Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Sabtu, 28 Maret 2026

Farm discus di Kediri Gayam Gurah Kediri

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Dunia Hobi yang diupload pada tanggal 8 Mei 2025 dengan judul " Cara Mudah Ternak Ikan Discus || Perawatan Bibit Ikan Discus".  

Memulai budidaya ikan discus bisa dimulai dari langkah sederhana seperti yang dilakukan oleh Narasumber Bapak Eko Santoso yang memulai hobinya dengan 14 ekor ikan discus pemberian teman, lalu belajar sendiri cara penjodohannya. Ikan discus mulai bisa dijodohkan saat berumur sekitar satu tahun. Aquarium penjodohan yang digunakan adalah yang berukuran 1 meter x 50 cm x 50 cm. Tanda ikan sudah berjodoh adalah ketika dua ekor ikan selalu berenang bersama kemanapun pergi.

Setelah pasangan berjodoh, pindahkan ke aquarium khusus berukuran sekitar 45 cm  atau 50 cm kubik untuk proses pemijahan. Tempat menempelkan telur bisa menggunakan paralon atau cone. Ikan discus yang akan bertelur menunjukkan tanda tubuh bergetar dan sering mematuk-matuk media tersebut. Telur biasanya menetas dalam waktu tiga hari, dan indukan tidak boleh dipisah karena pasangan ini menjaga telur hingga menetas.

Setelah menetas selama tujuh hari, anak ikan mulai bisa berenang bebas dan menempel pada tubuh induknya untuk memakan lendir, yang disebut fase "nyusu". Pada usia tiga sampai empat hari setelah bisa berenang, anak ikan mulai diajarkan makan dengan Artemia, yaitu tetasan telur udang. Ketika anakan ikan sudah bisa makan mandiri, misalnya cacing sutra, anakan ikan bisa dipisahkan dari induknya.

Ketenangan sangat penting saat induk menggendong anaknya, dan hindari mengetuk kaca aquarium karena bisa membuat induk stres dan berisiko memakan atau membunuh anaknya sendiri. Kualitas air juga perlu diperhatikan. Farm ini menggunakan air sumur yang diendapkan di tandon tanpa filter rumit atau air PDAM. Pembersihan kotoran dilakukan setiap hari dengan cara siphon. Sementara pemberian pakan cukup dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, terutama bagi peternak yang memiliki pekerjaan lain.

Menurut tips yang dijelaskan tentang perbedaan ikan betina dan jangan yaitu pada ikan discus jantan memiliki sirip atas dan bawah yang lancip serta "dasi" yang mekar dan terlihat gagah. Sedangkan betina memiliki sirip atas dan bawah yang cenderung membulat dan dasi yang tidak terlalu mekar.

Kesuksesan budidaya ikan discus dimulai dari tindakan kecil yang konsisten, dari skala kecil dan belajar perlahan akan membantu memahami proses budidaya dengan baik. Dengan perawatan yang tepat dan perhatian pada kondisi lingkungan, budidaya ikan discus bisa berjalan lancar dan menghasilkan ikan yang sehat. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Maret 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan akan di moderasi dulu

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741