Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Jumat, 23 Januari 2026

Panen larva ikan tembakang di kolam bundar

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Dodo Ahda channel yang diupload pada tanggal 2 Januari 2026 dengan judul "Panen larva iKan Tembakang di kolam bundar #ikantembakang". 


Video dari ini memberikan gambaran yang cukup lengkap mengenai tahapan awal budidaya ikan tembakang (Helostoma temminckii), yang di beberapa daerah juga dikenal sebagai ikan tambak atau biawan. Proses yang ditampilkan dimulai dari pemijahan di kolam bundar dengan komposisi indukan yang seimbang, yaitu dua pasang betina dan empat ekor jantan. Dari hasil pemijahan tersebut, larva yang berumur lima hari kemudian dipanen. 

Pada tahap ini, larva masih sangat rentan sehingga pengelolaan lingkungan dan kepadatan kolam menjadi faktor penting. Karena populasi di kolam pemijahan sudah terlalu padat, larva segera dipindahkan ke kolam pendederan agar pertumbuhan lebih optimal dan risiko kematian akibat kompetisi berkurang.

Tahapan pendederan yang diperlihatkan dalam video juga cukup detail. Kolam pendederan baru dipersiapkan dengan metode fermentasi, penggaraman, serta pemberian EM4 untuk memastikan kualitas air sesuai kebutuhan larva. Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya manajemen kualitas air dalam budidaya ikan air tawar, terutama pada fase larva yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. 

Setelah kolam siap, larva dipindahkan dan mulai diberi pakan buatan berupa pelet halus yang mudah dikonsumsi. Pakan ini dipilih karena praktis dan tersedia di pasaran, sekaligus mendukung pertumbuhan larva menuju fase benih.

Selain aspek teknis, video ini juga menyoroti konteks kegiatan yang lebih luas. Proses panen dan pemindahan larva dilakukan di Breeding Pawase, Dusun Cikopo, Desa Cibinuang, dengan latar belakang pemandangan Gunung Ciremai yang menambah nuansa alami. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memiliki nilai edukasi. 

Mahasiswa dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan) Kampus Aceh turut terlibat dalam praktik kerja lapangan selama lima bulan. Kehadiran mereka memperlihatkan adanya transfer pengetahuan langsung dari lapangan, sehingga generasi muda perikanan dapat memahami proses budidaya secara nyata.

Ikan tambakan ini merupakan ikan yang nilai ekonomis yang lumayan tinggi hampir sama dengan ikan gurame. Budidaya ikan tambakan bisa si lakukan di kolam tembok, kolam tanah ataupun kolam bulat atau terpal. Proses pemijahan ikan tembakang biasa di malam hari menjelang pagi, biasa memijah secara alami dan koloni. Ikan tembakang merupakan ikan tahunan untuk masa panennya.  

Salah satu komentar yang muncul adalah pertanyaan sederhana namun cukup penting seperti “Punya yang gendong telur ga om?” Pertanyaan ini merujuk pada kondisi indukan ikan tembakang, apakah masih ada yang sedang membawa telur. Admin channel kemudian menjawab dengan lugas: “Nggak punya, sudah dipijahkan semua.” Jawaban ini menegaskan bahwa seluruh indukan yang digunakan dalam proses pemijahan sudah selesai bertelur, sehingga saat video dibuat tidak ada lagi indukan yang sedang dalam kondisi membawa telur. Hal ini sekaligus memberikan informasi tambahan bagi penonton mengenai tahapan pemijahan yang sudah dilakukan secara tuntas.

Komentar lain yang cukup menarik datang dari seorang penonton yang menanyakan masa panen ikan tembakang, dengan menyebutkan bahwa ikan ini banyak ditemukan di Papua. Ia menulis: “Assalamualaikum bang, berapa bulan masa panennya karena ikan tembakan ini banyak di Papua.” Pertanyaan ini dijawab oleh admin channel dengan penjelasan yang cukup detail “Waalaikumsalam, untuk ikan Tembakang dari benih sampai usia panen bisa mencapai 1-1.5 tahun, agak lambat untuk pertumbuhannya. Oh iya, Papua-nya di Merauke atau di Jayapura 🙏.”

Jawaban tersebut memberikan gambaran nyata bahwa ikan tembakang memang memiliki laju pertumbuhan yang relatif lambat dibandingkan beberapa jenis ikan air tawar lainnya. Waktu panen yang bisa mencapai satu hingga satu setengah tahun tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pembudidaya, terutama dalam hal manajemen pakan dan kualitas air. Selain itu, admin channel juga menambahkan sentuhan personal dengan menanyakan lokasi spesifik di Papua, yakni Merauke atau Jayapura, yang menunjukkan adanya interaksi hangat antara pengelola channel dengan penontonnya.

Dari dua komentar ini saja, terlihat bagaimaimana video edukatif ini tentang budidaya ikan terdapat diskusi yang lebih luas. Penonton tidak hanya menyimak proses teknis yang ditampilkan, tetapi juga aktif bertanya mengenai detail yang mungkin tidak dijelaskan secara langsung dalam video. Admin channel pun berperan penting dalam menjawab pertanyaan dengan bahasa yang sederhana, informatif, dan tetap menjaga nuansa kekeluargaan. Hal ini membuat konten yang disajikan tidak hanya bersifat satu arah, melainkan menjadi ruang interaktif yang memperkaya pengetahuan bersama.

Secara keseluruhan, video ini bisa menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya manajemen pemijahan, pendederan, dan kualitas lingkungan dalam budidaya ikan tembakang. Dengan kombinasi antara praktik lapangan, keterlibatan akademisi, serta latar alam yang mendukung, kegiatan ini mencerminkan bagaimana budidaya ikan dapat dijalankan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat dan mahasiswa. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Kamis, 22 Januari 2026

Review video unboxing ikan maskoki jumbo super quality di deHakims

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims channel yang diupload pada tanggal 20 Januari 2025 dengan judul " IKAN RAHASIA ITU AKHIRNYA TERJAWAB..!! MUAT GAK YA SEBANYAK INI..?!". 


Dalam video ini mendokumentasikan kedatangan "ikan rahasia" yang telah ditunggu-tunggu oleh Irfan Hakim untuk mengisi aquarium "Pelangi" Yang dipunyainya sejak lama. Ikan tersebut adalah Ikan Maskoki Jumbo yang dikirim langsung dari Tulungagung.

Ikan-ikan ini dibawa oleh mas Jack dari Starfish Indo, Tulungagung. Pengiriman ini merupakan hasil penantian selama sekitar 1,5 hingga 2 tahun sejak pembesaran di tambak. Totalnya ada 87 ekor ikan maskoki jumbo yang dikemas dalam 37 kantong plastik besar, ikan-ikan cantik ini telah dibesarkan di tambak selama 1 tahun 3 bulan hingga mencapai ukuran jumbo (sekitar 16-20 cm), yang kualitasnya disebut sebagai kualitas super. 

Jenis-jenis Ikan yang Dibawa yang dikirim terdiri dari berbagai varietas maskoki populer, antara lain Ryukin yaitu Varietas yang dianggap paling kuat terhadap perubahan cuaca dan pH air, serta paling cepat pertumbuhannya. Ada juga Oranda yang Termasuk jenis rosetail, Ranchu dengan berbagai varian warna seperti kaliko, merah, dan merah-putih. 

Proses adaptasi dan penempatannya Irfan Hakim telah menyiapkan tank khusus yang sudah dicat hitam seperti megatank untuk menyambut ikan-ikan ini. Jack menjelaskan pentingnya "memelihara air" sebelum memelihara ikan. Ia melakukan proses pencampuran air asal dengan air baru secara perlahan agar ikan tidak stres atau kaget dengan perbedaan suhu dan parameter air dan menyarankan agar ikan maskoki tidak dicampur dengan ikan koi dalam jangka panjang karena risiko persaingan atau gangguan, meskipun untuk sementara waktu masih bisa dilakukan dengan pengawasan ketat.

Video ini juga memperlihatkan hubungan baik antara Irfan Hakim dan Jack Starfish. Irfan memuji Jack sebagai sosok yang berhasil memajukan industri ikan hias di Tulungagung, terutama bagi kalangan pemuda. Jack sendiri merasa bangga bisa memenuhi impian membawa ikan kualitas terbaik dari daerahnya ke Jakarta untuk "Babe" Irfan. Proses unboxing ini menjadi jawaban bagi para penonton yang penasaran dengan jenis ikan apa yang akan menghuni koleksi terbaru di rumah Irfan Hakim.  

Ragam komentar di videonya di situs youtube menunjukkan antusiasme tinggi dari para penonton. Ada yang mengucapkan terima kasih atas jamuan dan keramahannya, serta merasa senang melihat ikan-ikan dari Tulungagung kini berada di tangan seorang pecinta satwa sejati. Ada pula komentar yang menekankan bahwa memelihara ikan maskoki membutuhkan ketelatenan ekstra, karena tidak semua orang mampu mempertahankan ikan ini dalam jangka panjang.

Video unboxing ikan-ikan maskoki jumbo ini menjadi bukti bahwa dedikasi Irfan Hakim dalam dunia satwa, khususnya ikan hias. Dengan koleksi baru yang beragam dan berkualitas tinggi, aquarium "Pelangi" kini semakin hidup. Kehadiran team Starfish dari Tulungagung juga menambah nilai lebih, memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara penghobies ikan hias dapat memajukan industri sekaligus menghibur masyarakat luas.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Rabu, 21 Januari 2026

7 jenis usaha yang tahan inflasi versi Channel youtube NERACA SENYAP

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel NERACA SENYAP yang diuploaf pada tanggal 19 Januari 2026 dengan judul " ORANG TIONGHOA MAIN DI SINI: 7 USAHA YANG TERUS DICARI". Video dari channel ini membahas tentang strategi bisnis yang tahan terhadap inflasi dan krisis, dengan mengambil pelajaran dari pola pikir pengusaha Tionghoa yang cenderung fokus pada keberlanjutan daripada sekadar mencari keuntungan cepat. 


Berikut adalah ringkasan detail mengenai 7 jenis usaha yang terus dicari seperti ulasan usaha yang terbilang tahan inflasi dan krisis Bisnis-bisnis ini mungkin terlihat membosankan atau tidak glamor, tetapi memiliki pondasi yang sangat kuat.

Distribusi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, dan tepung. Orang mungkin menunda beli baju, tapi tidak bisa menunda makan. Kontrol atas jalur barang (suplai) adalah kunci kekuatan bisnis ini.

Lalu ada perdagangan grosir skala menengah tempat belanja bagi pedagang lain. Keunggulannya ada pada volume penjualan yang besar meskipun margin per item tipis. Fokusnya adalah kepercayaan dan konsistens.

Properti yang fungsional yaitu bukan rumah mewah untuk pamer, melainkan ruko, gudang, atau kontrakan sederhana. Aset ini dicari karena kegunaannya dan memberikan arus kas rutin setiap bulan.

Bengkel dan jasa perawatan dimana saat krisis, orang lebih memilih memperbaiki kendaraan atau barang yang rusak daripada membeli baru. Jasa perawatan adalah bisnis yang selalu dibutuhkan dan menghasilkan uang "paling jujur".

Perdagangan barang harian seperti alat tulis dan perlengkapan rumah tangga kecil. Kekuatannya bukan pada untung besar per barang, melainkan pada frekuensi pembelian yang rutin dan setiap hari.

Usaha makanan sederhana dengan target yang jelas bukan restoran berkonsep mewah, tapi warung makan yang menawarkan porsi kenyang, murah, cepat, dan konsisten. Saat ekonomi sulit, orang mencari rasa aman untuk memenugu kebutuhan pakan.

Pengelolaan modal internal atau simpan pinjam yang terkontrol. Prinsipnya adalah memastikan uang selalu bekerja dan berputar, bukan diam atau digunakan untuk spekulasi.

Video ini memberikan penjelasan bahwa keberhasilan bisnis-bisnis tersebut bukan karena "hoki", melainkan karena cara berpikir yang dingin dan logis. Pengusaha yang sukses lebih mengejar bisnis yang bisa bertahan puluhan tahun daripada yang sekadar viral sesaat. Arus kas adalah raja dimana arus kas rutin (kecil tapi pasti) jauh lebih berharga daripada untung besar yang datangnya jarang .

Hapus gengsi maksudnya jangan membangun bisnis hanya agar dipuji orang. Pilihlah bidang yang memang dibutuhkan pasar, meskipun terlihat "kotor" atau remeh. Hati-hati dengan utang yang artinya Utang perlu digunakan sebagai alat untuk memperkuat arus kas, bukan untuk gaya hidup atau menutupi kerugian yang terus menerus.

Pesan dari video ini adalah agar berhenti mengejar ilusi kesuksesan di permukaan dan mulai membangun fondasi keuangan yang nyata. Inflasi akan "menghukum" mereka yang rakus dan tidak disiplin, namun akan melindungi mereka yang memiliki strategi yang dingin dan relevan dengan kebutuhan dasar manusia.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Selasa, 20 Januari 2026

Pembudidaya ikan manfish di Jakarta Timur

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel AKAR Show yang diupload pada tanggal 21 Juli 2020 dengan judul "Budidaya ikan Manfish income jutaan rupiah perminggu cara mudah merawat ikan hias". 

Budidaya ikan hias memang selalu punya daya tarik tersendiri, apalagi jika jenisnya digemari banyak orang. Salah satu ikan yang cukup populer dikalangan penghobies adalah ikan Manfish. Di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, seorang pembudidaya bernama Bang Ramis berbagi pengalaman dan tips seputar usaha ikan hias ini. Dari penjelasannya, terlihat jelas bahwa budidaya Manfish bukan hanya menyenangkan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Ikan manfish ini memiliki banyak variasi warna dan bentuk yang membuatnya digemari pecinta ikan hias. Beberapa jenis yang umum dibudidayakan antara lain Black Marble, Black and White (BW), Golden, Platinum, dan Tricolor. Selain warna, bentuk sirip juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada jenis Slayer dengan sirip panjang yang elegan, serta jenis Jengki yang memiliki sirip lebih pendek. Keberagaman ini membuat Manfish selalu punya nilai jual di pasaran karena setiap orang bisa memilih sesuai selera.

Menurut Bang Ramis, dari berbagai jenis Manfish, yang paling cepat berproduksi adalah jenis Tricolor. Dengan indukan yang sehat, pembudidaya bisa menghasilkan ribuan ekor ikan setiap bulan. Meski tidak lahir bersamaan, jumlah produksi bisa mencapai sekitar 3.000 ekor secara rutin. Dari hasil tersebut, omzet bulanan diperkirakan sekitar Rp. 3.000.000, dengan modal yang relatif kecil yaitu dari sekitar 30 pasang indukan. Angka ini menunjukkan bahwa usaha ikan Manfish ini bisa menjadi peluang bisnis yang cukup stabil terutama bagi pemula.

Berdasarkan info dari vlog video untuk ikan berusia sekitar satu bulan atau disebut burayak, harga jual berkisar antara Rp. 250 – Rp. 350 per ekor dan pada ikan indukan biasanya tidak dijual karena dianggap sebagai aset produksi yang berharga. Dengan menjaga indukan tetap sehat, pembudidaya bisa terus menghasilkan burayak baru yang siap dipasarkan.

Bagi yang baru ingin mencoba, tidak perlu langsung memiliki aquarium besar. Wadah sederhana seperti styrofoam atau bak es bisa digunakan untuk pemijahan satu pasang indukan. Pakan berupa kutu air atau cacing sutra, namun pemberiannya yang terkontrol agar tidak berlebihan. Selain itu, oksigen atau aerasi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan burayak agar cepat besar. Perawatan air juga tidak boleh diabaikan. Air sebaiknya diendapkan terlebih dahulu selama satu malam sebelum digunakan, agar lebih aman bagi ikan.

Meskipun terlihat mudah, budidaya Manfish tetap memiliki tantangan jika ada perubahan cuaca yang drastis, seperti panas yang tiba-tiba berganti hujan, bisa membuat suhu air berubah cepat. Kondisi ini berisiko membuat ikan stres, kurang sehat, bahkan mati. Oleh karena itu, pembudidaya harus selalu memperhatikan kondisi lingkungan dan menjaga kualitas air.

Budidaya ikan Manfish bisa menawarkan peluang usaha yang cukup menjanjikan, terutama bagi pemula yang ingin membudidayakannya. Dengan perawatan yang sederhana dan modal yang tidak terlalu besar, serta permintaan pasar yang stabil usaha ini bisa menjadi pilihan menarik. Selain menghasilkan keuntungan, memelihara ikan hias juga memberikan kepuasan tersendiri karena keindahan dan variasi bentuknya. Seperti yang diperlihatkan Bang Ramis, dengan ketekunan dan perhatian pada detail, budidaya Manfish bisa menjadi ladang rezeki sekaligus hobi yang menyenangkan. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Senin, 19 Januari 2026

Usaha jarang dilirik tapi dibutuhkan setiap hari, peluangnya tinggi

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel youtube CapCapung yang diupload pada tanggal 20 Desember 2025 dengan judul "Usaha Jarang Dilirik Tapi Dibutuhkan Setiap Hari, Peluang Sukses Sangat Tinggi". 

Di pesisir Pantai Tanggul Tirto, Bantul, ada seorang petani garam bernama Bapak Purnama, yang akrab dipanggil Capung. Ia menjalani profesi yang mungkin jarang dilirik orang, namun sebenarnya sangat dibutuhkan setiap hari yaitu dari pengolahan garam. Kisahnya ini akan menghadirkan inovasi baru agar garam lokal bisa bersaing dengan kualitas terbaik. 

Baca juga : 

Garam krosok pendukung budidaya perikanan

Pengalaman cuci pakaian dengan garam krosok

Sejak tahun 60-an, kakek dan neneknya sudah menjadi pembuat garam dengan cara tradisional. Teknik lama yang digunakan adalah metode sirat, yaitu memasak air laut berjam-jam hingga menghasilkan garam. Kini, ia melanjutkan usaha itu dengan sentuhan teknologi modern. Ia belajar dari rekannya di Kebumen dan mulai menggunakan sistem Tunnel HDPE serta plastik UV yang menyerupai greenhouse. Dengan cara ini, proses penguapan lebih efisien dan hasil garam lebih bersih.

Pembuatan garam di Bantul memiliki tantangan tersendiri dimana ombak Samudra Hindia yang besar membuat air laut tidak bisa diambil langsung. Sebagai gantinya, ia menggunakan sumur resapan di pinggir pantai. Air kemudian dialirkan ke tandon berjenjang, dari kolam pertama hingga kolam keenam, dengan rotasi setiap dua minggu. Di kolam terakhir, kristalisasi terjadi dan menghasilkan garam kerosok putih bersih.

Yang menarik, garam yang dihasilkan benar-benar organik tanpa bahan kimia tambahan. Panenan pertama menghasilkan garam kualitas nomor satu, sementara sisa panenan yang berwarna coklat tidak dijual. Hal ini menunjukkan komitmenya untuk menjaga mutu produk.

Meski usaha ini dijalankan seorang diri, hasilnya cukup besar. Dari enam tunnel yang dimiliki, satu tunnel bisa menghasilkan 2–3 kuintal garam dalam beberapa kali panen. Garam kerosok produksinya banyak diserap oleh peternak untuk campuran pakan, petani untuk mengatasi jamur, perikanan, hingga pembuat telur asin.

Usaha ini tentunya akan membuka peluang besar bagi daerah pesisir. Garam adalah kebutuhan sehari-hari, baik untuk rumah tangga maupun industri, sehingga permintaan pasar selalu ada.

Namun, perjalanan ini tidak selalu mulus. Cuaca menjadi kendala, berbeda dengan Pantura yang lebih panas, Bantul memiliki angin kencang dan sering mendung, sehingga proses penguapan terhambat. Musim hujan pun menjadi tantangan tersendiri ubtuk produksi garam.

Ia berharap pemerintah bisa memberikan dukungan berupa modal, teknologi, dan kebijakan yang berpihak pada petani garam lokal. Dengan begitu, Indonesia sebagai negara maritim tidak perlu lagi bergantung pada impor garam.

Mimpi besarnya adalah membangun pabrik garam sendiri dan menjadikan lokasi usahanya sebagai destinasi wisata edukasi. Ia ingin anak-anak sekolah bisa belajar langsung tentang proses pembuatan garam, sekaligus memahami betapa pentingnya menjaga potensi desa.

Bapak Purnama berpesan agar generasi muda tidak hanya mengejar kemewahan di kota, tetapi juga berani kembali ke desa untuk mengolah potensi yang ada. Menurutnya, menjadi petani garam juga bisa menjadi peluang besar untuk memperkuat ekonomi nasional dan melestarikan budaya. 

Video ini ternyata mendapat banyak respon positif. Komentar-komentar yang muncul bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga doa, semangat, dan harapan agar usaha garam lokal bisa berkembang lebih besar.

Banyak penonton merasa terinspirasi dengan kisah Bapak Purnama. Ada yang menuliskan, “Sing maju Pak usaha ne, inspiratif banget.” Kalimat itu sederhana, tetapi mencerminkan dukungan agar usaha garam tetap berjalan dan semakin maju.

Sebagian masyarakat berharap pemerintah ikut turun tangan dengan menuliskan agar ada pelatihan dan permodalan untuk pemuda pesisir Laut Selatan, sehingga potensi yang ada bisa dioptimalkan. Dukungan seperti ini dianggap penting agar usaha garam tidak hanya dijalankan sendiri, tetapi bisa melibatkan lebih banyak orang.

Ada juga komentar yang mengajak untuk berpikir lebih besar. Usaha garam sebaiknya dikembangkan di lahan yang luas, melibatkan warga sekitar, dan memanfaatkan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR). Dengan cara itu, usaha garam bisa tumbuh menjadi sumber ekonomi baru di daerah pesisir.

Tak sedikit penonton yang menuliskan doa penuh kehangatan. “Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa. Terima kasih dan salam sukses, Rizki berlimpah ruah, barokallah,” begitu bunyi salah satu komentar. Doa-doa ini menunjukkan rasa syukur dan apresiasi atas perjuangan seorang petani garam yang tetap teguh menjalani profesinya.

Jika dirangkai, komentar-komentar tersebut menjadi sebuah cerita tersendiri. Ada semangat, ada harapan, ada ide, dan ada doa. Semua itu menunjukkan bahwa perjuangan Bapak Purnama tidak berdiri sendiri. Masyarakat ikut mendukung, pemerintah diharapkan hadir, dan komunitas siap bergandeng tangan.

Kisah ini membuktikan bahwa usaha yang jarang dilirik ini bisa menjadi sumber inspirasi. Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan banyak pihak, usaha garam lokal bukan hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga bisa menjadi kebanggaan daerah.

Bagi siapa pun yang ingin belajar atau berdiskusi, pintu rumahnya selalu terbuka di Pantai Tanggul Tirto, Bantul. Kisahnya ini adalah bukti bahwa usaha pengolahan garam yang jarang dilirik bisa menjadi sumber kesuksesan, asalkan dijalani dengan tekad dan niat yang kuat. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Minggu, 18 Januari 2026

Review venus aquatic tangerang selatan dari channel youtube iqbalizda

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel Iqbalizda yang diupload pada tanggal 8 November 2025 dengan judul "SIDAK IMPORTIR IKAN HIAS TERBESAR DI INDONESIA! IKAN DARI SELURUH DUNIA ADA DISINI! VENUS AQUATIC!". 

Dalam vlog video ini menayangkan liputan mendalam ke Venus Aquatic, salah satu importir dan eksportir ikan hias terbesar di Indonesia. Berlokasi di Tangerang Selatan, tempat ini bukan sekadar toko ikan biasa, melainkan pusat grosir dan operasional yang menghubungkan pasar lokal dengan mancanegara. 

Dalam perbincangan dengan Nicholas, pemilik Venus Aquatic, terungkap bahwa bisnis ini berawal dari satu akuarium pribadi berisi ikan Arwana perak. Dari hobi sederhana itu, kini Venus Aquatic berkembang menjadi delapan gedung besar yang penuh dengan berbagai jenis ikan hias. Nicholas sendiri sering turun langsung ke berbagai negara seperti Cina, India, Myanmar dan Thailand untuk mencari stok ikan terbaik dan memantau habitat aslinya. Bahkan, Venus Aquatic kerap menjadi perantara perdagangan antara India dan Cina yang terkendala regulasi ekspor-impor langsung. 

Bisnis Venus Aquatic tidak hanya sebatas impor dan juga memberikan indukan kepada petani lokal untuk dibesarkan, lalu hasilnya dibeli kembali untuk diekspor ke luar negeri. Siklus ini membuat ekosistem bisnis ikan hias tetap hidup dan berkembang. Nicholas menjelaskan pentingnya inovasi yaitu jika satu jenis ikan mulai sepi peminat akan segera beralih ke jenis lain agar bisnis tetap bertahan. Meski begitu, perjalanan bisnis ini tidak selalu mulus. Ia mengakui pernah mengalami masalah internal seperti kecurian ikan oleh oknum karyawan, sehingga kini pengawasan lebih ketat dilakukan. 

Salah satu daya tarik Venus Aquatic adalah koleksi ikan Koi unik dikenal sebagai sosok yang mempopulerkan nama Hudielong atau "Naga Kupu-kupu" untuk jenis Koi bersayap panjang asal Cina. Koleksinya di kategorikan mirip dengan ikan Koi menampilkan varian menarik seperti Aka Matsuba, Golden Matsuba berbentuk membulat dengan sirip gondrong. Koi jenis ini dianggap lebih kuat dan berumur panjang dibandingkan ikan koki, meski sekilas penampilannya mirip. 

Selain Koi jeni Hudielong, Venus Aquatic juga menyimpan koleksi ikan predator dan langka. Ada berbagai jenis Channa (ikan kepala ular), mulai dari Auranti, Andrao hingga Parachanna Africana dari Afrika. Koleksi Tiger Fish (Datnoid) bahkan mencapai ribuan ekor, dengan kualitas garis tubuh yang sangat bergantung pada daerah asal. Tak hanya itu, ikan eksotis dari luar negeri juga hadir, seperti Piraiba dari Peru dan Labeobarbus Malagarasi dari Tanzania. 

Mengelola ribuan ekor ikan tentu membutuhkan biaya besar dimana untuk pakan cacing sutra saja, Venus Aquatic menghabiskan sekitar Rp. 350.000 setiap hari. Karena harga tanah di sekitar Tangerang Selatan cukup tinggi, Nicholas menyiasatinya dengan membangun rak aquarium bertingkat agar ruang penyimpanan lebih maksimal. Konsep bisnis mereka jelas: bukan toko retail yang cantik dan terbuka setiap saat, melainkan gudang grosir sekaligus pusat operasional online. 

Salah satu daya tarik dari video inj adalah ikan Koi Hudielong atau “Naga Kupu-kupu”. Komentar penonton pun menyinggung rasa penasaran tentang bagaimana cara memesan jenis koi unik ini. Antusiasme tersebut menandakan bahwa Hudielong berhasil mencuri perhatian, bukan hanya karena tampilannya yang eksotis, tetapi juga karena reputasinya sebagai ikan koi bulat yang kuat dan berumur panjang. 

Komentar lainnya ketertarikan koleksi ikan impor yang dipunyai Venus Aquatic. Ragam ikan predator, koi unik, hingga jenis langka dari luar negeri membuat satu penonton kagum. Ungkapan sederhana seperti “bagus bagus ikan impor nya yak” mencerminkan antusiasme penghobies ikan hias terhadap kualitas stok yang ditawarkan.

Liputan vlog video ini ditutup dengan ajakan bagi penghobies ikan hias untuk bergabung ke WhatsApp Venus Aquatic, sebagai tempat membagikan daftar harga dan stok terbaru. Dari satu aquarium kecil hingga menjadi pusat perdagangan internasional, kisah Venus Aquatic ini menunjukkan bagaimana hobi bisa berkembang menjadi bisnis besar dan meluas.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026

Petualangan joe Hattab di Amazon

Artikel review video youtube kali ini adalah dar channel youtube  Joe HaTTab yang diupload pada tanggal 12 Juli 2021 dengan judul yang sudah diterjemahkan"Pasar paling eksotis di dunia, Amazon Peru | Iquitos 🇵🇪🌳". Dalam video pembuat film dokumenter terkenal asal Yordania ini memperlihatkan perjalanannya sebagai kisah eksplorasi yang membuka mata tentang keajaiban Amazon, keunikan Iquitos, dan dinamika kehidupan masyarakat di tengah hutan hujan terbesar di dunia.

Hutan hujan Amazon sering disebut sebagai "paru-paru dunia" dalam salah satu videonya, youtuber Joe HaTTab membagikan pengalaman uniknya menjelajahi Iquitos, sebuah kota terpencil di Peru yang terletak di jantung hutan hujan terbesar di dunia. Perjalanan ini bukan sekadar wisata, melainkan sebuah eksplorasi mendalam tentang pentingnya Amazon bagi bumi, sejarah kota, hingga kehidupan masyarakat lokal.

Joe menjelasakan vitalnya daerah Amazon bagi kelangsungan hidup manusia dimana hutan ini menghasilkan sekitar 20 persen oksigen dunia sekaligus menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar. Sungai Amazon sendiri adalah sungai dengan volume aliran air terbesar di dunia, bahkan lebih besar dari gabungan lima sungai terbesar lainnya. Dengan luas yang mencakup 40 persen benua Amerika Selatan dan membentang di sembilan negara, Amazon benar-benar menjadi ekosistem raksasa yang tak tergantikan.

Iquitos adalah kota unik yang tidak bisa diakses melalui jalan darat. Satu-satunya cara menuju ke sana adalah dengan pesawat atau kapal yang menelusuri sungai. Kota ini pernah mengalami masa kejayaan pada era industri karet, ketika pohon karet menjadi komoditas penting yang mengubah wajah ekonomi lokal.

Salah satu pengalaman paling menarik perhatiannya adalah saat kunjungannya ke pasar Belén. Di pasar ini, ia menemukan kuliner ekstrem yang jarang ditemui di tempat lain seperti daging kura-kura, telur kura-kura, hingga daging buaya. Pasar ini juga menampilkan ikan raksasa seperti lele Amazon dengan ukuran besar,  selain itu, Joe melihat bagaimana warga lokal melinting rokok tembakau secara manual dalam jumlah besar, sebuah tradisi yang masih bertahan.

Joe juga mengulas sejarah pohon karet, dahulu, biji karet dijaga ketat agar tidak keluar dari Amerika Selatan. Namun, pada akhirnya bibit karet berhasil dibawa ke London dan kemudian menyebar ke Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Kini, negara-negara tersebut menjadi produsen karet terbesar di dunia. Dalam videonya, Joe memperlihatkan proses penyadapan getah karet yang berwarna putih menyerupai susu langsung dari batang pohon.

Amazon bukan hanya rumah bagi flora, tetapi juga fauna berbahaya seperti ular Anaconda dan Jaguar. Joe melihat bagaimana masyarakat lokal memanfaatkan sumber daya hutan, termasuk mencari ulat dari buah atau batang pohon untuk dikonsumsi. Ia juga bertemu dengan salah satu suku di pinggiran sungai. Menariknya, suku-suku yang mudah dijangkau kini tidak lagi sepenuhnya terisolasi. Mereka sudah terbiasa berinteraksi dengan turis, bahkan ada yang memiliki akses internet.

Joe menekankan pentingnya persiapan sebelum menjelajahi hutan Amazon yaitu pakaian lengan panjang dan sepatu bot tinggi adalah perlengkapan wajib untuk melindungi diri dari nyamuk dan serangga hutan yang ganas. Tanpa perlindungan ini, perjalanan bisa berubah menjadi pengalaman yang penuh risiko.

Video Joe ditutup dengan rencananya melanjutkan perjalanan ke wilayah Amazon di Brasil, yang merupakan bagian terluas dari hutan hujan tersebut. Petualangan ini adalah tentang memahami betapa pentingnya Amazon bagi dunia dan bagaimana kehidupan masyarakat lokal beradaptasi dengan lingkungan yang menantang. 

Semoga infonya bermanfaat. 


Kuningan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026

Spesialis ikan koi doitsu dari Kota Batu

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel AUDREY A yang diupload pada tanggal 28 November 2025 dengan judul " GREBEK SPESIALIS IKAN KOI BOTAK TIDAK BERSISIK TAPI MENGALAHKAN KOI JEPANG | KOI NATION". 

Di dunia ikan hias, koi selalu menjadi primadona. Namun, ada satu jenis koi yang cukup unik dan berbeda dari kebanyakan: Koi Doitsu, atau koi botak tanpa sisik. Jenis ini menjadi sorotan dalam kunjungan Koh Audrey A ke sebuah peternakan spesialis koi di Kota Batu, Jawa Timur, yang dikenal dengan nama Koi Nation.

Asal-usul Koi jenis Doitsu berasal dari persilangan dengan Germany Carp atau ikan karper Jerman. Di Indonesia, para pembudidaya berhasil mengembangkan jenis ini hingga kualitasnya mampu bersaing dengan koi asal Jepang. Keunikan dari koi Doitsu ada pada fisiknya yaitu sebagian besar tidak memiliki sisik sama sekali, atau hanya memiliki sedikit sisik besar di bagian punggung. Kulitnya terasa lembut, bahkan seperti ikan yang sudah dimasak. Justru karena ketiadaan sisik, warna tubuh koi Doitsu terlihat lebih tegas, kontras, dan mengkilap. Selain itu, koi ini juga tidak bisa terkena penyakit sisik nanas (dropsy), yang biasanya menyerang koi bersisik.

Koi Nation memilih untuk fokus pada jenis Showa Doitsu dan turunannya, seperti Hi Utsuri dan Shiro Utsuri. Alasannya sederhana yaitu pola warna Showa memiliki daya tarik tersendiri karena bisa berubah dan semakin indah seiring bertambahnya usia ikan. Bagi para pembudidaya, hal ini ibarat hadiah besar dari kualitas ikan yang awalnya biasa saja bisa berkembang menjadi koi berkelas tinggi.

Harga koi Doitsu di Koi Nation bervariasi sesuai dengan kualitas dan ukuran. Untuk grade medium dengan panjang sekitar 40 cm, harganya cukup terjangkau, sekitar Rp. 3 jutaan. Sementara itu, koi dengan kualitas tinggi (HQ) yang memiliki potensi masa depan bagus dibanderol antara Rp. 5 juta hingga Rp. 10 juta. Adapun koi dengan kualitas kontes atau yang sudah memenangkan penghargaan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, ada jenis Shiro Utsuri Doitsu istimewa yang harganya hampir menembus ratusan juta, menandakan betapa tinggi nilai investasi ikan ini.

Untuk menghasilkan koi dengan warna dan pertumbuhan maksimal, Koi Nation menerapkan sistem keeping di kolam fiber. Kolam ini memungkinkan pengaturan parameter air secara lebih presisi sebelum ikan dipindahkan ke kolam besar. Warna putih (shiroji) pada koi, misalnya, bisa ditingkatkan dengan menjaga kebersihan air agar tetap jernih serta pemberian pakan khusus. Dengan perawatan yang baik, koi Doitsu di sini mampu tumbuh hingga ukuran 70 sampai 80 cm, menjadikannya salah satu koi lokal dengan kualitas yang patut dibanggakan.

Koi Nation berlokasi di Jalan Karate Nomor 16, Kota Batu, Jawa Timur dan melayani pembelian langsung di tempat maupun secara online melalui media sosial. Tak hanya itu, pengiriman ikan juga bisa dilakukan ke seluruh Indonesia bahkan hingga mancanegara, sehingga para penghobiea koi dari berbagai daerah dapat menikmati keindahan koi Doitsu hasil budidaya lokal.

Video kunjungan Koh udrey A ke Koi Nation membuktikan bahwa kualitas koi lokal Indonesia, khususnya jenis Doitsu, sudah sangat maju dan berkualitas. Dengan keunikan fisiknya serta nilai investasi yang tinggi, koi Doitsu dari Kota Batu layak menjadi kebanggaan sekaligus pilihan untuk para penghobies ikan hias di Indonesia.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Kamis, 15 Januari 2026

Pengalaman merawat anakan ikan manfish yang kurang pakan cacing sutra

Merawat anakan ikan manfish memang bukan hal yang mudah dilakukan dari pengalaman admin, ada banyak hal yang perlu diperhatikan mulai dari pemeliharaan di aquarium, pemberian pakan, hingga menjaga kualitas air. 

Foto anakan ikan manfish ini ditempatkan dalam aquarium berukuran besar dengan panjang 1 meter dan lebar 50 dan tinggi 30 cm. Dalam wadah tersebut terdapat puluhan ekor anakan hasil dari sepasang induk jantan dan betina. Setelah anakan mulai berenang bebas, induk dipindahkan ke aquarium lain agar bisa kembali dipijahkan. Cara ini umum dilakukan oleh pembudidaya supaya siklus pemijahan tetap berlanjut tanpa mengganggu pertumbuhan anakan.

Aquarium besar tentunya akan memberikan ruang gerak yang cukup bagi anakan untuk berenang bebas. Selain itu, dengan jumlah ikan yang banyak, penting sekali menjaga kebersihan air agar tidak cepat keruh. Air yang keruh bisa memicu penyakit dan menghambat pertumbuhan. Oleh karena itu, penyaringan dan penggantian air secara rutin menjadi bagian penting dari perawatan harian.

Berdasarkan pengalaman admin anakan manfish ini sepertinya membutuhkan waktu cukup lama untuk tumbuh. Bahkan setelah hampir dua bulan sejak menetas, ukurannya masih tergolong kecil, dan apakah hal ini sudah umum seperti pembudidaya lainnya?,dikarenan admin baru pertama kali berhasil memijahkan ikan manfish jadi belum tahu persis mengenai perkembangannya saat anak ikan berangsur tumbuh.

Salah satu kendalanya juga adalah ketersediaan pakan alami seperti cacing sutra, di daerah Mandirancan, Kuningan, cacing sutra sempat sulit diperoleh karena cuaca yang sering hujan. Sementara budidaya cacing sutra yang dilakukan admin yang tanpa peneduh membuat stok cacing sutra hilang koloninya, sehingga kesulitan memberi pakan alami pada anakan manfish ini. Kini, dengan mulai adanya penjual cacing sutra lagi tetapi dengan stok yang terbatas, diharapakan pemberian pakan bisa lebih rutin lagi dan mampu mempercepat pertumbuhan anakan agar tidak mengalami tumbuh bantet.

Selain cacing sutra, anakan manfish saat ini juga lahap saat diberi pelet Takari biru yang sudah digerus halus yang sebenarnya admin cenderung lebih baik diberikan pakan cacing sutra untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisinya karena proteinnya tinggi dan lebih banyak direkomendasikan sebagai pakan terbaik untuk anakan ikan.

Air juga merupakan faktor penting dalam perawatan dan proses pembesaran, jika kualitas air kurang baik kemungkinan besar bisa mempengaruhi pertumbuhan ikan, oleh karena itu, penggantian air secara berkala dilakukan agar kadar amonia tidak menumpuk. Perlu diketahui juga bahwa admin tidak memakai aerator yang tentunya akan membantu menjaga kadar oksigen terlarut di dalam aquarium, dalam hal ini admin ingin tahu apa apakah ikan ini bisa hidup sehat tanpa menggunakan aerator dan bisa tumbuh besar.

Sangat diharapkan walaupun tanpa memakai aerator dan dilakukan perawatan yang lebih intensif anakan manfish ini bisa tumbuh besar dan sehat. Kemudian nantinya, sekitar satu bulan lagi anakan ikan tersebut akan dipindahkan ke kolam berukuran besar agar ruang geraknya lebih luas dan pertumbuhannya semakin optimal. 

Merawat anakan ikan manfish yang kurang dalam pemberian pakan alami yang berprotein seperti cacing sutra adalah perjalanan panjang yang cukup nenantang. Mulai dari keterbatasan pakan cacing sutra diawal pertumbuhanya, kondisi cuaca yang terus hujan, hingga menjaga kualitas air semua menjadi bagian dari pengalaman tersendiri dalam perawatannya, namun dengan usaha yang konsisten hasilnya nanti akan terlihat apakah anakan manfish  ini bisa tumbuh besar seperti induknya.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Rabu, 14 Januari 2026

Peluang usaha menanam seledri di desa

Artikel review video youtube kali ini yang berjudul "TANAMAN CEPAT PANEN HARGA MAHAL - PELUANG USAHA SELEDRI DI DESA" dari channel Indformatips ini membahas tentang potensi bisnis budidaya seledri sebagai komoditi pertanian yang menjanjikan yang diupload pada tanggal 1 September 2023. 

Seledri adalah tanaman yang sudah sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Hampir setiap hidangan berkuah seperti bakso atau sop ayam menggunakan seledri sebagai penyegar dan penambah aroma. Permintaan pasar terhadap seledri pun tidak pernah surut, karena selain digunakan di dapur tanaman ini juga memiliki manfaat kesehatan yang baik. 

Menurut info terdapat kandungan kalium, vitamin B6, dan berbagai zat penting lainnya membuat seledri dipercaya mampu membantu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan ginjal, serta mendukung sistem pencernaan. Dengan ragam manfaatnya sebagai bahan kuliner dan obat alami, seledri menjadi komoditi pertanian yang memiliki peluang usaha menjanjikan, terutama bagi masyarakat desa yang memiliki lahan untuk menanamnya dilahan kosong.

Untuk membudidayakan seledri, kondisi lingkungan memang berpengaruh besar. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 1000–1200 meter di atas permukaan laut, dengan suhu sejuk antara 16 hingga 21 Derajat celcius. Namun, bukan berarti seledri tidak bisa ditanam di dataran rendah. 

Dengan perawatan yang tepat, seledri tetap bisa berkembang dengan baik. Ada dua cara penanaman yang bisa dipilih, yaitu vegetatif menggunakan anakan atau generatif dengan biji. Pada skala usaha, biasanya digunakan biji yang disemai terlebih dahulu selama kurang lebih empat minggu sebelum dipindahkan ke lahan tanam. 

Setelah itu, perawatan dilakukan secara rutin, mulai dari penyiraman, pemupukan setiap dua minggu, hingga penyiangan gulma agar tanaman tidak terganggu. Dalam waktu sekitar tiga bulan tanaman seledri sudah siap dipanen dan dijual ke pasar.

Dari sisi bisnis, budidaya seledri tergolong cukup menguntungkan. Menurut info dari beberapa sumber yang bisa dipercaya bahwa biaya produksi rata-rata adalah sekitar Rp. 8.936 per meter persegi. Jika seseorang memiliki lahan seluas 100 meter persegi, dengan asumsi harga jual Rp. 30.000 per kilogram dan hasil panen sekitar 0,3 kilogram per titik tanam, potensi pendapatan bisa mencapai Rp. 3,9 juta sekali panen. 

Angka ini tentu sangat menarik, apalagi jika dilakukan secara berkelanjutan. Dengan siklus panen yang relatif cepat, usaha seledri bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang stabil bagi petani desa. Selain itu, seledri termasuk tanaman yang tidak membutuhkan perawatan rumit, sehingga cocok untuk dijadikan usaha sampingan maupun usaha yang menguntungkan.

Meskipun begitu, budidaya seledri juga memiliki tantangan yang perlu diantisipasi. Salah satu masalahnya adalah serangan jamur yang dapat menyebabkan busuk akar dan batang. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa mengurangi hasil panen secara signifikan. Untuk mengatasi hal tersebut, sistem hidroponik bisa menjadi solusi yang lebih modern. 

Dengan hidroponik, siklus tanam lebih cepat, perawatan lebih efisien, dan pengendalian penyakit lebih mudah dibandingkan metode konvensional di tanah. Selain itu, sebelum memulai usaha, penting untuk mempelajari potensi pasar lokal dan melakukan analisis biaya agar tahu kapan titik impas (BEP) bisa tercapai. Sebaiknya usaha dimulai dari skala kecil terlebih dahulu, sehingga pengalaman dan pengetahuan bertambah sebelum memperluas lahan dan produksi.

Dengan perawatan yang tepat dan analisis bisnis yang matang budidaya seledri bisa menjadi salah satu pilihan usaha pertanian yang menjanjikan di desa. Jika masyarakat desa mampu memanfaatkan peluang ini, seledri bisa menjadi komoditi unggulan yang dapat meningkatkan pendapatan juga memperkuat ketahanan pangan lokal karena banyak dibutuhkan. 

Komentar-komentar yang ada pada video tentang peluang usaha budidaya seledri ini cukup beragam dan mencerminkan sudut pandang yang berbeda dari para penonton. Ada yang menyoroti aspek teknis budidaya, ada pula yang menekankan pentingnya dukungan sistem pemasaran dan kebijakan pemerintah.  

Salah satu komentar menyebutkan bahwa seledri sebenarnya bisa dipanen lebih cepat, bahkan seminggu sekali, sehingga peluang keuntungan terasa lebih besar dibandingkan dengan sayuran lain. Harapan yang disampaikan adalah agar para petani bisa sukses dan memperoleh hasil yang layak dari usaha mereka. Komentar ini menunjukkan optimisme terhadap potensi seledri sebagai komoditi yang menguntungkan. 

Di sisi lain, ada komentar yang lebih kritis dengan menekankan perlunya sinergi semua pihak untuk mengangkat nasib petani. Distribusi dan pemasaran hasil pertanian dianggap sebagai titik lemah yang harus dibenahi secara serius oleh kementerian terkait. Pertanyaan yang muncul adalah kapan sistem pemasaran yang baik bisa benar-benar terwujud, karena tanpa dukungan distribusi yang kuat, hasil panen petani sering kali tidak memberikan keuntungan maksimal.  

Ada juga komentar dari seseorang yang tertarik untuk memulai usaha budidaya seledri, tetapi masih bingung bagaimana cara memasarkan hasil panen. Pertanyaan ini kemudian dijawab langsung oleh admin channel dengan cukup detail. Admin menyarankan agar calon petani terlebih dahulu memperhatikan kebutuhan pasar di sekitar mereka, lalu memulai dari skala kecil. Setelah panen, hasil bisa ditawarkan secara langsung, melalui WhatsApp, atau media sosial lain. Admin menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, baik dari segi kebersihan, kesegaran, maupun kemasan. Jika konsumen puas, mereka akan melakukan repeat order bahkan bisa ikut mempromosikan produk ke komunitasnya. Dari situ, skala bisnis bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai daya serap pasar. Admin juga memberi ide untuk menjalin kerja sama dengan swalayan, pedagang sayur, rumah makan, usaha catering, hotel, hingga tukang bakso dan soto.  

Dari ragam komentar ini terlihat bahwa budidaya seledri memang menarik perhatian banyak orang. Ada yang fokus pada peluang keuntungan, ada yang menyoroti tantangan sistemik, dan ada pula yang mencari solusi praktis untuk pemasaran. Kesemuanya memperlihatkan bahwa usaha pertanian seperti seledri tidak hanya soal menanam dan panen, tetapi juga membutuhkan strategi pemasaran, dukungan kebijakan, serta kerja sama antar pihak agar benar-benar bisa menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi petani. 

Untuk lebih detailnya tekan pembaca bisaelihat langsung videonya agar lebih mendapat pemahaman karena terdapat visualnya.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Ribuan ikan koi dilepas di Situ Cipanten, Majalengka Jadi Sorotan Wisata Baru

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims channel yang diupload pada tanggal 12 Januari 2025 dengan judul MAJALENGKA GEMPAR..! BOSKOI MELEPASKAN RIBUAN KOI KE SITU CIPANTEN..!”. Dalam video terlihat bagaimana ribuan ikan koi akan dilepaskan ke dalam perairan Situ Cipanten yang merupakan tempat wisata. 

Dan pada pelepasan ikan koi ini dapat dilihat di video yang diupload pada tanggal 13 Januari 2026 dengan judul "PERTAMA KALI..! BERENANG BERSAMA RIBUAN IKAN KOI DI SITU CIPANTEN MAJALENGKA..!". Acara yang ramai ini bukan saja tentang pelepasan ikan cantik ini, tetapi juga menjadi simbol dukungan terhadap pengembangan pariwisata di Jawa Barat. 

Menurut keterangan Pak Hartono ada sebanyak 2.160 ekor ikan koi berukuran besar, mulai dari 30 cm hingga mencapai 75 cm, dilepaskan ke dalam danau. Ikan-ikan ini bukan sembarang koi, melainkan keturunan Jepang dengan nilai yang disebut bisa mencapai harga yang sangat tinggi nilainya. Kehadiran ikan koi berwarna-warni ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, menjadikan Situ Cipanten sebagai destinasi yang unik dan berbeda dari tempat wisata lain di Jawa Barat.

Berdasarkan info dari vlog video bahwa di Situ Cipanten ini terdapaf tujuh mata air alami yang membuat airnya jernih, segar, dan bebas dari limbah maupun bakteri. Kondisi tersebut sangat ideal untuk pertumbuhan ikan koi. Dengan tambahan ribuan koi yang berenang bebas, keindahan Situ semakin memikat. Pemerintah daerah bahkan menargetkan jumlah pengunjung bisa mencapai 300.000 orang pada tahun 2026, menjadikan Cipanten sebagai salah satu ikon wisata Majalengka.

Irfan Hakim dalam kesempatan itu berpesan agar masyarakat tidak memancing atau menangkap ikan koi tersebut. Ikan-ikan ini lebih bernilai sebagai daya tarik wisata dan objek foto ketimbang dikonsumsi. Ia juga mendorong pengunjung untuk memberi makan koi dengan pakan yang tersedia di lokasi, sehingga ikan-ikan tetap sehat dan gemuk. Selain itu, menjaga kebersihan air menjadi hal yang sangat penting. Sampah dan limbah sabun dilarang keras dibuang ke dalam situ agar ekosistem tetap terjaga.

Kegiatan ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat Majalengka dimana ribuan warga hadir menyaksikan akan adanya acara pelepasan ikan koi. Rombongan yang juga hadir Koh Audrey A King Of The Jungle disambut dan didampingi langsung oleh Bapak Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, MM, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Kehadiran pejabat daerah menambah semarak acara, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembangkan potensi wisata lokal.

Pelepasan ribuan ikan koi di Situ Cipanten merupakan upaya dalam mengangkat potensi wisata di Majalengka. Dengan dukungan tokoh publik seperti Irfan Hakim dan Pak Hartono, serta sambutan hangat dari masyarakat dan pemerintah daerah, Situ Cipanten kini memiliki daya tarik baru yang bisa mendongkrak kunjungan wisatawan. Jika masyarakat ikut menjaga kebersihan dan kelestarian, maka keindahan Situ dengan ribuan koi ini akan menjadi kebanggaan Majalengka untuk waktu yang lama.

Video pelepasan ikan koi di sebuah situ di Majalengka ternyata memunculkan beragam tanggapan, dari komentar-komentar yang muncul menunjukkan adanya perbedaan pandangan, mulai dari sisi ekologis yang admin soroti.

Salah satu komentar yang cukup panjang membahas soal asal-usul ikan koi. Menurut pengguna tersebut, koi bukanlah hewan endemik asli Indonesia. Ia khawatir jika dilepaskan ke alam liar, ikan ini bisa menjadi spesies invasif yang berpotensi mengganggu ekosistem mata air. Kekhawatiran ini muncul karena koi dikenal mudah berkembang biak, dan jika benih yang dilepas terdiri dari jantan dan betina, maka anak-anak ikan berukuran kecil bisa keluar melalui saluran pembuangan air dan akhirnya sampai ke sungai di hilir.

Komentar ini juga menyinggung nilai sejarah dari lokasi pelepasan. Situ tersebut disebut-sebut sebagai tempat yang berkaitan dengan Prabu Siliwangi. Karena itu, menurutnya akan lebih bijak jika yang dilepaskan adalah ikan endemik seperti Ikan Dewa, yang memiliki kaitan erat dengan sejarah dan budaya setempat.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, ada pengguna lain yang berpendapat bahwa pelepasan koi tidak masalah karena dilakukan di situ, bukan di sungai. Situ dianggap seperti waduk buatan yang berfungsi menampung air sekaligus menjadi tempat wisata. Dalam pandangan ini, pelepasan ikan koi lebih mirip dengan memelihara ikan di kolam besar. Ia menegaskan bahwa yang berbahaya adalah jika koi dilepas ke sungai atau kali, karena bisa menyebar tanpa kontrol.

Namun, komentar balasan ini kembali diperdebatkan dimana pengguna pertama menekankan bahwa air dari situ tetap mengalir ke hilir, sehingga anak ikan tetap berpotensi keluar dan menyebar. Perdebatan ini menunjukkan adanya perbedaan pemahaman tentang fungsi situ dan dampak ekologis dari pelepasan ikan non-endemik.

Di sisi lain, ada juga komentar yang bernada positif dan penuh kebanggaan dimana seorang warga asli Majalengka menyampaikan rasa bangganya terhadap kegiatan pelepasan ikan koi yang dilakukan oleh Irfan bersama bos koi, Bapak Hartono, dan Koh Audrey A. Baginya, kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap daerah, sekaligus menambah daya tarik wisata di Majalengka.

Ragam komentar ini memperlihatkan dua sisi pandangan masyarakat. Di satu sisi, ada kekhawatiran ekologis tentang pelepasan ikan non-endemik yang bisa berdampak pada ekosistem alami. Di sisi lain, ada rasa bangga dan dukungan terhadap kegiatan yang dianggap membawa manfaat sosial dan wisata.

Perbedaan pandangan ini wajar terjadi, karena setiap orang melihat dari sudut yang berbeda yaitu ada yang fokus pada aspek lingkungan, ada pula yang menekankan nilai kebersamaan dan kebanggaan daerah. Diskusi semacam ini justru penting, agar setiap kegiatan yang dilakukan bisa lebih bijak, mempertimbangkan manfaat sekaligus dampak jangka panjang bagi alam dan masyarakat.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Selasa, 13 Januari 2026

Jenis tanaman yang bisa menyerap emas

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel youtube Made in Jumah yang diupload pada tanggal 18 Januari 2023 dengan judul " Jarang Diketahui ! 11 Tanaman Ini Ternyata Menghasilkan Emas".  

Tanaman biasanya dikenal sebagai sumber pangan, obat, atau penghijauan. Namun ternyata, ada sejumlah tanaman yang memiliki kemampuan luar biasa dimana bisa menyerap logam berat dari dalam tanah, bahkan emas. Proses ini disebut phytomining, yaitu pemanfaatan tanaman untuk mengambil mineral berharga dari tanah. Fenomena ini bukan sekadar teori, melainkan sudah diteliti oleh para ahli biologi dan terbukti pada beberapa jenis tanaman yang disebut hiper akumulator. Tanaman jenis ini memiliki mekanisme fisiologis khusus yang membuat mereka mampu menyerap logam dalam jumlah besar, lalu menyimpannya di daun, batang, atau akarnya.

Salah satu contoh yang paling terkenal adalah pada pohon kayu putih, seperti di Australia, ditemukan pohon kayu putih setinggi 30 meter yang akarnya mampu mengambil partikel emas dari kedalaman tanah. Daun dan rantingnya pun mengandung jejak emas. Selain itu, ada tanaman jarak pagar yang biasanya digunakan sebagai bahan bakar nabati. Tanaman semak yang tahan kering ini ternyata juga bisa menghasilkan butiran emas murni dari tanah tempat ia tumbuh. Kemudian ada tanaman lembang (Typha), sejenis rumput besar yang hidup di rawa-rawa. Tanaman ini diklaim mampu menghasilkan sekitar 5–7 gram emas dalam satu hektar lahan, jumlah yang cukup mengejutkan jika ditanam dalam skala besar.

Di Afrika, terdapat pandan lilin (Pandanus candelabrum) yang dipercaya mampu menyerap emas dan bahkan berlian dari tanah. Jenis pandan ini berbeda dengan pandan yang biasa kita gunakan untuk memasak di Indonesia, tetapi tetap menunjukkan betapa uniknya kemampuan tanaman dalam berinteraksi dengan mineral. Di Indonesia sendiri, ada tanaman kantong monyet yang tumbuh liar di Riau. Tanaman ini dikenal mampu menyerap logam berat termasuk emas. Pohon mindi atau nimba, yang sering dijadikan peneduh dan obat tradisional, juga memiliki kemampuan serupa. Kedua tanaman ini menunjukkan bahwa potensi phytomining tidak hanya ada di luar negeri, tetapi juga di tanah air.

Selain tanaman, beberapa jenis jamur juga memiliki kemampuan menyerap emas. Jamur merah muda yang ditemukan di Australia Barat diketahui menyerap partikel emas dari tanah sehingga ukurannya lebih besar dibanding jamur biasa. Ada pula cendawan endofit berserat gelap yang hidup bersimbiosis dengan tanaman lain. Jenis cendawan ini sangat efektif menyerap logam berat karena mampu bertahan di lingkungan yang tercemar. Kemudian ada kemiri Sunan, pohon yang dikenal tahan erosi dan berpotensi sebagai bahan bakar nabati. Akar kuatnya juga bisa menyerap partikel emas dan logam berat lain dari tanah.

Rumput vetiver atau akar wangi, yang sering digunakan untuk mencegah longsor karena akarnya yang dalam dan kuat, ternyata juga mampu menyerap racun dan logam berat termasuk emas. Bahkan tanaman sederhana seperti bayam liar pun memiliki kemampuan menyerap logam terlarut dalam bentuk ion. Meski tingkat penyerapan emasnya rendah karena sifat emas yang sulit larut di alam, tetap saja hal ini menunjukkan bahwa tanaman biasa pun bisa berinteraksi dengan mineral tanah. 

Tanaman-tanaman ini adalah bukti bahwa alam memiliki cara unik untuk “menambang” emas tanpa perlu merusak lingkungan. Para pakar biologi dari IPB menyebutkan bahwa tanaman hiper akumulator banyak tersebar di wilayah Indonesia Timur, seperti Kalimantan, Papua atau Sulawesi. 

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Tanaman kacang sacha ichi dan peluang usaha pertanian berkelanjutan

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel TARUNA GD yang diupload pada tanggal 3 September 2023 dengan judul."satu kali tanam panen tiap minggu selama 20 tahun || tanaman penghasil uang". Menurut keterangan dari channel video tanaman ini hanya 1 kali tanam bisa panen tiap minggu selama 20 sampai 25 tahun tidak berhenti terus menerus menghasilkan uang, tanaman ini namanya kacang Sacha inchi berasal dari hutan Amazon Amerika Selatan, kacang Sacha inchi ternyata cocok ditanam di Indonesia baik dataran rendah atau dataran tinggi juga penanaman dan perawatan sangat mudah serta biayanya cukup murah, kacang Sacha inchi mengandung sejuta manfaat terutama Omega 3 dan Omega 6 bisa membantu mencerdaskan otak juga merupakan super food yang sangat bagus kesehatan tubuh. 


Biji Sacha Inchi dikenal kaya akan Omega 3 dan Omega 6, dua jenis asam lemak esensial yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk kecerdasan otak. Tidak hanya bijinya, hampir seluruh bagian tanaman ini bisa dimanfaatkan. Kulit buah dapat dikeringkan dan dijual, sementara daunnya bisa dijadikan lalapan atau diolah menjadi teh herbal. Dengan begitu, tanaman ini tidak hanya menghasilkan satu produk, tetapi juga memiliki nilai tambah dari bagian lain yang biasanya terbuang.

Sacha Inchi mulai bisa dipanen pada usia 6 hingga 7 bulan setelah tanam. Setelah panen perdana, tanaman ini akan terus berproduksi tanpa mengenal musim. Perawatannya pun tergolong mudah. Tanaman ini tidak membutuhkan pestisida kimia, melainkan cukup dengan pupuk organik seperti jerami padi atau bonggol pisang. Sistem budidayanya juga fleksibel karena bisa ditanam secara tumpang sari bersama tanaman lain yang lebih pendek, misalnya saja porang atau talas

Karena usianya yang panjang, hingga puluhan tahun, Sacha Inchi membutuhkan tiang penyangga (ajir) yang kuat. Petani disarankan menggunakan tiang dari tanaman hidup seperti kaliandra atau tiang cor beton agar mampu menopang sulur yang rimbun. Dengan penopang yang kokoh, tanaman dapat tumbuh optimal dan berproduksi stabil dalam jangka panjang.

Dari sisi ekonomi, Sacha Inchi menawarkan peluang yang sangat menjanjikan. Harga biji kering di pasaran cukup tinggi, berkisar antara Rp. 30.000 hingga Rp. 40.000 per kilogram melalui kontrak. Bahkan di pasar online, harga bisa mencapai Rp. 90.000 hingga Rp. 150.000 per kilogram. Dengan biaya operasional yang relatif murah dan hasil yang berkelanjutan, tanaman ini menjadi pilihan ideal bagi petani kecil yang ingin meningkatkan pendapatan tanpa harus mengeluarkan modal besar setiap musim tanam.

Kacang Sanca Inci bukan sekadar tanaman biasa, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi petani. Dengan masa produktif hingga 25 tahun, perawatan yang sederhana, serta nilai jual yang tinggi, tanaman ini layak disebut sebagai “tanaman penghasil uang.” Bagi petani kecil di Indonesia, Sacha Inchi bisa menjadi solusi untuk mendapatkan penghasilan berkelanjutan sekaligus mendukung pertanian organik yang ramah lingkungan. 

Ragam komentar tentang tanaman ini seperti di Rantau Prapat, masyarakat menyebut tanaman ini dengan nama pohon pina-pina. Daun mudanya biasa dimasak bening atau ditumis, sementara buah mudanya juga bisa dijadikan sayur. Tanaman ini dikenal sejak zaman dulu, namun kini keberadaannya mulai berkurang karena tidak banyak lagi yang menanamnya.

Para petani menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam memilih tanaman. Setiap jenis tanaman memiliki karakteristik yang berbeda dan harus disesuaikan dengan kondisi tanah serta lingkungan. Kesalahan dalam memilih bisa berakibat pada kerugian, dan tentu saja yang menanggung adalah petani itu sendiri. Karena itu, banyak yang menyarankan agar mencoba menanam dalam skala kecil terlebih dahulu sebelum memperluas lahan. Hal ini menjadi pelajaran dari pengalaman menanam porang, di mana banyak petani yang menanam dalam jumlah besar, namun harga tiba-tiba turun drastis.

Di daerah lain seperti Empat Lawang, masyarakat lebih mengenal daun muda dari tanaman ini sebagai bahan masakan. Rasanya manis, mirip dengan daun katuk, sehingga sering dijadikan sayur bening atau tumisan. Baru belakangan diketahui bahwa buah mudanya juga bisa dimakan, sehingga menambah variasi pemanfaatan tanaman ini.

Selain itu, ada pula komentar yang mengingatkan agar petani tidak mudah tergiur dengan bisnis instan yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Banyak yang akhirnya tertipu oleh janji manis keuntungan 20 persen atau lebih, padahal kenyataannya tidak sesuai. Berbeda dengan usaha pertanian yang sifatnya sektorial meskipun harga naik turun, jika dijalani dengan konsisten dan penuh kesabaran, hasilnya tetap bisa dirasakan. 

Kesimpulannya, ragam komentar ini menunjukkan bahwa pengalaman petani sangat berharga untuk dijadikan pedoman. Tanaman tradisional seperti pina-pina memiliki potensi yang bisa dikembangkan, baik dari sisi pangan maupun ekonomi. Namun, kunci dalam bertani adalah kesabaran, konsistensi, dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan. Dengan cara itu, usaha pertanian akan tetap bermanfaat dan berkelanjutan bagi kehidupan petani dan masyarakat sekitar. 

Sementara info lainnya dari berbagai sumber di internet Sacha Inchi memang merupakan tanaman superfood yang berasal dari hutan Amazon dan kini mulai dikenal luas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Buahnya berbentuk bintang dengan empat hingga lima biji di dalamnya, dan biji tersebut menyimpan kekayaan nutrisi yang luar biasa. Kandungan protein, serat, serta lemak sehat berupa omega-3, omega-6, dan omega-9 menjadikan sebagai salah satu sumber pangan nabati terbaik. Rasanya mirip dengan kacang tanah, sehingga mudah diterima oleh lidah masyarakat. Tidak hanya dikonsumsi sebagai camilan panggang, bijinya juga diolah menjadi minyak yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan jantung, otak, dan kecerdasan.

Keunggulannya ada pada kandungan omega-3 yang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan ikan salmon liar. Selain itu, bijinya juga mengandung omega-6, vitamin E, mineral, antioksidan, serta triptofan yang berperan penting dalam produksi serotonin. Kandungan nutrisi ini menjadikan Sacha Inchi sebagai makanan fungsional yang mampu mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Omega-3 dan omega-6 berperan menjaga fungsi jantung dan otak, sementara serat membantu sistem pencernaan tetap sehat. Triptofan yang terkandung di dalamnya juga dapat meningkatkan suasana hati, sehingga mengkonsumsi rutin berpotensi memberikan manfaat psikologis selain manfaat fisik.

Manfaat kesehatan dari Sacha Inchi sangat beragam yaitu minyaknya juga dikenal sebagai salah satu minyak nabati terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan menjaga keseimbangan lemak dalam tubuh. Antioksidan yang terkandung di dalam biji maupun daunnya membantu melawan radikal bebas, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit degeneratif. Tidak hanya itu, dengan mengkonsumsinya dipercaya mampu mengurangi risiko asam urat, menjaga elastisitas kulit, serta mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang. Dengan kombinasi nutrisi yang lengkap, tanaman ini layak disebut sebagai superfood yang memberikan perlindungan menyeluruh bagi tubuh.

Selain manfaat kesehatan, Sacha Inchi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Biji yang dipanggang bisa dijual sebagai camilan sehat, sementara minyaknya banyak digunakan dalam industri makanan, suplemen, hingga kosmetik. Minyaknya juga dikenal sebagai pelembab alami yang sangat baik untuk kulit, sehingga permintaannya terus meningkat di pasar global. Bahkan daunnya pun dapat dimanfaatkan sebagai bahan minuman herbal karena kandungan antioksidannya. Dengan pemanfaatan yang hampir menyeluruh, tanaman ini memberikan peluang usaha yang sangat menjanjikan bagi petani maupun pelaku industri pangan sehat.

Budidaya Sacha Inchi relatif mudah dilakukan. Tanaman ini termasuk jenis merambat dan dapat mulai berbuah dalam waktu 5 hingga 8 bulan setelah ditanam. Asalnya dari Amerika Selatan, dengan Peru sebagai salah satu penghasil terbaik, namun iklim tropis di Indonesia juga sangat mendukung pertumbuhannya. Dengan perawatan sederhana, tanaman ini bisa menjadi sumber penghasilan berkelanjutan. Bagi petani kecil, tanaman ini menawarkan peluang usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung tren gaya hidup sehat yang semakin diminati masyarakat.

Secara keseluruhan tanaman ini  menggabungkan tiga keunggulan sekaligus seperti nutrisi tinggi, manfaat kesehatan, dan potensi ekonomi. Bentuknya yang unik, kandungan omega-3 yang melimpah, serta kemudahan budidaya menjadikannya sebagai salah satu tanaman masa depan yang layak dikembangkan lebih luas. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat dan berpotensi menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga berpotensi menyejahterakan yang menanamnya.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2025 

Artikel ini mengalami editan 13 Januari 2026 04:08

Senin, 12 Januari 2026

Sukses budidaya Ikan manfish Black-White

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel youtube agromaritim yang diupload pada tanggal 23 Maret 2022 dengan judul "Fokus Budidaya Ikan Manfish BW, Dari Coba-coba Sukses Rambah Pasar Ekspor". Budidaya Ikan Hias jenis manfish Black-White (BW) yang mempunyai warna hitam merupakan jenis manfish yang paling mahal dan lah satu jenis ikan yang populer dan digemari orang Indonesia. Untuk ternak ikan hias manfish ini pun tidak membutuhkan lahan yang luas. Menurut info berapa jenis ikan Manfish yang dikenal dan telah berkembang di Indonesia seperti jenis Black-White, Imperial, dan Marble. 


Adalah Bapak Abdul Hakim, seorang petani ikan hias dari Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi, telah menekuni dunia perikanan selama lebih dari 15 tahun. Perjalanan panjangnya penuh dengan pengalaman jatuh bangun, namun kini ia dikenal sebagai salah satu pembudidaya sukses ikan Manfish jenis Black-White (BW). Keberhasilannya bukan datang secara instan, melainkan melalui proses belajar otodidak, eksperimen, dan semangat pantang menyerah. 

Fokusnya adalah pemijahan dan pembesaran Manfish BW dimana jenis ini memiliki permintaan tinggi di pasar lokal maupun ekspor, dengan harga yang relatif lebih stabil dibandingkan jenis lain. Hal tersebut membuatnya lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha di bidang ini.

Keberhasilan dalam budidaya bergantung pada pada pemilihan indukan yang tepat. Menurutnya, indukan ideal berusia maksimal satu tahun, dan mulai bisa diseleksi jantan serta betinanya sejak usia sembilan bulan. Ia juga menjelaskan pentingnya menghindari perkawinan sesama keturunan agar tidak menimbulkan cacat maupun tingkat kematian yang tinggi.

Selain faktor indukan, kualitas air menjadi kunci keberhasilan dalam proses penetasan telur. Ia menjelaskan bahwa pH air perlu dijaga pada kisaran 7 hingga 7,5. Jika pH terlalu tinggi, telur berisiko membusuk hanya dalam waktu satu hingga dua hari. Hal ini menunjukkan betapa detail kecil dalam budidaya ikan bisa menentukan hasil akhir.

Tidak hanya itu, jenis BW, terutama tipe Slayer, dikenal lebih sensitif dibandingkan jenis Tricolor. Ikan ini mudah stres jika ditangani secara kasar, sehingga kebersihan pakan seperti cacing sutra dan kestabilan suhu air harus benar-benar diperhatikan.

Meski kini dikenal sukses, ia juga pernah mengalami kegagalan besar yaitu pernah membesarkan sekitar 5.000 ekor burayak, namun warna hitam khas BW tidak muncul dengan pekat. Akibatnya, harga jual anjlok dan seluruh ikan tersebut akhirnya dijadikan pakan lele.

Pengalaman pahit itu tidak membuatnya berhenti, justru menjadi pelajaran berharga untuk lebih teliti dalam proses budidaya. Dari situlah ia semakin yakin bahwa keberhasilan hanya bisa diraih dengan kesabaran dan ketekunan. 

Menariknya, ia tidak belajar dari buku atau pendidikan formal, melainkan dari praktek langsung dan berbagi pengalaman dengan sesama pembudidaya di daerahnya. Baginya, ilmu yang diperoleh dari lapangan lebih nyata dan bisa langsung diterapkan. Ia juga berpesan kepada para pemula agar memiliki mental pantang menyerah. Dalam budidaya ikan, risiko kematian pasti ada, sehingga seorang petani harus siap menerima kenyataan tersebut dan menjadikannya bahan pembelajaran. 

Berdasarkan vlog video bagi siapa saja yang ingin belajar atau mencari bibit Manfish BW. Ia mempersilakan untuk datang langsung ke sentra budidaya ikan di Jalan Ceuleugeug, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan keberanian menghadapi kegagalan, siapa pun bisa meraih kesuksesan di dunia budidaya ikan hias. 

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Minggu, 11 Januari 2026

Apakah ikan manfish galak di aquarium

Ikan Manfish atau angelfish akan terlihat tenang dan anggun di dalam aquarium. Siripnya yang lebar dan gerakannya yang lembut membuat banyak orang mengira bahwa ikan ini sepenuhnya damai. Namun, pada kenyataannya berdasarkan beberapa pengalaman yang sudah memeliharanya ikan ini bisa bersifat galak

Sepasang Ikan Manfish betina dan jantan yang dipelihara admin 
Dan sudah berkembang biak di aquarium.

Hal ini wajar karena ikan ini termasuk keluarga cichlid, yaitu jenis ikan yang dikenal memiliki sifat teritorial. Artinya, ikan Manfish akan berusaha menjaga wilayah tertentu di aquarium, terutama ketika sudah dewasa. Jika ada ikan lain yang masuk terlalu dekat, kemungkinan besar bisa menyerang untuk mempertahankan ruangnya. Sifat ini semakin kuat ketika ikan sedang bertelur, karena akan melindungi telur dari ancaman apa pun. 

Baca juga : Ikan redfin shark yang "dingin" dan bisa melukai ikan kecil?

Sifat galak dari ikan ini sebenarnya sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan jika aquarium terlalu kecil atau terlalu penuh dengan ikan, persaingan wilayah akan meningkat. Situasi ini membuat Manfish lebih mudah stres dan agresif. 

Sebaliknya, jika ruang cukup luas dan ikan lain tidak mengganggu, ikan Manfish bisa hidup dengan baik bahkan bisa berdampingan dengan ikan lain yang ukurannya seimbang. Jadi, sifat galak bukanlah karakter permanen, melainkan reaksi terhadap kondisi sekitar. Para pemeliharanya perlu memahami hal ini agar bisa menciptakan lingkungan yang nyaman bagi Manfish.

Ketika ikan Manfish sedang bertelur, sifat galaknya akan semakin jelas terlihat yaitu akan menjaga telur dengan penuh perhatian dan tidak segan menyerang ikan lain yang mendekat. Dalam fase ini, sebaiknya pemeliharanya memberi ikan layang ini ruang lain dan khusus.

Dengan begitu, ikan akan merasa aman dan tidak terlalu agresif. Selain itu, pemilihan teman aquarium atau tankmate juga sangat penting. Hindari mencampurnya dengan ikan yang jauh lebih kecil karena bisa dianggap mangsa, atau dengan ikan yang terlalu besar karena bisa memicu konflik tentunya pilihan yang pas akan membuat suasana aquarium lebih harmonis.

Untuk mengurangi sifat galaknya ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan seperti menyediakan aquarium yang cukup luas agar tidak terjadi perebutan wilayah, lalu jangan terlalu banyak memasukkan ikan ke dalam satu aquarium, karena terlalu banyak hanya akan menambah persaingan, lalu berikan perhatian khusus saat ikan sedang bertelur dengan membiarkan ikan merasa aman. Dengan cara ini, sifat galak bisa diminimalkan dan ikan nanfish akan lebih tenang.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Sabtu, 10 Januari 2026

Tentang ikan billfish dan jenisnya

Billfish adalah sebutan untuk sekelompok ikan laut besar yang punya ciri khas berupa paruh panjang menyerupai tombak. Seperti diketahui bahwa paruh panjang ini akan digunakan untuk menyerang dan melukai mangsa sebelum dimakan. 

Ada beberapa jenis billfish yang terkenal, yaitu marlin, sailfish, swordfish, dan spearfish. Semua jenis ini punya tubuh ramping, sirip punggung yang panjang, serta kemampuan berenang yang sangat cepat. Ikan-ikan ini biasanya hidup di perairan tropis dan subtropis, sehingga sering ditemui di laut yang hangat. 

Marlin adalah merupakan jenis billfish yang paling besar dan paling terkenal dan ukurannya bisa mencapai lebih dari 5 meter. Ikan sebesar dan bobot besar itu berenang bebas di laut dan tidak heran kalau marlin sering dianggap sebagai “raja laut” oleh para pemancing profesional seperti yang dapat dilihat di beberapa video mancing di situs youtube.

Selain ukurannya yang besar, ikan marlin juga dikenal sangat kuat dan sulit ditangkap. Itulah mengapa memancingnya dianggap sebagai tantangan besar dalam dunia sport fishing.

Selain marlin, ada juga sailfish yang terkenal dengan sirip punggungnya yang lebar seperti layar. Sailfish sering disebut sebagai ikan tercepat di laut karena bisa berenang dengan kecepatan tinggi. 

Lalu ada swordfish yang punya paruh tebal dan kuat, serta spearfish yang ukurannya lebih kecil dibandingkan lainnya. Meskipun berbeda-beda, semua jenis billfish punya daya tarik tersendiri bagi para pemancing maupun peneliti laut.

Billfish adalah ikan migrasi, artinya ikan-ikan ini tidak tinggal di satu tempat saja dan bisa menempuh perjalanan jauh melintasi samudra untuk mencari makanan atau berkembang biak. Hal ini membuatnya sulit diprediksi keberadaannya. 

Para pemancing biasanya menggunakan teknik khusus seperti trolling, yaitu menarik umpan di belakang kapal, untuk memancing billfish. Cara ini dianggap efektif karena meniru gerakan ikan kecil yang menjadi mangsa alami billfish.

Dengan demikan billfish bukan hanya menarik karena ukurannya yang besar atau kecepatannya yang luar biasa, tetapi juga karena peran mereka dalam ekosistem laut. Ikan-ikan berparuh panjang ini adalah predator penting yang menjaga keseimbangan populasi ikan kecil. 

Di sisi lain, keberadaannya juga memberi nilai ekonomi dan hiburan bagi wisata memancing. Namun, penting untuk diketahui bahwa populasi billfish bisa terancam jika penangkapan dilakukan secara berlebihan. Karena itu, banyak organisasi yang mendorong praktik memancing berkelanjutan agar ikan-ikan ini tetap bisa dinikmati oleh generasi berikutnya. 

Dengan demikian ikan ini adalah kelompok ikan laut predator besar yang bermoncog panjang dan tajam umumunya sangat populer dalam olahraga memancing karena aksi akrobatiknya saat ditangkap oleh para pemancing profesional.

Semoga infonya bermanfaat. 



Kuningan Januari 2026

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan