Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Minggu, 15 Februari 2026

Berburu kutu air di alam di genangan air

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Uzi Pramaulana yang diupload pada tanggal 5 Agustus 2020 dengan judul " Tips mencari lokasi kutu air || tanda-tanda tempat yang banyak kutu airnya


Kutu air adalah salah satu jenis pakan alami terbaik yang wajib diketahui oleh setiap penghobies ikan hias, terutama bagi yang sedang membesarkan burayak anakan ikan usia 0 hingga 30 hari. seperti diketahui kutu air kaya akan protein dan nutrisi yang sangat mendukung percepatan pertumbuhan dan perkembangan ikan hias kecil. 

Daripada terus-menerus membeli di toko ikan, video dokumentasi ini memberikan panduan praktis untuk mendapatkan "bibit" pakan alami ini langsung dari alam liar sebuah cara yang efektif dan hemat biaya. Kuncinya adalah mengetahui lokasi yang tepat dan ciri-ciri air yang disukai oleh populasi kutu air.  

Untuk memastikan hasil panen yang maksimal dan berkelanjutan, ada beberapa kriteria lokasi yang harus dicari. Kriteria pertama adalah kondisi air yaitu cari genangan air yang tidak mengalir atau hanya mengalir sangat sedikit. Kutu air membutuhkan lingkungan yang relatif stagnan agar populasinya konsisten dan dapat berkembang biak tanpa terbawa arus. 

Kriteria lainnya adalah kualitas visual air yaitu pilihlah genangan yang airnya tidak terlalu keruh dan bagian dasarnya masih terlihat jelas. Air yang terlalu keruh akan menyulitkan pemanen membedakan kutu air dari makhluk kecil lainnya. Terakhir, cari genangan yang kedalamannya dangkal. Hal ini penting karena kutu air cenderung berada di bagian dasar, sehingga air dangkal akan mempermudah saat menyerok menggunakan jaring halus.  

Proses pengambilan kutu air yang didapatkan dari alam liar ini selain berfungsi dan menjadi langkah awal yang penting untuk budidaya pakan mandiri dan kutu air yang sudah terkumpul dapat dijadikan starter atau indukan untuk dikembangbiakkan di rumah misalnya di bak atau ember.

Perlu diketahui juga bahwa hasil panen dari alam liar ini tidak bertahan lama jika disimpan. Disarankan agar tidak menyetok terlalu banyak karena menurut admin channel kutu air dari alam liar yang ditampung hanya akan bertahan sekitar dua hari. 

Oleh karena itu, panen sebaiknya dilakukan setiap hari sesuai kebutuhan, dan yang terpenting, selalu sisakan sebagian populasi di lokasi penangkapan untuk memastikan kutu air dari alam terus berkembang biak. 

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Februari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan akan di moderasi dulu

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan