![]() |
| Resun LP 100 |
Menurut pakar bioflok Bapak Adi Sucipto bahwa untuk ukuran kolam diameter 4 membutuhkan aerasi persatu titik sekitar 10 liter permenit, kita bisa melihat videonya di Channel youtube Gatot Sulistio yang mana saat Pak Adi Sucipto di wawancara Elshinta TV dalam acara budidaya ikan nila.
Dengan aerasi yang kuat maka kebutuhan oksigen serta flok (gumpalan) yang dibutuhkan ikan sebagai pakan dapat tercukupi. Sebagai contoh untuk kolam berdiameter 4 dibutuhkan 8 titik aerasi. Memang dalam budidaya kolam sistem ini semburan udara aerator sangat mempengaruhi sekali karena kepadatan ikan yang ditebar sangat tinggi. Makanya sistem ini cocok sekali untuk wilayah yang airnya terbatas.
Bisa di modifikasi
Produk LP 100 juga bisa dimodifikasi agar semburan udaranya sangat kencang, rekan-rekan dapat melihat video youtube di channel Sri Wiyono judulnya Cara pemasangan dan meningkatkan daya dorong mesin aerator untuk kolam ikan lele (Gubuk Lele Farm) .
![]() |
| Screenshot video modifikasi Resun LP 100 |
Ikut modifikasi
Saya pribadi juga sudah pernah ikut memodifikasi aerator resun besar ini dengan bantuan pipa paralon yang disarankan oleh Youtuber tersebut, namun hasilnya kurang memuaskan karena tidak sesuai dengan sistem yang disarankan, karena hanya bagian depannya saja (nanggung) :D.
Modalnya juga cukup besar karena semua cabang saluran udara harus menggunakan paralon, setelah itu outputnya memakai selang aerator dibuat pendek tidak memanjang.
Modalnya juga cukup besar karena semua cabang saluran udara harus menggunakan paralon, setelah itu outputnya memakai selang aerator dibuat pendek tidak memanjang.
Youtuber itu berhasil memasukan ke beberapa kolam dengan tiga titik aerator perkolam. Jika melihat videonya tekanan udaranya terdengar sangat powerful walaupun sudah banyak pemakaian titik aerasi dikolam.
Karena saya belum memaksimalkan caranya maka ada baiknya jika rekan semua yang kebetulan membaca artikel ini jangan terburu-buru beli peralatan pendukung untuk memaksimalkan dorongan anginnya seperti paralon dan sebagainya, namun pelajari dulu videonya dengan teliti.
Instalasi seadanya
Ada sedikit cerita pengalaman ketika pertama kali memasang aerator ini seadanya. Yaitu hanya mengandalkan selang aerasi saja, maksudnya dari aerator langsung disambungkan ke lubang berjumlah 32 titik yang sudah disediakan oleh standar pabrik.
Karena saya belum memaksimalkan caranya maka ada baiknya jika rekan semua yang kebetulan membaca artikel ini jangan terburu-buru beli peralatan pendukung untuk memaksimalkan dorongan anginnya seperti paralon dan sebagainya, namun pelajari dulu videonya dengan teliti.
Instalasi seadanya
Ada sedikit cerita pengalaman ketika pertama kali memasang aerator ini seadanya. Yaitu hanya mengandalkan selang aerasi saja, maksudnya dari aerator langsung disambungkan ke lubang berjumlah 32 titik yang sudah disediakan oleh standar pabrik.
Kemudian yang terjadi adalah ada sebagian selang yang tidak berjalan seperti mampat tapi kalau selangnya dinaikan bisa keluar udara.
Akhirnya saya dan saudara saya berkesimpulan bahwa instalasi yang seperti ini kurang bagus karena selang posisinya mengayun sehingga sangat mempengaruhi distribusi aliran udaranya.
Akhirnya saya mencari solusi bagaimana agar semburan udaranya bisa seimbang dan cara instalasinya, singkat cerita dapat video tutorial Sri Wiyono di Youtube (artikel diatas) dan menemukan beberapa pendapat bahwa menggunakan paralon lebih bagus untuk mengalirkan udara dari aerator tersebut.
Walaupun demikian saya pikir tanpa modifikasi sepertinya erator ini bisa untuk kebutuhan kolam biolok karena bisa menyemburkan udara 140 liter per menit, yang penting instalasi selang aerasinya juga harus diperhatikan. Karena saya sendiri mengandalkan selang saja masih belum maksimal, dan sampai sekarang aeratornya masih belum digunakan, rencananya mau buat seperti instalasi Youtuber Sri Wiyono yaitu memakai instalasi pipa paralon.
Sebagai referensi jika rekan-rekan ingin membuat kolam biolok bisa melihat channel pak Adi Sucipto yang sudah ahli dalam bidangnya apalagi banyak bahan yang digunakan seperti garam krosok, kapur dolomit, em4 dan molase sebagai syarat utamanya.
Kesimpulan dari artikel ini
- Aerator Resun Lp 100 cocok untuk kolam bioflok karena bisa menyemburkan 140 liter udara permenit jadi jika dalam video pak Adi Sucipto ukuran diameter 4 membutuhkan 8 titik aerasi maka perkolam dibutuhkan 80 liter permenit.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Akhirnya saya mencari solusi bagaimana agar semburan udaranya bisa seimbang dan cara instalasinya, singkat cerita dapat video tutorial Sri Wiyono di Youtube (artikel diatas) dan menemukan beberapa pendapat bahwa menggunakan paralon lebih bagus untuk mengalirkan udara dari aerator tersebut.
Walaupun demikian saya pikir tanpa modifikasi sepertinya erator ini bisa untuk kebutuhan kolam biolok karena bisa menyemburkan udara 140 liter per menit, yang penting instalasi selang aerasinya juga harus diperhatikan. Karena saya sendiri mengandalkan selang saja masih belum maksimal, dan sampai sekarang aeratornya masih belum digunakan, rencananya mau buat seperti instalasi Youtuber Sri Wiyono yaitu memakai instalasi pipa paralon.
Sebagai referensi jika rekan-rekan ingin membuat kolam biolok bisa melihat channel pak Adi Sucipto yang sudah ahli dalam bidangnya apalagi banyak bahan yang digunakan seperti garam krosok, kapur dolomit, em4 dan molase sebagai syarat utamanya.
Kesimpulan dari artikel ini
- Aerator Resun Lp 100 cocok untuk kolam bioflok karena bisa menyemburkan 140 liter udara permenit jadi jika dalam video pak Adi Sucipto ukuran diameter 4 membutuhkan 8 titik aerasi maka perkolam dibutuhkan 80 liter permenit.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Artikel mengalami editan kembali 1 April 2023 jam 02:41
Lihat produk di blibli.com dengan harga termurah ! Klik disini
Lihat produk di blibli.com dengan harga termurah ! Klik disini
https://ho.blibli.com/SH4cP link sudah tidak berlaku 10 Januari 2026
Kuningan, Linggaindah 2019
Kuningan, Linggaindah 2019



Iya kapasitas besar tahan lama juga kokoh
BalasHapusMenurut saya sudah cocok karena resun lp 100 bisa menyemburkan aerssi hingga 140 mas..dan 1 aerator sudah cukup untuk kolam d5...sebagai referensi bisa lihat video pak adi sucipto di Youtube
BalasHapusAerator bioflok adalah salah satu teknologi inovatif dalam budidaya ikan, terutama untuk budidaya ikan dengan sistem bioflok. Aerator ini dapat membantu sirkulasi dan oksigenasi air. Dengan kualitas air yang baik, maka ikan dapat tumbuh dengan sehat dan optimal. Penggunaan aerator bioflok juga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam budidaya ikan.Juga perlu diingat bahwa penggunaan aerator bioflok harus dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan, agar dapat memberikan manfaat yang optimal dan tidak merusak ekosistem air budidaya.
BalasHapusrekan pembaca bisa menonton video di Youtube untuk kegunaan aerator kapasitas besar ini
Aerator bioflok merupakan salah satu komponen paling penting dalam sistem budidaya ikan modern. Tanpa adanya aerasi yang baik, kolam bioflok akan cepat mengalami penurunan kualitas air, oksigen terlarut (DO) menjadi rendah, dan mikroorganisme pengurai limbah tidak bisa bekerja optimal. Aerator berfungsi sebagai “paru-paru” kolam, yang terus-menerus memasok oksigen agar ikan dapat bernapas dengan baik dan bakteri aerobik mampu menguraikan sisa pakan serta kotoran. Dengan suplai oksigen yang cukup, proses pengolahan limbah menjadi flok berjalan lancar, sehingga kolam tetap sehat dan ikan tumbuh lebih cepat.
BalasHapusSelain menyuplai oksigen, aerator juga berperan besar dalam menjaga sirkulasi dan pengadukan air. Tanpa sirkulasi, bagian dasar kolam bisa menjadi zona mati yang penuh endapan. Kondisi ini berbahaya karena dapat menimbulkan gas beracun seperti amonia atau hidrogen sulfida. Dengan aerator, air terus bergerak sehingga partikel bioflok tetap melayang dan tidak mengendap. Sirkulasi ini juga memastikan oksigen terdistribusi merata ke seluruh bagian kolam, sehingga baik ikan maupun mikroorganisme mendapatkan kondisi hidup yang optimal.
Fungsi lain yang tak kalah penting adalah mempercepat proses bioflokulasi. Aerator membantu mencampur bahan organik, bakteri, dan partikel kecil sehingga terbentuk agregat bioflok. Flok ini kemudian menjadi sumber protein alami bagi ikan, sehingga dapat mengurangi kebutuhan pakan buatan. Dengan adanya bioflok yang sehat, petani ikan bisa menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.
Jenis aerator yang digunakan dalam sistem bioflok cukup beragam. Pompa udara atau blower adalah pilihan paling umum, menghasilkan gelembung halus melalui air stone atau diffuser. Jenis ini hemat energi dan cocok untuk pemula karena bisa digunakan 24 jam penuh. Untuk kolam berukuran besar, impeller aerator atau kincir air bawah lebih efektif karena mampu mengaduk air dengan kuat dari dasar ke permukaan. Namun, penggunaannya biasanya dijadwalkan 2–3 jam sekali, bukan nonstop, agar tidak boros energi. Ada juga ring blower, yang lebih bertenaga dan direkomendasikan untuk kolam dalam dengan kedalaman lebih dari 80 cm. Ring blower mampu menghasilkan tekanan udara stabil, sehingga sangat cocok untuk sistem bioflok skala besar.
Dalam memilih aerator, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, hitung kebutuhan aerasi sesuai dengan volume air kolam dan kedalaman. Semakin besar kolam, semakin kuat aerator yang dibutuhkan. Kedua, sesuaikan jenis aerator dengan kondisi kolam. Untuk kolam kecil, pompa udara gelembung halus sudah cukup, sedangkan untuk kolam besar lebih baik menggunakan impeller atau ring blower. Ketiga, perhatikan penempatan aerasi. Batu aerasi sebaiknya diletakkan di dasar kolam dengan pemberat agar stabil, sementara pipa aerasi dipasang dengan bor dan lem khusus agar tidak bocor. Terakhir, penggunaan aerator harus terjadwal, terutama untuk jenis impeller, yang sebaiknya dinyalakan saat oksigen terlarut rendah atau ketika flok mulai mengendap.
Dengan memahami fungsi, jenis, dan cara penggunaan aerator bioflok, petani ikan dapat menjaga kualitas air kolam tetap baik, mempercepat pertumbuhan ikan, dan mengurangi biaya pakan. Aerator bukan sekadar alat tambahan, melainkan komponen vital yang menentukan keberhasilan budidaya bioflok. Kolam dengan aerasi yang baik akan menghasilkan bioflok sehat, ikan yang tumbuh optimal, dan panen yang lebih menguntungkan.