Namanya dijuluki Blue Dolphin bukan tanpa alasan, dikarenakan ikan ini memiliki benjolan di dahi kayaknya ikan louhan (nuchal hump) dan bentuk mulut yang agak mengerucut, membuatnya terlihat sangat mirip dengan lumba-lumba mini yang sedang berenang di air tawar.
Salah satu alasan mengapa ikan ini begitu digemari adalah karakteristik fisiknya yang ikonik. Berbeda dengan jenis cichlid lain yang mungkin terlihat agresif atau "galak", dan menurut infonya memiliki tampilan yang terlihat lebih "ramah" dan tenang.
Warna biru elektrik diseluruh tubuhnya memberikan kesan mewah dan menyejukkan saat berada di dalam aquarium. Semakin dewasa ikan ini, benjolan di kepalanya akan semakin menonjol, baik pada jantan maupun betina, yang memberikan kepuasan tersendiri bagi pemeliharnya saat melihat proses pertumbuhan dari kecil hingga dewasa.
Selain penampilannya, kepribadian dan sifatnya juga menjadi daya tarik yang kuat. Meskipun berasal dari keluarga Cichlid yang dikenal teritorial, Blue Dolphin cenderung memiliki sifat yang lebih kalem dan damai dibandingkan kerabat dekatnya.
Ikan bernuansa biru cantik ini bukan tipe ikan penyendiri dan lebih suka berenang berkelompok dan jarang memicu perkelahian besar jika diberikan ruang yang cukup. misalnya satu jantan dengan beberapa betina, hal ini membantu mengurangi agresi antar jantan dan ikan ini juga bisa hidup bersama dengan cichlid lain seperti Aulonocara atau bahkan ikan synodontis yang ukurannya sesuai.
Hal ini membuatnya menjadi pilihan favorit bagi para penghobies yang ingin membangun aquarium komunitas Malawi tanpa perlu terlalu khawatir akan tingkat agresi yang ekstrem di dalam aquarium.
Blue Dolphin digemari karena interaksinya dengan pemelihanaya dan ikan ini dikenal cukup cerdas dan mampu mengenali siapa yang memberinya makan. pada umumnya ikan ini akan berenang mendekati kaca aquarium saat melihat ada orang di dekatnya, seolah-olah sedang menyapa dengan "senyuman" khas bibir yang tebal.
Di alam liar atau habitat aslinya, ikan ini hidup di perairan yang luas dengan dasar berpasir dan ukurannya bisa mencapai sekitar 20 cm, sehingga membutuhkan aquarium yang besar jika dipelihara di rumah. Warna birunya semakin jelas ketika ikan sudah dewasa, terutama pada jantan yang biasanya lebih besar dan memiliki tonjolan di kepala. Meski terlihat gagah, Blue Dolphin bukan tipe ikan yang terlalu agresif, sehingga bisa dipelihara bersama cichlid lain yang tenang.
Untuk memelihara ikan ini, diperlukan aquarium berukuran besar, minimal 180 cm panjangnya. Hal ini penting agar ikan memiliki ruang berenang yang cukup. Substrat pasir koral atau aragonit sangat dianjurkan karena membantu menjaga pH air tetap alkalis, sesuai dengan kondisi asli Danau Malawi. Dekorasi berupa batu-batu juga bisa ditambahkan sebagai tempat berlindung, tetapi jangan terlalu penuh agar ikan tetap memiliki area terbuka untuk berenang bebas.
Menariknya, ikan ini memiliki kebiasaan unik: ketika merasa takut, ia bisa mengubur dirinya di pasir. Karena itu, substrat pasir halus sangat membantu agar ikan tidak terluka saat melakukan perilaku alami tersebut.
Blue Dolphin termasuk ikan omniomnivora dan bisa diberi pakan berupa pellet khusus cichlid, flakes, maupun makanan beku. Untuk variasi, bisa ditambahkan artemia, mysis shrimp, krill cincang, atau larva nyamuk. Memberikan makanan yang beragam akan menjaga kesehatan ikan sekaligus memperkuat warna birunya yang indah.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah jangan memberi makanan yang terlalu berlemak atau tidak sesuai, karena bisa menyebabkan masalah pencernaan. Dengan diet seimbang, ikan ini akan tumbuh sehat dan aktif.
Sementara dalam hal reproduksi, ikan ini termasuk mouthbrooder, artinya, betina akan menyimpan telur di dalam mulutnya selama sekitar tiga minggu hingga menetas. Proses ini cukup menarik, tetapi juga penuh tantangan. Betina bisa saja meludah telur lebih awal jika merasa stres atau panik. Karena itu, kondisi aquarium perlu tenang dan stabil agar pembiakan berhasil.
Dengan memeliharanya bukan sekadar memiliki hiasan di dalam air, melainkan seperti memiliki hewan peliharaan yang memiliki karakter. Dengan perpaduan warna yang eksotis, bentuk tubuh yang unik, dan sifat yang relatif tenang, tidak heran jika ikan ini tetap menjadi primadona di hati para penghobies ikan hias hingga saat ini.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan Januari 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan akan di moderasi dulu