Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Jumat, 27 Maret 2026

Sukses budidaya lele dilahan dengan kolam bis beton

Artikel review video youtube kali ini kali ini adalah dari channel Surya utama 22 yang diupload pada tanggal 1 Juni 2025 dengan judul " SUKSES SULAP LAHAN SEMPIT JADI ATM BULANAN!"

Budidaya ikan lele kini bisa dilakukan di lahan yang terbatas dengan cara yang efisien dan hasil yang menjanjikan. Salah satu metode yang sedang populer adalah menggunakan kolam bis beton atau gorong-gorong. Sistem ini memungkinkan penebaran ikan lele dalam jumlah padat tanpa mengorbankan pertumbuhan dan kualitas pakan.

Satu kolam bis beton mampu menampung hingga 100 kilogram ikan lele. Hal ini dimungkinkan berkat sistem air mengalir yang berjalan selama 24 jam, menjaga kualitas air tetap baik dan kotoran ikan terus terbuang. Desain kolam juga dilengkapi dengan pipa pembuangan di luar untuk mengatur batas ketinggian air agar tidak meluber. Penggunaan aerator sangat dianjurkan untuk menambah oksigen terlarut, sehingga ikan tidak perlu sering naik ke permukaan untuk bernapas.

Pertumbuhan ikan lele dalam sistem padat tebar ini cenderung lebih cepat dan efisiensi pakan (FCR) menjadi lebih baik. Ikan yang padat tebarannya tinggi akan lebih aktif bergerak karena sering bersentuhan dengan sesama ikan. Aktivitas yang meningkat setelah makan membantu proses pencernaan pakan menjadi lebih cepat dibandingkan ikan yang berada di kolam luas dengan aktivitas lebih sedikit. Dengan sistem ini, hasil panen bisa melebihi rasio 1:1 bahkan cenderung lebih, misalnya bibit 50 kilogram dengan pakan 30 kilogram dapat menghasilkan daging sekitar 85 hingga 90 kilogram.

Keunggulan dari kolam bis beton adalah dari segi praktis dan hemat tempat dimana kolam ini cocok untuk lahan terbatas dan pembuatannya cukup mudah karena hanya perlu membeli gorong-gorong di toko bangunan. Perawatan kolam juga relatif sederhana karena air yang terus berganti membuat ikan jarang sakit. Bahkan, pemilik metode ini menambah enam kolam baru karena hasil yang diperoleh sangat menguntungkan.

Perawatan dan pemberian makan juga menjadi bagian penting dalam budidaya ini, pemberian pakan dilakukan dua kali sehari dengan interval 12 jam, misalnya pukul 8 pagi dan 8 malam. Waktu pemberian makan disarankan saat matahari sudah masuk ke kolam agar ikan lebih aktif menyantap pakan. Jika tidak menggunakan sistem air mengalir selama 24 jam, alternatifnya adalah memakai aerator dan mengganti air sebanyak 10-20 cm setiap pagi dan sore untuk membuang endapan amonia di dasar kolam. Untuk pemula, bibit yang disarankan adalah ukuran remaja dengan berat sekitar 1 kilogram berisi 20-30 ekor.

Desain kolam juga perlu diperhatikan agar hasil budidaya optimal dan gorong-gorong perlu diletakkan di tempat yang datar dan bagian bawahnya diplester atau dicor. Lubang pembuangan dibuat di tengah kolam, dan pipa keni dipasang di luar untuk mengatur ketinggian air secara tepat.

Dengan pengelolaan sistem pengairan dan kepadatan yang sesuai, budidaya lele di lahan sempit menggunakan kolam bis beton bisa menjadi solusi yang efektif dan menguntungkan. Metode yang sudah diterapkan ini membuktikan bahwa lahan terbatas bukan penghalang untuk menghasilkan panen ikan lele yang melimpah dan berkualitas.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Maret 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan akan di moderasi dulu

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741