Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini

Admin mungkin menerima komisi jika membeli melalui link dibawah ini
Admin mungkin menerima komisi dari link tiktok diatas

Kamis, 29 Januari 2026

Cerita Situ Cipanten dan ribuan ikan koi

Artikel review video youtube kali ini adalah dari channel deHakims Story yang diupload pada tanggal 26 Januari 2026 dengan judul "SH0CK..!!! TERNYATA SITU CIPANTEN TEMPAT PRABU SILIWANGI ..!!?". 

Majalengka, sebuah kabupaten di Jawa Barat yang dikenal dengan panorama alamnya. Dalam video tersebut, Irfan Hakim bersama rekan bisnisnya Pak Hartono (Bos Koi) dan seorang guru spiritual, Ibu HGA (Hamba Gusti Allah), melakukan kunjungan ke Situ Cipanten. Perjalanan ini bukan sekadar wisata, melainkan sebuah eksplorasi yang memadukan unsur budaya, kepedulian sosial, pariwisata, hingga spiritual. 

Baca juga : Bantuan sayuran segar dari Pak Hartononke deHakims

Situ Cipanten, yang terletak di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Majalengka, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam dengan air jernih dan suasana tenang. Namun, bagi sebagian masyarakat, danau ini menyimpan nilai spiritual yang tinggi.

Menurut penuturan Ibu HGA, Cipanten merupakan salah satu petilasan Prabu Siliwangi, raja legendaris dari Kerajaan Pajajaran yang sangat dihormati dalam budaya Sunda. Ia menyebut bahwa Prabu Siliwangi "menunggu" di bawah sebuah pohon langka bernama Boa-boa, yang tumbuh di sekitar danau. Keberadaan pohon ini dianggap sebagai simbol penghubung antara dunia nyata dan spiritual.

Selain itu, Ibu HGA menyinggung keterkaitan Cipanten dengan Situ Sangiang, lokasi lain yang juga dipercaya sebagai tempat keramat Sang Prabu. Hubungan antara kedua situ ini memperkuat keyakinan bahwa jejak Prabu Siliwangi tersebar di berbagai titik sakral di Jawa Barat.

Dalam obrolan, Irfan Hakim dan Ibu HGA membahas filosofi "Maung" (Harimau) yang erat dengan sosok Prabu Siliwangi. Mereka menafsirkannya sebagai Manusia Unggul, sebuah konsep yang mencerminkan keberanian, kebijaksanaan, dan kepemimpinan yang visioner.

Salah satu momen penting dalam kunjungan ini adalah pelepasan 2000 ekor ikan koi ke Situ Cipanten. Pak Hartono, seorang pengusaha koi ternama, mengaku bahwa pemilihan Cipanten sebagai lokasi pelepasan bukanlah kebetulan, melainkan sebuah "panggilan hati".

Pelepasan koi ini diharapkan menjadi daya tarik wisata baru sekaligus simbol keberkahan. Pak Hartono berharap masyarakat sekitar menjaga ikan-ikan tersebut sebagai "peliharaan bersama" yang membawa rezeki dan kebahagiaan.

Irfan Hakim menambahkan bahwa Majalengka memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata lengkap. Selain Cipanten, daerah ini menawarkan kuliner khas, budaya Sunda yang kaya, serta panorama alam seperti tujuh mata air Cipanten yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Video ini juga memperlihatkan momen santai yaitu dengan menghadirkan hewan peliharaan Irfan Hakim, seekor kapibara bernama Junet, yang merupakan hewan pengerat terbesar di dunia. Bahkan, ia sempat melakukan video call dengan rekannya, Yohanes, yang juga memelihara kapibara bernama Babel. Selain itu, Pak Hartono membawa oleh-oleh berupa kaus kaki dari Jepang untuk Jalu, putra Irfan Hakim yang gemar berkuda. Momen ini memperlihatkan sisi humanis dari sosok pengusaha sukses yang dikenal dermawan.

Di balik suasana santai, video ini juga menyoroti kepedulian sosial dimana Pak Hartono menyalurkan donasi berupa puluhan juta rupiah melalui Irfan Hakim untuk dibagikan kepada masyarakat dalam acara Dangdut Mania Dadakan (DMD).

Di akhir video, keduanya akan merencanakan kunjungan ke Bandung untuk bertemu Walikota Kang Farhan. Agenda ini bertujuan meninjau keberhasilan pengelolaan sampah di Pasar Gede Bage, yang dianggap sebagai contoh baik dalam manajemen lingkungan perkotaan.

Banyak penonton menyoroti peran Pak Hartono yang dianggap telah ikut ngamumule budaya Sunda. Salah satu komentar berbunyi: “Hatur nuhun Pak Hartono, tos ngamumule budaya Sunda 🙏.” Ungkapan ini menunjukkan rasa terima kasih atas kontribusi beliau dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mengangkat potensi lokal melalui pelepasan ikan koi di Cipanten.

Komentar lain menambahkan nuansa religius dengan menulis pada kolom komentar “Masya Allah 😊 Pak Hartono masa tuanya berbagi buat bekal nanti nya ..” yang menekankan bahwa tindakan berbagi dan berderma akan menjadi bekal kebaikan di masa mendatang.

Selain sisi spiritual, penonton juga menyoroti keindahan alam Majalengka. Seorang penonton menulis: “Suka dengan wisata Majalengka .. Saya asli Cirebon malah kaya pengen punya rumah di daerah Majalengka yang sejuk, adem.” Komentar ini mencerminkan daya tarik Majalengka sebagai daerah yang menawarkan kesejukan dan kenyamanan, bahkan membuat orang dari luar daerah ingin menetap di sana.

Ada pula penonton yang berbagi pengalaman langsung: “Alhamdulillah, kemarin baru dari sana. Koi-nya sehat-sehat.” Testimoni ini memperkuat kesan bahwa pelepasan ikan koi benar-benar membawa daya tarik baru bagi wisatawan.

Menariknya, ada penonton yang memberikan informasi tambahan terkait lokasi wisata lain yang berdekatan dengan Cipanten. Ia menulis: “Izin A Irfan & Pak Hartono (Bos Koi). Untuk situs atau wisata situ yang sejalur atau paling dekat sama Situ Cipanten ialah Objek Wisata Situ Prabu Siliwangi.”

Komentar ini kemudian dibalas oleh penonton lain dengan kalimat: “Nah betul ini, tolong dikasih tau A Irfan dan Bos Koi.” Interaksi ini menunjukkan adanya semangat antar penonton untuk memperkaya informasi wisata, sekaligus memperkuat narasi spiritual tentang jejak Prabu Siliwangi di Majalengka. 

Semua komentar-komentar ini membentuk mosaik cerita yang memperkaya makna video, menjadikan Situ Cipanten sebiag destinasi wisata juga simbol kebersamaan, spiritualitas, dan kebanggaan budaya lokal.

Semoga infonya bermanfaat. 


Kuningan Januari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan akan di moderasi dulu

Blogger Kuningan

Blogger Kuningan