Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Selasa, 24 Februari 2026

Proses pemijahan ikan oscar di Thailand

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel komedi hewan yang diupload pada tanggal 21 Januari 2026 dengan judul " Cara Thailand Memijahkan Ikan Oscar — Simpel, Cepat, Langsung Laris!#shorts". 



Pemijahan ikan oscar diawali dengan pemilihan pasangan indukan secara alami. Indukan jantan dan betina dilepas bersama dalam satu kolam besar agar mereka dapat memilih pasangannya masing-masing tanpa campur tangan manusia. Cara ini memungkinkan ikan untuk berperilaku secara alami dan meningkatkan keberhasilan pemijahan.

Untuk media bertelur, di pinggir kolam dipasang sekat-sekat kecil yang dilengkapi dengan potongan keramik. Keramik ini berfungsi sebagai tempat bagi ikan oscar untuk menempelkan telur-telurnya. Dengan adanya media khusus ini, telur yang dihasilkan dapat terlindungi dan mudah dipantau selama proses pemijahan.

Setelah proses bertelur selesai, beberapa jam kemudian keramik yang berisi telur diangkat dan dipindahkan ke ember khusus untuk penetasan. Ember ini dilengkapi dengan aerator halus yang menjaga sirkulasi udara dan oksigen tetap optimal bagi telur. Selain itu, ditambahkan cairan anti-jamur untuk mencegah infeksi dan menjaga kesehatan telur selama masa penetasan.

Telur ikan oscar biasanya menetas dalam waktu 2 sampai 3 hari. Setelah menetas, larva ikan mendapatkan perawatan khusus agar dapat tumbuh dengan baik dan sehat.

Pada hari ke-4 atau ke-5 setelah menetas, anak ikan mulai diberi pakan berupa Artemia atau kutu air halus. Pakan ini sangat cocok untuk larva karena mudah dicerna dan mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan awal. Seiring waktu, pakan akan ditingkatkan ke cacing sutra cincang, dan akhirnya anak ikan dilatih untuk mengonsumsi pelet halus agar dapat beradaptasi dengan pakan komersial.

Selain pemberian pakan yang tepat, kebersihan kolam juga sangat diperhatikan. Air kolam diganti secara rutin untuk menjaga kualitas air tetap baik dan sehat bagi ikan. Kotoran yang mengendap di dasar kolam juga disedot secara berkala agar tidak menimbulkan pencemaran dan gangguan kesehatan pada ikan.

Sistem panen ikan oscar di peternakan ini tidak didasarkan pada usia ikan, melainkan disesuaikan dengan permintaan pasar berdasarkan ukuran tubuh ikan. Metode ini dianggap sangat simpel dan efisien karena memungkinkan peternak untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan cepat tanpa  menunggu waktu tertentu.

Sistem panen yang fleksibel ini telah terbukti sukses secara komersial, terutama di Thailand, dimana budidaya ikan oscar menjadi salah satu usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan

Dengan mengikuti tahapan-tahapan tersebut, budidaya ikan oscar dapat dilakukan secara efektif dan efisien, mulai dari pemijahan hingga panen, sehingga menghasilkan ikan yang berkualitas dan siap dipasarkan. Pendekatan alami dalam pemilihan pasangan dan perhatian khusus pada perawatan larva serta kebersihan kolam menjadi kunci keberhasilan dalam proses ini.

Semoga infonya bermanfaat.



Kuningan Februari 2026

Kunjungan Habib Bahar Bin Smith ke Pasar Parung Bogor

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel ESHA VLOG yang diupload pada tanggal 14 November 2023 dengan judul "HABIB BAHAR BIN SMITH GREBEK PASAR IKAN HIAS PARUNG BOGOR". Dalam video ini Habib Bahar bin Smith sedang mengunjungi Pasar Ikan Hias Parung di Bogor untuk berbelanja langsung ikan-ikan hias yang menjadi koleksinya. Momen ini cukup istimewa karena meskipun sering datang ke pasar tersebut, ini adalah kali pertamanya  turun langsung memilih dan membeli ikan sendiri

Biasanya, tidak langsung datang untuk berbelanja, namun kali ini ia ingin merasakan pengalaman langsung memilih ikan yang diinginkan. Tujuan utama kunjungannya adalah mencari beberapa jenis ikan predator yang menjadi favoritnya, khususnya Peacock Bass atau yang biasa disebut Pibas, serta Arwana Silver Albino. Kunjungan ini menunjukkan betapa besar kecintaannya terhadap dunia ikan hias.

Menurutnya dari sejak kecil, Habib Bahar sudah dikenal sebagai pecinta hewan, misalnya  saja ikan cupang, kini ia juga mengoleksi ikan kelas atas yang bernilai tinggi seperti Arwana Super Red dengan ukuran sekitar 50 cm dan bahkan Arwana Platinum yang langka dan eksklusif. Kecintaan ini sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya. Dalam video terlihat bagaimana detailnya saat memilih ikan-ikan yang menunjukkan keseriusan dalam merawat koleksi ikan hiasnya.

Dalam kunjungannya ia ditemani rekan-rekannya membeli beberapa jenis ikan yang cukup menarik, seperti di antaranya adalah Arwana Albino, Peacock Bass jenis Mono yang merupakan ikan predator yang agresif, serta ikan Kaviat dan Botia yang juga populer di kalangan penghobies ikan predator. Selain itu ia juga membeli perlengkapan aquarium seperti filter yang penting untuk menjaga kualitas air dan kesehatan ikan-ikan koleksinya. 

Di akhir vlog video, ia memberikan rekomendasi khusus kepada masyarakat, terutama yang berada di Jawa Barat dan Bogor, untuk berbelanja di Pasar Ikan Hias Parung. memuji kelengkapan jenis ikan yang tersedia di pasar tersebut serta keramahan para penjual yang mematok harga dengan wajar. Menurutnya, Pasar Parung adalah tempat yang tepat bagi para penghobies ikan hias untuk mendapatkan ikan berkualitas dengan harga yang masuk akal. Selain itu, suasana pasar yang ramah dan interaksi hangat antara pembeli dan penjual membuat pengalaman berbelanja menjadi menyenangkan.

Video ini juga menampilkan momen-momen hangat saat berinteraksi dengan para pedagang dan pengunjung pasar. Banyak pengunjung yang ingin berfoto bersama, dan Kunjungan ini bukan hanya sekadar aktivitas berbelanja, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi kecintaan terhadap ikan hias. Dengan cara yang sederhana dan ramah, Habib Baharmenunjukkan sisi lain dari dirinya sebagai seorang pecinta hewan yang tulus dan berdedikasi. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Senin, 23 Februari 2026

Habitat buatan untuk ikan lumpur tembakul (Glodok)

Artikel review video youtube short kali ini adalah dari channel Cerita Rumi yang diupload pada tanggal 20 Februari 2026 dengan judul " Cara Memelihara Ikan Tembakul / Glodok". 


Memelihara ikan tembakul atau gelodok membutuhkan perhatian khusus agar habitat buatan yang dibuat bisa meniru kondisi alami mereka. Dengan habitat yang tepat, ikan ini akan tumbuh sehat dan menunjukkan perilaku alami yang menarik. Berikut ini adalah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuat habitat buatan untuk ikan tembakul.

Hal pertama yang diperhatikan adalah jenis substrat yang digunakan di dalam aquarium. Untuk ikan tembakul, substrat lumpur jauh lebih baik dibandingkan pasir. Pasir bisa mengiritasi kulit ikan yang sensitif dan berisiko tertelan saat ikan mencari makan. Lumpur memberikan permukaan yang lembut dan nyaman bagi ikan tembakul.

Selain itu, lumpur memungkinkan ikan untuk menggali lubang kecil yang berfungsi sebagai wilayah kekuasaan dan tempat bersembunyi. Ini sangat penting karena ikan tembakul bersifat teritorial dan suka memiliki tempat khusus untuk berlindung.

Air yang digunakan juga menggunakan air payau yang dangkal, meniru kondisi muara tempat ikan ini biasanya hidup di alam liar. Suhu air pun dijaga agar tetap stabil di kisaran 28 hingga 29 derajat Celcius, sesuai dengan habitat tropis aslinya. Suhu yang tepat membantu menjaga kesehatan ikan dan aktivitasnya tetap normal.

Ikan tembakul hidup di lingkungan yang mengalami pasang surut air. Oleh karena itu, habitat buatan yang baik mampu meniru kondisi ini. Sistem pompa khusus bisa digunakan untuk mensimulasikan pasang surut air di dalam aquarium dan di bagian bawah dibuat penampung air yang berfungsi sebagai sumber air saat pasang dan tempat penampungan saat surut.

Ketika air pasang, pompa akan mengalirkan air ke dalam aquarium, dan saat surut, air akan ditarik kembali ke penampung di bawah. Simulasi ini sangat penting karena di alam liar, ikan tembakul akan masuk ke dalam air saat pasang dan naik ke darat untuk berjalan di atas lumpur saat air surut. Dengan simulasi ini, perilaku alami ikan dapat tetap terjaga meskipun berada di habitat buatan.

Dalam hal pemberian pakan, ikan tembakul dapat diberi makan cacing kecil, udang, atau serangga hidup. Makanan hidup ini sangat cocok karena meniru makanan alami mereka di habitat aslinya. Memberikan pakan yang tepat akan membantu ikan tetap sehat dan aktif.

Selain itu, penting untuk memahami sifat ikan tembakul yang teritorial. Mereka cenderung menjaga wilayahnya dan bisa menjadi agresif jika terlalu banyak ikan dalam satu aquarium. Oleh karena itu, jumlah ikan dalam satu habitat dibatasi agar tidak terjadi perkelahian yang bisa membahayakan kesehatan ikan.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Februari 2026

Minggu, 22 Februari 2026

Limbah kotoran kambing menjadi biogas sederhana

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel KIHD Creation yang diupload pada tanggal 28 Maret 2021 dengan judul " "Membut Biogas Dari Kotoran Kambing". 


Limbah kotoran kambing sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kotor dan tidak berguna. Namun, dengan teknologi sederhana, limbah ini bisa diubah menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, yaitu biogas. Biogas yang dihasilkan dari fermentasi kotoran kambing ini dapat digunakan untuk memasak sehari-hari, sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah ternak yang tidak terkelola dengan baik.

Untuk membuat sistem biogas sederhana ini, ada beberapa bahan dan peralatan yang perlu disiapkan. Bahan yang digunakan adalah kotoran kambing, yang bisa juga diganti dengan limbah organik lain seperti rumput, serta air. Selanjutnya, diperlukan wadah tertutup yang disebut bak digester. Wadah ini benar-benar rapat dan tidak bocor agar gas yang dihasilkan tidak terbuang. Biasanya, wadah bekas cat atau jerigen bisa dimanfaatkan sebagai bak digester.

Selain itu, ada beberapa komponen instalasi yang disiapkan, seperti pipa berukuran 3/4 inci untuk mengalirkan gas, tabung bekas pompa air yang berfungsi sebagai penampung gas, dan keran sebagai saluran pengeluaran gas yang nantinya akan digunakan untuk memasak.

Langkah pertama adalah merakit bak digester dengan pipa dan penampung gas. Penting untuk memastikan semua sambungan pipa dan wadah benar-benar rapat agar gas yang dihasilkan tidak bocor dan terbuang sia-sia. Setelah itu, campurkan kotoran kambing dengan air dengan perbandingan 1 banding 1. Campuran ini diaduk hingga merata supaya proses fermentasi berjalan optimal.

Setelah campuran siap, masukkan ke dalam bak digester dan tutup rapat. Untuk memastikan tidak ada udara yang masuk atau gas yang keluar, lapisi penutup dengan plastik tambahan. Hal ini penting agar proses fermentasi berjalan dengan baik dan gas yang dihasilkan bisa maksimal.

Proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar 15 hari. Selama waktu ini, mikroorganisme akan menguraikan limbah organik dalam kondisi tanpa udara (anaerob), sehingga menghasilkan gas metana yang bisa digunakan sebagai bahan bakar. Setelah 15 hari, biogas sudah bisa diuji dengan cara menyulutkan api pada saluran gas. Jika api menyala dengan stabil, itu berarti biogas sudah siap digunakan untuk memasak.

Dengan cara ini, limbah kotoran kambing yang sebelumnya hanya menjadi masalah lingkungan, kini bisa diubah menjadi energi yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama di desa-desa yang memiliki keterbatasan akses energi. Selain menghemat biaya bahan bakar, penggunaan biogas juga membantu menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi pencemaran.

Dengan metode sederhana ini, siapa saja bisa mulai memanfaatkan limbah ternak menjadi sumber energi yang ramah lingkungan dan ekonomis. Ini adalah langkah kecil yang berdampak besar untuk kehidupan yang lebih bersih dan berkelanjutan. 

Video praktek pembuatan biogas kotoran kambing ini berhasil menarik perhatian penonton dengan beragam komentar. Ada yang memberikan apresiasi, ada pula yang menyampaikan kritik dan pertanyaan teknis. Hal ini menunjukkan bahwa konten semacam ini mampu memicu diskusi interaktif di antara penonton dan pengelola channel.

Salah satu komentar, “Mantap... namun tidak tuntas serta tidak cukup memuaskan videonya... saya tunggu episodenya yang lebih komplet ya.” Komentar ini menggambarkan antusiasme sekaligus harapan agar konten berikutnya lebih detail dan menyeluruh. Kritik yang disampaikan tetap bernuansa positif, karena penonton menantikan kelanjutan eksperimen tersebut.

Selain itu, ada juga penonton yang bertanya mengenai mekanisme tutup cat dalam percobaan. Ia menulis, “Tutup catnya perlu ditekan ya mas, biar keluar gasnya?” Pertanyaan ini dijawab oleh admin channel dengan penjelasan sederhana, “Iya, soalnya gasnya masih sedikit. Kalau dibiarkan lama semakin banyak gas yang muncul, jadi tekanannya semakin tinggi.” Jawaban tersebut memberikan pemahaman dasar tentang bagaimana tekanan gas bekerja.

Tak hanya itu, muncul pula pertanyaan lain seputar wadah penampung gas. Seorang penonton bertanya, “Maaf mau nanya, kalau penampung gasnya menggunakan akua bisa nggak gan? Makasih.” Admin channel menjawab, “Bisa, yang penting tidak bocor.” Penjelasan singkat ini menekankan bahwa wadah apapun bisa digunakan selama kedap dan aman.

Dari rangkaian komentar ini terlihat bahwa penonton tidak hanya pasif menonton, tetapi juga aktif berdiskusi dan mencari pengetahuan tambahan. Sementara itu, admin channel merespons dengan jawaban yang lugas dan informatif. Interaksi semacam ini memperlihatkan bagaimana sebuah konten eksperimen dapat menjadi sarana edukasi sekaligus membangun komunitas belajar yang interaktif.


Semoga infonya bermanfaat.



Kuningan Februari 2026

Perjalanan Pak Ges ambil ikan botia jumbo di Sungai Kampar

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel pak ges yang di upload pada tanggal 17 Februari 2021 dengan judul "perjalanan ngambil ikan botia jumbo jumbo".  


Video ini diawali dengan perjalanan menuju Sungai Kampar, Riau, untuk mengambil ikan Botia pesanan. Suasana desa yang asri langsung terlihat di awal video, lengkap dengan pemandangan anak-anak yang sedang mandi di sungai menambah kesan alami dan damai.

Perjalanan menuju sungai melewati rute yang  melintasi perkebunan karet dan hutan-hutan memberikan pemandangan menyenangkan dan menyejukkan. Pak Ges melakukan perjalanan ini bersama rekannya, membawa sekitar 12 ekor ikan Botia yang nantinya akan dibawa pulang.

Di tengah perjalanan, Pak Ges menyebutkan bahwa kamera yang digunakan adalah pinjaman dari temannya, Bang Bona, karena ia sendiri belum memiliki dana untuk membeli kamera canggih GoPro Hero 7. Cuaca yang cukup panas juga membuatnya sempat berhenti untuk membeli minuman dingin sebagai penyegar.

Setelah melewati jalanan hutan yang agak rusak, akhirnya sampai di Sungai Kampar, sebuah sungai yang menjadi kebanggaan warga Kampar dan Riau. Pak Ges mengagumi kejernihan dan keindahan sungai tersebut, yang merupakan sumber rezeki dari hasil alam berupa ikan Botia yang hidup di sana.

Setelah mendapatkan ikan Botia berukuran besar dan jumbo, Pak Ges memperlihatkan kemahirannya dalam mengemas ikan-ikan tersebut ke dalam plastik besar. Ia dengan teliti mengatur selang oksigen, memutar plastik dengan rapi, dan mengikatnya dengan kuat agar ikan tetap aman dan sehat selama perjalanan pulang.

Setelah semua ikan terbungkus dengan rapi, plastik-plastik tersebut dimasukkan ke dalam karung untuk memudahkan pengangkutan menggunakan motor. Setelah proses pengepakan selesai, kemudian bersiap untuk menempuh perjalanan pulang.

Video ini diakhiri dengan memperlihatkan Pak Ges tiba di rumahnya dengan selamat, membawa ikan-ikan Botia jumbo tersebut. Secara keseluruhan, video ini menampilkan sisi petualangan seorang penghobies ikan hias yang dengan santai menjemput langsung ikan Botia dari habitat aslinya di Sungai Kampar, lengkap dengan perjalanan nuansa alam dan suasana yang hangat.

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Februari 2026

Sabtu, 21 Februari 2026

Kematian massal ikan dewa di kuningan Januari 2026

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel tribunjabar video yang diupload pada tanggal 14 Februari 2026 dengan judul "TERUNGKAP !!! Misterius 961 Ikan Dewa Mati Mendadak Dikarenakan Terserang Parasit dan Bakteri". Video ini membahas tentang peristiwa misterius matinya 961 ekor Ikan Dewa (Torsoro) secara bertahap di kolam Balonggirang, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.

Peristiwa kematian massal ikan dewa di kolam Balonggirang, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, menjadi kejadian ekologis sekaligus budaya yang menyita perhatian masyarakat. Kronologi kejadian ini bermula pada 29 Januari 2026, ketika sejumlah ikan ditemukan mati dengan kondisi tubuh yang tidak normal. 

Seiring berjalannya waktu, jumlah kematian terus meningkat hingga mencapai 961 ekor pada 12 Februari 2026. Angka tersebut bukan hanya mengejutkan dari sisi jumlah, tetapi juga menimbulkan duka mendalam karena ikan dewa selama ini dianggap keramat dan memiliki nilai budaya bagi masyarakat Kuningan. Hilangnya ratusan ekor ikan ini seolah menjadi peringatantentang rapuhnya keseimbangan ekosistem yang selama ini dijaga turun-temurun.

Pemeriksaan terhadap ikan yang mati menunjukkan gejala yang cukup serius yaitu tubuh ikan tampak penuh luka merah, insang berubah pucat hingga memutih, dan sisik mudah terkelupas. Kondisi fisik juga melemah karena tidak mendapatkan pakan secara rutin, baik dari segi kualitas maupun jumlah. 

Situasi ini memperlihatkan bahwa ikan mengalami tekanan serangan penyakit sekaligus kekurangan nutrisi. Gejala tersebut jelas mengindikasikan adanya gangguan pada sistem pernapasan dan daya tahan tubuh, yang membuat ikan semakin rentan terhadap serangan parasit maupun perubahan lingkungan.

Penyebab kematian massal ini ditemukan berasal dari serangan parasit cacing jangkar (Lernaea sp.). Parasit tersebut menempel pada kulit, insang, dan rongga mulut ikan, menyebabkan luka terbuka yang memicu infeksi lebih lanjut. Namun, faktor lingkungan juga berperan besar memperburuk keadaan. 

Suhu air yang relatif rendah membuat metabolisme ikan terganggu, pH air yang cenderung asam mengganggu keseimbangan fisiologis, dan kadar fosfat yang sangat rendah menurunkan kualitas ekosistem kolam. Kombinasi faktor biologis dan lingkungan ini secara akumulatif melemahkan sistem kekebalan tubuh ikan, sehingga mereka tidak mampu bertahan menghadapi serangan penyakit.

Dampak dari peristiwa ini tidak hanya terasa pada aspek ekologis, tetapi juga sosial dan budaya. Kematian massal ini menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya warisan budaya yang telah dijaga turun-temurun. Bagi masyarakat, ikan dewa adalah bagian dari identitas lokal. Peristiwa ini sekaligus membuka mata bahwa menjaga ekosistem bukan hanya soal tradisi, tetapi juga tanggung jawab ilmiah dan ekologis.

Dari kasus ini, terdapat pelajaran penting yang bisa dipelajari yaitu perawatan rutin terhadap ikan yang dijaga perlu lebih diperhatikan, terutama dari segi pakan dan kesehatan. Pemantauan kualitas air menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian satwa air, sementara pencegahan parasit melalui pengelolaan lingkungan yang baik dapat mengurangi risiko kematian massal. 

Kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan agar tradisi dan ekosistem tetap terjaga. Jika langkah-langkah pencegahan tidak segera dilakukan, bukan tidak mungkin ikan dewa yang dianggap simbol di Kuningan ini akan semakin terancam keberadaannya, dan pada akhirnya bisa hilang dari ekosistem di perairan Kuningan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Jumat, 20 Februari 2026

Petasol sampah plastik di Jepara

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Bank Sampah Banjarnegara yang diupload pada tanggal 21 Desember 2025 dengan judul "PETASOL, BAHAN BAKAR DARI SAMPAH PLASTIK DIPRODUKSI DI JEPARA". Video ini menyoroti sebuah inovasi penting yang ada dari upaya hilirisasi teknologi, yaitu pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak terbarukan bernama PETASOL. 


Kegiatan ini berlangsung pada 17 Desember 2025 di Desa Suwawal, Kabupaten Jepara. Dalam tayangan tersebut, terlihat dalam video bagaimana PETASOL digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin pertanian. Dengan adanya bahan bakar alternatif yang sudah masuk ke tahap pemanfaatan langsung di lapangan. Hal ini menjadi bukti bahwa inovasi energi terbarukan bisa mendukung ketahanan pangan, terutama di daerah pedesaan yang sangat bergantung pada mesin pertanian. 

Proyek PETASOL tidak berjalan sendiri. Ada dukungan kuat dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Jepara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pertamina Patra Niaga, hingga Bank Sampah Banjarnegara. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dan energi terbarukan membutuhkan sinergi lintas sektor. Dengan adanya kerja sama tersebut, PETASOL bisa berkembang lebih cepat dan memiliki peluang besar untuk diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia. 

Sejak tahun 2022, PETASOL telah mendapatkan pendampingan dari BRIN. Bahan bakar ini diuji secara teoritis juga melalui praktek nyata. Salah satu uji coba yang dilakukan adalah penggunaan PETASOL untuk menempuh jarak sejauh 60.000 km. Hasilnya, bahan bakar ini dinyatakan layak dan aman digunakan, baik untuk mesin pertanian maupun kendaraan. Fakta ini memberikan keyakinan bahwa PETASOL bukan sekadar konsep, melainkan solusi energi yang siap dipakai masyarakat. 

Tentunya keberhasilan produksi PETASOL di Banjarnegara menjadi inspirasi bagi daerah lain. Teknologi ini sudah direplikasi di beberapa lokasi, salah satunya di PDU Karimun Jawa. Langkah ini penting untuk memperluas manfaat PETASOL, sehingga semakin banyak wilayah yang bisa merasakan dampak positif dari pengolahan sampah plastik menjadi energi terbarukan. 

Selain energi, BRIN juga memperkenalkan inovasi di bidang pangan melalui Padi Biosalin. Varietas padi ini dirancang khusus agar mampu tumbuh di lahan dengan kadar garam tinggi. Dengan adanya Padi Biosalin, petani tetap bisa menghasilkan panen yang baik meski kondisi tanah kurang ideal.  

Kombinasi antara PETASOL sebagai sumber energi dan Padi Biosalin sebagai solusi pangan menjadi strategi yang kuat dalam mendukung program nasional ketahanan pangan dan energi. Inovasi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengatasi tantangan lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Desember 2025

Kamis, 19 Februari 2026

Paus sperma dan fakta uniknya

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Laper Materi yang di upload pada tanggal 18 Juni 2024 dengan judul " fakta menarik ikan paus sperma". 

Paus sperma adalah salah satu makhluk yang memiliki fakta menarik dan termasuk dalam kelompok ikan paus bergigi serta sejumlah keistimewaan yang membuatnya berbeda dari jenis paus lainnya. Dalam video ini akan membagikan berbagai hal tentang paus sperma, mulai dari bentuk fisiknya hingga rahasia muntahan yang bernilai tinggi. 

Baca juga : Tentang ambergris ikan paus sperma

Hal pertama yang kenyataan dari paus sperma adalah bentuk kepalanya. Kepala besar berbentuk agak kotak menjadi ciri khas yang langsung membedakannya dari paus lain. Kulit di bagian belakang tubuhnya pun sering terlihat berkerut, menambah kesan unik pada penampilannya.

Selain itu, paus sperma memiliki otak terbesar di dunia hewan dimana otak jantan dewasa bisa mencapai berat rata-rata sekitar 7 kilogram. Tidak hanya itu, giginya juga luar biasa yang memiliki 20 hingga 26 pasang gigi berbentuk kerucut di rahang bawah, dan berat satu gigi saja bisa mencapai 1 kilogram, dan dapat diartikan betapa kuatnya rahang paus ini ketika berburu di lautan dalam.

Salah satu fakta lainnya adalah tentang muntahan paus sperma, atau sebutannya ambergris. Benda ini awalnya berwarna hitam dan berbau busuk ketika baru keluar dari tubuh paus. Namun, seiring berjalannya waktu, ambergris berubah menjadi harum seperti kasturi dan justru sangat dicari.

Ambergris memiliki banyak kegunaan, dalam dunia parfum yang berfungsi sebagai pengikat aroma agar wangi parfum bertahan lebih lama. Bangsa Arab dan Cina di masa lalu bahkan memanfaatkannya sebagai obat herbal untuk berbagai penyakit, mulai dari jantung hingga otak, dan juga sebagai afrodisiak. Tidak berhenti di situ, ambergris pernah digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan minuman, seperti anggur, cokelat, hingga mousse.

Menariknya, di Eropa pada abad ke-14, ambergris juga dipakai untuk mengatasi pencemaran udara saat wabah melanda. Keharumannya dianggap mampu menetralkan udara yang tercemar.

Paus sperma adalah penyelam ulung yang mana mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 1.000 meter untuk mencari makanan. Mangsa utamanya adalah cumi-cumi raksasa, yang juga hidup di kedalaman laut. Pertarungan antara paus sperma dan cumi-cumi raksasa sering digambarkan sebagai salah satu duel paling epik di alam.

Kemampuan menyelam ini didukung oleh tubuh yang luar biasa dan Paus sperma ini dapat menahan napas hingga lebih dari satu jam. Darahnya mampu menyimpan oksigen dalam jumlah besar, sehingga memungkinkan mereka bertahan di kedalaman yang gelap dan bertekanan tinggi.

Selain sebagai menjadi ikan predator puncak, paus sperma juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Kotorannga yang kaya nutrisi membantu menyuburkan plankton di permukaan laut. Plankton ini kemudian menjadi dasar rantai makanan bagi banyak organisme laut lainnya. Dengan kata lain, paus sperma ikut menjaga kehidupan laut tetap berkelanjutan.

Sejak berabad-abad lalu, manusia sudah tertarik dengan paus sperma. Pada masa lalu, paus ini diburu untuk diambil minyak dari kepalanya, yang disebut spermaceti, digunakan sebagai bahan lilin dan pelumas. Perburuan besar-besaran sempat membuat populasi paus sperma menurun drastis.

Kini, paus sperma dilindungi oleh berbagai peraturan internasional dan banyak negara melarang perburuan paus, dan hewan ini lebih sering dijadikan objek penelitian atau wisata pengamatan. Kehadiran paus sperma di lautan menjadi daya tarik besar bagi wisata bahari, sekaligus pengingat betapa pentingnya menjaga kelestarian laut.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Rabu, 18 Februari 2026

Inovasi teknologi pembenihan ikan nila di Sukabumi Menembus Pasar Nasional

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel KOMPASTV JAWA BARAT yang diupload pada tanggal 13 Februari 2026 dengan judul "Ikan Nila Sukabumi Tembus Pasar Nasional Berkat Inovasi Teknologi". 

Kabupaten Sukabumi kembali mencatatkan prestasi di sektor perikanan budidaya melalui inovasi teknologi pembenihan ikan nila yang dikembangkan oleh Deni Rusmawan di Cisaat. Sistem intensif berbasis inkubator RAS (Recirculating Aquaculture System) ini berhasil meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke seluruh Indonesia.

Teknologi ini memadukan sistem RAS dengan penggunaan indukan unggul seperti Nila Sakti. Air dalam kolam terus bersirkulasi sehingga kualitasnya tetap terjaga, mendukung pertumbuhan telur dan larva secara optimal. Dengan pengendalian suhu, kualitas air, serta perlindungan dari hama, tingkat kelangsungan hidup benih meningkat signifikan.

Keunggulan dibandingkan metode tradisional, efisiensi Lahan jika metode tradisional membutuhkan lahan 500–700 meter persegi untuk satu paket indukan, sistem intensif ini hanya memerlukan area sekitar 7 x 5 meter dengan waring atau hapa. Sementara keamanan Larva dimana inkubator melindungi telur dan larva dari predator maupun cuaca ekstrem dan Kelangsungan hidup tinggi yaitu faktor lingkungan yang terkendali membuat benih lebih sehat dan siap dipasarkan.

Kualitas benih yang dihasilkan membuat permintaan melonjak. Sepanjang tahun 2025, pesanan mencapai jutaan ekor benih. Produk ini dipasok untuk program revitalisasi Pantura oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatera hingga Papua.

Inovasi ini dinilai sebagai solusi efisien dan berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan pasar perikanan budidaya yang terus meningkat. Dengan teknologi pembenihan intensif, Sukabumi akan memperkuat posisi sebagai sentra perikanan juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026

Pembiakan ikan sturgeon yang langka di wilayah Fuyuan

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel New China TV yang diuplosd pada tanggal 13 Juni 2014 dengan judul "Rare sturgeon breeding center revived". Video ini memperlihatkan tentang pusat penangkaran ikan Sturgeon yang langka di wilayah Fuyuan setelah sempat hancur akibat bencana banjir. Pusat pembiakan sturgeon terbesar di Tiongkok yang terletak di Provinsi Heilongjiang, timur laut Tiongkok ini, saat ini sedang menetaskan 150.000 ekor ikan. 

Pusat penangkaran ini menggunakan bak yang terbuat dari plastik yang diperkuat serat kaca (fiberglass) untuk membesarkan bibit ikan Sturgeon. Sel-sel menetas menjadi bibit ikan, yang kemudian dipindahkan ke area pembesaran hingga mencapai panjang sekitar tujuh sentimeter sebelum akhirnya dilepaskan kembali ke sungai. 

Sebagian kecil ikan yang lebih besar tetap dipelihara di pusat tersebut untuk keperluan pembiakan mandiri di masa mendatang. Pada Agustus 2013, banjir bandang menyebabkan kematian ratusan ikan di pusat penangkaran ini.

Pasca bencana, para insinyur dari administrasi perikanan provinsi bekerja keras untuk membiakkan bibit baru dan berhasil memanen 170.000 sel serta menetaskan sekitar 150.000 bibit ikan Sturgeon. Ikan Sturgeon liar ditangkap dari bagian Sungai Heilongjiang di wilayah Fuyuan untuk proses inkubasi buatan.

Setelah sekitar satu bulan proses inkubasi dan pembesaran, bibit-bibit tersebut dilepaskan kembali ke Sungai Heilongjiang. Mengingat populasi ikan Sturgeon liar di Sungai Heilongjiang yang hampir punah, pembiakan buatan menjadi salah satu pilihan terakhir untuk menjaga kelangsungan hidup spesies ini.

Berdasarkan info lainnya ditempat ini memiliki Museum Ikan Fuyuan yang memamerkan berbagai spesimen sturgeon dan memberikan edukasi mengenai ekosistem air tawar, dan
Nilai ekonominya ikan sturgeon dari wilayah ini bernilai sangat tinggi, baik untuk daging maupun kaviarnya, dengan hasil tangkapan besar yang bernilai ratusan ribu yuan.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Senin, 16 Februari 2026

Modifikasi oven gas menjadi alat pemanas air menjadi hangat

Artikel kali ini adalah tentang pengalaman admin memakai oven yang biasanya digunakan untuk membuat kue atau roti yaitu untuk digunakan sebagai menjadi heater atau pemanas air menjadi air panas atau menjadi hangat. Oven ini hanya dilakukan modifikasi sederhana dengan biaya yang terjangkau seperti menambah alat media seng sebagai tempat untuk memanaskan air dalam oven

Menariknya dari oven berbahan stainles ini, api yang dihasilkan dari bahan bakar gas terdapat 2 hasil dari pemanasannya yaitu dari hasil pembakaran dan udara panas yang sebenarnya berasal dari hasil pembakaran air di dalam media seng. Media seng dibuat sebagai tungku berbentuk kotak dan datar yang bisa menampung air dingin dari selang berisi limpahan air hasil transfer dari pompa submersible. Cara ini sangat efektif karena dibantu dari pemanasan api dan udara yang panas di dalam oven tersebut. 

Oven gas menjadi water heater untuk air hangat di kolam terpal
Oven gas menjadi water heater
untuk air hangat di kolam terpal

Sebagai info bahan bakar gas menggunakan gas melon masih yang terisi penuh, pada hari pertama menggunakan sekitar 4 jam dan pada hari kedua sekitar 6 jam dan panas yang dihasilkan stabil. Pada hari pertama sempat dilakukan 2 tungku bakar dan pada hari kedua hanya 1 tungku saja karena ada perbandingan serta modifikasi media bakar airnya, ternyata pada hari kedua alat media bakarnya yang terbuat dari bahan seng lebih optimal dibanding hari ke pertama. 

Awal ide membuat pemanas air ini adalah karena terinspirasi untuk membuat air hangat kuku atau lebih cenderung ke air yang adem hangatnya dengan cara membuat sentral atau terpusat. Dikarenakan mesin pemanasnya sudah tidak berfungsi lagi, maka ada ide untuk mengolah air dalam tandon ukuran besar yang airnya sangat dingin untuk diolah menjadi air hangat adem menggunakan mesin pemanas rangkaian sendiri dengan mensirkulasikan air berulang-ulang ke alat pemanas tersebut sehingga dalam waktu tertentu suhunya bisa berangsur naik. 

Secara teknis, ini berarti air yang berada di wadah seng menerima energi panas melalui dua mekanisme, panas dari api merambat melalui seng yang bersentuhan langsung dengan nyala api. Sementata udara panas di dalam oven ikut memanaskan permukaan wadah seng dan air di dalamnya

Kombinasi konduksi dan konveksi membuat proses pemanasan lebih cepat dibanding hanya mengandalkan api langsung. Bisa dikatakan efisiensi ganda dimana panas tidak hanya berasal dari api, tetapi juga dari udara panas yang terjebak. Udara panas ini menyelimuti wadah seng, sehingga permukaan seng yang tidak langsung terkena api tetap menerima energi panas. Panas dari udara kemudian berpindah ke air melalui dinding seng.

Apakah ada cara lain lagi agar ada konveksi? Menurut info dan berdasarkan pengalaman ada beberapa cara lain untuk memperkuat proses konveksi agar pemanasan air lebih efektif. Cara memperkuat konveksi, dengan adanya kipas, udara panas di dalam oven akan lebih cepat bersirkulasi. Aliran udara yang bergerak membuat panas lebih merata dan mempercepat transfer energi misalnya ke wadah seng.

Menurut info lain, Jika oven dimodifikasi dengan lubang kecil untuk aliran udara, maka udara panas akan bergerak lebih dinamis. Perbedaan tekanan antara bagian dalam dan luar oven bisa mendorong konveksi alami. Meletakkan wadah seng sedikit lebih tinggi dari sumber api memungkinkan udara panas naik dan menyelimuti wadah secara lebih merata. Pada prinsipnya udara panas selalu bergerak ke atas, sehingga posisi wadah sangat menentukan.

Menggunakan material penghantar panas tambahan, misalnya menaruh pelat logam tipis di sekitar wadah seng, karena pelat ini akan menyerap panas dari udara, lalu memancarkannya kembali ke wadah seng, sehingga konveksi dan radiasi bekerja bersamaan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Minggu, 15 Februari 2026

Berburu kutu air di alam di genangan air

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Uzi Pramaulana yang diupload pada tanggal 5 Agustus 2020 dengan judul " Tips mencari lokasi kutu air || tanda-tanda tempat yang banyak kutu airnya


Kutu air adalah salah satu jenis pakan alami terbaik yang wajib diketahui oleh setiap penghobies ikan hias, terutama bagi yang sedang membesarkan burayak anakan ikan usia 0 hingga 30 hari. seperti diketahui kutu air kaya akan protein dan nutrisi yang sangat mendukung percepatan pertumbuhan dan perkembangan ikan hias kecil. 

Daripada terus-menerus membeli di toko ikan, video dokumentasi ini memberikan panduan praktis untuk mendapatkan "bibit" pakan alami ini langsung dari alam liar sebuah cara yang efektif dan hemat biaya. Kuncinya adalah mengetahui lokasi yang tepat dan ciri-ciri air yang disukai oleh populasi kutu air.  

Untuk memastikan hasil panen yang maksimal dan berkelanjutan, ada beberapa kriteria lokasi yang harus dicari. Kriteria pertama adalah kondisi air yaitu cari genangan air yang tidak mengalir atau hanya mengalir sangat sedikit. Kutu air membutuhkan lingkungan yang relatif stagnan agar populasinya konsisten dan dapat berkembang biak tanpa terbawa arus. 

Kriteria lainnya adalah kualitas visual air yaitu pilihlah genangan yang airnya tidak terlalu keruh dan bagian dasarnya masih terlihat jelas. Air yang terlalu keruh akan menyulitkan pemanen membedakan kutu air dari makhluk kecil lainnya. Terakhir, cari genangan yang kedalamannya dangkal. Hal ini penting karena kutu air cenderung berada di bagian dasar, sehingga air dangkal akan mempermudah saat menyerok menggunakan jaring halus.  

Proses pengambilan kutu air yang didapatkan dari alam liar ini selain berfungsi dan menjadi langkah awal yang penting untuk budidaya pakan mandiri dan kutu air yang sudah terkumpul dapat dijadikan starter atau indukan untuk dikembangbiakkan di rumah misalnya di bak atau ember.

Perlu diketahui juga bahwa hasil panen dari alam liar ini tidak bertahan lama jika disimpan. Disarankan agar tidak menyetok terlalu banyak karena menurut admin channel kutu air dari alam liar yang ditampung hanya akan bertahan sekitar dua hari. 

Oleh karena itu, panen sebaiknya dilakukan setiap hari sesuai kebutuhan, dan yang terpenting, selalu sisakan sebagian populasi di lokasi penangkapan untuk memastikan kutu air dari alam terus berkembang biak. 

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Februari 2026

Jumat, 13 Februari 2026

Panen ikan botia ukuran besar di kolam pak ges

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel pak ges yang diupload pada tanggal 8 November 2020 dengan judul "monster clown loach.panen ikan BOTIA dan nyeleksi ukuran". Dalam video ini memperlihatkan proses pemanenan, seleksi, hingga pengemasan ikan Botia memberikan gambaran bagaimana hobi memelihara ikan hias bisa berkembang menjadi usaha yang menguntungkan.


Ikan Botia dapat dikatakan menyimpan potensi besar sebagai sumber penghasilan yang dijelaskan oleh admin saat memanen ikan cantik berukuran besar. Ikan hasil tangkapan nelayan ini ditampung terlebih dahulu di kolam khusus, kemudian diseleksi berdasarkan ukuran. Setelah itu, ikan ditempatkan di aquarium sesuai kategori agar lebih tertata sebelum dikirim ke pelanggan. Proses aklimatisasi biasanya dilakukan selama 1 sampai 3 hari di aquarium.

Ada teknik khusus dalam pengemasan ikan Botia berukuran besar yaitu cara memegang ikan dilakukan dengan hati-hati agar tetap tenang, karena ikan ini memiliki patil atau duri tajam yang bisa merobek plastik jika tidak ditangani dengan benar. Dengan teknik yang tepat, risiko kebocoran plastik dapat diminimalkan sehingga ikan tetap aman sampai ke tangan pembeli. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis ikan hias endemik ini membutuhkan keterampilan teknis agar kualitas tetap terjaga.

Lebih jauh, video tersebut juga menyampaikan pesan motivasi dimana hobi memelihara ikan jangan berhenti pada kesenangan saja, jika ada penawaran harga yang menguntungkan, menjual ikan bisa menjadi langkah bijak untuk memutar modal dan membeli stok baru. Dengan strategi ini, hobi bisa berkembang menjadi bisnis berkelanjutan yang mendatangkan keuntungan. Admin juga menekankan bahwa hobi yang dikelola dengan baik dapat menjadi investasi jangka panjang.

Pesan yang ditujukan kepada generasi muda juga sangat relevan yaitu selagi masih muda dan bertenaga, penting untuk giat mencari rezeki, menabung, dan berinvestasi demi masa depan. Uang akan cepat habis jika tidak dikelola dengan bijak, apalagi ketika usia bertambah dan tenaga berkurang. Semangat kerja keras sejak dini akan menjadi bekal berharga untuk menghadapi masa depan yang lebih stabil. 

Video ini mendapat banyak perhatian dari para penonton dan beragam komentar mulai dari pertanyaan teknis hingga dukungan, hal ini menunjukkan bahwa konten seputar ikan hias memang diminati oleh penghobies juga oleh calon pembeli yang ingin belajar lebih jauh tentang peluang usaha di bidang pembesara ikan hias cantik ini.

Salah satu komentar yang cukup menarik adalah pertanyaan mengenai persiapan kolam tanah untuk ikan Botia dan ingin tahu langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan agar kolam siap digunakan. Pertanyaan ini menandakan adanya ketertarikan untuk mencoba beternak ikan Botia sendiri. Selain itu, ada juga komentar yang menanyakan cara melakukan pemesanan, bahkan langsung menanyakan nomor kontak dan asal kota sang pembuat video. Hal ini jelas menunjukkan bahwa video ini memancing minat pasar dan membuka peluang transaksi.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Kamis, 12 Februari 2026

Beli emas, tanam sayur atau pelihara ayam?

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Tsabit Garden yang diupload pada tanggal 25 Oktober 2025 dengan judul " Krisis Datang Lagi: Beli Emas, Tanam Sayur, atau Pelihara Ayam?". 

Dalam video berdurasi sekitar 5 menit ini admin channel menjelaskan apa yang perlu dilakukan dalam hal memutar uang apakah dengan investasi emas atau investasi aset hidup seperti berkebun atau beternak seperti budidaya sayuran hingga hewan unggas di lahan yang memadai. 


Di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, hingga biaya listrik, masyarakat kembali dihadapkan pada kekhawatiran krisis ekonomi dan meningkatnya beban hidup. 

Hal yang akan timbul mendorong orang untuk mengambil langkah cepat, dengan sebagian memilih mengamankan aset dalam bentuk emas, sementara yang lain mencari strategi bertahan hidup yang lebih praktis dengan caranya masing-masing. 

Hal ini penting untuk keberlangsungan finansial yaitu manakah pilihan terbaik untuk menghadapi masa-masa yang ada penambahan tekanan hidup, apakah dengan membeli emas sebagai penjamin nilai, menanam sayur untuk kemandirian pangan atau memelihara ayam sebagai sumber protein dan aset hidup yang sangat bisa berkembang dengan cara dibudidayakan secara intensif. 

Secara historis dan pada umunya emas dikenal sebagai simbol keamanan dan pelindung nilai safe haven yang nilainya diakui di seluruh dunia. Sudah dari sejak lama orang telah menyimpan emas untuk melindungi hartanya dari dampak inflasi karena nilainya relatif stabil, mudah dijual dan diakui. 

Akan tetapi, dalam video animasi bergambar ini menjelaskan bahwa meskipun emas memberikan rasa aman, emas memiliki keterbatasan karena sifatnya yang pasif dan tidak produktif, dimana emas digambarkan sebagai "tempat berlindung, bukan mesin uang". 

Artinya, jika seseorang memiliki 10 gram emas hari ini, setahun mendatang jumlah fisiknya akan tetap 10 gram, yaitu emas tidak bertambah banyak dan tidak menghasilkan aliran kas secara langsung walaupun nilainya cenderung bertambah dari tahun ke tahun. 

Di masa krisis, kebutuhan akan aset yang bisa menghasilkan atau menjadi sumber penghidupan sehari-hari mungkin menjadi lebih penting daripada sekadar aset yang nilainya hanya disimpan. 

Sebaliknya, berkebun atau beternak seperti menanam sayur dan memelihara ayam mewakili jenis aset yang produktif dan memberikan kemandirian, meskipun terkesan sebagai aktivitas kecil. 

Menanam sayuran di halaman, seperti memiliki 20 pot cabai, dapat menjadi sumber penghasilan kecil yang stabil atau, minimal, menghemat pengeluaran belanja harian untuk komoditas sayuran seperti kangkung, bayam dan seledri. 

Pilihan ini akan membuat kemandirian pangan, dimana seseorang tidak sepenuhnya bergantung pada fluktuasi pasar. Sementara itu, dengan memelihara ayam semisal ayam kampung dianggap sebagai aset hidup yang sering diremehkan namun produktif. 

Dengan modal awal yang relatif kecil, ternak ini dapat menyediakan telur, daging dan bahkan pupuk organik dari kotorannya. Keunggulan dari beternak sendiri adalah kemampuannya untuk berkembang biak. 

Berbeda dengan emas yang diam, ayam bisa bertumbuh dari 10 ekor menjadi 30 atau 50 ekor, artinya nilainya bertambah secara organik dan menjadi sumber protein yang kebutuhannya tetap tinggi bahkan saat krisis. 

Kesimpulannya, dalam menghadapi krisis, strategi terbaik upayakan untuk menyeimbangkan antara keamanan dan produktivitas. Uang sebaiknya dimanfaatkan secara produktif, seperti membeli sedikit emas bisa jadi pegangan finansial, namun alokasi dana untuk usaha produktif seperti berkebun atau beternak sangat dianjurkan.

Strategi terbaik adalah menggabungkan ketiganya secara proporsional menyimpan sedikit emas sebagai cadangan finansial, menanam sayur untuk konsumsi harian dan penghematan di dapur, serta memelihara ayam sebagai sumber protein sekaligus aset hidup yang dapat berkembang. 

Di masa-masa sulit, yang paling mampu bertahan bukanlah yang terkuat, melainkan bagi yang paling cepat beradaptasi. Adaptasi ini bisa dimulai dari langkah sederhana yaitu dengan mengubah hal kecil seperti menanam sayuran atau memelihara ternak di belakang rumah menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan dan akan menumbuhkan aset

Dengan ini, seseorang akan mampu bertahan juga tumbuh dan bangkit menghadapi ketidakpastian. Karena di masa sulit, yang paling mampu adalah seseorang yang paling cepat beradaptasi seperti yang dijelaskan dalam video yang menginspirasi ini. 

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Februari 2026

Rabu, 11 Februari 2026

Sumbu api dari bahan serabut baja tahan lama

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel youtube luar negeri yang sangat inovatif yaitu LastBush Survival yang diupload pada tanggal 18 Desember 2024 dengan judul "How To Make an INFINITE CANDLE Wick – Burns Forever!". Walaupun video ini tidak suara dari admin channel namun para penonton videonya bisa memahami apa yang dilakukan karena di lakukan dengan cara yang sederhana sekali namun banyak faedahnya.

Konsep lilin dengan sumbu "abadi" muncul dari gagasan sederhana yaitu mengganti sumbu tradisional seperti kapas dengan serabut baja. Baja memiliki titik lebur yang sangat tinggi sehingga tidak akan ikut terbakar habis seperti kapas. Dengan begitu, sumbu baja hanya berfungsi sebagai media kapiler yang menarik cairan lilin ke atas untuk dibakar, sementara yang benar-benar terbakar tetaplah lilin itu sendiri,  hasilnya, sumbu tetap utuh dan bisa digunakan berulang kali.

Untuk membuatnya, bahan yang dibutuhkan pun sangat mudah ditemukan dan hanya perlu serabut baja halusnyang umumnya digunakan untuk menggosok alat memasak di dapur, lilin parafin atau lilin bekas, wadah logam kecil seperti kaleng atau wadah lilin tealight, serta alat serbaguna untuk memotong dan menjepit serabut baja. Dari bahan sederhana ini, tercipta sebuah lilin yang berbeda dari biasanya.

Langkah pembuatannya cukup sederhana yaitu ambil sedikit serabut baja lalu pelintir hingga membentuk tali kecil yang padat menyerupai sumbu. Setelah itu, masukkan ke penyangga sumbu pada wadah lilin. Isi wadah dengan lilin cair atau potongan lilin bekas, lalu letakkan sumbu baja di tengah. Saat dinyalakan, api akan menyala seperti lilin biasa, namun sumbunya tidak akan habis.

Keunggulan dari lilin ini adalah perawatannya yang sangat mudah dan tidak perlu mengganti sumbu, cukup tambahkan lilin baru ke dalam wadah ketika mulai menipis. Dengan cara ini, lilin bisa digunakan berulang kali tanpa khawatir kehabisan sumbu. Konsep ini sangat praktis untuk situasi tertentu seperti saat berkemah dan camping di alam bebas.

Meski terlihat sederhana, tetap ada hal yang perlu diperhatikan dengan menggunakan wadah yang tahan panas dan letakkan lilin di tempat yang aman. Api dari lilin dengan sumbu baja bisa bertahan lama, sehingga penting untuk selalu mengawasi penggunaannya. Dengan sedikit kreativitas. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Selasa, 10 Februari 2026

Merawat burayak manfish agar sehat

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Prie Java yang diupload pada tanggal 5 Februari 2021 dengan judul "Tips agar burayak ikan manfish tak mudah mati dan hidup banyak sampai besar". 

Merawat burayak manfish memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian, terutama bagi pemula yang baru mencoba membudidayakan ikan hias ini. Salah satu hal penting yang sering diabaikan adalah kualitas air. Banyak orang terbiasa menggunakan obat anti jamur berupa “air biru”, padahal pengalaman praktis menunjukkan bahwa daun ketapang jauh lebih efektif. 

Daun ketapang tidak hanya menjaga kualitas air tetap stabil, tetapi juga membuat kondisi alami yang mendukung pertumbuhan burayak. Dengan cara ini, tingkat kelangsungan hidup burayak bisa lebih tinggi, sehingga peluang mereka tumbuh besar pun semakin besar.

Selain kualitas air, pemberian pakan juga menjadi faktor penentu dimana burayak yang baru belajar berenang sangat bergantung pada ketepatan waktu pemberian pakan. Jika telat, risiko kematian meningkat karena ikan yang masih kecil ini belum mampu bertahan lama tanpa makanan. Artemia digunakan sebagai pakan terbaik untuk fase awal karena ukurannya kecil dan kandungan nutrisinya tinggi. 

Namun, jika artemia sulit didapat kutu air  bisa menjadi alternatif yang baik. Seiring bertambahnya usia, burayak dapat diberi jentik nyamuk, yang lebih besar dan sesuai dengan kemampuan mulut mereka. Pergantian jenis pakan ini harus dilakukan secara bertahap agar burayak bisa beradaptasi dengan baik.

Kualitas air yang menurun juga sering menjadi penyebab kematian burayak. Jika terlihat ada burayak yang mati setiap hari, meskipun hanya satu atau dua ekor, itu pertanda bahwa kondisi air sudah tidak ideal. Langkah terbaik adalah segera memindahkan burayak ke wadah atau akuarium baru yang airnya sudah diendapkan selama dua hingga tiga hari. Air yang segar dan bebas dari bau tidak sedap akan membantu burayak bertahan hidup lebih lama. Dengan begitu, siklus kematian beruntun bisa dihentikan dan populasi burayak tetap terjaga.

Perawatan yang konsisten akan terlihat hasilnya dalam beberapa minggu. Contohnya, burayak yang berusia sekitar 2 bulanan dapat tumbuh hingga seukuran kuku jempol tangan. Jika dirawat dengan baik, jumlahnya bisa mencapai ratusan ekor, seperti yang ditunjukkan dalam video dengan sekitar 400 ekor burayak yang sudah dipindahkan ke kolam terpal. 

Hal ini membuktikan bahwa kombinasi antara penggunaan daun ketapang, manajemen pakan yang tepat, serta pemindahan wadah saat diperlukan benar-benar efektif dalam menjaga kelangsungan hidup burayak manfish. Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana ini, pemula sekalipun bisa berhasil membesarkan burayak hingga menjadi ikan dewasa yang sehat dan indah.  

Video yang membahas tips merawat burayak manfish ternyata memancing banyak komentar dari para penonton, terutama mereka yang pernah mengalami kesulitan dalam membesarkan anak ikan ini. Komentar-komentar tersebut memperlihatkan pentingnya berbagi pengalaman, sekaligus menjadi wadah diskusi antara pemula dan admin channel.

Salah satu komentar yang cukup menarik datang dari seorang penonton yang mengaku sering gagal ketika menggunakan “air biru”. Ia menulis, “Pantes saya pake air biru mati terus. Alhamdulillah ilmunya bg, makasih sukses terus.” Komentar ini kemudian dijawab oleh admin channel dengan penuh empati dan pengalaman pribadi “Amiin, sama bang dulu awal-awal saya juga pake air biru, tapi gagal terus sampai pusing 😀. Terima kasih juga bang sudah mampir 🙏.” Jawaban tersebut menunjukkan bahwa kegagalan adalah hal yang wajar di awal, namun bisa diatasi dengan mencoba metode lain seperti penggunaan daun ketapang.

Ada pula komentar lain yang lebih panjang, berisi curahan pengalaman seorang penonton yang sudah berulang kali mencoba namun hasilnya tetap mengecewakan. Ia menulis, “Berulang kali bisa berenang. Berulang kali juga pada mati semua 😥. Dari media baskom, sterfom box. Pakan artemia. Ketapang/obat biru. Solusi ke depannya gimana bang?” Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh admin channel dengan nasihat yang menenangkan: “Sabar dan telaten bang, sambil mengamati penyebab kematian, nanti juga ketemu jalannya. Coba burayaknya ditempatin di akuarium, airnya kurang lebih 15 cm saja 🙏.”

Dari interaksi tersebut terlihat bahwa komunitas pecinta ikan hias, khususnya manfish, saling mendukung dan berbagi pengalaman. Admin channel tidak hanya memberikan tips teknis, tetapi juga dorongan moral agar para pemula tetap sabar dan telaten. Diskusi di kolom komentar menjadi bukti bahwa proses belajar merawat burayak memang penuh tantangan, namun dengan kesabaran dan pengamatan yang baik, jalan keluar akan ditemukan.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Senin, 09 Februari 2026

Efisiensi Pemanasan Air Menggunakan Media Pipa Tembaga Coil

Memanaskan air dengan metode pipa tembaga berbentuk kumparan atau dalam bentuk coil adalah salah satu cara penukar panas (heat exchanger) paling efektif yang telah lama digunakan oleh orang-orang yang membutuhkan air hangat. Prinsip yang mendasari metode ini adalah pemanfaatan konduktivitas termal tembaga yang terbilang tinggi, yang memungkinkan energi panas dari sumber api berpindah ke air di dalam pipa dengan hambatan yang minimal. 

Memanaskan air dengan pipa tembaga bukan berbentuk spiral yang terhubung dengan selang air dari pompa celup dapat menghasilkan air yang cukup hangat.

Bentuk kumparan atau coil sengaja dipilih bukan hanya untuk menghemat ruang, melainkan untuk memaksimalkan luas permukaan pipa yang bersentuhan langsung dengan sumber panas. Semakin luas permukaan yang terpapar api, semakin cepat pula molekul air di dalamnya mencapai titik didih atau suhu yang diinginkan, sehingga proses pemanasan menjadi jauh lebih efisien dibandingkan menggunakan wadah konvensional. 

Dalam perancangannya, pemilihan tembaga sebagai material didasarkan pada karakteristik fisikanya yang unggul dibandingkan logam lain seperti besi atau baja tahan karat (stainless steel). Tembaga ini unggul dalam menghantarkan panas juga memiliki ketahanan alami terhadap korosi air panas dan sifat antimikroba yang menjaga kualitas air tetap higienis. 

Ketika pipa tembaga ini terbakar, terjadi transfer panas secara konduksi dari dinding luar pipa ke dinding dalam, yang kemudian diteruskan secara konveksi ke aliran air di dalamnya. Jika sistem ini dirancang dengan aliran sirkulasi yang tepat baik secara alami melalui efek termosifon maupun dengan bantuan pompa pengguna dapat memperoleh pasokan air panas secara instan dan berkelanjutan. 

Namun, di balik efisiensinya, terdapat aspek keamanan dan pemeliharaan teknis yang perlu diperhatikan secara saksama untuk menghindari risiko kecelakaan. Salah satu tantangan dalam sistem pemanas air coil adalah manajemen tekanan uap air yang terjebak di dalam kumparan yang sangat panas dapat berubah menjadi uap bertekanan tinggi dengan cepat. Tanpa adanya katup pengaman tekanan resiko pipa pecah atau meledak bisa kemungkinan besar bisa terjadi.

Selain itu, masalah penumpukan kerak mineral atau scaling di dalam pipa kecil sering terjadi jika air yang digunakan memiliki tingkat kesadahan yang tinggi. Kerak ini bertindak sebagai isolator yang menghalangi perpindahan panas, sehingga lama-kelamaan efisiensi pemanas akan menurun dan pipa berisiko mengalami keretakan akibat panas berlebih (overheating)

Penggunaan pipa tembaga berbentuk coil yang dibakar merupakan solusi cerdas untuk sistem pemanas air yang cepat dan handal, asalkan dibangun dengan standar keamanan yang ketat. Penggunaan material berkualitas, perhitungan diameter pipa yang sesuai dengan debit air, serta penempatan sumber api yang stabil adalah kunci  keberhasilan dari sistem pemanas air ini. Baik digunakan untuk aplikasi pemanas air sederhana di rumah maupun untuk kebutuhan boiler skala kecil, teknologi ini tetap menjadi standar dalam dunia termodinamika karena kesederhanaan desain dan performa termal yang dihasilkan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Februari 2026

Minggu, 08 Februari 2026

Strategi bisnis sukses Nabi Muhammad SAW

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel MAJU SATU LANGKAH yang diupload pada tanggal 1 Februari 2026 dengan judul "CARA KAYA TANPA MODAL UANG Tiru Strategi Bisnis Nabi Muhammad Bukan Teori!". 


Banyak orang mengurungkan niat untuk berbisnis karena merasa tidak memiliki modal uang. Namun, jika kita menilik sejarah, Nabi Muhammad SAW telah membuktikan bahwa kekayaan luar biasa bisa dibangun tanpa warisan harta yang melimpah. Di usia 25 tahun, beliau mampu memberikan mahar senilai puluhan ekor unta dan belasan ons emas nilai yang jika dikonversi saat ini mencapai miliaran rupiah. 

Baca juga : Keajaiban Sedekah dan Kisahnya

Bagaimana hal itu mungkin bagi seorang yatim piatu? Jawabannya ada pada strategi bisnis cerdas yang jauh melampaui sekadar mencari keuntungan materi. Berikut adalah poin-poin penting strategi bisnis Rasulullah yang bisa diterapkan saat ini.

Kesalahan terbesar pengusaha pemula adalah menganggap uang sebagai modal nomor satu. Dalam strategi Nabi, modal utama adalah kepercayaan diamana saat sejak remaja, beliau membangun personal branding dengan gelar Al-Amin (yang terpercaya).

Reputasi inilah yang membuat investor besar seperti Khadijah berani menyerahkan barang dagangannya untuk dikelola tanpa modal uang dari pihak Nabi. Sistem ini dikenal sebagai Mudarabah (bagi hasil). Pelajaran bagi kita yaitu jika tidak punya uang, bangunlah reputasi. Investor tidak hanya berinvestasi pada ide, tetapi pada integritas orang yang menjalankannya.

Strategi kedua yang sangat relevan dengan dunia belanja online saat ini adalah keterbukaan total. Nabi Muhammad SAW melarang keras menjual barang cacat tanpa menjelaskan kekurangannya kepada pembeli.

Berbeda dengan teknik pemasaran modern yang sering menggunakan foto editan berlebih, Nabi justru memberitahukan kekurangan barangnya terlebih dahulu. Kejujuran ini bukannya membuat rugi, justru membangun loyalitas pelanggan seumur hidup. Pelanggan merasa aman karena tahu tidak akan ditipu, yang pada akhirnya membuat dagangan justru lebih laris.

Nabi Muhammad SAW adalah seorang pengusaha yang visioner. Beliau melakukan ekspansi ke lebih dari 17 wilayah, termasuk Bahrain,Syam dan Yaman. Sebelum berangkat, beliau melakukan apa yang sekarang disebut riset pasar mencari tahu apa yang benar-benar dibutuhkan penduduk di wilayah tujuan.

Selain itu, tingkat pelayanan beliau sangat luar biasa. Ada juga kisah dimana beliau menunggu pelanggan selama 3 hari di tempat perjanjian hanya demi menepati janji transaksi. Disiplin dan komitmen terhadap janji inilah yang menjadi standar pelayanan tingkat tinggi yang sulit ditandingi.

Kunci kesuksesan bisnis Nabi Muhammad SAW adalah mencari keberkahan (Barokah). Profit yang besar tidak akan ada artinya jika tidak membawa ketenangan hati dan kebaikan bagi keluarga.

Nabi mengajarkan bahwa bisnis adalah ladang ibadah yaitu pedagang yang jujur memiliki kedudukan mulia di akhirat nanti. Dengan melandaskan bisnis pada kejujuran dan niat ibadah, rezeki akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Menjadi kaya tanpa modal uang adalah hal yang sangat mungkin jika kita menggantinya dengan "modal sosial" berupa karakter yang kuat, kejujuran yang radikal, dan riset yang mendalam. Strategi ini bukan sekadar teori, melainkan langkah nyata yang telah terbukti dalam sejarah untuk membangun kekayaan yang berkelanjutan dan berkah.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Februari 2026

Habitat ikan botia yang cenderung menurun di alam

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Koko ikan A4 yang diupload pada tanggal 2 November 2025 dengan judul "Bagaimana Ikan Botia Indonesia Bisa Terancam Punah? Ini Kesalahan Manusia yang Fatal!". Dalam video ini admin menjelaskan mengenai ancaman kepunahan ikan Botia Indonesia dan pentingnya pelestarian habitat aslinya. 

Ikan Botia atau sebutannya Clown Loach merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar paling terkenal dari Indonesia. Keindahan tubuhnya yang berwarna oranye terang dengan tiga garis hitam tebal menjadikannya primadona di pasar ikan hias internasional. Habitat alaminya berada di sungai-sungai besar di Pulau Kalimantan dan Sumatra, seperti Sungai Batanghari di Jambi, Sungai Kapuas di Kalimantan Barat, dan Sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Sungai-sungai ini memiliki arus yang relatif tenang, dasar berpasir, serta kualitas air yang jernih dan kaya oksigen kondisi ideal bagi ikan Botia untuk tumbuh dan berkembang. 

Baca juga : Fakta ikan Botia macrachantus tiger / badut 

Botia dikenal sebagai ikan yang aktif, lincah, dan memiliki sifat sosial yang kuat. Ikan badut air tawar ini lebih sehat dan tidak mudah stres jika dipelihara dalam kelompok, karena di alam liarnya pun hidup berkoloni. Kumis atau sungut kecil di sekitar mulutnya berfungsi sebagai alat peraba untuk mencari makanan di dasar sungai. Sebagai ikan omnivora, Botia memakan alga, cacing, serangga kecil hingga sisa organik. Peran ekologisnya sangat penting dimana membantu menjaga kebersihan dasar sungai dengan mengurai sisa-sisa organik, sehingga ekosistem tetap seimbang.

Sayangnya, populasi alami Botia kini menurun sementara permintaan ekspor yang tinggi membuat penangkapan dari alam dilakukan secara besar-besaran. Selain itu, kerusakan habitat akibat pencemaran air, penebangan liar di sekitar sungai, serta alih fungsi lahan memperparah kondisi. Sungai yang dulunya jernih kini banyak tercemar limbah industri dan rumah tangga, sehingga kualitas air menurun dan mengganggu siklus hidup Botia.

Upaya budidaya Botia melalui teknik induced breeding (pemijahan buatan) masih menghadapi banyak kendala. Botia membutuhkan kondisi air yang sangat spesifik: arus stabil, kadar oksigen tinggi, serta suhu yang konsisten. Tidak mudah membuat kondisi tersebut di penangkaran. Namun, para peneliti di Indonesia terus berinovasi untuk menemukan metode pemijahan yang efektif, agar ketergantungan pada tangkapan alam bisa dikurangi. 

Baca juga : Penangkaran Botia di Depok

Pelestarian Botia tidak hanya soal budidaya, tetapi juga melibatkan edukasi masyarakat. Botia adalah spesies endemik yang menjadi bagian dari identitas bangsa. Dengan regulasi penangkapan yang ketat, pengawasan perdagangan, serta promosi ekspor berbasis konservasi, Botia berpotensi menjadi ikon nasional perikanan hias yang berkelanjutan.

Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal sangat penting. Program konservasi berbasis komunitas dapat mengajarkan pentingnya menjaga sungai, mengurangi pencemaran, dan melestarikan hutan di sekitar aliran sungai. Dengan begitu, habitat alami Botia tetap terjaga.

Melestarikan ikan Botia berarti menjaga warisan alam nusantara dan merupakan simbol kekayaan biodiversitas Indonesia yang diakui dunia. Jika langkah konservasi dilakukan dengan serius, generasi kedepannya akan mengenal Botia juga dapat melihat langsung keindahannya di sungai-sungai tropis Indonesia.

Semoga infonya bermanfaat. 




Kuningan Februari 2026

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan