Tampilkan postingan dengan label Gurame. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gurame. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Oktober 2023

Tentang pemijahan gurame

Ikan gurame adalah salah satu jenis ikan air tawar yang populer di Indonesia. Ikan ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena dagingnya yang gurih dan lezat. 

Budidaya gurame menjadi primadona saat ini dikalangan pembudidaya karena tingkat kesulitannya juga ada tantangan untuk bisa berhasil dalam proses pemijahannya.

Berikut adalah beberapa proses sederhana untuk memijahkan gurame berikut video panduan dari Channel Youtube Dengke Sapet yang direkomendasikan oleh admin blog dc karena proses pemijahan akan dijelaskan dengan detail.


Pemijahan ikan gurame dapat dilakukan secara alami yaitu dengan cara 1:1 memijahkan ikan gurame jantan dan betina secara bersamaan di kolam pemijahan. Usahakan kolam pemijahan mengikuti standar para praktisi yang sudah berhasil misalnya berukuran 2 x 4 meter dengan kedalaman air 80 cm. 
 
Untuk memulai proses pemijahan letakan media serabut kelapa atau ijuk diatas air dengan rangka bambu atau kayu sebagai penyangganya dan sebuah wadah penyimpanan sarang yang akan dilakukan oleh ikan gurame jantan misalnya adalah tong sampah plastik, seperti layaknya membuat sarang gurame jantan akan mengambil satu persatu media sarang dari serabut kelapa tersebut dalam proses pendekatan dengan ikan gurame betina.

Setelah beberapa waktu maka jika memang sudah bertelur dan fertil atau sudah terisi dengan sperma jantan maka pada umumnya sarang yang sudah dibuat gurame jantan tersebut akan tertutup dengan media serabut dengan rapih maka pemijahan sudah berhasil dan sukses.

Menurut para praktisi yang sudah berpengalaman bahwa pemijahan ikan gurame termasuk lama karena proses sampai mengeluarkan telurnya yang sudah tersimpan rapih dalam sarang buatan indukan jantan bisa memakan waktu hingga 2 minggu.

Semoga infonya bermanfaat



Kuningan Oktober 2023

Selasa, 04 September 2012

Pijahkan gurami ala Pepen Effendy

Berikut adalah tanya jawab tata cara pijahkan gurami yang di jawab oleh pakar perikanan konsumsi Pepen Effendy.

Tanya jawab ini bersumber dari majalah Trubus yang merupakan majalah info agribisnis terkemuka di Indonesia.

Tanya :
Saya ingin menanyakan beberapa hal tentang Gurami:

1. Bagaimana cara memijahkan gurami?

2. Bagaimana memilih induk yang baik? Dimana induk itu dapat diperoleh ?

3. Bagaimana cara memelihara bibit gurami?

4. Dimana tempat kawin yang cocok?

5. Berapa skala ekonomis untuk memelihara gurami?

Jawaban :

1. Pilihlah jantan dan betina gurami matang telur dengan perbandingan 1:3 kemudian siapkan kolam pemijahan, alirkan air hingga setinggi 0,5 - 1 meter dan taburkan ranting, rumput-rumputan atau ijuk secukupnya sebagai tempat bertelur.

Telur yang telah dibuahi akan berwarna kuning kemerahan.

Selanjutnya, rumput tempat bertelur dipindahkan ke tempat penetasan seperti bak semen.

Pemindahan sarang harus dilakukan menggunakan ember berisi air, lalu secara perlahan telur dikeluarkan dengan cara membuka simpul-simpul sarang ke dalam wadah penetasan.

Air diganti setiap 2 hari. Penetasan telur gurame bisa dilakukan dalam kantong happa yang diikatkan di kolam air bersih. Setelah 48 jam, telur akan menetas menjadi larva.

2. Induk yang baik memiliki tubuh yang sempurna, tidak cacat, sisiknya teratur, bergerak lincah dan berumur lebih dari 4 tahun.

Induk gurami jantan memiliki dahi menonjol, sedangkan betina datar. Untuk mendapatkan induk bermutu, silakan hubungi peternak gurami di kabupaten Purwokerto atau dinas perikanan dan kelautan setempat.

3. Untuk memelihara bibit gurami sediakan kolam berukuran 5 m x 10 m yang telah berisi air selama 7 hari sebelum benih ditebar. Kemudian tebarkan pupuk kandang sebanyak 300 g/m persegi dan kapur tohor 20 g/m persegi.

Air kolam berangsur-angsur kehijauan karena ditumbuhi phytoplankton dan zooplankton sebagai pakan alami. Setelah itu, bibit gurami dapat ditebar dengan kepadatan 50-60 ekor/meter persegi.

Sebagai sumber pakan, berikan pelet pada umur pemeliharaan 1-3 bulan, dosis pakan sebesar 10% dari bobot tubuh dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari.

4. Gurami dapat kawin di kolam tanah sedikit berpasir dan di kolam dekat sumber air yang tidak tercemar. Lokasi budidaya dapat berada pada ketinggian 0-600 meter dari permukaan laut.

5. Skala usaha ekonomis gurami berbeda-beda tergantung jenis yang diusahakan: pembenihan, pendederan dan pembesaran. Misalnya, untuk usaha pembenihan dimulai dari luas lahan 1.000 meter persegi. Yang penting, gunakan teknologi budidaya yang benar.

Sumber : Trubus 474-Mei 2009

Minggu, 27 Mei 2012

Penetasan Telur Ikan Gurame di Bak Plastik

Penetasan Telur Ikan Gurame di Bak Plastik foto tahun 2012
Penetasan telur gurame di bak plastik
oleh petani ikan di Kuningan pada tahun 2012

Foto diatas adalah penetasan telur ikan gurame menggunakan bak plastik yang di budidayakan oleh pembudidaya di daerah Cirea, Kuningan Jawa Barat. Telur-telur yang baik berwarna kuning cerah dan akan segera menetas setelah hari ke dua atau 48 jam sejak panen telur.

Suhu yang baik untuk menunjang keberhasilan adalah antara 28 sampai 30 derajat celcius. Menurut data dari situs bbat Sukabumi padat tebar yang baik adalah 5 centimeter persegi dengan ketinggian air 15-20 cm. Kepadatan dihitung per satuan luas permukaan wadah sesuai dengan sifat telur yang mengambang.

Menurut para pembudidaya telur-telur ikan gurame ini sudah bisa diperjual belikan satuan dengan harga yang mengikuti pasar. Saat ini dihargai sekitar Rp. 60 /telur dan jika sudah membentuk larva akan semakin mahal.


Blogger Kuningan

Blogger Kuningan