Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Kamis, 26 Februari 2026

Pembiakan ikan nila semi alami di luar negeri

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel KSU Aquaculture yang diupload pada tanggal 25 Maret 2025 dengan judul "Tilapia Farming Process - From Spawning to Harvest". Video ini memberikan gambaran menyeluruh tentang proses budidaya ikan nila di Pusat Riset Aquakultur Kentucky State University tentang ringkasan prosesnya dari pemijahan hingga panen. 


Budidaya ikan nila (tilapia) di Pusat Riset Aquakultur Kentucky State University memberikan gambaran menarik tentang bagaimana teknologi dan pengetahuan modern diterapkan untuk menghasilkan ikan konsumsi yang berkualitas. Prosesnya dimulai dari tahap pemijahan hingga panen, dengan sistem yang terstruktur dan penuh perhatian terhadap detail.

Pada tahap pemijahan, nila dipelihara dalam sistem semi-alami di tangki yang dikontrol ketat. Satu koloni biasanya terdiri dari seekor jantan dan tiga betina. Suhu air dijaga sekitar 29 derajat celcius dengan pencahayaan buatan 18 jam terang dan 6 jam gelap untuk merangsang reproduksi. Karena nila adalah spesies mouthbrooding, induk betina mengerami telur di dalam mulutnya. Setiap 21 hari, telur diambil secara manual dari mulut induk untuk kemudian ditetaskan. Proses ini memastikan tingkat keberhasilan yang tinggi sekaligus memudahkan pengelolaan jumlah larva.

Setelah telur menetas, larva dipelihara selama 30 hari hingga mencapai berat sekitar 0,5 gram. Tahap berikutnya adalah sistem nursery, dimana ikan dipelihara selama kurang lebih 50 hari hingga mencapai berat 15 gram. Dengan manajemen yang baik, ikan siap dipindahkan ke sistem produksi yang lebih besar. Kentucky State University menggunakan tiga metode yaitu sistem aquakultur resirkulasi dengan teknologi filtrasi canggih, sistem mikrokosmos luar ruangan dengan aliran air terus-menerus, serta budidaya kolam tradisional dengan kepadatan tebar lebih rendah. Setiap metode memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri, namun semuanya bertujuan menjaga kualitas air dan kesehatan ikan.

Tantangan dalam budidaya nila adalah kontrol jenis kelamin dan toleransi suhu. Ikan jantan tumbuh lebih cepat dan besar dibandingkan betina, sehingga peternak berusaha menghasilkan populasi semua jantan melalui metode seperti pembalikan hormon atau teknologi Y-male. Selain itu, nila sangat sensitif terhadap suhu dingin. Pertumbuhan melambat jika suhu turun di bawah 21 derajat celcius, bahkan bisa mati pada suhu terlalu rendah. Kondisi ini membatasi budidaya luar ruangan di Kentucky hanya sekitar 3 sampai 4 bulan saat musim panas.

Mengapa nila menjadi pilihan? Dikarenakan Ikan ini memiliki rasa yang ringan dan disukai banyak konsumen. Pertumbuhannya cepat hingga ukuran konsumsi, serta fleksibel dalam pemasaran baik dalam bentuk filet, ikan utuh, maupun ikan hidup. Sistem budidayanya juga sangat adaptif, bisa diterapkan dalam skala industri besar maupun sistem kecil seperti akuaponik di halaman rumah. Dengan kombinasi kecepatan tumbuh, penerimaan pasar, dan fleksibilitas sistem, nila menjadi salah satu komoditas unggulan dalam dunia aquakultur modern.

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Februari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan akan di moderasi dulu

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan