Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas
Tampilkan postingan dengan label Ikan Channa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan Channa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Mei 2026

Ikan chana maru yang eksotis dan diminati penghobies ikan luar negeri

Dunia hobi dan bisnis terkadang bertemu di satu titik yang tidak terduga, dan saat ini titik tersebut ada pada ikan Channa Maru. Ikan dengan nama lokal ikan gabus hias ini telah berubah dari yang tadinya penghuni sungai kini menjadi penghias aquarium dengan nilai ekonomi yang tinggi. Fenomena ini bukan tanpa alasan yaitu perpaduan antara keindahan visual, karakter yang tangguh, serta kemudahan dalam perawatan membuat banyak orang terpikat untuk mulai memeliharanya. 


Awalnya, lonjakan popularitas ini terasa sangat kuat sejak masa pandemi dimana saat banyak orang mencari kesibukan di dalam rumah, memelihara Channa Maru menjadi pilihan yang menghibur sekaligus menenangkan. Namun, seiring berjalannya waktu, hobi ini berkembang menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Komunitasnya tumbuh subur di berbagai pelosok negeri, pasar-pasar ikan hias mulai dipenuhi oleh transaksi jenis ini, dan kontes-kontes kecantikan ikan rutin digelar dengan hadiah yang fantastis.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga melihat potensi besar ini. Dukungan diberikan melalui pusat-pusat pengembangan ikan hias untuk memastikan masyarakat bisa menghasilkan benih yang bermutu. Indonesia kini berada di posisi yang sangat strategis sebagai salah satu eksportir ikan hias terbesar di dunia. Artinya, peluang untuk menjual Channa Maru hingga ke pasar mancanegara.

Artikel kali ini ni disusun untuk memberikan gambaran terang tentang bagaimana mengubah ketertarikan terhadap Channa Maru menjadi usaha ikan hias yang menghasilkan. Pembahasan di dalamnya akan menuntun dari pemahaman dasar, cara memilih bibit, teknik budidaya yang berkelanjutan, hingga strategi agar produk bisa menembus pasar internasional. Fokusnya adalah bagaimana menjalankan bisnis secara profesional dan terukur.

Memulai sesuatu yang baru memang memerlukan panduan yang tepat, dengan memahami seluk-beluk ikan lokal ini, siapa pun punya kesempatan yang sama untuk sukses di industri kreatif perikanan.

Dunia ikan hias di Indonesia sedang mengalami masa keemasan, dan salah satunya yang paling bersinar adalah jenis Channa Maru. Ikan yang dahulu mungkin hanya dianggap sebagai ikan konsumsi biasa, kini bertransformasi menjadi koleksi mewah bagi para penghobies. Popularitas Channa Maru melonjak drastis, terutama sejak banyak orang menghabiskan waktu di rumah dan mulai melirik aquarium sebagai hiburan sekaligus investasi.

Daya tarik Channa Maru ada pada karakter dan tampilannya yang unik dimana ikan ini punya interaksi yang kuat dengan pemeliharanya. Mental yang berani membuat ikan ini tidak ragu untuk mendekat ke kaca aquarium, seolah-olah sedang berkomunikasi. Selain faktor mental, keindahan visual menjadi alasan mengapa Channa Maru disebut sebagai favorit. Warna kuning keemasan atau kemerahan yang dipadukan dengan bunga (spot hitam) di sepanjang tubuhnya memberikan kepuasan tersendiri bagi yang melihatnya.

Keunikan bunga pada tubuh Channa Maru inilah yang menjadi tolok ukur harga. Semakin rapi dan banyak bunga yang muncul, nilai jualnya bakal semakin melambit. Bayangkan saja, seekor ikan yang awalnya dibeli dengan harga puluhan ribu rupiah bisa laku hingga puluhan juta rupiah setelah dirawat dengan teknik yang tepat. Hal ini membuat banyak orang mulai melihat Channa Maru sebagai aset yang sangat berharga.

Indonesia sendiri punya keuntungan besar karena merupakan habitat asli dari berbagai sub jenis Channa Maru, seperti yang berasal dari Kalimantan dan Sumatera. Perbedaan lokasi asal ini menghasilkan variasi warna dan pola yang berbeda-beda, sehingga pasar tidak pernah bosan. Kolektor dari mancanegara pun mulai melirik potensi ini. Mereka mencari ikan kualitas kontes yang punya standar estetika tinggi.

Melihat minat yang begitu besar, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan pun memberikan dukungan penuh. Sekarang, sektor ini didorong agar lebih profesional dan terarah. Tujuannya yaitu membawa Channa Maru menjadi komoditas ekspor yang tangguh. Dengan posisi Indonesia di peringkat keempat sebagai eksportir ikan hias dunia, peluang untuk memperluas jangkauan pasar ke luar negeri terbuka lebar bagi siapa saja yang mau menekuni bisnis ini.

Memasuki bisnis ikan ini berarti masuk ke dalam komunitas yang sangat solid. Penghobies, penjual, hingga pembudidaya saling berbagi informasi tentang cara perawatan yang benar. Trend ini diprediksi bakal terus bertahan lama karena kecintaan masyarakat terhadap ikan lokal semakin meningkat. Apalagi, saat ini sudah banyak kontes resmi yang diadakan di berbagai kota untuk mengadu keindahan Channa Maru.

Memulai bisnis ikan ini tidak bisa dilakukan secara asal-asalan jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal. Langkah yang paling menentukan adalah pemilihan benih. Bibit yang berkualitas menjadi penentu apakah nantinya ikan bisa tumbuh dengan warna dan bunga yang indah. Sangat disarankan untuk mencari benih dari sumber yang jelas, seperti Balai Perikanan atau pembudidaya yang sudah punya reputasi bagus. Benih yang sehat biasanya terlihat aktif bergerak dan tidak ada cacat fisik pada sirip maupun tubuhnya.

Setelah mendapatkan benih unggul, fokus selanjutnya ke tempat tinggal ikan, yaitu aquarium. Pengaturan lingkungan di dalam aquarium sangat berpengaruh pada mental dan perkembangan fisik Channa Maru. Ukuran aquarium perlu disesuaikan dengan besar ikan agar ruang geraknya tetap leluasa. Penggunaan substrat atau alas aquarium seperti pasir malang merah atau hitam sering dipakai untuk memicu munculnya pigmen warna pada kulit ikan. Selain itu, pencahayaan yang pas juga membantu proses "bunga" pada ikan muncul lebih cepat dan tegas.

Kualitas air menjadi faktor yang tidak boleh disepelekan dalam bisnis Channa Maru. Ikan ini memang dikenal tangguh, namun air yang bersih dan stabil suhunya akan membuat ikan jauh dari stres. Penggunaan daun ketapang kering menjadi hal vital bagi penghobies Channa Maru. Air yang berubah menjadi sedikit kecokelatan akibat zat tanin dari daun ketapang mampu menjaga pH air sekaligus membuat ikan merasa seperti di habitat aslinya. Kondisi air yang nyaman secara otomatis akan membuat mental ikan lebih berani dan agresif saat berinteraksi.

Selain lingkungan, asupan nutrisi menjadi modal dalam mempercantik tampilannya. Pakan alami seperti udang, cacing tanah, atau katak kecil merupakan pilihan terbaik untuk mempercepat pertumbuhan dan mempercerah warna. Pemberian pakan dilakukan secara terjadwal dan tidak berlebihan agar air tidak cepat kotor. Kombinasi antara pakan alami dan pakan tambahan yang tepat akan memberikan hasil fisik yang proporsional, yang nantinya menjadi daya tarik saat ikan ditawarkan ke calon pembeli.

Membangun pondasi bisnis yang kuat berarti menyiapkan segala sesuatunya secara rapi sejak awal. Dengan benih yang bagus, lingkungan aquarium yang mendukung, serta asupan pakan yang terjaga, potensi Channa Maru untuk mencapai kualitas kontes menjadi lebih terbuka. Konsistensi dalam melakukan perawatan harian ini merupakan investasi waktu yang akan terbayar saat harga jual ikan mulai merangkak naik. Persiapan yang matang di tahap awal ini memudahkan langkah menuju tahap budidaya yang lebih serius pada pembahasan berikutnya.

Upaya dan usaha paling bijak dalam menjalani bisnis ikan Channa adalah dengan mulai melakukan budidaya sendiri. Bergantung sepenuhnya pada tangkapan dari alam sangat beresiko bagi kelestarian habitat dan keberlangsungan stok barang dagangan. Dengan melakukan breeding mandiri, kualitas keturunan ikan bisa lebih terkontrol dan ketersediaan stok untuk pasar bisa terjaga secara konsisten tanpa merusak ekosistem asli.

Proses budidaya dimulai dengan tahap penjodohan yang memerlukan ketelitian. Memilih indukan yang sudah matang secara usia dan ukuran menjadi syarat awal. Indukan jantan dan betina biasanya diletakkan dalam satu wadah besar yang sudah disekat terlebih dahulu agar mereka bisa saling mengenal tanpa terjadi perkelahian. Jika kedua ikan terlihat mulai berenang berdampingan dengan tenang, itu tandanya sekat sudah bisa dilepas. Suasana yang tenang dan minim gangguan dari luar sangat membantu keberhasilan proses perkawinan ini.

Setelah proses pemijahan berhasil, telur-telur Channa Maru akan mulai terlihat di permukaan atau di sela-sela tanaman air. Di sinilah peran pembudidaya sangat diuji dalam menjaga kualitas air agar telur tidak membusuk atau terserang jamur. Suhu air yang stabil dan sirkulasi udara yang halus menggunakan aerator sangat membantu proses penetasan. Begitu larva ikan mulai menetas, pemberian pakan mikro seperti artemia atau kutu air menjadi pilihan terbaik karena ukurannya yang sesuai dengan mulut mungil burayak.

Perawatan larva merupakan fase yang paling menentukan dalam menghasilkan Channa Maru kualitas unggul. Pemisahan berdasarkan ukuran atau sortir perlu dilakukan secara berkala agar tidak terjadi kanibalisme, mengingat sifat alami ikan ini yang teritorial. Dengan memberikan ruang gerak yang cukup dan pakan bergizi tinggi sejak kecil, pertumbuhan tulang dan dasar warna ikan akan terbentuk dengan lebih sempurna. Fase ini adalah waktu yang tepat untuk mulai menyeleksi mana ikan yang punya potensi besar menjadi ikan kontes di masa depan.

Melakukan budidaya mandiri memberikan keuntungan ekonomi yang jauh lebih besar yang mana biaya produksi bisa ditekan, sementara harga jual benih hasil budidaya sendiri seringkali lebih dihargai karena sudah terbiasa dengan lingkungan aquarium (domestikasi). Langkah ini juga bentuk tanggung jawab sebagai pelaku usaha dalam mendukung perikanan yang berkelanjutan. Dengan menguasai teknik breeding, pintu menuju industri Channa Maru yang lebih profesional telah terbuka lebar.

Mengelola bisnis Channa Maru memerlukan acuan yang jelas agar hasil produksi konsisten dan bernilai jual tinggi. Standar Nasional Indonesia (SNI) hadir sebagai panduan teknis yang membantu pelaku usaha dalam menjaga kualitas benih serta kesehatan ikan. Mengikuti standar ini bukan tentang birokrasi, melainkan cara memastikan ikan yang dihasilkan memenuhi kriteria pasar modern.

Penerapan standar ini dimulai dari kebersihan lingkungan budidaya secara menyeluruh. Wadah yang digunakan, baik berupa aquarium maupun kolam, perlu dibersihkan secara terjadwal untuk mencegah timbulnya bakteri atau parasit. Ikan yang tumbuh di lingkungan bersih memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik, sehingga resiko kematian saat pengiriman ke pembeli bisa ditekan. Kondisi air yang terukur parameter pH, suhu, dan kadar oksigennya secara rutin menjadi bukti bahwa budidaya dijalankan dengan metode profesional.

Kesehatan ikan juga mencakup pencegahan penyakit. Pemberian pakan yang tepat, baik dari sisi jenis maupun jumlah, menjaga ikan tetap bugar. Hindari penggunaan bahan kimia berlebihan yang justru bisa merusak kualitas air dalam jangka panjang. Penggunaan probiotik alami menjadi opsi yang lebih baik untuk menstabilkan ekosistem air. Semakin sehat ikan, semakin cerah warna dan tegas pola bunga yang muncul pada tubuhnya, yang menjadi nilai tambah saat negosiasi harga.

Selain aspek teknis, penguatan posisi bisnis bisa dilakukan dengan membentuk atau bergabung dalam Kampung Budidaya Perikanan. Kelompok ini menjadi wadah untuk bertukar informasi mengenai teknik pembenihan terbaru dan harga pasar yang adil. Dengan berkumpul bersama sesama pembudidaya, tantangan dalam mengurus perizinan atau mengakses pasar ekspor menjadi lebih ringan. Kekompakan komunitas ini membantu standarisasi produk sehingga pembeli dari luar daerah atau mancanegara bisa mendapatkan barang dengan kualitas yang seragam.

Menjalankan budidaya sesuai prosedur yang terukur memberikan rasa tenang bagi pembeli. Konsumen saat ini lebih teliti dan mencari ikan yang berasal dari pembudidaya yang bertanggung jawab, bukan hasil tangkapan liar yang merusak habitat. Dengan menjaga mutu sejak dari indukan hingga benih siap jual, reputasi sebagai penyedia Channa Maru berkualitas akan terbangun dengan sendirinya. Hal ini menjadi modal kuat untuk melangkah ke tahap akhir, yaitu memasarkan hasil panen ke pasar yang lebih luas dan menguntungkan.

Langkah terakhir untuk mengubah hobi menjadi bisnis yang menguntungkan adalah dengan membangun strategi pemasaran yang tepat. Di era digital, memamerkan keindahan Channa Maru menjadi lebih mudah melalui media sosial. Visual adalah segalanya dalam bisnis ikan hias. Mengambil foto atau video dengan pencahayaan yang pas akan memperlihatkan detail warna dan pola bunga secara jujur. Konten yang menunjukkan interaksi antara ikan dan pemiliknya biasanya menarik lebih banyak perhatian calon pembeli karena memperlihatkan mental ikan yang sudah jadi.

Membangun personal branding sebagai spesialis Channa Maru akan meningkatkan kepercayaan pasar. Konsisten berbagi tips perawatan atau sekadar update perkembangan ikan di aquarium membuat profil terlihat lebih profesional. Jangan ragu untuk berinteraksi dengan komunitas di forum-forum online maupun grup penghobies. Seringkali, transaksi besar berawal dari obrolan santai antar penghobies yang melihat kualitas ikan yang ditawarkan melalui unggahan di dunia maya.

Peluang besar sebenarnya berada pada pasar luar negeri. Kolektor dari berbagai negara sangat menghargai kualitas Channa Maru asli Indonesia. Untuk mulai menembus pasar ekspor, hal yang perlu dilakukan adalah memahami administrasi pengiriman hewan hidup. Dokumen seperti sertifikat kesehatan ikan dari badan karantina merupakan syarat mutlak agar ikan bisa terkirim dengan aman ke mancanegara. Bekerja sama dengan agen pengiriman (forwarder) yang berpengalaman dalam menangani ikan hias bisa menjadi solusi praktis bagi pemula.

Jaringan dengan kolektor atau pendiri toko ikan hias di luar negeri perlu terus dipupuk. Mengikuti pameran atau kontes tingkat internasional, baik secara langsung maupun daring, membuka pintu kolaborasi yang lebih luas. Harga jual di pasar global seringkali berkali-kali lipat dibandingkan pasar domestik, asalkan kualitas ikan benar-benar terjaga dan sesuai dengan ekspektasi pembeli. Standar mutu yang sudah dibahas di bab sebelumnya menjadi kunci agar produk tidak ditolak oleh pasar internasional.

Dengan kombinasi antara teknik budidaya yang benar dan pemasaran yang agresif, bisnis Channa Maru bukan lagi sekadar sampingan. Keberhasilan dalam memikat hati pembeli lokal dan mancanegara adalah buah dari kesabaran dalam merawat ikan yang populer ini. Sekarang, semua instrumen untuk sukses sudah tersedia, tinggal bagaimana langkah diambil untuk mulai meraup cuan dari aquarium di rumah.

Untuk memastikan keberhasilan, berikut daftar tugas harian yang bisa diikuti secara rutin, pada pagi hari cek kondisi fisik ikan dan pastikan suhu serta kejernihan air dalam kondisi stabil. Berikan asupan nutrisi berkualitas (udang/cacing) dengan porsi yang tidak membuat air cepat kotor. Bersihkan kotoran yang mengendap di dasar aquarium agar tidak menjadi sarang penyakit dan ambil foto atau video singkat perkembangan ikan untuk bahan konten promosi di media sosial.

Bisnis dari ikan ini memang menawarkan peluang yang terbilang menjanjikan bagi siapa saja yang mau belajar dan tekun. Dengan beralih dari penangkapan liar ke sistem budidaya mandiri yang terukur, kedepannya industri ikan hias Indonesia akan tetap cerah dan tetap ikuti regulasi yang ada, jaga kualitas produk, dan berinovasi agar bisa terus bersaing di pasar global.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan April 2026



Sabtu, 06 September 2025

Merangkai biotope untuk sepasang ikan channa limbata

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Komplek Habitat yang diupload pada tanggal 16 Juli 2025 dengan judul " Biotope Untuk Sepasang Channa Limbata." Dalam video ini adalah panduan singkat tentang cara membuat replika habitat alami di aquarium untuk sepasang ikan channa limbata, mulai dari penataan aquarium hingga perawatan ikannya.


Bagi para penghobies ikan hias, ada kepuasan tersendiri saat membuat atau merancang aquarium menjadi replika ekosistem atau disebut "biotop" yang nantinya menjadi tempat untuk ikan-ikan yang sesuai dengan alam aslinya. Dalam video yang dikemas apik ini memperlihatkan proses detail membangun habitat untuk sepasang ikan channa limbata. 

Langkah pertama dalam pembuatan ekosistem seperti perairan sawah ini adalah menyiapkan pondasi yang kokoh. Proses dimulai dengan memasang filter di bawah gravel, sebuah sistem filtrasi dasar yang efektif untuk menjaga kejernihan dan kualitas air dalam aquarium, dan ditambahkan lapisan tanah alami yang kaya akan bahan organik untuk meniru dasar sungai atau rawa dimana ikan channa limbata biasanya hidup.

Setelah pondasi siap, saatnya memasuki fase seni artistik seperti merangkai cabang-cabang pohon kering diatur secara deatail, mengikuti prinsip rasio emas untuk membuat komposisi yang harmonis dan alami. Susunan ini memberikan struktur, tempat persembunyian, dan sekaligus sentuhan estetika yang menyerupai landscape bawah air.

Di antara cabang-cabang itu, ditanam sejenis rumput air yang kuat yang banyak ditemukan di perairan sawah. Tumbuhan ini ditanam rapat untuk meniru kondisi bawah air, membuat lingkungan yang teduh dan mirip pelindung yang sangat disukai oleh ikan channa. Pada bagian akhir lapisan pasir halus yang ditaburkan di atas tanah, berfungsi sebagai penahan dan memberikan kontras visual yang indah membuat seluruh lanskap terlihat lebih cerah dan hidup.

Dengan landscape yang sudah terbentuk, aquarium diisi dengan air secara perlahan agar tidak merusak susunan pasir dan tanaman. Ini adalah momen dimana seni bertemu dengan ilmu pengetahuan. Setelah aquarium terisi air dengan penuh, starter bakteri ditambahkan untuk memulai proses siklus biologis. 

Proses ini memungkinkan bakteri baik berkembang biak untuk memecah amonia berbahaya, membuat lingkungan yang stabil dan aman bagi ikan. Video tersebut menunjukkan hasil yang memuaskan pada dimana air sudah mulai terlihat jernih, menandakan siklus biologis berjalan dengan baik dalam waktu 3 hari. 

Pembelian ikan channa
Pembelian ikan channa limbata dibeli secara online yang dikirim melalui paket, namun upaya pertama untuk memperkenalkan sepasang channa limbata ini berakhir dengan kegagalan yaitu ikan betina tidak selamat dari perjalanan jauh. Momen ini menunjukkan termasuk sulit transportasi kemasan makhluk hidup seperti pengiriman ikan. Begitupun upaya kedua juga mengalami kegagalan, dan pada hari ke 15 paket ikan baru akhirnya datang dengan selamat, selanjutnya dilakukan proses aklimatisasi untuk memastikan ikan dapat beradaptasi dengan kondisi air baru tanpa stres.

Momen pelepasan ikan ke dalam "rumah" baru ikan ini adalah puncak dari seluruh proses. terlihat dalam video sepasang ikan channa yang sudah dilakukan penyesuaian air mulai menjelajahi habitat yang barunya seperti bersembunyi di balik cabang dan berenang di antara tanaman. 

Admin channel juga menunjukkan perbedaan fisik antara ikan jantan dan betina, sebuah detail penting yang ingin memelihara ikan channa. Untuk memastikan ikan berkembang biak dan sehat, video diakhiri dengan pemberian makan cacing tanah yang merupakan sumber protein penting yang membantu mematangkan gonad dan menjaga kesehatan dengan optimal.

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan September 2025

Senin, 24 Maret 2025

Tips kasih pakan pelet ikan predator ala mbak Bunga

Memelihara ikan predator seperti arwana, channa, atau ikan-ikan lainnya memang memiliki tantangan tersendiri, karena pada umumnya memerlukan perawatan yang khusus seperti pola makan ikan predator yang menjadi perhatian para penghobies. Mbak Bunga membagikan cara efektif untuk melatih ikan predator agar mau makan pelet. Menurutnya, ada kepuasan tersendiri ketika ikan predator bisa menerima pelet sebagai makanannya.



Ikan predator dapat belajar dari lingkungan sekitarnya, salah satu trik yang menarik adalah menempatkan ikan-ikan bersama teman seaquarium yang terbiasa makan pelet, seperti ikan parrot, brycon atau ikan patin. Dengan adanya interaksi ini, ikan predator perlahan mulai terbiasa dengan makanan yang sebelumnya tidak kenali. 

Pada vlog video yang dibagikan, ikan channa terlihat memakan pelet yang kemudian diikuti oleh ikan arwana. Proses ini menunjukkan betapa pengaruh teman seaquarium bisa memberikan perubahan besar dalam kebiasaan makan ikan predator.

Baca juga : Produk pelet ikan predator

Jika tidak memungkinkan untuk menambahkan teman seaquarium pemakan pelet, prosesnya memang akan membutuhkan waktu lebih lama. Mbak Bunga merekomendasikan untuk memuasakan ikan predator selama 2 sampai 3 hari. Selanjutnya, mulailah memberikan pelet sedikit demi sedikit hingga ikan mulai mencoba dan akhirnya terbiasa. Kesabaran pemelihara menjadi kunci dalam metode ini karena pada adaptasi ikan predator terhadap pelet tidak dapat terjadi secara instan.

Pelet yang berkualitas dan bernutrisi tinggi menjadi faktor utama keberhasilan dalam metode ini. Pelet dengan kandungan protein, vitamin, dan mineral yang baik memberikan manfaat kesehatan jangka panjang bagi ikan predator. Pelet yang berkualitas juga memiliki aroma dan rasa yang lebih menarik sehingga lebih mudah diterima oleh ikan predator karena aromanya yang amis.

Sebagai seorang pemelihara ikan predator selama bertahun-tahun ada kepuasan tersendiri saat berhasil mengubah kebiasaan makan ikan predatornya. Pelet sebagai makanan memberikan kenyamanan dan kemudahan terutama dalam hal penyimpanan dan pemberian makanan. Selain itu, penggunaan pelet juga menjadi cara untuk meminimalkan risiko dari makanan hidup atau beku yang kadang bisa membawa penyakit.

Dengan tips dan trik dari Mbak Bunga, memelihara ikan predator menjadi lebih efisien dan terlihat seru saat ikan pemakan ikan hidup ini makan pelet. Bagi para pemelihara baru ikan kategori predator langkah-langkah ini bisa menjadi panduan untuk memastikan ikan predator tetap sehat sekaligus membangun kebiasaan makan yang lebih praktis. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Maret 2025

Jumat, 05 April 2024

Ikan channa Auranti di minati di China

Ikan channa yang dikenal pula sebagai ikan gabus bercorak indah seperti jenis Auranti, atau Barca menjadi primadona baru di kalangan pecinta ikan hias khususnya di Indonesia pada pertengahan tahun 2020an. 

Khusus Channa Auranti adalah jenis ikan air tawar yang berasal dari perairan di India dan merupakan ikan endemik asli. Di habitat aslinya ikan yang bisa tumbuh besar ini memakan berbagai macam hewan kecil seperti udang, cacing, dan ikan-ikan kecil. 

Ikan dari jenis gabus-gabusan ini diminati karena berbagai alasan mulai dari keindahan dan keunikannya juga kemudahan dalam pemeliharaannya. Aquarium dengan fasilitas aerator sudah cukup membuat nyaman ikan Channa yang dipelihara. 

Menariknya memeliharanya dalam aquarium dengan penggunaan aksesoris  yang berlebihan dapat membuat ikan ini mengalami stres, jadi cukup dengan sebuah aerator sudah bisa memelihara ikan ikan ini asalkan kualitas air tetap terjaga.

Berdasarkan info yang admin dapat dari media sosial ikan ini bernilai ekonomi yang menjanjikan sehingga popularitasnya meningkat, tentunya membuka peluang bagi para pecinta ikan hias dan pembudidaya untuk mengembangkan bisnis ikan hias yang pada umum kebanyakan dipasarkan secara online.

Channa Auranti diminati di China

Schreenshot ikan channa dari akun snac video Venusaquatics.nkri
Schreenshot ikan channa dari akun snac video Venusaquatics.nkri

Menurut Nischolas Kurniawan dari Venus Aquatics kini popularitas ikan Channa Auranti di China khususnya mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir dan menjadi hits. Ikan channa ini penuh dengan warna yang cerah dan bisa terus di progres untuk memunculkan warna agar dapaz memberikan kesan eksotis dan unik. Menurutnya toko ikan hias disana banyak menjual ikan Channa dan sudah diternakan oleh pembudidaya ikan hias air tawar.

Di China sendiri memelihara ikan hias dipercaya memiliki nilai feng shui yang membawa keberuntungan dan kemakmuran, hal ini sepertinya juga dapat mendorong permintaan ikan Channa di negara tersebut.

Semoga infonya bermanfaat.



Kuningan April 2024

Senin, 03 Oktober 2022

Ikan Channa yang populer

Ikan Channa merupakan ikan gabus gabusan yang memiliki tubuh penuh dengan lendir dengan corak warna rata rata membatik juga kilau warnanya yang sangat memikat.

Peminatnya adalah penghobi ikan predator dan senang mengoleksi bakalan ikan yang bisa tumbuh besar.

Menurut info dari situs SurabayaNetwork.id jenis ikan Channa micropeltes bisa mencapai 1 meter yang terdapat di  perairan tawar Pulau Kalimantan dan Sumatra.

Makanan utamanya adalah pakan hidup seperti cacing sutra, ikan kecil, jangkrik, kutu air, namun saat ini ada pelet khusus yang bisa di konsumsi untuk Channa peliharaan dalam aquarium.

Ikan Channa akan tampil sehat jika teratur dalam perawatan air dalam aquarium dan memberikan interaksi agar terhindar dari stres yang biasanya sering mojok dan diam.

Berdasarkan data Google trend ikan channa mulai popoler sejak awal tahun 2018 dan hingga artikel ini ditulis grafiknya terus naik dan cenderung meningkat.



Kuningan Oktober 2022

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741

Download E-book Inspirasi

Dengan memasukkan email rekan pembaca untuk mendapatkan link download E-book Inspirasi PDF secara gratis.

Dapatkan E-book Sekarang