Adalah Bapak Abdul Hakim, seorang petani ikan hias dari Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi, telah menekuni dunia perikanan selama lebih dari 15 tahun. Perjalanan panjangnya penuh dengan pengalaman jatuh bangun, namun kini ia dikenal sebagai salah satu pembudidaya sukses ikan Manfish jenis Black-White (BW). Keberhasilannya bukan datang secara instan, melainkan melalui proses belajar otodidak, eksperimen, dan semangat pantang menyerah.
Fokusnya adalah pemijahan dan pembesaran Manfish BW dimana jenis ini memiliki permintaan tinggi di pasar lokal maupun ekspor, dengan harga yang relatif lebih stabil dibandingkan jenis lain. Hal tersebut membuatnya lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha di bidang ini.
Keberhasilan dalam budidaya bergantung pada pada pemilihan indukan yang tepat. Menurutnya, indukan ideal berusia maksimal satu tahun, dan mulai bisa diseleksi jantan serta betinanya sejak usia sembilan bulan. Ia juga menjelaskan pentingnya menghindari perkawinan sesama keturunan agar tidak menimbulkan cacat maupun tingkat kematian yang tinggi.
Selain faktor indukan, kualitas air menjadi kunci keberhasilan dalam proses penetasan telur. Ia menjelaskan bahwa pH air perlu dijaga pada kisaran 7 hingga 7,5. Jika pH terlalu tinggi, telur berisiko membusuk hanya dalam waktu satu hingga dua hari. Hal ini menunjukkan betapa detail kecil dalam budidaya ikan bisa menentukan hasil akhir.
Tidak hanya itu, jenis BW, terutama tipe Slayer, dikenal lebih sensitif dibandingkan jenis Tricolor. Ikan ini mudah stres jika ditangani secara kasar, sehingga kebersihan pakan seperti cacing sutra dan kestabilan suhu air harus benar-benar diperhatikan.
Meski kini dikenal sukses, ia juga pernah mengalami kegagalan besar yaitu pernah membesarkan sekitar 5.000 ekor burayak, namun warna hitam khas BW tidak muncul dengan pekat. Akibatnya, harga jual anjlok dan seluruh ikan tersebut akhirnya dijadikan pakan lele.
Pengalaman pahit itu tidak membuatnya berhenti, justru menjadi pelajaran berharga untuk lebih teliti dalam proses budidaya. Dari situlah ia semakin yakin bahwa keberhasilan hanya bisa diraih dengan kesabaran dan ketekunan.
Keberhasilan dalam budidaya bergantung pada pada pemilihan indukan yang tepat. Menurutnya, indukan ideal berusia maksimal satu tahun, dan mulai bisa diseleksi jantan serta betinanya sejak usia sembilan bulan. Ia juga menjelaskan pentingnya menghindari perkawinan sesama keturunan agar tidak menimbulkan cacat maupun tingkat kematian yang tinggi.
Selain faktor indukan, kualitas air menjadi kunci keberhasilan dalam proses penetasan telur. Ia menjelaskan bahwa pH air perlu dijaga pada kisaran 7 hingga 7,5. Jika pH terlalu tinggi, telur berisiko membusuk hanya dalam waktu satu hingga dua hari. Hal ini menunjukkan betapa detail kecil dalam budidaya ikan bisa menentukan hasil akhir.
Tidak hanya itu, jenis BW, terutama tipe Slayer, dikenal lebih sensitif dibandingkan jenis Tricolor. Ikan ini mudah stres jika ditangani secara kasar, sehingga kebersihan pakan seperti cacing sutra dan kestabilan suhu air harus benar-benar diperhatikan.
Meski kini dikenal sukses, ia juga pernah mengalami kegagalan besar yaitu pernah membesarkan sekitar 5.000 ekor burayak, namun warna hitam khas BW tidak muncul dengan pekat. Akibatnya, harga jual anjlok dan seluruh ikan tersebut akhirnya dijadikan pakan lele.
Pengalaman pahit itu tidak membuatnya berhenti, justru menjadi pelajaran berharga untuk lebih teliti dalam proses budidaya. Dari situlah ia semakin yakin bahwa keberhasilan hanya bisa diraih dengan kesabaran dan ketekunan.
Menariknya, ia tidak belajar dari buku atau pendidikan formal, melainkan dari praktek langsung dan berbagi pengalaman dengan sesama pembudidaya di daerahnya. Baginya, ilmu yang diperoleh dari lapangan lebih nyata dan bisa langsung diterapkan. Ia juga berpesan kepada para pemula agar memiliki mental pantang menyerah. Dalam budidaya ikan, risiko kematian pasti ada, sehingga seorang petani harus siap menerima kenyataan tersebut dan menjadikannya bahan pembelajaran.
Berdasarkan vlog video bagi siapa saja yang ingin belajar atau mencari bibit Manfish BW. Ia mempersilakan untuk datang langsung ke sentra budidaya ikan di Jalan Ceuleugeug, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan keberanian menghadapi kegagalan, siapa pun bisa meraih kesuksesan di dunia budidaya ikan hias.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan Januari 2026
Kuningan Januari 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan akan di moderasi dulu