Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Selasa, 03 Februari 2026

Megatank ikan predator koleksi langka Pari Sakura

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel JAMM VLOG yang diupload pada tanggal 26 Januari 2026 dengan judul "MEGATANK IKAN PREDATOR AMAZON !!! KOLEKSINYA BIKIN IRI - ADA BANYAK DUIT JUGA GAK KEBELI".  

Dalam video ini menampilkan kunjungan Anthony Saputra ke rumah salah satu penghobies ikan predator, yang merupakan customer dari Bang Marcel dari Fish and Furious. Keduanya memperlihatkan keseriusan seorang penghobies dalam membangun ekosistem megatank dengan koleksi ikan eksotisnya.

Sejak awal video langsung diperlihatkan aquarium yang akan direview oleh Koh Anthony dan hampir semua ikan di sini berasal dari Fish and Furious. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah pari Sakura berukuran besar, keturunan F1 dari tangkapan alam. Coraknya menyerupai bunga sakura, menjadikannya salah satu koleksi paling prestisius. Bang Marcel menjelaskan bahwa meski memiliki banyak uang, tidak semua orang bisa mendapatkan pari jenis ini karena stoknya sangat terbatas dan sulit beradaptasi jika langsung diambil dari alam.

Koh Anthony sempat menanyakan keamanan memelihara pari di kolam dengan dasar bebatuan. Bang Marcel menjelaskan bahwa hal ini aman selama menggunakan batu pipih yang tidak tajam. Di bawah bebatuan terdapat lapisan screen agar tidak menyumbat saluran pembuangan. Selain itu, penggunaan garam untuk perawatan mingguan diperbolehkan, dengan catatan perlu dilarutkan terlebih dahulu agar tidak merusak kulit pari yang sensitif terhadap garam.

Aquarium ini bukan hanya berisi pari saja, tetapi juga berbagai ikan predator dari periaran Sungai Amazon dan daerah lain. Kehadiran ikan-ikan lain ini berfungsi menjaga kebersihan kolam dengan memakan sisa-sisa kotoran ikan utama dalam aquarium.

Penghobies ini memiliki sistem pembesaran ikan yang rapi dan terstruktur dimana aquarium yang awalnya digunakan untuk karantina kini difungsikan sebagai tempat pembesaran anakan pari sebelum dipindahkan ke kolam atau fiber besar. Kolam fiber kustom dari Limas Fiberindo dilengkapi sistem top filter yang rapi dengan finishing berkualitas tinggi. Marcel juga memberi edukasi mengenai fenomena bacterial bloom, yaitu kondisi air keruh setelah ganti air. Menurutnya, hal ini normal dan akan kembali jernih dalam 1–2 hari setelah penambahan bakteri baru.

Di akhir video, Koh Anthony mengungkapkan bahwa Bang Marcel telah menjadi mentornya selama enam tahun terakhir dalam dunia ikan predator. Ia menekankan pentingnya edukasi, kesabaran, dan pemahaman mendalam dalam memelihara pari, terutama bagi yang ingin mencapai tahap pembiakan.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Cara kerja water heater sas

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel Hanza Teknik yang diupload pada tanggal 17 Februari 2024 dengan judul "Cara kerja water heater gas". 

Water heater gas adalah perangkat yang dirancang untuk memanaskan air secara otomatis dengan memanfaatkan energi dari pembakaran gas. Sistem ini bekerja dengan cukup sederhana, namun sangat efisien dalam memenuhi kebutuhan air panas sehari-hari. 

Baca juga : 

Heater Eheim Thermocontrol e 

Penghangat dan pemanas air 

Proses pemanasan dimulai ketika keran air panas dibuka. Pada saat itu, air dingin akan masuk ke dalam unit water heater. Aliran air ini kemudian dideteksi oleh sebuah komponen penting bernama flow sensor. Sensor ini berfungsi sebagai pemicu awal yang memberi sinyal bahwa ada kebutuhan air panas.

Begitu sensor mendeteksi adanya aliran air, pembakar atau burner akan otomatis menyala. Burner ini bekerja layaknya kompor gas, menghasilkan api yang digunakan untuk memanaskan bagian utama dari sistem, yaitu heat exchanger. Heat exchanger adalah komponen yang bertugas mentransfer panas dari api pembakar ke air yang sedang mengalir melewatinya.

Air dingin yang masuk akan bersirkulasi melewati heat exchanger. Di sinilah proses pemanasan terjadi. Panas dari pembakar berpindah ke air, sehingga suhu air meningkat sesuai kebutuhan. Setelah itu, air panas dialirkan keluar melalui saluran pipa menuju keran, siap digunakan untuk mandi, mencuci, atau kebutuhan lainnya.

Sistem ini juga dilengkapi dengan mekanisme otomatis untuk berhenti bekerja. Ketika keran air panas ditutup, aliran air pun berhenti. Flow sensor tidak lagi mendeteksi adanya gerakan air, sehingga burner akan mati secara otomatis. Hal ini bukan hanya membuat penggunaan lebih efisien, tetapi juga menjaga keamanan agar tidak ada pembakaran gas yang sia-sia.

Secara keseluruhan, water heater gas bekerja dengan prinsip sederhana: adanya aliran air memicu sistem pemanas, dan berhentinya aliran air menghentikan proses pembakaran. Dengan cara kerja otomatis ini, pengguna bisa mendapatkan air panas kapan saja tanpa perlu menyalakan atau mematikan alat secara manual. 

Video mengenai cara kerja water heater gas ternyata memunculkan beragam komentar dari para penonton. Banyak yang penasaran bagaimana sistem ini bekerja, apakah harus dinyalakan dan dimatikan secara manual, atau cukup membuka keran saja. Seorang pengguna bertanya, “Ini apakah setiap mau pakai harus di-on kan dan setelah pakai dimatikan, atau buka kran saja otomatis? Bisa nyala dan mati sendiri?” Pertanyaan ini cukup mewakili rasa ingin tahu banyak orang yang belum familiar dengan sistem otomatis pada water heater gas.

Selain itu, muncul pula perdebatan mengenai keamanan antara water heater gas dan listrik. Ada yang berkomentar bahwa sebenarnya water heater gas kurang aman, dan lebih baik menggunakan listrik. Namun, komentar ini langsung ditanggapi oleh pengguna lain dengan pertanyaan balik, “Kurang aman gimana pak?”

Diskusi pun berlanjut. Seorang pengguna menilai bahwa justru water heater listrik bisa lebih berbahaya. Alasannya, jika terjadi kerusakan, air yang dialirkan bisa berpotensi menyetrum. Di sisi lain, ada yang menambahkan bahwa penggunaan listrik membutuhkan daya watt yang besar, proses pemanasan lebih lama, dan jika air panas habis maka harus dipanaskan ulang.

Sementara itu, pendukung water heater gas berpendapat bahwa sistem ini lebih praktis. Air bisa langsung panas saat keran dibuka, dan proses pemanasan berhenti otomatis ketika keran ditutup. Meski begitu, ada saran agar unit water heater gas sebaiknya ditempatkan di luar kamar mandi untuk alasan keamanan.

Dari ragam komentar ini terlihat bahwa masing-masing jenis water heater memiliki kelebihan dan kekurangan. Gas unggul dalam kecepatan dan efisiensi, sementara listrik dianggap lebih modern namun membutuhkan daya besar dan berisiko jika terjadi kerusakan. Pada akhirnya, pilihan kembali kepada kebutuhan dan kenyamanan pengguna, serta bagaimana mereka memastikan pemasangan dan penggunaan dilakukan dengan aman.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026

Panduan menangani ikan molly yang melahirkan


Ikan molly

Memelihara ikan Molly (Poecilia sphenops) memberikan kepuasan tersendiri bagi para penghobies ikan hias, terutama saat menyaksikan momen ikan ini melahirkan. Sebagai ikan jenis ovovivipar, Molly tidak meletakkan telur di tanaman, melainkan mengandung dan melahirkan anak yang sudah bisa berenang mandiri. Namun, tanpa pemahaman yang tepat, proses yang seharusnya menggembirakan ini bisa berakhir menyedihkan karena sifat kanibalisme ikan dewasa terhadap bayinya sendiri (burayak). 

Mengenali tanda kehamilan dan melahirkan, pengalaman sukses dalam budidaya Molly dimulai dari ketelitian pemilik dalam mengamati perubahan fisik induk. Ikan Molly betina yang sedang hamil akan menunjukkan perut yang membuncit secara signifikan hingga menyerupai bentuk kotak jika dilihat dari sudut tertentu. Salah satu tanda paling akurat adalah munculnya gravid spot atau bercak kehamilan yang berwarna gelap di dekat sirip dubur.  

Bercak ini sebenarnya adalah kumpulan mata burayak yang sudah berkembang di dalam perut induk. Secara perilaku, induk yang sudah mendekati waktu persalinan (biasanya 28 hingga 45 hari masa kehamilan) akan cenderung memisahkan diri dari kawanannya, lebih sering berdiam diri di dasar akuarium, atau bersembunyi di balik dekorasi untuk mencari ketenangan dari kejaran pejantan yang agresif. 

Sangat disarankan untuk memindahkan induk ke aquarium karantina atau menggunakan sekat khusus guna memastikan keamanan bayi yang baru lahir. Proses melahirkan Molly bisa berlangsung selama beberapa jam hingga seharian penuh, tergantung pada usia dan kesehatan induk. Seekor Molly dewasa dapat melahirkan antara 20 hingga 100 ekor burayak dalam satu sesi. Begitu proses melahirkan selesai yang ditandai dengan perut induk yang kembali mengecil segera kembalikan induk ke akuarium utama. Hal ini sangat krusial karena insting alami Molly tidaklah menjaga anaknya justru sering menganggap bayi yang baru lahir sebagai sumber protein atau makanan. 

Setelah bayi-bayi Molly lahir, tantangan berikutnya adalah menjaga tingkat kelangsungan hidupny. Pada waktu 24 hingga 48 jam pertama, burayak biasanya masih memiliki cadangan makanan (yolk sac) di tubuhnya, sehingga tidak perlu langsung diberi makan. Setelah itu, berikan pakan berkualitas tinggi yang sesuai dengan ukuran mulutnya, seperti Artemia atau kutu air (Moina/Daphnia). Menjaga kualitas air tetap stabil sangat penting, namun hindari penggunaan filter dengan daya hisap kuat yang dapat menyedot bayi ikan. Dengan nutrisi yang tepat dan kebersihan air yang terjaga, dalam waktu 4 hingga 6 minggu, bayi Molly akan tumbuh cukup besar untuk bisa bergabung kembali dengan ikan dewasa tanpa risiko dimakan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Minggu, 01 Februari 2026

Apakah ikan koi asal Blitar pudar?

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel TRANS7 OFFICIAL yang diupload pada tanggal 22 Januari 2026 dengan judul " PUDARNYA PESONA IKAN KOI BLITAR | INDONESIAKU (20/01/26)". 

Di daerah Blitar, Jawa Timur sudah sekian lama dikenal sebagai pusat ikan koi terbesar di Indonesia. Kota ini pernah berjaya dengan produksi mencapai ratusan juta ekor koi setiap tahun, bahkan mampu memenuhi lebih dari 70 persen kebutuhan nasional. Sejarah panjang koi Blitar berawal dari beberapa ekor ikan yang dibawa oleh Ibu Ratna Sari Dewi Soekarno, dan sejak itu berkembang menjadi ikon kebanggaan daerah. Namun, menurut info dari video, kejayaan itu kini mulai meredup. Data terbaru menunjukkan hanya sekitar 40-45 persen petani koi yang masih bertahan hingga akhir 2024, sebuah penurunan drastis dari masa keemasan lima tahun lalu.

Memelihara koi memang bukanlah pekerjaan mudah dimana dalam proses budidayanya menuntut kesabaran dan ketelitian tinggi. Ikan akan melewati tahapan penyortiran berkali-kali, hingga empat kali dalam masa pertumbuhan. Pada usia empat bulan, dilakukan sortir kedua untuk memisahkan koi berkualitas premium (Grade A) dari koi biasa yang disebut reject. Penilaian kualitas pun sangat ketat, mulai dari pola warna, kebersihan warna dasar, hingga bentuk tulang. Bahkan, bentuk mulut ikan menjadi penentu: mulut yang lebar dianggap mampu tumbuh besar, sementara mulut mengerucut biasanya tidak. Varietas populer seperti Kohaku, Sanke, dan Tancho menjadi primadona, tetapi faktor genetik tetap menjadi penentu harganya. Tantangan lain adalah sulitnya membedakan jenis kelamin koi sebelum berusia dua tahun, yang kadang bisa menyulitkan seperti yang pernah dialami Pak Purwo saat awal-awal menjadi breeder Koi.

Krisis koi Blitar terutama dipicu oleh ketidakseimbangan antara biaya operasional dan harga jual. Pakan khusus koi sangat mahal, di mana sekali pemberian makan bisa menelan biaya hingga Rp. 300.000. Untuk peternak besar, kebutuhan harian bisa mencapai Rp. 900.000. Selain itu, biaya listrik untuk aerator dan sistem filtrasi juga terus membengkak. Di sisi lain, harga jual koi justru merosot tajam. Ikan yang dulu bisa dijual Rp. 30.000 - Rp. 40.000 kini hanya dihargai Rp. 10.000 - Rp. 15.000. Kondisi ini dipengaruhi oleh masuknya koi impor, terutama dari Jepang, yang semakin menekan pasar lokal.

Menariknya, justru koi reject yang menjadi penyelamat bagi sebagian petani. Meski kualitasnya dianggap biasa, pasar koi reject lebih cepat berputar karena banyak dibeli secara borongan oleh penghobies koi rumahan. Sekitar 80 persen hasil panen masuk kategori ini, dan dari sinilah petani masih bisa bertahan. Namun, tidak semua mampu terus berjuang. Banyak petani senior akhirnya menyerah dan beralih usaha. Salah satunya Bapak Arsianto, yang setelah 17 tahun membudidayakan koi, kini memilih beralih ke ikan nila dan tanaman pangan. Meski keuntungan koi lebih tinggi, nila lebih menjanjikan dari sisi perputaran uang karena bisa dipanen tiga kali setahun, jauh lebih cepat dibanding koi. 

Pemerintah daerah berusaha menjaga eksistensi koi Blitar dengan mengadakan kontes rutin dan mendorong petani memanfaatkan pemasaran digital melalui media sosial. Namun, bagi para petani, langkah itu belum cukup. Mereka berharap adanya subsidi nyata, terutama untuk biaya pakan dan operasional, agar tradisi koi Blitar tidak hilang begitu saja. Sebab, bagi masyarakat Blitar, koi bukan sekadar ikan hias, melainkan simbol kebanggaan dan identitas daerah yang sudah mengakar puluhan tahun. 

Dalam liputan video ini menggambarkan bagaimana koi Blitar yang dulu berjaya kini menghadapi tantangan, dari biaya tinggi, harga jual rendah, hingga persaingan impor, semua menjadi ujian bagi para petani koi. Meski sebagian masih bertahan lewat pasar koi reject, banyak yang akhirnya memilih jalan lain. Kini, masa depan koi Blitar bergantung pada dukungan agar ikon kebanggaan ini tidak tinggal cerita. 

Meski banyak pihak menilai pesona koi Blitar mulai meredup, sejumlah komentar dari para penghobies dan pelaku usaha menunjukkan bahwa kenyataannya tidak sesederhana itu. Koi Blitar sejatinya masih dibudidayakan oleh banyak petani hingga saat ini. Yang mengalami penurunan bukanlah semangat para peternak, melainkan pangsa pasar yang semakin mengecil, terutama dari kalangan penghobies menengah yang dulu menjadi tulang punggung penjualan.

Di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, koi Blitar masih menjadi incaran seperti banyaknya pelanggan tetap menanyakan produk koi dari Blitar, menandakan bahwa reputasi dan kualitasnya belum sepenuhnya pudar. Namun, kondisi pasar saat ini berbeda. Stok koi yang melimpah membuat persaingan semakin ketat, sementara pembeli kini lebih selektif dalam memilih kualitas. Hal ini mendorong para breeder untuk memperbaiki genetik indukan agar menghasilkan koi yang lebih unggul. Beberapa peternak sukses bahkan dianggap layak untuk diangkat kisahnya sebagai inspirasi.

Permasalahan yang dihadapi petani koi adalah ketidakseimbangan antara biaya produksi dan harga jual. Konsumen, baik penjual maupun penghobies, menginginkan ikan dengan kualitas bagus tetapi dengan harga murah. Padahal, membesarkan koi membutuhkan biaya besar dan penuh risiko, mulai dari pakan hingga perawatan kolam. Ketika hasil penjualan tidak sebanding dengan pengeluaran, banyak petani akhirnya memilih berhenti atau bahkan gulung tikar.

Komentar-komentar ini menggambarkan bahwa koi Blitar sebenarnya masih memiliki tempat di hati para penghobies koi di Indonesia namun, perubahan pola pasar dan tuntutan harga murah menjadi tantangan tersendiri yang dihadapi peternak. Jika tidak ada solusi yang menyeimbangkan antara biaya produksi dan harga jual, maka semakin banyak petani yang akan meninggalkan budidaya koi. Pada akhirnya, keberlangsungan koi Blitar bergantung pada bagaimana pasar dan para pelaku usaha bisa menemukan titik temu yang adil. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Sabtu, 31 Januari 2026

Sukses pemijahan ikan gurame di Lampung Timur

Artikel review video youtube kali ini adalah dari chennel SAHABAT TANI yang diupload pada tangg 28 Juni 2023 dengan judul "SUKSES PEMIJAHAN IKAN GURAME SOANG DI KOLAM TERPAL".  

Budidaya ikan gurame, khususnya jenis Soang, semakin diminati karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar yang stabil. Salah satu tahapan penting dalam budidaya adalah pemijahan, yaitu proses perkawinan indukan hingga menghasilkan telur. Menariknya, pemijahan gurame tidak selalu dilakukan di kolam tanah yang luas, melainkan bisa berhasil dengan baik menggunakan media sederhana seperti kolam terpal. Cara ini memberikan banyak keuntungan bagi para petani ikan, terutama yang memiliki lahan terbatas.

Menggunakan kolam terpal memungkinkan petani untuk melakukan pemijahan meskipun tidak memiliki lahan luas. Terpal mudah dipasang, relatif murah, dan bisa disesuaikan dengan ukuran yang dibutuhkan. Dengan kolam berukuran 3 x 5 meter saja, pemijahan sudah bisa dilakukan secara efektif. Hal ini tentu menjadi solusi praktis bagi petani kecil atau pemula yang ingin mencoba usaha budidaya gurame tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Kolam terpal memberikan kemudahan dalam mengatur kondisi air, kebersihan, serta keamanan indukan. Karena lingkungannya lebih terkontrol, risiko penyakit atau gangguan dari hewan lain bisa diminimalisir. Selain itu, media sarang seperti ijuk yang ditempatkan di wadah khusus memudahkan ikan membuat sarang dan meletakkan telur dengan lebih aman.

Dalam prakteknya, indukan gurame yang sehat dan berkualitas dapat mulai bertelur hanya dalam waktu sekitar 4 hari setelah dimasukkan ke kolam pemijahan. Rasio indukan yang tepat, yaitu 1 jantan berbanding 3 betina, membantu meningkatkan peluang keberhasilan. Telur yang dihasilkan kemudian bisa dipindahkan ke wadah khusus untuk penetasan sehingga prosesnya lebih terkontrol dan tingkat keberhasilan menetas lebih tinggi. 

Dengan pemilihan indukan yang baik jantan berusia minimal 3,5 tahun dengan berat sekitar 3 kg, serta betina yang matang dan sehat bibit gurame yang dihasilkan akan lebih berkualitas. Jenis gurame Soang sendiri dikenal memiliki pertumbuhan yang baik, sehingga bibit hasil pemijahan ini sangat potensial untuk dibesarkan hingga ukuran konsumsi.

Keuntungan lain dari pemijahan gurame adalah peluang usaha yang menjanjikan. Bibit gurame memiliki permintaan tinggi di berbagai daerah. Seperti yang ditunjukkan dalam praktik di Desa Sri Basuki, Lampung Timur, hasil pemijahan tidak hanya digunakan untuk budidaya sendiri, tetapi juga bisa dijual ke petani lain di wilayah sekitar. Dengan demikian, pemijahan gurame bukan hanya mendukung keberlanjutan budidaya, tetapi juga membuka peluang pemasukan tambahan.

Pemijahan ikan gurame di kolam terpal adalah metode praktis, hemat biaya dan lebih efektif. Dengan teknik yang pas dalam pemilihan indukan, penyediaan sarang, serta penanganan telur, petani bisa mendapatkan bibit berkualitas tinggi tanpa harus bergantung pada kolam tanah yang luas. Selain memberikan keuntungan teknis, cara ini juga mendukung peluang ekonomi yang lebih besar karena bibit gurame selalu dibutuhkan di pasaran. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Jumat, 30 Januari 2026

Aquarium ikan discus di lobi kantor Mayora

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel JAMM VLOG yang diupload pada tanggal 28 Januari 2026 dengan judul "BIKIN HEBOH & VIRAL MEGATANK 3 M DI LOBI PERKANTORAN MEWAH DI ISI DENGAN PULUHAN IKAN SULTAN GUYS". 


Proyek pembuatan megatank sepanjang 3 meter di lobi kantor pusat Mayora yang didokumentasikan oleh channel JAMM VLOG merupakan salah satu karya kolaborasi paling spektakuler dalam pembuatan aquarium besar di Indonesia. Dalam video memperlihatkan bagaimana sebuah ide besar diwujudkan melalui kerja sama tiga pihak dengan keahlian berbeda yaitu JAMM VLOG, Rumah Masih dan Zora Discus.

Koh Anthony Saputra dari berperan sebagai penyedia kaca sekaligus supervisor pengerjaan, Koh Adit dari Rumah Mayin bertanggung jawab atas perakitan unit dan sistem filtrasi, sementara dr. Hendra dari zora Discus menghadirkan sentuhan artistik melalui konsep aquascaping serta pemeliharaan ikan Discus. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dunia aqurium bisa menjadi proyek profesional.

Dari sisi teknis, aquarium ini dibangun dengan standar yang sangat tinggi seperti bahan kaca yang digunakan adalah jenis optic clear dengan ketebalan 19 mm, sehingga memberikan kejernihan visual tanpa bias warna hijau yang biasanya muncul pada kaca biasa. Presisi pabrikasi juga menjadi perhatian dengan mesin pemotong kaca modern yang mampu menghasilkan akurasi hingga 0,1–0,2 mm. 

Hal ini penting karena ukuran aquarium yang terbilang besar sehingga diperlukan kekuatan dan ketahanan ekstra. Untuk perekat, digunakan silikon merek Wacker asal Jerman yang terkenal dengan daya rekat kuat dan tahan lama, sehingga risiko kebocoran bisa diminimalisasi. Kombinasi material premium ini menjadikan akuarium tidak hanya indah dipandang, tetapi juga aman ditempatkan di area publik yang ramai.

Proses pengerjaan proyek berlangsung selama empat minggu dengan tahapan yang jelas dan terstruktur. Pada minggu pertama, kaca dikirim dan dirakit di lokasi hanya dalam waktu sekitar lima jam karena kabinet dan sistem filtrasi sudah disiapkan sebelumnya di workshop. Setelah itu dilakukan uji coba dengan perendaman air selama satu minggu untuk memastikan tidak ada kebocoran. 

Minggu kedua diisi dengan proses hardscaping oleh team dr. Hendra, yaitu penataan batu dan kayu sebagai dasar ekosistem. Minggu ketiga dilanjutkan dengan penanaman tumbuhan air untuk menciptakan suasana alami, dan pada minggu keempat dilakukan aklimatisasi ikan Discus sebelum akhirnya proyek diserahkan kepada klien. Tahapan ini memperlihatkan betapa detail dan telitinya pengerjaan, sehingga hasil akhir benar-benar sesuai ekspektasi.

Salah satu aspek penting dari proyek ini adalah sistem pemeliharaan rendah low maintenance yang dirancang khusus untuk kebutuhan lobi kantor. Karena area tersebut sangat sibuk dan tidak memungkinkan adanya perawatan intensif setiap hari, sistem filtrasi dibuat agar tetap menjaga kualitas air dengan usaha minimal. 

Dengan teknologi filtrasi modern, aquarium tetap jernih dan sehat bagi ikan, sementara tampilannya selalu menarik perhatian bagi pengunjung. Hal ini menjadikan aquarium bukan hanya dekorasi, tetapi juga simbol efisiensi dan kecanggihan teknologinya.

Hasil akhir dari proyek megatank ini sangat baik dengan puluhan ikan Discus berkualitas berenang anggun di dalam ekosistem aquascape yang sudah tertata indah, membuat pemandangan yang menenangkan sekaligus mewah, juga kejernihan kaca membuat setiap detail terlihat jelas, mulai dari gerakan ikan hingga lekukan tanaman air. 

Aquarium besar ini menjadi pusat perhatian di lobi kantor Mayora, menghadirkan nuansa elegan yang memperkuat citra perusahaan sebagai brand besar yang peduli pada estetika dan inovasi. Tidak heran jika video dokumentasi dari JAMM VLOG selalu menjadi viral, karena proyek ini memang layak disebut sebagai salah satu instalasi aquarium mengesankan yang pernah dibuat di Indonesia

proyek pembuatan megatank sepanjang 3 meter di lobi kantor pusat Mayora yang diupload oleh channel JAMM VLOG tentunya menarik perhatian karena skala dan keindahan hasil akhirnya, juga memicu beragam komentar dari para penonton. Antusiasme warganet terlihat jelas dalam kolom komentar, dimana banyak yang memberikan apresiasi sekaligus rasa penasaran terhadap detail teknis proyek tersebut.

Salah satu komentar yang cukup panjang menyoroti perjalanan sang kreator, Anthony Saputra. Seorang penonton menulis, “wah paket komplit sekarang bang Anthony, berawal dari hobbies, belajar sistem filtrasi dan berujung kepada pemasangan sistem dari awal sampai akhir aquarium besar.... mantap bang...”. Komentar ini langsung dibalas oleh admin dengan nada hangat dan penuh rasa syukur, “Hehehehehe, step by step setelah melalui banyak pembelajaran yang panjang juga om 🙏🙏 terima kasih ya bantu suport nya 💪😊”. Balasan tersebut menunjukkan bahwa proyek besar ini memang lahir dari proses panjang pembelajaran dan pengalaman, bukan sesuatu yang instan.

Ada juga komentar lain yang menyinggung soal aktivitas sang kreator, “Mantap koh... lama jarang upload rupanya lg ada project, smoga kedepannya makin byk project besar koh...”. Ungkapan ini mencerminkan dukungan penonton yang berharap agar proyek-proyek spektakuler seperti ini terus berlanjut dan semakin sering dibagikan ke publik.

Selain apresiasi, beberapa komentar juga berisi pertanyaan yang lebih teknis. Seorang penonton bertanya, “Mayora Tanggerang kah?”, yang kemudian langsung dikonfirmasi oleh admin dengan jawaban singkat, “Yapp betul om”. Pertanyaan lain yang lebih detail muncul terkait spesifikasi kaca yang digunakan, “Brapa mm ini kacanya ko? Tempered juga?”. Admin pun menjawab dengan jelas, “Full 19mm Super Clear, gak tempered karena single glass kalau di tempered jauh lebih bahaya om 🙏”. Jawaban ini sekaligus memberikan edukasi kepada penonton mengenai alasan teknis di balik pemilihan material kaca untuk akuarium raksasa tersebut.

Ragam komentar ini ada interaksi dan ada apresiasi, dukungan moral, hingga rasa ingin tahu tentang detail teknis. Semua itu membuat video dokumentasi proyek megatank ini semakin hidup, bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam dunia aquarium skala besar.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Kamis, 29 Januari 2026

Cerita Situ Cipanten dan ribuan ikan koi

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims Story yang diupload pada tanggal 26 Januari 2026 dengan judul "SH0CK..!!! TERNYATA SITU CIPANTEN TEMPAT PRABU SILIWANGI ..!!?". 

Majalengka, sebuah kabupaten di Jawa Barat yang dikenal dengan panorama alamnya. Dalam video tersebut, Irfan Hakim bersama rekan bisnisnya Pak Hartono (Bos Koi) dan seorang guru spiritual, Ibu HGA (Hamba Gusti Allah), melakukan kunjungan ke Situ Cipanten. Perjalanan ini bukan sekadar wisata, melainkan sebuah eksplorasi yang memadukan unsur budaya, kepedulian sosial, pariwisata, hingga spiritual. 

Baca juga : Bantuan sayuran segar dari Pak Hartononke deHakims

Situ Cipanten, yang terletak di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Majalengka, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam dengan air jernih dan suasana tenang. Namun, bagi sebagian masyarakat, danau ini menyimpan nilai spiritual yang tinggi.

Menurut penuturan Ibu HGA, Cipanten merupakan salah satu petilasan Prabu Siliwangi, raja legendaris dari Kerajaan Pajajaran yang sangat dihormati dalam budaya Sunda. Ia menyebut bahwa Prabu Siliwangi "menunggu" di bawah sebuah pohon langka bernama Boa-boa, yang tumbuh di sekitar danau. Keberadaan pohon ini dianggap sebagai simbol penghubung antara dunia nyata dan spiritual.

Selain itu, Ibu HGA menyinggung keterkaitan Cipanten dengan Situ Sangiang, lokasi lain yang juga dipercaya sebagai tempat keramat Sang Prabu. Hubungan antara kedua situ ini memperkuat keyakinan bahwa jejak Prabu Siliwangi tersebar di berbagai titik sakral di Jawa Barat.

Dalam obrolan, Irfan Hakim dan Ibu HGA membahas filosofi "Maung" (Harimau) yang erat dengan sosok Prabu Siliwangi. Mereka menafsirkannya sebagai Manusia Unggul, sebuah konsep yang mencerminkan keberanian, kebijaksanaan, dan kepemimpinan yang visioner.

Salah satu momen penting dalam kunjungan ini adalah pelepasan 2000 ekor ikan koi ke Situ Cipanten. Pak Hartono, seorang pengusaha koi ternama, mengaku bahwa pemilihan Cipanten sebagai lokasi pelepasan bukanlah kebetulan, melainkan sebuah "panggilan hati".

Pelepasan koi ini diharapkan menjadi daya tarik wisata baru sekaligus simbol keberkahan. Pak Hartono berharap masyarakat sekitar menjaga ikan-ikan tersebut sebagai "peliharaan bersama" yang membawa rezeki dan kebahagiaan.

Irfan Hakim menambahkan bahwa Majalengka memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata lengkap. Selain Cipanten, daerah ini menawarkan kuliner khas, budaya Sunda yang kaya, serta panorama alam seperti tujuh mata air Cipanten yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Video ini juga memperlihatkan momen santai yaitu dengan menghadirkan hewan peliharaan Irfan Hakim, seekor kapibara bernama Junet, yang merupakan hewan pengerat terbesar di dunia. Bahkan, ia sempat melakukan video call dengan rekannya, Yohanes, yang juga memelihara kapibara bernama Babel. Selain itu, Pak Hartono membawa oleh-oleh berupa kaus kaki dari Jepang untuk Jalu, putra Irfan Hakim yang gemar berkuda. Momen ini memperlihatkan sisi humanis dari sosok pengusaha sukses yang dikenal dermawan.

Di balik suasana santai, video ini juga menyoroti kepedulian sosial dimana Pak Hartono menyalurkan donasi berupa puluhan juta rupiah melalui Irfan Hakim untuk dibagikan kepada masyarakat dalam acara Dangdut Mania Dadakan (DMD).

Di akhir video, keduanya akan merencanakan kunjungan ke Bandung untuk bertemu Walikota Kang Farhan. Agenda ini bertujuan meninjau keberhasilan pengelolaan sampah di Pasar Gede Bage, yang dianggap sebagai contoh baik dalam manajemen lingkungan perkotaan.

Banyak penonton menyoroti peran Pak Hartono yang dianggap telah ikut ngamumule budaya Sunda. Salah satu komentar berbunyi: “Hatur nuhun Pak Hartono, tos ngamumule budaya Sunda 🙏.” Ungkapan ini menunjukkan rasa terima kasih atas kontribusi beliau dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mengangkat potensi lokal melalui pelepasan ikan koi di Cipanten.

Komentar lain menambahkan nuansa religius dengan menulis pada kolom komentar “Masya Allah 😊 Pak Hartono masa tuanya berbagi buat bekal nanti nya ..” yang menekankan bahwa tindakan berbagi dan berderma akan menjadi bekal kebaikan di masa mendatang.

Selain sisi spiritual, penonton juga menyoroti keindahan alam Majalengka. Seorang penonton menulis: “Suka dengan wisata Majalengka .. Saya asli Cirebon malah kaya pengen punya rumah di daerah Majalengka yang sejuk, adem.” Komentar ini mencerminkan daya tarik Majalengka sebagai daerah yang menawarkan kesejukan dan kenyamanan, bahkan membuat orang dari luar daerah ingin menetap di sana.

Ada pula penonton yang berbagi pengalaman langsung: “Alhamdulillah, kemarin baru dari sana. Koi-nya sehat-sehat.” Testimoni ini memperkuat kesan bahwa pelepasan ikan koi benar-benar membawa daya tarik baru bagi wisatawan.

Menariknya, ada penonton yang memberikan informasi tambahan terkait lokasi wisata lain yang berdekatan dengan Cipanten. Ia menulis: “Izin A Irfan & Pak Hartono (Bos Koi). Untuk situs atau wisata situ yang sejalur atau paling dekat sama Situ Cipanten ialah Objek Wisata Situ Prabu Siliwangi.”

Komentar ini kemudian dibalas oleh penonton lain dengan kalimat: “Nah betul ini, tolong dikasih tau A Irfan dan Bos Koi.” Interaksi ini menunjukkan adanya semangat antar penonton untuk memperkaya informasi wisata, sekaligus memperkuat narasi spiritual tentang jejak Prabu Siliwangi di Majalengka. 

Semua komentar-komentar ini membentuk mosaik cerita yang memperkaya makna video, menjadikan Situ Cipanten sebiag destinasi wisata juga simbol kebersamaan, spiritualitas, dan kebanggaan budaya lokal.

Semoga infonya bermanfaat. 


Kuningan Januari 2026

Rabu, 28 Januari 2026

Tentang ikan sembilang yang mirip dengan lele

Ikan sembilang adalah salah satu jenis ikan laut yang cukup dikenal di Indonesia. Anggota dari suku Plotosidae ini memiliki ciri khas berupa tubuh memanjang dengan warna cokelat gelap serta kumis di sekitar mulutnya, mirip dengan ikan lele. Karena kemiripannya itu, masyarakat sering menyebutnya sebagai lele laut

 

Meski terlihat biasa, ikan sembilang memiliki patil atau duri sirip yang beracun. Sengatan patil ini bisa menimbulkan rasa nyeri hebat, bengkak, sensasi panas dingin bahkan jantung berdebar. Tidak jarang, orang yang tersengat patil sembilang membutuhkan penanganan medis untuk meredakan gejala tersebut. 

Sebagai info penting ikan sembilang sebaiknya ditangani dengan hati-hati, terutama saat proses penangkapan atau pengolahan. Namun, racun tersebut hanya terdapat pada patilnya, bukan pada dagingnya. Dengan pengolahan yang bajk, daging sembilang aman dikonsumsi dan bahkan memiliki manfaat kesehatan.

Dari segi kesehatan mengkonsumsi ikan sembilang secara teratur dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan gizinya mendukung sistem imun sehingga tubuh lebih kuat melawan infeksi dan penyakit ringan. Hal ini sangat penting terutama bagi anak-anak dan lansia yang membutuhkan asupan protein berkualitas untuk menjaga kesehatan. 

Selain itu, tekstur daging sembilang cenderung lebih lembut dibandingkan lele, sehingga banyak orang menyukai rasanya. Di habitat alam aslina, ikan sembilang memperoleh makanan dari detritus serta fitoplankton seperti Acinastrum sp. dan Chlorella sp., yang menunjukkan perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Jika dibandingkan dengan ikan lele air tawar, ikan sembilang memiliki sejumlah perbedaan seperti dari segi habitat, yaitu sembilang hidup di laut atau perairan payau, sedangkan lele ditemukan di air tawar. Dari segi corak tubuh, sembilang sering memiliki belang putih atau kuning, sementara lele berwarna polos terutama untuk anakannya yang dapat di lihat pada foto yang beredar di internet.

Jumlah patil juga berbeda yaitu ikan sembilang memiliki tiga patil seperti di kedua sirip dada dan pada bagian atas bagian punggungnya, sedangkan lele hanya dua patil di bagian dada saja. Tingkat bisa sembilang lebih kuat dibandingkan lele, sehingga lebih berbahaya bila tersengat. Bentuk ekor sembilang menyerupai dan terlihat mengerucut, sedangkan lele memiliki ekor melengkung. Perbedaan ini membuat sembilang dan lele mudah dibedakan meski sekilas tampak mirip sekali.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Selasa, 27 Januari 2026

Power Bank di Langit: Inovasi Energi Angin Stratosfer dari China

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Kompas.com yang diupload pada tanggal 25 Januari 2026 dengan judul "China Bikin "Power Bank" di Langit Pertama di Dunia". 

Inovasi terbaru dari China menghadirkan S2000 Stratospheric Airborne Wind Energy System (SAWES), yang dijuluki sebagai “Power Bank di Langit” pertama di dunia. Teknologi ini berupa balon udara berkuran sangat besar  berisi helium dengan dimensi 60 x 40 x 40 meter, yang dilengkapi turbin angin untuk menghasilkan listrik di ketinggian hingga 2.000 meter. Dengan kapasitas megawatt, sistem ini mampu memasok energi bagi sekitar 1.500 rumah tangga atau mengisi daya 90.000 ponsel sekaligus.

Cara kerjanya cukup sederhana namun canggih: turbin menghasilkan listrik dari angin stratosfer, lalu energi tersebut dialirkan ke darat melalui kabel panjang yang terhubung langsung ke jaringan listrik nasional. Keunggulan SAWES dibandingkan turbin konvensional adalah efisiensi tinggi berkat teknologi transmisi arus searah tegangan menengah, serta desain kompak yang hemat lahan. Hal ini membuatnya ideal untuk wilayah padat penduduk maupun pulau terpencil yang sulit membangun infrastruktur energi besar.

Selain ramah lingkungan, sistem ini juga dirancang tahan terhadap cuaca buruk. Potensi penggunaannya sangat luas, mulai dari sumber energi terbarukan, solusi darurat saat bencana alam, hingga mendukung pemetaan cerdas dan keamanan perkotaan. Dengan karakteristik tersebut, SAWES diharapkan menjadi salah satu terobosan penting dalam transisi menuju energi bersih, sekaligus membantu dunia menghadapi tantangan krisis iklim dengan cara yang lebih praktis dan efisien. 

Inovasi S2000 Stratospheric Airborne Wind Energy System (SAWES) dari China, yang dijuluki sebagai “Power Bank di Langit” pertama di dunia, berhasil menarik perhatian banyak orang. Teknologi ini berupa balon udara raksasa berisi helium dengan turbin angin yang mampu menghasilkan listrik di ketinggian hingga 2.000 meter. Dengan kapasitas megawatt, sistem ini dapat memasok energi bagi ribuan rumah tangga sekaligus.

Tidak mengherankan jika publik memberikan beragam komentar positif atas terobosan ini. Seorang penonton menekankan manfaat praktisnya: “Ini berguna untuk desa atau pulau terpencil yang sulit terjangkau, hebat 👍👍👍👍👍.” Komentar ini mencerminkan harapan bahwa teknologi SAWES dapat menjadi solusi nyata bagi daerah yang selama ini kesulitan mendapatkan akses energi.

Ada pula yang menyoroti posisi China dalam peta teknologi global: “Mereka telah berada terdepan dalam teknologi di dunia.” Pandangan ini menunjukkan pengakuan atas kecepatan dan keberanian China dalam melahirkan inovasi yang melampaui standar konvensional.

Tak sedikit yang mengaitkan pencapaian ini dengan pepatah lama: “China memang tiada obat... benar nenek moyang kita, carilah ilmu sampai ke negeri China.” Ungkapan tersebut mempertegas citra China sebagai pusat pengetahuan dan kemajuan yang relevan hingga kini.

Sementara itu, komentar lain menggambarkan kesan futuristik dari inovasi ini: “Melihat China sekarang bagaikan hidup di masa depan 👍👍👍.” Kalimat ini menegaskan bahwa teknologi SAWES bukan sekadar proyek energi, melainkan simbol bagaimana masa depan energi bersih dapat diwujudkan hari ini.

Ragam komentar tersebut memperlihatkan antusiasme publik terhadap langkah besar China dalam menghadirkan solusi energi terbarukan. SAWES bukan hanya inovasi teknis, tetapi juga inspirasi global tentang bagaimana teknologi dapat menjawab tantangan krisis energi dan iklim dengan cara yang visioner.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Faank band wali bertamu ke rumah Irfan Hakim

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims channel yang diuploaf pada tanggal 23 Januari 2026 yang berjudul " ARTIS TERKENAL DI INDONESIA NAIK MOTOR KE DEHAKIMS BERUJUNG DIUSIR ORANG KANTOR!". 


Dalam video ini Faank vokalis band religi-pop Wali mengunjungi kediaman Irfan Hakim. Kunjungan ini menjadi sarat edukasi serta spiritualitas. Bersama istri dan kedua anaknya, Faank disambut dengan tangan terbuka oleh Irfan dan teamnya yang menginspirasi dan menghibur.

Dalam video terlihat Faank mengenang momen lucu yang pernah ia alami yang ternyata ia pernah datang tanpa janji ke rumah Irfan, dengan mengendarai motor. Namun, karena prosedur keamanan yang ketat demi menjaga privasi, satpam tidak mengizinkan masuk. Faank, dengan kerendahan hati, memilih untuk pulang. Dalam obrolan ia menyebut dirinya hanya artis kecil yang tak ingin merepotkan. Irfan pun tertawa mendengar cerita itu dan berjanji akan “menatar” team keamanannya agar lebih peka terhadap tamu istimewa seperti Faank

Setelah insiden lucu itu, kali ini Faank datang dengan undangan resmi, ia dan keluarganya diajak berkeliling di lokasi deHakims, yang merupakan sebuah kawasan hunian yang diubah menjadi ekosistem mini yang memadukan kecintaan terhadap satwa peliharaan, pelestarian alam, dan teknologi ramah lingkungan.

Di area lokasi disambut oleh burung unta burung terbesar di dunia dan sapi betina yang sedang hamil. Anak-anak terlihat antusias, sementara Faank tak henti-hentinya mengagumi bagaimana Irfan merawat hewan-hewan tersebut dengan penuh kasih.

Ketegangan sempat muncul saat diajak melihat koleksi ular piton dimana Faank dan keluarganya sempat ragu, namun rasa takut itu berubah menjadi kagum saat mengenal Ball Python, ular yang bisa menggulung tubuhnya seperti bola. Irfan Hakim menjelaskan dengan sabar, membuat suasana menjadi edukatif dan menyenangkan.

Puncak dari tour ini adalah saat memasuki aviary yang menjadi rumah bagi lebih dari 300 ekor burung dari 150 spesies. Di antara burung-burung eksotis itu, terdapat Golden Pheasant dari Cina dan Victoria Crowned Pigeon  atau Mambruk dari Papua, merpati terbesar di dunia. Menurut info yang admin dapat dari situs Wikipedia bahwa burung Mambruk ini adalah termasuk burung merpati terbesar dan habitatnya berada di hutan dataran rendah, hutan sagu, dan rawa di utara Papua, termasuk Pulau Yapen, Biak dan sekitarnya.

Irfan juga menjelaskan bahwa seluruh kawasan deHakims dirancang untuk meniru ekosistem alami. Salah satu hal yang menarik adalah tidak adanya nyamuk di dalam aviary. Hal ini dicapai melalui kehadiran burung pemakan nyamuk dan sistem air yang terus mengalir, menciptakan lingkungan yang sehat dan seimbang.

Tak hanya itu, banyak pohon di kawasan ini merupakan pohon “diselamatkan” dari proyek pembangunan. Irfan membeli dan memindahkan pohon-pohon tersebut agar tidak ditebang, sebuah bentuk nyata dari kepedulian terhadap alam. Bahkan menariknya di aviary merupakan campuran pasir dari berbagai provinsi di Indonesia yang disebut pasir Nusantara, dikirim oleh para pengikut Irfan sebagai simbol persatuan dan cinta terhadap tanah air.

Kemandirian menjadi nilai penting di deHakims dan menunjukkan sistem biogas yang memanfaatkan kotoran sapi untuk menghasilkan gas memasak. Sistem ini mampu menyediakan energi gratis selama 2 sampai 3 jam setiap hari. Selain itu juga memelihara ayam petelur dan memanen telur segar setiap pagi. Faank dan anak-anaknya tampak antusias saat memegang telur yang masih hangat, pengalaman yang jarang didapatkan di kehidupan kota.

Dalam suasana santai Faank dan Irfan juga sempat berdiskusi tentang hak-hak satwa dalam Islam, bahwa hewan adalah amanah dari Tuhan, yang perlu diperlakukan dengan kasih sayang, diberi makan, kesehatan, dan kenyamanan.

Irfan pun berbagi kisah menyentuh tentang kebiasaannya berbicara dengan sapi kurban sebelum disembelih. Ia percaya bahwa hewan bisa merasakan ketulusan dan ketenangan dari manusia. Bagi Irfan, kurban bukan sekadar ritual, tapi juga bentuk komunikasi batin antara makhluk Tuhan.

Juga membahas pahala menanam pohon, yang disebut sebagai amal jariyah karena memberikan oksigen dan kehidupan bagi makhluk lain. Percakapan ini memperlihatkan bahwa cinta terhadap alam bukan hanya soal konservasi, tapi juga bagian dari ibadah.

Kunjungan ditutup dengan momen hiburan yang tak kalah seru. Faank dan keluarganya bermain angklung bersama team deHakims. Ia terkesan dengan filosofi angklung yang mengajarkan disiplin dan harmoni dalam perbedaan nada. Tak ketinggalan, candaan tentang rencana duet antara Faank dan Irfan pun mencairkan suasana. Irfan ingin mencoba menjadi penyanyi, sementara Faank bercanda ingin jadi host dan siapa tahu, kolaborasi ini benar-benar terjadi suatu hari nanti.

Video kunjungan Faank, vokalis band Wali, ke kediaman Irfan hakim ini menyuguhkan hiburan dan edukasi juga menggugah hati banyak penonton. Di kolom komentar, berbagai suara bermunculan mulai dari nostalgia, kekaguman, hingga reflefsi tentang kehidupan dan lingkungan. Berikut adalah rangkaian komentar pilihan yang mencerminkan video ini meninggalkan kesan yang baik bagi banyak orang.

Salah satu komentar yang paling menyentuh datang dari penonton yang mengaku sedih saat mendengar Faank menyebut dirinya sebagai “artis kecil.” Bagi generasi 90-an, band Wali bukanlah nama asing. Lagu-lagu yang dibawakan menjadi soundtrack kehidupan, penuh makna dan mudah diingat. “Sampai sekarang juga belum ada yang bisa nandingin enaknya lagu-lagu band era 2000-an,” tulis seorang penonton dengan nostalgia.

Ada juga yang mengapresiasi konsistensi band Wali. “Band Wali melahirkan artis-artis besar. Faank, Apoy, dan kawan-kawan terus berkarya. Band Wali tetap eksis. Ok,” tulis komentar lain yang menunjukkan rasa bangga terhadap perjalanan panjang band ini.

Ada pula penonton yang berharap agar Irfan Hakim mengundang keluarga besar Faank dari Sukabumi. Komentar ini menunjukkan antusiasme penonton untuk melihat lebih banyak sisi kehidupan pribadi Faank dan keluarganya, serta mempererat tali silaturahmi yang lebih luas.

Menariknya video ini juga memantik kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Seorang penonton menulis panjang lebar tentang bagaimana teknologi yang kita nikmati saat ini berasal dari hasil bumi. Ia mengingatkan bahwa menghargai alam bisa dimulai dari hal-hal sederhana yaitu mematikan alat listrik setelah digunakan, mengurangi konsumsi minyak goreng dengan makanan rebus, dan menggunakan sumber daya sesuai kebutuhan. “Cara simple menyelamatkan bumi ini,” tulisnya, mengajak semua untuk lebih bijak dalam menjalani hidup.

Ragam komentar ini menunjukkan bahwa video inj menjadi ruang refleksi, nostalgia, dan pembelajaran. Ketulusan Faank dan keramahan Irfan Hakim, serta pesan-pesan tentang alam dan kemanusiaan menyatu dalam satu tayangan yang menyentuh, tentunya penonton  merasa terhibur juga diajak berpikir dan merasakan kembali nilai-nilai yang mungkin mulai terlupakan.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Senin, 26 Januari 2026

Ikan maskoki berukuran luar biasa besar, sering disebut Monster Goldfish

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel farhan gembil yang diupload pada tanggal 26 Juli 2025 dengan judul "MONSTER GOLD FISH ALIAS IKAN MAS KOKI JUMBO‼️". 

Dalam video menampilkan video menarik yang mengulas koleksi Monster Goldfish atau ikan maskoki berukuran jumbo dalam ajang Nusatic Goldfish Contest 2025. Video ini memperlihatkan bagaimana ikan maskoki dengan ukuran luar biasa besar dipamerkan sebagai peserta kontes, sehingga memberikan pengalaman visual yang hebat bagi para penonton channelnya. Keindahan bentuk tubuh dan warna ikan maskoki yang ditampilkan benar-benar menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menunjukkan betapa seriusnya para penghobies dalam merawat dan membesarkan ikan hias hingga mencapai ukuran monster.

Dalam tayangan tersebut, admin juga berbagi cerita pribadi mengenai pengalamannya memelihara ikan mas koki jenis oranda. Ia menceritakan bagaimana dulu ia merawat ikan tersebut dari ukuran kecil hingga akhirnya tumbuh mencapai panjang sekitar 20–25 cm. Pengalaman ini membuatnya kembali teringat dan menyenangkan saat memelihara ikan maskoki, apalagi karena ikan ini merupakan salah satu favorit ibunya. Hal itu kemudian memunculkan niat untuk kembali “main ikan maskoki” dengan mencari informasi seputar harga dan tempat membeli ikan berkualitas.

Ia juga mengajak penonton untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi dan meminta rekomendasi mengenai tempat membeli ikan maskoki yang bagus serta tips perawatan agar ikan bisa tumbuh besar dan sehat. Beberapa hal yang ia soroti adalah pentingnya menjaga kualitas air, memilih pakan yang tepat, serta memahami metode pembesaran yang efektif agar ikan bisa mencapai ukuran jumbo seperti yang ditampilkan dalam kontes, juga mengajak yang menonton videonya yang ahli di bidang ini untuk memberikan informasi atau ulasan mengenai cara merawat ikan mas koki agar bisa mencapai ukuran maksimal.

Secara keseluruhan, video dokumentasi kontes ikan maskoki ini merupakan bentuk apresiasi terhadap keindahan ikan hias berukuran besar ini. Admin berhasil menghadirkan konten yang menghibur sekaligus bermanfaat, terutama bagi para penghobies maskoki yang ingin belajar lebih banyak tentang cara merawat dan membesarkan ikan koki. Dengan adanya ajakan diskusi, video ini juga memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas, menjadikan ruang berbagi ilmu dan inspirasi.  

Sementara dalam kolom komentar di videonya ini ada beragam interaksi menarik antara penonton dan admin. Salah satu komentar datang dari seorang penonton yang menanyakan, “Biar kita tahu informasi up to date kontes itu gimana mas Farhan?” Pertanyaan ini menunjukkan antusiasme penonton untuk terus mengikuti perkembangan kontes ikan mas koki, sekaligus rasa ingin tahu mengenai jadwal atau informasi terbaru seputar acara serupa.

Menanggapi hal tersebut, admin memberikan jawaban yang sederhana namun jelas. Ia menyarankan agar penonton mengikuti akun Instagramnya, dengan menuliskan, “Follow Instagram saya aja, kalau ada info kontes saya posting.” Jawaban ini sekaligus menjadi ajakan bagi penonton untuk terhubung lebih dekat dengan admin melalui media sosial lain, sehingga mereka bisa mendapatkan update secara lebih cepat dan praktis.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Minggu, 25 Januari 2026

Predator proshop Gading Serpong temapt ikan predator langka

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel Fish Frenzy yang di upload pada tanggal 21 Juli 2025 dengan judul " Toko Ikan Predator Satu-Satunya di Gading Serpong 😁 #ikanpredator #ikanhias". 


Dalam video ini mengulas sebuah toko ikan predator yang cukup unik di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Toko ini bernama Predator Proshop, dan diklaim sebagai satu-satunya toko khusus ikan predator di daerah tersebut. Bagi penghobies terutama yang gemar mengoleksi ikan langka dan berukuran besar, tempat ini bisa disebut sebagai tempat yang perlu dikunjungi.

Dalam kunjungannya terlihat berbagai koleksi ikan predator dengan harga dan nilai yang tinggi. Ada Arwana Super Red , serta Vampire Fish. Selain itu, toko ini juga memiliki Acipencer berukuran kecil, berbagai jenis Oscar, serta ragam ikan Cichlid yang populer di kalangan penghobies. Tak ketinggalan, ada pula ikan Kaviat Short Body dengan bentuk tubuh unik, dan Golden Dorado berukuran besar yang dikenal sangat mahal di pasaran.

Tidak hanya menjual ikan, Predator Proshop juga menyediakan perlengkapan akuarium yang lengkap. Mulai dari Media filter, Pakan ikan, Talang filter, Vitamin hingga Wave maker air tersedia di toko ini. Dengan kelengkapan tersebut, pembeli tidak hanya bisa mendapatkan ikan predator langka, tetapi juga semua kebutuhan untuk merawat dan menjaga kesehatan ikannya.

Menariknya, interaksi di kolom komentar video youtube ini juga cukup seru. Ada penonton yang berkomentar, “Saya kira bakalan ikan predator murah ternyata mahal,” yang kemudian ditanggapi oleh admin channel dengan santai, “Tergantung nyari ikan apa. Yang murah juga ada 😂.” Komentar lain bahkan menawarkan ikan pribadi, seperti seorang pengguna yang menulis, “saya punya nih arwana Brazil yg albino mata merah warna kuning ukuran 30+, mau jual A3 kalo minat mah Deket alamsutra boleh 😂.”

Video ini tidak hanya memperlihatkan koleksi ikan predator langka, tetapi juga menggambarkan bagaimana komunitas pecinta ikan hias saling berinteraksi dan berbagi pengalaman. Bagi yang penasaran, tersedia versi panjang video di channel Fish Frenzy, atau bisa langsung menghubungi admin Predator Proshop melalui nomor yang tertera di video.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Sabtu, 24 Januari 2026

Uji kolam penampungan super padat ikan nila

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Bupati Nila Official yang diupload pada tanggal 21 Januari 2026 dengan judul "Uji Kolam Penampungan Super Padat | ikan Sempat Sakit, Kini di Panen Dengan Hasil yang Memuaskan" Dan sudah ditonton sebanyak 806 kali penayangan saat artikel ini dipublikasikan.

Panen ikan nila tentunya akan menjadi kabar menggembirakan bagi para petani, terutama setelah sebelumnya sempat menghadapi masa sulit akibat masalah kesehatan ikan. Kang Deden dari Bupati Nila Official menceritakan bahwa ikan yang dipanen adalah populasi lama yang sempat sakit di kolam dengan jumlah mencapai 500.000 ekor. 

Setelah dilakukan penanaman kembali pada 18 November 2025, hasilnya bisa dipanen total pada 17 Januari 2026. Masa pembesaran yang hanya berlangsung dua bulan ini menghasilkan lebih dari enam ton ikan, dengan rincian 2.880 kg pada pengambilan pertama, 1.637 kg pada pengambilan kedua, dan 1.822 kg pada pengambilan ketiga. Angka ini menunjukkan bahwa kerja keras dan kesabaran akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.

Dari segi kualitas, ikan nila yang dipanen memiliki ukuran yang rata, mayoritas berada di kategori isi 4, 5, dan 6 ekor per kilogram. Meski tergolong masih muda, sekitar empat bulan dari larva, ikan-ikan tersebut sudah memiliki bobot yang gemuk dan sehat. Data teknis yang ditampilkan dalam video juga memperlihatkan pencapaian yang sangat baik, dengan FCR (Feed Conversion Ratio) sebesar 1,3 dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 95 persen. Hal ini menjadi bukti bahwa sistem budidaya yang diterapkan mampu menjaga efisiensi pakan sekaligus memastikan ikan tumbuh dengan sehat.

Video ini juga memperlihatkan eksperimen penampungan ikan dengan kepadatan super padat. Dalam kolam berukuran 5 x 4 meter dengan kedalaman 1,2 meter, ditampung ikan sebanyak 2 ton. Kondisi yang terbilang ekstrem ini tetap bisa dijaga dengan teknologi pendukung seperti pompa sibel 3 inci untuk sirkulasi air sumur, tambahan sistem aerasi, serta penggunaan oksigen murni. Dengan dukungan teknologi tersebut, kualitas ikan tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen, meskipun ditampung dalam jumlah yang sangat besar di ruang terbatas.

Dari sisi distribusi, ikan-ikan hasil panen dipersiapkan untuk memenuhi pesanan ke daerah Karawang dengan permintaan ukuran spesifik 3, 4, dan 5 ekor per kilogram. Sebagian kecil ikan, sekitar satu kuintal, sengaja ditinggalkan di kolam untuk dibesarkan hingga mencapai ukuran setengah kilogram sebagai persiapan stok Lebaran. Sementara itu, kolam yang baru saja dikosongkan akan segera diisi kembali dengan benih baru pada keesokan harinya, menunjukkan siklus produksi yang berkelanjutan dan terencana dengan baik.

Menutup laporannya, Kang Deden memberikan pesan motivasi bagi para pengusaha ikan agar tidak mudah menyerah meskipun pernah mengalami kegagalan. Menurutnya, dengan ketekunan dan kerja keras, hasil yang memuaskan pasti bisa dicapai. Kisah ini menjadi inspirasi bahwa dalam dunia usaha, terutama budidaya ikan, tantangan adalah bagian dari perjalanan, dan keberhasilan akan datang bagi mereka yang terus berusaha tanpa putus asa. 

Dalam kolom komentar video panen ikan nila tersebut, muncul beberapa pertanyaan dari penonton yang kemudian dijawab langsung oleh admin channel. Salah satu pertanyaan yang cukup penting adalah mengenai tingkat kelangsungan hidup ikan atau *Survival Rate* (SR). Admin menjelaskan dengan rasa syukur bahwa SR pada pembesaran kali ini berada di atas 95 persen. Angka tersebut menunjukkan keberhasilan manajemen budidaya, karena tingkat kelangsungan hidup yang tinggi menjadi indikator bahwa ikan dipelihara dengan baik dan kondisi kolam terjaga. 

Selain itu, ada juga komentar yang menanyakan asal benih ikan nila yang digunakan. Pertanyaan ini dijawab oleh admin dengan singkat namun jelas, bahwa benih berasal dari pembenihan sendiri. Jawaban tersebut memberikan gambaran bahwa proses budidaya dilakukan secara mandiri mulai dari pembenihan hingga pembesaran, sehingga kualitas benih bisa lebih terkontrol dan hasil panen lebih terjamin. 

Ragam komentar ini memperlihatkan antusiasme penonton sekaligus menjadi sarana berbagi informasi yang bermanfaat. Dengan adanya interaksi seperti ini, penonton tidak hanya menyaksikan hasil panen, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai teknik budidaya ikan nila yang berhasil. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Jumat, 23 Januari 2026

Panen larva ikan tembakang di kolam bundar

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Dodo Ahda channel yang diupload pada tanggal 2 Januari 2026 dengan judul "Panen larva iKan Tembakang di kolam bundar #ikantembakang". 


Video dari ini memberikan gambaran yang cukup lengkap mengenai tahapan awal budidaya ikan tembakang (Helostoma temminckii), yang di beberapa daerah juga dikenal sebagai ikan tambak atau biawan. Proses yang ditampilkan dimulai dari pemijahan di kolam bundar dengan komposisi indukan yang seimbang, yaitu dua pasang betina dan empat ekor jantan. Dari hasil pemijahan tersebut, larva yang berumur lima hari kemudian dipanen. 

Pada tahap ini, larva masih sangat rentan sehingga pengelolaan lingkungan dan kepadatan kolam menjadi faktor penting. Karena populasi di kolam pemijahan sudah terlalu padat, larva segera dipindahkan ke kolam pendederan agar pertumbuhan lebih optimal dan risiko kematian akibat kompetisi berkurang.

Tahapan pendederan yang diperlihatkan dalam video juga cukup detail. Kolam pendederan baru dipersiapkan dengan metode fermentasi, penggaraman, serta pemberian EM4 untuk memastikan kualitas air sesuai kebutuhan larva. Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya manajemen kualitas air dalam budidaya ikan air tawar, terutama pada fase larva yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. 

Setelah kolam siap, larva dipindahkan dan mulai diberi pakan buatan berupa pelet halus yang mudah dikonsumsi. Pakan ini dipilih karena praktis dan tersedia di pasaran, sekaligus mendukung pertumbuhan larva menuju fase benih.

Selain aspek teknis, video ini juga menyoroti konteks kegiatan yang lebih luas. Proses panen dan pemindahan larva dilakukan di Breeding Pawase, Dusun Cikopo, Desa Cibinuang, dengan latar belakang pemandangan Gunung Ciremai yang menambah nuansa alami. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memiliki nilai edukasi. 

Mahasiswa dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan) Kampus Aceh turut terlibat dalam praktik kerja lapangan selama lima bulan. Kehadiran mereka memperlihatkan adanya transfer pengetahuan langsung dari lapangan, sehingga generasi muda perikanan dapat memahami proses budidaya secara nyata.

Ikan tambakan ini merupakan ikan yang nilai ekonomis yang lumayan tinggi hampir sama dengan ikan gurame. Budidaya ikan tambakan bisa si lakukan di kolam tembok, kolam tanah ataupun kolam bulat atau terpal. Proses pemijahan ikan tembakang biasa di malam hari menjelang pagi, biasa memijah secara alami dan koloni. Ikan tembakang merupakan ikan tahunan untuk masa panennya.  

Salah satu komentar yang muncul adalah pertanyaan sederhana namun cukup penting seperti “Punya yang gendong telur ga om?” Pertanyaan ini merujuk pada kondisi indukan ikan tembakang, apakah masih ada yang sedang membawa telur. Admin channel kemudian menjawab dengan lugas: “Nggak punya, sudah dipijahkan semua.” Jawaban ini menegaskan bahwa seluruh indukan yang digunakan dalam proses pemijahan sudah selesai bertelur, sehingga saat video dibuat tidak ada lagi indukan yang sedang dalam kondisi membawa telur. Hal ini sekaligus memberikan informasi tambahan bagi penonton mengenai tahapan pemijahan yang sudah dilakukan secara tuntas.

Komentar lain yang cukup menarik datang dari seorang penonton yang menanyakan masa panen ikan tembakang, dengan menyebutkan bahwa ikan ini banyak ditemukan di Papua. Ia menulis: “Assalamualaikum bang, berapa bulan masa panennya karena ikan tembakan ini banyak di Papua.” Pertanyaan ini dijawab oleh admin channel dengan penjelasan yang cukup detail “Waalaikumsalam, untuk ikan Tembakang dari benih sampai usia panen bisa mencapai 1-1.5 tahun, agak lambat untuk pertumbuhannya. Oh iya, Papua-nya di Merauke atau di Jayapura 🙏.”

Jawaban tersebut memberikan gambaran nyata bahwa ikan tembakang memang memiliki laju pertumbuhan yang relatif lambat dibandingkan beberapa jenis ikan air tawar lainnya. Waktu panen yang bisa mencapai satu hingga satu setengah tahun tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pembudidaya, terutama dalam hal manajemen pakan dan kualitas air. Selain itu, admin channel juga menambahkan sentuhan personal dengan menanyakan lokasi spesifik di Papua, yakni Merauke atau Jayapura, yang menunjukkan adanya interaksi hangat antara pengelola channel dengan penontonnya.

Dari dua komentar ini saja, terlihat bagaimaimana video edukatif ini tentang budidaya ikan terdapat diskusi yang lebih luas. Penonton tidak hanya menyimak proses teknis yang ditampilkan, tetapi juga aktif bertanya mengenai detail yang mungkin tidak dijelaskan secara langsung dalam video. Admin channel pun berperan penting dalam menjawab pertanyaan dengan bahasa yang sederhana, informatif, dan tetap menjaga nuansa kekeluargaan. Hal ini membuat konten yang disajikan tidak hanya bersifat satu arah, melainkan menjadi ruang interaktif yang memperkaya pengetahuan bersama.

Secara keseluruhan, video ini bisa menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya manajemen pemijahan, pendederan, dan kualitas lingkungan dalam budidaya ikan tembakang. Dengan kombinasi antara praktik lapangan, keterlibatan akademisi, serta latar alam yang mendukung, kegiatan ini mencerminkan bagaimana budidaya ikan dapat dijalankan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat dan mahasiswa. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Kamis, 22 Januari 2026

Review video unboxing ikan maskoki jumbo super quality di deHakims

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims channel yang diupload pada tanggal 20 Januari 2025 dengan judul " IKAN RAHASIA ITU AKHIRNYA TERJAWAB..!! MUAT GAK YA SEBANYAK INI..?!". 


Dalam video ini mendokumentasikan kedatangan "ikan rahasia" yang telah ditunggu-tunggu oleh Irfan Hakim untuk mengisi aquarium "Pelangi" Yang dipunyainya sejak lama. Ikan tersebut adalah Ikan Maskoki Jumbo yang dikirim langsung dari Tulungagung.

Ikan-ikan ini dibawa oleh mas Jack dari Starfish Indo, Tulungagung. Pengiriman ini merupakan hasil penantian selama sekitar 1,5 hingga 2 tahun sejak pembesaran di tambak. Totalnya ada 87 ekor ikan maskoki jumbo yang dikemas dalam 37 kantong plastik besar, ikan-ikan cantik ini telah dibesarkan di tambak selama 1 tahun 3 bulan hingga mencapai ukuran jumbo (sekitar 16-20 cm), yang kualitasnya disebut sebagai kualitas super. 

Jenis-jenis Ikan yang Dibawa yang dikirim terdiri dari berbagai varietas maskoki populer, antara lain Ryukin yaitu Varietas yang dianggap paling kuat terhadap perubahan cuaca dan pH air, serta paling cepat pertumbuhannya. Ada juga Oranda yang Termasuk jenis rosetail, Ranchu dengan berbagai varian warna seperti kaliko, merah, dan merah-putih. 

Proses adaptasi dan penempatannya Irfan Hakim telah menyiapkan tank khusus yang sudah dicat hitam seperti megatank untuk menyambut ikan-ikan ini. Jack menjelaskan pentingnya "memelihara air" sebelum memelihara ikan. Ia melakukan proses pencampuran air asal dengan air baru secara perlahan agar ikan tidak stres atau kaget dengan perbedaan suhu dan parameter air dan menyarankan agar ikan maskoki tidak dicampur dengan ikan koi dalam jangka panjang karena risiko persaingan atau gangguan, meskipun untuk sementara waktu masih bisa dilakukan dengan pengawasan ketat.

Video ini juga memperlihatkan hubungan baik antara Irfan Hakim dan Jack Starfish. Irfan memuji Jack sebagai sosok yang berhasil memajukan industri ikan hias di Tulungagung, terutama bagi kalangan pemuda. Jack sendiri merasa bangga bisa memenuhi impian membawa ikan kualitas terbaik dari daerahnya ke Jakarta untuk "Babe" Irfan. Proses unboxing ini menjadi jawaban bagi para penonton yang penasaran dengan jenis ikan apa yang akan menghuni koleksi terbaru di rumah Irfan Hakim.  

Ragam komentar di videonya di situs youtube menunjukkan antusiasme tinggi dari para penonton. Ada yang mengucapkan terima kasih atas jamuan dan keramahannya, serta merasa senang melihat ikan-ikan dari Tulungagung kini berada di tangan seorang pecinta satwa sejati. Ada pula komentar yang menekankan bahwa memelihara ikan maskoki membutuhkan ketelatenan ekstra, karena tidak semua orang mampu mempertahankan ikan ini dalam jangka panjang.

Video unboxing ikan-ikan maskoki jumbo ini menjadi bukti bahwa dedikasi Irfan Hakim dalam dunia satwa, khususnya ikan hias. Dengan koleksi baru yang beragam dan berkualitas tinggi, aquarium "Pelangi" kini semakin hidup. Kehadiran team Starfish dari Tulungagung juga menambah nilai lebih, memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara penghobies ikan hias dapat memajukan industri sekaligus menghibur masyarakat luas.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Rabu, 21 Januari 2026

7 jenis usaha yang tahan inflasi versi Channel youtube NERACA SENYAP

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel NERACA SENYAP yang diuploaf pada tanggal 19 Januari 2026 dengan judul " ORANG TIONGHOA MAIN DI SINI: 7 USAHA YANG TERUS DICARI". Video dari channel ini membahas tentang strategi bisnis yang tahan terhadap inflasi dan krisis, dengan mengambil pelajaran dari pola pikir pengusaha Tionghoa yang cenderung fokus pada keberlanjutan daripada sekadar mencari keuntungan cepat. 


Berikut adalah ringkasan detail mengenai 7 jenis usaha yang terus dicari seperti ulasan usaha yang terbilang tahan inflasi dan krisis Bisnis-bisnis ini mungkin terlihat membosankan atau tidak glamor, tetapi memiliki pondasi yang sangat kuat.

Distribusi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, dan tepung. Orang mungkin menunda beli baju, tapi tidak bisa menunda makan. Kontrol atas jalur barang (suplai) adalah kunci kekuatan bisnis ini.

Lalu ada perdagangan grosir skala menengah tempat belanja bagi pedagang lain. Keunggulannya ada pada volume penjualan yang besar meskipun margin per item tipis. Fokusnya adalah kepercayaan dan konsistens.

Properti yang fungsional yaitu bukan rumah mewah untuk pamer, melainkan ruko, gudang, atau kontrakan sederhana. Aset ini dicari karena kegunaannya dan memberikan arus kas rutin setiap bulan.

Bengkel dan jasa perawatan dimana saat krisis, orang lebih memilih memperbaiki kendaraan atau barang yang rusak daripada membeli baru. Jasa perawatan adalah bisnis yang selalu dibutuhkan dan menghasilkan uang "paling jujur".

Perdagangan barang harian seperti alat tulis dan perlengkapan rumah tangga kecil. Kekuatannya bukan pada untung besar per barang, melainkan pada frekuensi pembelian yang rutin dan setiap hari.

Usaha makanan sederhana dengan target yang jelas bukan restoran berkonsep mewah, tapi warung makan yang menawarkan porsi kenyang, murah, cepat, dan konsisten. Saat ekonomi sulit, orang mencari rasa aman untuk memenugu kebutuhan pakan.

Pengelolaan modal internal atau simpan pinjam yang terkontrol. Prinsipnya adalah memastikan uang selalu bekerja dan berputar, bukan diam atau digunakan untuk spekulasi.

Video ini memberikan penjelasan bahwa keberhasilan bisnis-bisnis tersebut bukan karena "hoki", melainkan karena cara berpikir yang dingin dan logis. Pengusaha yang sukses lebih mengejar bisnis yang bisa bertahan puluhan tahun daripada yang sekadar viral sesaat. Arus kas adalah raja dimana arus kas rutin (kecil tapi pasti) jauh lebih berharga daripada untung besar yang datangnya jarang .

Hapus gengsi maksudnya jangan membangun bisnis hanya agar dipuji orang. Pilihlah bidang yang memang dibutuhkan pasar, meskipun terlihat "kotor" atau remeh. Hati-hati dengan utang yang artinya Utang perlu digunakan sebagai alat untuk memperkuat arus kas, bukan untuk gaya hidup atau menutupi kerugian yang terus menerus.

Pesan dari video ini adalah agar berhenti mengejar ilusi kesuksesan di permukaan dan mulai membangun fondasi keuangan yang nyata. Inflasi akan "menghukum" mereka yang rakus dan tidak disiplin, namun akan melindungi mereka yang memiliki strategi yang dingin dan relevan dengan kebutuhan dasar manusia.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Selasa, 20 Januari 2026

Pembudidaya ikan manfish di Jakarta Timur

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel AKAR Show yang diupload pada tanggal 21 Juli 2020 dengan judul "Budidaya ikan Manfish income jutaan rupiah perminggu cara mudah merawat ikan hias". 

Budidaya ikan hias memang selalu punya daya tarik tersendiri, apalagi jika jenisnya digemari banyak orang. Salah satu ikan yang cukup populer dikalangan penghobies adalah ikan Manfish. Di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, seorang pembudidaya bernama Bang Ramis berbagi pengalaman dan tips seputar usaha ikan hias ini. Dari penjelasannya, terlihat jelas bahwa budidaya Manfish bukan hanya menyenangkan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Ikan manfish ini memiliki banyak variasi warna dan bentuk yang membuatnya digemari pecinta ikan hias. Beberapa jenis yang umum dibudidayakan antara lain Black Marble, Black and White (BW), Golden, Platinum, dan Tricolor. Selain warna, bentuk sirip juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada jenis Slayer dengan sirip panjang yang elegan, serta jenis Jengki yang memiliki sirip lebih pendek. Keberagaman ini membuat Manfish selalu punya nilai jual di pasaran karena setiap orang bisa memilih sesuai selera.

Menurut Bang Ramis, dari berbagai jenis Manfish, yang paling cepat berproduksi adalah jenis Tricolor. Dengan indukan yang sehat, pembudidaya bisa menghasilkan ribuan ekor ikan setiap bulan. Meski tidak lahir bersamaan, jumlah produksi bisa mencapai sekitar 3.000 ekor secara rutin. Dari hasil tersebut, omzet bulanan diperkirakan sekitar Rp. 3.000.000, dengan modal yang relatif kecil yaitu dari sekitar 30 pasang indukan. Angka ini menunjukkan bahwa usaha ikan Manfish ini bisa menjadi peluang bisnis yang cukup stabil terutama bagi pemula.

Berdasarkan info dari vlog video untuk ikan berusia sekitar satu bulan atau disebut burayak, harga jual berkisar antara Rp. 250 – Rp. 350 per ekor dan pada ikan indukan biasanya tidak dijual karena dianggap sebagai aset produksi yang berharga. Dengan menjaga indukan tetap sehat, pembudidaya bisa terus menghasilkan burayak baru yang siap dipasarkan.

Bagi yang baru ingin mencoba, tidak perlu langsung memiliki aquarium besar. Wadah sederhana seperti styrofoam atau bak es bisa digunakan untuk pemijahan satu pasang indukan. Pakan berupa kutu air atau cacing sutra, namun pemberiannya yang terkontrol agar tidak berlebihan. Selain itu, oksigen atau aerasi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan burayak agar cepat besar. Perawatan air juga tidak boleh diabaikan. Air sebaiknya diendapkan terlebih dahulu selama satu malam sebelum digunakan, agar lebih aman bagi ikan.

Meskipun terlihat mudah, budidaya Manfish tetap memiliki tantangan jika ada perubahan cuaca yang drastis, seperti panas yang tiba-tiba berganti hujan, bisa membuat suhu air berubah cepat. Kondisi ini berisiko membuat ikan stres, kurang sehat, bahkan mati. Oleh karena itu, pembudidaya harus selalu memperhatikan kondisi lingkungan dan menjaga kualitas air.

Budidaya ikan Manfish bisa menawarkan peluang usaha yang cukup menjanjikan, terutama bagi pemula yang ingin membudidayakannya. Dengan perawatan yang sederhana dan modal yang tidak terlalu besar, serta permintaan pasar yang stabil usaha ini bisa menjadi pilihan menarik. Selain menghasilkan keuntungan, memelihara ikan hias juga memberikan kepuasan tersendiri karena keindahan dan variasi bentuknya. Seperti yang diperlihatkan Bang Ramis, dengan ketekunan dan perhatian pada detail, budidaya Manfish bisa menjadi ladang rezeki sekaligus hobi yang menyenangkan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Senin, 19 Januari 2026

Usaha jarang dilirik tapi dibutuhkan setiap hari, peluangnya tinggi

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel youtube CapCapung yang diupload pada tanggal 20 Desember 2025 dengan judul "Usaha Jarang Dilirik Tapi Dibutuhkan Setiap Hari, Peluang Sukses Sangat Tinggi". 

Di pesisir Pantai Tanggul Tirto, Bantul, ada seorang petani garam bernama Bapak Purnama, yang akrab dipanggil Capung. Ia menjalani profesi yang mungkin jarang dilirik orang, namun sebenarnya sangat dibutuhkan setiap hari yaitu dari pengolahan garam. Kisahnya ini akan menghadirkan inovasi baru agar garam lokal bisa bersaing dengan kualitas terbaik. 

Baca juga : 

Garam krosok pendukung budidaya perikanan

Pengalaman cuci pakaian dengan garam krosok

Sejak tahun 60-an, kakek dan neneknya sudah menjadi pembuat garam dengan cara tradisional. Teknik lama yang digunakan adalah metode sirat, yaitu memasak air laut berjam-jam hingga menghasilkan garam. Kini, ia melanjutkan usaha itu dengan sentuhan teknologi modern. Ia belajar dari rekannya di Kebumen dan mulai menggunakan sistem Tunnel HDPE serta plastik UV yang menyerupai greenhouse. Dengan cara ini, proses penguapan lebih efisien dan hasil garam lebih bersih.

Pembuatan garam di Bantul memiliki tantangan tersendiri dimana ombak Samudra Hindia yang besar membuat air laut tidak bisa diambil langsung. Sebagai gantinya, ia menggunakan sumur resapan di pinggir pantai. Air kemudian dialirkan ke tandon berjenjang, dari kolam pertama hingga kolam keenam, dengan rotasi setiap dua minggu. Di kolam terakhir, kristalisasi terjadi dan menghasilkan garam kerosok putih bersih.

Yang menarik, garam yang dihasilkan benar-benar organik tanpa bahan kimia tambahan. Panenan pertama menghasilkan garam kualitas nomor satu, sementara sisa panenan yang berwarna coklat tidak dijual. Hal ini menunjukkan komitmenya untuk menjaga mutu produk.

Meski usaha ini dijalankan seorang diri, hasilnya cukup besar. Dari enam tunnel yang dimiliki, satu tunnel bisa menghasilkan 2–3 kuintal garam dalam beberapa kali panen. Garam kerosok produksinya banyak diserap oleh peternak untuk campuran pakan, petani untuk mengatasi jamur, perikanan, hingga pembuat telur asin.

Usaha ini tentunya akan membuka peluang besar bagi daerah pesisir. Garam adalah kebutuhan sehari-hari, baik untuk rumah tangga maupun industri, sehingga permintaan pasar selalu ada.

Namun, perjalanan ini tidak selalu mulus. Cuaca menjadi kendala, berbeda dengan Pantura yang lebih panas, Bantul memiliki angin kencang dan sering mendung, sehingga proses penguapan terhambat. Musim hujan pun menjadi tantangan tersendiri ubtuk produksi garam.

Ia berharap pemerintah bisa memberikan dukungan berupa modal, teknologi, dan kebijakan yang berpihak pada petani garam lokal. Dengan begitu, Indonesia sebagai negara maritim tidak perlu lagi bergantung pada impor garam.

Mimpi besarnya adalah membangun pabrik garam sendiri dan menjadikan lokasi usahanya sebagai destinasi wisata edukasi. Ia ingin anak-anak sekolah bisa belajar langsung tentang proses pembuatan garam, sekaligus memahami betapa pentingnya menjaga potensi desa.

Bapak Purnama berpesan agar generasi muda tidak hanya mengejar kemewahan di kota, tetapi juga berani kembali ke desa untuk mengolah potensi yang ada. Menurutnya, menjadi petani garam juga bisa menjadi peluang besar untuk memperkuat ekonomi nasional dan melestarikan budaya. 

Video ini ternyata mendapat banyak respon positif. Komentar-komentar yang muncul bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga doa, semangat, dan harapan agar usaha garam lokal bisa berkembang lebih besar.

Banyak penonton merasa terinspirasi dengan kisah Bapak Purnama. Ada yang menuliskan, “Sing maju Pak usaha ne, inspiratif banget.” Kalimat itu sederhana, tetapi mencerminkan dukungan agar usaha garam tetap berjalan dan semakin maju.

Sebagian masyarakat berharap pemerintah ikut turun tangan dengan menuliskan agar ada pelatihan dan permodalan untuk pemuda pesisir Laut Selatan, sehingga potensi yang ada bisa dioptimalkan. Dukungan seperti ini dianggap penting agar usaha garam tidak hanya dijalankan sendiri, tetapi bisa melibatkan lebih banyak orang.

Ada juga komentar yang mengajak untuk berpikir lebih besar. Usaha garam sebaiknya dikembangkan di lahan yang luas, melibatkan warga sekitar, dan memanfaatkan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR). Dengan cara itu, usaha garam bisa tumbuh menjadi sumber ekonomi baru di daerah pesisir.

Tak sedikit penonton yang menuliskan doa penuh kehangatan. “Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa. Terima kasih dan salam sukses, Rizki berlimpah ruah, barokallah,” begitu bunyi salah satu komentar. Doa-doa ini menunjukkan rasa syukur dan apresiasi atas perjuangan seorang petani garam yang tetap teguh menjalani profesinya.

Jika dirangkai, komentar-komentar tersebut menjadi sebuah cerita tersendiri. Ada semangat, ada harapan, ada ide, dan ada doa. Semua itu menunjukkan bahwa perjuangan Bapak Purnama tidak berdiri sendiri. Masyarakat ikut mendukung, pemerintah diharapkan hadir, dan komunitas siap bergandeng tangan.

Kisah ini membuktikan bahwa usaha yang jarang dilirik ini bisa menjadi sumber inspirasi. Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan banyak pihak, usaha garam lokal bukan hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga bisa menjadi kebanggaan daerah.

Bagi siapa pun yang ingin belajar atau berdiskusi, pintu rumahnya selalu terbuka di Pantai Tanggul Tirto, Bantul. Kisahnya ini adalah bukti bahwa usaha pengolahan garam yang jarang dilirik bisa menjadi sumber kesuksesan, asalkan dijalani dengan tekad dan niat yang kuat. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan