Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Selasa, 27 Januari 2026

Faank band wali bertamu ke rumah Irfan Hakim

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims channel yang diuploaf pada tanggal 23 Januari 2026 yang berjudul " ARTIS TERKENAL DI INDONESIA NAIK MOTOR KE DEHAKIMS BERUJUNG DIUSIR ORANG KANTOR!". 


Dalam video ini Faank vokalis band religi-pop Wali mengunjungi kediaman Irfan Hakim. Kunjungan ini menjadi sarat edukasi serta spiritualitas. Bersama istri dan kedua anaknya, Faank disambut dengan tangan terbuka oleh Irfan dan teamnya yang menginspirasi dan menghibur.

Dalam video terlihat Faank mengenang momen lucu yang pernah ia alami yang ternyata ia pernah datang tanpa janji ke rumah Irfan, dengan mengendarai motor. Namun, karena prosedur keamanan yang ketat demi menjaga privasi, satpam tidak mengizinkan masuk. Faank, dengan kerendahan hati, memilih untuk pulang. Dalam obrolan ia menyebut dirinya hanya artis kecil yang tak ingin merepotkan. Irfan pun tertawa mendengar cerita itu dan berjanji akan “menatar” team keamanannya agar lebih peka terhadap tamu istimewa seperti Faank

Setelah insiden lucu itu, kali ini Faank datang dengan undangan resmi, ia dan keluarganya diajak berkeliling di lokasi deHakims, yang merupakan sebuah kawasan hunian yang diubah menjadi ekosistem mini yang memadukan kecintaan terhadap satwa peliharaan, pelestarian alam, dan teknologi ramah lingkungan.

Di area lokasi disambut oleh burung unta burung terbesar di dunia dan sapi betina yang sedang hamil. Anak-anak terlihat antusias, sementara Faank tak henti-hentinya mengagumi bagaimana Irfan merawat hewan-hewan tersebut dengan penuh kasih.

Ketegangan sempat muncul saat diajak melihat koleksi ular piton dimana Faank dan keluarganya sempat ragu, namun rasa takut itu berubah menjadi kagum saat mengenal Ball Python, ular yang bisa menggulung tubuhnya seperti bola. Irfan Hakim menjelaskan dengan sabar, membuat suasana menjadi edukatif dan menyenangkan.

Puncak dari tour ini adalah saat memasuki aviary yang menjadi rumah bagi lebih dari 300 ekor burung dari 150 spesies. Di antara burung-burung eksotis itu, terdapat Golden Pheasant dari Cina dan Victoria Crowned Pigeon  atau Mambruk dari Papua, merpati terbesar di dunia. Menurut info yang admin dapat dari situs Wikipedia bahwa burung Mambruk ini adalah termasuk burung merpati terbesar dan habitatnya berada di hutan dataran rendah, hutan sagu, dan rawa di utara Papua, termasuk Pulau Yapen, Biak dan sekitarnya.

Irfan juga menjelaskan bahwa seluruh kawasan deHakims dirancang untuk meniru ekosistem alami. Salah satu hal yang menarik adalah tidak adanya nyamuk di dalam aviary. Hal ini dicapai melalui kehadiran burung pemakan nyamuk dan sistem air yang terus mengalir, menciptakan lingkungan yang sehat dan seimbang.

Tak hanya itu, banyak pohon di kawasan ini merupakan pohon “diselamatkan” dari proyek pembangunan. Irfan membeli dan memindahkan pohon-pohon tersebut agar tidak ditebang, sebuah bentuk nyata dari kepedulian terhadap alam. Bahkan menariknya di aviary merupakan campuran pasir dari berbagai provinsi di Indonesia yang disebut pasir Nusantara, dikirim oleh para pengikut Irfan sebagai simbol persatuan dan cinta terhadap tanah air.

Kemandirian menjadi nilai penting di deHakims dan menunjukkan sistem biogas yang memanfaatkan kotoran sapi untuk menghasilkan gas memasak. Sistem ini mampu menyediakan energi gratis selama 2 sampai 3 jam setiap hari. Selain itu juga memelihara ayam petelur dan memanen telur segar setiap pagi. Faank dan anak-anaknya tampak antusias saat memegang telur yang masih hangat, pengalaman yang jarang didapatkan di kehidupan kota.

Dalam suasana santai Faank dan Irfan juga sempat berdiskusi tentang hak-hak satwa dalam Islam, bahwa hewan adalah amanah dari Tuhan, yang perlu diperlakukan dengan kasih sayang, diberi makan, kesehatan, dan kenyamanan.

Irfan pun berbagi kisah menyentuh tentang kebiasaannya berbicara dengan sapi kurban sebelum disembelih. Ia percaya bahwa hewan bisa merasakan ketulusan dan ketenangan dari manusia. Bagi Irfan, kurban bukan sekadar ritual, tapi juga bentuk komunikasi batin antara makhluk Tuhan.

Juga membahas pahala menanam pohon, yang disebut sebagai amal jariyah karena memberikan oksigen dan kehidupan bagi makhluk lain. Percakapan ini memperlihatkan bahwa cinta terhadap alam bukan hanya soal konservasi, tapi juga bagian dari ibadah.

Kunjungan ditutup dengan momen hiburan yang tak kalah seru. Faank dan keluarganya bermain angklung bersama team deHakims. Ia terkesan dengan filosofi angklung yang mengajarkan disiplin dan harmoni dalam perbedaan nada. Tak ketinggalan, candaan tentang rencana duet antara Faank dan Irfan pun mencairkan suasana. Irfan ingin mencoba menjadi penyanyi, sementara Faank bercanda ingin jadi host dan siapa tahu, kolaborasi ini benar-benar terjadi suatu hari nanti.

Video kunjungan Faank, vokalis band Wali, ke kediaman Irfan hakim ini menyuguhkan hiburan dan edukasi juga menggugah hati banyak penonton. Di kolom komentar, berbagai suara bermunculan mulai dari nostalgia, kekaguman, hingga reflefsi tentang kehidupan dan lingkungan. Berikut adalah rangkaian komentar pilihan yang mencerminkan video ini meninggalkan kesan yang baik bagi banyak orang.

Salah satu komentar yang paling menyentuh datang dari penonton yang mengaku sedih saat mendengar Faank menyebut dirinya sebagai “artis kecil.” Bagi generasi 90-an, band Wali bukanlah nama asing. Lagu-lagu yang dibawakan menjadi soundtrack kehidupan, penuh makna dan mudah diingat. “Sampai sekarang juga belum ada yang bisa nandingin enaknya lagu-lagu band era 2000-an,” tulis seorang penonton dengan nostalgia.

Ada juga yang mengapresiasi konsistensi band Wali. “Band Wali melahirkan artis-artis besar. Faank, Apoy, dan kawan-kawan terus berkarya. Band Wali tetap eksis. Ok,” tulis komentar lain yang menunjukkan rasa bangga terhadap perjalanan panjang band ini.

Ada pula penonton yang berharap agar Irfan Hakim mengundang keluarga besar Faank dari Sukabumi. Komentar ini menunjukkan antusiasme penonton untuk melihat lebih banyak sisi kehidupan pribadi Faank dan keluarganya, serta mempererat tali silaturahmi yang lebih luas.

Menariknya video ini juga memantik kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Seorang penonton menulis panjang lebar tentang bagaimana teknologi yang kita nikmati saat ini berasal dari hasil bumi. Ia mengingatkan bahwa menghargai alam bisa dimulai dari hal-hal sederhana yaitu mematikan alat listrik setelah digunakan, mengurangi konsumsi minyak goreng dengan makanan rebus, dan menggunakan sumber daya sesuai kebutuhan. “Cara simple menyelamatkan bumi ini,” tulisnya, mengajak semua untuk lebih bijak dalam menjalani hidup.

Ragam komentar ini menunjukkan bahwa video inj menjadi ruang refleksi, nostalgia, dan pembelajaran. Ketulusan Faank dan keramahan Irfan Hakim, serta pesan-pesan tentang alam dan kemanusiaan menyatu dalam satu tayangan yang menyentuh, tentunya penonton  merasa terhibur juga diajak berpikir dan merasakan kembali nilai-nilai yang mungkin mulai terlupakan.

Semoga infonya bermanfaat.




Kuningan Januari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan akan di moderasi dulu

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan