Tampilkan postingan dengan label Artemia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artemia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Desember 2023

Beberapa fakta menarik tentang artemia

Artemia salina adalah spesies udang renik air asin yang memiliki toleransi terhadap salinitas sehingga dapat ditemukan di berbagai habitat perairan asin. Udang yang dianggap purba ini merupakan hewan air asin memakan berbagai jenis makanan seperti alga dan bakteri.

Berikut adalah beberapa fakta tentang hal yang berkaitan dengan artemia yang admin tulis berdasarkan info di beberapa media di internet dan pengalaman admin sendiri.

1. Artemia dapat tumbuh dengan cepat jika diberi pakan spirulina secara berkala dan bisa tumbuh sampai 1 cm.

2. Artemia merupakan komoditas perdagangan penting untuk kepentingan pembenihan perikanan tawar dan laut didunia.

3. Cangkang dari telur artemia bisa menempel dengan alat teknologi yang mengandung magnet nama teknologinya adalah SEP-Art.

4. Telur artemia menjadi industri pakan ikan yang sangat diminati oleh pengusaha suplier pakan ikan dan mulai dikalengkan pada sekitar tahun 1960an.

5. Kandungan yang terdapat pada artemia dapat memperindah warna bulu burung Flamingo yang memunculkan warna merah jambu dikarenakan burung yang mempunyai warna dasar abu-abu ini rutin mengkonsumsi artemia.

6. Artemia ternyata pernah menjadi bahan penelitian penting seperti yang diberitakan yaitu Studi efek sinar kosmik pada telur Artemia salina selama penerbangan Apollo 16 pada tahun 1972. 

7. Artemia pernah dipopulerkan oleh ahli marketing bernama Harold von Braunhut yang mempopulerkan hewan air ini menjadi sangat diminati di Amerika yang disebut sea monkey melalui iklan dibuku komik sebagai hewan peliharaan dalam aquarium dan sampai sekarang masih menyandang nama sea monkey.

8. Dikutip dari situs Britannica.com bahwa artemia menjadi hewan yang lahir pertama diluar angkasa.

9. Great Salt Lake Artemia merupakan perusahaan yang meriset Artemia dan memimpin industri artemia yang berada di Amerika.

Semoga infonya bermanfaat dan membantu.



Kuningan Desember 2023

Kamis, 21 Desember 2023

Sejarah telur artemia dikalengkan

Artemia umur 11 hari
Artemia umur 11 hari 

Artikel kali ini adalah tentang sejarah artemia yang mana udang berukuran kecil air asin ini sangat bermanfaat besar untuk makanan ikan yang masih berbentuk larva fase awal. 

Menurut info dari beberapa situs yang akurat bahwa penggunaan artemia sudah dikenal dalam budidaya larva sejak tahun 1930an oleh Seale (Amerika) dan Rollefsen (Norwegia) keduanya dari asal negara yang berbeda, bahwa larva  ikan yang baru lahir dapat diberi makan dengan larva nauplius udang air asin berukuran 0,4 mm

Pada pada tahun 1960an telur-telur artemia (brine shrimp egg) kemudian mulai dikalengkan untuk tujuan komersial, foto artemia yang sudah dikalengkan ini didokumentasikan oleh Patrick Sorgeloos seorang pendiri Artemia Reference Center. 

Sampai saat ini artemia merupakan sumber makanan hidup yang berperan penting dalam pembenihan udang dan ikan baik air tawar dan air laut. 


Referensi situs :      

https://www.globalseafood.org/advocate/artemia-the-magic-powder-fueling-a-multi-billion-dollar-industry/

https://thefishsite.com/articles/the-artemia-paradox-a-potted-brine-shrimp-history


Semoga infonya bermanfaat


Kuningan Desember 2023

Jumat, 15 Desember 2023

Jurnal penetasan artemia tanpa aerator

Jurnal penetasan artemia merek Supreme tanpa menggunakan aerator. Rencananya artemia berukuran kecil ini akan dibesarkan hingga berukuran dewasa. 

Makanan artemia rencananya adalah sprirulina powder sesuai dengan rekomendasi youtuber yang sudah berhasil membesarkan selama kurang lebih 1 bulan.

Jurnal Proses penetasan

Telur artemia menggunakan merek Supreme karena daya tetasnya bagus dan dapat direkomendasikan.

Alat yang digunakan adalah :

- Aquarium ukuran panjang 25 cm x tinggi 25 cm x lebar 25 cm.

- Garam krosok.

- Air tawar pH normal yaitu 7.

Tanggal 10 Desember dimulai penetasan artemia dengan menggunakan komposisi air 3 liter dan 90 gram garam krosok yang dimasukan dalam aquarium bersamaan dengan telur artemia. Penetasan dimulai jam 10 pagi.

Tanggal 11 Desember dilakukan pemeriksaan aquarium sekitar jam 21:06 malam ada yang menetas beberapa saja.

Tanggal 12 Desember semakin banyak yang menetas dan bergerombol dipinggir sisi aquarium. Jika disinari senter maka artemia akan menghampiri sinar senter. 

Video dokumentasi admin dibawah adalah contoh artemia bergerombol pada saat penetasan sebelumnya.


Tanggal 14 Desember artemia dipindahkan ke bak besar karena sudah semakin banyak yang menetas. Pemindahan dilakukan dengan cara menyinari dengan senter disisi aquarium agar artemia berkumpul lalu dihisap dengan selang aerator. Cara ini masih cara lama karena masih ada sebagian cangkang yang ikut terhisap oleh selang namun masih dinilai efektif, jika menggunakan cara baru adalah menggunakan alat yang mengandung magnet dimana alat tersebut dapat memisahkan cangkang telur lebih cepat karena menempel pada alat magnet tersebut sehingga sangat bersih saat pindah tempat baru dan berisi murni artemia.

Volume air ditambahkan menurut ukuran dan memakai air hijau dari kolam ikan dicampur dengan garam krosok, diharapkan air kolam hijau ini bisa menjadi makanan artemia.

Bak besar pendederan artemia umur 3 hari

Pada saat dipindahkan dalam bak besar admin belum memberikan makanan spirulina, karena belum dipesan sementara mengandalkan air hijau dari kolam dan berharap bisa menjadi makanannya karena air tersebut mengandung alga. Saat artikel ini ditulis artemia masih terlihat aktif dan lincah di bak pendederan.

Dengan demikian telur artemia bisa ditetaskan tanpa menggunakan aerator akan tetapi lebih lama tahapannya berbeda dengan menggunakan aerator yang bisa serentak menetaskan telur karena ada arus kuat dari gelembung udara diruang penetasan.

Selanjutnya artemia akan dibesarkan sampai dewasa dan diberi pakan spirulina powder yang bisa dipesan di Marketplace. Diharapkan proses sampai berukuran besar dapat terlaksana dan dikerjakan sesuai standar. Kemungkinan besar langkah selanjutnya memakai bantuan aerator karena pertumbuhan artemia yang terbilang cepat.

Semoga jurnal ini dapat bermanfaat dan membantu.



Kuningan Desember 2023

Rabu, 20 Agustus 2014

Tentang Artemia Salina (si udang purba)


Artemia salina termasuk krustasea familia Anostrata atau udang-udangan tingkat rendah yang berenang bebas, di perairan asin seluruh dunia tapi bukan di laut lepas.

Badannya tidak berkulit lepas atau tidak bercangkang sebagaimana udang pada umumnya, tetapi mempunyai kulit yang juga dari Chitin dengan rantai protein yang lebih lunak.

Yang unik lagi dari binatang ini adalah mempunyai 3 buah mata. Dua buah mata majemuk berfungsi sebagai mata pada umumnya yaitu sebagai penerima sinar, sementara yang satu lagi yang disebut mata naupliar merupakan mata primitive yang berfungsi saat larva tetapi akan hilang fungsinya saat dewasa walaupun secara fisik masih ada.

Ukurannya mencapai 15 mm, dengan warna kebanyakan merah seperti daging segar yang sangat dipengaruhi oleh kandungan garam dimana ia hidup. Sepanjang badan terdapat 11 pasang kaki renang seperti lembaran daun dan proseus insang.

Artemia berkembang biak dengan telur/ kista yang mempunyai pelindung keras  (cangkang) dan dapat berumur panjang, menurut para pakar lama hidupnya dapat mencapai 50 tahun apabila kondisinya memungkinkan.

Karena kelebihannya yang lama inilah maka artemia diperdagangkan dalam bentuk telur/kista ini. Larva yang menetas panjangnya kira-kira 0,25 mm atau 0,01  inci. Hewan ini baik larva  (naulplii) maupun yang dewasa amat berharga sebagai pakan ikan.

Untuk digunakan sebagai pakan ikan, telur / kista artemia harus ditetaskan lebih dahulu dan tetasannya berupa larva atau di kenal dengan nama nauplii yang diberikan ke ikan.

Caranya adalah dengan memasukan telur / kista kedalam larutan garam dapat dibuat dengan melarutkan garam krosok atau garam rakyat (bukan garam dapur bataan) yaitu garam yang belum ditambahkan apapun sebanyak sekitar 1 ons  dalam 4 liter air.

Aerasikan kuat-kuat agar telur tetap bergerak. Pada suhu 24-28 derajat celcius telur akan menetas 24-36 jam kemudian.

Panen nauplii agar bersih dari kulit atau cangkangnya yang keras dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Matikan aerasi sekitar setengah jam atau lebih, kemudian berikan sinar disisi tangki atau tempat penetasan (tempat penetasan lebih baik yang transparan) nauplii akan berkumpul di daerah yang ada sinarnya, kemudian dapat disedot dengan selang sipon.

Cara lain adalah telur ditetaskan dalam bak berbentuk corong yang dibawahnya di beri keran keluar. Setelah aerasi dihentikan buka corong dari bawah, mungkin yang keluar pertama kali adalah telur yang tak menetas, sebaiknya di buang saja.

Kemudaian nauplii dapat dikeluarkan sampai habis. Biasanya sisa cangkang yang mengapung akan tersisa atau tertinggal menempel di dinding bak.

Untuk memberikannya pada ikan air tawar nauplii dicuci sebentar dalam air tawar karena artemia akan mati setelah beberapa lama di air tawar, maka pemberiannya harus dilakukan sedikit demi sedikit, tetapi sering sedot atau ambil sisa yang tidak termakan karena artemia yang mati akan mengotori air dan dapat meracuni ikan.

Artemia dapat di pelihara sampai dewasa dangan jalan naupliinya ditebar di tempat yang luas dan diberi aerasi terus menerus.

Pakan dapat diberikan berupa yeast (ragi) dan dedak yang sudah dilarutkan. Diperlukan air asin atau kadar garam yang cukup tinggi 35-50 ppt salinitas air yang dapat dibuat dari larutan garam.

Dengan memelihara dalam air asin ini. Artemia dapat menjadi besar dan dapat digunakan untuk pakan ikan yang besar terutama ikan hias laut.

Perkembang biakan di habitat aslinya
Cara berkembang biak hewan ini juga unik, yaitu dapat terjadi dalam dua cara. Cara pertama adalah dengan jalan bertelur atau membuat kista.

Telur yang sudah terbuahi jantannya akan dibawa di kantung dipangkal ekor induk betina. Bila kondisi bagus telur yang matang akan menetas jadi larva atau dikenal dengan nama nauplius (bila satu) dan nauplii (bila banyak) yang akan berenang bebas.

Apabila kondisi jelek misal iklam panas kekeringan yang menyebabkan kadar garam naik maka akan membuat kista dengan cangkang keras yang tahan lama dan hanya akan menetas bila kondisi cukup baik untuknya.

Cara kedua adalah dengan jalan yang disebut partenogenesis yaitu induk betina dapat beranak tanpa jantan. Hal ini terjadi bila jantan amat sedikit. keturunan dari car berkembang biak yang demikian umumnya anaknya akan betina semua, produksi anaknya mencapai 300 ekor dalam 4 hari.


Sumber : Majalah d'fishes No. 16 Bulan Februari tahun 2009



Artikel terkait 


Blogger Kuningan

Blogger Kuningan