Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Sabtu, 28 Februari 2026

Mengubah sampah plastik menjadi BBM sederhana

Masalah sampah plastik yang menumpuk di lingkungan sebenarnya bisa atasi dengan cara yang kreatif sekaligus bermanfaat, yaitu mengubahnya menjadi bahan bakar minyak (BBM). Secara ilmiah, proses ini dinamakan pirolisis, yaitu sebuah metode memanaskan plastik dalam wadah tertutup tanpa oksigen untuk mengubah wujudnya dari padat menjadi gas, lalu kembali menjadi cair. 

Gambar proses pembakaran bbm plastik dari kaleng

Proses ini bisa dilakukan dalam skala kecil menggunakan peralatan sederhana seperti kaleng bekas dan pipa logam ( disarankan) asalkan memahami prinsip dasarnya agar hasilnya maksimal dan tetap aman.

Langkah yang dilakukan adalah memilah dan menyiapkan bahan baku. Perlu diketahui juga menurut infonya tidak semua plastik memiliki kualitas yang sama, jenis plastik seperti botol minum (PET) kurang disarankan karena menghasilkan zat asam.

Pilihlah plastik jenis PP (Polypropylene) seperti gelas air mineral atau plastik HDPE/LDPE seperti kantong plastik dan botol sampo karena jenis ini menghasilkan minyak yang lebih jernih dan melimpah. Pastikan plastik tersebut sudah bersih dari sisa makanan dan benar-benar kering sebelum dimasukkan ke dalam wadah pembakaran.

Proses dimulai saat plastik dimasukkan ke dalam kaleng atau drum besi yang tertutup rapat (kedap udara). Kaleng ini kemudian dipanaskan di atas tungku atau kompor dan saat suhu di dalam kaleng mencapai titik didihnya, plastik akan meleleh dan berubah menjadi uap atau gas.

Gas inilah yang nantinya akan menjadi BBM dan keberhasilan proses ini ada pada saluran pipa yang keluar dari tutup kaleng pipa ini  terhubung dengan rapat agar uap plastik tidak bocor dan membahayakan keselamatan orang di sekitarnya.

Salah satu pertanyaan bagi pemula adalah tahap pendinginan (kondensasi). Banyak yang bertanya, bagaimana jika tidak memiliki wadah atau tangki pendingin berisi air? Tanpa sistem pendingin, uap panas tersebut hanya akan keluar sebagai asap beracun ke udara bebas dan tidak akan mendapatkan tetesan minyak sedikitpun.

Jika tidak ada wadah air, bisa mengakalinya dengan menggunakan pipa logam yang sangat panjang agar udara alami mendinginkan suhunya, atau dengan melilitkan kain basah pada sepanjang pipa. Kain yang terus disiram air akan membantu uap gas di dalam pipa mengembun dan menetes menjadi cairan BBM di ujung pipa penampung.

Perlu diketahui gas hasil pembakaran plastik memiliki aroma yang menyengat dan upayakan jangan sampai terhirup karena tidak aman, pastikan melakukan praktek ini di ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang baik sebisa mungkin gunakan masker agar aman. 

Hasil cairan yang didapat biasanya berupa campuran yang menyerupai bensin atau solar mentah. Meskipun bisa digunakan untuk kompor minyak atau lampu minyak tanah, sebaiknya lakukan penyaringan kembali sebelum mencoba menggunakannya pada mesin kendaraan agar mesin tetap awet dan bersih dari sisa jelaga.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Februari 2026

Proses pemijahan semi buatan di Thailand menggunakan ember hitam

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel komedi hewan yang diupload pada tanggal 3 Desember 2025 dengan judul " Teknik Thailand Ternak Gabus Pakai Ember—Hasilnya Bikin Shock! #shorts". 


Di Thailand, proses pemijahan ikan gabus dilakukan dengan metode yang praktis dan efisien menggunakan ember hitam sebagai wadah pemijahan. Setiap ember diisi dengan sepasang indukan ikan gabus yang telah dipersiapkan secara khusus. Persiapan ini melibatkan penyuntikan hormon perangsang pada indukan agar pematangan telur berlangsung lebih cepat dan pemijahan dapat terjadi secara serentak. 

Dengan cara ini, dalam waktu 8 hingga 12 jam setelah indukan dimasukkan ke dalam ember, ikan gabus sudah mulai bertelur. Penggunaan ember hitam sebagai media pemijahan ini membantu menciptakan kondisi yang ideal dan terkontrol untuk proses reproduksi ikan gabus.

Setelah proses pemijahan selesai dan telur ikan gabus menetas, telur-telur tersebut dipindahkan ke kolam penetasan. Telur akan menetas dalam waktu sekitar 24 jam setelah dipindahkan. Pada hari ketiga setelah menetas, larva ikan gabus mulai diberikan pakan berupa mikro diet berwarna merah yang diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi awal ikan. 

Selanjutnya, pada hari ketujuh, pakan larva ditingkatkan menjadi campuran antara pelet dan mikro diet yang dibentuk bulat dengan bola plastik di tengahnya. Bentuk pakan ini dibuat agar tetap mengapung di permukaan air sehingga mudah dijangkau oleh larva. Pada minggu kedua, benih ikan gabus mulai dibiasakan untuk makan pelet murni agar pertumbuhannya menjadi lebih merata dan optimal.

Setelah benih ikan gabus berumur antara 20 hingga 30 hari, ikan disortir dan dipindahkan ke kolam pembesaran yang lebih besar. Di tahap ini, ikan gabus diberi pakan yang sesuai untuk mendukung pertumbuhanny hingga mencapai ukuran konsumsi. Masa panen ikan gabus biasanya dilakukan ketika ikan berumur antara 2,5 hingga 3 bulan. 

Dengan metode ini, ikan gabus yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dan siap untuk dipasarkan atau dikonsumsi. Keseluruhan proses ini dinilai sangat praktis, cepat, dan efisien, sehingga menjadi pilihan yang baik dalam budidaya ikan gabus di Thailand.

Video ini memperlihatkan dan menggambarkan secara jelas dan beralur dari tahapan penting dalam budidaya ikan gabus, mulai dari pemijahan hingga panen, dengan bahasa yang mudah dipahami dan fokus pada kepraktisan serta efisiensi metode yang digunakan. Jika tertarik untuk mencoba budidaya ikan gabus, metode ini bisa menjadi referensi.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Jumat, 27 Februari 2026

Kematian Goliath Tigerfish terbesar di Indonesia kepunyaan Bang Giovandi Suhendi

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Giovandi Suhendi yang diupload pada tanggal 24 Februari 2026 dengan judul " RIP GOLIATH TIGERFISH". 

Salah satu ikan Goliath Tigerfish terbesar yang dimiliki oleh Giovandi Suhendi ditemukan mengalami kematian. Ikan ini memiliki panjang mencapai 1 meter atau tepatnya 102 cm, menjadikannya salah satu yang terbesar di Indonesia. Kematian ikan ini terekam jelas melalui CCTV yang menunjukkan kondisi ikan mulai tidak stabil pada pukul 22.45 malam dan akhirnya tumbang sekitar pukul 22.50. Dari hasil pengamatan, kematian ikan ini disebabkan oleh faktor usia, bukan karena serangan ikan lain atau menabrak dinding aquarium.

Karena ukurannya yang besar dan nilai historisnya, Bang Gio berencana untuk mengawetkan ikan Goliath Tigerfish tersebut. Proses pengawetan ini memerlukan tahap pembekuan terlebih dahulu. Ikan akan disimpan di dalam freezer selama satu hingga dua minggu agar tidak mengalami pembusukan sebelum akhirnya dikirim ke tempat pengawetan. Langkah ini diambil agar ikan tetap terjaga kondisinya sebagai kenang-kenangan dan dokumentasi.

Setelah kehilangan ikan eksotis ini, ia memutuskan untuk memasukkan ikan Goliath Tigerfish cadangan ke dalam Megatank. Ikan pengganti ini berukuran sekitar 55 cm, jauh lebih kecil dibandingkan pendahulunya. Keputusan ini dianggap sebagai sebuah taruhan besar karena ukuran ikan yang masih relatif kecil dan tubuhnya yang tipis membuatnya rentan terhadap penghuni Megatank lainnya, seperti Arapaima yang memiliki ukuran jauh lebih besar dan kuat

Memasukkan ikan berukuran 55 cm ke dalam Megatank memang penuh risiko, namun, ia mengambil langkah ini agar ikan pengganti dapat tumbuh lebih maksimal dengan ruang renang yang luas dan arus air yang lebih baik. Untuk meminimalkan risiko serangan dari ikan predator lain, strategi yang diterapkan adalah dengan memberikan pakan dalam jumlah besar kepada ikan-ikan penghuni Megatank. Pakan diberikan hingga 4-5 kg per hari agar para predator merasa kenyang dan tidak agresif terhadap ikan baru. Dengan cara ini, diharapkan ikan Goliath cadangan dapat bertahan dan berkembang dengan baik.

Video yang membahas kematian Goliath Tigerfish ini mendapat banyak komentar dari para penggemar dan komunitas pecinta ikan hias. Beberapa menyarankan agar Giovandi mengeluarkan ikan Pacu yang dianggap agak agresif, serta mengurangi jumlah Aligator Gar di kolam. Ada juga yang berharap agar Giovandi menambah amunisi Goliath Tigerfish, termasuk jenis vittatus dan forskalii, untuk menjaga keseimbangan ekosistem di Megatank.

Banyak yang merasa kehilangan atas kematian Goliath terbesar di Indonesia ini dan mengucapkan belasungkawa. Para pengomentar juga mengapresiasi perawatan Giovandi yang telah berhasil membesarkan ikan tersebut hingga ukuran besar dan meninggal di tempat yang layak. Harapan besar pun disematkan agar dua ikan Goliath pengganti dapat tumbuh lebih besar dan menjadi maskot baru di Megatank.

Video ini menggambarkan perjalanan dan tantangan dalam merawat ikan Goliath Tigerfish yang legendaris di Indonesia, sekaligus menunjukkan bagaimana bang Giovandi Suhendi berusaha menjaga kelangsungan hidup spesies ini di aquarium besarnya. Semoga ikan-ikan pengganti dapat tumbuh sehat dan membawa semangat baru bagi dunia aquarium di tanah air. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026

Pembiakan ikan nila semi alami di luar negeri

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel KSU Aquaculture yang diupload pada tanggal 25 Maret 2025 dengan judul "Tilapia Farming Process - From Spawning to Harvest". Video ini memberikan gambaran menyeluruh tentang proses budidaya ikan nila di Pusat Riset Aquakultur Kentucky State University tentang ringkasan prosesnya dari pemijahan hingga panen. 


Budidaya ikan nila (tilapia) di Pusat Riset Aquakultur Kentucky State University memberikan gambaran menarik tentang bagaimana teknologi dan pengetahuan modern diterapkan untuk menghasilkan ikan konsumsi yang berkualitas. Prosesnya dimulai dari tahap pemijahan hingga panen, dengan sistem yang terstruktur dan penuh perhatian terhadap detail.

Pada tahap pemijahan, nila dipelihara dalam sistem semi-alami di tangki yang dikontrol ketat. Satu koloni biasanya terdiri dari seekor jantan dan tiga betina. Suhu air dijaga sekitar 29 derajat celcius dengan pencahayaan buatan 18 jam terang dan 6 jam gelap untuk merangsang reproduksi. Karena nila adalah spesies mouthbrooding, induk betina mengerami telur di dalam mulutnya. Setiap 21 hari, telur diambil secara manual dari mulut induk untuk kemudian ditetaskan. Proses ini memastikan tingkat keberhasilan yang tinggi sekaligus memudahkan pengelolaan jumlah larva.

Setelah telur menetas, larva dipelihara selama 30 hari hingga mencapai berat sekitar 0,5 gram. Tahap berikutnya adalah sistem nursery, dimana ikan dipelihara selama kurang lebih 50 hari hingga mencapai berat 15 gram. Dengan manajemen yang baik, ikan siap dipindahkan ke sistem produksi yang lebih besar. Kentucky State University menggunakan tiga metode yaitu sistem aquakultur resirkulasi dengan teknologi filtrasi canggih, sistem mikrokosmos luar ruangan dengan aliran air terus-menerus, serta budidaya kolam tradisional dengan kepadatan tebar lebih rendah. Setiap metode memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri, namun semuanya bertujuan menjaga kualitas air dan kesehatan ikan.

Tantangan dalam budidaya nila adalah kontrol jenis kelamin dan toleransi suhu. Ikan jantan tumbuh lebih cepat dan besar dibandingkan betina, sehingga peternak berusaha menghasilkan populasi semua jantan melalui metode seperti pembalikan hormon atau teknologi Y-male. Selain itu, nila sangat sensitif terhadap suhu dingin. Pertumbuhan melambat jika suhu turun di bawah 21 derajat celcius, bahkan bisa mati pada suhu terlalu rendah. Kondisi ini membatasi budidaya luar ruangan di Kentucky hanya sekitar 3 sampai 4 bulan saat musim panas.

Mengapa nila menjadi pilihan? Dikarenakan Ikan ini memiliki rasa yang ringan dan disukai banyak konsumen. Pertumbuhannya cepat hingga ukuran konsumsi, serta fleksibel dalam pemasaran baik dalam bentuk filet, ikan utuh, maupun ikan hidup. Sistem budidayanya juga sangat adaptif, bisa diterapkan dalam skala industri besar maupun sistem kecil seperti akuaponik di halaman rumah. Dengan kombinasi kecepatan tumbuh, penerimaan pasar, dan fleksibilitas sistem, nila menjadi salah satu komoditas unggulan dalam dunia aquakultur modern.

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Februari 2026

Rabu, 25 Februari 2026

Inspiratif kepala desa Hoho dan Dedi Mulyad membangun desa dengan kemandirian

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel yotube KANG DEDI MULYADI CHANNEL yang diupload pada tanggal 6 September 2023 dengan judul "MENGAKU TURUNAN PAJAJARAN | DEKORATIF MOBIL DAN RUANG KERJA KADES HOHO MIRIP DI TEMPAT KDM". 

Di sebuah desa bernama Purwasaba, Banjarnegara, terjadi pertemuan yang penuh makna antara dua sosok pemimpin yang ininspiratif yaitu Bapak Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, dan Kepala Desa Hoho Alkaf yang dikenal dengan tato-tatonya yang khas. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah gambaran nyata tentang bagaimana kepemimpinan yang tulus dan kerja keras dapat membawa perubahan positif untuk  desa.

Salah satu hal yang menarik perhatian dalam pertemuan ini adalah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sangat sukses, seperti Desa Purwasaba mengelola peternakan ayam petelur yang produktif, dengan keuntungan yang diperkirakan mencapai Rp. 200 juta pada akhir tahun. Bahkan, usaha ini sudah hampir mencapai titik impas, menunjukkan bahwa pengelolaan desa ini berjalan dengan sangat baik dan berorientasi pada kemandirian ekonomi. Keberhasilan ini membuktikan bahwa desa bisa maju dan mandiri jika dikelola dengan baik.

Selain itu, desa ini juga memiliki kekayaan aset yang besar yaitu tanah kas desa yang sangat luas, hampir mencapai 100 hektar. Tanah ini merupakan warisan dari kepemimpinan kakek buyut Kepala Desa Hoho yang memimpin selama 34 tahun. Warisan ini bukan hanya berupa tanah, tetapi juga nilai-nilai kepemimpinan dan tanggung jawab yang terus dijaga dan dikembangkan oleh generasi sekarang. Hal ini menunjukkan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dalam membangun desa yang kuat dan berkelanjutan.

pembicaraan koneksi budaya dan sejarah juga menjadi bagian menarik dalam pertemuan ini saat berada di Kantor. Kepala Desa Hoho mengungkapkan bahwa dirinya merasa memiliki garis keturunan dari kerajaan Pajajaran. Hal ini terlihat dari dekorasi ruang kerjanya dan kendaraan ambulan yang dihiasi lukisan simbol yang sangat kental dengan budaya Sunda dan sejarah Jawa Barat. Pak Dedi Mulyadi pun mengakui kemiripan nuansa dekoratif tersebut dengan tempat tinggalnya sendiri, menandakan adanya ikatan budaya yang kuat meskipun mereka berasal dari daerah yang berbeda.

Dalam perbincangan hangat tersebut, juga terungkap perhatian terhadap kesejahteraan perangkat desa. Salah satu perangkat desa yang telah mengabdi selama 32 tahun, Kepala Dusun, akan segera purna tugas dan mendapatkan uang pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan. Dana ini rencananya akan digunakan untuk berangkat umroh, sebuah bentuk penghargaan atas pengabdian panjangnya kepada masyarakat desa. Ini menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan yang baik juga memperhatikan kesejahteraan para pelayan masyarakat.

Namun, tidak semua cerita berjalan mulus. Kepala Desa Hoho menyampaikan keluhan masyarakat tentang masalah kekeringan yang menyebabkan gagal panen di lahan seluas 10-15 hektar. Masalah ini tentu sangat mempengaruhi perekonomian desa. Mendengar hal ini, Dedi Mulyadi berjanji akan mengusulkan pembangunan embung atau tempat penampungan air melalui jalur aspirasi anggota DPR RI, Pak Darori, untuk mengatasi masalah kekeringan tersebut pada tahun 2024. Janji ini menunjukkan komitmen nyata untuk mencari solusi yang berkelanjutan bagi masalah desa.

Video pertemuan ini memberikan gambaran yang sangat jelas tentang bagaimana seorang kepala desa yang ikonik dan berbeda, seperti Kades Hoho, bekerja nyata untuk membangun kemandirian ekonomi dan infrastruktur desanya. Sosoknya yang unik dengan tato-tato khasnya, ternyata menyimpan jiwa kepemimpinan yang amanah dan penuh dedikasi. 

Beragam komentar positif  dari para penonton video yang inspiratif ini. Banyak yang mengingatkan untuk tidak menilai seseorang hanya dari penampilan luar, karena Kades Hoho adalah contoh dari pepatah "don't judge a book by its cover." Ada juga yang berharap Kades Hoho bisa menjadi gubernur Jawa Tengah karena dianggap sebagai pemimpin yang hebat dan inspiratif. Bahkan, ada yang mengaitkan garis keturunan budaya dan sejarah dari Prabu Siliwangi yang diwariskan dalam sikap dan kepemimpinan KDM dan Kades Hoho, sebagai bukti bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang mewarisi nilai-nilai luhur leluhur mereka.

Pertemuan antara Pak Dedi Mulyadi dan Kepala Desa Hoho Alkaf ini menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana kepemimpinan yang jujur, kerja keras, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dapat membawa perubahan besar bagi sebuah komunitas. Desa Purwasaba kini menjadi contoh bahwa dengan pengelolaan yang tepat dan semangat gotong royong, desa bisa maju dan mandiri, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dengan solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

Semoga imfonya bermanfaat.




Kuningan Februari 2026

Selasa, 24 Februari 2026

Proses pemijahan ikan oscar di Thailand

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel komedi hewan yang diupload pada tanggal 21 Januari 2026 dengan judul " Cara Thailand Memijahkan Ikan Oscar — Simpel, Cepat, Langsung Laris!#shorts". 



Pemijahan ikan oscar diawali dengan pemilihan pasangan indukan secara alami. Indukan jantan dan betina dilepas bersama dalam satu kolam besar agar mereka dapat memilih pasangannya masing-masing tanpa campur tangan manusia. Cara ini memungkinkan ikan untuk berperilaku secara alami dan meningkatkan keberhasilan pemijahan.

Untuk media bertelur, di pinggir kolam dipasang sekat-sekat kecil yang dilengkapi dengan potongan keramik. Keramik ini berfungsi sebagai tempat bagi ikan oscar untuk menempelkan telur-telurnya. Dengan adanya media khusus ini, telur yang dihasilkan dapat terlindungi dan mudah dipantau selama proses pemijahan.

Setelah proses bertelur selesai, beberapa jam kemudian keramik yang berisi telur diangkat dan dipindahkan ke ember khusus untuk penetasan. Ember ini dilengkapi dengan aerator halus yang menjaga sirkulasi udara dan oksigen tetap optimal bagi telur. Selain itu, ditambahkan cairan anti-jamur untuk mencegah infeksi dan menjaga kesehatan telur selama masa penetasan.

Telur ikan oscar biasanya menetas dalam waktu 2 sampai 3 hari. Setelah menetas, larva ikan mendapatkan perawatan khusus agar dapat tumbuh dengan baik dan sehat.

Pada hari ke-4 atau ke-5 setelah menetas, anak ikan mulai diberi pakan berupa Artemia atau kutu air halus. Pakan ini sangat cocok untuk larva karena mudah dicerna dan mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan awal. Seiring waktu, pakan akan ditingkatkan ke cacing sutra cincang, dan akhirnya anak ikan dilatih untuk mengonsumsi pelet halus agar dapat beradaptasi dengan pakan komersial.

Selain pemberian pakan yang tepat, kebersihan kolam juga sangat diperhatikan. Air kolam diganti secara rutin untuk menjaga kualitas air tetap baik dan sehat bagi ikan. Kotoran yang mengendap di dasar kolam juga disedot secara berkala agar tidak menimbulkan pencemaran dan gangguan kesehatan pada ikan.

Sistem panen ikan oscar di peternakan ini tidak didasarkan pada usia ikan, melainkan disesuaikan dengan permintaan pasar berdasarkan ukuran tubuh ikan. Metode ini dianggap sangat simpel dan efisien karena memungkinkan peternak untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan cepat tanpa  menunggu waktu tertentu.

Sistem panen yang fleksibel ini telah terbukti sukses secara komersial, terutama di Thailand, dimana budidaya ikan oscar menjadi salah satu usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan

Dengan mengikuti tahapan-tahapan tersebut, budidaya ikan oscar dapat dilakukan secara efektif dan efisien, mulai dari pemijahan hingga panen, sehingga menghasilkan ikan yang berkualitas dan siap dipasarkan. Pendekatan alami dalam pemilihan pasangan dan perhatian khusus pada perawatan larva serta kebersihan kolam menjadi kunci keberhasilan dalam proses ini.

Semoga infonya bermanfaat.



Kuningan Februari 2026

Kunjungan Habib Bahar Bin Smith ke Pasar Parung Bogor

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel ESHA VLOG yang diupload pada tanggal 14 November 2023 dengan judul "HABIB BAHAR BIN SMITH GREBEK PASAR IKAN HIAS PARUNG BOGOR". Dalam video ini Habib Bahar bin Smith sedang mengunjungi Pasar Ikan Hias Parung di Bogor untuk berbelanja langsung ikan-ikan hias yang menjadi koleksinya. Momen ini cukup istimewa karena meskipun sering datang ke pasar tersebut, ini adalah kali pertamanya  turun langsung memilih dan membeli ikan sendiri

Biasanya, tidak langsung datang untuk berbelanja, namun kali ini ia ingin merasakan pengalaman langsung memilih ikan yang diinginkan. Tujuan utama kunjungannya adalah mencari beberapa jenis ikan predator yang menjadi favoritnya, khususnya Peacock Bass atau yang biasa disebut Pibas, serta Arwana Silver Albino. Kunjungan ini menunjukkan betapa besar kecintaannya terhadap dunia ikan hias.

Menurutnya dari sejak kecil, Habib Bahar sudah dikenal sebagai pecinta hewan, misalnya  saja ikan cupang, kini ia juga mengoleksi ikan kelas atas yang bernilai tinggi seperti Arwana Super Red dengan ukuran sekitar 50 cm dan bahkan Arwana Platinum yang langka dan eksklusif. Kecintaan ini sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya. Dalam video terlihat bagaimana detailnya saat memilih ikan-ikan yang menunjukkan keseriusan dalam merawat koleksi ikan hiasnya.

Dalam kunjungannya ia ditemani rekan-rekannya membeli beberapa jenis ikan yang cukup menarik, seperti di antaranya adalah Arwana Albino, Peacock Bass jenis Mono yang merupakan ikan predator yang agresif, serta ikan Kaviat dan Botia yang juga populer di kalangan penghobies ikan predator. Selain itu ia juga membeli perlengkapan aquarium seperti filter yang penting untuk menjaga kualitas air dan kesehatan ikan-ikan koleksinya. 

Di akhir vlog video, ia memberikan rekomendasi khusus kepada masyarakat, terutama yang berada di Jawa Barat dan Bogor, untuk berbelanja di Pasar Ikan Hias Parung. memuji kelengkapan jenis ikan yang tersedia di pasar tersebut serta keramahan para penjual yang mematok harga dengan wajar. Menurutnya, Pasar Parung adalah tempat yang tepat bagi para penghobies ikan hias untuk mendapatkan ikan berkualitas dengan harga yang masuk akal. Selain itu, suasana pasar yang ramah dan interaksi hangat antara pembeli dan penjual membuat pengalaman berbelanja menjadi menyenangkan.

Video ini juga menampilkan momen-momen hangat saat berinteraksi dengan para pedagang dan pengunjung pasar. Banyak pengunjung yang ingin berfoto bersama, dan Kunjungan ini bukan hanya sekadar aktivitas berbelanja, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi kecintaan terhadap ikan hias. Dengan cara yang sederhana dan ramah, Habib Baharmenunjukkan sisi lain dari dirinya sebagai seorang pecinta hewan yang tulus dan berdedikasi. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Senin, 23 Februari 2026

Habitat buatan untuk ikan lumpur tembakul (Glodok)

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel Cerita Rumi yang diupload pada tanggal 20 Februari 2026 dengan judul " Cara Memelihara Ikan Tembakul / Glodok". 


Memelihara ikan tembakul atau gelodok membutuhkan perhatian khusus agar habitat buatan yang dibuat bisa meniru kondisi alami mereka. Dengan habitat yang tepat, ikan ini akan tumbuh sehat dan menunjukkan perilaku alami yang menarik. Berikut ini adalah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuat habitat buatan untuk ikan tembakul.

Hal pertama yang diperhatikan adalah jenis substrat yang digunakan di dalam aquarium. Untuk ikan tembakul, substrat lumpur jauh lebih baik dibandingkan pasir. Pasir bisa mengiritasi kulit ikan yang sensitif dan berisiko tertelan saat ikan mencari makan. Lumpur memberikan permukaan yang lembut dan nyaman bagi ikan tembakul.

Selain itu, lumpur memungkinkan ikan untuk menggali lubang kecil yang berfungsi sebagai wilayah kekuasaan dan tempat bersembunyi. Ini sangat penting karena ikan tembakul bersifat teritorial dan suka memiliki tempat khusus untuk berlindung.

Air yang digunakan juga menggunakan air payau yang dangkal, meniru kondisi muara tempat ikan ini biasanya hidup di alam liar. Suhu air pun dijaga agar tetap stabil di kisaran 28 hingga 29 derajat Celcius, sesuai dengan habitat tropis aslinya. Suhu yang tepat membantu menjaga kesehatan ikan dan aktivitasnya tetap normal.

Ikan tembakul hidup di lingkungan yang mengalami pasang surut air. Oleh karena itu, habitat buatan yang baik mampu meniru kondisi ini. Sistem pompa khusus bisa digunakan untuk mensimulasikan pasang surut air di dalam aquarium dan di bagian bawah dibuat penampung air yang berfungsi sebagai sumber air saat pasang dan tempat penampungan saat surut.

Ketika air pasang, pompa akan mengalirkan air ke dalam aquarium, dan saat surut, air akan ditarik kembali ke penampung di bawah. Simulasi ini sangat penting karena di alam liar, ikan tembakul akan masuk ke dalam air saat pasang dan naik ke darat untuk berjalan di atas lumpur saat air surut. Dengan simulasi ini, perilaku alami ikan dapat tetap terjaga meskipun berada di habitat buatan.

Dalam hal pemberian pakan, ikan tembakul dapat diberi makan cacing kecil, udang, atau serangga hidup. Makanan hidup ini sangat cocok karena meniru makanan alami mereka di habitat aslinya. Memberikan pakan yang tepat akan membantu ikan tetap sehat dan aktif.

Selain itu, penting untuk memahami sifat ikan tembakul yang teritorial. Mereka cenderung menjaga wilayahnya dan bisa menjadi agresif jika terlalu banyak ikan dalam satu aquarium. Oleh karena itu, jumlah ikan dalam satu habitat dibatasi agar tidak terjadi perkelahian yang bisa membahayakan kesehatan ikan.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Februari 2026

Minggu, 22 Februari 2026

Limbah kotoran kambing menjadi biogas sederhana

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel KIHD Creation yang diupload pada tanggal 28 Maret 2021 dengan judul " "Membut Biogas Dari Kotoran Kambing". 


Limbah kotoran kambing sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kotor dan tidak berguna. Namun, dengan teknologi sederhana, limbah ini bisa diubah menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, yaitu biogas. Biogas yang dihasilkan dari fermentasi kotoran kambing ini dapat digunakan untuk memasak sehari-hari, sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah ternak yang tidak terkelola dengan baik.

Untuk membuat sistem biogas sederhana ini, ada beberapa bahan dan peralatan yang perlu disiapkan. Bahan yang digunakan adalah kotoran kambing, yang bisa juga diganti dengan limbah organik lain seperti rumput, serta air. Selanjutnya, diperlukan wadah tertutup yang disebut bak digester. Wadah ini benar-benar rapat dan tidak bocor agar gas yang dihasilkan tidak terbuang. Biasanya, wadah bekas cat atau jerigen bisa dimanfaatkan sebagai bak digester.

Selain itu, ada beberapa komponen instalasi yang disiapkan, seperti pipa berukuran 3/4 inci untuk mengalirkan gas, tabung bekas pompa air yang berfungsi sebagai penampung gas, dan keran sebagai saluran pengeluaran gas yang nantinya akan digunakan untuk memasak.

Langkah pertama adalah merakit bak digester dengan pipa dan penampung gas. Penting untuk memastikan semua sambungan pipa dan wadah benar-benar rapat agar gas yang dihasilkan tidak bocor dan terbuang sia-sia. Setelah itu, campurkan kotoran kambing dengan air dengan perbandingan 1 banding 1. Campuran ini diaduk hingga merata supaya proses fermentasi berjalan optimal.

Setelah campuran siap, masukkan ke dalam bak digester dan tutup rapat. Untuk memastikan tidak ada udara yang masuk atau gas yang keluar, lapisi penutup dengan plastik tambahan. Hal ini penting agar proses fermentasi berjalan dengan baik dan gas yang dihasilkan bisa maksimal.

Proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar 15 hari. Selama waktu ini, mikroorganisme akan menguraikan limbah organik dalam kondisi tanpa udara (anaerob), sehingga menghasilkan gas metana yang bisa digunakan sebagai bahan bakar. Setelah 15 hari, biogas sudah bisa diuji dengan cara menyulutkan api pada saluran gas. Jika api menyala dengan stabil, itu berarti biogas sudah siap digunakan untuk memasak.

Dengan cara ini, limbah kotoran kambing yang sebelumnya hanya menjadi masalah lingkungan, kini bisa diubah menjadi energi yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama di desa-desa yang memiliki keterbatasan akses energi. Selain menghemat biaya bahan bakar, penggunaan biogas juga membantu menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi pencemaran.

Dengan metode sederhana ini, siapa saja bisa mulai memanfaatkan limbah ternak menjadi sumber energi yang ramah lingkungan dan ekonomis. Ini adalah langkah kecil yang berdampak besar untuk kehidupan yang lebih bersih dan berkelanjutan. 

Video praktek pembuatan biogas kotoran kambing ini berhasil menarik perhatian penonton dengan beragam komentar. Ada yang memberikan apresiasi, ada pula yang menyampaikan kritik dan pertanyaan teknis. Hal ini menunjukkan bahwa konten semacam ini mampu memicu diskusi interaktif di antara penonton dan pengelola channel.

Salah satu komentar, “Mantap... namun tidak tuntas serta tidak cukup memuaskan videonya... saya tunggu episodenya yang lebih komplet ya.” Komentar ini menggambarkan antusiasme sekaligus harapan agar konten berikutnya lebih detail dan menyeluruh. Kritik yang disampaikan tetap bernuansa positif, karena penonton menantikan kelanjutan eksperimen tersebut.

Selain itu, ada juga penonton yang bertanya mengenai mekanisme tutup cat dalam percobaan. Ia menulis, “Tutup catnya perlu ditekan ya mas, biar keluar gasnya?” Pertanyaan ini dijawab oleh admin channel dengan penjelasan sederhana, “Iya, soalnya gasnya masih sedikit. Kalau dibiarkan lama semakin banyak gas yang muncul, jadi tekanannya semakin tinggi.” Jawaban tersebut memberikan pemahaman dasar tentang bagaimana tekanan gas bekerja.

Tak hanya itu, muncul pula pertanyaan lain seputar wadah penampung gas. Seorang penonton bertanya, “Maaf mau nanya, kalau penampung gasnya menggunakan akua bisa nggak gan? Makasih.” Admin channel menjawab, “Bisa, yang penting tidak bocor.” Penjelasan singkat ini menekankan bahwa wadah apapun bisa digunakan selama kedap dan aman.

Dari rangkaian komentar ini terlihat bahwa penonton tidak hanya pasif menonton, tetapi juga aktif berdiskusi dan mencari pengetahuan tambahan. Sementara itu, admin channel merespons dengan jawaban yang lugas dan informatif. Interaksi semacam ini memperlihatkan bagaimana sebuah konten eksperimen dapat menjadi sarana edukasi sekaligus membangun komunitas belajar yang interaktif.


Semoga infonya bermanfaat.



Kuningan Februari 2026

Perjalanan Pak Ges ambil ikan botia jumbo di Sungai Kampar

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel pak ges yang di upload pada tanggal 17 Februari 2021 dengan judul "perjalanan ngambil ikan botia jumbo jumbo".  


Video ini diawali dengan perjalanan menuju Sungai Kampar, Riau, untuk mengambil ikan Botia pesanan. Suasana desa yang asri langsung terlihat di awal video, lengkap dengan pemandangan anak-anak yang sedang mandi di sungai menambah kesan alami dan damai.

Perjalanan menuju sungai melewati rute yang  melintasi perkebunan karet dan hutan-hutan memberikan pemandangan menyenangkan dan menyejukkan. Pak Ges melakukan perjalanan ini bersama rekannya, membawa sekitar 12 ekor ikan Botia yang nantinya akan dibawa pulang.

Di tengah perjalanan, Pak Ges menyebutkan bahwa kamera yang digunakan adalah pinjaman dari temannya, Bang Bona, karena ia sendiri belum memiliki dana untuk membeli kamera canggih GoPro Hero 7. Cuaca yang cukup panas juga membuatnya sempat berhenti untuk membeli minuman dingin sebagai penyegar.

Setelah melewati jalanan hutan yang agak rusak, akhirnya sampai di Sungai Kampar, sebuah sungai yang menjadi kebanggaan warga Kampar dan Riau. Pak Ges mengagumi kejernihan dan keindahan sungai tersebut, yang merupakan sumber rezeki dari hasil alam berupa ikan Botia yang hidup di sana.

Setelah mendapatkan ikan Botia berukuran besar dan jumbo, Pak Ges memperlihatkan kemahirannya dalam mengemas ikan-ikan tersebut ke dalam plastik besar. Ia dengan teliti mengatur selang oksigen, memutar plastik dengan rapi, dan mengikatnya dengan kuat agar ikan tetap aman dan sehat selama perjalanan pulang.

Setelah semua ikan terbungkus dengan rapi, plastik-plastik tersebut dimasukkan ke dalam karung untuk memudahkan pengangkutan menggunakan motor. Setelah proses pengepakan selesai, kemudian bersiap untuk menempuh perjalanan pulang.

Video ini diakhiri dengan memperlihatkan Pak Ges tiba di rumahnya dengan selamat, membawa ikan-ikan Botia jumbo tersebut. Secara keseluruhan, video ini menampilkan sisi petualangan seorang penghobies ikan hias yang dengan santai menjemput langsung ikan Botia dari habitat aslinya di Sungai Kampar, lengkap dengan perjalanan nuansa alam dan suasana yang hangat.

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Februari 2026

Sabtu, 21 Februari 2026

Kematian massal ikan dewa di kuningan Januari 2026

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel tribunjabar video yang diupload pada tanggal 14 Februari 2026 dengan judul "TERUNGKAP !!! Misterius 961 Ikan Dewa Mati Mendadak Dikarenakan Terserang Parasit dan Bakteri". Video ini membahas tentang peristiwa misterius matinya 961 ekor Ikan Dewa (Torsoro) secara bertahap di kolam Balonggirang, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.

Peristiwa kematian massal ikan dewa di kolam Balonggirang, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, menjadi kejadian ekologis sekaligus budaya yang menyita perhatian masyarakat. Kronologi kejadian ini bermula pada 29 Januari 2026, ketika sejumlah ikan ditemukan mati dengan kondisi tubuh yang tidak normal. 

Seiring berjalannya waktu, jumlah kematian terus meningkat hingga mencapai 961 ekor pada 12 Februari 2026. Angka tersebut bukan hanya mengejutkan dari sisi jumlah, tetapi juga menimbulkan duka mendalam karena ikan dewa selama ini dianggap keramat dan memiliki nilai budaya bagi masyarakat Kuningan. Hilangnya ratusan ekor ikan ini seolah menjadi peringatantentang rapuhnya keseimbangan ekosistem yang selama ini dijaga turun-temurun.

Pemeriksaan terhadap ikan yang mati menunjukkan gejala yang cukup serius yaitu tubuh ikan tampak penuh luka merah, insang berubah pucat hingga memutih, dan sisik mudah terkelupas. Kondisi fisik juga melemah karena tidak mendapatkan pakan secara rutin, baik dari segi kualitas maupun jumlah. 

Situasi ini memperlihatkan bahwa ikan mengalami tekanan serangan penyakit sekaligus kekurangan nutrisi. Gejala tersebut jelas mengindikasikan adanya gangguan pada sistem pernapasan dan daya tahan tubuh, yang membuat ikan semakin rentan terhadap serangan parasit maupun perubahan lingkungan.

Penyebab kematian massal ini ditemukan berasal dari serangan parasit cacing jangkar (Lernaea sp.). Parasit tersebut menempel pada kulit, insang, dan rongga mulut ikan, menyebabkan luka terbuka yang memicu infeksi lebih lanjut. Namun, faktor lingkungan juga berperan besar memperburuk keadaan. 

Suhu air yang relatif rendah membuat metabolisme ikan terganggu, pH air yang cenderung asam mengganggu keseimbangan fisiologis, dan kadar fosfat yang sangat rendah menurunkan kualitas ekosistem kolam. Kombinasi faktor biologis dan lingkungan ini secara akumulatif melemahkan sistem kekebalan tubuh ikan, sehingga mereka tidak mampu bertahan menghadapi serangan penyakit.

Dampak dari peristiwa ini tidak hanya terasa pada aspek ekologis, tetapi juga sosial dan budaya. Kematian massal ini menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya warisan budaya yang telah dijaga turun-temurun. Bagi masyarakat, ikan dewa adalah bagian dari identitas lokal. Peristiwa ini sekaligus membuka mata bahwa menjaga ekosistem bukan hanya soal tradisi, tetapi juga tanggung jawab ilmiah dan ekologis.

Dari kasus ini, terdapat pelajaran penting yang bisa dipelajari yaitu perawatan rutin terhadap ikan yang dijaga perlu lebih diperhatikan, terutama dari segi pakan dan kesehatan. Pemantauan kualitas air menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian satwa air, sementara pencegahan parasit melalui pengelolaan lingkungan yang baik dapat mengurangi risiko kematian massal. 

Kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan agar tradisi dan ekosistem tetap terjaga. Jika langkah-langkah pencegahan tidak segera dilakukan, bukan tidak mungkin ikan dewa yang dianggap simbol di Kuningan ini akan semakin terancam keberadaannya, dan pada akhirnya bisa hilang dari ekosistem di perairan Kuningan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Jumat, 20 Februari 2026

Petasol sampah plastik di Jepara

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Bank Sampah Banjarnegara yang diupload pada tanggal 21 Desember 2025 dengan judul "PETASOL, BAHAN BAKAR DARI SAMPAH PLASTIK DIPRODUKSI DI JEPARA". Video ini menyoroti sebuah inovasi penting yang ada dari upaya hilirisasi teknologi, yaitu pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak terbarukan bernama PETASOL. 


Kegiatan ini berlangsung pada 17 Desember 2025 di Desa Suwawal, Kabupaten Jepara. Dalam tayangan tersebut, terlihat dalam video bagaimana PETASOL digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin pertanian. Dengan adanya bahan bakar alternatif yang sudah masuk ke tahap pemanfaatan langsung di lapangan. Hal ini menjadi bukti bahwa inovasi energi terbarukan bisa mendukung ketahanan pangan, terutama di daerah pedesaan yang sangat bergantung pada mesin pertanian. 

Proyek PETASOL tidak berjalan sendiri. Ada dukungan kuat dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Jepara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pertamina Patra Niaga, hingga Bank Sampah Banjarnegara. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dan energi terbarukan membutuhkan sinergi lintas sektor. Dengan adanya kerja sama tersebut, PETASOL bisa berkembang lebih cepat dan memiliki peluang besar untuk diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia. 

Sejak tahun 2022, PETASOL telah mendapatkan pendampingan dari BRIN. Bahan bakar ini diuji secara teoritis juga melalui praktek nyata. Salah satu uji coba yang dilakukan adalah penggunaan PETASOL untuk menempuh jarak sejauh 60.000 km. Hasilnya, bahan bakar ini dinyatakan layak dan aman digunakan, baik untuk mesin pertanian maupun kendaraan. Fakta ini memberikan keyakinan bahwa PETASOL bukan sekadar konsep, melainkan solusi energi yang siap dipakai masyarakat. 

Tentunya keberhasilan produksi PETASOL di Banjarnegara menjadi inspirasi bagi daerah lain. Teknologi ini sudah direplikasi di beberapa lokasi, salah satunya di PDU Karimun Jawa. Langkah ini penting untuk memperluas manfaat PETASOL, sehingga semakin banyak wilayah yang bisa merasakan dampak positif dari pengolahan sampah plastik menjadi energi terbarukan. 

Selain energi, BRIN juga memperkenalkan inovasi di bidang pangan melalui Padi Biosalin. Varietas padi ini dirancang khusus agar mampu tumbuh di lahan dengan kadar garam tinggi. Dengan adanya Padi Biosalin, petani tetap bisa menghasilkan panen yang baik meski kondisi tanah kurang ideal.  

Kombinasi antara PETASOL sebagai sumber energi dan Padi Biosalin sebagai solusi pangan menjadi strategi yang kuat dalam mendukung program nasional ketahanan pangan dan energi. Inovasi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengatasi tantangan lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Desember 2025

Kamis, 19 Februari 2026

Paus sperma dan fakta uniknya

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Laper Materi yang di upload pada tanggal 18 Juni 2024 dengan judul " fakta menarik ikan paus sperma". 

Paus sperma adalah salah satu makhluk yang memiliki fakta menarik dan termasuk dalam kelompok ikan paus bergigi serta sejumlah keistimewaan yang membuatnya berbeda dari jenis paus lainnya. Dalam video ini akan membagikan berbagai hal tentang paus sperma, mulai dari bentuk fisiknya hingga rahasia muntahan yang bernilai tinggi. 

Baca juga : Tentang ambergris ikan paus sperma

Hal pertama yang kenyataan dari paus sperma adalah bentuk kepalanya. Kepala besar berbentuk agak kotak menjadi ciri khas yang langsung membedakannya dari paus lain. Kulit di bagian belakang tubuhnya pun sering terlihat berkerut, menambah kesan unik pada penampilannya.

Selain itu, paus sperma memiliki otak terbesar di dunia hewan dimana otak jantan dewasa bisa mencapai berat rata-rata sekitar 7 kilogram. Tidak hanya itu, giginya juga luar biasa yang memiliki 20 hingga 26 pasang gigi berbentuk kerucut di rahang bawah, dan berat satu gigi saja bisa mencapai 1 kilogram, dan dapat diartikan betapa kuatnya rahang paus ini ketika berburu di lautan dalam.

Salah satu fakta lainnya adalah tentang muntahan paus sperma, atau sebutannya ambergris. Benda ini awalnya berwarna hitam dan berbau busuk ketika baru keluar dari tubuh paus. Namun, seiring berjalannya waktu, ambergris berubah menjadi harum seperti kasturi dan justru sangat dicari.

Ambergris memiliki banyak kegunaan, dalam dunia parfum yang berfungsi sebagai pengikat aroma agar wangi parfum bertahan lebih lama. Bangsa Arab dan Cina di masa lalu bahkan memanfaatkannya sebagai obat herbal untuk berbagai penyakit, mulai dari jantung hingga otak, dan juga sebagai afrodisiak. Tidak berhenti di situ, ambergris pernah digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan minuman, seperti anggur, cokelat, hingga mousse.

Menariknya, di Eropa pada abad ke-14, ambergris juga dipakai untuk mengatasi pencemaran udara saat wabah melanda. Keharumannya dianggap mampu menetralkan udara yang tercemar.

Paus sperma adalah penyelam ulung yang mana mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 1.000 meter untuk mencari makanan. Mangsa utamanya adalah cumi-cumi raksasa, yang juga hidup di kedalaman laut. Pertarungan antara paus sperma dan cumi-cumi raksasa sering digambarkan sebagai salah satu duel paling epik di alam.

Kemampuan menyelam ini didukung oleh tubuh yang luar biasa dan Paus sperma ini dapat menahan napas hingga lebih dari satu jam. Darahnya mampu menyimpan oksigen dalam jumlah besar, sehingga memungkinkan mereka bertahan di kedalaman yang gelap dan bertekanan tinggi.

Selain sebagai menjadi ikan predator puncak, paus sperma juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Kotorannga yang kaya nutrisi membantu menyuburkan plankton di permukaan laut. Plankton ini kemudian menjadi dasar rantai makanan bagi banyak organisme laut lainnya. Dengan kata lain, paus sperma ikut menjaga kehidupan laut tetap berkelanjutan.

Sejak berabad-abad lalu, manusia sudah tertarik dengan paus sperma. Pada masa lalu, paus ini diburu untuk diambil minyak dari kepalanya, yang disebut spermaceti, digunakan sebagai bahan lilin dan pelumas. Perburuan besar-besaran sempat membuat populasi paus sperma menurun drastis.

Kini, paus sperma dilindungi oleh berbagai peraturan internasional dan banyak negara melarang perburuan paus, dan hewan ini lebih sering dijadikan objek penelitian atau wisata pengamatan. Kehadiran paus sperma di lautan menjadi daya tarik besar bagi wisata bahari, sekaligus pengingat betapa pentingnya menjaga kelestarian laut.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Rabu, 18 Februari 2026

Inovasi teknologi pembenihan ikan nila di Sukabumi Menembus Pasar Nasional

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel KOMPASTV JAWA BARAT yang diupload pada tanggal 13 Februari 2026 dengan judul "Ikan Nila Sukabumi Tembus Pasar Nasional Berkat Inovasi Teknologi". 

Kabupaten Sukabumi kembali mencatatkan prestasi di sektor perikanan budidaya melalui inovasi teknologi pembenihan ikan nila yang dikembangkan oleh Deni Rusmawan di Cisaat. Sistem intensif berbasis inkubator RAS (Recirculating Aquaculture System) ini berhasil meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke seluruh Indonesia.

Teknologi ini memadukan sistem RAS dengan penggunaan indukan unggul seperti Nila Sakti. Air dalam kolam terus bersirkulasi sehingga kualitasnya tetap terjaga, mendukung pertumbuhan telur dan larva secara optimal. Dengan pengendalian suhu, kualitas air, serta perlindungan dari hama, tingkat kelangsungan hidup benih meningkat signifikan.

Keunggulan dibandingkan metode tradisional, efisiensi Lahan jika metode tradisional membutuhkan lahan 500–700 meter persegi untuk satu paket indukan, sistem intensif ini hanya memerlukan area sekitar 7 x 5 meter dengan waring atau hapa. Sementara keamanan Larva dimana inkubator melindungi telur dan larva dari predator maupun cuaca ekstrem dan Kelangsungan hidup tinggi yaitu faktor lingkungan yang terkendali membuat benih lebih sehat dan siap dipasarkan.

Kualitas benih yang dihasilkan membuat permintaan melonjak. Sepanjang tahun 2025, pesanan mencapai jutaan ekor benih. Produk ini dipasok untuk program revitalisasi Pantura oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatera hingga Papua.

Inovasi ini dinilai sebagai solusi efisien dan berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan pasar perikanan budidaya yang terus meningkat. Dengan teknologi pembenihan intensif, Sukabumi akan memperkuat posisi sebagai sentra perikanan juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026

Pembiakan ikan sturgeon yang langka di wilayah Fuyuan

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel New China TV yang diuplosd pada tanggal 13 Juni 2014 dengan judul "Rare sturgeon breeding center revived". Video ini memperlihatkan tentang pusat penangkaran ikan Sturgeon yang langka di wilayah Fuyuan setelah sempat hancur akibat bencana banjir. Pusat pembiakan sturgeon terbesar di Tiongkok yang terletak di Provinsi Heilongjiang, timur laut Tiongkok ini, saat ini sedang menetaskan 150.000 ekor ikan. 

Pusat penangkaran ini menggunakan bak yang terbuat dari plastik yang diperkuat serat kaca (fiberglass) untuk membesarkan bibit ikan Sturgeon. Sel-sel menetas menjadi bibit ikan, yang kemudian dipindahkan ke area pembesaran hingga mencapai panjang sekitar tujuh sentimeter sebelum akhirnya dilepaskan kembali ke sungai. 

Sebagian kecil ikan yang lebih besar tetap dipelihara di pusat tersebut untuk keperluan pembiakan mandiri di masa mendatang. Pada Agustus 2013, banjir bandang menyebabkan kematian ratusan ikan di pusat penangkaran ini.

Pasca bencana, para insinyur dari administrasi perikanan provinsi bekerja keras untuk membiakkan bibit baru dan berhasil memanen 170.000 sel serta menetaskan sekitar 150.000 bibit ikan Sturgeon. Ikan Sturgeon liar ditangkap dari bagian Sungai Heilongjiang di wilayah Fuyuan untuk proses inkubasi buatan.

Setelah sekitar satu bulan proses inkubasi dan pembesaran, bibit-bibit tersebut dilepaskan kembali ke Sungai Heilongjiang. Mengingat populasi ikan Sturgeon liar di Sungai Heilongjiang yang hampir punah, pembiakan buatan menjadi salah satu pilihan terakhir untuk menjaga kelangsungan hidup spesies ini.

Berdasarkan info lainnya ditempat ini memiliki Museum Ikan Fuyuan yang memamerkan berbagai spesimen sturgeon dan memberikan edukasi mengenai ekosistem air tawar, dan
Nilai ekonominya ikan sturgeon dari wilayah ini bernilai sangat tinggi, baik untuk daging maupun kaviarnya, dengan hasil tangkapan besar yang bernilai ratusan ribu yuan.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Senin, 16 Februari 2026

Modifikasi oven gas menjadi alat pemanas air menjadi hangat

Artikel kali ini adalah tentang pengalaman admin memakai oven yang biasanya digunakan untuk membuat kue atau roti yaitu untuk digunakan sebagai menjadi heater atau pemanas air menjadi air panas atau menjadi hangat. Oven ini hanya dilakukan modifikasi sederhana dengan biaya yang terjangkau seperti menambah alat media seng sebagai tempat untuk memanaskan air dalam oven

Menariknya dari oven berbahan stainles ini, api yang dihasilkan dari bahan bakar gas terdapat 2 hasil dari pemanasannya yaitu dari hasil pembakaran dan udara panas yang sebenarnya berasal dari hasil pembakaran air di dalam media seng. Media seng dibuat sebagai tungku berbentuk kotak dan datar yang bisa menampung air dingin dari selang berisi limpahan air hasil transfer dari pompa submersible. Cara ini sangat efektif karena dibantu dari pemanasan api dan udara yang panas di dalam oven tersebut. 

Oven gas menjadi water heater untuk air hangat di kolam terpal
Oven gas menjadi water heater
untuk air hangat di kolam terpal

Sebagai info bahan bakar gas menggunakan gas melon masih yang terisi penuh, pada hari pertama menggunakan sekitar 4 jam dan pada hari kedua sekitar 6 jam dan panas yang dihasilkan stabil. Pada hari pertama sempat dilakukan 2 tungku bakar dan pada hari kedua hanya 1 tungku saja karena ada perbandingan serta modifikasi media bakar airnya, ternyata pada hari kedua alat media bakarnya yang terbuat dari bahan seng lebih optimal dibanding hari ke pertama. 

Awal ide membuat pemanas air ini adalah karena terinspirasi untuk membuat air hangat kuku atau lebih cenderung ke air yang adem hangatnya dengan cara membuat sentral atau terpusat. Dikarenakan mesin pemanasnya sudah tidak berfungsi lagi, maka ada ide untuk mengolah air dalam tandon ukuran besar yang airnya sangat dingin untuk diolah menjadi air hangat adem menggunakan mesin pemanas rangkaian sendiri dengan mensirkulasikan air berulang-ulang ke alat pemanas tersebut sehingga dalam waktu tertentu suhunya bisa berangsur naik. 

Secara teknis, ini berarti air yang berada di wadah seng menerima energi panas melalui dua mekanisme, panas dari api merambat melalui seng yang bersentuhan langsung dengan nyala api. Sementata udara panas di dalam oven ikut memanaskan permukaan wadah seng dan air di dalamnya

Kombinasi konduksi dan konveksi membuat proses pemanasan lebih cepat dibanding hanya mengandalkan api langsung. Bisa dikatakan efisiensi ganda dimana panas tidak hanya berasal dari api, tetapi juga dari udara panas yang terjebak. Udara panas ini menyelimuti wadah seng, sehingga permukaan seng yang tidak langsung terkena api tetap menerima energi panas. Panas dari udara kemudian berpindah ke air melalui dinding seng.

Apakah ada cara lain lagi agar ada konveksi? Menurut info dan berdasarkan pengalaman ada beberapa cara lain untuk memperkuat proses konveksi agar pemanasan air lebih efektif. Cara memperkuat konveksi, dengan adanya kipas, udara panas di dalam oven akan lebih cepat bersirkulasi. Aliran udara yang bergerak membuat panas lebih merata dan mempercepat transfer energi misalnya ke wadah seng.

Menurut info lain, Jika oven dimodifikasi dengan lubang kecil untuk aliran udara, maka udara panas akan bergerak lebih dinamis. Perbedaan tekanan antara bagian dalam dan luar oven bisa mendorong konveksi alami. Meletakkan wadah seng sedikit lebih tinggi dari sumber api memungkinkan udara panas naik dan menyelimuti wadah secara lebih merata. Pada prinsipnya udara panas selalu bergerak ke atas, sehingga posisi wadah sangat menentukan.

Menggunakan material penghantar panas tambahan, misalnya menaruh pelat logam tipis di sekitar wadah seng, karena pelat ini akan menyerap panas dari udara, lalu memancarkannya kembali ke wadah seng, sehingga konveksi dan radiasi bekerja bersamaan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan

4741