Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Sabtu, 24 Januari 2026

Uji kolam penampungan super padat ikan nila

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Bupati Nila Official yang diupload pada tanggal 21 Januari 2026 dengan judul "Uji Kolam Penampungan Super Padat | ikan Sempat Sakit, Kini di Panen Dengan Hasil yang Memuaskan" Dan sudah ditonton sebanyak 806 kali penayangan saat artikel ini dipublikasikan.

Panen ikan nila tentunya akan menjadi kabar menggembirakan bagi para petani, terutama setelah sebelumnya sempat menghadapi masa sulit akibat masalah kesehatan ikan. Kang Deden dari Bupati Nila Official menceritakan bahwa ikan yang dipanen adalah populasi lama yang sempat sakit di kolam dengan jumlah mencapai 500.000 ekor. 

Setelah dilakukan penanaman kembali pada 18 November 2025, hasilnya bisa dipanen total pada 17 Januari 2026. Masa pembesaran yang hanya berlangsung dua bulan ini menghasilkan lebih dari enam ton ikan, dengan rincian 2.880 kg pada pengambilan pertama, 1.637 kg pada pengambilan kedua, dan 1.822 kg pada pengambilan ketiga. Angka ini menunjukkan bahwa kerja keras dan kesabaran akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.

Dari segi kualitas, ikan nila yang dipanen memiliki ukuran yang rata, mayoritas berada di kategori isi 4, 5, dan 6 ekor per kilogram. Meski tergolong masih muda, sekitar empat bulan dari larva, ikan-ikan tersebut sudah memiliki bobot yang gemuk dan sehat. Data teknis yang ditampilkan dalam video juga memperlihatkan pencapaian yang sangat baik, dengan FCR (Feed Conversion Ratio) sebesar 1,3 dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 95 persen. Hal ini menjadi bukti bahwa sistem budidaya yang diterapkan mampu menjaga efisiensi pakan sekaligus memastikan ikan tumbuh dengan sehat.

Video ini juga memperlihatkan eksperimen penampungan ikan dengan kepadatan super padat. Dalam kolam berukuran 5 x 4 meter dengan kedalaman 1,2 meter, ditampung ikan sebanyak 2 ton. Kondisi yang terbilang ekstrem ini tetap bisa dijaga dengan teknologi pendukung seperti pompa sibel 3 inci untuk sirkulasi air sumur, tambahan sistem aerasi, serta penggunaan oksigen murni. Dengan dukungan teknologi tersebut, kualitas ikan tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen, meskipun ditampung dalam jumlah yang sangat besar di ruang terbatas.

Dari sisi distribusi, ikan-ikan hasil panen dipersiapkan untuk memenuhi pesanan ke daerah Karawang dengan permintaan ukuran spesifik 3, 4, dan 5 ekor per kilogram. Sebagian kecil ikan, sekitar satu kuintal, sengaja ditinggalkan di kolam untuk dibesarkan hingga mencapai ukuran setengah kilogram sebagai persiapan stok Lebaran. Sementara itu, kolam yang baru saja dikosongkan akan segera diisi kembali dengan benih baru pada keesokan harinya, menunjukkan siklus produksi yang berkelanjutan dan terencana dengan baik.

Menutup laporannya, Kang Deden memberikan pesan motivasi bagi para pengusaha ikan agar tidak mudah menyerah meskipun pernah mengalami kegagalan. Menurutnya, dengan ketekunan dan kerja keras, hasil yang memuaskan pasti bisa dicapai. Kisah ini menjadi inspirasi bahwa dalam dunia usaha, terutama budidaya ikan, tantangan adalah bagian dari perjalanan, dan keberhasilan akan datang bagi mereka yang terus berusaha tanpa putus asa. 

Dalam kolom komentar video panen ikan nila tersebut, muncul beberapa pertanyaan dari penonton yang kemudian dijawab langsung oleh admin channel. Salah satu pertanyaan yang cukup penting adalah mengenai tingkat kelangsungan hidup ikan atau *Survival Rate* (SR). Admin menjelaskan dengan rasa syukur bahwa SR pada pembesaran kali ini berada di atas 95 persen. Angka tersebut menunjukkan keberhasilan manajemen budidaya, karena tingkat kelangsungan hidup yang tinggi menjadi indikator bahwa ikan dipelihara dengan baik dan kondisi kolam terjaga. 

Selain itu, ada juga komentar yang menanyakan asal benih ikan nila yang digunakan. Pertanyaan ini dijawab oleh admin dengan singkat namun jelas, bahwa benih berasal dari pembenihan sendiri. Jawaban tersebut memberikan gambaran bahwa proses budidaya dilakukan secara mandiri mulai dari pembenihan hingga pembesaran, sehingga kualitas benih bisa lebih terkontrol dan hasil panen lebih terjamin. 

Ragam komentar ini memperlihatkan antusiasme penonton sekaligus menjadi sarana berbagi informasi yang bermanfaat. Dengan adanya interaksi seperti ini, penonton tidak hanya menyaksikan hasil panen, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai teknik budidaya ikan nila yang berhasil. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan akan di moderasi dulu

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan