Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Minggu, 08 Februari 2026

Habitat ikan botia yang cenderung menurun di alam

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Koko ikan A4 yang diupload pada tanggal 2 November 2025 dengan judul "Bagaimana Ikan Botia Indonesia Bisa Terancam Punah? Ini Kesalahan Manusia yang Fatal!". Dalam video ini admin menjelaskan mengenai ancaman kepunahan ikan Botia Indonesia dan pentingnya pelestarian habitat aslinya. 

Ikan Botia atau sebutannya Clown Loach merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar paling terkenal dari Indonesia. Keindahan tubuhnya yang berwarna oranye terang dengan tiga garis hitam tebal menjadikannya primadona di pasar ikan hias internasional. Habitat alaminya berada di sungai-sungai besar di Pulau Kalimantan dan Sumatra, seperti Sungai Batanghari di Jambi, Sungai Kapuas di Kalimantan Barat, dan Sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Sungai-sungai ini memiliki arus yang relatif tenang, dasar berpasir, serta kualitas air yang jernih dan kaya oksigen kondisi ideal bagi ikan Botia untuk tumbuh dan berkembang. 

Baca juga : Fakta ikan Botia macrachantus tiger / badut 

Botia dikenal sebagai ikan yang aktif, lincah, dan memiliki sifat sosial yang kuat. Ikan badut air tawar ini lebih sehat dan tidak mudah stres jika dipelihara dalam kelompok, karena di alam liarnya pun hidup berkoloni. Kumis atau sungut kecil di sekitar mulutnya berfungsi sebagai alat peraba untuk mencari makanan di dasar sungai. Sebagai ikan omnivora, Botia memakan alga, cacing, serangga kecil hingga sisa organik. Peran ekologisnya sangat penting dimana membantu menjaga kebersihan dasar sungai dengan mengurai sisa-sisa organik, sehingga ekosistem tetap seimbang.

Sayangnya, populasi alami Botia kini menurun sementara permintaan ekspor yang tinggi membuat penangkapan dari alam dilakukan secara besar-besaran. Selain itu, kerusakan habitat akibat pencemaran air, penebangan liar di sekitar sungai, serta alih fungsi lahan memperparah kondisi. Sungai yang dulunya jernih kini banyak tercemar limbah industri dan rumah tangga, sehingga kualitas air menurun dan mengganggu siklus hidup Botia.

Upaya budidaya Botia melalui teknik induced breeding (pemijahan buatan) masih menghadapi banyak kendala. Botia membutuhkan kondisi air yang sangat spesifik: arus stabil, kadar oksigen tinggi, serta suhu yang konsisten. Tidak mudah membuat kondisi tersebut di penangkaran. Namun, para peneliti di Indonesia terus berinovasi untuk menemukan metode pemijahan yang efektif, agar ketergantungan pada tangkapan alam bisa dikurangi. 

Baca juga : Penangkaran Botia di Depok

Pelestarian Botia tidak hanya soal budidaya, tetapi juga melibatkan edukasi masyarakat. Botia adalah spesies endemik yang menjadi bagian dari identitas bangsa. Dengan regulasi penangkapan yang ketat, pengawasan perdagangan, serta promosi ekspor berbasis konservasi, Botia berpotensi menjadi ikon nasional perikanan hias yang berkelanjutan.

Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal sangat penting. Program konservasi berbasis komunitas dapat mengajarkan pentingnya menjaga sungai, mengurangi pencemaran, dan melestarikan hutan di sekitar aliran sungai. Dengan begitu, habitat alami Botia tetap terjaga.

Melestarikan ikan Botia berarti menjaga warisan alam nusantara dan merupakan simbol kekayaan biodiversitas Indonesia yang diakui dunia. Jika langkah konservasi dilakukan dengan serius, generasi kedepannya akan mengenal Botia juga dapat melihat langsung keindahannya di sungai-sungai tropis Indonesia.

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Februari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan akan di moderasi dulu

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan