Dalam video berdurasi sekitar 5 menit ini admin channel menjelaskan apa yang perlu dilakukan dalam hal memutar uang apakah dengan investasi emas atau investasi aset hidup seperti berkebun atau beternak seperti budidaya sayuran hingga hewan unggas di lahan yang memadai.
Di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, hingga biaya listrik, masyarakat kembali dihadapkan pada kekhawatiran krisis ekonomi dan meningkatnya beban hidup.
Hal yang akan timbul mendorong orang untuk mengambil langkah cepat, dengan sebagian memilih mengamankan aset dalam bentuk emas, sementara yang lain mencari strategi bertahan hidup yang lebih praktis dengan caranya masing-masing.
Hal ini penting untuk keberlangsungan finansial yaitu manakah pilihan terbaik untuk menghadapi masa-masa yang ada penambahan tekanan hidup, apakah dengan membeli emas sebagai penjamin nilai, menanam sayur untuk kemandirian pangan atau memelihara ayam sebagai sumber protein dan aset hidup yang sangat bisa berkembang dengan cara dibudidayakan secara intensif.
Secara historis dan pada umunya emas dikenal sebagai simbol keamanan dan pelindung nilai safe haven yang nilainya diakui di seluruh dunia. Sudah dari sejak lama orang telah menyimpan emas untuk melindungi hartanya dari dampak inflasi karena nilainya relatif stabil, mudah dijual dan diakui.
Akan tetapi, dalam video animasi bergambar ini menjelaskan bahwa meskipun emas memberikan rasa aman, emas memiliki keterbatasan karena sifatnya yang pasif dan tidak produktif, dimana emas digambarkan sebagai "tempat berlindung, bukan mesin uang".
Artinya, jika seseorang memiliki 10 gram emas hari ini, setahun mendatang jumlah fisiknya akan tetap 10 gram, yaitu emas tidak bertambah banyak dan tidak menghasilkan aliran kas secara langsung walaupun nilainya cenderung bertambah dari tahun ke tahun.
Di masa krisis, kebutuhan akan aset yang bisa menghasilkan atau menjadi sumber penghidupan sehari-hari mungkin menjadi lebih penting daripada sekadar aset yang nilainya hanya disimpan.
Sebaliknya, berkebun atau beternak seperti menanam sayur dan memelihara ayam mewakili jenis aset yang produktif dan memberikan kemandirian, meskipun terkesan sebagai aktivitas kecil.
Menanam sayuran di halaman, seperti memiliki 20 pot cabai, dapat menjadi sumber penghasilan kecil yang stabil atau, minimal, menghemat pengeluaran belanja harian untuk komoditas sayuran seperti kangkung, bayam dan seledri.
Pilihan ini akan membuat kemandirian pangan, dimana seseorang tidak sepenuhnya bergantung pada fluktuasi pasar. Sementara itu, dengan memelihara ayam semisal ayam kampung dianggap sebagai aset hidup yang sering diremehkan namun produktif.
Dengan modal awal yang relatif kecil, ternak ini dapat menyediakan telur, daging dan bahkan pupuk organik dari kotorannya. Keunggulan dari beternak sendiri adalah kemampuannya untuk berkembang biak.
Berbeda dengan emas yang diam, ayam bisa bertumbuh dari 10 ekor menjadi 30 atau 50 ekor, artinya nilainya bertambah secara organik dan menjadi sumber protein yang kebutuhannya tetap tinggi bahkan saat krisis.
Kesimpulannya, dalam menghadapi krisis, strategi terbaik upayakan untuk menyeimbangkan antara keamanan dan produktivitas. Uang sebaiknya dimanfaatkan secara produktif, seperti membeli sedikit emas bisa jadi pegangan finansial, namun alokasi dana untuk usaha produktif seperti berkebun atau beternak sangat dianjurkan.
Strategi terbaik adalah menggabungkan ketiganya secara proporsional menyimpan sedikit emas sebagai cadangan finansial, menanam sayur untuk konsumsi harian dan penghematan di dapur, serta memelihara ayam sebagai sumber protein sekaligus aset hidup yang dapat berkembang.
Di masa-masa sulit, yang paling mampu bertahan bukanlah yang terkuat, melainkan bagi yang paling cepat beradaptasi. Adaptasi ini bisa dimulai dari langkah sederhana yaitu dengan mengubah hal kecil seperti menanam sayuran atau memelihara ternak di belakang rumah menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan dan akan menumbuhkan aset.
Dengan ini, seseorang akan mampu bertahan juga tumbuh dan bangkit menghadapi ketidakpastian. Karena di masa sulit, yang paling mampu adalah seseorang yang paling cepat beradaptasi seperti yang dijelaskan dalam video yang menginspirasi ini.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan Februari 2026
Kuningan Februari 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan akan di moderasi dulu