Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas
Tampilkan postingan dengan label Benih Gurame. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Benih Gurame. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Mei 2026

Tips belanja benih ikan agar tidak ditipu oknum penjual nakal

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel SEPUTIH CHANNEL yang diupload pada tanggal 11 Februari 2022 dengan judul " penjual bibit ikan curang ll waspadalah!". Dalam video ini membahas tentang berbagai modus kecurangan yang dilakukan oleh oknum penjual bibit ikan nakal dan pentingnya sikap waspada bagi para pembudidaya ikan saat membeli benih dan menjelaskan tiga trik curang yang bisa merugikan pembeli.



Memulai bisnis budidaya ikan seperti gurame, nila, lele, patin, atau mas memang menjanjikan keuntungan yang lumayan. Bagi pembudidaya yang belum bisa melakukan pembenihan sendiri, membeli bibit dari pihak luar menjadi satu-satunya pilihan penyuplai stok kolam. Memang modal yang dikeluarkan untuk membeli bibit berkualitas baik tidak bisa dibilang murah. 

Namun demi hasil panen yang melimpah, modal besar di awal tentu tidak menjadi masalah yang berarti. Sayangnya, di tengah banyaknya pedagang yang jujur dan mencari nafkah dengan cara halal, masih ada saja oknum penjual nakal yang bisa berbuat curang untuk meraup keuntungan pribadi tanpa memikirkan kerugian para pembudidaya pembesaran ikan.

Salah satu modus kecurangan yang paling umum ditemui di lapangan adalah manipulasi ukuran bibit ikan. Dalam sistem transaksi jual beli bibit, harga biasanya ditentukan berdasarkan ukuran fisik ikan tersebut. Oknum penjual yang tidak jujur ini biasanya menawarkan jenis bibit unggul, misalnya gurame soang ukuran silet dengan harga Rp. 1.500 per ekor. 

Ketika pembeli menyetujui harga tersebut, bibit ikan yang dikemas dan dibawa pulang justru memiliki ukuran yang berada di bawah standar. Ukuran bibit yang lebih kecil ini jelas memiliki harga pasaran yang lebih murah, sehingga pembeli mengalami kerugian materi sejak awal transaksi akibat ketidakjujuran ukuran ini.

Selain memainkan ukuran fisik, modus pengurangan jumlah hitungan juga menjadi trik lama yang masih terus terjadi. Sistem pembelian bibit ikan di pasaran biasanya memakai hitungan per ekor, sistem takaran gelas, atau kiloan. Celah kecurangan terbuka lebar ketika pembeli kurang teliti atau enggan ikut menghitung ulang kiriman bibit secara detail. 

Seperti contoh saat ada pesanan bibit sebanyak 1000 ekor, penjual nakal sengaja mengurangi jumlahnya secara diam-diam sehingga angka yang masuk ke dalam kolam tidak pernah menyentuh target awal. Kelengahan dalam mengawasi proses hitung ini membuat proyeksi panen pembudidaya menjadi kacau karena jumlah ikan di dalam kolam nyata-nyata lebih sedikit dari catatan di atas kertas.

Trik lain yang tidak kalah merugikan adalah pengoplosan atau pencampuran kualitas bibit ikan di dalam satu wadah. Pembeli yang memesan komoditas premium dengan pertumbuhan cepat terkadang dikelabui dengan cara mencampurnya dengan jenis ikan lokal atau varietas yang lambat tumbuh. 

Sebagai contohnya lagi dalam satu wadah pemesanan gurame soang yang terkenal cepat besar, penjual menyisipkan sebagian bibit gurame batu yang masa pertumbuhannya jauh lebih lama. Efek dan dampak dari praktek ini baru akan terlihat berbulan-bulan kemudian saat masa panen tiba, dimana ukuran ikan menjadi tidak seragam dan membuat target keuntungan peternak menjadi merosot.

Sikap teliti dan selalu menaruh kewaspadaan tinggi menjadi kunci penting agar terhindar dari berbagai jebakan tersebut. Kecurangan di dunia perdagangan bibit terjadi karena adanya kesempatan yang diberikan oleh kelengahan pembeli sendiri. 

Oleh karena itu, meluangkan waktu untuk mengecek kembali ukuran fisik ikan, ikut menghitung jumlah bibit secara jeli, serta memastikan jenis varietas ikan sebelum melakukan pembayaran menjadi langkah bijak yang wajib dilakukan di lokasi pembelian. Dengan selalu bersikap kritis dan selektif memilih mitra penyedia bibit, modal usaha yang dikeluarkan akan menghasilkan keuntungan maksimal saat masa panen nantinya. 

Terdapat beberapa berdasarkan pengalaman pribadinya yaitu "pernah beli bibit gurame. pengiriman pertama bagus. pengiriman kedua banyak koreng/jamurnya. komplen,, gak bisa. akhirnya seminggu mati semua". Komentar ini menunjukkan salah satu trik lainnya, yaitu bibit ikan kurang bermutu pada pesanan kedua. Bisa dikatakan pada pesanan pertama, oknum penjual memberikan pelayanan dan kualitas terbaik untuk membangun rasa percaya pembeli. Begitu pembeli merasa puas dan melakukan pemesanan ulang dalam jumlah besar tanpa rasa curiga, oknum tersebut mulai mengirimkan bibit ikan yang sedang sakit. 

Komentar ini membuktikan bahwa video edukasi seperti ini sangat bermanfaat, terutama bagi para pemula di dunia budidaya. Banyak orang mengira tantangan dalam memelihara ikan hanya seputar pakan dan pengelolaan air kolam. Mereka tidak menyangka bahwa tantangan bahkan sudah dimulai sejak proses transaksi pembelian benih di pasar atau tempat pembenihan. 

Berdasarkan pengalaman admin sendiri ada baiknya mulai dengan jumlah kecil dulu dan jangan langsung tergiur memesan puluhan ribu ekor. Lakukan uji coba dengan membeli dalam skala kecil lalu amati pertumbuhannya selama beberapa minggu di kolam yang sebelumnya di karantina dulu. Jika pertumbuhannya seragam dan tingkat kematian rendah, itu menjadi sinyal bahwa penjual tersebut cukup terpercaya didaerahnya. 

Langkah yang terbilang cukup aman adalah membeli bibit dari peternak yang sudah memiliki reputasi baik di kalangan komunitas pembudidaya setempat. Bertanya kepada sesama peternak di daerah sekitar mengenai lokasi pembenihan yang jujur, tepat waktu, dan memiliki layanan komplain yang baik jika terjadi masalah pada pengiriman. 

Dan jika ingin yang lebih aman dengan membeli langsung dari Balai Benih Ikan (BBI) milik pemerintah atau pusat pembenihan bersertifikat memang menjadi pilihan paling aman dan sangat direkomendasikan. Tempat-tempat seperti ini menerapkan standar operasional yang ketat, sehingga resiko untuk dicurangi menjadi jauh lebih kecil.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Mei 2026

Minggu, 17 Februari 2013

Kiat mempercepat tumbuh benih Gurame.

Kiat mempercepat tumbuh benih Gurame.

Artikel berikut adalah tentang cara dan kiat mujarab untuk memacu pertumbuah ikan Gurame, dimana artikel ini berdasarkan sumber dari team jurnalis majalah trobos.

Dengan cara yang intensif pemeliharaan benih yang didederkan tidak memakan waktu yang lama sehingga lebih efektif  waktu bagi para pembudidaya.

Berikut adalah cara agar pendederan gurame dapat mencapai hasil yang optimal :


Kolam
1. Gurame adalah ikan yang mempunyai habitat alami di sungai, danau dan rawa. Dengan demikian usahakan kolam pemeliharaan memiliki suhu 27-30 derajat celcius dengan pH 7-8.

2. Usahakan kolam yang digunakan adalah kolam tanah karena ikan ini cenderung menyukai pakan alami yang ada dalam tanah.

3. Sebelum ditanam benih gurame usahakan kolam tanah disuburkan dahulu untuk menumbuhkan pakan alami, yaitu dengan melakukan pengapuran dengan dosis 100-200 gram/ meter persegi dan pemupukan dengan pupuk kandang 500-1000 gram/meter persegi.

4.Pengairan kolam dilakukan sampai ketinggian 50-60 cm.

5. Dasar kolam dibuat tidak terlalu berlumpur.

6. Pemasukan air di kolam memiliki debit sekitar 1 liter/ detik (untuk luasan kolam 100 meter persegi).

Penanganan benih
1. Sebelum benih di tebar dalam kolam, pilihlah benih yang sehat dengan ciri sehat dan lincah dan warnanya tidak terlalu hitam.

2. Ada baiknya untuk pengangkutan benih (jika beli) dilakukan pada sore hari dan wadah angkut yang digunakan berupa drum dengan posisi ditidurkan (diisi setengah dari volume). Jumlah benih dalam tiap drum berkisar antara 10-15 kg.

3. Jumlah benih yang di tebar berkisar antara 10-20 ekor/ meter persegi dengan bobot rata-rata per ekornya 50 - 75 gram.

Pakan
1. Pakan yang diberikan adalah terdiri dari pakan hijauan dan buatan, untuk pakan buatan gunakan yang apung dengan jumlah pemberian 3% berat populasi ikan dengan frekuensi 2 kali sehari pagi jam 6 pagi dan 17.00 (sore hari).

Untuk pakan hijauan yang dapat di gunakan adalah daun talas (sente), Azolla, dan daun mata lele. Jumlah pemberian pakan sekitar 5% dari jumlah populasi dan frekuensinya juga 2 kali sehari.

Dengan cara diatas panen benih gurame tersebut dapat dipercepat sehingga dapat mencapai bobot 200 sampai 300 gram per ekor dalam jangka waktu pemeliharaan 3 bulan.

Artikel terkait seputar ikan gurame :

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741

Download E-book Inspirasi

Dengan memasukkan email rekan pembaca untuk mendapatkan link download E-book Inspirasi PDF secara gratis.

Dapatkan E-book Sekarang