Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Senin, 16 Februari 2026

Modifikasi oven gas menjadi alat pemanas air menjadi hangat

Artikel kali ini adalah tentang pengalaman admin memakai oven yang biasanya digunakan untuk membuat kue atau roti yaitu untuk digunakan sebagai menjadi heater atau pemanas air menjadi air panas atau menjadi hangat. Oven ini hanya dilakukan modifikasi sederhana dengan biaya yang terjangkau seperti menambah alat media seng sebagai tempat untuk memanaskan air dalam oven

Menariknya dari oven berbahan stainles ini, api yang dihasilkan dari bahan bakar gas terdapat 2 hasil dari pemanasannya yaitu dari hasil pembakaran dan udara panas yang sebenarnya berasal dari hasil pembakaran air di dalam media seng. Media seng dibuat sebagai tungku berbentuk kotak dan datar yang bisa menampung air dingin dari selang berisi limpahan air hasil transfer dari pompa submersible. Cara ini sangat efektif karena dibantu dari pemanasan api dan udara yang panas di dalam oven tersebut. 

Sebagai info bahan bakar gas menggunakan gas melon masih yang terisi penuh, pada hari pertama menggunakan sekitar 4 jam dan pada hari kedua sekitar 6 jam dan panas yang dihasilkan stabil. Pada hari pertama sempat dilakukan 2 tungku bakar dan pada hari kedua hanya 1 tungku saja karena ada perbandingan serta modifikasi media bakar airnya, ternyata pada hari kedua alat media bakarnya yang terbuat dari bahan seng lebih optimal dibanding hari ke pertama. 

Awal ide membuat pemanas air ini adalah karena terinspirasi untuk membuat air hangat kuku atau lebih cenderung ke air yang adem hangatnya dengan cara membuat sentral atau terpusat. Dikarenakan mesin pemanasnya sudah tidak berfungsi lagi, maka ada ide untuk mengolah air dalam tandon ukuran besar yang airnya sangat dingin untuk diolah menjadi air hangat adem menggunakan mesin pemanas rangkaian sendiri dengan mensirkulasikan air berulang-ulang ke alat pemanas tersebut sehingga dalam waktu tertentu suhunya bisa berangsur naik. 

Secara teknis, ini berarti air yang berada di wadah seng menerima energi panas melalui dua mekanisme, panas dari api merambat melalui seng yang bersentuhan langsung dengan nyala api. Sementata udara panas di dalam oven ikut memanaskan permukaan wadah seng dan air di dalamnya

Kombinasi konduksi dan konveksi membuat proses pemanasan lebih cepat dibanding hanya mengandalkan api langsung. Bisa dikatakan efisiensi ganda dimana panas tidak hanya berasal dari api, tetapi juga dari udara panas yang terjebak. Udara panas ini menyelimuti wadah seng, sehingga permukaan seng yang tidak langsung terkena api tetap menerima energi panas. Panas dari udara kemudian berpindah ke air melalui dinding seng.

Apakah ada cara lain lagi agar ada konveksi? Menurut info dan berdasarkan pengalaman ada beberapa cara lain untuk memperkuat proses konveksi agar pemanasan air lebih efektif. Cara memperkuat konveksi, dengan adanya kipas, udara panas di dalam oven akan lebih cepat bersirkulasi. Aliran udara yang bergerak membuat panas lebih merata dan mempercepat transfer energi misalnya ke wadah seng.

Menurut info lain, Jika oven dimodifikasi dengan lubang kecil untuk aliran udara, maka udara panas akan bergerak lebih dinamis. Perbedaan tekanan antara bagian dalam dan luar oven bisa mendorong konveksi alami. Meletakkan wadah seng sedikit lebih tinggi dari sumber api memungkinkan udara panas naik dan menyelimuti wadah secara lebih merata. Pada prinsipnya udara panas selalu bergerak ke atas, sehingga posisi wadah sangat menentukan.

Menggunakan material penghantar panas tambahan, misalnya menaruh pelat logam tipis di sekitar wadah seng, karena pelat ini akan menyerap panas dari udara, lalu memancarkannya kembali ke wadah seng, sehingga konveksi dan radiasi bekerja bersamaan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan akan di moderasi dulu

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan