Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel New China TV yang diuplosd pada tanggal 13 Juni 2014 dengan judul "Rare sturgeon breeding center revived". Video ini memperlihatkan tentang pusat penangkaran ikan Sturgeon yang langka di wilayah Fuyuan setelah sempat hancur akibat bencana banjir. Pusat pembiakan sturgeon terbesar di Tiongkok yang terletak di Provinsi Heilongjiang, timur laut Tiongkok ini, saat ini sedang menetaskan 150.000 ekor ikan.
Pusat penangkaran ini menggunakan bak yang terbuat dari plastik yang diperkuat serat kaca (fiberglass) untuk membesarkan bibit ikan Sturgeon. Sel-sel menetas menjadi bibit ikan, yang kemudian dipindahkan ke area pembesaran hingga mencapai panjang sekitar tujuh sentimeter sebelum akhirnya dilepaskan kembali ke sungai.
Sebagian kecil ikan yang lebih besar tetap dipelihara di pusat tersebut untuk keperluan pembiakan mandiri di masa mendatang. Pada Agustus 2013, banjir bandang menyebabkan kematian ratusan ikan di pusat penangkaran ini.
Pasca bencana, para insinyur dari administrasi perikanan provinsi bekerja keras untuk membiakkan bibit baru dan berhasil memanen 170.000 sel serta menetaskan sekitar 150.000 bibit ikan Sturgeon. Ikan Sturgeon liar ditangkap dari bagian Sungai Heilongjiang di wilayah Fuyuan untuk proses inkubasi buatan.
Setelah sekitar satu bulan proses inkubasi dan pembesaran, bibit-bibit tersebut dilepaskan kembali ke Sungai Heilongjiang. Mengingat populasi ikan Sturgeon liar di Sungai Heilongjiang yang hampir punah, pembiakan buatan menjadi salah satu pilihan terakhir untuk menjaga kelangsungan hidup spesies ini.
Berdasarkan info lainnya ditempat ini memiliki Museum Ikan Fuyuan yang memamerkan berbagai spesimen sturgeon dan memberikan edukasi mengenai ekosistem air tawar, dan
Nilai ekonominya ikan sturgeon dari wilayah ini bernilai sangat tinggi, baik untuk daging maupun kaviarnya, dengan hasil tangkapan besar yang bernilai ratusan ribu yuan.
Semoga infonya bermanfaat.
Kuningan Februari 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan akan di moderasi dulu