Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Minggu, 04 Januari 2026

Modeling budidaya lobster di Batam

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel SUPM Kota Agung yang di upload pada tanggal 12 Februari 2025 dengan judul "Modeling Budidaya Lobster". Video ini membahas tentang pengembangan ekosistem budidaya lobster di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2024. 


Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam kini menjadi pusat perhatian dalam pengembangan budidaya lobster di Indonesia. Sejak diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Bapak Sakti Wahyu Trenggono, pada Oktober 2024, proyek modeling budidaya lobster ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem perikanan yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Tujuan dari pembangunan modeling ini adalah membuat sistem budidaya lobster yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mampu mendorong ekspor dan kesejahteraan pembudidaya. Konsep yang diterapkan mengacu pada praktik terbaik di negara lain, seperti Vietnam, yang telah berhasil mengembangkan industri lobster secara masif.

Keunggulan proyek ini ada pada sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tahap awal dimulai dari pembibitan (nursery), dimana benih lobster dipelihara hingga mencapai ukuran tertentu. Setelah itu, lobster dipindahkan ke Keramba Jaring Apung (KJA) untuk proses pembesaran. Tahap akhir mencakup pengolahan hasil panen serta penyimpanan di gudang beku, sehingga rantai produksi berjalan lengkap dan efisien.

Dengan sistem ini, pembudidaya tidak hanya fokus pada satu tahap, tetapi dapat menikmati hasil dari keseluruhan proses yang saling mendukung. Hal ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan berdaya saing tinggi.

Sejak Oktober 2024, BPBL Batam telah menebar sebanyak 41.000 benih lobster (BBL). Dalam waktu 1,5 bulan, benih tersebut tumbuh hingga mencapai ukuran 3–5 gram dengan tingkat kelangsungan hidup rata-rata 70 persen yang mana angka ini menunjukkan keberhasilan tahap pembibitan yang cukup menjanjikan.

Saat ini, lobster yang dipelihara di keramba telah mencapai ukuran 20 sampai 30 gram. Target panen ditetapkan pada September hingga Oktober 2025, yang diharapkan dapat menghasilkan produksi dalam jumlah besar dan berkualitas tinggi.

Salah satu tantangan dalam budidaya lobster adalah ketersediaan pakan dan untuk mengatasi hal ini, BPBL Batam menggandeng masyarakat lokal dalam membudidayakan berbagai jenis kerang-kerangan yang nantinya dimanfaatkan sebagai sumber pakan alami bagi lobster.

Cara ini memberikan solusi berkelanjutan bagi kebutuhan pakan juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Kerang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini memiliki peran penting dalam mendukung budidaya lobster.

Inisiatif ini akan membawa dampak positif bagi nelayan lokal, khususnya di kawasan Tanjung Uma, Batam. Dengan adanya permintaan terhadap kekerangan sebagai pakan lobster, pendapatan masyarakat meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan budidaya lobster tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.

Modeling budidaya lobster di BPBL Batam menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan kebijakan pemerintah dapat bersinergi untuk memperkuat sektor perikanan. Dengan sistem yang terintegrasi, capaian positif dalam pembibitan, solusi pakan berkelanjutan, serta dampak ekonomi bagi masyarakat, proyek ini diharapkan mampu menjadi tonggak penting dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri lobster dunia.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan akan di moderasi dulu

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan