Memulai usaha di bidang peternakan setelah masa pensiun menjadi pilihan bagi Pak Razzi di Sleman. Pensiunan wartawan ini memilih Ayam jenis Kuntara karena keunggulannya yang unik dan jarang ditemukan pada jenis ayam lain.
Ayam ini merupakan ayam unggulan yang memiliki badan bongsor layaknya ayam pedaging dan mampu memproduksi telur dalam jumlah banyak. Karakter fisiknya sangat khas dengan bulu tebal, kaki pendek, serta tubuh yang sangat berisi. Keunggulan ini membuat banyak orang mulai melirik untuk membudidayakannya di lahan sendiri.
Sistem pemeliharaan yang diterapkan di peternakan ini menggunakan model umbaran yang membuat ayam merasa bahagia dan bebas bergerak. Kepadatan penghuni di dalam kandang diatur secara longgar agar sirkulasi udara tetap terjaga dengan baik. Untuk alas tempat tinggalnya, digunakan campuran batu, pasir, serta tanah.
Karena jumlah populasi yang tidak terlalu padat, kotoran yang dihasilkan akan mengering dengan sendirinya tanpa menimbulkan aroma menyengat bagi lingkungan sekitar. Ia juga memberikan perhatian khusus pada kebersihan area bermain supaya kesehatan ternak senantiasa terjaga optimal setiap harinya.
Mengenai urusan pakan, pakan yang diberikan merupakan hasil racikan mandiri guna menekan biaya operasional harian. Campuran bahan yang digunakan meliputi biskuit, jagung, katul, konsentrat, serta roti. Jika harga bahan pokok di pasar sedang melambung tinggi, penggunaan bahan alternatif reject menjadi solusi cerdas agar bisnis tetap berjalan lancar. Untuk fase pedaging pertumbuhan, dibutuhkan protein tinggi sekitar 21 persen, sedangkan untuk petelur cukup sekitar 18 persen
Kandungan protein diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan fase pertumbuhan, mulai dari tahap anak ayam hingga masa bertelur. Pemberian nutrisi yang tepat membuat ayam bisa mencapai bobot satu kilogram hanya dalam waktu delapan minggu saja.
Permintaan pasar terhadap bibit maupun daging ayam ini terus meningkat pesat seiring tersebarnya informasi mengenai kualitasnya. Banyak orang tertarik karena masa panen yang singkat sehingga perputaran modal menjadi lebih cepat bagi pengusaha kecil.
Pak Razzi juga menyarankan bagi siapa saja yang ingin memulai langkah yang sama agar tidak menunggu masa tua untuk bergerak. Memulai bisnis di usia produktif memberikan keuntungan berupa semangat yang masih tinggi serta fisik yang masih kuat untuk belajar dari setiap tantangan yang ada di lapangan.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan Maret 2026