ia menemukan berbagai keunggulan budidaya lobster air tawar. Menurutnya selama lebih dari 20 tahun, harga lobster terus stabil naik secara jangka panjang. Ini bukan bisnis musiman atau trend sesaat, melainkan bisnis yang ada sepanjang masa. Membudidayakannya tidak rumit dan tidak butuh persiapan berbulan-bulan. Cukup menyediakan lahan dengan air standar bersih, bening dan tidak berbau dan langsung bisa digunakan.
Untuk lahan berukuran 100-200 meter persegi dengan ketinggian air 15-20 cm, daya listrik yang dibutuhkan untuk aerator hanya sekitar 100 watt biaya Rp. 50.000 - Rp. 60.000 per bulan. Untuk 100 ekor lobster dewasa, pemberian pakan buatan sendiri hanya dilakukan satu kali sehari dengan porsi yang sangat sedikit, yaitu sekitar sampai 30 gram.
Budidaya lobster memiliki banyak turunan produk bernilai ekonomi yang bisa dipasarkan seperti menjual lobster Indukan untuk keperluan budidaya kembali lalu sebagai kobster konsumsi yang bisa dijual dalam kondisi hidup ataupun mati segar. Bisa juga dijual dalam bentuk lobster hias untuk kolektor, menurutnya lobster air tawar memiliki variasi warna unik (hijau, putih, biru, cokelat). Harganya tidak memiliki patokan pasti, tergantung kesepakatan dan kelangkaan warna, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah. Menariknya dari lobster yang mati membusuk dapat dikeringkan menjadi bahan baku pelet lobster. Sementara itu, kotoran dan limbah air kolam digunakan sebagai nutrisi tanaman melalui sistem aquaponik atau hidroponik.
Menurut penjelasan yang paling berharga adalah pada bagian termahal yaitu seperti batu mustika lobster asal air tawar yang disebut Gastrolit. Bagian paling mahal yang sedang dikembangkan olehnya atau yang sering disebut masyarakat sebagai "Mustika Lobste. Gastrolith adalah dua biji putih kaya kalsium yang terbentuk di dalam kepala lobster dekat otak hanya ketika lobster bersiap untuk melakukan molting (ganti kulit).
Sebelum cangkangnya copot, lobster menyerap kalsium karbonat dari tubuhnya sendiri dan menyimpannya di kepala. Setelah cangkang lama lepas, kalsium simpanan ini dilelehkan kembali untuk mengeraskan kulit barunya yang masih lembek. Ia telah bekerja sama dengan mitra di Amerika Selatan dan Amerika Barat Daya, biji gastrolith ini diolah menjadi obat terapi penyakit saraf degeneratif seperti Parkinson untuk mengatasi pengerutan saraf dan pengeroposan. Dalam kondisi yang sudah diolah, setiap 0,5 kg gastrolith bisa dihargai mencapai Rp. 15 juta hingga Rp. 20 juta.
Sebagai binatang exoskeleton tulang di luar, daging di dalam, lobster memiliki imun yang kuat terhadap penyakit, uniknya, setiap kali melakukan *molting*, segala jenis cacat fisik, kerusakan organ luar maupun dalam, serta penyakit yang menempel akan ikut sembuh dan hilang. Selama 10 tahun beternak, ia hampir tidak pernah menggunakan obat-obatan kimia, melainkan hanya vitamin dan menjaga kebersihan kolam untuk mencegah kematian massal akibat air kotor atau racun.
Daftar harga produk yang ada di caranya adalah seperti Indukan lobster dihargai Rp 350.000 per paket isi 10 ekor (dengan rasio jantan dan betina sekitar satu banding satu, untuk konsumsi mati segar sudah dibekukan dihargai Rp. 150.000 - Rp. 175.000 per kg, untuk konsumsi hidup dihargai Rp. 250.000 - Rp. 300.000 per kg dan untuk kebutuhan ekspor harganya bisa mendekati Rp 800.000 hingga Rp. 1.000.000 per kg karena adanya biaya logistik khusus dan yang terakhir yaitu biji Gastrolith berwarna putih yang sudah diolah sedemikian rupa yang diminati pasar dihargai Rp. 15.000.000 - Rp. 20.000.000 per setengah kilogram.
Dalam strategi pemasaran ia membagi metode pemasaran menjadi dua pilihan kerja, jika jeras di luar rumah metode Konvensional dilakukan secara door-to-door dari lingkungan tetangga terdekat, berkembang ke tingkat kota, antarpulau, hingga antarnegara dan jika kerja di dalam rumah yaitu memanfaatkan seluruh platform digital seperti Facebook, Twitter/X, Tokopedia, Shopee, Instagram. Kuncinya adalah konsistensi dengan mengunggah minimal 6 hingga 10 foto atau video baru setiap hari secara rutin demi membangun pasar online.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan Mei 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan akan di moderasi dulu